1
Dengan segala kerendahan hati
mohon ceriakan Hari Raya Fitri
dengan kesediaan mengampuni
segala kesalahanku selama ini
2
Jangan akhiri bulan suci
dengan mengecewakan hati
diriku yang banyak salah ini
tanpa kesediaan memaafkan
kesalahan yang telah kulakukan
3
Gunung Rinjani menjulang tinggi
selalu menantang untuk didaki
Gunung Merapi bikin ngeri
dengan gumpalan awan sepanas api
Gunung kebaikanmu ingin kudaki
agar puncak maafmu kudapati
Selamat Hari Raya Fitri
Semoga kita lahir kembali suci.
4
Pasar baru pasar pakaian
Sangat ramai menjelang lebaran
Bila saya ada kesalahan
Sangat senang bila dimaafkan
5
Beli batik di Beringharjo
Jangan lupa membawa tas
Akulah orang paling bejo
bila salahku kau anggap lunas
6
Bila hutang jangan lupa mengembalikan
Jangan bikin kapok si pemberi pinjaman
Mari kita indahkan hari lebaran
dengan saling memaafkan
7
Mohon maaf atas buku pinjaman
yang lama baru kukembalikan
Selamat hari lebaran
Mohon maaf atas segala kesalahan
8
Sungguh aku mohon untuk dimaafkan
atas flashdisk yang bawa virus ke laptopmu
dan mengganggu program-program andalanmu.
Setelah sebulan kita berpuasa ramadhan
di hari kemenangan kumohon keridhoanmu
melupakan segala salah perbuatanku
9
Andai saya bisa
pasti kukembalikan data-data
yang hilang karena ulah saya
Hari Idul fitri telah datang
maafku pasti telah kuberikan
kini maafmu kunantikan
10
Tinta printermu yang kuhabiskan
akan segera kubelikan
Mohon maafkan segala kesalahan
agar lebaran enak kurayakan
11
Monitormu yang kupinjam
mohon maaf belum kukembalikan
karena banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan
Namun jangan khawatir kawan
nanti pasti kukembalikan
karenanya di hari kemenangan
jangan ragu ikhlaskan saya punya kesalahan
12
Naik motor pinjaman malah ditilang
jangan anggap sebuah kesengajaan
Agar lebaran hatiku lapang
jangan tega kesalahanku tidak dimaafkan
13
Pinjam motorku kehabisan bensin
bukan pertanda aku minta dibelikan
Idul Fitri kita saling bersilaturahim
agar hati kita kembali nyaman
14
Tanaman bakung bukan gelombang cinta
Harganya tak akan sampai berjuta-juta
Mohon maafmu dengan sepenuh cinta
Hari lebaran kita rayakan dengan suka cita
15
Adenium berbunga merah
Anthurium bergaris-garis ungu
Aku mohon segala salah
dihanyutkan dalam lautan maafmu
16
Bawang putih antimikroba
bisa juga turunkan tekanan darah
Bahagialah di Hari Raya
Mohon maafkan segala salah
17
Bawang merah sembuhkan asma
Bayam baik buat sistem pencernaan
Berbahagialah di hari raya
Hiasilah dengan kedermawanan
18
Brokoli antikanker dan antioksidan
Daun pepaya meningkatkan nafsu makan
Bila dirimu tidak keberatan
Daku perbaiki hubungan persahabatan
19
Daun singkong pencegah anemia
Jagung baik untuk otak dan sistem syaraf
Kalau Engkong berhari raya
Jangan lupa kesalahan saya diberi maaf
20
Jamur menstimulasi kekebalan
Kacang panjang mendorong produksi
hemoglobin dan sel darah merah
Aku tak akan pernah bosan
menunggu datangnya kemurahan hati
menanti maafmu dengan pasrah
21
Kubis menyembuhkan luka lambung
dan membantu pertumbuhan.
Sakit hatimu bila salah dosaku kau tabung
akan lebih ringan bila kau maafkan
22
Black Giant Arabicum
janjikan keindahan adenium
Mengapa kesalahanku harus dikulum
bila memaafkan membuat mulutmu tersenyum
23
Bila panas sengaja berpayung
agar kulit tidak berbayang
Lebaran kesalahan kita saling digantung
agar beban hati kembali ringan
24
Bila semua salah orang kita timbun
Sampah pergaulan akan bebani diri
Bila lebaran kita saling memberi ampun
Semoga dosa kita tak lagi saling membebani
25
Kesalahan orang yang kita ingat-ingat
akan jadi beban sepanjang hayat
Bila ada kesalahan mohon di beri maaf
Semoga persahabatan kita semakin kuat.
26
Persahabatan tak harus rusak karena hutang
Bila tak lupa untuk mengembalikan
Persahabatan kita semoga semakin matang
setelah lebaran kita saling memaafkan.
27
Benarkah uang pinjaman pangkal retaknya persahabatan?
Tidak benar bila ada kesediaan untuk mengembalikan!
Sahabat selamat Hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan
28
Bila aku tak pernah main ke rumahmu
Bukan berarti kau tak lagi ada di hatimu
Bila aku punya kesalahan atas dirimu
Mohon ampuni jangan disimpan di hatimu.
29
Bila aku punya barang pinjaman
jangan ragu untuk mengingatkan
agar aku segera mengembalikan
Bila aku punya segudang kesalahan
jangan ragu untuk memaafkan
agar hatiku bahagia di hari lebaran
30
Mentari esok pagi
tak dapat kita sentuh seindah saat ini
Bila pikiran kita di esok hari
tak dapat kita maksimalkan hari ini
Mentari Idul fitri
tak dapat kunikmati tanpa kau ampuni
segala kesalahanku selama ini
31
Bila mulutku terlalu tajam
mohon agar diingatkan
karena aku tak akan merasakan
Bila aku membuat hatimu terajam
mohon agar dimaafkan
karena itu bukan kesengajaan
32
Mulut tajam tak akan kusadari
hingga kau menunjukkan luka hatimu
Mohon maafkan aku di Hari Fitri
agar diriku lahir kembali suci
33
Dibalik awan tersembunyi matahari
dengan mudah dapat aku sadari
Dibalik senyummu aku tak akan menyadari
luka hati yang tersembunyi hingga kau ungkapkan
Lebaran membawa kita menuju kemenangan
atas hawa nafsu yang kita perangi selama sebulan
mohon sempurnakan dengan memaafkan segala kesalahan
Puisi Hari Raya, Ucapan Mohon Maaf
1.Allahu Akbar Allahu Akbar
Takbir mulai bergema, menyeruak ke angkasa menembus gelapnya malam
Seiring hati bahagia, kembali pada fitrah
Selamat idul fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin
2. Takbir, tahmid, tahlil ‘tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1429 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
3. Kegembiraan ‘tlah bergema memecah keheningan. Kalimat-kalimat suci pertanda bahagia, umat islam menyambut kemenangan. Melukar belenggu dosa, melepas ikatan dengki, menebar cinta serta maaf dan memaafkan. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum
4. Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat idul fitri 1429 H, minal ‘aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin
5. Matahari tampak berseri, takbir, tahmid, tahlil tiada henti menyambut hari yang fitri, kita berada di antara lautan jemaah menjemput bahagia kembali pada fitrah. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
6. Andai hati berbalut dengki, andai tingkah membuat marah, mohon maaf lahir dan batin. Selamat idul fitri 1429 H, minal ‘aidzin wal faizin
7. Jika telinga salah mendengar, andai janji tak ditepati, meski tangan tak bersambut, mohon saling memaafkan. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum
Takbir mulai bergema, menyeruak ke angkasa menembus gelapnya malam
Seiring hati bahagia, kembali pada fitrah
Selamat idul fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin
2. Takbir, tahmid, tahlil ‘tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1429 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
3. Kegembiraan ‘tlah bergema memecah keheningan. Kalimat-kalimat suci pertanda bahagia, umat islam menyambut kemenangan. Melukar belenggu dosa, melepas ikatan dengki, menebar cinta serta maaf dan memaafkan. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum
4. Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat idul fitri 1429 H, minal ‘aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin
5. Matahari tampak berseri, takbir, tahmid, tahlil tiada henti menyambut hari yang fitri, kita berada di antara lautan jemaah menjemput bahagia kembali pada fitrah. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
6. Andai hati berbalut dengki, andai tingkah membuat marah, mohon maaf lahir dan batin. Selamat idul fitri 1429 H, minal ‘aidzin wal faizin
7. Jika telinga salah mendengar, andai janji tak ditepati, meski tangan tak bersambut, mohon saling memaafkan. Selamat idul fitri 1429 H, taqaballahu mina wa minkum
Informasi Produk Berbahaya Asal CHINA
Jakarta, (ANTARA News) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat tidak mengonsumsi produk dengan merek di bawah ini, sebelum ada penjelasan tentang hasil pengujian dari BPOM.Berikut daftar produk makanan mengandung susu asal Cina yang terdaftar di(BPOM).
1.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509001378
2.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509002378
3. Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509003378
4. Guozhen, susu bubuk full cream, nomor registrasi ML 805309001478
5.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509001116
6.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509002116
7. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 227109001450
8. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 827109001450
9. Oreo, chocolate sandwich cookie, nomor registrasi ML 227109001552
10. M&M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409005385
11. M&M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409002385
12. Snickers, biskuit, nomor registrasi ML 227109009385
13. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409001385
14. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409003385
15. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409004385
16. Merry X-Mas, kembang gula, nomor registrasi ML 238409003311
17. Penguin, kembang gula, nomor registrasi ML 238409005311
18. Nestle Nesvita Materna, makanan ibu hamil dan ibu menyusui, nomor registrasi ML 862109001322
19. Nestle Milkmaid, selai susu, nomor registrasi ML 234709002206
Namun produk dengan merek yang sama yang diproduksi di dalam negeri dengan kode nomor registrasi MD tetap boleh beredar dan dikonsumsi.
Selain mengeluarkan keterangan tentang merek produk Cina yang terdaftar, BPOM juga mengumumkan produk Cina mengandung melamin yang diumumkan oleh Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) Singapura.
Ketigabelas produk tersebut adalah:
1. Natural Choice, Yoghurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit
2. Yili Bean Club, Matcha Red Bean Ice Bar
3. Yili Bean Club, Red Bean Ice Bar
4. Yili Prestige Chocliz, Dark Chocolate Bar
5. Yili Super Bean, Red Bean Chestnut Ice Bar
6. Nestle Dairy Farm, susu UHT
7. Yili High Calcium, susu rendah lemak
8. Yili High Calcium, susu
9. Yili 250 ml, Pure Milk
10. Yili 1 liter, Pure Milk
11. Dutch Lady, Strawberry Flavoured Milk (Ex.Cina, Hongkong, Singapura)
12. White Rabbit, kembang gula
13. Yili Choice, Dairy Frozen Yoghurt Bar With Real Peach and Pineapple Fruit Pieces.
1.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509001378
2.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509002378
3. Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509003378
4. Guozhen, susu bubuk full cream, nomor registrasi ML 805309001478
5.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509001116
6.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509002116
7. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 227109001450
8. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 827109001450
9. Oreo, chocolate sandwich cookie, nomor registrasi ML 227109001552
10. M&M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409005385
11. M&M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409002385
12. Snickers, biskuit, nomor registrasi ML 227109009385
13. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409001385
14. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409003385
15. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409004385
16. Merry X-Mas, kembang gula, nomor registrasi ML 238409003311
17. Penguin, kembang gula, nomor registrasi ML 238409005311
18. Nestle Nesvita Materna, makanan ibu hamil dan ibu menyusui, nomor registrasi ML 862109001322
19. Nestle Milkmaid, selai susu, nomor registrasi ML 234709002206
Namun produk dengan merek yang sama yang diproduksi di dalam negeri dengan kode nomor registrasi MD tetap boleh beredar dan dikonsumsi.
Selain mengeluarkan keterangan tentang merek produk Cina yang terdaftar, BPOM juga mengumumkan produk Cina mengandung melamin yang diumumkan oleh Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) Singapura.
Ketigabelas produk tersebut adalah:
1. Natural Choice, Yoghurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit
2. Yili Bean Club, Matcha Red Bean Ice Bar
3. Yili Bean Club, Red Bean Ice Bar
4. Yili Prestige Chocliz, Dark Chocolate Bar
5. Yili Super Bean, Red Bean Chestnut Ice Bar
6. Nestle Dairy Farm, susu UHT
7. Yili High Calcium, susu rendah lemak
8. Yili High Calcium, susu
9. Yili 250 ml, Pure Milk
10. Yili 1 liter, Pure Milk
11. Dutch Lady, Strawberry Flavoured Milk (Ex.Cina, Hongkong, Singapura)
12. White Rabbit, kembang gula
13. Yili Choice, Dairy Frozen Yoghurt Bar With Real Peach and Pineapple Fruit Pieces.
Adab Membaca al-Quran
Adab Membaca al-Quran
By: agussyafii
Tadi pagi saya sempat bertanya pada istri, "adab membaca al-Quran
bagaimana?"
Istri saya menjelaskan bahwa sebelum kita membaca Al-Qur'an maka
sebaiknya diketahui adab membaca Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah
kitab suci yang harus dihormati dan diagungkan. Adab secara batin,
terlebih dahulu pembaca Al-Qur'an ketika memulainya ia harus
menghadirkan dalam hatinya, betapa kebesaran Allah yang mempunyai
kalimat-kalimat itu.
Kita harus yakin bahwa yang kita baca itu bukanlah kalam manusia,
tetapi adalah kalam Allah azza wa jalla. Membesarkan kalam Allah itu
bukan saja membacanya, tetapi juga mendengarkannya sesuai dengan
firman Allah swt dalam Surat al-A'raf ayat 205: "Dan apabila dibacakan
Al- Qur'an maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan
tenang agar kamu mendapat rahmat."
Dan saya pernah membaca buku tentang adab membaca Al-Qur'an menurut
dalam kitabnya At-tibyan Fi Hamalatil Quran tulisan Syeikh Nawawi,
sebagai berikut:
1. Hendaklah membersihkan mulutnya dengan menggosok
gigi atau dengan siwak.
2. Hendaknya dalam keadaan suci atau membaca Al- Qur'an setelah
berwudhu (Q.S. al-Waqi'ah [56] ; 79).
3. Membaca Al-Qur'an di tempat yang bersih dan suci
4. Dianjurkan membacanya sambil menghadap kiblat
5. Dimulai dengan membaca ta'awwudz yakni bacaan a'udzubillâhi minasy
syaithanirrajî m.
6. Tidak lupa membaca bismillâhirrahmâ nirrahîm pada awal surat kecuali
surat at-Taubah.
7. Apabila mulai membaca, hendaklah bersikap khusyuk dan merenung.
(Q.S. Muhammad [47] ; 24).
8. Dianjurkan untuk mengulang-ulang bacaan ayat untuk direnungkan artinya.
9. Sebaiknya menangis ketika membaca Al-Qur'an (QS. Al-Maidah [05]:
83, QS. Al-Isra [17]: 107, QS. As-Sajadah [32]: 15)
10. Membaca Al-Qur'an dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang
pelan-pelan dan tenang.
11. Membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus lagi
12. Dianjurkan bila melewati ayat yang mengandung rahmat agar memohon
karunia kepada Allah ta'ala.
sumber, http://agussyafii.blogspot.com
By: agussyafii
Tadi pagi saya sempat bertanya pada istri, "adab membaca al-Quran
bagaimana?"
Istri saya menjelaskan bahwa sebelum kita membaca Al-Qur'an maka
sebaiknya diketahui adab membaca Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah
kitab suci yang harus dihormati dan diagungkan. Adab secara batin,
terlebih dahulu pembaca Al-Qur'an ketika memulainya ia harus
menghadirkan dalam hatinya, betapa kebesaran Allah yang mempunyai
kalimat-kalimat itu.
Kita harus yakin bahwa yang kita baca itu bukanlah kalam manusia,
tetapi adalah kalam Allah azza wa jalla. Membesarkan kalam Allah itu
bukan saja membacanya, tetapi juga mendengarkannya sesuai dengan
firman Allah swt dalam Surat al-A'raf ayat 205: "Dan apabila dibacakan
Al- Qur'an maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan
tenang agar kamu mendapat rahmat."
Dan saya pernah membaca buku tentang adab membaca Al-Qur'an menurut
dalam kitabnya At-tibyan Fi Hamalatil Quran tulisan Syeikh Nawawi,
sebagai berikut:
1. Hendaklah membersihkan mulutnya dengan menggosok
gigi atau dengan siwak.
2. Hendaknya dalam keadaan suci atau membaca Al- Qur'an setelah
berwudhu (Q.S. al-Waqi'ah [56] ; 79).
3. Membaca Al-Qur'an di tempat yang bersih dan suci
4. Dianjurkan membacanya sambil menghadap kiblat
5. Dimulai dengan membaca ta'awwudz yakni bacaan a'udzubillâhi minasy
syaithanirrajî m.
6. Tidak lupa membaca bismillâhirrahmâ nirrahîm pada awal surat kecuali
surat at-Taubah.
7. Apabila mulai membaca, hendaklah bersikap khusyuk dan merenung.
(Q.S. Muhammad [47] ; 24).
8. Dianjurkan untuk mengulang-ulang bacaan ayat untuk direnungkan artinya.
9. Sebaiknya menangis ketika membaca Al-Qur'an (QS. Al-Maidah [05]:
83, QS. Al-Isra [17]: 107, QS. As-Sajadah [32]: 15)
10. Membaca Al-Qur'an dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang
pelan-pelan dan tenang.
11. Membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus lagi
12. Dianjurkan bila melewati ayat yang mengandung rahmat agar memohon
karunia kepada Allah ta'ala.
sumber, http://agussyafii.blogspot.com
Tinggal Hanya Status
Oleh Mashadi
Wajahnya bersih. Klimis. Bibirnya kemerah-merahan. Pakaiannya selalu trendy
dan nampak 'charming'. Biasanya menggunakan merk terkenal atau barang
branded. Seleranya tinggi. Gaya hidupnya nyaris sempurna. Flamboyan.
Pergaulannya kalangan papan atas. Gaya bicaranya hanya bisa dipahami
kalangan tertentu. Tak suka bergaul dengan orang 'udik'. Konon, tetangganya
meninggal pun, tak berkenan takziyah, karena yang meninggal orang tak
'berkelas'.
Bicaranya memukau siapa saja. Retorika dan pilihan katanya menarik. Menyihir
orang-orang yang ada didekatnya. Mereka sangat ta'jub. Kecerdasannya diakui
banyak kalayak. Ingatannya luar biasanya. Apa saja bisa dibicarakan. Dari
yang ringan sampai yang rumit. Dari soal agama sampai soal politik global.
Semua faham. Posisinya amat menentukan. Banyak orang bergantung kepadanya.
Semua yang diucapkan dan dilakukannya menjadi perhatian. Menjadi perhatian
siapa saja. Anjuran dan arahannya diikuti. Ia menjadi sebuah 'icon' di
lingkungannya, dan
memiliki magnitute yang luar biasa.
Mungkin ia membaca teori-teori kepribadian dari berbagai ahli. Ahli
kepribadian Barat. Kehidupannya menyesuaikan dengan ritme baru. Tak
menggambarkan lagi sebagai orang lama. Orang yang konservatif. Orang yang
tak berubah. Orang yang dalam terminologi lama disebut: 'puritan'.
Bersahaja. Kehidupan lama sudah tidak sesuai lagi. Ia tinggalkan semua yang
berbau lama. Kaidah-kaidah lama tak lagi menguntungkan. Tak lagi dapat
memberi kenyamanan. Kenyamanan kehidupan pribadinya.Karena semua berubah. Ia
harus ikut berubah. Menyesuaikan. Kaidah-kaidah kehidupannya ikut berubah.
Lingkungan pergaulannya menjadi luas. Tak terbatas. Tidak lagi sebatas
orang-orang yang se-jenis. Dalam berbagai hal. Termasuk ideologi. Lebih
luas. Lebih kosmopolitan. Lebih menjangkau seluruh kelompok-kelompok dan
golongan. Tak ada sekat lagi.
Tak lagi suka menggunakan idiom-idiom agama. Karena akan menyusahkan
hidupnya. Agama hanya akan menjadi penghalang cita-citanya. Agama hanya akan
menjadi tembok 'barrier' bagi karirnya. Menggunakan idiom agama adalah
malapetaka. Menggunakan agama dapat di tuduh fundamentalis dan teroris.
Agama harus dibuang jauh-jauh. Agama akan mengacaukan dukungan terhadap
dirinya atau lingkungannya. Agama harus menjadi masa lalu.Tak lagi suka
ceramah di masjid-masjid. Karena tak dapat memberikan 'benefit' apa-apa.
Kecil. Lebih suka bertemu dengan kalangan-kalangan atas. Politisi, birokrat,
atau pengusaha. Di kafe-kafe. Di lobi-lobi hotel berbintang. Nilai lebih
tinggi. Sekali 'deal' sudah dapat digunakan, memuaskan hasratnya yang
obsesif dengan kekuasaan. Kekuasaan sudah menjadi 'ghoyah' tujuan. Kekuasaan
adalah di atas segala-galanya. Tak lagi peduli. Tak peduli dengan kritik.
Semua harus diarahkan dan diajak menjangkau kekuasaan. Betapapun mahal.
Pikiran, tenaga, dan seluruh potensi harus diarahkan menjangkau kekuasaan.
Mimpi-mimpi yang dibangun adalah mimpi kekuasaan. Jangan mimpi yang lain.
Ingatan kolektifnya adalah kekuasaan. Tak boleh yang lain. Seluruh
lingkungan kolektifnya harus mengikutinya. Tak boleh ada yang melakukan
interupsi. Kekuasaan harus segera direngkuh. Berkuasa menjadi keniscayaan.
Ia yakin bisa terwujud. Yakin akan menjadi fakta kenyataan. Betapa
heroiknya. Heroik yang disertai dengan daya khayal yang ambisius.Idiom- idiom
baru terus disampaikan. Sebagian orang tak paham. Sebagian orang menolak.
Sebagian orang menentang. Semua yang tak sepaham, akhirnya luruh dan pergi.
Memang. Agar tujuan dapat diwujudkan, tak perlu ada perbedaan. Apalagi, ada
orang yang menolak dan menentang. Harus homogin. Semuanya harus satu kata
dan satu tujuan. Kekuasaan. Dibenaknya kekuasaan pasti akan memberikan
segalanya. Harapan yang diimpikan, pasti akan terwujud. Tak ada lagi yang
tak dapat diwujudkan. Kemuliaan. Penghormatan. Harta. Semua fasilitas akan
terpenuhi. Kemewahan akan dinikmati.Lalu, orang-orang melihatnya menjadi
tertegun. Seakan melihat sebuah keajaiban. Seakan tak percaya. Seakan
melihat bayangan dalam mimpi. Inilah generasi baru yang membuat banyak orang
menjadi terpana.
Kini. Keterbukaan dan koalisi adalah 'aqidah' baru. Tak lagi berani
menunjukkan identitasnya sebagai muslim. Assalamu'alaikum diganti dengan
pekik 'merdeka!'. Kondisi menuntutnya seperti itu. Tak ada sekat lagi antara
agama dan nasionalisme. Kaum agama dan kaum nasionalis bisa bersama-sama.
Tak ada sekat lagi antara Islam dan Kristen. Tak ada sekat lagi partai yang
berbasis agama dengan partai sekuler. Semua sama. Semua dalam satu cita-cita
nasional. Pengorbanan harus dilakukan.Tak perlu terlalu menampakkan
identitas atau jati diri. Berteman dengan siapapun tidak masalah. Berteman
dengan golongan apapun tidak masalah. Karena rakyat ini tidak homogin. Tidak
mengklaim kelompok yang paling benar dan ideal. Dan, tak aneh kalau
kadang-kadang mengikuti selera rakyat. Rakyat suka yang 'dilarang' agama,
harus diikuti selera mereka. Rakyat suka berjoget. Rakyat harus dipuaskan.
Asal semua mendukung dan memilihnya. Kekuasaan harus direngkuh dengan cara
apapun. Tak peduli. Melanggar atau tidak. Bukan lagi perdebatan pokok. Agama
tak lagi menjadi penentu 'mizan' dalam beramal.
Kini. Semua yang melihatnya tertegun. Bagaikan tak percaya. Harapan yang
dibawa pupus. Berharap akan ada alternatif. Berharap solusi masa depan
mereka. Berharap akan lebih baik. Belum lagi genap sepuluh tahun harapan itu
memudar. Hampa. Tak ada kebanggaan yang padu. Tak ada kepercayaan yang
tersisa. Setiap orang semua menunduk malu. Seakan melihat semua tontonan
yang tak pantas ditonton. Pertunjukkan di panggung yang 'absurd'. Satu-satu
penonton meninggalkan panggung. Tak tertarik lagi dengan ajakan sang
'aktor'. Karena para pengunjung malu dan merasa jijik.
Memang. Masih berstatus sebagai muslim. Masih melaksanakan shalat. Masih
berpuasa. Mungkin juga sering ke Timur Tengah, dan pergi umroh. Tapi, tak
lagi berani menyatakan diri sebagai muslim. Tak percaya lagi. Tak yakin
lagi. Tak merasa perlu berjuang bersama Islam. Islam sudah masa lalu.
