Menjaga Hati Sepanjang Hari
Putus asa, kekecewaan, depresi dan berbagai jenis penyakit yang menimpa banyak orang adalah suasana hati yang selalu diliputi oleh kekhawatiran akibat perasaan seperti cemas, takut, merasa tidak aman, ledakan emosional yang berlebihan dan berbagai tekanan yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang mendapatkan tekanan atau beban diluar batas kesanggupan dirinya, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan bunyi sirine sebagai tanda bahaya sehingga memicu reaksi biokimia didalam tubuh, kadar andrenalin meningkat, reaksi tubuh meninggi, gula, kolesterol dan asam lemak bergerak ke dalam aliran darah, tekanan darah menjadi meningkat dan denyut jantung berdetak kencang. Glukosa berjalan menuju otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini membuat tubuh memburuk. Semua perubahan yang terjadi pada tubuh dari keadaan yang semula sehat ke kondisi sakit disebut sebagai penyimpangan citra tubuh atau 'Distortion of body image' adalah dampak dari suasana hati yang
memburuk yang menyerang kondisi kesehatan tubuh.
Maka disinilah pentingnya arti ketenteraman hati bukan hanya membuat nyaman namun juga membuat tubuh anda menjadi sehat. Ketenteraman hati anda hanya bisa anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, semakin dekat anda kepada Allah dengan selalu mengingatNya maka semakin mudah hati anda menjadi tenteram. 'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.' (QS. Ar-Raad 28).
Wassalam,
M. Agus Syafii
Jangan ''Menuhankan Rokok"
SEMARANG- KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym menyatakan
menghargai dan menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang
mengharamkan rokok.
Sebab, baik kajian ilmiah maupun dalam bungkus rokok tertulis bahwa
merokok itu dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi,
gangguan kehamilan dan bayi.
''Sebagai umat saya sangat menghargai dan menghormati fatwa ulama.
Saya yakin tidak ada kepentingan apapun kecuali ingin umatnya menjadi
lebih baik,'' kata KH Abdullah Gymnastiar usai pengajian akbar
Perayaan Muharram 1430 H di Universitas Sultan Agung (Unissula)
Semarang di masjid kampus itu, Selasa (27/1) siang.
Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang,
Bandung itu juga menjadi pembicara di dua tempat. Sekitar pukul 17:00
ia menjadi pembicara pada pengajian yang digelar DPU-Darrut Tauhid
bersama BNI Syariah, BNI Life Syariah, dan Asuransi Takaful di Hotel
Grasia.
Aa Gym usai shalat isya, mengisi pengajian yang diselenggarakan
Majelis Qolbun Salim di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima. Kegiatan
itu diikuti ribuan umat Islam dari berbagi daerah di Semarang dan
sekitarnya.
Meracuni Tubuh
''Saya tidak mau merokok karena tidak ingin merusak diri sendiri.
Tubuh ini adalah amanat Allah. Bagaimana mungkin saya meracuni tubuh
ini. Selain itu, dengan merokok juga bisa merusak orang lain. Kan,
merusak orang lain merupakan kezaliman,'' katanya.
Dia mengatakan orang yang mementingkan rokok atau mengabdi pada rokok,
seperti dengan merokok seolah-olah menjadi tenang, bisa berpikir itu
berarti telah ''menuhankan' ' rokok. Orang yang membelanjakan uangnya
sebagian besar untuk membeli rokok dari pada kebutuhan anak dan
bersedekah itu berarti mengabdi pada rokok.
''Kalau 'menuhankan' rokok kan tidak bagus. Berdasarkan hasil
penelitian, ada masyarakat yang lebih banyak membelanjakan uangnya
untuk membeli rokok dari pada untuk menyekolahkan anak dan kesehatan
putranya,'' ungkapnya.
Disinggung tentang dampak ekonomi akibat fatwa haram merokok, ia
mengatakan tidak perlu khawatir. Sebab, Allah Maha Kaya. Masih banyak
jalan lain dengan tidak menggantungkan hidup dari rokok.
Di Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima, Abdullah Gymnastiar mengajak
jamaah Majelis Qolbun Salim untuk meluruskan kembali niatnya,
meneguhkan keimanannya kepada Allah.
Dia mencontohkan ada seorang ayah yang menasehati anaknya, apa artinya
menjadi pandai dan kaya raya jika jauh dari Allah. Oleh karena itu,
kalau memiliki cita-cita cukup satu, yakni dekat pada Allah. ''Buat
apa harta melimpah kalau hati gelisah,'' katanya.(H3- 77)
http://suaramerdeka .com/smcetak/ index.php? fuseaction= beritacetak. detailberitaceta k&id_beritacetak =49220
Mulut Bersih, Tubuh Sehat
Banyak orang yang tidak tahu, banyak penyakit berawal dari mulut, pada umumnya orang hanya tahu, penyakit mulut hanyalah pada gigi, padahal dari gigilah sumber bersarangnya banyak penyakit.
MEKANISME PENYEBARAN
Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain disebabkan oleh infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit ditempat lain. Dan bakteri, sisa-sisa dari kotoran maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke tempat lain di tubuh.
Sebetulnya, bakteri dari dalam mulut tidak akan bisa masuk ke dalam sistem aliran darah, asalkan kita bisa menjaga kesehatan gigi. Jika kita mempunyai sistem imun yang kuat, kehadiran bakteri dalam mulut tidak akan mendatangkan masalah. Tetapi bagi orang yang sistem imunnya lemah, bakteri dari mulut bisa menyebabkan menyebarnya penyakit ke anggota tubuh yang lain, seperti endocarditis (bakteri dari mulut memasuki aliran darah)
PENGARUH PADA JANTUNG
Dampak penyakit gigi pada jantung dapat berupa penyakit jantung koroner, peradangan otot, serta katup jantung (endokarditis). Bakteri yang terbawa aliran darah bisa memproduksi enzim yang mempercepat terbentuknya bekuan darah, sehingga mengeraskan dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Bakteri dapat juga melekat pada lapisan (plak) lemak di pembuluh darah jantung dan mempertebal plak. Semua itu, menghambat aliran darah serta penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tak berfungsi semestinya.
Kemungkinan lain, reaksi peradangan yang disebabkan oleh penyakit gigi meningkatkan pembentukan plak yang memacu penebalan dinding pembuluh darah. Penelitian menunjukkan, orang dengan penyakit gigi mempunyai risiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
Bakteri di lubang gigi maupun gusi yang rusak dapat masuk ke dalam sirkulasi darah lewat gusi yang berdarah. Bakteri ini dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Gejalanya berupa demam, bising jantung, perdarahan di bawah kulit, bahkan embolisasi (penyumbatan) pembuluh darah kecil di organ-organ tubuh lainnya.
Meskipun jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal dan kadang kala memerlukan operasi katup jantung darurat. Selain itu juga sangat dianjurkan pemberian antibiotika sebagai profilaksi pada orang yang menderita prolaps katup jantung, penyakit jantung rematik dan kelainan jantung bawaan, sebelum mendapatkan tindakan pengobatan gigi.
jaga kesehatan gigi & mulut
STROKE
Penyakit gusi, yaitu infeksi pada jaringan pendukung gigi, ternyata dapat menjadi risiko untuk terjadinya stroke. Sepintas memang terlihat tak ada kaitannta, namun banyak penelitian menemukan adanya hubungan yang erat antara kedua penyakit tersebut. Plak pada jaringan gusi yang tidak dibersihkan secara teratur, dapat mengiritasi gusi, sehingga gusi menjadi merah, mudah berdarah dan terkadang membengkak, ini gejala awal terjadinya gingivitis.
Gingivitis yang turut bertanggungjawab dalam pembentukan darah beku akan menjadikan arteri tersumbat, karena bakteri ini menyebabkan radang di seluruh badan, termasuk saluran darah yang meningkatkan resiko plak aterosklerotik.
KELAHIRAN PREMATUR
Penyakit gusi/jaringan pendukung gigi juga dapat menyebabkan kelahiran sebelum waktunya (prematur). Hal ini bisa terjadi, karena bakteri yang berasal dari mulut menghasilkan toksin dan sampai ke plasenta melalui aliran darah. Toksin ini akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fetus, yang dapat menimbulkan rangsangan untuk mempercepat kelahiran.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut jauh lebih mudah dibandingkan mengatasi penyakit yang ditimbulkan. Jika selama ini kita sering mengabaikan kesehatan gigi, sekarang saat terbaik untuk lebih serius memberi perhatian kepada kesehatan mulut. Jangan segan untuk pergi ke dokter gigi bila mengalami keluhan pada gigi, dan dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dengan rajin menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung flouride. Ingat kata orang tua 'Jangan memandang remeh penyakit'. (sud)Berharap Iba yang Tak Kunjung Tiba
Berharap Iba yang Tak Kunjung Tiba
Welasih, 11 tahun, buru-buru bersembunyi di kamar setiap kali bertemu orang lain. Ia pun menunduk menutupi wajah dengan rambutnya. Kalaupun bermain dengan teman-temannya, Ia kerap menyembunyikan wajahnya di balik pundak temannya. Padahal, tubuhnya cukup lincah. Senyumnya sering mengembang.
Wajah bocah asal Dusun Kalirejo, Kelurahan Pakis Kalirejo, Kecamatan Kabat, itu memang tidak normal, nyaris tak berbentuk. Gigi, hidung, dan mata kirinya hampir menyatu. Tampak lubang menganga di wajahnya.
Ia lebih banyak berada di rumahnya di tengah areal persawahan. Welasih sesekali membantu ibunya membeli sayur-mayur di pasar terdekat. Siang hari, ia ikut ayahnya, yang menjadi buruh tani. Perasaan malu dan ekonomi yang serba terbatas membuatnya tidak bisa menikmati bangku sekolah.
Menurut Misiyem, ibu Welasih, anaknya mengalami kecacatan sejak lahir. Ia dan suaminya hampir saja pingsan saat melihat bayinya lahir. "Gimana tidak sedih karena anak kami cacat," tuturnya ketika ditemui Tempo, kemarin.
Beberapa rumah sakit dan dokter sudah coba didatanginya untuk menyembuhkan sang anak. Tapi, semuanya angkat tangan. Welasih pernah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya. Namun, dengan penghasilan rata-rata Rp 10 ribu per hari, orang tua Welasih pasrah. "Mau dioperasi, biayanya mahal," ujarnya.
Dalam kondisi memprihatinkan, keluarga ini malah menjadi obyek penipuan. Saat itu, Welasih berusia dua tahun. Dua orang yang mengaku dari salah satu televisi mendatanginya untuk membuat kotak amal. Setelah itu, mereka tak pernah muncul meskipun Masiyem mendengar ada uang yang terkumpul. "Waktu mau pulang ke Surabaya, malah minta uang transpor,'' tuturnya pula.
Keluarga Misiyem sekarang hanya bisa merelakan nasib anak pertamanya itu meski dalam hati, ia sangat berharap wajah anaknya bisa normal seperti anak yang lainnya. IKA NINGTYAS
Rambut Sehat Saat Berkurudung
from www.suaramerdeka. com
Rambut rontok dan ketombe, dua masalah yang umum dihadapi perempuan
berkerudung. Ini terjadi akibat terhambatnya sirkulasi udara sehingga
menyebabkan suhu di atas permukaan kepala pun meningkat.
Suhu yang tinggi di kulit kepala menyebabkan kelenjar kulit semakin aktif
bekerja guna menyeimbangkannya. Begitu juga dengan kelenjar minyak yang
ikut terangsang dan bercampur dengan lemak yang kemudian menutupi
pori-pori. Akibatnya, timbul bakteri dan jamur yang biasa dikenal sebagai
ketombe. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang musti diperhatikan
untuk Anda yang menggunakan kerudung, yaitu:
1. Sebaiknya cucilah rambut setiap hari. Gunakan sampo berfomula ringan
(mild shampoo) yang aman untuk pemakaian setiap hari.
2. Hindari pemakaian kondisioner di daerah kulit kepala, cukup gunakan pada
batang rambut saja.
3. Sehabis mencuci rambut, pastikan kulit kepala dan rambut sudah
benar-benar kering. Bisa dikeringkan dengan hair dryer atau cukup
diangin-anginkan.
