Showing posts with label Istriku. Show all posts
Showing posts with label Istriku. Show all posts

Ketika Tiba Jodohnya


Ketika  Tiba Jodohnya


Sejak suami meninggal dunia, terasa hampa dalam hidupnya. Anaknya sangat lucu-lucunya membutuhkan sosok seorang bapak. Ibunya selalu berharap untuk segera menikah.  "Untuk menemukan suami yg sholeh kan tidak mudah ibu," tuturnya. Ia tersenyum mendengar nasehat ibu, mencoba menyelami apa yang ada dalam pikirannya yang serupa dengan yang dipikirkannya.  Terkadang bila hari minggu kehadirannya di Rumah Amalia dengan putrinya membuat hidup terasa bahagia. Kebahagiaan itulah yang membuatnya tegar dalam mengarungi samudra kehidupan.

Pada satu hari di rumah kedatangan tamu. Anaknya berlari menghampiri seorang perempuan paruh baya berteriak padanya, "Nenek, suka lagu apa?" Perempuan itu tidak menjawab, matanya berkaca-kaca, tertumpah air mata, Lagu Balonku dinyanyikan dengan riang, namun seperti memiikirkan sesuatu. "Ih, anak pintar.." ucapnya sembari mencium kening anaknya. Perempuan separuh baya memperkenalkan dirinya sebagai tetangga baru.  Sejak itu mereka saling mengenal, anaknya selalu mengajak bermain di rumah beliau. Tak disangka sang ibu memperkenalkan laki-laki muda yang duduk disamping beliau. Anaknya berlari memeluk laki-laki muda. "Maaf, anak saya bercanda.."ucapnya tersipu malu. Tak lama kemudian laki-laki muda itu melamarnya dan mengatakan, "saya memilih seorang istri yang mampu mencintai saya dan menyayangi ibu apa adanya." Dengan penuh linangan air mata, diiringi ketawa riang anaknya yang manja. Pernikahan itu diselenggarakan dengan sederhana. Kebahagiaan dengan sang
buah hati untuk mewujudkan keluarga bahagia.

--
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
By: Muhamad Agus Syafii

Doa Untukmu Sayang

Robbi Habli Minassholihin..... Amiin
Dengan nama-Mu Rabb, Maha Pengasih lagi Penyayang...


Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami disurga nanti

Tuhan tolong aku jaga dia, Tuhan akupun sayang dia.."

Lagu Wali "Doa Untukmu Sayang" itu terdengar indah dan membahagiakan, sebuah doa untuk orang yang kita cintai setulus hati, ditengah samudra kehidupan. Perjalanan waktu terasa cepat berlalu, dilewati dengan manis, pahit, getir, penuh tawa dan derai air mata semua seolah berlarian, melompati kebahagiaan dan penderitaan. Berawal dari seorang laki-laki terhanyut dalam kelembutan sinar kedua matanya, Jatuh hati pada kesederhanaan seorang perempuan  lalu laki-laki itu mengajaknya untuk melangkah merajut janji suci dihadapan Allah. Bersamanya semua terasa indah dan penuh pesona untuk dijalaninya hingga terlahir buah cinta yang suci dari rahimnya. Kisah itu begitu nyata dalam  perjalanan hidup rumah tangga kita. Kita menyukai kelembutan mata pasangan kita, kedamaian disetiap belaiannya hingga tahun berganti tahun dan pesonanya perlahan memudar, terkikis kisaran emosi, hempasan derita, ujian, cobaan dan air mata yang membuat kerutan-kerutan diwajah orang yang
kita cintai.

Termangu dalam kesendirian, terhanyut dalam kelembutan sinar kedua bola matanya. Pada keceriaan di setiap derai tawa belahan hidup kita. Kehadirannya membawa nuansa jingga dan ungu dikehidupan penuh rwarna.  Tertatih-tatih mewujudkan rumahku seindah surga.  Keluargaku bagaikan surgaku, merindukan akan ketenteraman, kasih sayang dan kebahagiaan. Namun yang terjadi justru kita mudah terluka dan menderita karena orang yang kita cintai. Kita menjadi sakit dan penuh derai air mata karena orang yang kita kasihi. Itulah Cobaan yang paling berat di dalam kehidupan rumah tangga maka kita harus memiliki sebuah kekuatan dan kesabaran yang besar agar kita bisa "memaafkan." karena bila tidak bisa memaafkan, maka hati kita dipenuhi oleh kemarahan, sakit, kecewa dan derita justru yang dilakukan oleh orang yang paling kita sayangi dan kita kasihi.