Realitas hari ini tak mendukung bagi kepentingan dan kebutuhan yang
diinginkan. Komunitas ini harus menjadi besar dan kuat. Kalau mau menjadi
besar dan kuat, tak harus mengandalkan kepada Islam. Inilah logika
orang-orang yang sudah terobsesi dengan kekuasaan. Agama Islam is 'nothing'.
Tapi, dalam sejarah ada orang-orang yang memberikan kebanggan, yang tak ada
habis-habisnya. Namanya, terus menjadi diingat, tak putus-putus oleh waktu.
Hasan al-Banna mati ditembak. Sayyid Qutub mati ditiang gantungan. Ali Audah
mati ditiang gantungan. Syeikh Ahmad Yasin mati oleh rudal Israel. Mereka
semuanya tetap berpegang dengan keyakinan dan keimanannya.
Mereka tak pernah berubah oleh waktu dan keadaan. Padahal, mereka semua
mempunyai kesempatan mereguk kenikmatan dunia. Kesempatan mendapatkan segala
yang menjadi ambisi manusia. Tapi, semua yang nisbi itu, dilupakannya.
Coba renungkan yang disampaikan oleh Allah Azza Wa Jalla di bawah ini:
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah
(al-Qur'an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) , maka syaitan
itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya
syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan
mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk". (al-Qur'an: 43: 36-37).
Wallahu 'alam.
Wajahnya bersih. Klimis. Bibirnya kemerah-merahan. Pakaiannya selalu trendy
dan nampak 'charming'. Biasanya menggunakan merk terkenal atau barang
branded. Seleranya tinggi. Gaya hidupnya nyaris sempurna. Flamboyan.
Pergaulannya kalangan papan atas. Gaya bicaranya hanya bisa dipahami
kalangan tertentu. Tak suka bergaul dengan orang 'udik'. Konon, tetangganya
meninggal pun, tak berkenan takziyah, karena yang meninggal orang tak
'berkelas'.
Bicaranya memukau siapa saja. Retorika dan pilihan katanya menarik. Menyihir
orang-orang yang ada didekatnya. Mereka sangat ta'jub. Kecerdasannya diakui
banyak kalayak. Ingatannya luar biasanya. Apa saja bisa dibicarakan. Dari
yang ringan sampai yang rumit. Dari soal agama sampai soal politik global.
Semua faham. Posisinya amat menentukan. Banyak orang bergantung kepadanya.
Semua yang diucapkan dan dilakukannya menjadi perhatian. Menjadi perhatian
siapa saja. Anjuran dan arahannya diikuti. Ia menjadi sebuah 'icon' di
lingkungannya, dan
memiliki magnitute yang luar biasa.
Mungkin ia membaca teori-teori kepribadian dari berbagai ahli. Ahli
kepribadian Barat. Kehidupannya menyesuaikan dengan ritme baru. Tak
menggambarkan lagi sebagai orang lama. Orang yang konservatif. Orang yang
tak berubah. Orang yang dalam terminologi lama disebut: 'puritan'.
Bersahaja. Kehidupan lama sudah tidak sesuai lagi. Ia tinggalkan semua yang
berbau lama. Kaidah-kaidah lama tak lagi menguntungkan. Tak lagi dapat
memberi kenyamanan. Kenyamanan kehidupan pribadinya.Karena semua berubah. Ia
harus ikut berubah. Menyesuaikan. Kaidah-kaidah kehidupannya ikut berubah.
Lingkungan pergaulannya menjadi luas. Tak terbatas. Tidak lagi sebatas
orang-orang yang se-jenis. Dalam berbagai hal. Termasuk ideologi. Lebih
luas. Lebih kosmopolitan. Lebih menjangkau seluruh kelompok-kelompok dan
golongan. Tak ada sekat lagi.
Tak lagi suka menggunakan idiom-idiom agama. Karena akan menyusahkan
hidupnya. Agama hanya akan menjadi penghalang cita-citanya. Agama hanya akan
menjadi tembok 'barrier' bagi karirnya. Menggunakan idiom agama adalah
malapetaka. Menggunakan agama dapat di tuduh fundamentalis dan teroris.
Agama harus dibuang jauh-jauh. Agama akan mengacaukan dukungan terhadap
dirinya atau lingkungannya. Agama harus menjadi masa lalu.Tak lagi suka
ceramah di masjid-masjid. Karena tak dapat memberikan 'benefit' apa-apa.
Kecil. Lebih suka bertemu dengan kalangan-kalangan atas. Politisi, birokrat,
atau pengusaha. Di kafe-kafe. Di lobi-lobi hotel berbintang. Nilai lebih
tinggi. Sekali 'deal' sudah dapat digunakan, memuaskan hasratnya yang
obsesif dengan kekuasaan. Kekuasaan sudah menjadi 'ghoyah' tujuan. Kekuasaan
adalah di atas segala-galanya. Tak lagi peduli. Tak peduli dengan kritik.
Semua harus diarahkan dan diajak menjangkau kekuasaan. Betapapun mahal.
Pikiran, tenaga, dan seluruh potensi harus diarahkan menjangkau kekuasaan.
Mimpi-mimpi yang dibangun adalah mimpi kekuasaan. Jangan mimpi yang lain.
Ingatan kolektifnya adalah kekuasaan. Tak boleh yang lain. Seluruh
lingkungan kolektifnya harus mengikutinya. Tak boleh ada yang melakukan
interupsi. Kekuasaan harus segera direngkuh. Berkuasa menjadi keniscayaan.
Ia yakin bisa terwujud. Yakin akan menjadi fakta kenyataan. Betapa
heroiknya. Heroik yang disertai dengan daya khayal yang ambisius.Idiom- idiom
baru terus disampaikan. Sebagian orang tak paham. Sebagian orang menolak.
Sebagian orang menentang. Semua yang tak sepaham, akhirnya luruh dan pergi.
Memang. Agar tujuan dapat diwujudkan, tak perlu ada perbedaan. Apalagi, ada
orang yang menolak dan menentang. Harus homogin. Semuanya harus satu kata
dan satu tujuan. Kekuasaan. Dibenaknya kekuasaan pasti akan memberikan
segalanya. Harapan yang diimpikan, pasti akan terwujud. Tak ada lagi yang
tak dapat diwujudkan. Kemuliaan. Penghormatan. Harta. Semua fasilitas akan
terpenuhi. Kemewahan akan dinikmati.Lalu, orang-orang melihatnya menjadi
tertegun. Seakan melihat sebuah keajaiban. Seakan tak percaya. Seakan
melihat bayangan dalam mimpi. Inilah generasi baru yang membuat banyak orang
menjadi terpana.
Kini. Keterbukaan dan koalisi adalah 'aqidah' baru. Tak lagi berani
menunjukkan identitasnya sebagai muslim. Assalamu'alaikum diganti dengan
pekik 'merdeka!'. Kondisi menuntutnya seperti itu. Tak ada sekat lagi antara
agama dan nasionalisme. Kaum agama dan kaum nasionalis bisa bersama-sama.
Tak ada sekat lagi antara Islam dan Kristen. Tak ada sekat lagi partai yang
berbasis agama dengan partai sekuler. Semua sama. Semua dalam satu cita-cita
nasional. Pengorbanan harus dilakukan.Tak perlu terlalu menampakkan
identitas atau jati diri. Berteman dengan siapapun tidak masalah. Berteman
dengan golongan apapun tidak masalah. Karena rakyat ini tidak homogin. Tidak
mengklaim kelompok yang paling benar dan ideal. Dan, tak aneh kalau
kadang-kadang mengikuti selera rakyat. Rakyat suka yang 'dilarang' agama,
harus diikuti selera mereka. Rakyat suka berjoget. Rakyat harus dipuaskan.
Asal semua mendukung dan memilihnya. Kekuasaan harus direngkuh dengan cara
apapun. Tak peduli. Melanggar atau tidak. Bukan lagi perdebatan pokok. Agama
tak lagi menjadi penentu 'mizan' dalam beramal.
Kini. Semua yang melihatnya tertegun. Bagaikan tak percaya. Harapan yang
dibawa pupus. Berharap akan ada alternatif. Berharap solusi masa depan
mereka. Berharap akan lebih baik. Belum lagi genap sepuluh tahun harapan itu
memudar. Hampa. Tak ada kebanggaan yang padu. Tak ada kepercayaan yang
tersisa. Setiap orang semua menunduk malu. Seakan melihat semua tontonan
yang tak pantas ditonton. Pertunjukkan di panggung yang 'absurd'. Satu-satu
penonton meninggalkan panggung. Tak tertarik lagi dengan ajakan sang
'aktor'. Karena para pengunjung malu dan merasa jijik.
Memang. Masih berstatus sebagai muslim. Masih melaksanakan shalat. Masih
berpuasa. Mungkin juga sering ke Timur Tengah, dan pergi umroh. Tapi, tak
lagi berani menyatakan diri sebagai muslim. Tak percaya lagi. Tak yakin
lagi. Tak merasa perlu berjuang bersama Islam. Islam sudah masa lalu.
Realitas hari ini tak mendukung bagi kepentingan dan kebutuhan yang
diinginkan. Komunitas ini harus menjadi besar dan kuat. Kalau mau menjadi
besar dan kuat, tak harus mengandalkan kepada Islam. Inilah logika
orang-orang yang sudah terobsesi dengan kekuasaan. Agama Islam is 'nothing'.
Tapi, dalam sejarah ada orang-orang yang memberikan kebanggan, yang tak ada
habis-habisnya. Namanya, terus menjadi diingat, tak putus-putus oleh waktu.
Hasan al-Banna mati ditembak. Sayyid Qutub mati ditiang gantungan. Ali Audah
mati ditiang gantungan. Syeikh Ahmad Yasin mati oleh rudal Israel. Mereka
semuanya tetap berpegang dengan keyakinan dan keimanannya.
Mereka tak pernah berubah oleh waktu dan keadaan. Padahal, mereka semua
mempunyai kesempatan mereguk kenikmatan dunia. Kesempatan mendapatkan segala
yang menjadi ambisi manusia. Tapi, semua yang nisbi itu, dilupakannya.
Coba renungkan yang disampaikan oleh Allah Azza Wa Jalla di bawah ini:
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah
(al-Qur'an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) , maka syaitan
itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya
syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan
mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk". (al-Qur'an: 43: 36-37).
Wallahu 'alam.
Pornografi dan Keseriusan Penegak Hukum Australia
*Opini*
Pornografi dan Keseriusan Penegak Hukum Australia
Izinkan saya memberikan tanggapan terhadap berita di sejumlah surat kabar
internasional dan Indonesia pada 14 Februari 2008 mengenai didendanya
seorang pilot Singapore Airlines sebesar Aus$ 12 ribu atau Rp 96 juta dan
seorang pilot Malaysia Airlines dengan denda Aus$ 6.000 karena menyimpan di
dalam laptop pribadinya gambar-gambar porno pemerkosaan disertai kekerasan
dan pornografi yang melibatkan anak-anak yang diketemukan oleh petugas
bea-cukai di Bandar Udara Adelaide. Peristiwa ini menunjukkan keseriusan
aparat penegak hukum Australia dalam memerangi pornografi yang melibatkan
anak serta kesadaran mereka bahwa dunia dan konvensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa mengutuk kejahatan yang keji ini.
Bandingkan dengan peristiwa pemuatan gambar remaja sekolah menengah pertama
dan sekolah menengah atas (yang semestinya masih tergolong anak) bersanggama
di halaman depan Pos Metro, 16 Agustus 2007, yang diambil dari gambar video
yang di-upload ke Internet. Jika mengacu pada ukuran standar internasional,
mengedarkan gambar porno anak-anak merupakan kejahatan keji,
mempublikasikannya dalam koran umum adalah pelanggaran terhadap etika pers
dan juga kejahatan. Dan karena negara berkewajiban melindungi anak dari
eksploitasi seksual komersial atas dasar Undang-Undang Perlindungan Hak Anak
Tahun 2003, tanpa menunggu pengaduan pun sudah menjadi kewajiban aparat
penegak hukum untuk melacak dan mempidana pelaku produksi dan pengedarnya.
Pengaduan Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia ke Kepala Kepolisian RI
dan Kepala Kepolisian Daerah mengenai pemuatan gambar sanggama remaja yang
nama-namanya pun bahkan disebut oleh Pos Metro kabarnya sudah diajukan ke
kejaksaan. Pengaduan ASA Indonesia pada September 2007 sampai sekarang belum
ada putusan. Bandingkan dengan cepatnya perkara pilot SQ dan MAS diputus.
Gambar-gambar ditemukan pada 9 Februari dan sanksi dijatuhkan oleh otoritas
Australia pada 11 Februari. Hanya tiga hari! Gambar-gambar porno para pilot
tersimpan dalam file laptop pribadi, sedangkan gambar porno anak dalam kasus
Pos Metro diterbitkan untuk konsumsi publik yang berdampak pada rasa susila
orang banyak.
Australia, negara multikultur dengan mayoritas penduduk yang beragama
Kristen, berprinsip dan punya moralitas. Sementara itu, Indonesia, negara
multikultur dengan mayoritas atau 90 persen lebih beragama Islam, "takut"
pada Undang-Undang Antipornografi karena segelintir orang yang khawatir atas
"kemungkinan" perpecahan bangsa, "kemungkinan" Islamisasi? Atau yang saya
khawatirkan semata karena ketidakpekaan akan bahaya pornografi yang sudah
nyata mengancam generasi muda, yang menjadi pemikiran seluruh dunia dari
Amerika Serikat sampai Cina (Cina pada 2007 menutup lebih dari 40 ribu situs
porno), dari Swedia (Swedia telah mempidanakan pelacuran di negerinya)
sampai Australia (yang berupaya sedapat mungkin melindungi anak-anak mereka
dari kebobrokan mental). Sudah waktunya kita sebagai bangsa tidak lagi
munafik.
*Inke Maris* Sekretaris Jenderal Aliansi Selamatkan Anak Indonesia Jakarta
Pornografi dan Keseriusan Penegak Hukum Australia
Izinkan saya memberikan tanggapan terhadap berita di sejumlah surat kabar
internasional dan Indonesia pada 14 Februari 2008 mengenai didendanya
seorang pilot Singapore Airlines sebesar Aus$ 12 ribu atau Rp 96 juta dan
seorang pilot Malaysia Airlines dengan denda Aus$ 6.000 karena menyimpan di
dalam laptop pribadinya gambar-gambar porno pemerkosaan disertai kekerasan
dan pornografi yang melibatkan anak-anak yang diketemukan oleh petugas
bea-cukai di Bandar Udara Adelaide. Peristiwa ini menunjukkan keseriusan
aparat penegak hukum Australia dalam memerangi pornografi yang melibatkan
anak serta kesadaran mereka bahwa dunia dan konvensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa mengutuk kejahatan yang keji ini.
Bandingkan dengan peristiwa pemuatan gambar remaja sekolah menengah pertama
dan sekolah menengah atas (yang semestinya masih tergolong anak) bersanggama
di halaman depan Pos Metro, 16 Agustus 2007, yang diambil dari gambar video
yang di-upload ke Internet. Jika mengacu pada ukuran standar internasional,
mengedarkan gambar porno anak-anak merupakan kejahatan keji,
mempublikasikannya dalam koran umum adalah pelanggaran terhadap etika pers
dan juga kejahatan. Dan karena negara berkewajiban melindungi anak dari
eksploitasi seksual komersial atas dasar Undang-Undang Perlindungan Hak Anak
Tahun 2003, tanpa menunggu pengaduan pun sudah menjadi kewajiban aparat
penegak hukum untuk melacak dan mempidana pelaku produksi dan pengedarnya.
Pengaduan Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia ke Kepala Kepolisian RI
dan Kepala Kepolisian Daerah mengenai pemuatan gambar sanggama remaja yang
nama-namanya pun bahkan disebut oleh Pos Metro kabarnya sudah diajukan ke
kejaksaan. Pengaduan ASA Indonesia pada September 2007 sampai sekarang belum
ada putusan. Bandingkan dengan cepatnya perkara pilot SQ dan MAS diputus.
Gambar-gambar ditemukan pada 9 Februari dan sanksi dijatuhkan oleh otoritas
Australia pada 11 Februari. Hanya tiga hari! Gambar-gambar porno para pilot
tersimpan dalam file laptop pribadi, sedangkan gambar porno anak dalam kasus
Pos Metro diterbitkan untuk konsumsi publik yang berdampak pada rasa susila
orang banyak.
Australia, negara multikultur dengan mayoritas penduduk yang beragama
Kristen, berprinsip dan punya moralitas. Sementara itu, Indonesia, negara
multikultur dengan mayoritas atau 90 persen lebih beragama Islam, "takut"
pada Undang-Undang Antipornografi karena segelintir orang yang khawatir atas
"kemungkinan" perpecahan bangsa, "kemungkinan" Islamisasi? Atau yang saya
khawatirkan semata karena ketidakpekaan akan bahaya pornografi yang sudah
nyata mengancam generasi muda, yang menjadi pemikiran seluruh dunia dari
Amerika Serikat sampai Cina (Cina pada 2007 menutup lebih dari 40 ribu situs
porno), dari Swedia (Swedia telah mempidanakan pelacuran di negerinya)
sampai Australia (yang berupaya sedapat mungkin melindungi anak-anak mereka
dari kebobrokan mental). Sudah waktunya kita sebagai bangsa tidak lagi
munafik.
*Inke Maris* Sekretaris Jenderal Aliansi Selamatkan Anak Indonesia Jakarta
Kerabat Rasullullah Muhammad
Nabiyyul ummah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat
setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit
diungkapkan dengan kata-kata. Beliau adalah seorang yang memiliki
tanggung jawab yang sangat sempurna dalam hal itu. Sampai-sampai kaum
Quraisy memuji beliau dan menggelar beliau dengan sebutan Ash-Shadiq
Al-Amiin (yang jujur lagi sangat di percaya) sebelum beliau diangkat
menjadi rasul. Istri beliau tercinta, Khadijah radhiyallahu 'anha
melukiskan sifat beliau dengan ucapannya:
"Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali silaturrahim dan selalu
berkata jujur."
Lihatlah! beliau Shalallaahu alaihi wasalam menunaikan hak yang paling
besar dan melaksanakan kewajiban yang paling utama, yaitu menziarahi
makam ibu beliau yang wafat pada saat beliau berusia tujuh tahun. Abu
Hurairah menuturkannya kepada kita:
Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menziarahi
makam ibunya. Beliau menangis dan ikut menangis juga para sahabat
Radhiallaahu anhu yang ada di dekat beliau. Beliau Shalallaahu alaihi
wasalam lalu berkata:
"Aku telah meminta izin kepada Rabbku untuk memohonkan ampunan bagi
ibuku, namun Dia tidak mengizinkannya. Lalu aku minta izin untuk
menziarahi makamnya, Dia pun mengizinkannya. Berziarah kuburlah kamu,
sebab ziarah kubur mengingatkan kamu kepada hari kematian." (HR. Muslim)
Perhatikanlah, betapa besar kecintaan Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam kepada karib kerabatnya. Demikian pula perhatian beliau untuk
mendakwahi, membimbing serta menyela-matkan mereka dari api Neraka.
Beliau Shallallahu' alaihi wasallam begitu tabah dalam menghadapi segala
macam kesulitan untuk hal itu.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ketika
turun ayat "Dan berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang
terdekat." (Asy-Syuara' 214). Beliau mengundang pemuka Quraisy. Setelah
mereka berkumpul, mulailah beliau memberikan pengarahan secara umum dan
khusus. Beliau berkata:
Wahai Bani Abdu Syams, wahai Bani Ka'ab bin Lu`ai, tebuslah diri kalian
dari api Neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka'ab, tebuslah diri kalian dari
api Neraka! Wahai Bani Abdu Manaf, tebuslah diri kalian dari api Neraka!
Wahai Bani Hasyim, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani
Abdul Muththalib, tebusah diri kalian dari api Neraka! Wahai Fathimah,
tebuslah dirimu dari api Neraka! sedikitpun aku tidak berguna bagimu di
hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala , hanya saja kalian memiliki hubungan
kekerabatan yang tetap aku pelihara baik." (HR. Muslim)
Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah bosan dan jemu mendakwahi
Abu Thalib, paman beliau. Berulang kali beliau menawarkan dakwah beliau
kepadanya, hingga beliau menemuinya saat menjelang kematiannya,
sebagaimana yang dikisahkan dalam riwayat di bawah ini:
Ketika Abu Thalib tengah menghadapi kematian, Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam datang menemuinya, sementara Abu Jahal dan Abdullah bin
Abi Umaiyyah ada di dekatnya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
berkata kepadanya: "Wahai pamanku, ucapkanlah "Laa Ilaaha Illallaah!"
sebuah kalimat yang akan aku jadikan hujjah untuk membelamu di hadapan
Allah!" Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah mempengaruhinya dengan
ucapan: "Wahai Abu Thalib, apakah engkau tega membenci agama Abdul
Muththalib?" mereka berdua terus mempengaruhinya sehingga kalimat
terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah: "Aku wafat di atas agama
Abdul Muththalib!"
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun berkata: "Aku akan terus
memohonkan ampun bagimu selama hal itu belum dilarang atasku!"
Hingga akhirnya turunlah ayat:
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan
ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang
musyrik itu adalah kaum kerabat(nya) , sesudah jelas bagi mereka,
bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam."
(At-Taubah: 113)
Lalu turun juga ayat:
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang
kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang
dikehendaki- Nya." (Al-Qashash: 56)
(Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dalam
kitab mereka).
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah berulang kali mendakwahi Abu
Thalib semasa hidupnya. Hingga pada saat-saat terakhir menjelang
wafatnya. Kemudian beliau iringi dengan permohonan ampunan baginya
sebagai bentuk kebaikan dan kasih sayang beliau terhadapnya, hingga
turun ayat yang melarang hal itu. Beliau patuhi dan taati perintah Allah
Subhanahu wa Ta'ala , setelah itu beliau tidak lagi memanjatkan doa bagi
orang-orang musyrik meskipun dari kalangan kerabat beliau. Itulah bentuk
kasih sayang yang amat agung terhadap umat. Di lain pihak, itu juga
merupakan sikap loyalitas yang tinggi terhadap Dienul Islam serta bara'
(berlepas diri) dari orang-orang kafir dan musyrik meskipun berasal dari
kalangan keluarga dan kaum kerabat. Alangkah indah lantunan syair
berikut ini:
Beliau adalah seorang nabi yang diutus kepada kami.
Setelah kami tenggelam dalam keputus-asaan dan kekosongan para rasul.
Sementara berhala-berhala disembah di muka bumi.
Beliau datang sebagai pelita yang menerangi.
Sebagai pembimbing yang bersinar secerah kilatan pedang India.
Beliau memperingatkan kami dari siksa api Neraka.
Membawa kabar gembira berupa kenikmatan Surga.
Beliau bimbing kami kepada Islam.
Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Sumber : Kitab Sehari di Kediaman RASULULLAH SHALLALLAHU' ALAIHI WASALLAM
karya Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim
setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit
diungkapkan dengan kata-kata. Beliau adalah seorang yang memiliki
tanggung jawab yang sangat sempurna dalam hal itu. Sampai-sampai kaum
Quraisy memuji beliau dan menggelar beliau dengan sebutan Ash-Shadiq
Al-Amiin (yang jujur lagi sangat di percaya) sebelum beliau diangkat
menjadi rasul. Istri beliau tercinta, Khadijah radhiyallahu 'anha
melukiskan sifat beliau dengan ucapannya:
"Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali silaturrahim dan selalu
berkata jujur."
Lihatlah! beliau Shalallaahu alaihi wasalam menunaikan hak yang paling
besar dan melaksanakan kewajiban yang paling utama, yaitu menziarahi
makam ibu beliau yang wafat pada saat beliau berusia tujuh tahun. Abu
Hurairah menuturkannya kepada kita:
Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menziarahi
makam ibunya. Beliau menangis dan ikut menangis juga para sahabat
Radhiallaahu anhu yang ada di dekat beliau. Beliau Shalallaahu alaihi
wasalam lalu berkata:
"Aku telah meminta izin kepada Rabbku untuk memohonkan ampunan bagi
ibuku, namun Dia tidak mengizinkannya. Lalu aku minta izin untuk
menziarahi makamnya, Dia pun mengizinkannya. Berziarah kuburlah kamu,
sebab ziarah kubur mengingatkan kamu kepada hari kematian." (HR. Muslim)
Perhatikanlah, betapa besar kecintaan Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam kepada karib kerabatnya. Demikian pula perhatian beliau untuk
mendakwahi, membimbing serta menyela-matkan mereka dari api Neraka.