4. Lakukan creambath dua minggu sekali untuk kesehatan kulit kepala.
5. Selama di rumah, sebaiknya tidak menggunakan kerudung. Ini akan
memberikan kesempatan kulit kepala dan rambut berinteraksi secukupnya
dengan sinar dan udara, walau hanya sebentar.
(HM/dila)
Derita Bayi Jerman Akibat Miras
Lebih dari 50% kaum wanita Jerman minum minuman beralkohol selama
masa kehamilan mereka. Alhasil, setiap tahunnya lebih dari 10.000
bayi menderita cacat lahir akibat sang ibu mengkonsumsi minuman keras
Hidayatullah. com--Demikian kata Sabine Bätzing, pejabat tinggi
pemerintah Jerman yang menangani masalah obat. Dari jumlah itu,
sekitar 4.000 bayi menderita penuh kelainan Fetal Alcohol Syndrome
(sindrom Alkohol Janin). Penyakit bawaan ini berdampak parah pada
mental, fisik dan kejiwaan penderitanya.
Berdasarkan penelitian Klinik Charité di Berlin, 58% perempuan Jerman
yang ditanya mengatakan mereka menikmati minuman keras ketika mereka
hamil. Ini sangatlah berbahaya, mengingat sesedikit apa pun kadar
alkohol yang diminum ibu hamil dapat merusak bayi dalam kandungannya.
"Tidak ada batas aman terendah bagi pengkonsumsian alkohol selama
kehamilan," kata Bätzing dalam peringatan "Tag des
alkoholgeschä digten Kindes" (hari anak cacat akibat minuman
beralkohol).
Bätzing menekankan perlunya berhenti total minum minuman keras selama
hamil karena tubuh janin belum memiliki kemampuan memadai dalam
menguraikan alkohol. Menurutnya, sindrom akibat minuman beralkohol
yang dikonsumsi ibu merupakan jenis cacat yang paling sering diderita
bayi yang baru lahir. Angka ini dua kali lipat lebih banyak
dibandingkan sindrom Down.
Sekitar 80% anak penderita sindrom Alkohol Janin harus mengalami
perawatan seumur hidup dan tidak bisa menjalani hidup mandiri.
Demikianlah, semakin lama manusia yang berpikir dan menguak rahasia
ilmu pengetahuan semakin mengukuhkan hikmah kebaikan dari hukum-hukum
larangan sang Pencipta. Minuman beralkohol tidak sepatutnya
dikonsumsi oleh manusia, termasuk ibu hamil. Sebab minuman keras atau
khamar benar-benar semakin terbukti memiliki madlarat yang sangat
besar bagi generasi mendatang yang masih dalam kandungan:
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada
keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Dan mereka bertanya
kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Yang lebih dari
keperluan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu
supaya kamu berpikir. (QS. Al Baqarah, 2:219). [wwn/ddp/dda/
www.hidayatullah. com]
http://www.hidayatu llah.com
Jika Dokter Mengatakan "Tidak Ada Harapan"
By: agussyafii
Di rumah bercat putih itu saya diundang oleh satu keluarga. Ibu dari
pemilik rumah itu cukup ramah. Hari itu kehadiran saya untuk memenuhi
undangan tasyakuran. Sambil menunggu tamu lainnya datang saya
mendengarkan penuturan sang ibu. Katanya sejak setahun yang lalu
suaminya terbaring koma dirumah sakit. hampir seminggu dua kali
dirinya dan putrinya selalu menjenguk kondisi suaminya tidak berubah.
Kesembuhan suaminya kata dokter, "tidak ada harapan." Bahkan sang
dokterpun sudah menyerah. selalu saja sang ibu menyakini "Alloh al
Musta'an." (Allohlah tempat meminta pertolongan) .
Sampai suatu hari ditengah kunjungannya melihat posisi tidur suaminya
mulai berubah. tanda-tanda tersadar nampak dari gerakan. terbuka
kelopak matanya membuat derai airmatanya bercururan. akhirnya alat
bantu pernapasannya juga dicopotnya. Dokter terheran bagaiamana
mungkin ini bisa terjadi.
"Doa apa yang ibu mohonkan untuk kesembuhan bapak?" tanya saya.
"Saya pergi mengunjungi rumah anak yatim, membantu dan mengurus orang
tuanya yang janda sedang sakit dengan tujuan bertaqarrub kepada Alloh.
supaya Alloh SWT memberikan kesembuhan kepada suami saya." Jawabnya.
Dengan mata yang berkaca-kaca, ibu itu mengatakan, "Alloh tidak
menyia-nyiakan harapan dan doa saya."
Dari cerita itu saya memahami bahwa ibadah sholat, doa, dan
mengeluarkan shodaqoh dan bertaqarrub kepada Alloh dengan kita
membantu orang lain yang sedang kesusahan.Maka Alloh SWT akan
menyelesaikan masalah kita sebab hanya Allohlah sang penolong kita.
"Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al Baqarah
2:186).
sumber, http://agussyafii.blogspot.com
IBU : Habis Melahirkan,
Setelah bayi lahir, proses pemulihan tubuh ibu pun dimulai. Biasanya kondisi ini kurang mendapat perhatian karena Anda lebih asyik dengan si kecil. Anda baru menyadarinya jika ada bagian tubuh yang sakit dan mengganggu, seperti sakit perut. Sakit yang bisa berlangsung selama berhari-hari ini sebenarnya bisa segera diatasi asal ditangani dengan benar.
• Berkelit dari sembelit
Rasa sakit akibat proses persalinan yang panjang ataupun bekas jahitan di vagina yang belum sembuh sempurna, seringkali menyebabkan para ibu yang baru melahirkan menjadi takut buang air besar. Khawatir jahitan robek, begitu alasan mereka. Padahal, kedua “saluran penting” itu tidak saling berhubungan.
Akibat ditahan-tahan keluar, tinja pun menjadi lebih keras. Karena semakin keras, jadinya malah muncul problem baru, yaitu si ibu jadi sembelit. Tentu saja, akibat sembelit ini perut jadi terasa tidak nyaman; terasa sangat penuh, tapi untuk ke buang air besar tak juga kunjung keluar.
Sebagai jalan keluar, cobalah banyak minum cairan dan makan makanan yang berserat, serta lakukan olahraga ringan untuk membantu proses gerakan usus. Ini artinya, buah-buahan dan sayuran berserat tinggi harus masuk dalam setiap menu Anda.
Jika hal ini tidak mempan juga, Anda bisa konsultasi ke dokter. Mungkin saja Anda akan mendapatkan bantuan obat pencahar agar proses “pembuangan” bisa berjalan lancar.
2. Mulas karena kontraksi
Jangan mengira mulas seperti kontraksi yang dialami menjelang melahirkan sudah tidak muncul lagi. Sampai sekitar seminggu setelah persalinan, pada saat-saat tertentu, rasa sakit di perut seperti mulas menjelang melahirkan, kadang-kadang muncul lagi.
Tapi jangan khawatir, sakit perut yang satu ini normal dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Ini malah pertanda baik, karena rahim Anda berkontraksi lagi untuk penyusutan/pemulihan, setelah berbulan-bulan bekerja keras sebagai wadah janin. Pembuluh darah di rahim pun menyusut, sebagai proses alami mencegah terjadinya perdarahan.
Rasa sakit ini pada umumnya muncul juga ketika Anda menyusui bayi beberapa hari setelah melahirkan. Proses isapan di payudara memang bisa juga merangsang rahim untuk berkontraksi.
Itu sebabnya pemberian ASI untuk bayi segera setelah persalinan, sangat dianjurkan. Karena, bukan saja mempererat hubungan ibu dan bayinya, tapi juga membantu proses pemulihan rahim dengan kontraksi yang ditimbulkannya. Kalaupun Anda tak tahan dengan rasa sakit akibat mulas ini, Anda dapat minta obat kepada dokter.
3. Infeksi dari makanan
Jangan anggap remeh jika Anda merasa sakit perut disertai rasa mual sampai muntah-muntah, apalagi disertai diare. Bisa jadi, ini merupakan gejala infeksi di saluran pencernaan. Rupanya kondisi tubuh yang masih lemah sehabis melahirkan menyebabkan Anda mudah mengalami infeksi jika makan sembarangan.
Akibat muntah-muntah dan diare, dikhawatirkan Anda mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Dalam kondisi ini Anda akan merasa lemas.
Jika penyebabnya adalah virus, maka penyakitnya akan hilang sendiri dalam waktu satu atau dua hari. Hanya saja, Anda tetap harus banyak minum untuk mencegah kekurangan cairan tubuh.
Jika penyebabnya adalah bakteri, selain harus banyak minum untuk mengatasi kekurangan cairan yang mungkin terjadi, Anda juga harus mendapatkan antibiotik dari dokter. Apabila Anda muntah dan diare terlalu banyak, bisa jadi Anda perlu mendapatkan tambahan cairan melalui pembuluh darah balik alias diinfus. Nah, untuk bisa tahu penyebabnya, hasil muntahan atau tinja perlu diperiksa di laboratorium.
4. Tak cocok minum susu
Bukan cuma bayi yang tidak cocok minum susu. Orang dewasa pun bisa saja alergi susu. Begitu minum susu, langsung sakit perut dan buang-buang air. Dalam kondisi tersebut, alat pencernaan Anda tidak bisa mencerna laktosa yang ada dalam susu. Padahal, sebagai ibu yang baru melahirkan dan harus menyusui, Anda membutuhan kalsium cukup tinggi.
Jalan keluarnya, coba saja minum susu bebas laktosa, susu kedelai atau yogurt. Mereka yang alergi terhadap susu sapi, biasanya bisa mengkonsumsi yoghurt (susu yang sudah diasamkan).
Selain itu, untuk menggantikan kalsium dari susu, Anda bisa mengonsumsi tablet kalsium yang dijual bebas. Minum sesuai dengan anjuran yang ada di kemasan, atau akan lebih baik bila tanya ke dokter Anda lebih dulu.
5. Kembung sakit lambung
Perut Anda kembung dan lambung terasa sakit seperti ditusuk-tusuk? Kondisi ini memang bisa Anda alami kapan saja, bahkan juga setelah melahirkan. Sakit lambung yang selama ini banyak diperkirakan orang karena stres, bisa jadi dialami juga oleh para ibu yang merasa lelah setelah melahirkan dan mengurus bayinya. Jika gejalanya hanya kembung dan sembuh dalam beberapa jam, mungkin memang hanya karena gangguan meningkatnya asam lambung yang ringan.
Sekalipun begitu, sakit lambung yang terus-menerus perlu diperhatikan dengan serius, karena mungkin saja terjadi akibat luka di dinding lambung yang kemudian memproduksi bakteri. Luka ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Antara lain, karena obat, atau karena asam lambung yang terlalu banyak sehingga merusak dinding lambung.
Beberapa jenis obat memang ada yang merangsang terjadinya luka di dinding lambung, sehingga jika Anda ke dokter dengan keluhan sakit lambung, sebaiknya juga menyampaikan obat apa saja yang Anda minum sehari-hari. Jika sakit tersebut disebabkan oleh obat-obatan yang bisa menggerus dinding lambung, maka dokter biasanya akan menghentikan pemakaian obat tersebut, selain obat-obatan yang menurunkan asam lambung.
Jika penyebabnya adalah bakteri, maka dokter akan memberikan obat antibiotika kombinasi untuk menyembuhkan. Untuk sementara, Anda sendiri sebaiknya mencegah makanan-makanan yang bisa merangsang lambung, seperti yang pedas, berbumbu, atau yang asam.
Retno W. Supriyadi
Konsultasi ilmiah: dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG, POGI Jaya, RSIA Hermina, Jakarta .
Pengarah gaya: Diah Takarina Isdiono
Foto: Dennie Ramon & Harry Hikmatullah
Boks:
Pertolongan Pertama di Rumah
Gejala yang Terasa Yang Perlu Dilakukan
Mual–mual Makan biskuit atau camilan ringan lainnya. Jika ada, permen jahe atau biskuit jahe akan mengurangi rasa mual.
Muntah-muntah Segera minum air hangat atau teh hangat, dan makan sup hangat. Setelah itu, Anda bisa minum minuman segar yang banyak mengandung elektrolit.
