Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Ketika Tiba Jodohnya


Ketika  Tiba Jodohnya


Sejak suami meninggal dunia, terasa hampa dalam hidupnya. Anaknya sangat lucu-lucunya membutuhkan sosok seorang bapak. Ibunya selalu berharap untuk segera menikah.  "Untuk menemukan suami yg sholeh kan tidak mudah ibu," tuturnya. Ia tersenyum mendengar nasehat ibu, mencoba menyelami apa yang ada dalam pikirannya yang serupa dengan yang dipikirkannya.  Terkadang bila hari minggu kehadirannya di Rumah Amalia dengan putrinya membuat hidup terasa bahagia. Kebahagiaan itulah yang membuatnya tegar dalam mengarungi samudra kehidupan.

Pada satu hari di rumah kedatangan tamu. Anaknya berlari menghampiri seorang perempuan paruh baya berteriak padanya, "Nenek, suka lagu apa?" Perempuan itu tidak menjawab, matanya berkaca-kaca, tertumpah air mata, Lagu Balonku dinyanyikan dengan riang, namun seperti memiikirkan sesuatu. "Ih, anak pintar.." ucapnya sembari mencium kening anaknya. Perempuan separuh baya memperkenalkan dirinya sebagai tetangga baru.  Sejak itu mereka saling mengenal, anaknya selalu mengajak bermain di rumah beliau. Tak disangka sang ibu memperkenalkan laki-laki muda yang duduk disamping beliau. Anaknya berlari memeluk laki-laki muda. "Maaf, anak saya bercanda.."ucapnya tersipu malu. Tak lama kemudian laki-laki muda itu melamarnya dan mengatakan, "saya memilih seorang istri yang mampu mencintai saya dan menyayangi ibu apa adanya." Dengan penuh linangan air mata, diiringi ketawa riang anaknya yang manja. Pernikahan itu diselenggarakan dengan sederhana. Kebahagiaan dengan sang
buah hati untuk mewujudkan keluarga bahagia.

--
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
By: Muhamad Agus Syafii

Jodoh, Cinta Dan Lupa Diri

www.khoirudin165.blogspot.com hare :  http://agussyafii.blogspot.com/

Jodoh dan cinta adalah sebuah satu kesatuan yang tak terpisahkan, bahkan cinta membuat kita lupa diri, lupa mandi, lupa makan, lupa tidur. Ada pepatah yang menyebutkan, "Cinta membuat manusia terlihat bodoh." Bila orang sedang jatuh cinta, begitu lembut dan bersahaja bahkan ketika melihat debu dimata orang yang dicintainya langsung mengungkapkan dengan penuh perasaan, 'Sayang, ada debu di matamu' pasangannya pun dengan manja menjawab. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.'  Begitu indah. Serasa dunia milik berdua, orang lain dianggapnya ngontrak semua. Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan
kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari  menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga. 

Sahabatku yang ingin segera menikah, ingatlah! cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk kita dan keluarga kita.  

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii

Kampanye Tutup Aurat, Perlawanan Terhadap Valentine's Day!

Tanggal 14 Februari selama ini dikenal sebagai hari Valentine. Jutaan remaja di seluruh dunia turun merayakannya meski gelaran ini dekat dengan kemaksiatan. Namun pada tanggal yang sama di tahun ini, Teachers Working Group akan melakukan hal berbeda. Mereka menamakannya Gerakan Menutup Aurat Internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye maksiat dari Valentine Day.

“Tujuan besar acara ini adalah melawan kampanye Valentine Day. Valentine Day selama ini telah menjadi pintu perzinahan yang dibuka lebar-lebar oleh perayaan valentine,” kata Herry Nurdi, koordinator aksi kepada Eramuslim.com, Jum’at (3/2).

Gerakan ini pun akan serentak di laksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Insya Allah serentak, sejauh ini yang confirm jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogjakarya,Padang, Payakumbuh, Makassar, Balikpapan, Pontianak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sedianya kampanye menutup aurat ini pun akan serempak dilaksanakan hingga Mancanegara dari Malaysia, Thailand, Hongkong, bahkan London.