Beliau Shallallahu' alaihi wasallam begitu tabah dalam menghadapi segala
macam kesulitan untuk hal itu.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ketika
turun ayat "Dan berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang
terdekat." (Asy-Syuara' 214). Beliau mengundang pemuka Quraisy. Setelah
mereka berkumpul, mulailah beliau memberikan pengarahan secara umum dan
khusus. Beliau berkata:
Wahai Bani Abdu Syams, wahai Bani Ka'ab bin Lu`ai, tebuslah diri kalian
dari api Neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka'ab, tebuslah diri kalian dari
api Neraka! Wahai Bani Abdu Manaf, tebuslah diri kalian dari api Neraka!
Wahai Bani Hasyim, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani
Abdul Muththalib, tebusah diri kalian dari api Neraka! Wahai Fathimah,
tebuslah dirimu dari api Neraka! sedikitpun aku tidak berguna bagimu di
hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala , hanya saja kalian memiliki hubungan
kekerabatan yang tetap aku pelihara baik." (HR. Muslim)
Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah bosan dan jemu mendakwahi
Abu Thalib, paman beliau. Berulang kali beliau menawarkan dakwah beliau
kepadanya, hingga beliau menemuinya saat menjelang kematiannya,
sebagaimana yang dikisahkan dalam riwayat di bawah ini:
Ketika Abu Thalib tengah menghadapi kematian, Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam datang menemuinya, sementara Abu Jahal dan Abdullah bin
Abi Umaiyyah ada di dekatnya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
berkata kepadanya: "Wahai pamanku, ucapkanlah "Laa Ilaaha Illallaah!"
sebuah kalimat yang akan aku jadikan hujjah untuk membelamu di hadapan
Allah!" Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah mempengaruhinya dengan
ucapan: "Wahai Abu Thalib, apakah engkau tega membenci agama Abdul
Muththalib?" mereka berdua terus mempengaruhinya sehingga kalimat
terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah: "Aku wafat di atas agama
Abdul Muththalib!"
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun berkata: "Aku akan terus
memohonkan ampun bagimu selama hal itu belum dilarang atasku!"
Hingga akhirnya turunlah ayat:
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan
ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang
musyrik itu adalah kaum kerabat(nya) , sesudah jelas bagi mereka,
bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam."
(At-Taubah: 113)
Lalu turun juga ayat:
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang
kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang
dikehendaki- Nya." (Al-Qashash: 56)
(Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dalam
kitab mereka).
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah berulang kali mendakwahi Abu
Thalib semasa hidupnya. Hingga pada saat-saat terakhir menjelang
wafatnya. Kemudian beliau iringi dengan permohonan ampunan baginya
sebagai bentuk kebaikan dan kasih sayang beliau terhadapnya, hingga
turun ayat yang melarang hal itu. Beliau patuhi dan taati perintah Allah
Subhanahu wa Ta'ala , setelah itu beliau tidak lagi memanjatkan doa bagi
orang-orang musyrik meskipun dari kalangan kerabat beliau. Itulah bentuk
kasih sayang yang amat agung terhadap umat. Di lain pihak, itu juga
merupakan sikap loyalitas yang tinggi terhadap Dienul Islam serta bara'
(berlepas diri) dari orang-orang kafir dan musyrik meskipun berasal dari
kalangan keluarga dan kaum kerabat. Alangkah indah lantunan syair
berikut ini:
Beliau adalah seorang nabi yang diutus kepada kami.
Setelah kami tenggelam dalam keputus-asaan dan kekosongan para rasul.
Sementara berhala-berhala disembah di muka bumi.
Beliau datang sebagai pelita yang menerangi.
Sebagai pembimbing yang bersinar secerah kilatan pedang India.
Beliau memperingatkan kami dari siksa api Neraka.
Membawa kabar gembira berupa kenikmatan Surga.
Beliau bimbing kami kepada Islam.
Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Sumber : Kitab Sehari di Kediaman RASULULLAH SHALLALLAHU' ALAIHI WASALLAM
karya Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim
Ilmuwan Muslim dari Waktu ke Waktu
Ilmuwan Muslim dari Waktu ke Waktu
Oleh : Ruswandi
Kita kemungkinan sedikit sekali yang tahu bahwa sumbangan modernisasi
dunia dan barat yang berawal pada masa renaisans serta revolusi
industri di Eropa dikarenakan sumbangan peradaban dari kaum muslimin.
Bukan berarti untuk berbangga atau bernostalgia terhadap kejayaan kaum
muslimin pada masa keemasan perkembangan ilmu dan budaya. Hal ini
tidak lepas dari penggalian ilmu yang bersumber dari penjiwaan
terhadap Al Qur'an yang dilakukan oleh para pendahulu umat muslim
ketika itu.
Berbeda dengan sekarang dimana umat Islam dianggap sebagai penyumbang
kemunduran peradaban dunia, identik dengan kebodohan, keterbelakangan
dan kemiskinan sumber daya manusia. Walau demikian ada baiknya sebagai
awal pengenalan tokoh ilmuwan muslim yang memberikan sumbangan
terhadap peradaban dunia seperti dipaparkan berikut di bawah.
Harapannya agar termotivasi untuk merubah diri dan bersegera untuk
bangkit dari tidur dan mimpi serta mengubah kesalah pahaman terhadap
penyumbang peradaban dunia selama ini.
1. Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
2. Miqdad bin Amru; pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern
pertama.
3. Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10); pelopor pembuat
katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
4. Ma'mun Ar Rasyid (thn 815, abad 9); pelopor pendiri perpustakaan
umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
5. Nizam Al Mulk (thn 1067); pelopor pendiri universitas modern
pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah (ditiru sistemnya oleh
Oxford Univ. Inggris).
6. Al Ghazali (wafat thn 1111); pelopor pembuat klasifikasi fungsi
sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya
berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli
tasawuf.
7. Al Khindi (wafat thn 866); ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270
buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi,
ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
8. Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah
satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
9. Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena;
ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran
modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku
tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan
penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
10. Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama
Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
11. Fakhruddin Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika,
tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
12. Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri
filsafat sejarah dan sosiologi.
13. Ibnu Thufail (wafat thn 1185); dokter, filosof, penulis novel
filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak
habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
14. Ibnu Al Muqaffa (wafat thn 757); pengarang kitab Al Hayawan atau
kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
15. Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan ensiklopedi
pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui sekarang).
16. Al Khwarizmi (w.thn 850); menemukan logaritma (berasal dari nama
Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi
itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
17. Abu Wafa' (w.thn 997); mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri
bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu variasi dalam
gerakan bulan.
18. Umar Khayyam (w.thn 1123); memecahkan persamaan pangkat tiga dan
empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi
dalam matematika modern, penyair.
19. Al Battani (w.thn 929); ahli astronom terbesar Islam, mengetahui
jarak bumi â€" matahari, alat ukur gata gravitasi, alat ukur garis
lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal,
menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur keliling bumi.
( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
20. Ibnu Al Haytsam (w.thn 1039);Â pelopor di bidang optik dengan
kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon, Leonardo
da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan
cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang
kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
21. Al Tusi (w.thn 1274); Astronom kawakan dari Damaskus yang
melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat model
planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
22. Tsabit bin Qurrah (w.thn 901); penemu teori tentang getaran/trepidasi.
23. Jabir Ibnu Hayyan (w.thn 813); ahli kimia dengan berbagai
eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium modern,
system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah
asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air
raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat.
24. Abu Bakar Ar Razi (w.thn 935); membagi zat kimia ke dalam kategori
mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh sebelum
Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
25. Al Majriti (w.thn 1007); membuktikan hukum ketetapan massa (900
tahun sebelum Lavoisier)
26. Al Jahiz (w.thn 869); menulis penelitian tentang ilmu hewan
(zoology) pertama kali.
27. Kamaluddin Ad Damiri (w.thn1450); mengembangkan system taksonomi/
klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan hewan.
28. Abu Bakar Al Baytar (w.thn 1340); pengarang buku tentang
kedokteran hewan yang pertama.
29. Al Khazini (1121); ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik
pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis,
hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas,
teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
30. Al Farghani (w.thn 870); pengarang buku tentang pergerakkan
benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante jauh
kemudian.
31. Al Razi (abad ke8); pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya
rahasia) tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak
parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman
untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni, keramik,
tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna,
bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit
wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit
campak dan cacar.
32. Banu Musa bersaudara (abad ke 9); pengarang buku Al Hiyal (buku
alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti pengisi
tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang
yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu
tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
33. Al Farazi (w. thn 790); perintis alat astrolab planisferis yaitu
mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi menghitung
waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang
serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
34. Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang
digerakkan dengan pegas.
35. Ibnu Nafis (w.thn 1288); menulis dan menggambarkan tentang
sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey 1628 dianggap
pertama yang menemukannya) .
36. Az Zahra (w.thn 939); pembuat alat bedah/pembedahan , teknik dan
jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi
gigi serta peralatan bedah gigi.
37. Al Ibadi (w. thn 873); pengarang buku tentang anatomi mata, otak
dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
38. Ibnu Fadlan (abad 10); membuat daftar koordinat daerah
Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
39. Ibnu Batutah (w. 1369); membuat daftar koordinat dan sosiologi
wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia Selatan.
40. Ibnu Majid (abad 15); pemandu Vasco de Gamma dan menerbitkan buku
panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
41. Ibnu Khuradadhbih (abad 9); karya geografi tentang
kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China,
Korea dan Jepang.
42. Al Mas'udi ( ); menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas
gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi
(jauh sebelum Maghelan dan Weber).
43. Al Idris (1154); ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe
dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
44. Yaqut Hawami (w. thn 1229); membuat kamus geografi pertama
berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan
berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya,
geografi matematika dan politik.
45. Ibnu Abdus Salam (abad 13); merumuskan pertama kali tentang
hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
46. Safiuddin (w. thn 1294); memperkenalkan teori musik.
47. Al Mawsili (w.thn 850); ahli musik klasik dan oleh muridnya musisi
ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822, pengembangan notasi
mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun alat
musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik
gesek, musik keroncong dan morisko.
48. DR.Abdussalam (abad 20); pengembang teori big bang dan big chrung
(teori tentang awal mula dan akhir dari alam semesta).
49. DR. BJ Habiebie (abad 20); perancang bangun gerbong kereta api
super cepat (dipakai di Jerman), penemu teori tentang keretakan logam
pada pesawat terbang.
50. ANDA (abad 21); . . . .
(diramu dari berbagai sumber dengan sumber utama buku Islam For
Beginners, Penerbit Mizan, Bandung, 2001) : Mei 2004
Agus Priyatmono,S. Pd
Oleh : Ruswandi
Kita kemungkinan sedikit sekali yang tahu bahwa sumbangan modernisasi
dunia dan barat yang berawal pada masa renaisans serta revolusi
industri di Eropa dikarenakan sumbangan peradaban dari kaum muslimin.
Bukan berarti untuk berbangga atau bernostalgia terhadap kejayaan kaum
muslimin pada masa keemasan perkembangan ilmu dan budaya. Hal ini
tidak lepas dari penggalian ilmu yang bersumber dari penjiwaan
terhadap Al Qur'an yang dilakukan oleh para pendahulu umat muslim
ketika itu.
Berbeda dengan sekarang dimana umat Islam dianggap sebagai penyumbang
kemunduran peradaban dunia, identik dengan kebodohan, keterbelakangan
dan kemiskinan sumber daya manusia. Walau demikian ada baiknya sebagai
awal pengenalan tokoh ilmuwan muslim yang memberikan sumbangan
terhadap peradaban dunia seperti dipaparkan berikut di bawah.
Harapannya agar termotivasi untuk merubah diri dan bersegera untuk
bangkit dari tidur dan mimpi serta mengubah kesalah pahaman terhadap
penyumbang peradaban dunia selama ini.
1. Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
2. Miqdad bin Amru; pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern
pertama.
3. Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10); pelopor pembuat
katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
4. Ma'mun Ar Rasyid (thn 815, abad 9); pelopor pendiri perpustakaan
umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
5. Nizam Al Mulk (thn 1067); pelopor pendiri universitas modern
pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah (ditiru sistemnya oleh
Oxford Univ. Inggris).
6. Al Ghazali (wafat thn 1111); pelopor pembuat klasifikasi fungsi
sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya
berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli
tasawuf.
7. Al Khindi (wafat thn 866); ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270
buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi,
ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
8. Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah
satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
9. Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena;
ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran
modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku
tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan
penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
10. Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama
Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
11. Fakhruddin Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika,
tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
12. Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri
filsafat sejarah dan sosiologi.
13. Ibnu Thufail (wafat thn 1185); dokter, filosof, penulis novel
filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak
habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
14. Ibnu Al Muqaffa (wafat thn 757); pengarang kitab Al Hayawan atau
kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
15. Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan ensiklopedi
pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui sekarang).
16. Al Khwarizmi (w.thn 850); menemukan logaritma (berasal dari nama
Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi
itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
17. Abu Wafa' (w.thn 997); mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri
bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu variasi dalam
gerakan bulan.
18. Umar Khayyam (w.thn 1123); memecahkan persamaan pangkat tiga dan
empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi
dalam matematika modern, penyair.
19. Al Battani (w.thn 929); ahli astronom terbesar Islam, mengetahui
jarak bumi â€" matahari, alat ukur gata gravitasi, alat ukur garis
lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal,
menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur keliling bumi.
( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
20. Ibnu Al Haytsam (w.thn 1039);Â pelopor di bidang optik dengan
kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon, Leonardo
da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan
cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang
kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
21. Al Tusi (w.thn 1274); Astronom kawakan dari Damaskus yang
melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat model
planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
22. Tsabit bin Qurrah (w.thn 901); penemu teori tentang getaran/trepidasi.
23. Jabir Ibnu Hayyan (w.thn 813); ahli kimia dengan berbagai
eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium modern,
system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah
asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air
raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat.
24. Abu Bakar Ar Razi (w.thn 935); membagi zat kimia ke dalam kategori
mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh sebelum
Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
25. Al Majriti (w.thn 1007); membuktikan hukum ketetapan massa (900
tahun sebelum Lavoisier)
26. Al Jahiz (w.thn 869); menulis penelitian tentang ilmu hewan
(zoology) pertama kali.
27. Kamaluddin Ad Damiri (w.thn1450); mengembangkan system taksonomi/
klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan hewan.
28. Abu Bakar Al Baytar (w.thn 1340); pengarang buku tentang
kedokteran hewan yang pertama.
29. Al Khazini (1121); ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik
pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis,
hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas,
teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
30. Al Farghani (w.thn 870); pengarang buku tentang pergerakkan
benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante jauh
kemudian.
31. Al Razi (abad ke8); pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya
rahasia) tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak
parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman
untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni, keramik,
tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna,
bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit
wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit
campak dan cacar.
32. Banu Musa bersaudara (abad ke 9); pengarang buku Al Hiyal (buku
alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti pengisi
tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang
yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu
tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
33. Al Farazi (w. thn 790); perintis alat astrolab planisferis yaitu
mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi menghitung
waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang
serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
34. Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang
digerakkan dengan pegas.
35. Ibnu Nafis (w.thn 1288); menulis dan menggambarkan tentang
sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey 1628 dianggap
pertama yang menemukannya) .
36. Az Zahra (w.thn 939); pembuat alat bedah/pembedahan , teknik dan
jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi
gigi serta peralatan bedah gigi.
37. Al Ibadi (w. thn 873); pengarang buku tentang anatomi mata, otak
dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
38. Ibnu Fadlan (abad 10); membuat daftar koordinat daerah
Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
39. Ibnu Batutah (w. 1369); membuat daftar koordinat dan sosiologi
wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia Selatan.
40. Ibnu Majid (abad 15); pemandu Vasco de Gamma dan menerbitkan buku
panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
41. Ibnu Khuradadhbih (abad 9); karya geografi tentang
kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China,
Korea dan Jepang.
42. Al Mas'udi ( ); menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas
gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi
(jauh sebelum Maghelan dan Weber).
43. Al Idris (1154); ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe
dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
44. Yaqut Hawami (w. thn 1229); membuat kamus geografi pertama
berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan
berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya,
geografi matematika dan politik.
45. Ibnu Abdus Salam (abad 13); merumuskan pertama kali tentang
hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
46. Safiuddin (w. thn 1294); memperkenalkan teori musik.
47. Al Mawsili (w.thn 850); ahli musik klasik dan oleh muridnya musisi
ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822, pengembangan notasi
mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun alat
musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik
gesek, musik keroncong dan morisko.
48. DR.Abdussalam (abad 20); pengembang teori big bang dan big chrung
(teori tentang awal mula dan akhir dari alam semesta).
49. DR. BJ Habiebie (abad 20); perancang bangun gerbong kereta api
super cepat (dipakai di Jerman), penemu teori tentang keretakan logam
pada pesawat terbang.
50. ANDA (abad 21); . . . .
(diramu dari berbagai sumber dengan sumber utama buku Islam For
Beginners, Penerbit Mizan, Bandung, 2001) : Mei 2004
Agus Priyatmono,S. Pd
Pelabuah 1 Selat panjang Kota : Selatpanjang
PELABUHAN SELAT PANJANG
Pelabuhan Selat Panjang terletak di pantai utara pulau Tebing Tinggi di tepi selat Air Hitam
Secara administratif berada di kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.
Hinterlandnya menghasilkan komoditi hasil perkebunan tradisional, kelapa dan perikanan.
Status Pelabuhan, Pelabuhan Umum yang diusahakan, Terbuka untuk perdagangan luar negeri, Status tidak wajib pandu, Kelas Pelabuhan adalah Pelabuhan Kelas IV
LETAK DAN LOKASI :
Letak Pelabuhan : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT
Lego Jangkar : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT
ALUR DAN KOLAM
- Alur lebar 75-100 luas 300.000 kedalaman 6 mlws
HIDRO OCEANOGRAFI
-Hidrografi
Pulau Tebing Tinggi yang merupakan lokasi dari Pelabuhan Selat Panjang merupakan daratan rendah yang sebagian wilayahnya masih terdiri dari daerah rawa–rawa dan hutan bakau. Pantai sekitar Pelabuhan Selat Panjang cukup landai dengan dasar lautnya berlumpur. Kedalaman minimum perairan di sekitar pantai adalah 2,2 m LWS. Alur pelayaran dari Utara ke Selatan, yang terletak diantara Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang dan masuk ke Selat Kungkung sukar dilayari karena sangat dangkal dan belum dilengkapi dengan rambu–rambu maupun pelampung suar. Kedalaman alur pelayaran berkisar antara 20 – 25 m LWS.
-Pasang Surut
Waktu Tolok : GMT ± 06.50
Sifat Pasut : Campuran condong keharian ganda
Tunggang air rata-rata pada saat pasang purnama 300 cm, pada saat pasang mati 10 cm. Muka surutan (Zo) 190 cm berada dibawah DT. Kedalaman perairan di depan dermaga umum pada saat surut terendah berkisar antara 5 – 6 M LWS.
- Arus
Arus pasang arahnya menuju ke Selat Air Hitam dan sepanjang Pantai Timur Pulau Rangsang, dengan kecepatan maksimum 2 mil. Sedangkan saat surut arah arus adalah sebaliknya dengan kecepatan maksimum 3 mil.
- Cuaca
Kawasan Selat Panjang beriklim tropis dengan temperatur udara berkisar antara 26 o C – 32 o C. Hampir sepanjang tahun terjadi hujan dengan curah hujan terbanyak pada Bulan November – Maret. Sedangkan Bulan September merupakan bulan terkering
- Penglihatan
Umumnya penglihatan mendatar rata–rata baik, kecuali di pagi hari cuaca umumnya buruk, penglihatan hanya mampu kurang dari 1,5 Km.
- Tekanan Udara
Tekanan udara berkisar antara 1007,0 mb – 1014 mb.
FASILITAS DAN PERALATAN
Dermaga
Dermaga Serba Guna
Kontruksi beton, panjang 155 m, kedalaman 5 mlws, kapasitas 500 ton.
Gudang Penumpukkan
2 unit Luas 600 m2
Terminal Penumpang
Luas 169 m2, kapasitas 196 orang
Tarif Pelayanan Jasa Pelabuhan
Jasa Labuh (per GT/Kunjungan)
- Kapal Niaga Rp, 48,-(rupiah) 08.00 $(dollar)
- Kapal Bukan Niaga Rp, 24,- (rupiah) 0,080 $(dollar)
Jasa Tambat (per GT/Etmal)
- Dermaga (Beton,Besi/Kayu) Rp 38,- (rupiah)0.086 $(dollar)
- Breasting, dolpin dan pelampung Rp 19,- (rupiah) 0.042 $(dollar)
- Pinggiran Rp 12,- (rupiah)0.013 $(dollar)
LAIN-LAIN :
- Jumlah Petugas Port State Control : Tidak ada
- Hari Kerja Pelabuhan : 6 (enam) hari (Senin - Sabtu)
- Jam Kerja Pelabuhan : 08°°– 16°° Wib
- Hari Kerja Kantor : 5 (lima) hari (Senin - Jum'at)
- Jam Kerja Kantor : 08°°– 17°° Wib
- Fasilitas Telephone : (0763) 32073
INSTANSI TERKAIT :
- Administrator Pelabuhan (Adpel) : Jl. Pelabuhan No. 2, Telp. (0763) 31134
- Kesehatan (Hewan) : Jl. Merdeka No. 128, Telp. (0763) 31747
- Bea Cukai : Jl. Merdeka No. 150, Telp. (0763) 434021
- Imigrasi : Jl. A. Yani No. 119, Telp. (0763) 31018
Alamat Kantor : Jl. Pelabuhan Beran I Selat Panjang - 28753 Telp. (0763) 32073, Fax. (0763) 31025
Pelabuhan : Jl. Pelabuhan Beran I Selat Panjang - 28753
Pelabuhan Selat Panjang terletak di pantai utara pulau Tebing Tinggi di tepi selat Air Hitam
Secara administratif berada di kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.
Hinterlandnya menghasilkan komoditi hasil perkebunan tradisional, kelapa dan perikanan.
Status Pelabuhan, Pelabuhan Umum yang diusahakan, Terbuka untuk perdagangan luar negeri, Status tidak wajib pandu, Kelas Pelabuhan adalah Pelabuhan Kelas IV
LETAK DAN LOKASI :
Letak Pelabuhan : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT
Lego Jangkar : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT
ALUR DAN KOLAM
- Alur lebar 75-100 luas 300.000 kedalaman 6 mlws
HIDRO OCEANOGRAFI
-Hidrografi
Pulau Tebing Tinggi yang merupakan lokasi dari Pelabuhan Selat Panjang merupakan daratan rendah yang sebagian wilayahnya masih terdiri dari daerah rawa–rawa dan hutan bakau. Pantai sekitar Pelabuhan Selat Panjang cukup landai dengan dasar lautnya berlumpur. Kedalaman minimum perairan di sekitar pantai adalah 2,2 m LWS. Alur pelayaran dari Utara ke Selatan, yang terletak diantara Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang dan masuk ke Selat Kungkung sukar dilayari karena sangat dangkal dan belum dilengkapi dengan rambu–rambu maupun pelampung suar. Kedalaman alur pelayaran berkisar antara 20 – 25 m LWS.
-Pasang Surut
Waktu Tolok : GMT ± 06.50
Sifat Pasut : Campuran condong keharian ganda
Tunggang air rata-rata pada saat pasang purnama 300 cm, pada saat pasang mati 10 cm. Muka surutan (Zo) 190 cm berada dibawah DT. Kedalaman perairan di depan dermaga umum pada saat surut terendah berkisar antara 5 – 6 M LWS.
- Arus
Arus pasang arahnya menuju ke Selat Air Hitam dan sepanjang Pantai Timur Pulau Rangsang, dengan kecepatan maksimum 2 mil. Sedangkan saat surut arah arus adalah sebaliknya dengan kecepatan maksimum 3 mil.
- Cuaca
Kawasan Selat Panjang beriklim tropis dengan temperatur udara berkisar antara 26 o C – 32 o C. Hampir sepanjang tahun terjadi hujan dengan curah hujan terbanyak pada Bulan November – Maret. Sedangkan Bulan September merupakan bulan terkering
- Penglihatan
Umumnya penglihatan mendatar rata–rata baik, kecuali di pagi hari cuaca umumnya buruk, penglihatan hanya mampu kurang dari 1,5 Km.
- Tekanan Udara
Tekanan udara berkisar antara 1007,0 mb – 1014 mb.
FASILITAS DAN PERALATAN
Dermaga
Dermaga Serba Guna
Kontruksi beton, panjang 155 m, kedalaman 5 mlws, kapasitas 500 ton.