Diare Diare adalah salah satu jalan untuk membersihkan tubuh dari infeksi akibat makanan. Menyetop diare dalam kondisi seperti itu malah akan berakibat buruk. Untuk “mengentalkan” tinja, Anda bisa makan nasi lembik, air tajin, pisang, serta minum teh.
Sembelit Secara bertahap, tingkatkan asupan makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, makanan dari biji-bijian, agar-agar, serta minum banyak cairan. Jika keadaan memaksa, Anda bisa saja minum obat pencahar (jangan sering memakai obat ini karena kurang baik bagi kesehatan Anda. Karenanya, konsultasikan dengan dokter).
BAYI : Cermat Merawat Pusar
Apa, sih, istimewanya organ ini sehingga jadi momok ibu baru? Di masa janin, pusar si kecil berupa tali dan fungsinya sebagai saluran suplai bahan makanan dari plasenta, sekaligus menyalurkan sisa metabolisme dan eksresi janin.
Setelah lahir, pemotongan tali pusar bayi yang dilakukan oleh dokter biasanya menyisakan ‘bagian' sepanjang beberapa sentimeter, yang nantinya akan lepas dengan sendirinya. Biasanya, tali pusar lepas sekitar 10-21 hari setelah bayi lahir.
Selama tali pusar belum lepas, perlu dilakukan perawatan secara cermat agar tidak terjadi infeksi.
• Jaga kebersihan area pusar dan sekitarnya, serta upayakan selalu dalam keadaan kering.
• Gunakan kapas baru pada setiap basuhan.
• Agar tali pusar lebih cepat lepas, gunakan kain kasa pada bagian pusar yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup.
• Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin.
• Agar praktis, kenakan popok dan atasan dari bahan kaos yang longgar.
• Lakukan acara bersih-bersih ini 1–2 kali sehari.
Segera ke dokter!
Kunjungi dokter jika kulit di area sekitar pusar si kecil memerah dan panas seperti terbakar. Bisa jadi ada infeksi yang disebabkan jamur atau hal lain. Kalau penyebabnya memang benar-benar infeksi, biasanya akan diberikan sedikit betadine.
Andi Maerzyda A.D. Th.
Konsultasi ilmiah: dr. IGAN Partiwi, Sp.A, IDAI Jaya, RS Bunda, Jakarta.
Persiapkan Perlengkapan
Sebelum merawat pusar si kecil, siapkan dulu berbagai peralatan yang diperlukan.
• Bola-bola kapas yang lembut dan steril.
• Kain kasa yang bersih dan kering.
• Air matang yang dingin.
• Handuk lembut.
• Popok bersih.
BAYI : Cara Tepat Menggendong Bayi
Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!
• Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.
• Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.
• Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.
• Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.
JANIN : Cara Jitu Pantau Janin
Meski proses persalinan adalah proses alamiah, perjalanan janin bisa saja tidak mulus. Dan, bila kehamilan Anda berisiko tinggi, yakni usia di atas 35 tahun, menderita penyakit (diabetes, tekanan darah tinggi, jantung, paru-paru, dan ginjal), pernah mengalami kematian janin, serta sering melahirkan, pemantauan janin perlu dilakukan.
Lihat dulu denyut jantungnya
Pemantauan janin tak bisa dilakukan secara kasat mata, karena ia masih “bersembunyi” dalam rahim. Umumnya, pemantauan dilakukan dengan cara mendengar denyut jantung janin. Bukan hanya keras atau lemahnya denyut jantung, tetapi juga perubahan iramanya, terutama saat terjadi kontraksi rahim. Kenapa? Ketika janin stres, denyut jantung yang tadinya berirama dan kuat, bisa saja jadi tidak berirama dan melemah. Informasi ini perlu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan toleransi janin terhadap proses persalinan. Dokter juga bisa tahu apakah perlu intervensi atau tidak.
Sebagai catatan, denyut jantung normal yang menunjukkan bahwa janin tidak mengalami stres adalah 120-160 per menit, dengan variabilitas sekitar 5-25 denyut per menit.
Masih banyak cara lain
Berikut beberapa cara pemantauan janin yang juga biasa dilakukan:
• Fetoscope
• Dilakukan dengan stetoskop yang dirancang khusus untuk mendengarkan detak jantung janin.
• Cara ini sangat sederhana. Namun, jika ada kasus berisiko tinggi, pasien sedang diinduksi atau dalam pengobatan tertentu, fetoscope tidak dapat dipakai untuk memantau janin selama 24 jam nonstop.
• Doppler
• Menggunakan ultrasound atau gelombang suara.
• Dapat dilakukan ketika ibu kontraksi.
• Cara ini juga sederhana, namun tidak dapat dipakai sebagai pemantau yang terus menerus pada kehamilan risiko tinggi.
• Electronic fetal monitoring
• Melihat denyut jantung janin saat ibu berkontraksi.
• Pemakaian bisa berkesinambungan, bisa juga hanya sebentar.
• Bermanfaat bila digunakan pada ibu yang berisiko tinggi.
• Ibu kurang bisa bergerak bebas. Akibatnya, bisa memperlambat proses persalinan karena perhatiannya teralih ke mesin.
• Internal monitoring
• Lebih akurat daripada electronic fetal monitoring , karena menggunakan alat yang ditempelkan pada kepala janin.
• Untuk pemantauan berkesinambungan pada ibu yang berisiko tinggi.
• Digunakan jika ketuban sudah pecah dan pembukaan vagina sekitar 2–3 cm.
• Lebih berisiko menyebabkan infeksi pada janin atau ibu, karena ketuban sudah pecah. Makanya, digunakan jika kondisi janin berisiko tinggi atau butuh pemantauan yang lebih akurat.
• Telemetry monitoring
• Adalah cara terbaru untuk memantau janin.
• Menggunakan gelombang radio yang dihubungkan dengan transmitter (pemancar) kecil yang ditempelkan pada paha ibu. Transmitter berfungsi memancarkan suara denyut jantung janin, sehingga dapat dipantau dari ruang perawat.
• Untuk ibu hamil yang berisiko rendah, cara ini masih dipertanyakan.
Mana yang lebih cocok?
Tidak semua alat cocok untuk berbagai jenis kehamilan dan persalinan, karena tergantung dari cara persalinan, serta kondisi ibu dan janin. Kenapa?
• Ibu yang berisiko tinggi bisa jadi butuh pemantauan yang berkesinambungan selama proses persalinan. Pemantauan janin yang berkesinambungan tidak meningkatkan kondisi janin atau ibu dalam proses persalinan, tetapi hanya memantau dan membantu diagnosa dokter.
• Jika kondisi ibu dan janin baik, biasanya alat pantau berupa stetoskop, doppler, dan ultrasonografi (USG), sudah cukup efektif untuk memperkirakan kondisi bayi.
Retno W. Supriyadi
Konsultasi ilmiah: dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG, POGI Jaya, RSIA Hermina, Jakarta
Apa yang Bisa Dideteksi?
• Hambatan aliran darah dari tali pusat ke janin.
• Gangguan pada jantung yang menyebabkan gangguan iramanya.
• Kelainan posisi janin.
• Hipoksia (kekurangan oksigen) pada janin
• Infeksi. Bisa untuk menduga adanya infeksi, tetapi tidak bisa langsung untuk mendiagnosa jenis infeksi.
• Tidak cukupnya pertukaran oksigen antara rahim dan plasenta/ari-ari.
• Stres pada janin.
JANIN : Berat Badan Ibu vs Pertumbuhan Janin
Kesehatan dan pertumbuhan janin sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibunya. Salah satu faktor penting kesehatan ibu itu adalah pengaturan berat badan. Akan lebih baik lagi, bila hal ini dilakukan sejak Anda merencanakan kehamilan.
Berapa idealnya?
Khusus wanita Asia dewasa, bila menggunakan indeks massa tubuh (lihat boks “Menghitung Indeks Massa Tubuh”) , maka berat badan normal berada dalam rentang 19-23. Jadi, bila berat badan Anda sebelum hamil termasuk kurang atau berlebih, naikkan atau turunkan dulu.
Asal tahu saja, berat badan calon ibu yang kurang (kurus) atau berlebih (gemuk) akan membuat kehamilannya berisiko (lihat boks “Perhatian!”). Dan, berat badan sebelum hamil juga mempengaruhi jumlah kenaikan berat badan selama hamil. Makanya, konsultasikan lebih dulu hal ini dengan dokter Anda. Dengan begitu, bisa ditentukan kenaikan berat badan selama hamil yang paling pas. Inilah beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan:
• Bila berat badan sebelum hamil normal, maka kenaikan berat Anda sebaiknya antara 9-12 kg.
• Kalau sebelumnya berlebih, kenaikan berat badan cukup antara 6-9 kg.
• Bila sebelum kehamilan berat badan Anda kurang, kenaikan berat badan sebaiknya antara 12-15 kg.
• Jika mengandung bayi kembar dua atau lebih, kenaikan berat badan selama hamil harus lebih banyak lagi, tergantung jumlah bayi Anda.
Yang pasti, bila kenaikan berat badan Anda selama hamil masih dalam rentang yang ideal, tak usah khawatir. Karena, kenaikan berat badan tersebut bukan hanya disebabkan oleh terjadinya timbunan lemak, melainkan juga akibat proses tumbuh-kembang janin, pertambahan berat rahim, plasenta, volume darah, cairan ketuban, cairan dalam jaringan tubuh Anda, dan membesarnya payudara.
Jeli pilih makanan
Sebenarnya, yang penting adalah pola kenaikan berat badan Anda selama hamil, dan bukan total kenaikan berat badan Anda. Apa artinya?
• Selama trimester pertama , biasanya terjadi kenaikan berat badan minimal, yaitu 1-2 kg. Jadi, walau Anda sering merasa mual dan hilang nafsu makan, berat badan harus tetap naik. Karena, pada trimester ini, otak, pancaindera dan alat kelamin janin sedang dibentuk. Biasanya, rasa mual bisa dihindari dengan menghindari makanan yang berlemak, makanan dingin, atau terlalu asam.
• Menginjak trimester kedua , nafsu makan Anda biasanya sudah pulih. Makanya, mulai saat ini, Anda harus ekstra hati-hati. Idealnya, kenaikan berat badan rata-rata 0,35-0,4 kg per minggu. Yang baik memang kenaikan berat badan Anda terjadi secara perlahan dan kontinyu. Sebagai catatan, kenaikan yang berlebih atau sangat cepat bisa jadi indikasi awal terjadinya keracunan kehamilan atau diabetes.
Juga, sebaiknya Anda tetap berusaha mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan bahan makanan yang bervariasi, sesu ai kebu t u han tubuh saat hamil. Dengan perkiraan kenaikan berat badan selama hamil rata-rata sekitar 12,5 kg, maka tubuh Anda butuh tambahan energi sebesar 70.000-80.000 Kal. Pertambahan kalori ini, terutama diperlukan pada 20 minggu terakhir masa kehamilan, yaitu ketika pertumbuhan janin berlangsung sangat pesat. Bila 80.000 Kal dibagi 40 minggu (280 hari), maka tambahan kalori yang Anda perlukan adalah antara 285-300 Kalori per hari.
Lalu, mengingat Anda sedang ‘menumbuhkan' bayi, upayakan agar kalori yang Anda peroleh berasal dari makanan yang bergizi. Hindari mengonsumsi terlalu banyak junkfood atau makanan yang hanya mengandung kalori tinggi, seperti karbohidrat, lemak, dan gula. Selain hanya mengandung sedikit zat gizi, jenis makanan ini bisa membuat berat badan melonjak secara drastis. Jadi, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin dan mineral. Misalnya, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan segar. Jenis makanan tersebut sangat diperlukan janin.
Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG, Bagian Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Perhatian!
• Bila berat badan sebelum hamil dan kenaikan berat badan selama hamil kurang , maka si kecil berisiko lahir dengan berat badan kurang atau berat bayi lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR akan terganggu perkembangan dan kecerdasannya, selain kesehatan fisiknya juga kurang bagus.
• Bila berat badan sebelum hamil dan kenaikan berat badan selama hamil berlebih , bayi Anda berisiko terhambat pertumbuhannya akibat penyempitan pembuluh darah. Anda juga berisiko mengalami komplikasi, baik selama kehamilan maupun persalinan; seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, atau keracunan kehamilan (preeklampsia). Juga, Anda akan sulit menghilangkan kelebihan berat badan setelah melahirkan.
Rumus Indeks Massa Tubuh
Berat Badan (kg)
Indeks Massa Tubuh = ------------------------
Tinggi Badan (m2)
ANAK : Bayi Menangis tanpa Sebab?
Kolik adalah keadaan dimana bayi menangis terus-menerus secara berlebihan ( lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Gangguan ini bisa terjadi sejak si kecil lahir sampai usia 3-4 bulan. Itu sebabnya, dikenal juga istilah “kolik tiga bulan”.
Tapi, jangan langsung menduga bayi pasti kolik bila menangis berlibahan. Sebab, tangisan bisa saja terjadi karena ia lapar, terlalu lelah, popoknya basah, atau kedinginan.
Penyebabnya belum pasti
Kolik sering dikaitkan dengan adanya gangguan pada saluran pencernaan, misalnya akibat mengejangnya otot di dinding usus atau ada udara dalam usus. Tapi, mungkin juga kolik terjadi karena bayi mengalami intoleransi laktosa alias alergi terhadap susu sapi/susu formula. Meski begitu , mekanisme spesifik penyebab terjadinya kolik sampai kini belum diketahui secara pasti. Tak heran bila ada dugaan bahwa kolik adalah perwujudan dari tidak berhasilnya upaya si kecil untuk berkomunikasi dengan orang tuanya.
Penyakit lainnya, seperti demam (suhu di atas 37,5 ° C), diare, atau infeksi lain juga membuatnya rewel . A papun penyebab tangisnya, segera penuhi kebutuhan bayi. Segera bawa ke dokter bila bayi kolik terus-menerus, atau serangan di malam hari sangat mengganggu. Misalnya, ia sering terjaga dan merasa sakit.
Cegah selagi bisa
Tidak ada cara yang tokcer untuk mencegah kolik. Walau begitu, tak ada salahnya bila Anda mencoba meminimalkan penyebabnya. Misalnya, periksa apakah posisi mulutnya sudah pas saat menyusu, dan sendawakan dengan benar sehabis menyusu sehingga tak ada udara yang masuk ke dalam usus.
Kalaupun si kecil diduga kolik, ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk meredakan tangisannya (simak boks: Lakukan Ini! ). Yang pasti , jangan cepat putus asa! Begitu gagal, coba cara lainnya.
Bila Anda merasa frustrasi (karena bayi menangis terus) dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, letakkan bayi di tempat tidurnya, lalu matikan lampu kamar. Dengan begitu, Anda dan bayi bisa tenang. Sebagai catatan, Anda sebaiknya cukup istirahat. Jadi, lakukan penjagaan dan perawatan bayi secara bergantian dengan pasangan Anda, misalnya.
Yang penting, jangan panik. Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu, dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Apalagi, u mumnya, b ayi yang kolik tetap punya nafsu makan yang baik serta kenaikan berat badannya normal.
Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. I.G.A. Nyoman Partiwi, Sp.A, IDAI Jaya, RS Bunda, Jakarta.
Kenali Gejalanya
• Menangis secara berlebihan setelah minum atau ketika bangun tidur, terutama di malam hari. Bayi tetap normal dan sehat selain waktu-waktu itu.
• Tangis sukar dihentikan saat ‘serangan' terjadi.
• Ketika menangis, wajahnya berwarna kemerahan dan kakinya diangkat-angkat (lutut ditekuk ke arah dadanya).
• Perut mungkin kembung .
Lakukan Ini!
• Pastikan kebutuhan bayi terpenuhi . Misalnya, jangan sampai ia terlalu lapar atau harus menunggu lama untuk disusui.
• Peluklah , sehingga si kecil merasa nyaman. Nikmati saja kontak kulit ke kulit.
• Usap-usap punggungnya dengan menengkurapkan bayi di atas pangkuan Anda.
• Ajak jalan-jalan dengan kereta dorong atau naik mobil agar ia tenang.
• Mandikan dengan air hangat dan ciptakan suasana rileks di malam hari .
• Ayun-ayun si kecil sambil menyanyikan atau memutar lagu favoritnya.
ANAK : Agar Mata Si Kecil Tetap Berbinar
Mata adalah jendela untuk melihat dunia. Jadi sudah sepatutnya Anda tidak mengabaikan kondisi mata si kecil. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
• Cari penyebabnya
Penyebab “redupnya” mata bayi bisa beragam (silakan lihat boks “Ini Dia Penyebabnya!”). Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan dokter anak Anda. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan benar-benar tepat.
• Siap-siap dulu sebelumnya
• Tangan Anda harus bersih. Ini untuk menjaga kuman-kuman yang “nakal” ikut-ikutan masuk ke mata mungilnya.
• Gunakan kapas bulat yang lembut, sebab “serpihan” kapas tidak akan menempel di mata dan menimbulkan iritasi.
• Celup kapas bulat dalam air hangat, agar tidak tidak terjadi iritasi.
• Saat membersihkan mata
• Rajin-rajinlah membersihkan matanya, minimal berbarengan saat Anda membersihkan tubuhnya di pagi dan sore hari.
• Ganti kapas setiap kali membersihkan mata bayi, agar kotoran mata yang sudah terambil tidak mengenai matanya lagi. Tindakan ini juga mencegah kontaminasi kuman dari satu mata ke mata lainnya.
Boks:
Ini Dia Penyebabnya!
• Sebelum berusia 48 jam. Biasanya akibat kontaminasi cairan ketuban atau darah seusai persalinan. Kotoran matanya akan berwarna kecokelatan, tapi tidak berbau.
• Setelah usianya 48 jam. Ini karena infeksi. Umumnya, kotoran mata akan berwarna kuning kehijauan dan berbau. Infeksi bisa juga ditandai radang pada mata, berupa bengkak dan berwarna kemerahan.
• Sumbatan pada saluran air mata . Terjadi karena ada sumbatan di saluran air mata, sehingga air mata menggenang dan debu yang beterbangan di udara lengket di mata.
Nia L. Tobing
ANAK : 48 Jam Pertama: Penting dan Genting!
Selama 48 jam pertama setelah kelahirannya, bayi Anda harus tetap dalam pemantauan tim penolong persalinan. Ya, ada sejumlah prosedur yang dilakukan dokter atau perawat terhadap si kecil. Semua itu bertujuan membantu bayi menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Mungkin saja, setiap fasilitas kesehatan yang menangani persalinan punya kebijakan yang berbeda seputar penanganan bayi baru lahir. Meski begitu, jenis pemeriksaan, tes atau pemantauan umumnya sama.
Menit-menit pertama yang kritis
Momen yang paling tak terlupakan adalah saat Anda pertama kali mendengar tangisan si kecil. Wow...! Seketika perasaan Anda campur aduk antara rasa bahagia dan cemas. Bagaimana ya kesehatannya?
Memang, menit-menit pertama merupakan masa kritis bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Itu sebabnya, tim penolong persalinan akan segera melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes, yaitu:
• Tes Apgar
Uraian tentang tes ini bisa Anda simak dalam artikel “Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi” pada edisi no. 20/9-22 Oktober 2004.
• Pemeriksaan ada tidaknya kelainan bawaan
Antara lain, kelainan pada langit-langit mulut (termasuk bibir sumbing), kelainan kromosom (seperti Sindroma Down), kelainan genitalia (seperti testis belum turun); serta kelainan pada saluran kemih. Bila memang ada kelainan, dokter akan membicarakan tindakan yang sebaiknya dilakukan bersama Anda dan pasangan.
• Pemeriksaan tingkat kematangan bayi
Di sini, akan dilihat apakah bayi Anda itu cukup matang (sudah waktunya dilahirkan), prematur (lahir sebelum waktunya), atau justru lahir lewat dari waktu seharusnya.
Bila kulit si kecil terlihat sangat tipis dan agak transparan, itu adalah salah satu tanda bayi prematur. Jika kerut-kerut pada kulit tubuhnya terlalu banyak dan lapisan berwarna keputihan yang cukup tebal di tubuh tidak ada lagi, maka ini menandakan si kecil sebenarnya lahir lewat dari batas waktu perkiraan.
• Pengukuran fisik
Pengukuran terhadap fisik atau tubuh si kecil dimulai dari menimbang tubuh untuk mengetahui berat lahir dan mengukur panjang tubuh. Ini untuk melihat apakah proporsi tubuhnya termasuk normal atau tidak.
Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut. Semua hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan acuan yang baku. Misalnya, ukuran kepala bayi yang termasuk normal antara 33-38 cm. Selanjutnya, dilakukan pengukuran suhu tubuh bayi. Normalnya, sekitar 36,5–37,4 ° C. Itu sebabnya, ia akan terasa lebih hangat.
• Pemberian obat tetes mata
Tujuannya untuk mencegah kemungkinan terjadinya radang mata atau infeksi dari penyakit di daerah sekitar jalan lahir, khususnya PMS (Penyakit Seksual Menular), yang mungkin saja diderita oleh orang tuanya.
60 menit pertama
Selesai semua pemeriksaan paska kelahirannya, sesegera mungkin bayi akan diberikan pada Anda untuk disusui. Paling baik dalam waktu kurang dari 30 menit pertama. Mengapa begitu?
Selain refleks hisap bayi paling kuat pada waktu tersebut, manfaatnya banyak sekali. Bukan cuma bagi bayi Anda, tapi juga Anda. Misalnya, aneka rangsangan yang diterima selama berlangsungnya kegiatan menyusui akan membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang otak bayi. Selain itu, risiko Anda mengalami perdarahan dan anemia bisa berkurang, karena hormon oksitosin yang keluar selama menyusui akan merangsang rahim berkontraksi dan kembali lebih cepat ke bentuk semula.
Kegiatan menyusui sedini mungkin ini juga berarti memberi kesempatan pada si kecil untuk menerima kolostrum (ASI yang keluar sejak hari ke-1 sampai ke-14 setelah melahirkan). Selain kandungan gizinya bisa memenuhi kebutuhan bayi, cairan berwarna bening kekuningan ini mengandung zat kekebalan tubuh. Dengan begitu, si kecil akan terlindung dari beberapa penyakit infeksi (terutama diare) dan memperoleh imunitas (kekebalan tubuh).
Sebagai catatan, bayi yang sehat akan terlihat sangat aktif pada 1 jam pertama kehidupannya. Ia akan terus menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.
6 jam pertama
Umumnya, bayi akan terlelap selama 2-3 jam, lalu terbangun dan menangis. Ini tanda ia lapar dan ingin segera disusui. Lambung mungilnya hanya bisa menampung ASI yang bisa membuatnya kenyang selama 3 jam saja. Meski begitu, Anda tidak perlu merancang jadwal pemberian ASI. Biarkan ia menyusu se maunya dan semampunya. Ingat, hisapan bayi akan membantu merangsang keluarnya ASI.
Juga, si kecil akan periksa darah untuk pertama kalinya. Biasanya, dokter akan mengambil darah dari tumitnya, sekitar 6 tetes. Pemeriksaan darah itu sendiri berbeda-beda pada setiap bayi, tergantung keadaan atau riwayat kesehatan keluarganya. Umumnya, yang diperiksa adalah kadar hemoglobin (Hb), kadar hemotokrit (Ht), dan golongan darah.
Bagaimana kalau bayi itu sehat? Meski tidak perlu perawatan intensif, ia akan terus dipantau secara teliti oleh pihak rumah sakit. Misalnya, hampir setiap jam, perawat akan mengukur suhu tubuh, mengecek pernapasan, denyut jantung, gerak otot, serta aktivitasnya.
24 jam pertama
Selain lapar, biasanya si kecil akan bangun dan menangis bila popok dan pakaiannya basah. Dalam 24 jam pertama kehidupannya, kemungkinan besar bayi Anda sudah pipis dan pup. Bahkan, mungkin saja ia pup beberapa menit setelah lahir. Kotoran bayi baru lahir yang berwarna hitam kehijauan ini disebut mekonium. Bila ia belum pup juga, dokter akan melakukan tindakan untuk membantunya.
Bila bayi tetap saja rewel (padahal popok dan pakaiannya sudah diganti), bisa jadi ia butuh dekapan dan pelukan. Dengan begitu, ia merasa aman dan nyaman. Biasanya sih, bayi yang telah terpenuhi semua kebutuhannya ini akan kembali terlelap.
Jika dokter atau perawat mencurigai ada masalah dengan kesehatan bayi Anda, serangkaian pemeriksaan akan diulang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kelainan yang belum terdeteksi, kemungkinan adanya gangguan kesehatan, atau terjadi infeksi setelah dilahirkan.
Nah, kalau kebetulan Anda dan bayi berada dalam satu ruangan ( rooming in ), sebaiknya Anda juga mengamati kondisi si kecil. Segera beritahu dokter atau perawat begitu ada yang tidak beres. Dengan begitu, bisa segera dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti.
48 jam pertama
Di hari kedua, bayi Anda akan menjalani serangkaian pemeriksaan kembali. Bila ia tampak kuning, maka kadar bilirubin (zat warna kuning dalam darah) dalam darah akan diperiksa. Bila kadar bilirubinnya tinggi, maka dokter akan segera bertindak. Misalnya, melakukan terapi blue light , yaitu meletakkan bayi dalam wadah yang dilengkapi alat yang memancarkan sinar biru.
Perlu diketahui, hampir semua bayi baru lahir akan kuning di hari ke-3. Itu sebabnya, seluruh bayi perlu diperiksa kadar bilirubin dalam darah pada hari itu. Normalnya, kadar bilirubin adalah 0-1 mcg. Namun, sampai hari ke-7, kadarnya bisa saja naik sampai 12 mcg.
Sebelum dibawa pulang, dokter akan mengajari cara sederhana untuk mengetahui apakah benar si kecil kuning atau tidak. Misalnya, bila ditekan dadanya, ditahan dan dilepas. Perhatikan daerah bekas tekanan tersebut. Biasanya, akan berwarna kuning. Bila bayi Anda benar-benar kuning, mau tidak mau harus segera dibawa ke rumah sakit. Di sini, dokter akan berupaya mengatasinya dan terus memantaunya sampai kadar bilirubin aman dan stabil.
Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. Yafri Razak, Sp.A, Bag. Perinatologi, RSIA Bunda, Jakarta
Pengarah gaya: Nia L. Tobing
Foto: Bobo Firmansyah
Lokasi: RSIA Bunda, Jakarta
Boks:
Si Prematur yang Rentan
Mengingat kondisinya yang lebih rentan, bayi prematur akan menerima “perlakuan” khusus. Apa itu?
• Pemeriksaan yang lebih seksama terhadap kemungkinan terkena infeksi selama proses persalinan.
• Melalui pemeriksaan darah, akan dilihat apakah si kecil menderita suatu penyakit serta perlu bantuan oksigen atau bantuan lainnya dengan segera.
• Kadar bilirubin dalam darah bayi prematur seringkali tinggi, sehingga perlu distabilkan melalui terapi blue light.
• Bayi prematur sering sulit menyesuaikan diri dengan suhu ruangan di mana ia berada. Itu sebabnya, ia perlu dimasukkan ke dalam inkubator. Di sini, suhunya diatur hingga hampir sama dengan suhu dalam rahim.
• Kesulitan bernapas juga sering dialami bayi prematur. Bisa jadi, ini karena paru-parunya belum siap bekerja. Umumnya, hal ini diatasi dengan memberi bantuan pernapasan serta oksigen.
IBU : AKU HAMIL ENGGAK YA?
Dita begitu suprise mengetahui dirinya hamil. Ia memang sempat "curiga" karena telat datang bulan dan payudaranya terasa membengkak. Tetapi karena enggak mau geer duluan, pengantin baru ini melakukan tes urine dan hasilnya ternyata positif. Sorenya ia menelepon sang suami untuk mengabarkan berita suka cita ini dan mengajaknya pergi ke klinik untuk kepastian lebih lanjut. Dokter pun menyatakan ia hamil 8 minggu.
Dita merupakan contoh ibu yang peka akan tanda-tanda alamiah kehamilan. Soalnya ada lo, ibu yang cuek. Meski sudah telat haid beberapa bulan tetap tak sadar dirinya hamil. Satu hal yang paling dikhawatirkan tentu bila yang bersangkutan melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya atau janin lantaran tidak tahu dirinya hamil. Paling sering adalah mengonsumsi obat-obatan atau melakukan olahraga yang berisiko keguguran.
Lalu bagaimana, dong? "Setiap wanita, terutama wanita yang sudah menikah dan tidak ber-KB, jika mengalami terlambat haid jangan lekas minum obat, terutama obat-obatan untuk melancarkan haid karena bisa jadi dirinya sedang hamil," saran dr. T. Otamar Samsudin, SpOG, dari RS MMC Kuningan, Jakarta Selatan.
LIMA TANDA ALAMIAH
Selain itu, ibu mesti mengetahui tanda-tanda kehamilan alamiah untuk dapat mengetahui dirinya hamil atau tidak sedini mungkin. Meski kehamilan dapat diketahui secara pasti dengan USG, misalnya, tentu akan tidak efisien jika pemeriksaan dilakukan setiap kali ibu merasa dirinya hamil.
Oleh karenanya, penting bagi ibu untuk bisa mengenali tanda-tanda alamiah kehamilan, seperti:
1. Terlambat menstruasi. Ini merupakan tanda utama karena tidak mungkin seorang wanita hamil mengalami haid. Toh, telat mens tidak menjamin 100 % ibu sedang berbadan dua, sebab bisa juga merupakan indikasi lain, seperti kelainan hormonal, stres atau kacapekan. " Untuk itu jika ibu sudah satu minggu atau lebih telat menstruasi, pastikan lagi dengan mengamati tanda-tanda alamiah kehamilan lainnya," ujar Otamar.
2. Mual-muntah yang disebabkan pengaruh hormonal. Biasanya terjadi di pagi hari (morning sickness) tapi bisa juga dipicu oleh hal tertentu, seperti bau-bauan/wewangian tertentu atau mengonsumsi makan-makanan tertentu.
3. Pusing, kadang disertai demam ringan akibat perubahan hormonal.
4. Adanya perubahan fisik, seperti tubuh bertambah berat/besar atau perut tampak tidak seperti biasanya.
5. Payudara semakin membesar, kencang, dan areola menghitam serta puting menyembul.
TES URINE
Tanda-tanda alamiah tadi tentu perlu dikonfirmasikan dengan melakukan uji kehamilan lain. Yang paling sederhana adalah dengan menjalani tes urine. Cara penggunaannya relatif mudah dan biasanya tercantum jelas pada leaflet di dalam kemasannya. Sayang, tes urine pun tidak 100 % akurat. Kadang-kadang hasilnya negatif, padahal sebenarnya positif. Hal ini mungkin terjadi karena:
* Faktor hormonal ibu. Jumlah progesteron yang masih kurang saat dilakukan tes urine umumnya akan menunjukkan hasil negatif meski ibu sebenarnya sedang berbadan dua. Tapi kasus ini jarang terjadi.
* Alat tes rusak.
* Kesalahan prosedur. Jika ibu tidak menjalankan tes sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan, hasil yang didapat bisa tidak akurat. Contoh, pada petunjuk tertulis agar hasil dibaca setelah 5 detik, tapi ibu membacanya kurang dari waktu tersebut. Lantaran itu hasil tes urinenya salah.
PEMERIKSAAN USG
Jika hasil tes urine menunjukkan negatif namun ibu amat yakin tengah mengandung segera lakukan pemeriksaan USG dengan mendatangi rumah sakit/klinik bersalin terdekat. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaaan dengan menggunakan USG (dari luar atau melalui vagina).
Dengan teknologi gelombang bunyi berfrekuensi tinggi ini, dokter dapat mengetahui kondisi janin dengan optimal, memastikan usia kehamilan serta memperkirakan tanggal kelahirannya. Dengan USG, dokter pun bisa melihat kelainan-kelainan di rahim ibu, misalnya kista, miom atau lainnya.
Tentu saja, meski ada teknologi canggih, mengenali tanda-tanda alamiah kehamilan tetap diperlukan. Dengan begitu, kita dapat segera mengetahui bahwa ada makhluk mungil yang sedang tumbuh di rahim yang amat membutuhkan perhatian kita.
WASPADAI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN
Manfaat lain pemeriksaan USG adalah untuk mendeteksi apakah kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau disebut juga kehamilan ektopik merupakan kehamilan tidak normal dan perlu ditangani segera. Kehamilan ektopik, bisa terjadi di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut.
Tentunya, dengan makin membesarnya janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan di dalam perut. "Kalau kehamilan di luar kandungan dapat terdeteksi dini, tentu penanganannya lebih baik. Bila tuba atau salurannya belum robek atau pecah biasanya ibu masih bisa diberi obat untuk menghancurkan kehamilan tersebut. Tapi kalau sudah pecah maka janin dan saluran tuba harus dibuang. Ibu masih tetap bisa hamil, tapi kemungkinannya lebih kecil daripada yang memiliki dua saluran tuba," urai Otamar.
Penyebab kehamilan ektopik adalah kelainan saluran tuba yang dapat diakibatkan oleh infeksi, misalnya, infeksi pada vagina seperti keputihan yang pengobatannya tidak tuntas sehingga infeksi yang terjadi di vagina akan naik dan menjalar masuk ke dalam rahim, lalu akhirnya ke tuba. Selain itu, infeksi juga dapat diakibatkan oleh bercak endometriosis yang menempel di tuba.
Gazali Solahuddin. Ilustrator: Pugoeh
Minggu ke-19 Konsepsi (Minggu ke-21 HPHT)
JANIN MENELAN CAIRAN KETUBAN
Ketuban yang tertelan membantu pertumbuhan dan perkembangan sistem pencernaan janin.
Janin makin bertambah besar. Di minggu ini beratnya sekitar 300 g. Panjang janin dari puncak kepala hingga bokong mencapai 16-18 cm. Berbagai sistem organ mengalami perkembangan atau pematangan. Misalnya, di bagian lidah sudah terbentuk ujung-ujung pengecap. Indra peraba pun terus berkembang seiring perkembangan otak serta ujung saraf.
Struktur tubuh makin lengkap. Jantung makin kuat dengan bertambahnya usia janin. Terbentuk jaringan lemak sebagai bahan dasar bagi produksi panas tubuh. Lemak ini juga merupakan energi untuk beraktivitas.
Air ketuban membuat janin merasa hangat dan nyaman. Ketuban memudahkan gerakan janin sehingga dapat bergerak bebas. Melalui USG, janin tampak mengisap ibu jari, posisi tangan di wajah dan sebagainya. Cairan ketuban bisa saja tertelan oleh janin. Berdasarkan penelitian, cairan ketuban dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan sistem pencernaan janin. Alhasil, setelah lahir kelak sistem pencernaannya akan berfungsi. Sementara air ketuban yang masuk ke dalam paru-paru akan melatih pernapasan.
Kulit janin berwarna kemerahan dan tampak seperti "keriput". Di jari-jari kaki serta tangan sudah tampak kuku. Gerakan tangan dan kakinya makin bertambah kuat lantaran otot-ototnya terus berkembang. Gerakan sang janin tentu sudah bisa dirasakan ibu.
KAKI MEMBENGKAK
Di minggu ini, letak rahim kira-kira 1 cm di atas pusar. Kenaikan berat badan ibu sekitar 4-6 kg. Ketika rahim membesar, kulit serta otot-otot perut meregang. Akibatnya, perut terasa gatal. Kejadian alamiah ini dapat diatasi dengan cara menggunakan losion khusus. Yang jelas, jangan digaruk agar kulit perut tak terluka. Selain rahim yang terus membesar, bagian-bagian tubuh ibu yang lain juga terus berubah. Contohnya, terjadi pembengkakan di kaki bagian bawah. Sebagai upaya antisipasi, sering-seringlah istirahatkan kaki.
Hormon-hormon yang diproduksi ternyata mengakibatkan tulang ibu menjadi rawan cedera. Apalagi bila kegiatan yang dilakukan terlalu berat dan menimbulkan gerakan menghentak. Lantaran itu, batasi aktivitas fisik terutama yang berkaitan dengan tulang punggung. Perhatikan pula sikap tubuh yang baik saat berjalan, duduk, maupun berdiri. Jaga agar tulang punggung tetap tegak namun relaks. Selain itu, hindari sikap membungkuk, misalnya ketika hendak mengambil sesuatu dari lantai.
Selain itu, jumlah cairan atau sekresi yang keluar dari vagina meningkat. Warnanya putih atau kekuningan serta agak kental. Ini bukan pertanda terjadinya infeksi. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya aliran darah menuju kulit serta otot-otot sekitar vagina. Sebagai upaya preventif agar tak merasa risih, ibu perlu menggunakan pembalut khusus supaya cairan tak merembes.
Namun, bisa saja terjadi infeksi di usia kehamilan ini. Cirinya, bila rembesan cairan itu berbau tak sedap, berwarna kuning atau hijau, serta menyebabkan iritasi atau rasa gatal di sekitar atau di dalam vagina. Bila mengalami hal tersebut, segera berkonsultasilah dengan dokter kandungan.
Hilman
Konsultan ahli: dr. H. Inayatullah Rifai, Sp.OG dari RS Azra, Bogor
IBU : AMANKAH MSG BAGI JANIN?
Survei yang dilakukan Public Interest Research and Advocacy Center di Jakarta memublikasikan banyaknya camilan yang mengandung MSG. Ironisnya, pihak produsen cenderung enggan mencantumkan kandungan zat tersebut dalam kemasannya. Gawatnya lagi, melalui surat elektronik yang dikirim ke berbagai pihak disebutkan bahwa janin yang dikandung oleh ibu hamil yang mengonsumsi MSG dalam jumlah tertentu akan menuai serangkaian efek buruk.
MSG atau yang lebih dikenal dengan istilah vetsin, micin, atau bumbu penyedap yang dikonsumsi ibu hamil disebut-sebut dalam surat elektronik tersebut dapat menembus plasenta janin. Senyawa ini kemudian akan menembus jaringan di berbagai organ penting. Akibatnya, yang bersangkutan akan mengalami gangguan hati, hipertensi, stres dan demam tinggi. Selain itu, MSG juga memicu reaksi gatal-gatal, bintik-bintik merah di kulit, keluhan mual, muntah-muntah, sakit kepala, migren, asma, bahkan depresi.
Membaca informasi semacam itu, siapa yang tak jadi ciut nyalinya, terutama ibu-ibu yang tengah berbadan dua. Betulkah itu semua? "Dari sejumlah artikel ilmiah yang saya baca, itu semua masih berupa dugaan dan sedang diteliti kebenarannya," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M. Sc., dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Meski pembuktiannya masih menjadi perdebatan banyak pihak, namun ada baiknya jika ibu hamil berhati-hati dengan butiran kristal yang membuahkan rasa lezat pada makanan ini.
MENGENAL MSG
Pada dasarnya monosodium glutamat adalah salah satu senyawa kimia yang pada konsentrasi tertentu tidak memiliki rasa, namun dapat memperkuat atau memodifikasi rasa makanan secara komersial. Rasa nikmat yang dikecap lidah diyakini karena adanya bahan aktif glutamat yang sebetulnya sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari manusia. Soalnya, secara alami glutamat ada dalam bahan-bahan makanan, seperti tomat, keju, kaldu daging sapi atau ikan.
Glutamat juga diperoleh dari hasil metabolisme dalam tubuh antara asam amino (protein) dan karbohidrat. Pada dasarnya glutamat dibutuhkan usus dan plasenta sebagai sumber energi yang penting. Di otak, contohnya, glutamat berfungsi meningkatkan rangsang pengantar pesan pada saraf.
Yang pasti, glutamat yang berasal dari bahan makanan alami tidak menimbulkan kerusakan jaringan otak. Malahan, glutamat yang diproduksi tubuh dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan otak yang akut yang bisa berlanjut menjadi serangan epilepsi, kekurangan aliran darah otak, ataupun kerusakan jaringan otak. Bila terjadi bertahun-tahun, gangguan-gangguan tersebut akan menyebabkan kemunduran fungsi saraf.
Untuk mengontrolnya, transfor glutamat dalam sel otak memegang peranan penting. Tidak saja untuk menyediakan glutamat dalam proses pemecahan dan sintesis protein. Namun juga untuk menghentikan aksi perangsangan saraf sekaligus menjaga konsentrasi glutamat pada tingkat aman agar tidak menyebabkan kerusakan saraf otak.
Banyak penelitian sudah dilakukan untuk mendudukkan zat ini secara proporsional, apakah lebih banyak manfaatnya ataukah justru mudaratnya. Selain penelitian di atas yang menyebutkan sederet efek negatif dari MSG, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi MSG tidak berpengaruh pada sekresi/keluaran hormon hipofisis anterior di otak. Ini karena MSG tidak dapat menembus bagian otak (hipotalamus) yang mengatur kelenjar hormon tersebut. Selain itu, terdapat penghalang antara aliran darah dan jaringan otak yang mengatur pertahanan kadar glutamat dalam cairan otak.
SEJAUH INI AMAN, KOK
Jadi amankah MSG dikonsumsi ibu hamil? "Dalam jumlah tertentu, sejauh ini masih dikategorikan aman. Di Amerika sendiri, badan pemeriksa obat dan makanan (FDA) masih mengklasifikasikan MSG sebagai bahan yang aman," papar pengasuh rubrik Tanya Jawab Gizi Ibu di nakita.
Menurutnya, glutamat tidak dapat melalui barier plasenta. Dengan kata lain, MSG yang dikonsumsi ibu hamil tidak secara langsung berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Konsumsi MSG juga tidak terbukti ada kaitannya dengan peningkatan kadar glutamat dalam ASI. Dengan demikian tidak ada pengaruhnya pada bayi karena metabolisme glutamat pada bayi boleh dibilang hampir serupa dengan manusia dewasa.
Meski demikian, MSG sejak lama diduga menyebabkan kumpulan gejala penyakit yang dikenal dengan sebutan Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Gejala yang ditimbulkan antara lain rasa kebal pada daerah leher belakang dan lengan, sekujur badan terasa lemah dan terjadi peningkatan denyut nadi. Selain itu, konsumsi MSG juga diduga berkaitan dengan tercetusnya berbagai gangguan alergi seperti asma, gatal, infeksi kulit, gangguan irama jantung, kelainan saraf tepi dan gangguan pencernaan.
Membuktikan semua dugaan tersebut memang masih harus melalui jalan panjang. Sebab selama ini penelitian baru sebatas dilakukan pada hewan, dalam hal ini tikus, dan belum dilakukan pada manusia. Kendati begitu, gejala yang sama juga dapat muncul akibat konsumsi alkohol dan garam dalam jumlah berlebihan. Jadi, tukas Tati, "Tidak spesifik karena MSG saja."
0,3-1 GRAM PER HARI
Seperti telah disebut di atas, dalam jumlah tertentu konsumsi MSG masih dianggap aman. Beberapa negara industri dan negara maju, menetapkan konsumsi MSG yang masih bisa ditoleransi adalah 0,3-1 gram per hari. Selain ditambahkan sebagai bumbu masakan, selama ini makanan instanlah yang dituding sebagai "gudang" MSG. Mengenai jumlahnya, tak diketahui pasti karena banyak produsen enggan menuliskannya pada setiap kemasan. Karenanya, amat dianjurkan agar ibu hamil jeli membaca keterangan yang tertera pada kemasan produk sekaigus cerdas memilah-milah dan membuat keputusan.
Sayangnya, karena senyawa ini tercampur sedemikian rupa dalam makanan, banyak orang yang sama sekali tidak menyadarinya ketika sudah mengonsumsi MSG dalam jumlah berlebih. Jumlahnya dikategorikan melampaui batas bila konsumsi MSG mencapai 30 mg/kg BB per hari. Melalui metabolisme di usus dan hati, konsumsi MSG sebanyak ini akan menyebabkan peningkatan kadar glutamat dalam sirkulasi darah yang bisa berakibat fatal.
Untuk menghitung secara teliti sudah berapa banyak MSG yang masuk dalam tubuh jelas sama sekali tidak mudah. Tentu akan lebih mudah dan praktis jika ibu hamil dengan kesadarannya sendiri membatasi pemakaian MSG. Ibu bekerja yang selalu makan siang di kantor, contohnya. Karena tidak bisa memastikan berapa banyak kandungan MSG dalam makanan yang dibelinya, maka amat disarankan untuk menyiapkannya sendiri di rumah agar terbebas dari MSG. Kalaupun ketika di luar rumah tak bisa menghindar dari penggunaan senyawa ini, mengapa pemakaian di rumah tidak dibatasi seminimal mungkin.
Penelitian tentang bahaya MSG memang masih terus berjalan. Para ilmuwan yang meneliti pun sampai saat ini belum menemukan kata sepakat. Bisa jadi hasil yang dipublikasikan hari ini berbeda dengan esok dan lusa. Nah, supaya tidak menyesal kemudian, mengapa tidak mulai membatasinya dari sekarang. Toh rasa sedap tidak harus didapat dari butiran kristal ini. Bukankah bahan makanan yang segar, bumbu yang proporsional, cara memasak yang tepat pun akan menghasilkan masakan istimewa, meski tanpa MSG?
ZAT LAIN YANG BERBAHAYA
Mengatasnamakan kepraktisan, makanan siap saji dalam kemasan pun sering menjadi pilihan ibu rumah tangga, tak terkecuali mereka yang sedang hamil. Padahal makanan dalam kemasan, selain mengandung MSG, biasanya juga ditambahkan berbagai kandungan artifisial lain. Sebutlah zat pewarna, zat pemanis buatan dan bahan pengawet.
Zat pewarna yang tergolong berbahaya di antaranya zat pewarna yang tidak ditujukan untuk makanan/minuman. Yang paling banyak ditemukan di antaranya adalah zat pewarna tekstil dan bahan pembuat cat, semisal rhodamin B dan methanyl yellow. Padahal efeknya tak main-main: penggunaan zat-zat ini secara tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, dari gangguan fungsi hati sampai kanker.
Pemanis buatan apabila diberikan dalam jumlah besar dan dikonsumsi dalam waktu lama juga dapat menyebabkan kanker kandung kemih. Begitu juga formalin dan boraks. Sebagai bahan pengawet yang jelas-jelas dilarang penggunaannya untuk makanan dan minuman, masih saja dijumpai dalam bakso dan makanan lain yang membutuhkan kekenyalan. Atau penggunaan kloramfenikol agar udang terlihat selalu segar, dan minyak nabati yang dibrominasi supaya jernih.
TIP MEMILIH MAKANAN AMAN
* Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
* Konsumsi bahan-bahan makanan yang segar secara bervariasi
* Sumber karbohidrat di antaranya nasi, bubur, mi, roti, dan sejenisnya.
* Sumber protein hewani di antaranya daging sapi, ayam, ikan, telur, dan sejenisnya.
* Sumber protein nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan sejenisnya.
* Sumber lemak semisal minyak goreng, mentega, dan sejenisnya.
* Sumber vitamin dan mineral yakni sayur mayur berwarna hijau dan buah-buahan.
* Makanlah secara teratur dengan porsi lebih banyak dari biasanya saat sebelum hami.
Marfuah Panji Astuti. Foto: Iman/NAKITA
IBU : AGAR CEPAT SUBUR SETELAH BER-KB
Sulit hamil setelah ber-KB menjadi keluhan banyak ibu. Lebih tepatnya, setelah pemakaian KB hormonal yang cukup lama, seperti suntik, pil, susuk, juga koyo. Penyebabnya tak lain karena selama pemakaian alat kontrasepsi tersebut, kondisi hormon ibu "diganggu". Ketidakseimbangan hormonal yang diakibatkannya berefek menjadi ketidaksuburan.
Alat Kontrasepsi hormonal disimpan dalam jaringan lemak tubuh. Contohnya, suntik kontrasepsi 3 bulanan yang dipakai lebih dari 1 tahun. Alhasil, meski ibu sudah berhenti ber-KB, di dalam darahnya masih tersisa hormon-hormon yang disuntikkan sebelumnya. Inilah yang menyebabkan ibu tidak dapat menjadi subur seketika meskipun sudah lebih dari 3 bulan tak lagi menggunakan alat kontrasepsi tersebut.
LANGKAH PEMULIHAN
Untuk mengembalikan keseimbangan hormonalnya, ibu diharapkan sabar menunggu. Proses pencapaian kesuburan kembali sangatlah indi-vidual. Mungkin mingguan atau bulanan. Yang dapat dilakukan ibu untuk memulihkan keseimbangan hormonnya antara lain:
* Melakukan fase istirahat
Meski belum merencanakan kehamilan, ibu disarankan untuk tidak terus-menerus "menekan" kelenjar endokrinnya (kelenjar penghasil hormon). Jadi, dalam pemakaian kontrasepsi hormonal mesti dilakukan fase beristirahat. Contoh, program KB hormonal selama dua tahun sejak kelahiran anak sebelumnya sebaiknya diselingi dengan fase istirahat setelah 1 tahun pertama pemakaian. Lamanya fase istirahat sekitar 1-2 bulan dengan menghentikan atau melepas alat KB.
Untuk sementara pakailah alat KB nonhormonal, seperti kondom atau spiral. Hal ini perlu agar kelenjar endokrin bisa bekerja lagi. Setelah beristirahat, bila memang cocok, pemakaian alat KB hormonal sebelumnya bisa dilanjutkan kembali.
* Memperhatikan kebugaran
Kebugaran tubuh dapat diperoleh dengan asupan gizi seimbang dan cukup, menjaga stamina dengan berolahraga, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, menghindari pemicu stres, berhubungan seksual secara teratur, cukup mengonsumsi hiburan.
* Segera ke dokter setelah 6 bulan
Jika setelah lebih dari 6 bulan, ibu belum juga mendapat keseimbangan hormonal (ditandai dengan menstruasi yang belum muncul teratur) segera periksakan diri ke dokter kebidanan dan kandungan. Mungkin ada penyebab lain yang perlu penanganan intensif.
* Minum obat penyubur
Untuk mengejar target kehamilan, ibu biasanya mengonsumsi obat penyubur. Sebenarnya penggunaannya tidak dilarang asalkan di bawah pengawasan ahli. Obat yang mengandung hormon klomifen sitrat dan epimestrol ini berfungsi memacu ovulasi atau pemecah telur. Pemakaiannya harus disesuaikan dengan siklus bulanan dan harus sesuai dosis. Contoh, pemberian sebulan sekali selama 5 hari, yaitu di hari ke-5 masa menstruasi hingga hari ke-9. Kemudian dikonsultasikan kembali pada bulan depannya untuk dilihat keberhasilan obat tersebut, apakah dosisnya perlu dinaikkan atau tidak.
Jika dalam 6 bulan atau setahun tak ada respons (sel telur tidak matang atau tak tumbuh dengan baik), barulah terapi kesuburan dilakukan dengan cara suntik. Waktu yang dipilih biasanya pada hari ke-2 sampai ke-9 masa menstruasi. Hormon yang disuntikkan adalah hormon yang mengandung FSH/LH atau FSH saja yang akan ditingkatkan dosisnya bila tidak mempan.
RAGAM ALAT KONTRASEPSI HORMONAL
Sesuai namanya kontrasepsi hormonal menggunakan hormon progesteron atau kombinasi estrogen dan progesteron. Prinsip kerjanya, hormon progesteron akan mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tempat tumbuh hasil konsepsi, serta membuat sel telur berjalan lambat sehingga mengganggu waktu pertemuan sperma dan sel telur. Mengingat kontrasepsi hormonal berperan besar dalam "mengganggu" kesuburan ibu, maka perlu dilihat keuntungan dan kerugian pemakaiannya. Inilah ragam bentuknya:
* Suntikan
KB suntik yang dilakukan 2-3 kali sebulan mengandung hormon sintetik. KB suntik satu bulanan berisi Cyclofem. KB suntik 10 mingguan mengandung Norigest. KB suntik 3 bulanan mengandung Depoprovera. Tingkat kegagalannya, dari setiap 1000 pasangan pengguna terdapat 3-5 ibu yang mendapat kehamilan dalam setahun.
Keuntungannya, KB suntikan tidak mengganggu produksi ASI, juga mengurangi rasa nyeri haid.
Kerugiannya, ibu mungkin mengalami peningkatan berat badan karena nafsu makan meningkat. Lapisan dari lendir rahim pun akan menipis sehingga darah haid yang keluar sedikit. Bahkan pada beberapa ibu bisa saja haid yang keluar hanya berupa bercak, tidak haid sama sekali, atau jadwal haid tidak menentu.
* Pil atau Tablet
Kandungan pil KB adalah hormon progesteron. Namun, ada pula yang berupa kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen. Aturan pemakaiannya ada dua, yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Sistem 28 mengharuskan pil untuk diminum terus tanpa berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21 memungkinkan konsumsi pil dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi (dibuat secara sekuensial dengan pola pengaturan haid).
Keuntungannya, penggunaan pil dapat meningkatkan libido sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis, haid lebih teratur, dan mengurangi nyeri haid. Efektivitasnya hingga 95-98% (Dari 1.000 pasangan dalam setahun hanya 7 wanita yang hamil).
Kerugiannya, pil yang berkomponen estrogen (berkombinasi dengan progesteron) cenderung membuat penggunanya jadi mudah tersinggung, membuat berat badan bertambah karena nafsu makan meningkat, menimbulkan nyeri kepala, menimbulkan bercak hitam di wajah, perdarahan banyak saat menstruasi, memengaruhi fungsi hati dan ginjal, serta mengganggu produksi ASI.
Sedangkan yang berkomponen progesteron saja dapat menyebabkan payudara tegang, darah menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, dan liang sanggama kering. Penggunaan pil secara teratur dalam jangka panjang dapat menekan fungsi ovarium.
* Susuk
Susuk disebut juga alat kontrasepsi bawah kulit karena dipasang di bawah kulit pada lengan kiri atas. Bentuknya seperti tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul berisi zat aktif berupa hormon yang disebut Levonorgestrel. Prinsip kerjanya adalah menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi
SPIRAL MUNGKIN SAJA GANGGU KESUBURAN
Spiral yang digunakan dalam jangka waktu tahunan dapat menyebabkan komplikasi berupa perlekatan di mulut rahim tanpa keluhan sebelumnya. Oleh karena itu, pemakaian spiral harus dikontrol sesuai anjuran dokter.
Irfan Hasuki. Ilustrator: Pugoeh
Narasumber:
dr. Mariono Reksoprodjo, Sp.OG.,
dari Klinik Bersalin Seruni, Jakarta Selatan
MINGGU KEENAM
RAHIM MULAI MEMBESAR
Otak embrio berkembang pesat dan ibu kadang mengalami kram pada perut bagian bawah atau samping.
Di minggu ini, bentuk embrio tampak masih melengkung seperti huruf C atau bisa dikatakan seperti udang. Nantinya embrio bakal meluruskan bagian leher dan badannya. Secara perlahan, mulai muncul dengan jelas kepala dan leher. Bagian kepala embrio jauh lebih besar dibandingkan tubuhnya. Boleh dibilang ukuran embrio masih sangat kecil, tapi hampir semua organ tubuhnya sudah mulai terbentuk. Sel-sel pun tengah berkembang secara bertahap membentuk struktur baru.
Otak merupakan jaringan yang juga tumbuh pesat. Di usia ini, tumbuh serebelum atau bagian otak yang berperan dalam mengatur gerakan otot tubuh. Kelenjar pituiariyang merupakan induk dari semua kelenjar tubuh pun mulai terbentuk di otak. Kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan dan hormon-hormon lain yang bertugas mengatur fungsi kelenjar adrenal, tiroid, dan gonad. Bagian otak lain yang mulai berkembang yaitu gelembung alfaktori yang berkaitan dengan indra penciuman. Secara umum, otak juga berfungsi mengatur bekerjanya organ-organ penting seperti paru-paru, jantung, serta sistem pencernaan.
Di minggu ini, pada bagian sisi kepala embrio akan terbentuk gumpalan yang berkembang menjadi daun telinga. Sudah ada mata meskipun letaknya masih berjauhan. Terbentuk pula pigmen retina mata. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Mulai terbentuk pula langit-langit mulut yang memisahkan antara rongga hidung dengan rongga mulut. Bibir bagian atas tampak jelas. Terbentuk pula otot-otot wajah dan rahang.
Di minggu keenam sudah terdapat peredaran darah dan mulai terbentuk organ-organ seperti hati, ginjal, dan sistem pencernaan (usus-lambung). Jantung pun sudah bisa dilihat atau didengar dengan USG transvaginal dan doppler berwarna. Jantungnya berdenyut 80-85 kali per menit. Sudah dimulai proses pembagian jantung menjadi empat ruangan. Antara rongga dada dan perut (abdomen) mulai terbentuk diafragma. Terbentuk pula empedu yang berfungsi untuk pembentukan antibodi serta membuang bakteri dan sel-sel darah merah yang mati. Urin sudah mulai diproduksi oleh ginjal.
Dengan USG mungkin akan terlihat samar-samar bentukan tulang belakang, siku, dan pergelangan tangan. Begitu juga piringan telapak kaki pada ujung tungkai mulai berproses. Kelak, akan terbentuk beberapa cekungan pada piringan telapak tangan sebagai tempat tumbuhnya jari-jemari. Sel kelenjar kelamin secara perlahan akan berubah menjadi struktur organ kelamin pria atau wanita.
KRAM DAN NYERI PERUT
Di minggu ini, rahim menjadi lebih besar. Tapi dilihat sepintas kehamilan belum kelihatan jelas, apalagi kalau ini yang pertama. Yang pasti, secara perlahan ukuran lingkar pinggang berubah. Jika melakukan pemeriksaan panggul dapat terlihat bahwa rahim mulai membesar. Seiring membesarnya rahim, ibu hamil akan mengalami kram serta nyeri pada perut bagian bawah atau samping. Rahim terasa kencang dan mengetat atau berkontraksi.
Ibu hamil kadang pula menderita nyeri pada bokong serta bagian bawah punggung atau di pinggir tungkai. Ini terjadi lantaran adanya tekanan pada saraf akibat pertumbuhan dan pembesaran rahim. Untuk mengatasinya, ibu disarankan berbaring ke arah/sisi berlawanan dengan bagian yang terasa nyeri. Upaya ini membantu mengurangi tekanan pada saraf.
Hilman Hilmansyah. Foto: Dok. nakita
Konsultan ahli:
dr. H. Inayatullah Rifai, Sp.OG
dari RS Azra, Bogor
IBU : 9 KELUHAN USAI SESAR DAN MENGATASINYA
SAKIT DI TULANG BELAKANG
Sehabis sesar ibu sering mengalami rasa sakit di bagian tulang belakang tempat dilakukan suntik sebelum operasi. Keluhan ini umumnya timbul ketika membungkukkan badan saat mengambil sesuatu atau mengangkat beban yang lumayan berat. Sumber rasa nyeri berada tepat pada bekas tusukan jarum suntik saat dilakukan bius lokal. Diduga karena pernah terjadi trauma di situ.
Sebagai tindakan awal, atasi dengan melakukan gerakan yang tidak terlalu mendadak atau berubah drastis. Saat mengambil benda kecil di lantai, contohnya. Sebaiknya ambil posisi jongkok dengan menekuk kaki dan hindari posisi membungkuk yang akan meningkatkan beban di tulang belakang. Sedapat mungkin, hindari pula mengangkat beban berat. Selain itu, lakukan olahraga yang tepat secara teratur agar kesehatan dan kebugaran tubuh senantiasa terjaga. Untuk penanganan lebih mendalam, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter spesialis anestesi yang menangani pembiusan. Dokter akan memeriksa dan menganjurkan pengobatan sesuai dengan diagnosisnya. Pemeriksaan penunjang mungkin saja diperlukan, misalnya rontgen tulang belakang.
TAK BOLEH SEGERA HAMIL
Jarak aman antarkehamilan yang disarankan adalah 2 tahun setelah sesar, meski ini bukan angka mati karena terpulang kembali pada kondisi masing-masing ibu. Idealnya, sehabis menjalani operasi sesar, tunda kehamilan sampai luka operasi dan jahitannya benar-benar sembuh dan kuat.
Kehamilan selagi jahitan masih basah dan belum kuat dikhawatirkan membuatnya lepas dan selanjutnya membahayakan ibu seiring dengan membesarnya perut. Selain itu, tenggang waktu 2 tahun ini juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada organ-organ reproduksi maupun organ lainnya untuk beristirahat.
Kalau memang sudah keburu hamil sebelum batas waktu tersebut, segeralah berkonsultasi secara intensif pada dokter kebidanan dan kandungan. Akan lebih baik bila yang didatangi adalah dokter yang dulu menangani operasi sesar ibu karena dialah yang tahu kondisi pasiennya. Bila ada tanda-tanda yang mencurigakan, seperti rasa nyeri yang sangat di bawah daerah sayatan atau di atas tulang kemaluan, jangan ragu untuk segera ke rumah sakit.
Saat usia kehamilan 36 minggu jangan lupa mintalah dokter melakukan pengukuran biometri janin, letak plasenta, jumlah cairan ketuban dan tebal segmen bawah rahim. Pengukuran ini penting untuk mengetahui kapan operasi sesar harus dilakukan. Pada kehamilan yang jaraknya relatif dekat seperti ini biasanya ibu tidak dianjurkan menjalani persalinan normal karena dikhawatirkan bakal terjadi robekan rahim yang jauh lebih besar.
RASA KEBAL DI BEKAS SAYATAN
Keluhan lain sehabis sesar adalah rasa kebal di bagian atas bekas sayatan operasi. Ini wajar karena saraf di daerah tersebut boleh jadi ada yang terputus akibat sayatan saat operasi. Butuh waktu cukup lama, kira-kira 6-12 bulan, sampai serabut saraf tersebut menyambung kembali. Ibu-ibu yang mengalami lazimnya diminta bersabar menunggu serabut-serabut saraf menyambung kembali.
NYERI DI BEKAS JAHITAN
Banyak ibu yang mengeluhkan rasa nyeri di bekas jahitan sesar. Keluhan ini sebetulnya wajar karena tubuh tengah mengalami luka dan penyembuhannya tidak bisa sempurna 100%, apalagi jika luka tersebut tergolong panjang dan dalam. Ingat, dalam operasi sesar ada 7 lapisan perut yang harus disayat. Sementara saat proses penutupan luka, 7 lapisan tersebut dijahit satu demi satu menggunakan beberapa macam benang jahit.
Sayangnya, dalam proses penyembuhan tak bisa dihindari terjadinya pembentukan jaringan parut. Jaringan parut inilah yang dapat menyebabkan nyeri saat melakukan aktivitas tertentu. Begitu juga aktivitas yang berlebihan maupun penekanan di bagian tersebut. Nah, untuk meminimalkan keluhan yang satu ini mau tidak mau tinggalkan dulu aktivitas yang berlebihan, apalagi dengan gerakan yang terlalu cepat. Pilihlah aktivitas ringan yang tidak terlalu memberatkan. Jangan pula menekan daerah jahitan tersebut, baik sengaja maupun tidak, atau berjongkok secara tiba-tiba sampai bagian bekas jahitan sesar benar-benar kering dan kuat.
MUNCUL KELOID DI BEKAS JAHITAN
Selama masa penyembuhan luka operasi sesar, banyak ibu yang gundah karena perutnya tak lagi mulus. Apalagi jika di bekas jahitan tersebut muncul benjolan memanjang yang disebut keloid. Keloid sering muncul pada bekas luka, termasuk luka akibat operasi sesar, sebagai reaksi tubuh yang berlebihan dalam proses penyembuhan luka. Munculnya keloid pada bekas sayatan operasi sesar biasanya disebabkan oleh paparan cairan ketuban yang mengandung faktor pertumbuhan sel, jenis benang jahit yang dipakai, teknik menjahit yang digunakan, serta bakat seseorang dalam reaksi jaringan.
Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan munculnya keloid. Antara lain, dokter harus melakukan teknik menjahit yang baik, memilih benang jahit yang tidak iritatif, dan memberikan obat antikeloid. Usai operasi, ibulah yang harus benar-benar menjaga agar luka bekas operasi sesar tidak mengalami iritasi, infeksi, atau malah terbuka yang dapat merangsang terjadinya keloid. Memang ada operasi untuk mengangkat keloid, tapi upaya ini toh belum dapat mencegah berulangnya keloid.
GATAL DI BEKAS JAHITAN
Rasa gatal di bekas jahitan sangat mengganggu dan mendorong ibu untuk menggaruknya. Urungkan niat itu karena dikhawatirkan jahitan akan terbuka dan berdampak lebih parah. Sebenarnya, rasa gatal bisa timbul akibat adanya infeksi pada daerah luka operasi seperti infeksi jamur atau karena reaksi penyembuhan luka yang berlebihan.
Bila penyebabnya infeksi biasanya akan tampak tanda radang di daerah jahitan. Ditandai dengan kulit yang berwarna kemerahan, ada luka, ada cairan yang keluar, terasa panas, dan terasa nyeri bila ditekan. Berbeda bila disebabkan karena reaksi kulit yang berlebihan; kulit di daerah jahitan menebal dan mengeras serta menonjol dibanding permukaan kulit lainnya. Inilah yang disebut keloid.
Bila keluhannya ringan, ibu masih bisa bertahan untuk tidak menggaruk. Hindari makanan atau zat tertentu yang memang dapat menyebabkan alergi berbentuk gatal di kulit. Yang tak kalah penting, hindari pemakaian celana dalam ketat yang akan menimbulkan gesekan pada bekas jahitan secara berulang kali. Atasi rasa gatal dengan menggunakan salep antigatal atau antikeloid. Namun untuk menilai sejauh mana efektivitasnya, konsultasikan dokter kebidanan dan kandungan.
TAK BISA LAGI MELAHIRKAN NORMAL
Banyak wanita yang merasa tidak sempurna jika tidak pernah menjalani persalinan normal. Oleh sebab itu, informasi yang mengatakan operasi sesar akan menutup kesempatan melahirkan normal di kehamilan berikutnya acapkali membuat ibu gundah. Memang sih pada kasus-kasus tertentu, ibu yang pernah bersalin dengan cara sesar dianjurkan untuk kembali disesar pada persalinan berikutnya. Akan tetapi bila sesar sebelumnya bukan atas indikasi menetap seperti panggul sempit atau abnormal, berikutnya ibu boleh-boleh saja melahirkan normal. Tentu saja asalkan segala persyaratan terpenuhi, di antaranya kehamilan berikut terjadi setelah sesar lewat 1 tahun atau setelah anak sebelumnya berumur 18 bulan, kondisi jahitan aman, dan tidak ada komplikasi pada jahitan. Agar bisa melahirkan normal, sebaiknya ibu mengikuti anjuran dokter.
TAK BOLEH BEROLAHRAGA
Karena kondisi perut yang lemah akibat sayatan, banyak ibu percaya kalau mereka tidak boleh berolahraga selamanya. Sebenarnya, olahraga boleh dilakukan asalkan secara bertahap. Contohnya, setelah lewat 40 hari lakukan senam ringan atau jalan santai. Tiga bulan kemudian lakukan senam atau jalan santai dengan intensitas waktu yang lebih lama. Namun sebelum berolahraga sebaiknya konsultasikan lebih dulu pada dokter apakah gerakan-gerakan olahraga yang akan ditekuni benar-benar aman atau tidak, dan kapan boleh dilakukan.
JAHITAN TERBUKA
Jahitan terbuka sering dialami ibu pascasesar. Biasanya akan diikuti dengan keluarnya cairan sehingga luka terlihat basah, berwarna kemerahan, berdarah, serta muncul rasa nyeri dan gatal. Kemungkinan lain, akan terjadi perdarahan bercak bila rahim berkontraksi berlebihan.
Terbukanya jahitan sesar memang bisa saja terjadi dengan aneka penyebab. Di antaranya teknik jahit yang kurang baik, kualitas benang jahit, atau akibat kesalahan ibu sendiri. Itulah mengapa, dokter yang melakukan jahitan sesar harus memahami betul teknik menjahit dan benang jahit yang benar-benar berkualitas. Ibu juga diminta untuk tidak melakukan gerakan-gerakan berlebihan dan cepat, mengedan terlalu kuat, apalagi mengangkat beban berat. Mengapa? Tak lain karena dalam tiga bulan pertama setelah sesar, luka dinding rahim belum sembuh benar sehingga bisa saja terbuka.
STERIL SETELAH SESAR
Mereka yang sudah menjalani 3x operasi sesar mau tidak mau harus bersedia disteril. Ini adalah standar medik di Indonesia guna menghindari hal-hal yang sangat membahayakan ibu maupun janinnya. Juga karena memang belum ada RS yang menyediakan teknologi mutakhir untuk melakukan operasi sesar keempat kalinya pada ibu yang sama. Itulah mengapa, saat dilakukan tindakan sesar untuk ketiga kali, ibu biasanya ditawari untuk sekalian dioperasi steril. Lain cerita kalau ada alasan yang kuat, yaitu dari 3x sesar belum ada satu pun bayi yang hidup. Dalam kasus seperti ini, jika ibu hamil lagi, kondisinya harus diawasi dengan sangat ketat.
Tindakan steril merupakan pemotongan saluran telur sepanjang kira-kira 1 cm sehingga kemungkinan terjadi pembuahan akan sangat kecil. Namun, meski kecil kemungkinannya, terkadang saluran telur yang telah dipotong ini bisa saja tersambung kembali secara alamiah sehingga pembuahan bisa saja terjadi lagi.
Irfan Hasuki. Ilustrator: Pugoeh
Konsultan ahli:
Dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG
dari RS Gatot Subroto, Jakarta
Minggu ketujuh (Minggu kesembilan HPHT)
JANIN SUDAH BISA BERGERAK
Otak embrio berkembang pesat dan ibu kadang mengalami kram pada perut bagian bawah atau samping.
Pada masa ini, janin masih berada dalam tahap perkembangan atau pembentukan sistem organ-organ tubuh. Proses ini disebut organogenesis. Sudah tidak ada lagi bagian ekor pada tubuh janin. Badannya sudah lurus dan memanjang. Bentuknya sudah mirip manusia walaupun masih sangat kecil. Melalui pemeriksaan USG terlihat panjang janin (kepala ke bokong) sekitar 2,23 cm. Usus yang semula berada di luar dinding perut perlahan mulai masuk ke rongga perut.
Janin sudah bisa menggerakkan tubuh dan tungkainya di dalam air ketuban. Kenapa janin sudah bisa bergerak? Karena otak janin sudah terhubung dengan saraf dan otot-otot tubuh. Otak pun sudah mulai mengirimkan kode-kode saraf yang ditransfer menuju otot-otot tersebut. Gerakan ini dapat dilihat pada pemeriksaan USG. Namun, ibu belum bisa mendeteksi gerakan sang janin.
Di minggu ini, kepala janin lebih tegak dan leher lebih berkembang. Di bagian wajah, kelopak mata mulai terbentuk. Lubang hidung dan ujung hidung juga sudah terdeteksi. Lidah mulai tampak. Daun telinga sudah terlihat dan lebih berkembang. Lengan dan tungkai juga sudah lebih panjang. Begitu pula jari-jari tangan. Sementara di bagian tangan/kaki mulai terbentuk siku/lutut dan mata kaki. Organ lain yang terus berkembang adalah alat kelamin. Namun, masih belum bisa dibedakan mana janin laki-laki atau perempuan. Perkembangan menjadi skrotum dan penis atau labium baru dapat dibedakan beberapa minggu kemudian.
FISIK IBU
Rahim ibu makin membesar seiring pertumbuhan janin di dalamnya. Untuk mendeteksinya dilakukan pemeriksaan panggul. Garis pinggang pun mulai tampak lebih lebar. Berat badan ibu perlahan meningkat meskipun pertambahannya hanya sedikit. Tubuh menyimpan zat gizi untuk menyokong kehamilan. Volume darah juga mengalami sedikit peningkatan.
Asupan zat besi dari makanan seperti bayam, hati, atau tablet suplemen zat besi ekstra sangat penting selama hamil. Namun jika muncul rasa mual, suplemen zat besi boleh ditinggalkan sementara dan jangan dipaksakan.
Ibu hamil masih mengalami morning sickness dan mudah letih. Seperti halnya minggu lalu, ibu hamil harus hati-hati mengonsumsi obat-obatan. Dilarang merokok, minum minuman keras, dan sebagainya. Aktivitas yang masih bisa dilakukan seperti biasa, yaitu tetap boleh melakukan pekerjaan rumah tangga rutin asalkan tidak terlalu berat.
Hilman Hilmansyah. Foto: Dok. nakita
Konsultan ahli:
dr. H. Inayatullah Rifai, Sp.OG
dari RS Azra, Bogor