“Malaysia aksi akan dilaksanakan di Penang, Kedah, Selangor, Pahang, Kelantan, dan Trengganu. Sedangkan di Thailand aksi akan berlangsung di Yala dan Pattani,” sambungnya.

Hingga kini dukungan terus dilakukan. Baik dengan membuat laman facebook hingga pengumpulan jilbab yang akan dibagikan kepada para muslimah. (Pz)

Setetes Embun

Setetes embun dipagi hari mampu menyejukkan hari ditengah panas yang berkepanjangan. itulah kesempatan kedua dalam hidup kita, tidak semua orang mengalaminya. Di Rumah Amalia ada seorang bapak yang bertutur bahwa hidupnya selalu dipenuhi dengan urusan duniawi, bahkan apa yang dilakukan tidak peduli dilakukan yang penting menguntungkan baginya. dunia malam, minuman keras menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Sholat fardhu tidak pernah dikerjakan. Sementara istri selalu mengingatkan dirinya tak pernah digubrisnya. "Imam seperti apa yang harus kami ikuti bila keluarga ini jauh dari Allah?" tanya sang istri. Sampai satu hari terserang flu berat dan periksa ke dokter. Entah kenapa obat yang diminumnya ia alergi dan menyebabkan mengalami koma. Disaat koma itu ia melihat tubuhnya diatas tempat tidur, sedangkan orang-orang berkumpul disekelilingnya.

AIr matanya mengalir, Beberapa kali mengusap air mata yang jatuh dipipinya. "Allah begitu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mas.." tuturnya. Ia ingat, mereka berusaha menyadarkannya. Istrinya menangis, anak-anaknya berpelukan, dokter berusaha menyelamatkan, semua pengalaman melintas dengan cepat dimatanya. tidak lagi berpikir tentang perusahaan, harta, mobil. Satu-satunya dalam pikirannya adalah ia ingin tetap hidup, diberikan kesempatan untuk bertaubat. Ia terasa melayang, berteriak memohon, "Ya Allah, aku tidak ingin mati. Jika memang Engkau ada, beri kesempatan aku untuk bertaubat. Ampunilah aku Ya Allah." Meski ia merasakan maut yang hendak menjemput hanya dalam hitungan detik, ia memohon kepada Allah agar diberikan kesempatan kedua untuk bertaubat, untuk berada dijalanNya. Mencintai istri dan anak-anaknya. Kemudian ia tiba-tiba menemukan dirinya kembali ke dalam tubuhnya dan ia tersadar kembali serta sembuh dari penyakitnya. Sejak itulah beliau
tidak pernah lagi menyia-nyiakan hidupnya untuk menjalan ibadah kepada Allah, menjadi imam yang baik bagi keluarga, istri dan anak-anaknya dengan lebih mencintai setulus hati. serta lebih peka terhadap penderitaan sesama. Hatinya yang kering kerontang bagai disirami setetes embun dipagi hari. Subhanallah..

Wassalam,
M. Agus Syafii

Senyum Itu Bersemi Kembali

Senyum itu bersemi kembali, ketika keluarganya kembali bersatu kembali. Awalnya pertengkaran demi pertengkaran mewarnai rumah tangganya, tak terelakkan lagi. Sampai pada suatu hari istrinya mengancam, memaksa minta cerai. Dalam keadaan emosi dirinya menjawab tantangan itu, 'Siapa takut? Ayo kita urus..!' Istrinya memaksa malam itu juga pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa anak laki-lakinya yang baru berumur satu tahun, sementara anak laki-laki yang sulung berumur empat tahun tetap bersamanya. Setelah bepergian istrinya, terasa betapa repotnya harus memasak, mengurus rumah tangga, mencuci, membersihkan lantai, memandikan anak, memakaikan baju, menyuapi. Padahal dirinya juga harus membuka toko yang ada di depan rumah. Rasa sepi, marah, dendam, kecewa, kesal atas semua yang terjadi bercampur aduk dalam pikirannya. Hidupnya menjadi kacau, rumah dan tokonya lama-lama tak terurus, anaknya dan dirinya terbengkalai, mulailah terseret oleh pengaruh judi
dan kehidupan malam. Makin lama usahanya semakin habis.