Gudang Penumpukkan
2 unit Luas 600 m2
Terminal Penumpang
Luas 169 m2, kapasitas 196 orang
Tarif Pelayanan Jasa Pelabuhan
Jasa Labuh (per GT/Kunjungan)
- Kapal Niaga Rp, 48,-(rupiah) 08.00 $(dollar)
- Kapal Bukan Niaga Rp, 24,- (rupiah) 0,080 $(dollar)
Jasa Tambat (per GT/Etmal)
- Dermaga (Beton,Besi/Kayu) Rp 38,- (rupiah)0.086 $(dollar)
- Breasting, dolpin dan pelampung Rp 19,- (rupiah) 0.042 $(dollar)
- Pinggiran Rp 12,- (rupiah)0.013 $(dollar)
LAIN-LAIN :
- Jumlah Petugas Port State Control : Tidak ada
- Hari Kerja Pelabuhan : 6 (enam) hari (Senin - Sabtu)
- Jam Kerja Pelabuhan : 08°°– 16°° Wib
- Hari Kerja Kantor : 5 (lima) hari (Senin - Jum'at)
- Jam Kerja Kantor : 08°°– 17°° Wib
- Fasilitas Telephone : (0763) 32073
INSTANSI TERKAIT :
- Administrator Pelabuhan (Adpel) : Jl. Pelabuhan No. 2, Telp. (0763) 31134
- Kesehatan (Hewan) : Jl. Merdeka No. 128, Telp. (0763) 31747
- Bea Cukai : Jl. Merdeka No. 150, Telp. (0763) 434021
- Imigrasi : Jl. A. Yani No. 119, Telp. (0763) 31018
Alamat Kantor : Jl. Pelabuhan Beran I Selat Panjang - 28753 Telp. (0763) 32073, Fax. (0763) 31025
Pelabuhan : Jl. Pelabuhan Beran I Selat Panjang - 28753
Pelabuhan Selatpanjang Kota : Selat Panjang
Pulau Tebing Tinggi yang merupakan lokasi dari Pelabuhan Selat Panjang merupakan daratan rendah yang sebagian wilayahnya masih terdiri dari daerah rawa–rawa dan hutan bakau. Pelabuhan Selat Panjang terletak di pantai utara pulau Tebing Tinggi di tepi selat Air Hitam Letak Pelabuhan : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT Lego Jangkar : Koordinat 00° 00' 50” LU dan 102° 42' 36” BT Secara administratif berada di kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.
Pantai sekitar Pelabuhan Selat Panjang cukup landai dengan dasar lautnya berlumpur. Alur pelayaran dari Utara ke Selatan, yang terletak diantara Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang dan masuk ke Selat Kungkung sukar dilayari karena sangat dangkal dan belum dilengkapi dengan rambu–rambu maupun pelampung suar.
Hinterlandnya menghasilkan komoditi hasil perkebunan tradisional, kelapa dan perikanan. Status Pelabuhan adalah Pelabuhan Umum yang diusahakan, Terbuka untuk perdagangan luar negeri, statuspandu adalah tidak wajib pandu, Kelas Pelabuhan adalah Pelabuhan Kelas IV.
Source : Indonesianship.com
Pantai sekitar Pelabuhan Selat Panjang cukup landai dengan dasar lautnya berlumpur. Alur pelayaran dari Utara ke Selatan, yang terletak diantara Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang dan masuk ke Selat Kungkung sukar dilayari karena sangat dangkal dan belum dilengkapi dengan rambu–rambu maupun pelampung suar.
Hinterlandnya menghasilkan komoditi hasil perkebunan tradisional, kelapa dan perikanan. Status Pelabuhan adalah Pelabuhan Umum yang diusahakan, Terbuka untuk perdagangan luar negeri, statuspandu adalah tidak wajib pandu, Kelas Pelabuhan adalah Pelabuhan Kelas IV.
Source : Indonesianship.com
Selatpanjang Bengkalis RIAU
Sumber : Riau Mandiri
SELATPANJANG-Seribuan masyarakat Kepulauan Meranti (Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi) kembali turun ke jalan menuntut pemekaran Kabupaten Meranti dari kabupaten induk Bengkalis, Senin (21/1). Akibat aksi massa menuntut pemekaran itu, seluruh aktivitas perdagangan di Kota Selatpanjang lumpuh. Kantor pemerintahan dan bank ditutup selama kurang lebih tujuh jam dari pukul 07.00-14.30 WIB. Dalam aksi turun ke jalan tersebut, massa mengusung empat keranda mayat yang dipasang foto Gubernur Riau Rusli Zainal, Bupati Bengkalis Syamsurizal, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Reza Pahlevi dan Lembaga Adat Melayu yang dianggap antipembentukan Kabupaten Meranti. Seribuan massa berasal dari tiga kecamatan yaitu Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi.Empat keranda mayat tersebut diarak massa mengelilingi Kota Selatpanjang dengan iring-iringan musik kompang, tarian barongsai dan Reok. Usai melakukan pawai akbar dan turun ke jalan, massa membakar empat keranda mayat di Lapangan Tugu Cik Puan Selat Panjang sebagai simbolis bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis. Aksi turun ke jalan tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat. “Bila Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak merespon aspirasi masyarakat Meranti untuk dimekarkan, maka masyarakat Meranti akan melakukan perlawanan yang lebih besar terhadap Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau,” kata Syaiful Ikram, Ketua Panitia Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam orasinya, kemarin.
Menurut Syaiful, pihaknya saat ini sudah memiliki data-data keterlibatan pejabat Bengkalis dan Pemrov Riau yang telah menyuap beberapa anggota DPR RI untuk menghentikan perjuangan masyarakat Meranti. Saat ini usulan pemekaran Kabupaten Meranti tengah dibahas di DPR RI. “Empat keranda yang kami bakar sebagai bentuk simbol atas kebekuan hati dan kebutaan mata dari Bupati Bengkalis dan Gubernur Riau, ” ujarnya. Sudah 50 Tahun
Tokoh masyarakat Selatpanjang yang dikenal sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Meranti sejak 1957, Arifin Zen (75) kepada Media Indonesia seperti dilansir Riau Terkini mengatakan, perjuangan masyarakat Meranti untuk berpisah dari kabupaten induk Bengkalis sudah berlangsung selama 50 tahun.
“Beberapa daerah di Riau sudah banyak yang dimekarkan. Sementara Meranti yang sudah berjuang sejak 1957 hingga kini belum juga mendapat respon dan malah dihalang-halanggi. Sampai mati pun kami akan tetap berjuang menjadikan Meranti sebagai kabupaten, ” kata Arifin yang disambut aplaus seribuan warga.(rtc, man)
SELATPANJANG-Seribuan masyarakat Kepulauan Meranti (Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi) kembali turun ke jalan menuntut pemekaran Kabupaten Meranti dari kabupaten induk Bengkalis, Senin (21/1). Akibat aksi massa menuntut pemekaran itu, seluruh aktivitas perdagangan di Kota Selatpanjang lumpuh. Kantor pemerintahan dan bank ditutup selama kurang lebih tujuh jam dari pukul 07.00-14.30 WIB. Dalam aksi turun ke jalan tersebut, massa mengusung empat keranda mayat yang dipasang foto Gubernur Riau Rusli Zainal, Bupati Bengkalis Syamsurizal, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Reza Pahlevi dan Lembaga Adat Melayu yang dianggap antipembentukan Kabupaten Meranti. Seribuan massa berasal dari tiga kecamatan yaitu Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi.Empat keranda mayat tersebut diarak massa mengelilingi Kota Selatpanjang dengan iring-iringan musik kompang, tarian barongsai dan Reok. Usai melakukan pawai akbar dan turun ke jalan, massa membakar empat keranda mayat di Lapangan Tugu Cik Puan Selat Panjang sebagai simbolis bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis. Aksi turun ke jalan tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat. “Bila Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak merespon aspirasi masyarakat Meranti untuk dimekarkan, maka masyarakat Meranti akan melakukan perlawanan yang lebih besar terhadap Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau,” kata Syaiful Ikram, Ketua Panitia Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam orasinya, kemarin.
Menurut Syaiful, pihaknya saat ini sudah memiliki data-data keterlibatan pejabat Bengkalis dan Pemrov Riau yang telah menyuap beberapa anggota DPR RI untuk menghentikan perjuangan masyarakat Meranti. Saat ini usulan pemekaran Kabupaten Meranti tengah dibahas di DPR RI. “Empat keranda yang kami bakar sebagai bentuk simbol atas kebekuan hati dan kebutaan mata dari Bupati Bengkalis dan Gubernur Riau, ” ujarnya. Sudah 50 Tahun
Tokoh masyarakat Selatpanjang yang dikenal sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Meranti sejak 1957, Arifin Zen (75) kepada Media Indonesia seperti dilansir Riau Terkini mengatakan, perjuangan masyarakat Meranti untuk berpisah dari kabupaten induk Bengkalis sudah berlangsung selama 50 tahun.
“Beberapa daerah di Riau sudah banyak yang dimekarkan. Sementara Meranti yang sudah berjuang sejak 1957 hingga kini belum juga mendapat respon dan malah dihalang-halanggi. Sampai mati pun kami akan tetap berjuang menjadikan Meranti sebagai kabupaten, ” kata Arifin yang disambut aplaus seribuan warga.(rtc, man)
Nabi Muhammad Manusia Terbaik di Dunia
Assalamu’alaikum wr wb,
Nabi Muhammad Manusia Terbaik di Dunia
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada suri teladan
yang baik bagimu yang mengharap rahmat Allah dan
kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah.”
[Al Ahzab:31]
Itulah firman Allah yang menyatakan kemuliaan Nabi
Muhammad. Bahkan non Muslim seperti Sir George Bernard
Shaw dalam buku 'The Genuine Islam,' Vol. 1, No. 8,
1936 menyatakan bahwa jika ada agama yang akan
menguasai Inggris atau Eropa dalam abad mendatang
mungkin itu adalah Islam. Muhammad adalah orang yang
mengagumkan dan pantas disebut Penyelamat Manusia (the
Savior of Humanity). Begitu katanya.
Mahatma Gandhi, dalam pernyataan yang diterbitkan di
“Young India”, tahun 1924 menyatakan bahwa
bukanlah pedang yang menyebarkan Islam. Tapi
kepedulian, keberanian, dan keimanan Nabi kepada Tuhan
yang menyebabkan itu. Ketika saya menutup buku jilid
kedua dari Kisah Nabi Muhammad, saya menyesal karena
tidak ada lagi yang dapat dibaca.
Dan memang Muhammad yang kala itu pengikutnya hanya
istri dan keponakannya, Ali, tidaklah mungkin bisa
menyebarkan Islam dengan pedang. Karena kepribadiannya
dan kebenaran Islamlah maka orang-orang berbondong
memeluk Islam. Jika pun ada perang, maka itu tak lebih
dari membela diri sebagaimana diketahui bahwa 3 perang
besar pertama seperti perang Badar, Uhud, dan Khandaq
terjadi di kota tempat tinggal ummat Islam di Madinah
ketika mereka diserang kaum kafir Mekkah bersama
sekutunya. Begitu pula perang Mu’tah terjadi di
tanah Arab ketika tentara Romawi yang beragama Kristen
menyerang untuk menghancurkan Islam.
Michael H Hart dalam buku 'The 100, A Ranking of the
Most Influential Persons In History,' New York, 1978
menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama 100
orang paling berpengaruh di dunia mengalahkan Isaac
Newton, Paulus, dan Yesus.
Menurut Michael H Hart, kebanyakan dari orang-orang
besar yang ada dalam bukunya menjadi besar karena
kebetulan lahir di negara-negara maju yang jadi pusat
peradaban dunia. Bahkan tanpa ada mereka pun tetap
saja negara-negara tersebut akan maju dan akan ada
banyak orang yang akan menggantikannya untuk memimpin
kemajuan tersebut.
Sebagai contoh Napoleon Bonaparte yang memimpin
Perancis untuk menguasai Eropa itu terjadi karena
Perancis adalah memang negara Eropa yang besar dan
kuat. Napoleon tidak bisa melakukan itu jika Perancis
adalah negara yang kecil dan lemah. Dan pada akhirnya,
Napoleon pun gagal dan meninggal dalam pengasingan.
Yesus pun meski merupakan penyebar agama Kristen yang
pertama, namun dia ditangkap dan disalib oleh tentara
Romawi. Jumlah pengikutnya saat Yesus meninggal tidak
banyak. Paulus lah yang berhasil mengembangkan agama
Kristen sehingga diterima bangsa Eropa.
Sebaliknya, Nabi Muhammad lahir di kawasan yang
terbelakang. Mekkah kota kelahiran Nabi adalah kota
kecil di pinggiran yang jauh dari pusat perdagangan,
seni, dan ilmu pengetahuan. Saat itu yang jadi negara
besar dalah Romawi dan Persia. Ada pun bangsa Arab
adalah bangsa jajahan yang terbelakang dengan jumlah
penduduk yang hingga sekarang pun tidak banyak serta
terpecah menjadi berbagai suku yang saling perang satu
sama lain.
Pada saat Nabi lahir, kebanyakan bangsa Arab menyembah
berhala. Selama 3 tahun pertama Nabi Muhammad menyeru
Islam pada keluarga dan teman dekatnya. Baru pada
tahun 613 Nabi menyiarkan Islam secara terbuka
sehingga Islam mulai menyebar. Penguasa Mekkah yang
kafir pun menganggap Nabi Muhammad sebagai bahaya dan
ingin membunuhnya sehingga Nabi Muhammad hijrah ke
Madinah. Setelah 3 kali serangan kaum kafir Mekkah
dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq gagal, Nabi
Muhammad dan pengikutnya menaklukkan kota Mekkah tahun
630. Pada saat meninggal tahun 632 Nabi Muhammad yang
bertahun-tahun pada masa awal kenabiannya ditentang
penduduk kafir Quraisy dalam tempo 23 tahun sanggup
menyatukan bangsa Arab di dalam Islam.
Bangsa Arab bukan hanya sanggup menahan serangan
tentara Romawi dan Persia, bahkan sanggup
menaklukkannya. Hingga saat ini ibukota Romawi,
Constantinople, di bawah kepemimpinan negara Islam dan
berganti nama jadi Istambul (Turki). Begitu pula
Baghdad yang sebelumnya jadi ibukota Persia ada di
negara Islam Iraq.
Yang harus diingat adalah bahwa peperangan yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad bukanlah peperangan yang
penuh darah seperti yang dilakukan tentara Salib yang
membantai semua ummat Islam yang mereka taklukkan
seperti dalam film ”Kingdom of Heaven” (dibintangi
Orlando Bloom). Peperangan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad seperti pada perang Badar, Uhud, Khandaq, dan
Tabuk terjadi karena mereka membela diri dari serangan
kaum kafir. Peperangan terhadap kerajaan Romawi dan
Persia justru membebaskan daerah jajahan kerajaan
tersebut sehingga mereka lepas dari penindasan
kerajaan Romawi dan Persia yang membebani rakyat
dengan pajak yang besar. Pada saat penaklukan kota
Mekkah misalnya boleh dikata tidak ada peperangan yang
penuh darah. Tapi penyerahan yang penuh kedamaian.
Dalam 100 tahun sejak kematian Nabi Muhammad, Kerajaan
Islam menyebar dari India, Pakistan, Iran, Timur
Tengah, Afrika Utara, Albania, Yugoslavia, hingga
Spanyol sepanjang 7.600 km dengan lebar 3.200 km di 3
benua! Ini adalah satu imperium terbesar yang pernah
ada dalam sejarah. Meski Spanyol kembali dikuasai
Katolik setelah 7 abad, namun Islam tetap berkuasa di
negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, Iran, dan
Pakistan.
Islam bukan hanya maju secara politik dan militer.
Dalam ilmu pengetahuan pun tiba-tiba bangsa Arab yang
dulunya terbelakang di bawah ilmuwan Yunani atau
Persia tiba-tiba jadi pemimpin. Banyak penemuan Islam
/ ilmuwan Arab/Islam yang diakui dunia hingga
sekarang.
Sebagai contoh, sistem angka yang dipakai dunia
sekarang adalah sistem angka Arab (Arabic Numeral)
menggantikan sistem angka Romawi (Roman Numeral) yang
kaku. Dengan angka Arab anda dapat menulis
93.567.794.214. 698 dengan mudah. Angka tersebut tidak
bisa ditulis dengan sistem angka Romawi.
Dalam ensiklopedi Microsoft Encarta disebut bahwa
dalam dunia Islam yang menyebar ke Barat hingga
Spanyol banyak dihasilkan penemuan Ilmiah seperti
angka Arab:
===
The Islamic world, which in medieval times extended as
far west as Spain, also produced many scientific
breakthroughs. The Arab mathematician Muhammad
al-Khwārizmī introduced Hindu-Arabic numerals to
Europe many centuries after they had been devised in
southern Asia.
===
Astronom Arab (baca Astronom Muslim) juga banyak yang
menemukan dan menamakan bintang seperti Aldebaran,
Altair, dan Deneb. Al Haytham (Alhacen) yang
mengantarkan ilmu Optic juga menemukan metode Ilmiah
yang menekankan kepada observasi, eksperimen, dan
pencatatan yang akurat.
Singkatnya, Nabi Muhammad bukan hanya sekedar pemimpin
agama atau Nabi. Namun beliau juga adalah pemimpin
militer, pemimpin negara, dan juga peletak fondasi
berkembangnya ilmu pengetahuan Islam (Islam Golden
Age) di kalangan ummat Islam.
Hanya dalam waktu 23 tahun, Nabi Muhammad berhasil
merubah bangsa Arab yang bodoh dan terbelakang serta
terjajah menjadi bangsa yang cerdas dan terkemuka di
dunia mengalahkan 2 super power dunia: Romawi dan
Persia. Ini merupakan satu teladan yang harus bisa
ditiru oleh pemimpin-pemimpin Islam!
Tak heran jika seorang Non Muslim seperti Michael H
Hart pun mengakui Nabi Muhammad sebagai orang nomor
satu di dunia mengalahkan Yesus dan manusia-manusia
lain di dunia.
Jika Non Muslim saja bersikap seperti itu, maka ummat
Islam yang dalam syahadahnya mengakui Muhammad sebagai
utusan Allah juga harus mengakui bahwa Nabi Muhammad
adalah manusia paling sempurna yang maksum
(terpelihara dari kesalahan). Oleh karena itu ummat
Islam harus mempelajari siroh/sejarah Nabi dan
mengikuti sunnah Nabi.
Nabi Muhammad Manusia Terbaik di Dunia
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada suri teladan
yang baik bagimu yang mengharap rahmat Allah dan
kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah.”
[Al Ahzab:31]
Itulah firman Allah yang menyatakan kemuliaan Nabi
Muhammad. Bahkan non Muslim seperti Sir George Bernard
Shaw dalam buku 'The Genuine Islam,' Vol. 1, No. 8,
1936 menyatakan bahwa jika ada agama yang akan
menguasai Inggris atau Eropa dalam abad mendatang
mungkin itu adalah Islam. Muhammad adalah orang yang
mengagumkan dan pantas disebut Penyelamat Manusia (the
Savior of Humanity). Begitu katanya.
Mahatma Gandhi, dalam pernyataan yang diterbitkan di
“Young India”, tahun 1924 menyatakan bahwa
bukanlah pedang yang menyebarkan Islam. Tapi
kepedulian, keberanian, dan keimanan Nabi kepada Tuhan
yang menyebabkan itu. Ketika saya menutup buku jilid
kedua dari Kisah Nabi Muhammad, saya menyesal karena
tidak ada lagi yang dapat dibaca.
Dan memang Muhammad yang kala itu pengikutnya hanya
istri dan keponakannya, Ali, tidaklah mungkin bisa
menyebarkan Islam dengan pedang. Karena kepribadiannya
dan kebenaran Islamlah maka orang-orang berbondong
memeluk Islam. Jika pun ada perang, maka itu tak lebih
dari membela diri sebagaimana diketahui bahwa 3 perang
besar pertama seperti perang Badar, Uhud, dan Khandaq
terjadi di kota tempat tinggal ummat Islam di Madinah
ketika mereka diserang kaum kafir Mekkah bersama
sekutunya. Begitu pula perang Mu’tah terjadi di
tanah Arab ketika tentara Romawi yang beragama Kristen
menyerang untuk menghancurkan Islam.
Michael H Hart dalam buku 'The 100, A Ranking of the
Most Influential Persons In History,' New York, 1978
menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama 100
orang paling berpengaruh di dunia mengalahkan Isaac
Newton, Paulus, dan Yesus.
Menurut Michael H Hart, kebanyakan dari orang-orang
besar yang ada dalam bukunya menjadi besar karena
kebetulan lahir di negara-negara maju yang jadi pusat
peradaban dunia. Bahkan tanpa ada mereka pun tetap
saja negara-negara tersebut akan maju dan akan ada
banyak orang yang akan menggantikannya untuk memimpin
kemajuan tersebut.
Sebagai contoh Napoleon Bonaparte yang memimpin
Perancis untuk menguasai Eropa itu terjadi karena
Perancis adalah memang negara Eropa yang besar dan
kuat. Napoleon tidak bisa melakukan itu jika Perancis
adalah negara yang kecil dan lemah. Dan pada akhirnya,
Napoleon pun gagal dan meninggal dalam pengasingan.
Yesus pun meski merupakan penyebar agama Kristen yang
pertama, namun dia ditangkap dan disalib oleh tentara
Romawi. Jumlah pengikutnya saat Yesus meninggal tidak
banyak. Paulus lah yang berhasil mengembangkan agama
Kristen sehingga diterima bangsa Eropa.
Sebaliknya, Nabi Muhammad lahir di kawasan yang
terbelakang. Mekkah kota kelahiran Nabi adalah kota
kecil di pinggiran yang jauh dari pusat perdagangan,
seni, dan ilmu pengetahuan. Saat itu yang jadi negara
besar dalah Romawi dan Persia. Ada pun bangsa Arab
adalah bangsa jajahan yang terbelakang dengan jumlah
penduduk yang hingga sekarang pun tidak banyak serta
terpecah menjadi berbagai suku yang saling perang satu
sama lain.
Pada saat Nabi lahir, kebanyakan bangsa Arab menyembah
berhala. Selama 3 tahun pertama Nabi Muhammad menyeru
Islam pada keluarga dan teman dekatnya. Baru pada
tahun 613 Nabi menyiarkan Islam secara terbuka
sehingga Islam mulai menyebar. Penguasa Mekkah yang
kafir pun menganggap Nabi Muhammad sebagai bahaya dan
ingin membunuhnya sehingga Nabi Muhammad hijrah ke
Madinah. Setelah 3 kali serangan kaum kafir Mekkah
dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq gagal, Nabi
Muhammad dan pengikutnya menaklukkan kota Mekkah tahun
630. Pada saat meninggal tahun 632 Nabi Muhammad yang
bertahun-tahun pada masa awal kenabiannya ditentang
penduduk kafir Quraisy dalam tempo 23 tahun sanggup
menyatukan bangsa Arab di dalam Islam.
Bangsa Arab bukan hanya sanggup menahan serangan
tentara Romawi dan Persia, bahkan sanggup
menaklukkannya. Hingga saat ini ibukota Romawi,
Constantinople, di bawah kepemimpinan negara Islam dan
berganti nama jadi Istambul (Turki). Begitu pula
Baghdad yang sebelumnya jadi ibukota Persia ada di
negara Islam Iraq.
Yang harus diingat adalah bahwa peperangan yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad bukanlah peperangan yang
penuh darah seperti yang dilakukan tentara Salib yang
membantai semua ummat Islam yang mereka taklukkan
seperti dalam film ”Kingdom of Heaven” (dibintangi
Orlando Bloom). Peperangan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad seperti pada perang Badar, Uhud, Khandaq, dan
Tabuk terjadi karena mereka membela diri dari serangan
kaum kafir. Peperangan terhadap kerajaan Romawi dan
Persia justru membebaskan daerah jajahan kerajaan
tersebut sehingga mereka lepas dari penindasan
kerajaan Romawi dan Persia yang membebani rakyat
dengan pajak yang besar. Pada saat penaklukan kota
Mekkah misalnya boleh dikata tidak ada peperangan yang
penuh darah. Tapi penyerahan yang penuh kedamaian.
Dalam 100 tahun sejak kematian Nabi Muhammad, Kerajaan
Islam menyebar dari India, Pakistan, Iran, Timur
Tengah, Afrika Utara, Albania, Yugoslavia, hingga
Spanyol sepanjang 7.600 km dengan lebar 3.200 km di 3
benua! Ini adalah satu imperium terbesar yang pernah
ada dalam sejarah. Meski Spanyol kembali dikuasai
Katolik setelah 7 abad, namun Islam tetap berkuasa di
negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, Iran, dan
Pakistan.
Islam bukan hanya maju secara politik dan militer.
Dalam ilmu pengetahuan pun tiba-tiba bangsa Arab yang
dulunya terbelakang di bawah ilmuwan Yunani atau
Persia tiba-tiba jadi pemimpin. Banyak penemuan Islam
/ ilmuwan Arab/Islam yang diakui dunia hingga
sekarang.
Sebagai contoh, sistem angka yang dipakai dunia
sekarang adalah sistem angka Arab (Arabic Numeral)
menggantikan sistem angka Romawi (Roman Numeral) yang
kaku. Dengan angka Arab anda dapat menulis
93.567.794.214. 698 dengan mudah. Angka tersebut tidak
bisa ditulis dengan sistem angka Romawi.