Memaafkan hampir menjadi obat mujarab bila kita sedang menghadapi konflik keluarga. Menyentuh hati yang paling dalam, menyejukkan dari keresahan dan kegelisahan. Ketika kaki kita menginjak bumi, meraih jemari, rebah dalam kehangatan pelukan menyembuhkan luka. Tidaklah berarti apapun luka yang kita rasakan karena bukan seberapa besar luka dan derita namun seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menanggung luka dan derita itu. Bila kekuatan dan kesabaran yang kita miliki kecil dan rapuh maka luka kecilpun kita sudah merasa begitu teramat menderita.  Jika kita memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, sebesar apapun luka dan derita itu tidak akan berarti apapun bagi kita, karena Allah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang di dalam diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah. "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi satu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan dalam diri mereka" (HR. Ahmad).

----
Sahabatku, aminkan doa ini  agar keluarga harmonis, tenteram, rukun dan bahagia hingga akhir hayat.  "Allahumma inni as’aluka hubbaka wahuba man yuhibbuka wal ‘amalal ladzi yuballing-huni hubbaka allahummaj’al hubbaka ahabab ilayya min nafsi, wa ahli minal ma-il barid. "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu untuk tetap mencintaiMu dan orang yang Engkau cintai, serta dapat  menyampaikan kepadaku untuk tetap mencintaiMu. Ya Allah, berkenanlah kiranya Engkau menjadikan cinta kepadaMu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang sejuk.”

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
http://agussyafii.blogspot.com/

Setetes Embun

Setetes embun dipagi hari mampu menyejukkan hari ditengah panas yang berkepanjangan. itulah kesempatan kedua dalam hidup kita, tidak semua orang mengalaminya. Di Rumah Amalia ada seorang bapak yang bertutur bahwa hidupnya selalu dipenuhi dengan urusan duniawi, bahkan apa yang dilakukan tidak peduli dilakukan yang penting menguntungkan baginya. dunia malam, minuman keras menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Sholat fardhu tidak pernah dikerjakan. Sementara istri selalu mengingatkan dirinya tak pernah digubrisnya. "Imam seperti apa yang harus kami ikuti bila keluarga ini jauh dari Allah?" tanya sang istri. Sampai satu hari terserang flu berat dan periksa ke dokter. Entah kenapa obat yang diminumnya ia alergi dan menyebabkan mengalami koma. Disaat koma itu ia melihat tubuhnya diatas tempat tidur, sedangkan orang-orang berkumpul disekelilingnya.

AIr matanya mengalir, Beberapa kali mengusap air mata yang jatuh dipipinya. "Allah begitu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mas.." tuturnya. Ia ingat, mereka berusaha menyadarkannya. Istrinya menangis, anak-anaknya berpelukan, dokter berusaha menyelamatkan, semua pengalaman melintas dengan cepat dimatanya. tidak lagi berpikir tentang perusahaan, harta, mobil. Satu-satunya dalam pikirannya adalah ia ingin tetap hidup, diberikan kesempatan untuk bertaubat. Ia terasa melayang, berteriak memohon, "Ya Allah, aku tidak ingin mati. Jika memang Engkau ada, beri kesempatan aku untuk bertaubat. Ampunilah aku Ya Allah." Meski ia merasakan maut yang hendak menjemput hanya dalam hitungan detik, ia memohon kepada Allah agar diberikan kesempatan kedua untuk bertaubat, untuk berada dijalanNya. Mencintai istri dan anak-anaknya. Kemudian ia tiba-tiba menemukan dirinya kembali ke dalam tubuhnya dan ia tersadar kembali serta sembuh dari penyakitnya. Sejak itulah beliau
tidak pernah lagi menyia-nyiakan hidupnya untuk menjalan ibadah kepada Allah, menjadi imam yang baik bagi keluarga, istri dan anak-anaknya dengan lebih mencintai setulus hati. serta lebih peka terhadap penderitaan sesama. Hatinya yang kering kerontang bagai disirami setetes embun dipagi hari. Subhanallah..

Wassalam,
M. Agus Syafii

Cintailah Tanpa Syarat

Post By : Khoirudin

Malam belum begitu larut. Hana nampak sudah mulai mengantuk. Istri saya mengipasi sambil membacakan Shalawat Nabi. Biasanya juga menyanyikan 'Rukun Islam Yang Lima' atau 'Alloh Tuhanku' sampai akhirnya Hana tertidur lelap. Kegiatan tiap malam bagi seorang ibu mengantar mimpi indah pada putrinya merupakan wujud ekpresi cinta. Anak-anak akan lebih mudah  meniru setiap waktu dan tumbuh menjadi dewasa yang semua perilakunya dipengaruhi oleh ekpresi cinta dari orang-orang disekelilingnya.