Malam itu di Rumah Amalia terasa hening. Tidak lama kemudian istri saya menyuguhkan teh manis dan kue. Beberapa kali terlihat tangannya menyeka air mata yang sudah berjatuhan dipipinya. Ia teringat akan keagungan & keutamaan shodaqoh maka ia bershodaqoh dengan harapan keluarganya bersatu kembali. Saya kemudian mempersilahkan untuk mengambil air wudhu agar meredam kegelisahan hatinya dengan mengingatkan bahwa apapun yang terjadi pada dirinya untuk mengembalikan semua masalah hidupnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berdoa memohon kepada Allah agar keluarganya bersatu kembali.

Tidak lama kemudian dijemputlah istrinya. Sang istri akhirnya mau kembali ke rumah. Hari-hari berlalu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Suara lantunan ayat suci al-Quran senantiasa terdengar. Sholat fardhu berjamaah senantiasa dikerjakan. Ujian dan cobaan yang Allah berikan pada keluargannya telah mampu dilewatinya dengan baik. Keluarganya selamat dari kehancuran dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah. 'Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah. Allah begitu sangat menyayangi kami sekeluarga yang telah menyelamatkan kami dari kehancuran,' ucapnya penuh syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.karena keluarganya telah bersatu kembali. Subhanallah..

Wassalam,
M. Agus Syafii

Keajaiban Doa Suami

Post By: Khoirudin

Keajaiban doa begitu sangat nyata, Allah mengabulkan doa seorang suami untuk kesembuhan istrinya, itulah yang dirasakan seorang bapak yang dituturkan di Rumah Amalia.  Setahun lalu Allah mengujinya dengan jatuh sakit istri yang dicintainya setulus hati. Peristiwa itu terjadi setelah istrinya melahirkan putra pertamanya, sebuah cobaan yang membuatnya terhempas. Kondisi sang istri saat itu mengalami pendarahan yang cukup berat, darah keluar dari hidungnya, istrinya dirawat di ICU karena menderita demam berdarah dan terserang sakit thypus. Sebagai suami, ia merawat seorang diri selalu membersihkan badan istrinya dengan penuh kesabaran semata agar mendapat keridhaan Allah.  Dalam merawat dan mendampingi istrinya senantiasa membacakan surat ar-Rahman dan mengulanginya lagi bahkan istri sempat bertanya, "Ayah, kok membaca surat ar-Rahman terus ya? Kenapa yah?" Mendengar pertanyaan sang istri, ia menjelaskan sambil tersenyum bahwa supaya cepat sembuh agar
senantiasa bersyukur kepada Allah. Sebagai tanda syukur beliau juga berkenan hadir bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan berharap keridhaan Allah memberikan kesembuhan bagi sang istri.

Ketika mendampingi istri, sesekali mencium keningnya dan mengusap kepala sebagai wujud rasa sayang sebagai seorang suami kepada istrinya. Kondisi yang menurun sampai istrinya tidak mengenali dirinya. sudah tidak bisa berkomunikasi lagi, disampingnya hanya ada peralatan medis, air matanya mengalir karena hati terasa perih teriris, terlihat betapa menderita istri yang sangat dicintainya sedang terbaring lemah. ia berupaya dengan hati-hati antara harapan dan kecemasan, mengusap badannya, mengompres ketika panas, matanya menerawang jauh dengan pandangan kosong.  Ia menuntun istrinya untuk menyebut Asma Allah. Dibisikkan ditelinganya sehingga sang istri mengikuti menyebut Asma Allah. "Allah...Allah...Allah" Setiap menjaga istrinya tak henti berdoa memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan untuk istrinya yang dicintainya. Setelah dua hari terbaring di ruang ICU, disaat disodorkan air putih, alhamdulillah setelah diminum tidak muntah.  Subhanallah,
Allahu Akbar, Allah Maha Mendengar doa hambaNya. keesokan hari istrinya semakin membaik, pandangan matanya terlihat jernih. Fase kritis telah terlewatkan, sudah bisa duduk, tak lama kemudian bisa berjalan sehingga bisa pulang ke rumah. "Alhamdulillah Mas Agus, sepekan saya mendampingi istri di rumah sakit begitu banyak hikmah yang semakin mendekatkan kami sekeluarga kepada Allah, kenangan yang indah bersama dengan istri yang saya cintai." tutur beliau, terlihat tetesan air mata. Sementara istrinya tersenyum sambil menggendong putranya.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Jodoh Dunia Akhirat

Post By: Khoirudin

Bagaimana kita menemukan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat?  Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh dunia akhirat lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.

Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan dunia akhirat adalah pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Istriku, Kita Masih Punya Allah

Post By: Khoirudin

Di Rumah Amalia seorang ibu dengan bercucuran air mata merasakan kepedihan dihati menuturkan disaat mata suaminya terpejam ia melihat air mata yang mengalir dari kedua mata suaminya. Seingatnya didalam perjalanan hidup berumah tangga jarang sekali suaminya menangis, itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya adalah ketika anak satu-satunya yang masih balita meninggal dunia dan kedua disaat ia keguguran yang harus dirawat di Rumah Sakit. Ia duduk di kasur mengusap kepala sang suami, "Mas, hidup dan mati adalah urusan Allah, kita tidak pernah tahu soal itu. Siapa yang menyangka anak kita lebih cepat dipanggil? Mungkin besok malah aku yang dipanggil duluan harus menghadap Ilahi, yang penting kita berserah diri kepada Allah."

Suaminya memeluk tubuhnya, "Berat banget ya Say, cobaan hidup ini buat kita." Air matanya deras mengucur, ia memeluk suaminya dan ikut dalam tangisan. "Kamu harus kuat Mas, kamu harus kuat..memohonlah pada Allah." Sebelah hatinya tersayat kepedihan karena suaminya terguncang, terpuruk setelah tahu penyakit yang dideritanya, tetapi disisi lain sebagai seorang bersyukur karena disaat mereka terpuruk malah semakin mendekatkan diri kepada Allah, mendorong suaminya agar tegar menatap realitas. Tetapi tak seiring dengan harapan, kondisi sang suami tidak menjadi lebih baik, hari demi hari kondisi suaminya lebih memburuk lagi, panasnya terus meningkat, semakin sulit makan, tepat seminggu di Rumah Sakit panas tubuhnya meninggi melewati temperatur 40.  Kondisi suaminya kian melemah membuat tak sadarkan diri. Berbagai doa dipanjatkan, sentuhan kasih sayang untuk menguatkan dilakukannya, sehari berikutnya siuman. Senyum menghias diwajah suaminya, membisikkan
kata-kata lirih ditelinga, "Istriku, kita masih punya Allah." Dihadapannya  sang suami mengucap dua kalimat syahadat sebelum menghembuskan napas terakhir. Suster memakai alat pemicu jantung tapi suaminya tetap tak tertolong, telah berpulang kehadapan Sang Khaliq. Air matanya mengalir deras, melepas kepergian suami yang dicintainya. Semua menjadi tinggal kenangan.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Senyum Seorang Istri

Senyum Seorang Istri

By: M. Agus Syafii & Khoirudin

Senyum seorang istri begitu tulus dan indah sekalipun hatinya perih terluka. Air matanya telah mengering. Sebagai seorang istri, hatinya terpukul ketika mengetahui suaminya memiliki cinta pada perempuan yang lain. Meskipun suaminya menyadari kesalahan dan telah bertaubat serta meminta maaf namun rasa perih terluka, marah dan kecewa masih berkecamuk dihatinya. Itulah sebabnya rumah tangga yang dibina seperti api dalam sekam. Terlihat harmonis dari luar, tetapi di dalam berlangsung perang dingin.  "Setiap teringat penyelewengannya, hati saya bagai tersayat perih. Bila dia tersenyum, saya membayangkan senyuman itu dilontarkan untuk perempuan lain. Setiap dia membelai, saya terbayang suami saya membelai perempuan lain, Emosi saya tertahan dan setiap saat meledak." tuturnya ditengah rasa sakit hati yang terluka. Ditengah kegalauan, dirinya berkenan bershodaqoh ke Rumah Amalia, memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan hati. Allah menjawabnya, tiba-tiba
dirinya merasa bersyukur bahwa cobaan untuk keluarganya datang dari sang suami sehingga bila dia memaafkan bukan hanya keluarga yang menjadi utuh tetapi dia juga mendapatkan pahala.