Dalam ensiklopedi Microsoft Encarta disebut bahwa
dalam dunia Islam yang menyebar ke Barat hingga
Spanyol banyak dihasilkan penemuan Ilmiah seperti
angka Arab:
===
The Islamic world, which in medieval times extended as
far west as Spain, also produced many scientific
breakthroughs. The Arab mathematician Muhammad
al-Khwārizmī introduced Hindu-Arabic numerals to
Europe many centuries after they had been devised in
southern Asia.
===
Astronom Arab (baca Astronom Muslim) juga banyak yang
menemukan dan menamakan bintang seperti Aldebaran,
Altair, dan Deneb. Al Haytham (Alhacen) yang
mengantarkan ilmu Optic juga menemukan metode Ilmiah
yang menekankan kepada observasi, eksperimen, dan
pencatatan yang akurat.
Singkatnya, Nabi Muhammad bukan hanya sekedar pemimpin
agama atau Nabi. Namun beliau juga adalah pemimpin
militer, pemimpin negara, dan juga peletak fondasi
berkembangnya ilmu pengetahuan Islam (Islam Golden
Age) di kalangan ummat Islam.
Hanya dalam waktu 23 tahun, Nabi Muhammad berhasil
merubah bangsa Arab yang bodoh dan terbelakang serta
terjajah menjadi bangsa yang cerdas dan terkemuka di
dunia mengalahkan 2 super power dunia: Romawi dan
Persia. Ini merupakan satu teladan yang harus bisa
ditiru oleh pemimpin-pemimpin Islam!
Tak heran jika seorang Non Muslim seperti Michael H
Hart pun mengakui Nabi Muhammad sebagai orang nomor
satu di dunia mengalahkan Yesus dan manusia-manusia
lain di dunia.
Jika Non Muslim saja bersikap seperti itu, maka ummat
Islam yang dalam syahadahnya mengakui Muhammad sebagai
utusan Allah juga harus mengakui bahwa Nabi Muhammad
adalah manusia paling sempurna yang maksum
(terpelihara dari kesalahan). Oleh karena itu ummat
Islam harus mempelajari siroh/sejarah Nabi dan
mengikuti sunnah Nabi.
Manajemen Keuangan
Oleh : Alihozi
"…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal". (Luqman :34).
Pada masa sekarang ini manusia kurang sadar atau tidak mau sadar
sekarang manusia pada umumnya sudah terjebak dalam perekonomian
kapitalis, dan kalau hendak melepaskan diri adalah sukar dan payah
sekali. Mereka ini terdiri dari golongan manusia yang memberikan hak
kekuasaan (Imperialisme) kepada modal (kapitalisme) , dalam arti yang
tidak terbatas. Banyak sekali yang membenci dan menentang imperialisme
dan kapitalisme tetapi dalam soal ekonomi ini tidak menolak atau pura
– pura tidak menolak. Contohnya adalah dengan memakai salah satu alat
dalam system ekonomi kapitalis yaitu system bunga (riba)
System bunga (riba) bukan dari system Islam, tetapi dari system
jahiliyah baik yang dahulu ataupun kontemporer- konvensional. System
bunga (riba) bukan timbul dari ajaran Wahyu yang bersumber dari Allah
Taala. System bunga (riba) jelas haram, diperangi Allah Taala dan
Rasul-Nya dan pendapatan yang diperoleh darinya tidak berkah dan
dilaknat Allah Taala. Terbukti bahwa individu atau kelompok atau
negara yang mendapat penghasilan atau membangun dengan menggunakan
uang riba ternyata selalu dirundung nestapa dan duka yang tiada hentinya.
Kita tentu masih ingat waktu krisis moneter tahun 1997-1998 yang
berimbas kepada krisis perbankan melanda tanah air, suku bunga
perbankan mencapai 70%. Walaupun suku bunga sudah mencapai setinggi
itu, tetap saja waktu itu para nasabah bank konvensional banyak yang
ingin melakukan penarikan dana tabungan besar-besaran dari perbankan.
Kalau pemerintah waktu itu tidak turun tangan memulihkan kepercayaan
terhadap perbankan nasional dengan memberikan bantuan finansial
seperti program BLBI dan program Rekapitalisasi , niscaya semua
nasabah perbankan konvensional tsb tidak akan bisa menarik dananya
kembali dari perbankan karena perbankan nasional waktu itu banyak yang
mengalami kondisi negative spread yaitu suatu kondisi di mana
pendapatan bunga dari peminjam lebih kecil daripada beban bunga yang
harus dibayarkan kepada nasabah penabung.
Sekarang pada tahun 2008 ini dan tahun- tahun yang akan datang apakah
krisis moneter dan krisis perbankan jilid ke dua bisa terjadi lagi di
tanah air ? kemungkinan ini bisa saja terjadi , indikatornya adalah
masih adanya pembayaran bunga obligasi dari APBN untuk bank-bank rekap
yang mencapai Rp 45 triliun pertahunnya, beban bunga yang berat ini
setiap tahunnya berimbas kepada dikuranginya berbagai macam bentuk
subsidi untuk rakyat seperti subsidi BBM, dengan kenaikan harga BBM
harga-harga barang dan jasa pun ikut melonjak.. Bagaimana bangsa ini
akan keluar dari krisis kalau masih ada pembayaran bunga obligasi
untuk bank-bank rekap?
Andaikan terjadi lagi krisis perbankan jilid ke 2, pemerintah sudah
tidak lagi memberikan bantuan kepada perbankan nasional karena sudah
dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sedangkan LPS sendiri
dananya tidak sebanding dengan total asset perbankan nasional dan LPS
hanya akan mengganti dana tabungan nasabah bank sampai batas nominal
tertentu saja.
Allah,SWT berfirman di dalam Al-Qur'an :
"…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal". (Luqman :34).
Firman Allah,SWT dalam ayat lain :
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.
Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr ayat 18)
Bila melihat kenyataan dan memperhatikan firman Allah SWT di atas,
kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi esok, apakah krisis
jilid ke 2 bisa terjadi lagi atau tidak, yang jelas adalah kita
diperintahkan Allah, SWT untuk berusaha semaksimal mungkin agar kita
tidak mengalami kerugian di dunia maupun di akhirat kelak.
Oleh karena itu sudah saatnya mulai sekarang kita semua bila tidak
ingin rugi dunia dan akhirat, dalam memanage keuangan pribadi maupun
perusahaan lebih baik tidak hanya melihat tingginya tingkat suku bunga
perbankan jika kita menginvestasikan dana ke perbankan , ataupun
tingginya tingkat return hasil apabila dana diinvestasikan bukan di
perbankan. Tetapi lebih melihat kepada tingkat amannya yakni apakah
dana yang diinvestasikan bisa ditarik kembali jika sewaktu-waktu
dibutuhkan. Dan tingkat aman yang ideal hanya bisa dicapai apabila
kita dalam memanage keuangan memakai manajemen keuangan Islami yakni
memanage keuangan yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang mengajarkan kita bagaimana memanage
keuangan secara islami itu , pada kesempatan ini saya akan memberikan
beberapa contohnya saja yaitu:
1. Meninggalkan riba (system bunga) dan kembali kepada system ekonomi
syariah.
(Al-Baqarah : 275-278).
2. Meninggalkan segala bentuk pemborosan harta (Al-Isra: 26-27)
3. Meninggalkan segala bentuk usaha yang batil dalam mencari
penghasilan (An-Nisa :29)
4. Meninggalkan segala bentuk usaha yang spekulatif /perjudian.
(Al-Maidah :90)
5. Memperbanyak amal/meninggalkan sifat kikir terhadap harta (Al-Isra-29)
Wallahu'alam
Al-Faqir
Alihozi http://Alihozi77.blogspot.com
"…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal". (Luqman :34).
Pada masa sekarang ini manusia kurang sadar atau tidak mau sadar
sekarang manusia pada umumnya sudah terjebak dalam perekonomian
kapitalis, dan kalau hendak melepaskan diri adalah sukar dan payah
sekali. Mereka ini terdiri dari golongan manusia yang memberikan hak
kekuasaan (Imperialisme) kepada modal (kapitalisme) , dalam arti yang
tidak terbatas. Banyak sekali yang membenci dan menentang imperialisme
dan kapitalisme tetapi dalam soal ekonomi ini tidak menolak atau pura
– pura tidak menolak. Contohnya adalah dengan memakai salah satu alat
dalam system ekonomi kapitalis yaitu system bunga (riba)
System bunga (riba) bukan dari system Islam, tetapi dari system
jahiliyah baik yang dahulu ataupun kontemporer- konvensional. System
bunga (riba) bukan timbul dari ajaran Wahyu yang bersumber dari Allah
Taala. System bunga (riba) jelas haram, diperangi Allah Taala dan
Rasul-Nya dan pendapatan yang diperoleh darinya tidak berkah dan
dilaknat Allah Taala. Terbukti bahwa individu atau kelompok atau
negara yang mendapat penghasilan atau membangun dengan menggunakan
uang riba ternyata selalu dirundung nestapa dan duka yang tiada hentinya.
Kita tentu masih ingat waktu krisis moneter tahun 1997-1998 yang
berimbas kepada krisis perbankan melanda tanah air, suku bunga
perbankan mencapai 70%. Walaupun suku bunga sudah mencapai setinggi
itu, tetap saja waktu itu para nasabah bank konvensional banyak yang
ingin melakukan penarikan dana tabungan besar-besaran dari perbankan.
Kalau pemerintah waktu itu tidak turun tangan memulihkan kepercayaan
terhadap perbankan nasional dengan memberikan bantuan finansial
seperti program BLBI dan program Rekapitalisasi , niscaya semua
nasabah perbankan konvensional tsb tidak akan bisa menarik dananya
kembali dari perbankan karena perbankan nasional waktu itu banyak yang
mengalami kondisi negative spread yaitu suatu kondisi di mana
pendapatan bunga dari peminjam lebih kecil daripada beban bunga yang
harus dibayarkan kepada nasabah penabung.
Sekarang pada tahun 2008 ini dan tahun- tahun yang akan datang apakah
krisis moneter dan krisis perbankan jilid ke dua bisa terjadi lagi di
tanah air ? kemungkinan ini bisa saja terjadi , indikatornya adalah
masih adanya pembayaran bunga obligasi dari APBN untuk bank-bank rekap
yang mencapai Rp 45 triliun pertahunnya, beban bunga yang berat ini
setiap tahunnya berimbas kepada dikuranginya berbagai macam bentuk
subsidi untuk rakyat seperti subsidi BBM, dengan kenaikan harga BBM
harga-harga barang dan jasa pun ikut melonjak.. Bagaimana bangsa ini
akan keluar dari krisis kalau masih ada pembayaran bunga obligasi
untuk bank-bank rekap?
Andaikan terjadi lagi krisis perbankan jilid ke 2, pemerintah sudah
tidak lagi memberikan bantuan kepada perbankan nasional karena sudah
dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sedangkan LPS sendiri
dananya tidak sebanding dengan total asset perbankan nasional dan LPS
hanya akan mengganti dana tabungan nasabah bank sampai batas nominal
tertentu saja.
Allah,SWT berfirman di dalam Al-Qur'an :
"…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal". (Luqman :34).
Firman Allah,SWT dalam ayat lain :
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.
Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr ayat 18)
Bila melihat kenyataan dan memperhatikan firman Allah SWT di atas,
kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi esok, apakah krisis
jilid ke 2 bisa terjadi lagi atau tidak, yang jelas adalah kita
diperintahkan Allah, SWT untuk berusaha semaksimal mungkin agar kita
tidak mengalami kerugian di dunia maupun di akhirat kelak.
Oleh karena itu sudah saatnya mulai sekarang kita semua bila tidak
ingin rugi dunia dan akhirat, dalam memanage keuangan pribadi maupun
perusahaan lebih baik tidak hanya melihat tingginya tingkat suku bunga
perbankan jika kita menginvestasikan dana ke perbankan , ataupun
tingginya tingkat return hasil apabila dana diinvestasikan bukan di
perbankan. Tetapi lebih melihat kepada tingkat amannya yakni apakah
dana yang diinvestasikan bisa ditarik kembali jika sewaktu-waktu
dibutuhkan. Dan tingkat aman yang ideal hanya bisa dicapai apabila
kita dalam memanage keuangan memakai manajemen keuangan Islami yakni
memanage keuangan yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang mengajarkan kita bagaimana memanage
keuangan secara islami itu , pada kesempatan ini saya akan memberikan
beberapa contohnya saja yaitu:
1. Meninggalkan riba (system bunga) dan kembali kepada system ekonomi
syariah.
(Al-Baqarah : 275-278).
2. Meninggalkan segala bentuk pemborosan harta (Al-Isra: 26-27)
3. Meninggalkan segala bentuk usaha yang batil dalam mencari
penghasilan (An-Nisa :29)
4. Meninggalkan segala bentuk usaha yang spekulatif /perjudian.
(Al-Maidah :90)
5. Memperbanyak amal/meninggalkan sifat kikir terhadap harta (Al-Isra-29)
Wallahu'alam
Al-Faqir
Alihozi http://Alihozi77.blogspot.com
Ramadan dan Quran
Ramadan dan Quran
Ramadan bersama Quran telah memberi saya inspirasi bahwa betapa hebatnya islam, tetap dijaga Allah sejak 1400 tahun yang lalu hingga hari akhir nanti.
Bayangkan dari tahun ketahun Ramadan tetap ada, komplit dengan kegiatan ibadahnya : sahur, puasa seharian, shalat taraweh, membaca Quran, tahajud,zakat. . Suka tidak suka terhadap islam, Allah tetap menjaganya. Islam yang disampaikan Rasul saw sebagai utusan terakhir, tetap ada.
Tidak hanya saat ini islam dilecehkan,dihina, nabi diolok-olok, dikata-katai dengan berbagai julukan, namun orang yang masuk islam bertambah banyak, muslim yang beribadah tetap banyak.
Walaupun bulan puasa di Indonesia, saat ini, kuat kaitannya dengan mudik, dengan berlebaran yang harus dirayakan dengan baju baru, makan ketupat, hari saling memaafkan, namun inti ibadah Ramadan sendiri tetap dijalankan umat muslim yang berharap bertemu wajah Allah kelak, berharap rahmat Allah, ampunan dan dibebaskan dari api neraka. Dan para muslim yang khusyuk beribadah ini tetap terus dipelihara Allah berabad-abad walaupun tradisi berlebaran berubah-ubah. Pada jaman Rasul saw hari Iedul Fitri dimeriahkan dengan salig mendoakan semoga ibadah selama Ramadan diterima Allah, bukan tradisi saling memaafkan, di Indonesia 7 abad lalu tidak ada tradisi mudik, 10 abad yang akan datang belum tentu ada ketupat saat berlebaran. Subhanallah. . Saya pikir, rukun islam dan ibadah yag dicontohkan Rasul saw, tanpa tambahan-tambahan manusia, tetap dijaga Allah.
Ya, tadinya saya merasa khawatir dengan aliran-aliran yang terus bermunculan dalam islam, namun inti rukun islam yang 5 tetap dijalankan oleh para muslimin dan muslimat yang jumlahnya terus meningkat dan anehnya tetap dijalankan para pengikut aliran-aliran tadi dengan menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan Rasul saw. Allahu akbar, betapa hebatnya islam, tidak berubah.
Mungkin saja aliran dan imam yang 5 abad lalu diagung-agungkan saat ini sudah tidak ada lagi, mungkin saja ritual tertenu yang ditambahkan 3 abad yang lalu saat ini sudah hilang. Namun rukun islam tidak berubah.
Saat ini bermunculan pendidikan lintas agama, ataupun pendidikan yang mengedepankan berbuat baik tanpa harus beribadah dan patuh kepada Allah, sebagai cara untuk menghilangkan islam, anehnya muslim yang mengikuti pendidikan tersebut pasti masih ada yang shalat, puasa, paling tidak mengakui Allah. Atau mungkin saja 5 abad lagi pendidikan ini sudah berubah atau tidak ada sama sekali. Karena Rasul saw sendiri menghormati setiap orang tanpa memandang agamanya.
Jadi seorang muslim yang mempelajari Quran dan hadis tidak perlu sekolah khusus untuk menghargai agama lain, ataukah pendidikan lintas agama didirikan semata untuk menghadapi muslim yang sangat mencintai Allah dan berani menghadapi pemeluk agama lain tanpa mengedepankan sikap dakwah bertahap (dari lemah lembut hingga perang dijalan Allah) seperti yang diajarkan Rasul saw? Padahal banyak muslim yang mengedepankan dakwah yang lemah lembut, intinya pendidikan lintas agama hanya untuk mengalihkan ajaran islam yang agung atau untuk menunjukkan kelemahan manusia sendiri.
Apapun aliran dalam islam, apapun usaha untuk menjelekkan islam, apapun pemikiran dan tindakan untuk meniadakan Allah, namun islam yang dijaga Allah tetaplah sama sejak 1400 tahun lalu hingga nanti hari pembalasan.
Justru yang kita khawatirkan adalah anak, cucu, suami, istri, orang tua, teman, saudara, apakah mereka akan terus konsisten menjalankan perintah Allah dan Rasul saw sampai akhir hayatnya? Atau, apakah mereka berpaling menjauhi Allah dan apa yang dicontohkan Rasul saw? Apakah mereka mengikuti aliran dan pendidikan yang hendak mematikan islam atau menambah/mengurangi rukun islam?
Banyaknya aliran islam dan usaha menjatuhkan islam tidak akan menghilangkan islam atau mengurangi jumlah umat muslim. Mungkin saja 1 abad lagi jumlah muslim di Indonesia berkurang, namun jumlah muslim dibelahan dunia lain yang pindah dari agama lain menjadi islam karena hidayah Allah atau karena berpikir tentang ciptaan- ciptaan Allah dan keajaiban Quran semakin bertambah banyak.
Ramadan dan Quran telah membuktikan kekuasaan Allah atas manusia bahwa islam tidak dapat diakali atau diubah oleh siapapun. Tradisi boleh berganti, aliran islam bisa muncul dan hilang, ritual bisa berubah atau hilang, pelecehan dan olok-olok bisa berubah-ubah bentuknya, namun khusyuknya seorang muslim beribadah dan meyakini Allah dan hari akhir akan tetap sama hingga akhir zaman.
Allah telah menyebutnya dalam Quran bahwa Dia dengan mudah akan mengganti hambanya yang sombong, tidak mau beribadah dengan hamba yang taat dan patuh kepadaNya.
Alhamdulillah, betapa nikmatnya menjadi seorang muslim, yang diberi Quran oleh Allah berisikan tuntunan hidup dan diberi kesempatan untuk memikirkan hikmah isi Quran itu sendiri, terutama dalam Ramadan ini.
Ramadan bersama Quran telah memberi saya inspirasi bahwa betapa hebatnya islam, tetap dijaga Allah sejak 1400 tahun yang lalu hingga hari akhir nanti.
Bayangkan dari tahun ketahun Ramadan tetap ada, komplit dengan kegiatan ibadahnya : sahur, puasa seharian, shalat taraweh, membaca Quran, tahajud,zakat. . Suka tidak suka terhadap islam, Allah tetap menjaganya. Islam yang disampaikan Rasul saw sebagai utusan terakhir, tetap ada.
Tidak hanya saat ini islam dilecehkan,dihina, nabi diolok-olok, dikata-katai dengan berbagai julukan, namun orang yang masuk islam bertambah banyak, muslim yang beribadah tetap banyak.
Walaupun bulan puasa di Indonesia, saat ini, kuat kaitannya dengan mudik, dengan berlebaran yang harus dirayakan dengan baju baru, makan ketupat, hari saling memaafkan, namun inti ibadah Ramadan sendiri tetap dijalankan umat muslim yang berharap bertemu wajah Allah kelak, berharap rahmat Allah, ampunan dan dibebaskan dari api neraka. Dan para muslim yang khusyuk beribadah ini tetap terus dipelihara Allah berabad-abad walaupun tradisi berlebaran berubah-ubah. Pada jaman Rasul saw hari Iedul Fitri dimeriahkan dengan salig mendoakan semoga ibadah selama Ramadan diterima Allah, bukan tradisi saling memaafkan, di Indonesia 7 abad lalu tidak ada tradisi mudik, 10 abad yang akan datang belum tentu ada ketupat saat berlebaran. Subhanallah. . Saya pikir, rukun islam dan ibadah yag dicontohkan Rasul saw, tanpa tambahan-tambahan manusia, tetap dijaga Allah.
Ya, tadinya saya merasa khawatir dengan aliran-aliran yang terus bermunculan dalam islam, namun inti rukun islam yang 5 tetap dijalankan oleh para muslimin dan muslimat yang jumlahnya terus meningkat dan anehnya tetap dijalankan para pengikut aliran-aliran tadi dengan menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan Rasul saw. Allahu akbar, betapa hebatnya islam, tidak berubah.
Mungkin saja aliran dan imam yang 5 abad lalu diagung-agungkan saat ini sudah tidak ada lagi, mungkin saja ritual tertenu yang ditambahkan 3 abad yang lalu saat ini sudah hilang. Namun rukun islam tidak berubah.
Saat ini bermunculan pendidikan lintas agama, ataupun pendidikan yang mengedepankan berbuat baik tanpa harus beribadah dan patuh kepada Allah, sebagai cara untuk menghilangkan islam, anehnya muslim yang mengikuti pendidikan tersebut pasti masih ada yang shalat, puasa, paling tidak mengakui Allah. Atau mungkin saja 5 abad lagi pendidikan ini sudah berubah atau tidak ada sama sekali. Karena Rasul saw sendiri menghormati setiap orang tanpa memandang agamanya.
Jadi seorang muslim yang mempelajari Quran dan hadis tidak perlu sekolah khusus untuk menghargai agama lain, ataukah pendidikan lintas agama didirikan semata untuk menghadapi muslim yang sangat mencintai Allah dan berani menghadapi pemeluk agama lain tanpa mengedepankan sikap dakwah bertahap (dari lemah lembut hingga perang dijalan Allah) seperti yang diajarkan Rasul saw? Padahal banyak muslim yang mengedepankan dakwah yang lemah lembut, intinya pendidikan lintas agama hanya untuk mengalihkan ajaran islam yang agung atau untuk menunjukkan kelemahan manusia sendiri.
Apapun aliran dalam islam, apapun usaha untuk menjelekkan islam, apapun pemikiran dan tindakan untuk meniadakan Allah, namun islam yang dijaga Allah tetaplah sama sejak 1400 tahun lalu hingga nanti hari pembalasan.
Justru yang kita khawatirkan adalah anak, cucu, suami, istri, orang tua, teman, saudara, apakah mereka akan terus konsisten menjalankan perintah Allah dan Rasul saw sampai akhir hayatnya? Atau, apakah mereka berpaling menjauhi Allah dan apa yang dicontohkan Rasul saw? Apakah mereka mengikuti aliran dan pendidikan yang hendak mematikan islam atau menambah/mengurangi rukun islam?
Banyaknya aliran islam dan usaha menjatuhkan islam tidak akan menghilangkan islam atau mengurangi jumlah umat muslim. Mungkin saja 1 abad lagi jumlah muslim di Indonesia berkurang, namun jumlah muslim dibelahan dunia lain yang pindah dari agama lain menjadi islam karena hidayah Allah atau karena berpikir tentang ciptaan- ciptaan Allah dan keajaiban Quran semakin bertambah banyak.
Ramadan dan Quran telah membuktikan kekuasaan Allah atas manusia bahwa islam tidak dapat diakali atau diubah oleh siapapun. Tradisi boleh berganti, aliran islam bisa muncul dan hilang, ritual bisa berubah atau hilang, pelecehan dan olok-olok bisa berubah-ubah bentuknya, namun khusyuknya seorang muslim beribadah dan meyakini Allah dan hari akhir akan tetap sama hingga akhir zaman.
Allah telah menyebutnya dalam Quran bahwa Dia dengan mudah akan mengganti hambanya yang sombong, tidak mau beribadah dengan hamba yang taat dan patuh kepadaNya.
Alhamdulillah, betapa nikmatnya menjadi seorang muslim, yang diberi Quran oleh Allah berisikan tuntunan hidup dan diberi kesempatan untuk memikirkan hikmah isi Quran itu sendiri, terutama dalam Ramadan ini.
IMAN KEPADA HARI AKHIR
IMAN KEPADA HARI AKHIR
oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Hari akhir adalah hari Kiamat, di mana seluruh manusia dibangkitkan pada
hari itu untuk dihisab da dibalas. Hari itu disebut hari Akhir, karena
tidak ada hari lagi setelahnya. Pada hari itulah penghuni Surga dan
penghuni Neraka masing-masing menetap di tempatnya.
Iman kepada hari Akhir mengandung tiga unsur.
[1]. Mengimani ba'ts (kebangkitan) , yaitu menghidupkan kembali orang-orang
yang sudah mati ketika tiupan sangkakala yang kedua kali.
Pada waktu itu semua manusia bangkit untuk menghadap Rabb alam semesta
dengan tidak beralas kaki, bertelanjang, dan tidak disunat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah
Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.
Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya" .[Al-Anbiyaa : 104]
Kebangkitan adalah kebenaran yang pasti, ditunjukkan oleh Al-Kitab, Sunnah
dan ijma' umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari
kuburmu) di hari Kiamat". [Al-Mu'minun : 15-16]
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda.