Hidup bersama anak-anak adalah pengungkapan diri kita. Rasanya kita seperti bercermin. Anak-anak suka sekali meniru. Mereka belajar dengan meniru. Meniru gerak tubuh kita. Meniru setiap kata yang kita ucapkan. Bahkan kita seolah bisa melihat diri kita sendiri didalam sosok anak-anak.

itulah yang juga saya alami. Setiap kali saya menerangkan di depan anak-anak Amalia, mulai cara saya berbicara dan gerak tangan saya selalu ditiru oleh Hana. Saya seolah bercermin melihat sosok diri saya pada Hana dan Hana melihat saya sebagai sosok cermin bagi dirinya.

Anak-anak kita bercermin pada diri kita sebagai orang tua. orang tua yang bahagia mampu menebarkan cinta dan anak-anak merasa dicintai dan diterima maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang hidup penuh dengan cinta. Cintailah anak-anak kita tanpa syarat dengan cinta itulah mereka menemukan kebahagiaan  didalam dirinya dan kebahagiaan itu tidak membuatnya bergantung pada lingkungan diluar dirinya. Itulah cinta yang berasal dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT.

--
'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah milik Alloh, Tuhan Semesta Alam.'

Wassalam,
agussyafii

Keajaiban Doa Suami

Post By: Khoirudin

Keajaiban doa begitu sangat nyata, Allah mengabulkan doa seorang suami untuk kesembuhan istrinya, itulah yang dirasakan seorang bapak yang dituturkan di Rumah Amalia.  Setahun lalu Allah mengujinya dengan jatuh sakit istri yang dicintainya setulus hati. Peristiwa itu terjadi setelah istrinya melahirkan putra pertamanya, sebuah cobaan yang membuatnya terhempas. Kondisi sang istri saat itu mengalami pendarahan yang cukup berat, darah keluar dari hidungnya, istrinya dirawat di ICU karena menderita demam berdarah dan terserang sakit thypus. Sebagai suami, ia merawat seorang diri selalu membersihkan badan istrinya dengan penuh kesabaran semata agar mendapat keridhaan Allah.  Dalam merawat dan mendampingi istrinya senantiasa membacakan surat ar-Rahman dan mengulanginya lagi bahkan istri sempat bertanya, "Ayah, kok membaca surat ar-Rahman terus ya? Kenapa yah?" Mendengar pertanyaan sang istri, ia menjelaskan sambil tersenyum bahwa supaya cepat sembuh agar
senantiasa bersyukur kepada Allah. Sebagai tanda syukur beliau juga berkenan hadir bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan berharap keridhaan Allah memberikan kesembuhan bagi sang istri.

Ketika mendampingi istri, sesekali mencium keningnya dan mengusap kepala sebagai wujud rasa sayang sebagai seorang suami kepada istrinya. Kondisi yang menurun sampai istrinya tidak mengenali dirinya. sudah tidak bisa berkomunikasi lagi, disampingnya hanya ada peralatan medis, air matanya mengalir karena hati terasa perih teriris, terlihat betapa menderita istri yang sangat dicintainya sedang terbaring lemah. ia berupaya dengan hati-hati antara harapan dan kecemasan, mengusap badannya, mengompres ketika panas, matanya menerawang jauh dengan pandangan kosong.  Ia menuntun istrinya untuk menyebut Asma Allah. Dibisikkan ditelinganya sehingga sang istri mengikuti menyebut Asma Allah. "Allah...Allah...Allah" Setiap menjaga istrinya tak henti berdoa memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan untuk istrinya yang dicintainya. Setelah dua hari terbaring di ruang ICU, disaat disodorkan air putih, alhamdulillah setelah diminum tidak muntah.  Subhanallah,
Allahu Akbar, Allah Maha Mendengar doa hambaNya. keesokan hari istrinya semakin membaik, pandangan matanya terlihat jernih. Fase kritis telah terlewatkan, sudah bisa duduk, tak lama kemudian bisa berjalan sehingga bisa pulang ke rumah. "Alhamdulillah Mas Agus, sepekan saya mendampingi istri di rumah sakit begitu banyak hikmah yang semakin mendekatkan kami sekeluarga kepada Allah, kenangan yang indah bersama dengan istri yang saya cintai." tutur beliau, terlihat tetesan air mata. Sementara istrinya tersenyum sambil menggendong putranya.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Jodoh Dunia Akhirat

Post By: Khoirudin

Bagaimana kita menemukan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat?  Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh dunia akhirat lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.

Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan dunia akhirat adalah pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Istriku, Kita Masih Punya Allah

Post By: Khoirudin

Di Rumah Amalia seorang ibu dengan bercucuran air mata merasakan kepedihan dihati menuturkan disaat mata suaminya terpejam ia melihat air mata yang mengalir dari kedua mata suaminya. Seingatnya didalam perjalanan hidup berumah tangga jarang sekali suaminya menangis, itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya adalah ketika anak satu-satunya yang masih balita meninggal dunia dan kedua disaat ia keguguran yang harus dirawat di Rumah Sakit. Ia duduk di kasur mengusap kepala sang suami, "Mas, hidup dan mati adalah urusan Allah, kita tidak pernah tahu soal itu. Siapa yang menyangka anak kita lebih cepat dipanggil? Mungkin besok malah aku yang dipanggil duluan harus menghadap Ilahi, yang penting kita berserah diri kepada Allah."

Suaminya memeluk tubuhnya, "Berat banget ya Say, cobaan hidup ini buat kita." Air matanya deras mengucur, ia memeluk suaminya dan ikut dalam tangisan. "Kamu harus kuat Mas, kamu harus kuat..memohonlah pada Allah." Sebelah hatinya tersayat kepedihan karena suaminya terguncang, terpuruk setelah tahu penyakit yang dideritanya, tetapi disisi lain sebagai seorang bersyukur karena disaat mereka terpuruk malah semakin mendekatkan diri kepada Allah, mendorong suaminya agar tegar menatap realitas. Tetapi tak seiring dengan harapan, kondisi sang suami tidak menjadi lebih baik, hari demi hari kondisi suaminya lebih memburuk lagi, panasnya terus meningkat, semakin sulit makan, tepat seminggu di Rumah Sakit panas tubuhnya meninggi melewati temperatur 40.  Kondisi suaminya kian melemah membuat tak sadarkan diri. Berbagai doa dipanjatkan, sentuhan kasih sayang untuk menguatkan dilakukannya, sehari berikutnya siuman. Senyum menghias diwajah suaminya, membisikkan
kata-kata lirih ditelinga, "Istriku, kita masih punya Allah." Dihadapannya  sang suami mengucap dua kalimat syahadat sebelum menghembuskan napas terakhir. Suster memakai alat pemicu jantung tapi suaminya tetap tak tertolong, telah berpulang kehadapan Sang Khaliq. Air matanya mengalir deras, melepas kepergian suami yang dicintainya. Semua menjadi tinggal kenangan.

Wassalam,
M. Agus Syafii

Surat Cinta Untuk Istriku

Surat Cinta Untuk Istriku

Edy Sudarmadi 

===sumber:eramuslimdotcom

Auckland, 8 Oktober 2011

Zaujati jamiilah...

Ditemani nyanyian serangga malam, ditemani senandung binatang malam yang sedang bertasbih dan bertakbir mengagungkan asma-Nya, kutulis sepucuk surat cinta ini. Surat cinta untuk pelepas rindu yang tiada tara.

Kutulis surat cinta ini manakala telah kutunaikan sembahyang kerinduan pada-Nya... kerinduan seorang hamba yang menanti belas kasihan dan bimbingan dari Sang Pencipta. Kerinduan ini tak terbendung.. kerinduan ini membuncah... untuk bisa bertemu dengan Sang Pencipta tatkala masanya tiba.

Istriku.... atas nama Alloh, Sang Pencipta Cinta

Kurindukan dirimu, bagaikan bumi merindukan sinar mentari, bagaikan sahara merindukan hujan. Engkaulah pelita hatiku... tambatan jiwaku. Kurindukan candamu, kurindukan kecup sayangmu dan kurindukan berkah kehangatanmu. Kurindukan pula buah hati kita, seperti rindunya gurun pasir menanti setetes embun.

Istriku...

32 tahun yang lalu, seorang bayi laki-laki lahir , betapa girang ibu bapaknya. Dipanjatkannya rasa syukur yang tulus dan mendalam dan hanya untaian doa kepada sang Maha Pencipta, semoga buah hatinya kelak menjadi tentara-Nya.

Waktupun berlari, tanpa menghiraukan suara dan teriakan orang yang ingin mennghentikannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahunpun berganti tahun, anak itupun sekarang sudah dewasa dan telah membina keluarga, dengan segala kekurangan dan kesederhanaannya. Keluarga yang bahagia-insyaAlloh- dimana dulunya keluarga itu dibentuk semata karena ingin melaksanakan sunnah Rosul-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dan mencari ridho-Nya.

Tahukah istriku...

Bayi laki-laki itu sekarang ini menjadi suamimu, menjadi pendamping hidupmu, Abi dari anak-anakmu.

Masih ingatkah engkau istriku... tatkala ikrar itu kuucapkan, tatkala lantunan surat-Arrohman ku-kumandangkan, saat para malaikat menjadi saksi suci pernikahan kita ....kurang lebih delapan tahun yang lalu. Kuharap, kau ingat saat kita berpacaran setelah menikah waktu itu, bahkan kau sangat malu pada seekor semut tatkala melihat kita berduaan.

Delapan tahun ternyata waktu yang sangat singkat,.... tak terasa memang... sudah 3 buah hati yang diamanahkan Alloh kepada kita.

Istriku sayang, aku sadar...

Aku bukanlah malaikat, bukan nabi, bukan pula manusia yang sempurna... yang selalu benar dan tanpa cela. Aku adalah manusia biasa, dimana kesalahan dan kekurangan selalu ada padanya,..

Istriku... tolong ingatkan suamimu ini, untuk selalu berada di jalan yang di ridhoi-Nya.

Mari kita ikhlaskan kesalahan dan bergandengan tangan, meniti kehidupan yang sebentar ini. Doakan pula suamimu ini dalam sujud panjangmu, untuk bisa menjadi qowam yang baik, untuk memimpin engkau dan untuk mendidik buah hati kita menuju ridho-Nya.

Istriku, aku bukanlah pujangga, yang pandai merangkai kata... hanya surat inilah yang bisa mengobati rinduku padamu dan buah hati kita. Terasa benar, surat ini tidak bisa menggambarkan betapa besarnya cinta dan kerinduanku padamu. Semoga Alloh titipkan secuil rindu ini pada anak-anak dan ummi.

Senyum Seorang Istri

Senyum Seorang Istri

By: M. Agus Syafii & Khoirudin

Senyum seorang istri begitu tulus dan indah sekalipun hatinya perih terluka. Air matanya telah mengering. Sebagai seorang istri, hatinya terpukul ketika mengetahui suaminya memiliki cinta pada perempuan yang lain. Meskipun suaminya menyadari kesalahan dan telah bertaubat serta meminta maaf namun rasa perih terluka, marah dan kecewa masih berkecamuk dihatinya. Itulah sebabnya rumah tangga yang dibina seperti api dalam sekam. Terlihat harmonis dari luar, tetapi di dalam berlangsung perang dingin.  "Setiap teringat penyelewengannya, hati saya bagai tersayat perih. Bila dia tersenyum, saya membayangkan senyuman itu dilontarkan untuk perempuan lain. Setiap dia membelai, saya terbayang suami saya membelai perempuan lain, Emosi saya tertahan dan setiap saat meledak." tuturnya ditengah rasa sakit hati yang terluka. Ditengah kegalauan, dirinya berkenan bershodaqoh ke Rumah Amalia, memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan hati. Allah menjawabnya, tiba-tiba
dirinya merasa bersyukur bahwa cobaan untuk keluarganya datang dari sang suami sehingga bila dia memaafkan bukan hanya keluarga yang menjadi utuh tetapi dia juga mendapatkan pahala.

Dirinya teringat bagaimana Rasulullah yang begitu mulia, mau memaafkan kesalahan orang lain. Keikhlasannya untuk memaafkan dan menerima ketetapan Allah, tiada cobaan yang diberikanNya melainkan untuk kebaikan baginya dan keluarganya. Serta tidak ada cobaan yang diberikan oleh Allah yang tak akan sanggup dijalaninya. Akhirnya hubungan dirinya dan suaminya telah pulih kembali, sebagai seorang istri, dia bersyukur bahwa Allah telah memberikan petunjuk pada suaminya sehingga menyadari kesalahannya dan mau bertaubat. "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan." (QS. an-Nur :22).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Dunia Serasa Milik Berdua

Dunia Serasa Milik Berdua

By: M. Agus Syafii & Khoirudin

Bila pasangan suami istri begitu lembut dan bersahaja maka hidup menjadi indah, dunia serasa milik berdua, orang lain dianggap ngontrak semua. Bahkan ketika seorang suami yang melihat debu dimata istrinya langsung mengungkapkan dengan penuh cinta, 'Istriku, ada debu di matamu' Istripun dengan manja menjawabnya. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.'  Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga. 

Sebab cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, 'Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinyapun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya' (HR. Rafi'i).

Wassalam,
M. Agus Syafii