Dirinya teringat bagaimana Rasulullah yang begitu mulia, mau memaafkan kesalahan orang lain. Keikhlasannya untuk memaafkan dan menerima ketetapan Allah, tiada cobaan yang diberikanNya melainkan untuk kebaikan baginya dan keluarganya. Serta tidak ada cobaan yang diberikan oleh Allah yang tak akan sanggup dijalaninya. Akhirnya hubungan dirinya dan suaminya telah pulih kembali, sebagai seorang istri, dia bersyukur bahwa Allah telah memberikan petunjuk pada suaminya sehingga menyadari kesalahannya dan mau bertaubat. "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan." (QS. an-Nur :22).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Menjaga Hati Sepanjang Hari

Jangan pernah meremehkan suasana hati anda sebab kalau hati sedang dalam kondisi buruk, bisa merusak kesehatan bahkan bisa berakibat pada kematian, berdasarkan penelitian dari Dr. Ghanshyam Pandey dari University of Illinois, Chichago, belum lama ini kasus memburuknya kesehatan & mempercepat kematian ditengah masyarakat karena dipicu oleh suasana hati yang buruk.  Kondisi memburuknya suasana hati disebabkan banyak faktor, diantaranya putus asa, patah semangat secara sekilas tidak berbahaya namun bisa berakibat fatal. Gangguan umum yang berkaitan dengan suasana hati yang memburuk dalam beberapa bentuk seperti gangguan tidur, gangguan pada kulit, gangguan pada perut, tekanan darah, pilek, migran, sakit kepala yang disertai dengan mual dan gangguan penglihatan, sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung dan membengkakan otak, tentu saja tidak semua jenis penyakit itu  berkaitan dengan suasana hati namun secara alamiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan kesehatan semacam itu lebih disebabkan faktor kejiwaan.

Putus asa, kekecewaan, depresi dan berbagai jenis penyakit yang menimpa banyak orang adalah suasana hati yang selalu diliputi oleh kekhawatiran akibat perasaan seperti cemas, takut, merasa tidak aman, ledakan emosional yang berlebihan dan berbagai tekanan yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang mendapatkan tekanan atau beban diluar batas kesanggupan dirinya, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan bunyi sirine sebagai tanda bahaya  sehingga memicu reaksi biokimia didalam tubuh, kadar andrenalin meningkat, reaksi tubuh meninggi, gula, kolesterol dan asam lemak bergerak ke dalam aliran darah, tekanan darah menjadi meningkat dan denyut jantung berdetak kencang. Glukosa berjalan menuju otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini membuat tubuh memburuk.  Semua perubahan yang terjadi pada tubuh dari keadaan yang semula sehat ke kondisi sakit disebut sebagai penyimpangan citra tubuh atau 'Distortion of body image' adalah dampak dari suasana hati yang
memburuk yang menyerang kondisi kesehatan tubuh.

Maka disinilah pentingnya arti ketenteraman hati bukan hanya membuat nyaman namun juga membuat tubuh anda menjadi sehat. Ketenteraman hati anda hanya bisa anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, semakin dekat anda kepada Allah dengan selalu mengingatNya maka semakin mudah hati anda menjadi tenteram. 'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.' (QS. Ar-Raad 28).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Kebahagiaan Seorang Suami

Kebahagiaan yang sesungguhnya bagi seorang suami begitu bermakna justru bukan dalam kegembiraan namun disaat keluarganya sedang diuji oleh Allah, Apakah dirinya sanggup melewati ujian itu atau tidak? Kekuatan cinta karena Allah akan mampu melewati semua derita, menanggung beban dalam suka maupun duka, hidup bersama istri dan anak-anaknya. Itulah kebahagiaan bagi seorang suami dengan cintanya yang tulus untuk keluarga. Pernah ada seorang bapak yang diuji oleh Allah. Istri yang dicintainya sedang sakit. bersama putrinya senantiasa menjenguk  istri tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat pengukur tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Bila sampai dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali. Kondisi istrinya tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang membaik. Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa
diharapkan. Setelah menjenguk dan merawat istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu memanjatkan doa kepada Allah agar memberikan kesembuhan. Setelah itu barulah meninggalkan rumah sakit. Beliau hampir setiap hari selalu menjaga, merawat dan mendoakan untuk kesembuhan istrinya.

Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.

Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah

Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Onta.”

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Sapi.”

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”

Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan pandangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Kambing.”

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.”

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”

Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?”

Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”
Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”

Lalu malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”

Maka si Buta menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah.”

Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

***

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).

Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.

Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim

Samudra Kasih Sayang

By: agussyafii

Pada sore hari, seorang istri dengan hati berbunga-bunga menanti suaminya yang hendak pulang dari kantor. Terbayang dibenak sang istri, mereka akan saling memeluk dan bertukar pikiran tentang apa yang telah terjadi siang hari.

Sementara suaminya dikantor terkena marah dari atasannya, hal itu membuat shock dirinya. Sesampai di rumah, suaminya ditegur dengan mesranya oleh sang istri. 'Sayang, apa yang sedang terjadi? Ceritakan kepadaku untuk meringankan beban dihatimu.'

Wajahnya terlihat kusut, lemah lunglai dengan nada kesal suaminya menjawab, 'Mengapa kamu harus berbicara setiap saat? Apa kamu nggak bisa diam? Aku sudah bosan, aku tidak ingin mendengarkan suaramu lagi.'

Sang istri terkejut dan terpukul, hatinya tergores dan membuatnya terluka. Tak terbayangkan betapa sakitnya apa yang telah diucapkan oleh suami yang dicintainya dengan sepenuh hati. Ia berjanji untuk tidak bicara lagi dengan suaminya, 'Suamiku tidak ingin mendengarkan suaraku lagi. Aku tidak akan berbicara dengannya lagi!' Ucapnya dalam hati.

Hal itu berlangsung selama 30 tahun. Suaminya penuh penyesalan. Berulangkali ia meminta maaf namun luka hati sang istri tidak pernah sembuh. Pada saat suaminya sedang sakit keras, ia memohon agar istrinya memaafkan. 'Istriku, biarkan aku mati dengan tenang. Sekali saja ucapkan bahwa kamu telah memaafkanku. ' Sang istri tidak berdaya. Ia tidak dapat lagi mengucapkan kata-kata.

Begitulah realitas kehidupan sehari-hari, hati kita mudah sekali terluka tetapi bila hati seluas samudra penuh kasih sayang tentunya luka hati akan cepat sembuh. Alangkah indahnya bila kita menghargai seseorang dengan setulus hati. Terkadang kita menghargai seseorang hanya setelah ia meninggal dunia. Kita turut berbelasungkawa dan pertemuan duka cita untuk mengenangnya. Mari kita berbuat sesuatu untuk mereka yang kita sayangi selama mereka masih hidup dengan meluaskan hati seluas samudra yang dipenuhi dengan kasih sayang. Cintailah dan maafkanlah.

---
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74).

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan
sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin
berubah.


***
Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan
perkenannya untuk membaca tulisan ini. Semoga kau selalu dalam keadaan
sehat dan berada dalam lindungan-Nya. Amin.

Sebagai renungan, mengutip dari apa yang pernah kau tulis sendiri untukku beberapa waktu lalu:

“Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah
dilupakan. Kau tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu
sampai kau melupakan kegagalan dan rasa sakit hatimu.”

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Akan tetapi, seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang
tertutup itu sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk
kita”.

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk
mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Allah Maha
Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Biarlah itu semua menjadi
kenangan dalam hidupku.

Sejujurnya aku akui, begitu banyak kenanganku bersamamu. File-file dan foto-fotomu di notebook dan PC-ku.

Satu minggu sejak pengakuanmu yang menyatakan bahwa kau mencintai
wanita lain. Sejak itu pula, aku merasa kehilangan kendali. Aku
terpuruk sekali. Tidak pernah terbayangkan kata-kata itu terucap dari
orang yang sangat aku cintai dan sangat aku percayai. Tidak mungkin!
Tapi itulah kenyataannya.