"Artinya : Di hari Kiamat seluruh manusia akan dihimpun dengan keadaan
tidak beralas kaki dan tidak disunat". [Hadits Riwayat Bukhari-Muslim]
Umat Islam sepakat akan adanya hari Kebangkitan karena hal itu sesuai
dengan hikmah Allah yang mengembalikan ciptaanNya untuk diberi balasan
terhadap segala yang telah diperintahkanNya melalui lisan para rasulNya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kami secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan
kepada Kami ?". [Al-Mu'minun : 115]
"Artinya :Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum)
Al-Qur'an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat
kembali".[Al- Qashash : 85]
[2]. Mengimani hisab (perhitungan) dan jaza' (pembalasan) dengan meyakini
bahwa seluruh perbuatan manusia akan dihisab dan dibalas.
Hal ini dipaparkan dengan jelas di dalam Al-Qur'an, Sunnah dan ijma
(kesepakatan) umat Islam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
"Artinya : Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian
sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka". [Al-Ghasyiyah : 25-26]
"Artinya : Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala)
sepuluh kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang
jahat maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan
kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)" .
[Al-An'am : 160]
"Artinya : Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka
tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu)
hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahalanya). Dan
cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan" . [Al-Anbiyaa : 47]
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Allah nanti akan mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan
tutup dan menutupnya. Allah bertanya : 'Apakah kamu tahu dosamu itu ?'� Ia
menjawab, 'Ya Rabbku'. Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan melihat
dirinya telah binasa, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 'Aku telah
menutupi dosa-dosamu di dunia dan sekarang Aku mengampuninya' . Kemudian
diberikan kepada orang mukmin itu buku amal baiknya. Adapun orang-orang
Kafir dan orang-orang munafik, Allah Subhanahu wa Ta'ala memanggilnya di
hadapan orang banyak. Mereka orang-orang yang mendustakan Rabbnya.
Ketahuilah, laknat Allah itu untuk orang-orang yang zhalim". [Hadits
Riwayat Bukhari Muslim]
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya yang berniat melakukan satu kebaikan lalu
mengamalkannya, maka ditulis baginya sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus
kali lipat, bahkan sampai beberapa lipat lagi. Barangsiapa berniat
melakukan satu kejahatan, lalu mengamalkannya, maka Allah menulisnya satu
kejahatan saja"
Umat Islam telah sepakat tentang adanya hisab dan pembalasan amal karena
itu sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Sebagaimana kita ketahui, Allah
Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan kitab-kitab, mengutus para rasul
serta mewajibkan kepada manusia untuk menerima ajaran yang dibawa oleh
rasul-rasul Allah itu dan mengerjakan segala yang diwajibkannya. Dan Allah
telah mewajibkan agar berperang melawan orang-orang yang menentangNya
serta menghalalkan darah, keturunan, isteri dan harta benda mereka. Kalau
tidak ada hisab dan balasan tentu hal ini hanya sia-sia belaka, dan Rabb
Yang Mahabijaksana, Mahasuci darinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
mengisyaratkan hal itu dalam firmanNya.
"Artinya : Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah
diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai
(pula) rasul-rasul (Kami), maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada
mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui
(keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)".
[Al-A'raaf : 6-7]
[3]. Mengimani Surga dan Neraka sebagai tempat manusia yang abadi.
Surga tempat kenikmatan yang disediakan Allah untuk orang-orang mukmin
yang bertaqwa, yang mengimani apa-apa yang harus diimani, yang taat kepada
Allah dan rasulNya, dan kepada orang-orang yang ikhlas.
Di dalam Surga terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat
mata, tidak pernah didengar telinga, serta tidak terlintas dalam benak
manusia.
"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb
mereka ialah surga Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka
pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Rabbnya". [Al-Bayyinnah : 7-8]
"Artinya : Tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk
mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata
sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". [As-Sajdah : 17]
Neraka adalah tempat adzab yang disediakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala
untuk orang-orang kafir, yang berbuat zhalim, serta bagi yang mengingkari
Allah dan RasulNya. Di dalam Neraka terdapat berbagai adzab dan sesuatu
yang menakutkan, yang tidak pernah terlintas dalam hati.
"Artinya : Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk
orang-orang yang kafir".[Al-Imran : 131]
"Artinya : Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang zhalim
itu Neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum,
maka mereka akan diberi minuman dengan air seperti besi yang mendidih yang
dapat menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat
istirahat yang paling jelek". [Al-Kahfi : 29]
"Artinya : Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan
bagi mereka api yang menyala-nyala (Neraka). Mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak
(pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan
dalam Nereka, mereka berkata ; Alangkah baiknya, andaikata kami taat
kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". [Al-Ahzab : 64-66]
[Ditulis ulang dari Syarhu Ushulil Iman, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
Edisi Indonesia: Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan. Penerjemah: Ali Makhtum
Assalamy. Penerbit: KSA Foreigners Guidance Center In Gassim Zone]
oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Hari akhir adalah hari Kiamat, di mana seluruh manusia dibangkitkan pada
hari itu untuk dihisab da dibalas. Hari itu disebut hari Akhir, karena
tidak ada hari lagi setelahnya. Pada hari itulah penghuni Surga dan
penghuni Neraka masing-masing menetap di tempatnya.
Iman kepada hari Akhir mengandung tiga unsur.
[1]. Mengimani ba'ts (kebangkitan) , yaitu menghidupkan kembali orang-orang
yang sudah mati ketika tiupan sangkakala yang kedua kali.
Pada waktu itu semua manusia bangkit untuk menghadap Rabb alam semesta
dengan tidak beralas kaki, bertelanjang, dan tidak disunat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah
Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.
Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya" .[Al-Anbiyaa : 104]
Kebangkitan adalah kebenaran yang pasti, ditunjukkan oleh Al-Kitab, Sunnah
dan ijma' umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari
kuburmu) di hari Kiamat". [Al-Mu'minun : 15-16]
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda.
"Artinya : Di hari Kiamat seluruh manusia akan dihimpun dengan keadaan
tidak beralas kaki dan tidak disunat". [Hadits Riwayat Bukhari-Muslim]
Umat Islam sepakat akan adanya hari Kebangkitan karena hal itu sesuai
dengan hikmah Allah yang mengembalikan ciptaanNya untuk diberi balasan
terhadap segala yang telah diperintahkanNya melalui lisan para rasulNya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kami secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan
kepada Kami ?". [Al-Mu'minun : 115]
"Artinya :Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum)
Al-Qur'an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat
kembali".[Al- Qashash : 85]
[2]. Mengimani hisab (perhitungan) dan jaza' (pembalasan) dengan meyakini
bahwa seluruh perbuatan manusia akan dihisab dan dibalas.
Hal ini dipaparkan dengan jelas di dalam Al-Qur'an, Sunnah dan ijma
(kesepakatan) umat Islam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
"Artinya : Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian
sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka". [Al-Ghasyiyah : 25-26]
"Artinya : Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala)
sepuluh kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang
jahat maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan
kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)" .
[Al-An'am : 160]
"Artinya : Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka
tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu)
hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahalanya). Dan
cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan" . [Al-Anbiyaa : 47]
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Allah nanti akan mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan
tutup dan menutupnya. Allah bertanya : 'Apakah kamu tahu dosamu itu ?'� Ia
menjawab, 'Ya Rabbku'. Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan melihat
dirinya telah binasa, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 'Aku telah
menutupi dosa-dosamu di dunia dan sekarang Aku mengampuninya' . Kemudian
diberikan kepada orang mukmin itu buku amal baiknya. Adapun orang-orang
Kafir dan orang-orang munafik, Allah Subhanahu wa Ta'ala memanggilnya di
hadapan orang banyak. Mereka orang-orang yang mendustakan Rabbnya.
Ketahuilah, laknat Allah itu untuk orang-orang yang zhalim". [Hadits
Riwayat Bukhari Muslim]
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya yang berniat melakukan satu kebaikan lalu
mengamalkannya, maka ditulis baginya sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus
kali lipat, bahkan sampai beberapa lipat lagi. Barangsiapa berniat
melakukan satu kejahatan, lalu mengamalkannya, maka Allah menulisnya satu
kejahatan saja"
Umat Islam telah sepakat tentang adanya hisab dan pembalasan amal karena
itu sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Sebagaimana kita ketahui, Allah
Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan kitab-kitab, mengutus para rasul
serta mewajibkan kepada manusia untuk menerima ajaran yang dibawa oleh
rasul-rasul Allah itu dan mengerjakan segala yang diwajibkannya. Dan Allah
telah mewajibkan agar berperang melawan orang-orang yang menentangNya
serta menghalalkan darah, keturunan, isteri dan harta benda mereka. Kalau
tidak ada hisab dan balasan tentu hal ini hanya sia-sia belaka, dan Rabb
Yang Mahabijaksana, Mahasuci darinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
mengisyaratkan hal itu dalam firmanNya.
"Artinya : Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah
diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai
(pula) rasul-rasul (Kami), maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada
mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui
(keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)".
[Al-A'raaf : 6-7]
[3]. Mengimani Surga dan Neraka sebagai tempat manusia yang abadi.
Surga tempat kenikmatan yang disediakan Allah untuk orang-orang mukmin
yang bertaqwa, yang mengimani apa-apa yang harus diimani, yang taat kepada
Allah dan rasulNya, dan kepada orang-orang yang ikhlas.
Di dalam Surga terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat
mata, tidak pernah didengar telinga, serta tidak terlintas dalam benak
manusia.
"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb
mereka ialah surga Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka
pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Rabbnya". [Al-Bayyinnah : 7-8]
"Artinya : Tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk
mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata
sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". [As-Sajdah : 17]
Neraka adalah tempat adzab yang disediakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala
untuk orang-orang kafir, yang berbuat zhalim, serta bagi yang mengingkari
Allah dan RasulNya. Di dalam Neraka terdapat berbagai adzab dan sesuatu
yang menakutkan, yang tidak pernah terlintas dalam hati.
"Artinya : Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk
orang-orang yang kafir".[Al-Imran : 131]
"Artinya : Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang zhalim
itu Neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum,
maka mereka akan diberi minuman dengan air seperti besi yang mendidih yang
dapat menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat
istirahat yang paling jelek". [Al-Kahfi : 29]
"Artinya : Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan
bagi mereka api yang menyala-nyala (Neraka). Mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak
(pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan
dalam Nereka, mereka berkata ; Alangkah baiknya, andaikata kami taat
kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". [Al-Ahzab : 64-66]
[Ditulis ulang dari Syarhu Ushulil Iman, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
Edisi Indonesia: Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan. Penerjemah: Ali Makhtum
Assalamy. Penerbit: KSA Foreigners Guidance Center In Gassim Zone]
Pengendalian Nafsu
Pengendalian Nafsu
Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu
yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Untuk memperoleh
kebahagiaan hakiki, manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsu jeleknya.
Manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi.
Pelbagai keinginan muncul karena dorongan kuat aneka nafsu yang
melingkupinya. Jika keinginan tidak terpenuhi, timbul rasa gelisah
alias tidak tenteram.
Ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan semua
insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu
menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.
Dalam bahasa Arab ketenangan adalah sakinah dan thumaninah, dengan
makna yang agak berbeda. Dalam kitabnya, Madarijus Salikin, Ibnu Qayim
Al Jauziyah mengatakan :
"Asal kata sakinah ialah thumaninah, yaitu tenang, tetap dan tentram
yang Allah turunkan keadaan semacam ini dalam hati hambaNya ketika
merasa gelisah karena sangat takut...Maka ia menjadi tidak bingung,
tidak bimbang dan tidak ragu setelah itu karena sesuatu yang datang
kepadanya dan wajib baginya menambah imannya, keyakinannya dan
ketetapan hatinya."
Suasana tenang dapat disebabkan oleh faktor keadaan jiwa dan diri
individu sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika dalam upaya
memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya manusia memerlukan benda. Tidak
heran juga kalau dikatakan harta benda merupakan salah satu sarana
untuk memperoleh ketenangan.
Tapi harta tidak menjamin sepenuhnya memberi rasa tenang, sehingga
sering orang punya banyak harta tapi hidupnya diliputi kegelisahan.
Bahkan karena banyak harta, orang rusak jasmani dan karena berfoya-foya.
Ketenangan sebenarnya bersifat kejiwaan. Dan harta hanya sarana
memperoleh ketenangan itu. Dalam hubungan ini Dr. Hamzah Yakub
mengatakan, diantara kenikmatan, ketenangan dan kebahagiaan, ada yang
diperoleh karena sikap dan aktivitas batin yang telah menjadi watak
dan pribadi seseorang. Misalnya syukur, ikhlas, ridha dan sebagainya.
Ada pula yang diperoleh karena perjuangan dan kerja keras misalnya,
sabar dan mujahadah melawan hawa nafsu. Serta ada pula yang diperoleh
karena melaksanakan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan Rasul SAW
dalam hubungan sesama manusia. Dan ada kenikmatan spritual yang
diperoleh dalam beribadah seperti, menghayati puasa, khusyu' dalam
shalat, dzikir, doa dan istighfar.
Paparan di atas menunjukkan, ketenangan dapat diperoleh dengan
bersikap dan aktivitas batin yang baik. Kebahagiaan yang sama dapat
diraih pula oleh orang yang berhasil melawan ajakan nafsu yang buruk.
Juga dapat dirasakan oleh orang yang baik akhlaknya dan ibadahnya.
Orang yang berhasil dalam berjihad melawan nafsu dengan kendali ajaran
Allah dan RasulNya, akan hidup tenang dan membawa ketenangan pula
kepada lingkungan sosialnya. Karena ia telah memiliki sikap mental
yang baik dan suci, berakhlak baik dan mulia serta berhasil baik dalam
melakukan dan menghayati tugas ibadah yang diwajibkan kepadanya.
Sebaliknya, orang yang terus mengikuti hawa nafsunya akan banyak
merasa gelisah. Terkadang menimbulkan bencana bagi dirinya dan orang
lain. Orang yang bertakwa kepada Allah akan tetap tenang dalam
kebenarannya baik ketika senang maupun sedih. Sekalipun mengalami
kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ia tidak mengadakan
reaksi agresif dan membabi buta, tetapi tetap memberikan reaksi
positif, sabar menanti dan rela menerima cobaan dari Allah dan tawakal
kepadaNya. Suasana tenang pada diri Mukmin dinyatakan Allah dalam
surat Al Ra'du ayat 28-29 : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allahlah hati menjadi tentram dan tenang. Orang-orang yang
beriman dan beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali
yang baik."
Dengan modal iman kepada Allah dan selalu mengingatNya, dimana dan
dalam keadaan manapun ia berada, orang akan dapat merasakan ketenangan
hakiki. Di akhirat ia akan mendapatkan kebahagiaan dan tempat yang
baik sebagai balasan dari Allah atas iman dan amal shalehnya.
Orang mukmin dan takwa yang tetap beramal shaleh dan tidak menuruti
kehendak nafsunya, hingga di pintu matinya pun tetap tenang karena
amal shaleh yang dikerjakan saat hidupnya membekali dan membuatnya
siap menghadapi saat krisis itu.
Karena nafsu mengajak kepada yang jahat, maka perlu ditundukkan.
Menundukkannya dinilai sebagai jihad besar. Jihadun nafsi berarti
mencurahkan segala usaha, kekuatan dan kemampuan yang penuh
kesungguhan dalam memerangi musuh yang ada dalam diri, yaitu
kecenderungan yang disebabkan oleh dorongan nafsu yang hendak
menjerumuskan manusia. Menangkal godaan setan dan ajakan nafsu tercela
sama-sama dipandang sebagai jihad besar. Tetapi jihadun nafsu bisa
dipandang lebih baesar dan lebih sulit.
Selain syahwat jasmani seperti keinginan kepada makanan, pakaian,
tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya yang menjadi obyek nafsu
amarah, juga keinginan yang bersifat maknawiyah (psikis dan sosial)
seperti perasaan ingin dipuji, mencintai kedudukan, pangka dan status
sosial lebih tinggi.
Nafsu amarah dapat membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan tujuan untuk menandingi lawan dan mencapai status
sosial yang lebih tinggi. Jika seorang atau suatu bangsa yang maju
ilmu dan teknologinya telah dikuasai oleh nafsu amarah, maka hasil
kemajuannya itu akan dijadikan alat untuk kemaslahatan umat manusia.
Dalam kitab Al Risalat Al Qusyairiyah, Al Qusyairi mengatakan, nafsu
amarah adalah yang mendorong kepada kehancuran, membantu musuh manusia
(setan) dan memiliki banyak keburukan.
Keinginan nafsu-nafsu dalam diri manusia, seperti diterangkan para
ulama, mempunyai faedah. Misalnya dorongan nafsu seks berfaedah untuk
melangsungkan keturunan manusia. Selain itu, menurut Ibnu Qudamah
nafsu seks juga berfaedah agar manusia dapat merasakan sebagian
kenikmatan akhirat. Supaya besar kerinduannya untuk menikmatinya
kembali kelak di akhirat.
Tetapi nafsu seks berupa rangsangan erotik juga menyebabkan terjadinya
malapetaka besar jika tidak terkendali. Ia berfaedah ketika tersalur
secara benar. Nafsu lawamah sebenarnya nafsu yang baik. Namun
tingkatannya berada di bawah nafsu muthmainah. Nafsu ini sering
terkalahkan oleh sifat loba, rakus dan sebagainya sehingga menjadi
nafsu yang tercela pula.
Dunia materi adalah obyek nafsu lawamah, karena harta benda dapat
memenuhi kebutuhan jasmaniah manusia. Nafsu lawamah dapat mendorong
orang mencari harta dan harta adalah sesuatu yang dapat membawa
kemajuan. Karena orientasinya kepada harta, maka seseorang yang
dikuasai oleh nafsu lawamah pandangan hidupnya bersifat materialistik
dan mementingkan lahiriyah. Karena keserakahannya, ia tidak pernah
puas. Kalau nafsu lawamah ada pada orang kaya, ia tidak mau bersyukur,
tidak mau memberi sedekah dan sebagainya. Dan jika ada pada orang
miskin, maka orang itu tidak punya kesabaran bahkan cemburu, iri hati
dan sebagainya yang dapat menyebabkan ketegangan jiwa. Nafsu serakah
juga dapat menyebabkan timbulnya rasa sangat mencintai harta (al
hirshu) dan ketamakan. Dan karena sifat inilah maka orang bersifat
materialistik dan egois.
Nafsu lawamah dinyatakan dalam surat al Qiyamah ayat 2, artinya: "Dan
Aku Allah bersumpah dengan nafsu lawamah."
Nafsu muthmainah adalah nafsu yang tenang dan setia, membimbing
manusia hidup berbakti kepada Allah. Jika nafsu ini berada pada orang
kaya ia tidak akan tamak dan tidak rakus dengan kekayaannya. Tangannya
selalu terulur memberi pertolongan kepada siapa saja. Orang yang
bernafsu muthmainah hatinya lunak menerima ajaran Allah dan ibadahnya
bertambah-tambah. Bilamana mendapat ujian yang tidak menyenangkan, ia
akan menerimanya dengan sabar dan tenang. Dia juga tidak mau hidup
senang sendirian dan melupakan masyarakat sekelilingnya yang perlu
ditolong. Amal sosialnya banyak, rendah hati dan sebagainya.
Nafsu yang bukan tercela adalah nafsu yang tunduk kepada kehendak
Allah. Bukan yang senantiasa mengikuti kehendak nafsu sendiri. Oleh
karena itu, menurut Islam nafsu harus dikendalikan menurut cara yang
wajar dan benar. Bukan dimatikan atau dilampiaskan sesuka hati. Firman
Allah, surat An Nazi'at ayat 40-41 : "Dan adapun orang yang takut
kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya,
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.
Link:
http://cahayamuslim.blogspot.com/2007/ 07/pengendalian- nafsu.html
Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu
yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Untuk memperoleh
kebahagiaan hakiki, manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsu jeleknya.
Manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi.
Pelbagai keinginan muncul karena dorongan kuat aneka nafsu yang
melingkupinya. Jika keinginan tidak terpenuhi, timbul rasa gelisah
alias tidak tenteram.
Ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan semua
insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu
menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.
Dalam bahasa Arab ketenangan adalah sakinah dan thumaninah, dengan
makna yang agak berbeda. Dalam kitabnya, Madarijus Salikin, Ibnu Qayim
Al Jauziyah mengatakan :
"Asal kata sakinah ialah thumaninah, yaitu tenang, tetap dan tentram
yang Allah turunkan keadaan semacam ini dalam hati hambaNya ketika
merasa gelisah karena sangat takut...Maka ia menjadi tidak bingung,
tidak bimbang dan tidak ragu setelah itu karena sesuatu yang datang
kepadanya dan wajib baginya menambah imannya, keyakinannya dan
ketetapan hatinya."
Suasana tenang dapat disebabkan oleh faktor keadaan jiwa dan diri
individu sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika dalam upaya
memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya manusia memerlukan benda. Tidak
heran juga kalau dikatakan harta benda merupakan salah satu sarana
untuk memperoleh ketenangan.
Tapi harta tidak menjamin sepenuhnya memberi rasa tenang, sehingga
sering orang punya banyak harta tapi hidupnya diliputi kegelisahan.
Bahkan karena banyak harta, orang rusak jasmani dan karena berfoya-foya.
Ketenangan sebenarnya bersifat kejiwaan. Dan harta hanya sarana
memperoleh ketenangan itu. Dalam hubungan ini Dr. Hamzah Yakub
mengatakan, diantara kenikmatan, ketenangan dan kebahagiaan, ada yang
diperoleh karena sikap dan aktivitas batin yang telah menjadi watak
dan pribadi seseorang. Misalnya syukur, ikhlas, ridha dan sebagainya.
Ada pula yang diperoleh karena perjuangan dan kerja keras misalnya,
sabar dan mujahadah melawan hawa nafsu. Serta ada pula yang diperoleh
karena melaksanakan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan Rasul SAW
dalam hubungan sesama manusia. Dan ada kenikmatan spritual yang
diperoleh dalam beribadah seperti, menghayati puasa, khusyu' dalam
shalat, dzikir, doa dan istighfar.
Paparan di atas menunjukkan, ketenangan dapat diperoleh dengan
bersikap dan aktivitas batin yang baik. Kebahagiaan yang sama dapat
diraih pula oleh orang yang berhasil melawan ajakan nafsu yang buruk.
Juga dapat dirasakan oleh orang yang baik akhlaknya dan ibadahnya.
Orang yang berhasil dalam berjihad melawan nafsu dengan kendali ajaran
Allah dan RasulNya, akan hidup tenang dan membawa ketenangan pula
kepada lingkungan sosialnya. Karena ia telah memiliki sikap mental
yang baik dan suci, berakhlak baik dan mulia serta berhasil baik dalam
melakukan dan menghayati tugas ibadah yang diwajibkan kepadanya.
Sebaliknya, orang yang terus mengikuti hawa nafsunya akan banyak
merasa gelisah. Terkadang menimbulkan bencana bagi dirinya dan orang
lain. Orang yang bertakwa kepada Allah akan tetap tenang dalam
kebenarannya baik ketika senang maupun sedih. Sekalipun mengalami
kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ia tidak mengadakan
reaksi agresif dan membabi buta, tetapi tetap memberikan reaksi
positif, sabar menanti dan rela menerima cobaan dari Allah dan tawakal
kepadaNya. Suasana tenang pada diri Mukmin dinyatakan Allah dalam
surat Al Ra'du ayat 28-29 : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allahlah hati menjadi tentram dan tenang. Orang-orang yang
beriman dan beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali
yang baik."
Dengan modal iman kepada Allah dan selalu mengingatNya, dimana dan
dalam keadaan manapun ia berada, orang akan dapat merasakan ketenangan
hakiki. Di akhirat ia akan mendapatkan kebahagiaan dan tempat yang
baik sebagai balasan dari Allah atas iman dan amal shalehnya.
Orang mukmin dan takwa yang tetap beramal shaleh dan tidak menuruti
kehendak nafsunya, hingga di pintu matinya pun tetap tenang karena
amal shaleh yang dikerjakan saat hidupnya membekali dan membuatnya
siap menghadapi saat krisis itu.
Karena nafsu mengajak kepada yang jahat, maka perlu ditundukkan.
Menundukkannya dinilai sebagai jihad besar. Jihadun nafsi berarti
mencurahkan segala usaha, kekuatan dan kemampuan yang penuh
kesungguhan dalam memerangi musuh yang ada dalam diri, yaitu
kecenderungan yang disebabkan oleh dorongan nafsu yang hendak
menjerumuskan manusia. Menangkal godaan setan dan ajakan nafsu tercela
sama-sama dipandang sebagai jihad besar. Tetapi jihadun nafsu bisa
dipandang lebih baesar dan lebih sulit.
Selain syahwat jasmani seperti keinginan kepada makanan, pakaian,
tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya yang menjadi obyek nafsu
amarah, juga keinginan yang bersifat maknawiyah (psikis dan sosial)
seperti perasaan ingin dipuji, mencintai kedudukan, pangka dan status
sosial lebih tinggi.
Nafsu amarah dapat membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan tujuan untuk menandingi lawan dan mencapai status
sosial yang lebih tinggi. Jika seorang atau suatu bangsa yang maju
ilmu dan teknologinya telah dikuasai oleh nafsu amarah, maka hasil
kemajuannya itu akan dijadikan alat untuk kemaslahatan umat manusia.
Dalam kitab Al Risalat Al Qusyairiyah, Al Qusyairi mengatakan, nafsu
amarah adalah yang mendorong kepada kehancuran, membantu musuh manusia
(setan) dan memiliki banyak keburukan.
Keinginan nafsu-nafsu dalam diri manusia, seperti diterangkan para
ulama, mempunyai faedah. Misalnya dorongan nafsu seks berfaedah untuk
melangsungkan keturunan manusia. Selain itu, menurut Ibnu Qudamah
nafsu seks juga berfaedah agar manusia dapat merasakan sebagian
kenikmatan akhirat. Supaya besar kerinduannya untuk menikmatinya
kembali kelak di akhirat.
Tetapi nafsu seks berupa rangsangan erotik juga menyebabkan terjadinya
malapetaka besar jika tidak terkendali. Ia berfaedah ketika tersalur
secara benar. Nafsu lawamah sebenarnya nafsu yang baik. Namun
tingkatannya berada di bawah nafsu muthmainah. Nafsu ini sering
terkalahkan oleh sifat loba, rakus dan sebagainya sehingga menjadi
nafsu yang tercela pula.
Dunia materi adalah obyek nafsu lawamah, karena harta benda dapat
memenuhi kebutuhan jasmaniah manusia. Nafsu lawamah dapat mendorong
orang mencari harta dan harta adalah sesuatu yang dapat membawa
kemajuan. Karena orientasinya kepada harta, maka seseorang yang
dikuasai oleh nafsu lawamah pandangan hidupnya bersifat materialistik
dan mementingkan lahiriyah. Karena keserakahannya, ia tidak pernah
puas. Kalau nafsu lawamah ada pada orang kaya, ia tidak mau bersyukur,
tidak mau memberi sedekah dan sebagainya. Dan jika ada pada orang
miskin, maka orang itu tidak punya kesabaran bahkan cemburu, iri hati
dan sebagainya yang dapat menyebabkan ketegangan jiwa. Nafsu serakah
juga dapat menyebabkan timbulnya rasa sangat mencintai harta (al
hirshu) dan ketamakan. Dan karena sifat inilah maka orang bersifat
materialistik dan egois.
Nafsu lawamah dinyatakan dalam surat al Qiyamah ayat 2, artinya: "Dan
Aku Allah bersumpah dengan nafsu lawamah."
Nafsu muthmainah adalah nafsu yang tenang dan setia, membimbing
manusia hidup berbakti kepada Allah. Jika nafsu ini berada pada orang
kaya ia tidak akan tamak dan tidak rakus dengan kekayaannya. Tangannya
selalu terulur memberi pertolongan kepada siapa saja. Orang yang
bernafsu muthmainah hatinya lunak menerima ajaran Allah dan ibadahnya
bertambah-tambah. Bilamana mendapat ujian yang tidak menyenangkan, ia
akan menerimanya dengan sabar dan tenang. Dia juga tidak mau hidup
senang sendirian dan melupakan masyarakat sekelilingnya yang perlu
ditolong. Amal sosialnya banyak, rendah hati dan sebagainya.
Nafsu yang bukan tercela adalah nafsu yang tunduk kepada kehendak
Allah. Bukan yang senantiasa mengikuti kehendak nafsu sendiri. Oleh
karena itu, menurut Islam nafsu harus dikendalikan menurut cara yang
wajar dan benar. Bukan dimatikan atau dilampiaskan sesuka hati. Firman
Allah, surat An Nazi'at ayat 40-41 : "Dan adapun orang yang takut
kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya,
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.
Link:
http://cahayamuslim.blogspot.com/2007/ 07/pengendalian- nafsu.html
9 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa
9 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa
sumber
http://ramadhan.okezone.com
Ada sejumlah persoalan yang sering menjadi perselisihan di antara kaum
muslimin seputar pembatal-pembatal puasa. Di antaranya memang ada yang
menjadi permasalahan yang diperselisihkan di antara para ulama, namun
ada pula hanya sekedar anggapan yang berlebih-lebihan dan tidak
dibangun di atas dalil.
Keterangan-keterang an yang dibawakan nantinya sebagian besar
diambilkan dari kitab Fatawa Ramadhan -cetakan pertama dari penerbit
Adhwaa As-salaf- yang berisi kumpulan fatwa para ulama seperti
Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-'Utsaimin, Asy-Syaikh Shalih
Al-Fauzan, dan lain-lain rahimahumullahu ajmain.
Di antara faidah yang bisa kita ambil dari kitab tersebut adalah:
1. Bahwa orang yang melakukan pembatal-pembatal puasa dalam keadaan
lupa, dipaksa, dan tidak tahu dari sisi hukumnya, maka tidaklah batal
puasanya. Begitu pula orang yang tidak tahu dari sisi waktunya seperti
orang yang menjalankan sahur setelah terbit fajar dalam keadaan yakin
bahwa waktu fajar belum tiba.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah setelah
menjelaskan tentang pembatal-pembatal puasa, berkata: "Dan
pembatal-pembatal ini akan merusak puasa, namun tidak merusaknya
kecuali memenuhi tiga syarat: mengetahui hukumnya, ingat (tidak dalam
keadaan lupa) dan bermaksud melakukannya (bukan karena terpaksa).
2. Orang yang muntah bukan karena keinginannya (tidak sengaja)
tidaklah batal puasanya. Hal ini sebagaimana tersebut dalam hadits:
"Barang siapa yang muntah karena tidak disengaja, maka tidak ada
kewajiban bagi dia untuk mengganti puasanya. Dan barang siapa yang
muntah dengan sengaja maka wajib baginya untuk mengganti puasanya.?
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang lainnya, dishahihkan
oleh As-Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Al-Irwa no. 930)
Oleh karena itu, orang yang merasa mual ketika dia menjalankan puasa,
sebaiknya tidak berusaha memuntahkan apa yang ada dalam perutnya
dengan sengaja, karena hal ini akan membatalkan puasanya. Dan jangan
pula dia menahan muntahnya karena inipun akan berakibat negatif bagi
dirinya. Maka biarkan muntahan itu keluar dengan sendirinya karena hal
tersebut tidak membatalkan puasa. (Fatawa Ramadhan, 2/481)
3. Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa. Berkata Asy-Syaikh Ibnu
Baz rahimahullah:
"Tidak mengapa untuk menelan ludah dan saya tidak melihat adanya
perselisihan ulama dalam hal ini, karena hal ini tidak mungkin untuk
dihindari dan akan sangat memberatkan. Adapun dahak maka wajib untuk
diludahkan apabila telah berada di rongga mulut dan tidak boleh bagi
orang yang berpuasa untuk menelannya karena hal itu memungkinkan untuk
dilakukan dan tidak sama dengan ludah.?
4. Keluar darah bukan karena keinginannya seperti luka atau karena
keinginannya namun dalam jumlah yang sedikit tidaklah membatalkan
puasa. Berkata Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah dalam beberapa
fatwanya:
a. "Keluarnya darah di gigi tidaklah mempengaruhi puasa selama menjaga
agar darahnya tidak ditelan??.
b. "Pengetesan darah tidaklah mengapa bagi orang yang berpuasa yaitu
pengambilan darah untuk diperiksa jenis golongan darahnya dan
dilakukan karena keinginannya maka tidak apa-apa??.
c. "Pengambilan darah dalam jumlah yang banyak apabila berakibat
dengan akibat yang sama dengan melakukan berbekam, seperti menyebabkan
lemahnya badan dan membutuhkan zat makanan, maka hukumnya sama dengan
berbekam (yaitu batal puasanya)?? (Fatawa Ramadhan, 2/460-466).
Maka orang yang keluar darahnya akibat luka di giginya baik karena
dicabut atau karena terluka giginya tidaklah batal puasanya. Namun dia
tidak boleh menelan darah yang keluar itu dengan sengaja. Begitu pula
orang yang dikeluarkan sedikit darahnya untuk diperiksa golongan
darahnya tidaklah batal puasanya.
Kecuali bila darah yang dikeluarkan dalam jumlah yang banyak sehingga
membuat badannya lemah, maka hal tersebut membatalkan puasa
sebagaimana orang yang berbekam (yaitu mengeluarkan darah dengan cara
tertentu dalam rangka pengobatan).
Meskipun terjadi perbedaan pendapat yang cukup kuat dalam masalah ini,
namun yang menenangkan tentunya adalah keluar dari perbedaan pendapat.
Maka bagi orang yang ingin melakukan donor darah, sebaiknya dilakukan
di malam hari, karena pada umumnya darah yang dikeluarkan jumlahnya
besar. Kecuali dalam keadaan yang sangat dibutuhkan, maka dia boleh
melakukannya di siang hari dan yang lebih hati-hati adalah agar dia
mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan.
5. Pengobatan yang dilakukan melalui suntik, tidaklah membatalkan
puasa, karena obat suntik tidak tergolong makanan atau minuman.
Berbeda halnya dengan infus, maka hal itu membatalkan puasa karena dia
berfungsi sebagai zat makanan. Begitu pula pengobatan melalui tetes
mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa kecuali bila dia yakin
bahwa obat tersebut mengalir ke kerongkongan.
Terdapat perbedaan pendapat apakah mata dan telinga merupakan saluran
ke kerongkongan sebagaimana mulut dan hidung, ataukah bukan. Namun
wallahu alam yang benar adalah bahwa keduanya bukanlah saluran yang
akan mengalirkan obat ke kerongkongan. Maka obat yang diteteskan
melalui mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa. Meskipun bagi
yang merasakan masuknya obat ke kerongkongan tidak mengapa baginya
untuk mengganti puasanya agar keluar dari perselisihan. (Fatawa
Ramadhan, 2/510-511)
6. Mencium dan memeluk istri tidaklah membatalkan puasa apabila tidak
sampai keluar air mani meskipun mengakibatkan keluarnya madzi.
Rasulullah n bersabda dalam sebuah hadits shahih yang artinya:
"Dahulu Rasulullah n mencium (istrinya) dalam keadaan beliau berpuasa
dan memeluk (istrinya) dalam keadaan beliau puasa, akan tetapi beliau
adalah orang yang paling mampu menahan syahwatnya di antara kalian.?
(Lihat takhrijnya dalam kitab Al-Irwa, hadits no. 934)
Akan tetapi bagi orang yang khawatir akan keluarnya mani dan terjatuh
pada perbuatan jima karena syahwatnya yang kuat, maka yang terbaik
baginya adalah menghindari perbuatan tersebut. Karena puasa bukanlah
sekedar meninggalkan makan atau minum, tetapi juga meninggalkan syahwatnya
7. Bagi laki-laki yang sedang berpuasa diperbolehkan untuk keluar
rumah dengan memakai wewangian. Namun bila wewangian itu berasal dari
suatu asap atau semisalnya, maka tidak boleh untuk menghirupnya atau
menghisapnya. Juga diperbolehkan baginya untuk menggosok giginya
dengan pasta gigi kalau dibutuhkan.
Namun dia harus menjaga agar tidak ada yang tertelan ke dalam
tenggorokan, sebagaimana diperbolehkan bagi dirinya untuk berkumur dan
memasukkan air ke hidung dengan tidak terlalu kuat agar tidak ada air
yang tertelan atau terhisap. Namun seandainya ada yang tertelan atau
terhisap dengan tidak sengaja, maka tidak membatalkan puasa. Hal ini
sebagaimana disebutkan dalam hadits:
"Bersungguh- sungguhlah dalam istinsyaq (menghirup air ketika berwudhu)
kecuali jika engkau sedang berpuasa (maka tidak perlu
bersungguh-sungguh) .? (HR. Abu Dawud, 1/132, dan At-Tirmidzi, 3/788,
An-Nasai, 1/66, dan dishahihkan oleh As-Syaikh Al-Albani t di Al-Irwa,
hadits no. 935)
8. Diperbolehkan bagi orang yang berpuasa untuk menyiram kepala dan
badannya dengan air untuk mengurangi rasa panas atau haus. Bahkan
boleh pula untuk berenang di air dengan selalu menjaga agar tidak ada
air yang tertelan ke tenggorokan.
9. Mencicipi masakan tidaklah membatalkan puasa, dengan menjaga jangan
sampai ada yang masuk ke kerongkongan.
"Tidak apa-apa bagi seseorang untuk mencicipi cuka dan lainnya yang
dia akan membelinya." (Atsar ini dihasankan As-Syaikh Al-Albani
rahimahullah di Al-Irwa no. 937)
Demikian beberapa hal yang bisa kami ringkaskan dari penjelasan para
ulama. Yang paling penting bagi setiap muslim, adalah meyakini bahwa
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentu telah menjelaskan seluruh
hukum-hukum yang ada dalam syariat Islam ini.
Maka, tidak boleh menentukan sesuatu itu membatalkan puasa atau tidak
dengan perasaan semata. Bahkan harus mengembalikannya kepada dalil
dari Al Qur`an dan As Sunnah dan penjelasan para ulama.
Disarikan dari beberapa sumber (ahm)
www.beruangcokelat. com
sumber
http://ramadhan.okezone.com
Ada sejumlah persoalan yang sering menjadi perselisihan di antara kaum
muslimin seputar pembatal-pembatal puasa. Di antaranya memang ada yang
menjadi permasalahan yang diperselisihkan di antara para ulama, namun
ada pula hanya sekedar anggapan yang berlebih-lebihan dan tidak
dibangun di atas dalil.
Keterangan-keterang an yang dibawakan nantinya sebagian besar
diambilkan dari kitab Fatawa Ramadhan -cetakan pertama dari penerbit
Adhwaa As-salaf- yang berisi kumpulan fatwa para ulama seperti
Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-'Utsaimin, Asy-Syaikh Shalih
Al-Fauzan, dan lain-lain rahimahumullahu ajmain.
Di antara faidah yang bisa kita ambil dari kitab tersebut adalah:
1. Bahwa orang yang melakukan pembatal-pembatal puasa dalam keadaan
lupa, dipaksa, dan tidak tahu dari sisi hukumnya, maka tidaklah batal
puasanya. Begitu pula orang yang tidak tahu dari sisi waktunya seperti
orang yang menjalankan sahur setelah terbit fajar dalam keadaan yakin
bahwa waktu fajar belum tiba.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah setelah
menjelaskan tentang pembatal-pembatal puasa, berkata: "Dan
pembatal-pembatal ini akan merusak puasa, namun tidak merusaknya
kecuali memenuhi tiga syarat: mengetahui hukumnya, ingat (tidak dalam
keadaan lupa) dan bermaksud melakukannya (bukan karena terpaksa).
2. Orang yang muntah bukan karena keinginannya (tidak sengaja)
tidaklah batal puasanya. Hal ini sebagaimana tersebut dalam hadits:
"Barang siapa yang muntah karena tidak disengaja, maka tidak ada
kewajiban bagi dia untuk mengganti puasanya. Dan barang siapa yang
muntah dengan sengaja maka wajib baginya untuk mengganti puasanya.?
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang lainnya, dishahihkan
oleh As-Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Al-Irwa no. 930)
Oleh karena itu, orang yang merasa mual ketika dia menjalankan puasa,
sebaiknya tidak berusaha memuntahkan apa yang ada dalam perutnya
dengan sengaja, karena hal ini akan membatalkan puasanya. Dan jangan
pula dia menahan muntahnya karena inipun akan berakibat negatif bagi
dirinya. Maka biarkan muntahan itu keluar dengan sendirinya karena hal
tersebut tidak membatalkan puasa. (Fatawa Ramadhan, 2/481)
3. Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa. Berkata Asy-Syaikh Ibnu
Baz rahimahullah:
"Tidak mengapa untuk menelan ludah dan saya tidak melihat adanya
perselisihan ulama dalam hal ini, karena hal ini tidak mungkin untuk
dihindari dan akan sangat memberatkan. Adapun dahak maka wajib untuk
diludahkan apabila telah berada di rongga mulut dan tidak boleh bagi
orang yang berpuasa untuk menelannya karena hal itu memungkinkan untuk
dilakukan dan tidak sama dengan ludah.?
4. Keluar darah bukan karena keinginannya seperti luka atau karena
keinginannya namun dalam jumlah yang sedikit tidaklah membatalkan
puasa. Berkata Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah dalam beberapa
fatwanya:
a. "Keluarnya darah di gigi tidaklah mempengaruhi puasa selama menjaga
agar darahnya tidak ditelan??.
b. "Pengetesan darah tidaklah mengapa bagi orang yang berpuasa yaitu
pengambilan darah untuk diperiksa jenis golongan darahnya dan
dilakukan karena keinginannya maka tidak apa-apa??.
c. "Pengambilan darah dalam jumlah yang banyak apabila berakibat
dengan akibat yang sama dengan melakukan berbekam, seperti menyebabkan
lemahnya badan dan membutuhkan zat makanan, maka hukumnya sama dengan
berbekam (yaitu batal puasanya)?? (Fatawa Ramadhan, 2/460-466).
Maka orang yang keluar darahnya akibat luka di giginya baik karena
dicabut atau karena terluka giginya tidaklah batal puasanya. Namun dia
tidak boleh menelan darah yang keluar itu dengan sengaja. Begitu pula
orang yang dikeluarkan sedikit darahnya untuk diperiksa golongan
darahnya tidaklah batal puasanya.
Kecuali bila darah yang dikeluarkan dalam jumlah yang banyak sehingga
membuat badannya lemah, maka hal tersebut membatalkan puasa
sebagaimana orang yang berbekam (yaitu mengeluarkan darah dengan cara
tertentu dalam rangka pengobatan).
Meskipun terjadi perbedaan pendapat yang cukup kuat dalam masalah ini,
namun yang menenangkan tentunya adalah keluar dari perbedaan pendapat.
Maka bagi orang yang ingin melakukan donor darah, sebaiknya dilakukan
di malam hari, karena pada umumnya darah yang dikeluarkan jumlahnya
besar. Kecuali dalam keadaan yang sangat dibutuhkan, maka dia boleh
melakukannya di siang hari dan yang lebih hati-hati adalah agar dia
mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan.
5. Pengobatan yang dilakukan melalui suntik, tidaklah membatalkan
puasa, karena obat suntik tidak tergolong makanan atau minuman.
Berbeda halnya dengan infus, maka hal itu membatalkan puasa karena dia
berfungsi sebagai zat makanan. Begitu pula pengobatan melalui tetes
mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa kecuali bila dia yakin
bahwa obat tersebut mengalir ke kerongkongan.
Terdapat perbedaan pendapat apakah mata dan telinga merupakan saluran
ke kerongkongan sebagaimana mulut dan hidung, ataukah bukan. Namun
wallahu alam yang benar adalah bahwa keduanya bukanlah saluran yang
akan mengalirkan obat ke kerongkongan. Maka obat yang diteteskan
melalui mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa. Meskipun bagi
yang merasakan masuknya obat ke kerongkongan tidak mengapa baginya
untuk mengganti puasanya agar keluar dari perselisihan. (Fatawa
Ramadhan, 2/510-511)
6. Mencium dan memeluk istri tidaklah membatalkan puasa apabila tidak
sampai keluar air mani meskipun mengakibatkan keluarnya madzi.
Rasulullah n bersabda dalam sebuah hadits shahih yang artinya:
"Dahulu Rasulullah n mencium (istrinya) dalam keadaan beliau berpuasa
dan memeluk (istrinya) dalam keadaan beliau puasa, akan tetapi beliau
adalah orang yang paling mampu menahan syahwatnya di antara kalian.?
(Lihat takhrijnya dalam kitab Al-Irwa, hadits no. 934)
Akan tetapi bagi orang yang khawatir akan keluarnya mani dan terjatuh
pada perbuatan jima karena syahwatnya yang kuat, maka yang terbaik
baginya adalah menghindari perbuatan tersebut. Karena puasa bukanlah
sekedar meninggalkan makan atau minum, tetapi juga meninggalkan syahwatnya
7. Bagi laki-laki yang sedang berpuasa diperbolehkan untuk keluar
rumah dengan memakai wewangian. Namun bila wewangian itu berasal dari
suatu asap atau semisalnya, maka tidak boleh untuk menghirupnya atau
menghisapnya. Juga diperbolehkan baginya untuk menggosok giginya
dengan pasta gigi kalau dibutuhkan.
Namun dia harus menjaga agar tidak ada yang tertelan ke dalam
tenggorokan, sebagaimana diperbolehkan bagi dirinya untuk berkumur dan
memasukkan air ke hidung dengan tidak terlalu kuat agar tidak ada air
yang tertelan atau terhisap. Namun seandainya ada yang tertelan atau
terhisap dengan tidak sengaja, maka tidak membatalkan puasa. Hal ini
sebagaimana disebutkan dalam hadits:
"Bersungguh- sungguhlah dalam istinsyaq (menghirup air ketika berwudhu)
kecuali jika engkau sedang berpuasa (maka tidak perlu
bersungguh-sungguh) .? (HR. Abu Dawud, 1/132, dan At-Tirmidzi, 3/788,
An-Nasai, 1/66, dan dishahihkan oleh As-Syaikh Al-Albani t di Al-Irwa,
hadits no. 935)
8. Diperbolehkan bagi orang yang berpuasa untuk menyiram kepala dan
badannya dengan air untuk mengurangi rasa panas atau haus. Bahkan
boleh pula untuk berenang di air dengan selalu menjaga agar tidak ada
air yang tertelan ke tenggorokan.
9. Mencicipi masakan tidaklah membatalkan puasa, dengan menjaga jangan
sampai ada yang masuk ke kerongkongan.
"Tidak apa-apa bagi seseorang untuk mencicipi cuka dan lainnya yang
dia akan membelinya." (Atsar ini dihasankan As-Syaikh Al-Albani
rahimahullah di Al-Irwa no. 937)
Demikian beberapa hal yang bisa kami ringkaskan dari penjelasan para
ulama. Yang paling penting bagi setiap muslim, adalah meyakini bahwa
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentu telah menjelaskan seluruh
hukum-hukum yang ada dalam syariat Islam ini.
Maka, tidak boleh menentukan sesuatu itu membatalkan puasa atau tidak
dengan perasaan semata. Bahkan harus mengembalikannya kepada dalil
dari Al Qur`an dan As Sunnah dan penjelasan para ulama.
Disarikan dari beberapa sumber (ahm)
www.beruangcokelat. com
Sergapan Rasa Memiliki
Sergapan Rasa Memiliki
...milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-
Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
♥♥♥
Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.
Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..
Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..
Source: buku baru Salim A. Fillah : Jalan Cinta Para Pejuang/Gairah/ Sergapan Rasa Memiliki, by Pro-U Media 2008
...milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-
Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
♥♥♥
Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.
Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..
Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..
Source: buku baru Salim A. Fillah : Jalan Cinta Para Pejuang/Gairah/ Sergapan Rasa Memiliki, by Pro-U Media 2008
Olimpiade Beijing dan Introspeksi Dunia Islam
*Olimpiade Beijing dan Introspeksi Dunia Islam*
Hiruk pikuk olimpiade Beijing di Bejing dapat dijadikan untuk mengajak umat
melakkan introspeksi untuk melihat berbagai kegagalan-kegagalan kita
Oleh M. Syamsi Ali*
Dua minggu terakhir China sedang menjadi pusat perhatian mata. Bermilyar
manusia dari seluruh penjuru dunia menonton perhelatan dahsyat 4 tahunan,
Olympic games, yang tidak saja dituan-rumahi oleh negara berpenduduk
terbesar dunia itu, tapi juga didominasi dalam peraihan medali.
China memang fenomenal. Mungkin kata yang paling pantas adalah bahwa China
memang dahsyat dan fantastik. China sejak dulu, tidak saja dikenal sebagai
sebuah negara, tapi sebuah peradaban yang yang sejak kala dulu banyak
mendominasi dunia kita. Siapa yang tidak kenal sejarah nusantara yang juga
tidak terlepas dari sejarah peradaban China?
Di saat-saat hampir semua negara di Asia digoncang oleh krisis ekonomi dan
finansial di tahun penghujung 1997, China dengan tegar dan kokoh solid
melalui krisis itu tanpa pengaruh yang bermakna. Jika saja kita melihat
negara-negara ASEAN saat ini, termasuk dua negara Muslim mayoritas,
Indonesia dan Malaysia, nampak Chinalah yang mendominasi.
Dalam dunia internasional, China dengan kalem tapi mulus dalam menjual
dominasinya hampir dalam seluruh linea kehidupan global. Di PBB sendiri
China memiliki posisi yang sangat diperhitungkan, bahkan terkadang lebih
dperhitungkan ketimbang Rusia atau Prancis misalnya. Pasalnya, China
ternyata menancapkan kuku pengaruhnya di berbagai belahan dunia, khususnya
di Asia dan Afrika. Bahkan di beberapa negara Amerika Tengah dan Latin,
China memiliki pengaruh ekonomi yang berat.
Mungkin bagi kita yang tinggal di negara yang terkadang dijuluki 'the only
super power' ini, ternyata China pun bisa dikategorikan sudah menembus
dengan goncangan yang menakutkan. Berbagai produksi kecil, dari mainan
anak-anak (toys), makanan-makanan hewan piaraan, dll., telah merajai pasar
negara ini. Cukup mengkhawatirkan, sampai-sampai ada upaya untuk menjatuhkan
citra produksi China dengan kasus-kasus keracunan anjing, dan juga tuduhan
mainan anak-anak yang membahayakan. Tuduhan demi tuduhan itu begitu keras,
sampai-sampai semua siaran TV hanya menyiarkan hal tersebut berhari-hari.
Dunia Islam?
Mungkin perlu dibedakan secara jelas antara cita dan realita. Islam adalah
cita semua Muslim. Tapi Muslimlah yang kemudian harus membawa cita itu ke
sebuah realita. Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh dunai Islam saat
ini tidak ada hubungannya dengan Islam. Islam dalam kenyataannya adalah
kejayaan. Mungkin akan lebih tegas jika dikatakan: 'tiada kejayaan tanpa
Islam dan tiada Islam tanpa kejayaan'.
Bagi beberapa kalangan, pernyataan di atas tidak diterima. Potongan pertama
akan mentah-mentah ditolak oleh kalangan 'liberal-secular group', yang
selalu melihat sebuah kejayaan dengan keterlepasan dari nilai-nilai agama
(baca Islam). Sebaliknya, kalangan 'exclusive-minded group' sudah psti
menolak yang kedua karena bagi mereka Islam itu identik dengan keterlepasan
dari hiruk pikuk kemajuan dan kejayaan dunia. Bagi mereka, semua yang mirip
dengan apa yang mungkin dilihat sebagai kejayaan 'ala barat' adalah tidak
Islami dan bahkan antitesis dengan Islam.
Padahal, pernyataan di atas adalah ekspresi sederhana dari doa sapu jagad
umat: 'Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirah hasanah'. Bahwa umat
yang mengimani Islam memiliki cita hidup yang jelas, yaitu 'kejayaan dunia
dan kejayaan akhirat'.
Namun realitanya, dunia Islam sangat jauh dari cita yang agung itu. Umat
saat ini sedang merana di hampir seluruh linea kehidupannya. Bahkan hingga
di titik kehidupan yang paling esensial sekalipun, akidah, umat sedang
menghadapi krisis yang luar biasa. Saya katakana demikian, karena akidah
bertujuan membangun muru'ah (dalam bahasa lain, izzah) atau mungkin dalam
bahasa populernya 'self confidence'. Kenyataannya, umat kehilangan
kepercayaan diri, dan itu merupakan identifikasi krisis iman yang paling
nyata.
Secara ekonomi, dunia Islam dikaruniai nikmat kekayaan yang luar biasa. Ada
yang memperkirakan, lebih 65% kekayaan alam, dari minyak, pertambangan,
lautan, hutan, dll., di berbagai negara di Asia dan Afrika, ada di
negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Tapi menyakitkan, mereka
yang dikategorikan manusia-manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan juga
mayoritasnya ada di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Secara politik, hanya bilangan jari saja dari sekian negara-negara Muslim
yang mempraktekkan hukum 'syura'. Mayoritasnya, jika tidak dictatorship, ya
dipaksa untuk nmenerapkan sistim orang lain. Mungkin kelompok kedua ini
boleh jadi memakai sistim dengan istilah cantik, demokrasi misalnya. Tapi
kenyataannya, semua hanya simbolisme dominasi sistim yang orang lain
paksakan. Buktinya, sistim itu dianggap sukses jika 'delivering interests of
certain power'. Jika tidak, walau kenyataannya melakukan hal yang sama,
justeru dianggap tidak demokrasi.
Secara kultur dan sosial, dunia Islam masih sangat morat-marit. Kedisiplinan
dan etos kerja sangat jauh di atas rata-rata kedisiplinan dan etos kerja
orang-orang yang kita sebut 'kafir'. Betapa seharusnya kita kagum dengan
etos kerja orang-orang China di kota dunia, New York. Terbukti dengan
menjamurnya restoran-restoran China hampir di mana-mana. Demikian pula
dengan komunitas Korea, dll.
Dalam arena kehidupan global, umat Islam nyata termarjinalkan dalam segala
hal. Produk-produk untuk kebutuhan asasi umat, hatta dalam hal-hal yang
sifatnya ritual sekalipun, justeru diproduksi oleh orang lain. Lihatnya
pasar di mekah, dari tasbih, sajadah, baju jubah, dll., banyak justeru 'made
in China'.
Mungkin yang paling nyata adalah kenyataan bahwa di pusat diplomasi dunia,
PBB, dunia Islam sama sekali tidak terwakilkan secara baik. Suara
negara-negara Muslim hampir tidak terdengarkan di saat seharusnya didengar
karena membela hak-hak sesama yang terinjak-injak di berbagai belahan dunia.
Bandingkan antara jumlah negara Uni Eropa dengan negara-negara yang
tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Namun signifikasi suara
kedua organisasi (OKI dan EU) sangat berbeda, bagaikan langit dan bumi.
Alkhulasoh, umat Islam kini berada di sebuah jurang kegagalan. Dan sangat
menyedihkan, terkadang kegagalan-kegagalan itu justeru dirasakan oleh
sebagian sebagai 'Islamically justified'.
Apa Gerangan?
Kenyataan ini menjadikan banyak kalangan yang tidak habis pikir. Apa
gerangan? Apa yang sedang terjadi? Apa penyebab sehingga terjadi seperti
itu? Bukankah umat Islam pernah jaya lebih 7 abad? Sebuah kejayaan
terpanjang dalam sejarah hidup manusia?
Pada akhirnya, banyak kalangan pengamat hanya bisa menempatkan pengamatan
mereka di satu sisi. Terkadang Islamnya yang disesali. Atau sebaliknya,
terkadang apa yang dipersepsikan sebagai lawan Islam yang disesali.
Terkadang pula para pengamat itu hanya mengantar umat kepada sikap 'menuduh'
dan atau 'menyesali'. Menuduh orang lain atas kegagalan-kegagalan umat. Atau
sebaliknya juga menyesali diri sendiri atas kegagalan-kegagalan itu.
Yang disayangkan, bahwa ada kecenderungan sebagian untuk saling melemparkan
kesalahan. Dan tentunya yang paling tidak membahayakan, ketika pihak-pihak
tertentu merasa 'dirinyalah atau metode pendekatannyalah' yang absolute
benar. Semua yang tidak sejalan salah dan bahkan dianggap menjadi penyebab
atau kontributor kegagalan-kegagalan itu.
Dalam hal ini, ada dua pandangan ekstrim yang sedang berlaga. Pandangan yang
mengatakan bahwa dunia Islam saat ini terbelakang karena masih terkungkung
oleh konsepsi syariah Islam, yang menurutnya, hanya menjadi aral dalam upaya
mencapai kejayaan itu. Sebaliknya, ada pula yang sangat simplistik dalam
melihat bahwa berbagai kegagalan disebabkan oleh tidak ditegakkannya syariah
Islam. Yang runyam, ketika syari'ah Islam ditafsirkan secara sempit dengan
berbagai simbolisme agama yang sama sekali tidak menyentuh substansi
kehidupan manusia.
Dalam sebuah dialog antar agama (Islam dan Yahudi) di New York University
(NYU) beberapa waktu lalu, saya ditanya oleh seorang peserta: 'Bagaimana
sikap anda jika ada Muslim yang ingin mempraktekkan syariah di Amerika?'
Sebagian peserta Muslim tentu bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Ada pula yang cenderung mengatakan bahwa syari'ah itu adalah isu lama, yang
tidak ada lagi dalam agama ini. Sebagian yang lain, menginginkan jika saya
menegaskan bahwa tujuan mulia Islam memang adalah menegakkan syari'ah dalam
sebuah tatanan pemerintahan Islam yang disebut khilafah.
Dengan tenang dan senyum, saya jawab bahwa sesungguhnya dari pertanyaan anda
saya memahami jika anda sedang phobic (ketakutan) dengan konsep syari'ah.
Itu menandakan bahwa yang perlu saya lakukan bukan menjelaskan sikap saya,
tapi menjelaskan konsepsi syari'ah untuk membenarkan persepsi anda tentang
syari'ah itu sendiri.
'Syari'ah adalah jalan hidup. Syari'ah adalah aturan yang mengatur kehidupan
seorang Muslim secara menyeluruh, yang dirincikan kemudian dalam sistim
hukum mufasshol (detail) yang disebut fiqh. Intinya, tiada Islam tanpa
Syari'ah, dan bagi seorang Muslim tiada kehidupan bermakna tanpa Syari'ah'.
Jawaban saya di atas tentunya mengejutkan bagi sang penanya.
Penjelasan-penjelas an saya tentang Islam yang terbuka, bersahabat, maju,
berbudaya, dll., seolah sirna dengan penjelasan saya tentang Syari'ah
tersebut. Bagi dia, seharusnya saya mengatakan bahwa Syari'ah itu adalah
hukum kuno yang hanya berlaku 25 abad silam. Kini, dengan kehidupan modern
di abad 21, umat tidak perlu lagi syari'ah.
Tapi kemudian saya susuli: 'Amerika Serikat, sebagai sebuah negara dan
bangsa, telah mempraktekkan banyak hal yang sifatnya syari'ah. Bahkan tidak
berlebihan jika saya katakan, dalam beberapa hal, Amerika lebih
mempraktekkan syari'ah dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.
'Keadilan, kesetaraan, kemerdekaan, dan pertanggung jawaban publik' adalah
bagian tak terpisahkan dan bahkan menjadi asas dari seluruh sendi-sendi
kehidupan syari'ah kemudian'.
Penjelasan saya tersebut ternyata tercerna secara baik oleh sebagian besar
peserta. Sehingga pada akhirnya saya bisa mengatakan, apa yang anda saksikan
saat ini di berbagai belahan dunia Islam, dari kediktatoran, kemiskinan,
keterbelakangan di dunia sains dan teknologi, hilangnya kedisiplinan sosial
dan rendahnya etos kerja, semua itu menunjukkan kegagalan umat Islam dalam
menerapkan syari'ah yang sejati.
Pada akhirnya, dengan hiruk pikuk olimpiade Beijing saat ini, umat diajak
untuk melakukan introspeksi. Apakah kegagalan-kegagalan itu karena konsepsi
Islam? Atau sebaliknya, berbagai kegagalan yang terjadi justeru disebabkan
oleh kegagalan umat dalam menerapkan syari'ah yang sejati. Kalaulah Syari'ah
itu menjadi 'penghalang' kebangkitan, seharusnya Turki saat ini lebih hebat
dari Jerman. Sebaliknya, seandainya 'pengakuan Syari'ah' itu menjadi fondasi
kejayaan, tentu Saudi Arabia telah jauh lebih maju ketimbang Singapura.
Saya hanya kembali diingatkan oleh pernyataan Prof. Dr. Habibie, untuk
bangkit diperlukan manusia-manusia yang berotak Jerman, tapi berhati Mekah.
Mungkinkah? Pasti bisa karena itulah makna 'ulil al baab' yang memiliki dua
sayap yang mampu menghantarkannya kepada kehidupan yang lebih tinggi, yaitu
'sayap dzikir dan sayap fikir'.
"alladzina yadzkuruna Allaha qiyaaman wa Qu'uudan wa 'aala junuubihm, wa
yatafakkaruna fi khalqis samawati wal al ardh."
New York , 20 Agustus 2008
Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi
adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah. com
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28
Hiruk pikuk olimpiade Beijing di Bejing dapat dijadikan untuk mengajak umat
melakkan introspeksi untuk melihat berbagai kegagalan-kegagalan kita
Oleh M. Syamsi Ali*
Dua minggu terakhir China sedang menjadi pusat perhatian mata. Bermilyar
manusia dari seluruh penjuru dunia menonton perhelatan dahsyat 4 tahunan,
Olympic games, yang tidak saja dituan-rumahi oleh negara berpenduduk
terbesar dunia itu, tapi juga didominasi dalam peraihan medali.
China memang fenomenal. Mungkin kata yang paling pantas adalah bahwa China
memang dahsyat dan fantastik. China sejak dulu, tidak saja dikenal sebagai
sebuah negara, tapi sebuah peradaban yang yang sejak kala dulu banyak
mendominasi dunia kita. Siapa yang tidak kenal sejarah nusantara yang juga
tidak terlepas dari sejarah peradaban China?
Di saat-saat hampir semua negara di Asia digoncang oleh krisis ekonomi dan
finansial di tahun penghujung 1997, China dengan tegar dan kokoh solid
melalui krisis itu tanpa pengaruh yang bermakna. Jika saja kita melihat
negara-negara ASEAN saat ini, termasuk dua negara Muslim mayoritas,
Indonesia dan Malaysia, nampak Chinalah yang mendominasi.
Dalam dunia internasional, China dengan kalem tapi mulus dalam menjual
dominasinya hampir dalam seluruh linea kehidupan global. Di PBB sendiri
China memiliki posisi yang sangat diperhitungkan, bahkan terkadang lebih
dperhitungkan ketimbang Rusia atau Prancis misalnya. Pasalnya, China
ternyata menancapkan kuku pengaruhnya di berbagai belahan dunia, khususnya
di Asia dan Afrika. Bahkan di beberapa negara Amerika Tengah dan Latin,
China memiliki pengaruh ekonomi yang berat.
Mungkin bagi kita yang tinggal di negara yang terkadang dijuluki 'the only
super power' ini, ternyata China pun bisa dikategorikan sudah menembus
dengan goncangan yang menakutkan. Berbagai produksi kecil, dari mainan
anak-anak (toys), makanan-makanan hewan piaraan, dll., telah merajai pasar
negara ini. Cukup mengkhawatirkan, sampai-sampai ada upaya untuk menjatuhkan
citra produksi China dengan kasus-kasus keracunan anjing, dan juga tuduhan
mainan anak-anak yang membahayakan. Tuduhan demi tuduhan itu begitu keras,
sampai-sampai semua siaran TV hanya menyiarkan hal tersebut berhari-hari.
Dunia Islam?
Mungkin perlu dibedakan secara jelas antara cita dan realita. Islam adalah
cita semua Muslim. Tapi Muslimlah yang kemudian harus membawa cita itu ke
sebuah realita. Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh dunai Islam saat
ini tidak ada hubungannya dengan Islam. Islam dalam kenyataannya adalah
kejayaan. Mungkin akan lebih tegas jika dikatakan: 'tiada kejayaan tanpa
Islam dan tiada Islam tanpa kejayaan'.
Bagi beberapa kalangan, pernyataan di atas tidak diterima. Potongan pertama
akan mentah-mentah ditolak oleh kalangan 'liberal-secular group', yang
selalu melihat sebuah kejayaan dengan keterlepasan dari nilai-nilai agama
(baca Islam). Sebaliknya, kalangan 'exclusive-minded group' sudah psti
menolak yang kedua karena bagi mereka Islam itu identik dengan keterlepasan
dari hiruk pikuk kemajuan dan kejayaan dunia. Bagi mereka, semua yang mirip
dengan apa yang mungkin dilihat sebagai kejayaan 'ala barat' adalah tidak
Islami dan bahkan antitesis dengan Islam.
Padahal, pernyataan di atas adalah ekspresi sederhana dari doa sapu jagad
umat: 'Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirah hasanah'. Bahwa umat
yang mengimani Islam memiliki cita hidup yang jelas, yaitu 'kejayaan dunia
dan kejayaan akhirat'.
Namun realitanya, dunia Islam sangat jauh dari cita yang agung itu. Umat
saat ini sedang merana di hampir seluruh linea kehidupannya. Bahkan hingga
di titik kehidupan yang paling esensial sekalipun, akidah, umat sedang
menghadapi krisis yang luar biasa. Saya katakana demikian, karena akidah
bertujuan membangun muru'ah (dalam bahasa lain, izzah) atau mungkin dalam
bahasa populernya 'self confidence'. Kenyataannya, umat kehilangan
kepercayaan diri, dan itu merupakan identifikasi krisis iman yang paling
nyata.
Secara ekonomi, dunia Islam dikaruniai nikmat kekayaan yang luar biasa. Ada
yang memperkirakan, lebih 65% kekayaan alam, dari minyak, pertambangan,
lautan, hutan, dll., di berbagai negara di Asia dan Afrika, ada di
negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Tapi menyakitkan, mereka
yang dikategorikan manusia-manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan juga
mayoritasnya ada di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Secara politik, hanya bilangan jari saja dari sekian negara-negara Muslim
yang mempraktekkan hukum 'syura'. Mayoritasnya, jika tidak dictatorship, ya
dipaksa untuk nmenerapkan sistim orang lain. Mungkin kelompok kedua ini
boleh jadi memakai sistim dengan istilah cantik, demokrasi misalnya. Tapi
kenyataannya, semua hanya simbolisme dominasi sistim yang orang lain
paksakan. Buktinya, sistim itu dianggap sukses jika 'delivering interests of
certain power'. Jika tidak, walau kenyataannya melakukan hal yang sama,
justeru dianggap tidak demokrasi.
Secara kultur dan sosial, dunia Islam masih sangat morat-marit. Kedisiplinan
dan etos kerja sangat jauh di atas rata-rata kedisiplinan dan etos kerja
orang-orang yang kita sebut 'kafir'. Betapa seharusnya kita kagum dengan
etos kerja orang-orang China di kota dunia, New York. Terbukti dengan
menjamurnya restoran-restoran China hampir di mana-mana. Demikian pula
dengan komunitas Korea, dll.
Dalam arena kehidupan global, umat Islam nyata termarjinalkan dalam segala
hal. Produk-produk untuk kebutuhan asasi umat, hatta dalam hal-hal yang
sifatnya ritual sekalipun, justeru diproduksi oleh orang lain. Lihatnya
pasar di mekah, dari tasbih, sajadah, baju jubah, dll., banyak justeru 'made
in China'.
Mungkin yang paling nyata adalah kenyataan bahwa di pusat diplomasi dunia,
PBB, dunia Islam sama sekali tidak terwakilkan secara baik. Suara
negara-negara Muslim hampir tidak terdengarkan di saat seharusnya didengar
karena membela hak-hak sesama yang terinjak-injak di berbagai belahan dunia.
Bandingkan antara jumlah negara Uni Eropa dengan negara-negara yang
tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Namun signifikasi suara
kedua organisasi (OKI dan EU) sangat berbeda, bagaikan langit dan bumi.
Alkhulasoh, umat Islam kini berada di sebuah jurang kegagalan. Dan sangat
menyedihkan, terkadang kegagalan-kegagalan itu justeru dirasakan oleh
sebagian sebagai 'Islamically justified'.
Apa Gerangan?
Kenyataan ini menjadikan banyak kalangan yang tidak habis pikir. Apa
gerangan? Apa yang sedang terjadi? Apa penyebab sehingga terjadi seperti
itu? Bukankah umat Islam pernah jaya lebih 7 abad? Sebuah kejayaan
terpanjang dalam sejarah hidup manusia?
Pada akhirnya, banyak kalangan pengamat hanya bisa menempatkan pengamatan
mereka di satu sisi. Terkadang Islamnya yang disesali. Atau sebaliknya,
terkadang apa yang dipersepsikan sebagai lawan Islam yang disesali.
Terkadang pula para pengamat itu hanya mengantar umat kepada sikap 'menuduh'
dan atau 'menyesali'. Menuduh orang lain atas kegagalan-kegagalan umat. Atau
sebaliknya juga menyesali diri sendiri atas kegagalan-kegagalan itu.
Yang disayangkan, bahwa ada kecenderungan sebagian untuk saling melemparkan
kesalahan. Dan tentunya yang paling tidak membahayakan, ketika pihak-pihak
tertentu merasa 'dirinyalah atau metode pendekatannyalah' yang absolute
benar. Semua yang tidak sejalan salah dan bahkan dianggap menjadi penyebab
atau kontributor kegagalan-kegagalan itu.
Dalam hal ini, ada dua pandangan ekstrim yang sedang berlaga. Pandangan yang
mengatakan bahwa dunia Islam saat ini terbelakang karena masih terkungkung
oleh konsepsi syariah Islam, yang menurutnya, hanya menjadi aral dalam upaya
mencapai kejayaan itu. Sebaliknya, ada pula yang sangat simplistik dalam
melihat bahwa berbagai kegagalan disebabkan oleh tidak ditegakkannya syariah
Islam. Yang runyam, ketika syari'ah Islam ditafsirkan secara sempit dengan
berbagai simbolisme agama yang sama sekali tidak menyentuh substansi
kehidupan manusia.
Dalam sebuah dialog antar agama (Islam dan Yahudi) di New York University
(NYU) beberapa waktu lalu, saya ditanya oleh seorang peserta: 'Bagaimana
sikap anda jika ada Muslim yang ingin mempraktekkan syariah di Amerika?'
Sebagian peserta Muslim tentu bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Ada pula yang cenderung mengatakan bahwa syari'ah itu adalah isu lama, yang
tidak ada lagi dalam agama ini. Sebagian yang lain, menginginkan jika saya
menegaskan bahwa tujuan mulia Islam memang adalah menegakkan syari'ah dalam
sebuah tatanan pemerintahan Islam yang disebut khilafah.
Dengan tenang dan senyum, saya jawab bahwa sesungguhnya dari pertanyaan anda
saya memahami jika anda sedang phobic (ketakutan) dengan konsep syari'ah.
Itu menandakan bahwa yang perlu saya lakukan bukan menjelaskan sikap saya,
tapi menjelaskan konsepsi syari'ah untuk membenarkan persepsi anda tentang
syari'ah itu sendiri.
'Syari'ah adalah jalan hidup. Syari'ah adalah aturan yang mengatur kehidupan
seorang Muslim secara menyeluruh, yang dirincikan kemudian dalam sistim
hukum mufasshol (detail) yang disebut fiqh. Intinya, tiada Islam tanpa
Syari'ah, dan bagi seorang Muslim tiada kehidupan bermakna tanpa Syari'ah'.
Jawaban saya di atas tentunya mengejutkan bagi sang penanya.
Penjelasan-penjelas an saya tentang Islam yang terbuka, bersahabat, maju,
berbudaya, dll., seolah sirna dengan penjelasan saya tentang Syari'ah
tersebut. Bagi dia, seharusnya saya mengatakan bahwa Syari'ah itu adalah
hukum kuno yang hanya berlaku 25 abad silam. Kini, dengan kehidupan modern
di abad 21, umat tidak perlu lagi syari'ah.
Tapi kemudian saya susuli: 'Amerika Serikat, sebagai sebuah negara dan
bangsa, telah mempraktekkan banyak hal yang sifatnya syari'ah. Bahkan tidak
berlebihan jika saya katakan, dalam beberapa hal, Amerika lebih
mempraktekkan syari'ah dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.
'Keadilan, kesetaraan, kemerdekaan, dan pertanggung jawaban publik' adalah
bagian tak terpisahkan dan bahkan menjadi asas dari seluruh sendi-sendi
kehidupan syari'ah kemudian'.
Penjelasan saya tersebut ternyata tercerna secara baik oleh sebagian besar
peserta. Sehingga pada akhirnya saya bisa mengatakan, apa yang anda saksikan
saat ini di berbagai belahan dunia Islam, dari kediktatoran, kemiskinan,
keterbelakangan di dunia sains dan teknologi, hilangnya kedisiplinan sosial
dan rendahnya etos kerja, semua itu menunjukkan kegagalan umat Islam dalam
menerapkan syari'ah yang sejati.
Pada akhirnya, dengan hiruk pikuk olimpiade Beijing saat ini, umat diajak
untuk melakukan introspeksi. Apakah kegagalan-kegagalan itu karena konsepsi
Islam? Atau sebaliknya, berbagai kegagalan yang terjadi justeru disebabkan
oleh kegagalan umat dalam menerapkan syari'ah yang sejati. Kalaulah Syari'ah
itu menjadi 'penghalang' kebangkitan, seharusnya Turki saat ini lebih hebat
dari Jerman. Sebaliknya, seandainya 'pengakuan Syari'ah' itu menjadi fondasi
kejayaan, tentu Saudi Arabia telah jauh lebih maju ketimbang Singapura.
Saya hanya kembali diingatkan oleh pernyataan Prof. Dr. Habibie, untuk
bangkit diperlukan manusia-manusia yang berotak Jerman, tapi berhati Mekah.
Mungkinkah? Pasti bisa karena itulah makna 'ulil al baab' yang memiliki dua
sayap yang mampu menghantarkannya kepada kehidupan yang lebih tinggi, yaitu
'sayap dzikir dan sayap fikir'.
"alladzina yadzkuruna Allaha qiyaaman wa Qu'uudan wa 'aala junuubihm, wa
yatafakkaruna fi khalqis samawati wal al ardh."
New York , 20 Agustus 2008
Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi
adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah. com
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28
Subscribe to:
Comments (Atom)