“Pergiliran roda kehidupan kadang tidak bisa ditolak. Hadapi kenyataan dan berserah diri kepada-Nya adalah jalan terbaik.”

Aku coba merenungi apa yang pernah dikatakan oleh pimpinan Wisata
Hati
itu. Memang tidak gampang menerima kenyataan. Tapi kalau aku
pikirkan dengan lebih mendalam, diterima atau tidak suatu kejadian
buruk, ia sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu.
Apalagi yang bisa kita lakukan selain mengembalikan semua kejadian
kepada Sang Penguasa setiap kejadian itu sendiri? Lalui saja dengan
ikhlas. Betapapun beratnya penderitaan dan peliknya sebuah persoalan,
pasti ia akan berujung. Dan hal itulah yang coba aku lakukan saat itu.

Alhamdulillah, dengan satu keyakinan akan janji-Nya, di antaranya dalam Q.S. Al-Furqan [25] : 68-70.

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah
dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang
melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia
akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang
yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.”

Dan seiring berjalannya waktu, cobaan dan ujian hati yang aku alami, perjalanan
Ramadhan, hikmah-hikmah yang indah, dan pengalaman yang
kudapat semakin membuat hatiku lebih mengerti akan arti kehidupan ini.

Bersikap ikhlas dan sabar akan membuat segala kekurangan tidak akan
menyesakkan dada lagi. Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa
kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita
hingga merasa tidak mungkin berubah.

Apa yang aku alami di masa lalu adalah satu tamparan pedih. Namun,
sesungguhnya di balik itu semua sangat berarti untuk jiwa ini.
Disadarkan akan arti cinta sejati. Cinta sebelum menikah adalah cinta
semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan!

Innaa lillahi wa innaa ilayhi rooji’uun. Alhamdulillah, Dia masih memberikan hidayah-Nya dengan cara seperti ini.

Insya Allah, aku akan segera meyempurnakan separuh agama.
Seorang laki-laki shaleh yang akan aku cintai sepenuh hati. Seorang
yang mencurahkan ketulusan kasih sayangnya, mau menerima diriku
seutuhnya, dan siap hidup berjuang bersama dijalan-Nya dalam suka dan
duka.

Aku tidak tahu siapa dia. Jika waktunya telah tiba nanti, semuanya
akan terang benderang. Anugerah terindah itu pasti akan datang.

Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih indah di dunia ini selain
jalinan persaudaraan. Aku ingin jalinan persaudaraan di antara kita dan
keluarga yang sudah terbangun selama ini tetap ada, terlepas status
dari hubungan kita sekarang. Forget it!

Aku masih tetap mencintaimu. Tapi cinta sesama saudara seiman. Hanya
sebatas itu.
Kau tidak usah bersikap antipati terhadapku. Kau tidak
usah khawatir. Aku hanya ingin komunikasi di antara kita dan keluarga
tetap baik. Aku tetap menjalin komunikasi denganmu bukan berarti aku
ingin kondisi hubungan kita seperti dulu lagi. Mohon hal ini untuk
dipahami. Wallahu a’lam kalau ternyata Allah mentakdirkanmu sebagai jodohku kelak.

Di tulisan ini, aku menggantikan panggilan “Adik” dengan kata ganti
“Aku” dan tidak memanggilmu dengan sebutan “Aa” lagi. Semata untuk
menjaga hatiku dan hati perempuan yang kau cintai kini.

Once again, aku menginginkan hubungan baik kita terjalin lagi, sama
seperti hubungan baikku dengan beberapa teman alumni satu kampus kita
dulu yang masih tetap terjalin indah. Teman-teman yang pernah aku kenal
dan semua orang yang pernah menyakiti dan membenciku. Aku hanya ingin
tetap menjalin silaturahim. Bukankah menjaga silaturahim itu salah satu
tiket masuk surga?

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Semoga Allah masih terus
berkenan memberikan hidayah dan rahmat-Nya. Dan ampunan-Nya kepada kita
semua. Amin.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh!