Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Pengantar Animasi


Oleh : Deddy Syamsuddin (Profesional CG Artis)

Tonton Langsung Media Presentasi Pengantar Animasi


Apa itu Animasi...?


Jenis Animasi
Dari masa kemasa Animasi berkembang sesuai dengan kemajuan Teknologi, mulai dari Animasi Western Golden Age Era, Japanese Golder Era, 3D Golden Era, Realism Style, Cartoon Style, Abstarct Style, Graphic Style, Mix Style, Zootrope

Ragam Teknis Dalam Animasi
Teknik Transasional, 2D Digital, Stop Motion, 3D Computer Graphic

Apa itu SKKNI Animasi dan KKNI Animasi
SKKNI (Standart Kompetensi Keahlian Nasional Indonesia)
Update terbaru tertang SKKNI Animasi di SKKNI No107 tahun 2018 di https://bnsp.go.id/skk?namaskk=Musik

KKNI (Kerangka Kerja Nasional Animasi)

Pre-Production > Production > Post Production

Lingkup Pekerjaan Animasi
Motion > Animator
Visual > Modeller
Strory > Animic Story Board
Technical > Rigger

Contoh Narasi Menjadi Host Virtual Coordinator Training (VCT) 92 RIAU Batch 5 dengan Aplikasi Webex


Tugas Host VCT :
  1. Mengatur dan Mengendalikan Room Webex Selama acara Berlangsung 
  2. Membuka dan Menutup Vicon. 
  3. Memastikan Narasumber, Moderator sudah bersedia dan masuk ke Room. 
  4. Menyiapkan Petugas Presensi dan Record Kegiatan 
Gambar Room Webex


PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum wrwb.

Selamat malam Bpk/Ibu Hebat Se-indonesia khususnya Wilayar Provinsi Riau … 
Senang berjumpa kembali dgn Bpk/Ibu dalam seminar online Virtual Coordinator Training Batch 5, Sesi 7 hari selasa tanggal 20 Agustus 2019
Syukur Alhamdulillah kita masih dalam keadaan sehat wal afiat.... 
Bersholawat dan salam kepada nabi besar Muhammad Shollallahi alaihiwassallam.....

Baiklah Bapak ibu guru hebat se-Indonesia, pada sesi 7 ini, bertindak sebagai presenter adalah Guru Hebat dari Kepulauan Meranti yaitu Bapak Basuki Rahmad, S.Pd beliau merupakan Guru SDN2 Selatpanjang. Kemudian sbg moderator pd sesi ke-7 ini adalah ibu siti nuriah bertugas di SMK N 1 Merbau, saya sendiri sbg host adalah Khoirudin Merupakan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kepulauan Meranti

Baiklah Bapak/Ibu, sebelum kita mulai sesi ini, terbelih dulu saya ingin menyampaikan beberapa peraturan peserta ViCon pada sesi ini :
  1. Peserta Vicon dilarang mengaktifkan Microphone selama presenter menyampaikan materi. Jadi, dimohon kepada peserta yg mic nya masih "unmute", untuk segera di "mute" sekarang. Terima kasih. 
  2. Peserta dilarang share screen selama materi sedang dipaparkan. 
  3. Setelah Presentasi peserta akan diberi waktu untuk tanya jawab, dengan di kolom "chat", atau klik gambar tangan, utk berbicara kepada pemateri, setelah moderator mempersilakan bertanya. 
  4. Peserta dilarang membuat kegaduhan selama materi sedang dipaparkan. 
  5. Hal terakhir yang juga penting adalah peserta, moderator, pemateri, dan mengisi daftar hadir. Nanti link daftar hadir akan dishare di kolom "chat". 
  6. Waktu Vicon akan berjalan selama 60 Menit Dimulai pukul 21.00 akan berakhir pukul 22:00 
Oke, kepada moderator ibu Siti Nuriah , saya persilakan. Terima kasih.


PENUTUP

Oke Bapak/Ibu guru hebat sekalian, demikianlah sesi 7 kita pada hari ini, bersama Bapak Basuki Rahmad, S.Pd. sebagai presenter, ibu siti nuriah sebagai Moderator, dan saya sendiri Khoirudin sebagai Host undur diri, apabila ada kesalahan dan kekeliruan, mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Doa Untukmu Sayang

Robbi Habli Minassholihin..... Amiin
Dengan nama-Mu Rabb, Maha Pengasih lagi Penyayang...


Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami disurga nanti

Tuhan tolong aku jaga dia, Tuhan akupun sayang dia.."

Lagu Wali "Doa Untukmu Sayang" itu terdengar indah dan membahagiakan, sebuah doa untuk orang yang kita cintai setulus hati, ditengah samudra kehidupan. Perjalanan waktu terasa cepat berlalu, dilewati dengan manis, pahit, getir, penuh tawa dan derai air mata semua seolah berlarian, melompati kebahagiaan dan penderitaan. Berawal dari seorang laki-laki terhanyut dalam kelembutan sinar kedua matanya, Jatuh hati pada kesederhanaan seorang perempuan  lalu laki-laki itu mengajaknya untuk melangkah merajut janji suci dihadapan Allah. Bersamanya semua terasa indah dan penuh pesona untuk dijalaninya hingga terlahir buah cinta yang suci dari rahimnya. Kisah itu begitu nyata dalam  perjalanan hidup rumah tangga kita. Kita menyukai kelembutan mata pasangan kita, kedamaian disetiap belaiannya hingga tahun berganti tahun dan pesonanya perlahan memudar, terkikis kisaran emosi, hempasan derita, ujian, cobaan dan air mata yang membuat kerutan-kerutan diwajah orang yang
kita cintai.

Termangu dalam kesendirian, terhanyut dalam kelembutan sinar kedua bola matanya. Pada keceriaan di setiap derai tawa belahan hidup kita. Kehadirannya membawa nuansa jingga dan ungu dikehidupan penuh rwarna.  Tertatih-tatih mewujudkan rumahku seindah surga.  Keluargaku bagaikan surgaku, merindukan akan ketenteraman, kasih sayang dan kebahagiaan. Namun yang terjadi justru kita mudah terluka dan menderita karena orang yang kita cintai. Kita menjadi sakit dan penuh derai air mata karena orang yang kita kasihi. Itulah Cobaan yang paling berat di dalam kehidupan rumah tangga maka kita harus memiliki sebuah kekuatan dan kesabaran yang besar agar kita bisa "memaafkan." karena bila tidak bisa memaafkan, maka hati kita dipenuhi oleh kemarahan, sakit, kecewa dan derita justru yang dilakukan oleh orang yang paling kita sayangi dan kita kasihi.

Memaafkan hampir menjadi obat mujarab bila kita sedang menghadapi konflik keluarga. Menyentuh hati yang paling dalam, menyejukkan dari keresahan dan kegelisahan. Ketika kaki kita menginjak bumi, meraih jemari, rebah dalam kehangatan pelukan menyembuhkan luka. Tidaklah berarti apapun luka yang kita rasakan karena bukan seberapa besar luka dan derita namun seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menanggung luka dan derita itu. Bila kekuatan dan kesabaran yang kita miliki kecil dan rapuh maka luka kecilpun kita sudah merasa begitu teramat menderita.  Jika kita memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, sebesar apapun luka dan derita itu tidak akan berarti apapun bagi kita, karena Allah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang di dalam diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah. "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi satu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan dalam diri mereka" (HR. Ahmad).

----
Sahabatku, aminkan doa ini  agar keluarga harmonis, tenteram, rukun dan bahagia hingga akhir hayat.  "Allahumma inni as’aluka hubbaka wahuba man yuhibbuka wal ‘amalal ladzi yuballing-huni hubbaka allahummaj’al hubbaka ahabab ilayya min nafsi, wa ahli minal ma-il barid. "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu untuk tetap mencintaiMu dan orang yang Engkau cintai, serta dapat  menyampaikan kepadaku untuk tetap mencintaiMu. Ya Allah, berkenanlah kiranya Engkau menjadikan cinta kepadaMu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang sejuk.”

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
http://agussyafii.blogspot.com/

Membuat Format Number Mail Merge Ms.Word


Berawal dari pekerjaan yang mengharuskan saya membuat format data dan konsep surat yang berulang-ulang... akhirnya saya temukan solusi-solusi cepat bekerja, kata pak ipho "Right"....

Nah.... buat sobat-sobat....

BagiAnda yang sering menggunakan Mail Merge Word, mungkin pernah menemukan kok kalau format nomor dan penanda desimalnya baik satuan, ribuan, jutaannya tidak ada tanda dan tidak sesuai dengan format yang ada di ms.excel....

Padahal di database sudah format ribuan loh... Nah loh... Jangan kaget. Ternyata untuk memformatnya ada triknya :) Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
 
  1. Tekan Alt + F9, maka akan muncul seperti ini :
  2. Misalnya pada No. Order kita ingin memberikan format ribuan tanpa digit pecahan tambahkan \##,##0 sehingga jadi seperti ini {MERGEFIELD OrderNo \##,##0} 
  3. Misalnya pada Pembayaran kita ingin memberikan format ribuan tapi didepannya ada tulisan Rp dan dibelakangnya ada 2 digit pecahan tambahkan ini \#Rp#,##0.00sehingga jadi seperti ini {MERGEFIELD AmountPaid \#Rp#,##0.00} 
  4. Tekan Alt + F9 lagi kemudian jalankan 
  5. Semoga bermanfaat 

NB : untuk penggunaan titik dan koma disesuaikan dengan format Regional Setting pada Control Panel (Decimal symbol dan digit grouping symbol). Contoh diatas menggunakan Format English (United States)

Kampanye Tutup Aurat, Perlawanan Terhadap Valentine's Day!

Tanggal 14 Februari selama ini dikenal sebagai hari Valentine. Jutaan remaja di seluruh dunia turun merayakannya meski gelaran ini dekat dengan kemaksiatan. Namun pada tanggal yang sama di tahun ini, Teachers Working Group akan melakukan hal berbeda. Mereka menamakannya Gerakan Menutup Aurat Internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye maksiat dari Valentine Day.

“Tujuan besar acara ini adalah melawan kampanye Valentine Day. Valentine Day selama ini telah menjadi pintu perzinahan yang dibuka lebar-lebar oleh perayaan valentine,” kata Herry Nurdi, koordinator aksi kepada Eramuslim.com, Jum’at (3/2).

Gerakan ini pun akan serentak di laksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Insya Allah serentak, sejauh ini yang confirm jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogjakarya,Padang, Payakumbuh, Makassar, Balikpapan, Pontianak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sedianya kampanye menutup aurat ini pun akan serempak dilaksanakan hingga Mancanegara dari Malaysia, Thailand, Hongkong, bahkan London.

“Malaysia aksi akan dilaksanakan di Penang, Kedah, Selangor, Pahang, Kelantan, dan Trengganu. Sedangkan di Thailand aksi akan berlangsung di Yala dan Pattani,” sambungnya.

Hingga kini dukungan terus dilakukan. Baik dengan membuat laman facebook hingga pengumpulan jilbab yang akan dibagikan kepada para muslimah. (Pz)

Rahasia Dahsyatnya Kesabaran

Mengapa Allah mengizinkan kita ditimpa cobaan, ujian dan derita bertubi-tubi, seolah tak berujung? Karena kasih sayang Allah melatih kita agar lebih sabar dalam hidup ini. Itulah rahasia dahsyatnya kesabaran banyak sekali manfaatnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Di Rumah Amalia ada pasangan suami istri yang berbagi pengalaman hidup yang sangat berat, mereka adalah pasangan yang optimis dan mampu bersyukur dalam keadaan sesulit apapun. Dalam penuturannya ia menjelaskan, "Allah itu Maha Penyayang Mas..Allah melatih kami menghadapi masalah-masalah besar agar kami kuat dan sabar dalam mengarungi samudra kehidupan." Banyak keberkahan yang Allah limpahkan untuk pasangan suami istri  setelah dihempas badai cobaan bertubi-tubi , kemampuan mereka untuk bisa tetap bersyukur dan bersabar.

Cobaan pertama yang beliau hadapi adalah usaha mengalami jatuh terpuruk, mereka menjual semua, sampai rumah juga dijual untuk membayar hutang. Dulunya naik mobil berubah naik angkot bahkan sampai harus jalan kaki. Tentunya hal itu tidak mudah bagi mereka karena selama ini tidak pernah kekurangan. Belum sempat untuk menarik napas. Suatu malam anaknya jatuh sakit, kemudian menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit, dengan penuh isak tangis menahan kepedihan dan nyeri di dada sambil mengusap wajah mungil dan mencium pipi putra kesayangannya, bertutur lirih. "Dek, ayah sayang ama adik, Ayah ikhlas apapun yang telah menjadi ketetapan Allah." Kekuatan iman dan ketaqwaannya kepada Allah terpancar diwajah mereka dan terasa kesejukan hatinya setiap sharing di Rumah Amalia.  Kekuatan iman dan kesabaran menjalani setiap cobaan demi cobaan. Badai kehidupan yang menghempas dengan cobaan, ujian dan penderitaan melatih kesabaran mereka dan kesabaran itu Allah
melimpahkan berbagai keberkahan dalam kehidupan mereka yang lebih baik.

"Mereka (orang-orang yang bersabar) itulah yang akan dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya." (QS. al-Furqaan:75).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Konseling Pendidikan

Konseling Pendidikan

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Kualitas manusia diukur dengan tingkat kecerdasan dan ketinggian budipekertinya. Pada dasarnya setiap manusia telah dibekali perangkat untuk mengembangkan tingkat kecerdasan dan ketinggian budi pekertinya. Dari segi kejiwaan, sejak lahir manusia telah memiliki kapasitas yang berda-beda, tetapi dari segi pendidikan, manusia lahir dalam keadaan sama, yaitu bersih, dalam keadaan fitrah. Perjalanan hidupnyalah nanti yang akan menentukan corak dan tingkat kecerdasan serta kepribadiannya.

Ada manusia yang memiliki kapasitas tertentu mampu secara otodidak memahami fenomena alam dan sosial untuk kemudian menyimpulkannya sendiri tanpa bantuan suatu program, dan orang itu kermudian menjadi orang pandai, orang terpelajar. Sebaliknya ada orang yang telah diikutkan dalam suatu program pendidikan yang reguler, tetapi karena keterbatasan kapasitas dirinya, maka program pendidikan reguler yang diikutinya itu tak terlalu berhasil untuk mentransfer budaya yang ditawarkannya, sehingga meski jenjang pendidikannya panjang tetapi, tetapi ciri-ciri orang pandai tidak nampak pada orang itu.
Pendidikan dalam artinya yang luas , bermakna merubah dan memindahkan nilai kebudayaan kepada setiap individu dalam masyarakat. Proses pemindahan nilai budaya itu menurut Prof Hasan Langgulung dapat melalui;

(a). pengajaran, yakni pemindahan pengetahuan, bisa di sekolah, di rumah, di tempat bermain dan bisa dimana-mana. Proses pengajaran adalah memindahkan pengetahuan yang dimiliki seseorang kepada orang lain yang belum memilikinya dengan mengajarkan sebab-akibat dan memilah-milah suatu masalah.

(b). Proses pelatihan. Dalam hal menyetir mobil atau main sepakbola misalnya, maka pelatihan merupakan proses memindahkan budaya yang lebih cepat dibanding dengan proses pengajaran teori.

(c). Indoktrinasi, yaitu proses yang melibatkan seseorang untuk meniru atau mengikuti apa yang diperintahkan oleh orang lain.

Ketiga pendekatan itu; pengajaran, latihan dan indoktrinasi nampaknya digunakan sekaligus dalam proses pendidikan di masyarakat.
Pendidikan adalah transfer budaya, sementara masya¬rakat manapun serta dalam tingkat manapun mereka dalam sejarah peradaban manusia, kebudayaannya mengandung unsur-unsur; (a) akhlak atau etik, (b) estetika atau keindahan, (c) sain atau ilmu pengetahuan, dan (d) teknologi.

Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa setiap bangsa berbeda dalam menitik beratkan pendidikan, ada yang mengutamakan segi etik sambil menomorduakan yang lain, ada yang mengutamakan pendidikan teknologi sambil menomorduakan yang lain dan seterusnya. Idealnya keempat unsur itu diperhatikan secara proporsional dalam kebijakan pendidikan, tetapi kebijakan pendidikan pada suatu masyarakat belum tentu ditentukan oleh ahli pendidikan, terkadang pertimbangan politis justeru lebih dominan dalam penentuan kebijakan pendidikan, sehingga hasilnya secara makro tidak seperti yang diharapkan.

Secara individual, jika langkah pendidikan yang ditem¬puh tidak sesuai dengan kebutuhan atau kapasitasnya sering menimbulkan problem-problem kejiwaan.

Tujuan dan Lingkup Pendidikan
Setiap pendidikan mempunyai tujuan, dan tujuan pendidikan biasanya diazaskan pada falsafah dan pandangan hidup yang dianggap sesuai untuk kepentingan mengembangkan dan membentuk suatu generasi mendatang sebagai pewaris generasi sekarang. Falsafah hidup orang Barat yang liberal misalnya, falsafah pendidikannya yang bersifat pragmatis, untuk membentuk manusia yang pragmatis juga, sementara pendidikan di Rusia bertujuan untuk membentuk manusia komunis, dan Indonesia yang menganut falsafah Panca Sila, tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh Pemerintah juga untuk membentuk manusia Pancasilais.

Adanya bidang studi kewiraan, SPPB, dan last but not least Penataran Panca Sila adalah mengacu kepada tujuan pendidikan tersebut. Demikian juga bagi ummat Islam yang memiliki ideologi Islam pastilah juga memiliki falsafah pendidikan Islam.

Sedangkan lingkup obyek pendidikan adalah aspek kepribadian (psikologik) dan aspek psikopisik atau psikomotorik. Istilah yang populer di kalangan Depdiknas adalah kognitip, afektip dan psikomotorik yang kemudian dipopulerkan menjadi cerdas, trampil dan takwa, maksudnya bahwa sasaran dan obyek pendidikan nasional Indonesia adalah membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, memiliki kepribadian manusia Indonesia yang beragama serta trampil dalam bekerja, atau sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

sumber, http://mubarok- institute. blogspot. com

Dua Sisi Koin

Dua Sisi Koin

Oleh : David

" Nak sudah mau maghrib ayo cepat pulang...." Kata ibu Yuslinar kepada anaknya. Pian, terlihat masih asyik bermain dengan temannya. Dia melempar koin yang berlambang burung cendrawasih pada satu sisi dan nilai mata uang pada sisi yang lain. Beberapa kali melempar, Pian selalu saja yang melihat hanya satu sisi koin sedang satu sisi lain tertutup. " Ayo pulang nak..." kata sang ibu yang ternyata sudah berada didekatnya. " Pian tahu mengapa hanya satu koin yang terlihat dan yang lain tertutup ? " tanya sang ibu sambil menggandeng tangan anaknya pulang, dan Pian hanya menggelengkan kepalanya. " Sama seperti koin itu yang mempunyai dua sisi , manusia juga mempunyai dua sifat yang bertolak belakang yaitu sifat baik dan buruk, dan ketika Pian melemparkan koin tersebut keatas , maka akan terlihat koin tersebut berputar-putar , begitu pula ketika kita berada di tengah masyarakat, suasana sekitar kita mempengaruhi perubahan sifat kita yang bisa berubah setiap saat, oleh sebab itu hati-hatilah dalam bergaul...suatu ketika nanti kamu akan mengerti lebih banyak lagi....."

Dua puluh lima tahun kemudian segalanya nampak berubah. Seperempat abad berlalu demikian singkat. Goresan coreng moreng dimuka tidak lagi berhiaskan lumpur dan noda tinta, tidak lagi bisa berlari bebas menerbangkan layangan sambil berteriak.." ooooiiii tunggu pesawatku akan segera terbanggg.!! !......." , tidak lagi bisa meninggalkan rasa malu bersama pakaian di tepi dermaga dan melompat berenang beramai-ramai menyaingi ikan lumba-lumba yang tertawa melihat tingkah anak-anak pantai. Koin itu tidak lagi berputar diatas tetapi sudah sampai di tanah, tempat berakhirnya kisah segala mahluk. Surat As Syams ayat kedelapan ini sering diperdengarkan para ustadz yang menunjukkan potensi bawaan ini sering membolak balik hati manusia ...fa'alhamaha fujuraha wataqwaha... .. Permasalahannya koin itu berhenti pada sifat fujur atau sifat taqwa..."Ya muqaallibal qulub tsabit qalbi 'ala dinika" kata Rasulullah.. " Wahai Tuhan yang membolak balik hati..luruskan aku akan agamaku". Doa yang mengajarkan kita bahwa perputaran koin hanya akan berhenti atas kehendak Allah , sampai kita bersimpuh dan berteriak " La hawala wa quwwata ila billah...... tiada daya dan upaya selain atas kemauan dan kehendak mu ya Allah"

Hari itu Pian berada di pusara ibunya. Koin ibunya telah berhenti. Perlahan-lahan dibukanya kain kafan penutup muka ibunya yang terbaring miring menghadap arah sujud umat Islam seluruh dunia. Terakhir kali ditatap muka ibunya sambil menciumkan tanah kemuka jasad yang telah berpulang tersebut. Para pelayat masih berdiri diatas , melingkar, mengelilingi pusara sambil tertunduk takzim memberikan penghormatan terakhir kepada ahli kubur. Suatu hari kelak semua yang ada disana pun akan mengalami cerita yang sama, semua sadar, tetapi mengapa airmata itu tetap saja tumpah ?

Telepon berdering " bang Pian, hari sabtu di suruh ayah kerumah .." sambil mengiyakan tekepon ditutup, nama kecil itu memang hanya keluarga dekat yang masih menggunakannya dan tidak berapa lama kemudian tampak seorang teman menghampiri " Vid ayo kemasjid rapat panitia khitanan massal di tunda jadi hari ini "...saya menganggukkan kepala sambil masuk kedalam rumah mempersiapkan diri.

Koin ini masih terus berputar, terkadang iman itu naik melambung tinggi dan bermain dengan cerita akhirat, cerita warisan para nabi , tetapi terkadang iman itu terdampar pada ribuan keinginan yang mecekik leher, terlena dan hilang diantara kepala-kepala pecinta dunia. "Rabbanaa wala tukhammilnaa maa la thoo qotolanabih. .....wa'fuanna. .. wa'firlanaa. .. warkhamnaa ....Ya Tuhan kami janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya , maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami "

Guru Untuk Peradaban Dunia

Resensi
Guru Untuk Peradaban Dunia
Penulis Haryanto

Rasulullah adalah pemimpin ulung dan manajer terhebat sepanjang sejarah kemanusiaan. Sisi kehidupannya sarat dengan hikmah yang dapat digali dari berbagai dimensi kehidupan.

Beliau bukan hanya seorang rasul, tapi juga seorang leader, manajer yang paling mumpuni, dan paling super di dunia ini. Khususnya dalam mengelola sumber daya manusia untuk mencapai visi dan misi kerasulan beliau, yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pengertian manajemen yang sesungguhnya, unsur-unsur manajemen yang dapat dikembangkan, prinsip-prinsip manajemen yang dikembangkan oleh Rasulullah dan perbedaan antara manajer dan leader yang dikelola oleh Rasulullah saat itu.

Beliau adalah sosok yang digambarkan sebagai tokoh yang memiliki manajer handal dan leadership yang kuat dalam arti untuk kemaslahatan kehidupan umat serta keseimbangan sistem semesta alam.

Seorang guru dapat mencontoh Rasulullah dalam mengelola murid-muridnya. Karena manajemen Rasulullah terbukti menghasilkan murid-murid yang luar biasa semisal Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.

Seorang Jendral dapat mencontoh manajeman Rasulullah dalam melahirkan prajurit-prajurit yang hebat semacam Khalid bin Walid, panglima perang yang tiada tanding di medan perang sedangkan Usamah adalah panglima perang termuda berusia belasan tahun.

Seorang ilmuwan juga dapat mencontoh Rasulullah dalam melahirkan ilmuwan dan para pemikir ulung, semisal Umar yang terkenal dengan ijtihad-ijtihadnya yang berilyan. Abu Hurairah dengan kekuatan hafalannya dalam mengumpulkan hadits, dan Abdullah bin Umar, Abdullah bin Mas’ud dan Ibnu Abbas, Ali dan Aisyah yang merupakan ahli-ahli hukum kenamaan yang dimiliki Islam.

Manajemen Rasulullah memiliki keunikan dan menarik. Karena tugas beliau sebagai nabi dan rasul yang tidak dapat dipisahkan dengan tugas-tugas dakwah. Hal ini yang menjadikan gambaran bahwa Rasulullah memiliki agenda besar dalam dakwahnya. Bukan dilakukan secara kebetulan, semuanya dengan perencanaan.

SDM Rasulullah juga dapat dipetakan berdasarkan potensi dan kompetensinya. Ada yang potensinya tinggi namun kompetensinya randah. Atau kompetensinya tinggi tapi potensinya rendah. Atau yang paling parah, potensi dan kompetensinya sama-sama rendah namun ternyata Rasulullah dapat mengelola SDM tersebut sehingga menghasilkan yang terbaik.

Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana prestasi dan kinerja Rasulullah dalam mengelola proyek-proyek besarnya. Di mulai dari proyek perbaikan umat manusia, proyek rekrutmen kader, proyek pembinaan keluarga, dan proyek pembinaan kader yang dikaitkan dengan teori pengembangan karir pegawai.

Ilmuwan AS, Michael H Hart mengakui prestasi Rasulullah sebagai tokoh nomor wahid dunia. Beliau tidak saja berhasil mengembangkan Islam, namun juga membangun peradabannya hingga jauh melampaui peradaban Persia dan Romawi.

Cara Rasulullah mengelola SDM yang unik dan menarik membuat penulis ingin mengkorelasikan dengan teori-teori SDM sehingga dapat dijadikan acuan para HRD untuk dapat mengelola karyawan dan dapat menjadi sebuah konstribusi yang besar dalam membangun SDM muslim yang berkualitas menuju umat yang adil, makmur, dan sejahtera. Rena Anggraini/Erlan.

Judul Buku: Rasulullah, Way of Managing People
Penulis: Haryanto
Penerbit: Khalifa (Pustaka Al-Kautsar Group)
Cetakan Kedua
Tebal : 292 halaman

Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!

Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!
Penulis : Sultoni

Majelis Ta’aruf Klab Santri :Pernikahan itu pasti indah, nyaman, dan menyenangkan. Itu garansi dari Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya yang suci { “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar Ruum : 21) }. Apabila ada ungkapan “pernikahan tidak selamanya indah”, pasti ada error yang dilakukan oleh para pelaku pernikahan. Entah itu berupa pelanggaran atas rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proses pencapaiannya. Ataupun sikap manusia yang makin tidak apresiatif terhadap kewajiban universal dari Pencipta alam semesta ini.
Islam memandang, pernikahan bukan saja sebagai satu-satunya institusi yang sah, tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Tapi yang tak kalah penting adalah, pernikahan sanggup memberikan jaminan proteksi pada sebuah masyarakat dari ancaman kehancuran moral dan sosial.
Itulah sebabnya, Islam selalu mendorong dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki serta hamba-hamba sahayamu yang wanita. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur : 32).
Dalam haditsnya, Rasulullah SAW juga menekankan para pemuda untuk bersegera menikah. “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka segeralah menikah. Karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi).” (HR. Bukhari).
Dari sini makin jelas, ke mana orientasi perintah menikah itu sesungguhnya. Tujuan pembentukan institusi-institusi pernikahan (keluarga) tak lain adalah, agar terpancang sendi-sendi masyarakat yang kokoh. Sebab keluarga merupakan elemen dasar penopang bangunan sebuah masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat akan kuat dan kokoh apabila ditopang sendi-sendi yang juga kokoh. Dan kekokohan itu tidak mungkin tercapai kecuali lewat penumbuhan institusi-institusi keluarga yang bersih.
Pasal kewajiban menikah adalah merupakan sunnah Nabi SAW yang harus ditaati setiap Muslim, tidak akan kita bahas lebih jauh di sini. Begitu pun soal pernikahan merupakan aktualisasi keimanan atau aqidah seseorang terhadap Tuhannya, juga tidak akan kita perpanjang dalam tulisan ini. Sehingga dia menjadi alasan mendasar Islam, kenapa pernikahan hanya sah jika dilakukan oleh pasangan manusia yang memiliki aqidah, manhaj (konsep) hidup, serta tujuan hidup yang sama. Yakni mencari keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Ada sisi krusial lain dari pernikahan yang akan kita bahas lebih jauh. Yakni pernikahan dan kaitannya dengan peradaban manusia. Pasal ini yang mungkin jarang dicermati oleh kebanyakan masyarakat, termasuk masyarakat Islam.
Bahwa ada korelasi kuat antara keberadaan institusi pernikahan dengan potret masyarakat yang akan muncul (seperti telah disinggung sebelumnya), adalah tidak bisa kita pungkiri. Sebab indikasinya gampang sekali dilihat dan dirasakan. Masyarakat yang menghargai pernikahan, pasti mereka merupakan masyarakat yang beradab. Demikian sebaliknya.
Maka tatkala kita telusuri, apa penyebab masyarakat Barat menjadi masyarakat yang tumbuh liar tanpa nilai-nilai etika, moral, dan agama. Itu sangat mudah kita pahami. Lantaran mereka adalah masyarakat yang tidak memahami makna sakral pernikahan. Hasrat seksual menurut mereka, bisa mereka lampiaskan kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Sehingga tak ada kaitan antara kehormatan dan kesucian seseorang dengan pernikahan.
Dari sinilah awal munculnya masyarakat Barat yang tidak beradab. Mereka menjadi masyarakat pemuja syahwat, menawarkan budaya buka-bukaan aurat alias telanjang, memamerkan secara vulgar budaya hidup seatap tanpa menikah antara laki-laki dan wanita. Maka kasus-kasus perceraian kian tidak terhitung jumlahnya. Ribuan anak-anak lahir tanpa jelas nasabnya (garis keturunannya) . Setelah besar, generasi tanpa bapak itu pun membentuk komunitas anak-anak jalanan yang selalu menimbulkan problem bagi masyarakat mereka sendiri. Dari situlah siklus budaya nista bermula.
Ironisnya, dalam masyarakat Islam pun mulai muncul sikap yang kurang apresiatif terhadap perintah menikah. Jika tidak sampai dikatakan enggan menikah, setidaknya ada gejala masyarakat Islam mulai bersikap mengulur-ulur waktu pernikahan. Padahal ini sangat berbahaya. Boleh jadi gaya hidup hedonis Barat yang sangat intens disuguhkan lewat bacaan dan film-film, telah menyebabkan perubahan pola pemikiran masyarakat Islam. Khususnya dalam menyikapi perintah menikah.
Inilah barangkali yang menyebabkan pasangan muda-mudi dalam masyarakat kita, lebih senang berlama-lama pacaran ketimbang memikirkan untuk serius membangun rumah tangga. Kalau pun di sana-sini marak acara-acara pesta pernikahan, itu mungkin tak lebih hanya sebuah basa-basi kultural. Semuanya terlepas dari ikatan nilai-nilai religius yang sakral. Sehingga kita sering menyaksikan pesta-pesta pernikahan, tak lebih hanya sebagai ajang pamer kemewahan dan bahkan pamer kemaksiatan. Sebab boleh jadi, sebelum pesta itu berlangsung, mereka sudah menjalani praktek-praktek layaknya kehidupan suami-isteri. Astaghfirullah!
Kenapa Islam menggesa para pemuda untuk menikah, semakin jelas kita pahami. Bahwa di tengah maraknya budaya hedonisme yang menjangkiti dunia, sudah barang tentu institusi-institusi pernikahan kian dibutuhkan keberadaannya. Namun tentu saja bukan hanya memperbanyak lembaga-lembaga Rabbani itu saja yang kita perhatikan. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana rambu-rambu suci untuk mencapainya, bisa tetap kita jaga. Sehingga banyaknya lembaga-lembaga pernikahan berbanding lurus dengan tumbuh suburnya budaya kesadaran masyarakat untuk memelihara kesucian diri. Dari keluarga-keluarga yang bersih inilah, kelak akan lahir generasi yang kokoh.
Jika ini yang terjadi, dapat dipastikan janji Allah, bahwa masyarakat bisa makmur (kaya) dan kuat lewat jalur pernikahan, akan terbukti. Karena itu, makin tertutup alasan bagi para pemuda-pemudi untuk tidak segera menikah, jika mereka nyata-nyata telah sanggup melaksanakannya. Dengan kata lain, sikap menunda-nunda untuk segera menikah di kalangan muda-mudi, memang sangat aneh.
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya,” kata Umar bin Khattab RA.
Ayo, tunggu apa lagi? Jangan tunda-tunda pernikahan!

Calon Istri yang Dicari

Calon Istri yang Dicari
Penulis : Ibnu Latief
Majelis Ta’aruf Klab Santri :Sulitkah mencari istri?

Kalau melihat populasi antara laki-laki dan wanita saat ini, 1 banding 4, untuk sementara kita akan mengatakan tidak terlalu sulit mencari seorang calon istri. Kalau mencari istri hanya kriterianya cukup dia berjenis kelamin wanita saja, tanpa embel-embel lain, rasanya mudah. Setidaknya logika kita akan mengatakan, jika tidak berhasil dengan calon pertama kan ada peluang kedua. Gagal lagi yang kedua, masih ada yang ketiga dan keempat. Belum lagi peluang orang lain yang tak diambil. Lalu kalau mencari istri, tapi ingin yang cantik dan mempesona, sulitkah?
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab “MUDAH”. Sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu? Pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga? Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Ketika usia bertambah tua, kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona, sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan “kecantikan lain” pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa? Dengarkanlah sabda Rasulullah, “Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh, hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.” (HR. Ibnu Majah).
***
Kecantikan yang Memburukan
Seperti apakah kecantikan yang memburukan? Wallahu a’lam bishshawab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai? Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukan. Atau kecantikan yang memburukan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya di hadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?
Kecantikan atau harta belum cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang shaleh, tentang keadaan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga, tapi merupakan bekal yang membekas di hati, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beruntung! Kalau yang menyampaikan kata “beruntung” itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu? Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Allah dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan?
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita? Bukankah kita ingin ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah, dan bersyukur dengan apa pun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Allah dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah, atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata. Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhaan Allah dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Allah. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah akhlak mulia, Addiinu Akhlakul Kariimah. Termasuk akhlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Allah SWT, ” Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisaa' : 34).
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang alakadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan? Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan akhlak mereka.
***
Baik Agamanya
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan shalat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami, dan menjauhi kemaksiatan, itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa ia baik agamanya. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya.” (HR. Ahmad).
Seorang wanita, misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur’an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan akhlak seperti itu, aamiin…
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanallah, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Allah dan mulia di hadapan manusia, Insya Allah.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunnatullah. Berusaha dan berdo’a agar Allah menghadirkan seorang istri shalehah yang bertaqwa kepada Allah dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapa pun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapa pun yang rela memberikan bantuan.
Berikhtiarlah di atas garis syari’at yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri, kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, “khairunnisa”, siapakah khairunnisa itu?
“Khairunnisa” (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya.” (HR. Ahmad).
Sumber : Majalah Nurul Hayat

Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200

Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200
Written by usamah

Biologi molekuler mulanya diyakini bakal makin mengokohkan pohon evolusi
Darwin. Di luar dugaan, temuan terkini justru menguburnya

Hidayatullah. com – Dengan ditemukannya struktur molekul DNA di tahun
1953, maka dimulailah pengkajian baru di bidang evolusi molekuler.
Teknologi maju memungkinkan pembacaan urutan satuan molekul pembentuk
rantai DNA, RNA dan protein. Hal ini membuat para ilmuwan perintisnya
bersemangat dan yakin bahwa temuan-temuan di bidang ini bakal
membuktikan kebenaran pohon silsilah evolusi makhluk hidup rekaan
Darwin. Para ilmuwan itu bertumpu pada anggapan yang sederhana: semakin
dekat kekerabatan dua spesies makhluk hidup maka semakin miriplah urutan
rantai DNA, RNA dan protein keduanya.

Anggapan Darwin salah

Awalnya penelitian itu berjalan baik. Namun lambat laun, semakin banyak
temuan yang didapatkan, maka semakin jelaslah bahwa pohon evolusinya
Darwin semakin tidak terbukti, alias khayalan semata. Misalnya, pohon
silsilah evolusi sejumlah spesies yang didasarkan pada urutan rantai RNA
ternyata tidak cocok dengan pohon silsilah evolusinya yang didasarkan
pada susunan rantai DNA.

Tidak hanya itu, anggapan dasar Darwin bahwa sifat-sifat bawaan makhluk
hidup diturunkan hanya secara vertikal saja, yakni makhluk hidup
menurunkan sifat-sifatnya hanya kepada keturunannya saja, ternyata juga
keliru. Dengan semakin banyaknya susunan gen-gen yang berhasil
tersekuensi (terbaca), maka semakin jelaslah bahwa pandangan Darwin itu
salah sama sekali.

"Terdapat pertukaran informasi genetis tanpa pilih antar
kelompok-kelompok yang beraneka ragam, kata Michael Rose, pakar biologi
evolusi di University of California, AS, sebagaimana dikutip majalah
iptek pro-evolusi New Scientist, 21 Januari 2009.

Ilmuwan menamakan pertukaran informasi genetis antar spesies makhluk
hidup ini sebagai pemindahan gen secara horisontal, Horizontal Gene
Transfer
(HGT). HGT seringkali terjadi pula antar kelompok yang sangat
berbeda secara taksonomi. HGT tidaklah diketahui di masa Darwin, di mana
sarana penelitian ilmiah sangatlah kuno dan terbelakang. Kini HGT
diketahui ilmuwan sebagai pemeran penting dalam pertukaran informasi
genetis.

Tanggapan ilmuwan evolusionis

Kalangan evolusionis memiliki tanggapan beragam, namun mereka sepakat
bahwa pohon evolusinya Darwin sudah tidak absah lagi secara ilmiah. Tapi
karena dogma yang diyakini buta, sebagian tampak sulit mengakui bahwa
evolusi hanyalah skenario khayalan yang tidak ada di alam nyata.
Contohnya adalah Eric Bapteste, pakar biologi evolusi di Pierre and
Marie Curie University, Paris, Prancis yang berujar:

"If you don't have a tree of life, what does it mean for evolutionary
biology
?... At first it's very scary... but in the past couple of years
people have begun to free their minds... The tree of life was useful...
It helped us to understand that evolution was real. But now we know more
about evolution, it's time to move on."

[Jika Anda tidak memiliki pohon kehidupan, apa itu artinya bagi biologi
evolusi?... Awalnya hal itu sangatlah menakutkan.. . namun dalam beberapa
tahun silam orang telah mulai membebaskan pikiran mereka.... Pohon
kehidupan tersebut [dulu] berguna... [Pohon] itu [dulu] membantu kita
memahami bahwa evolusi adalah nyata. Tapi sekarang kita tahu lebih
banyak mengenai evolusi, ini saatnya untuk melangkah ke depan]

Michael Syvanen, Biologiwan asal University of California, Davis, AS,
berpendapat mirip, "Kita telah menghancurkan pohon kehidupan
tersebut. Ia bukan lagi sebuah pohon. Ia adalah sebentuk jalinan yang
secara keseluruhan berbeda."

Michael Rose bahkan punya tanggapan yang lebih terbuka lagi, katanya:

"The tree of life is being politely buried, we all know that... What's
less accepted is that our whole fundamental view of biology needs to
change."

[Pohon kehidupan itu sedang dikubur dengan sopan, kita semua tahu
itu.... Apa yang kurang diakui adalah bahwa keseluruhan pandangan
mendasar kita tentang biologi perlu diubah]

Demikianlah, penuturan jujur Rose itu mengisyaratkan betapa sulit bagi
penganut dogmatis teori evolusi untuk meninggalkan cara pandang lama
tentang ilmu biologi, atau tepatnya cara pandang terhadap hidup dan
kehidupan yang terkungkung rapat oleh tempurung teori evolusi.

Sudah jelas bahwa tumbangnya pohon kehidupan Darwin adalah sebuah
isyarat ambruknya pokok-pokok ajaran mengenai makhluk hidup dan
kehidupan yang didasarkan pada teori evolusi. Ini karena pohon silsilah
evolusi kehidupan rekaan Charles Darwin adalah pilar utama yang tanpanya
teori evolusi tidak akan pernah muncul, sebagaimana dinyatakan sendiri
oleh New Scientist:

"The tree-of-life concept was absolutely central to Darwin's
thinking, equal in importance to natural selection, according to
biologist W. Ford Doolittle of Dalhousie University in Halifax, Nova
Scotia, Canada
. Without it the theory of evolution would never have
happened."

[Gagasan pohon kehidupan itu mutlak penting bagi pemikirannya Darwin,
sepenting seleksi alam, menurut pakar biologi W. Ford Doolittle dari
Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia, Kanada. Tanpanya teori
evolusi tidak akan pernah terjadi]

Apa artinya? Dengan ambruknya pohon silsilah evolusi ini, maka teori
evolusi sebenarnya sudah terbukti memang tidak ada dan tidak pernah
terjadi dalam kenyataan di alam. Singkat kata, teori evolusi adalah
khayalan murni, sebagaimana khayalnya pohon silsilah evolusi kehidupan
itu sendiri. (bersambung) . [wwn/newscientist/ www.hidayatullah .com
<http://hidayatullah .com/> ]

Kerangkeng Masyarakat Modern

Kerangkeng Masyarakat Modern
By: Prof. dr Achmad Mubarok MA

Ketidak berdayaan manusia bermain dalam pentas peradaban modern yang terus melaju tanpa dapat dihentikan itu menyebabkan sebagian besar “manusia modern” itu terperangkap dalam situasi yang menurut istilah Psikolog Humanis terkenal, Rollo May disebut sebagai “Manusia dalam Kerangkeng”., satu istilah yang menggambarkan salah satu derita manusia modern.

Manusia modern seperti itu sebenarnya adalah manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong, The Hollow Man. Ia resah setiap kali harus mengambil keputusann, ia tidak tahu apa yang diinginkan, dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkaan.. Para sosiolog menyebutnya sebagai gejala keterasingan, alienasi, yang disebabkan oleh (a) perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat , (b) hubungan hangat antar manusia sudah berubah menjadi hubungan yang gersang, © lembaga tradisionil sudah berubah menjadi lembaga rational, (d) masyarakat yang homogen sudah berubah menjadi heterogen, dan (e) stabilitas sosial berubah menjadi mobilitas sosial.

Situasi psikologis dalam sistem sosial yang mengkungkung manusia modern itu bagaikan kerangkeng yang sangat kuat, yang membuat penghuni di dalamnya tak lagi mampu berfikir untuk mencari jalan keluar dari kerangkeng itu. Orang merasa tak berdaya untuk melakukan upaya perubahan, kekuasaan (sistem) politik terasa bagaikan hantu yang susah diikuti standar kerjanya, ekonomi dirasakan tercengkeram oleh segelintir orang yang bisa amat leluasa mempermainkannya sekehendak hati mereka, bukan kehendaknya, dan nilai-nilai luhur kebudayaan sudah menjadi komoditi pasar yang fluktuasinya susah diduga.

Bagaikan orang yang telah lama terkurung dalam kerangkeng, manusia modern menderita frustrasi dan berada dalam ketidakberdayaan, powerlessness. Ia tidak mampu lagi merencanakan masa depan, ia pasrah kepada nasib karena merasa tidak berdaya apa-apa. Rakyat acuh tak acuh terhadap perkembangan politik, pegawai Negeri merasa hanya kerja rutin , dan hanya mengerjakan yang diperintah dan yang diawasi atasannya.

Kerangkeng lain yang tidak kalah kuatnya adalah dalam kehidupan sosial. Manusia modern dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Mereka merasa sangat terikat untuk mengikuti skenario sosial yang menentukan berbagai kriteria dan mengatur berbagai keharusan dalam kehidupaan sosial. Seorang isteri pejabat merasa harus menyesuaikan diri dengan jabatan suaminya dalam hal pakaian, kendaraaan, aassesoris, bahkan sampai pada bagaimana tersenyum dan tertawa. Seorang pejabat juga merasa harus mengganti rumahnya, kendaraannya, pakaiannya, kawan-kawan pergaulannya, minumannya dan kebiasan-kebiasaan lainnya agar sesuai dengan skenario sosial tentang pejabat. Kaum wanita juga dibuat sibuk untuk mengganti kosmetiknya, mode pakaiannya, dandanannya, meja makan dan piring di rumahnya untuk memenuhi trend yang sedang berlaku.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Islamisasi Ilmu

From: warnaislam@yahoogro ups.com
Profesor Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, Akhlak Mulia Lewat Islamisasi Ilmu

Dekadensi moral pada zaman modern ini sudah mencerminkan kehidupan
jahiliyah. Manusia di dunia kini merasa modern, tapi penuh kebodohan
dalam memahami hakikat hidup.

Akhlak di berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Muslim juga ikut
rusak. Salah satu penyebabnya, yakni tidak diaplikasikannya ajaran Islam
dengan baik. Itu terjadi karena pendidikan yang jauh dari nilai Islami.

Profesor pakar pendidikan asal Malaysia, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud,
mengajak semua kaum Muslimin untuk kembali mengamalkan nilai-nilai
Islam. Setiap orang tidak harus mengubah profesinya untuk menjadi ustadz
atau kiai. Tapi, tetap berprofesi sesuai bidang yang digelutinya dengan
menerapkan nilai Islam sehingga berakhlak mulia.

Konsep Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa diterapkan oleh umat Islam.
Masyarakat non-Muslim pun bisa menyerapnya.

Akhir Januari lalu, wartawan Republika, Arie Lukihardianti, sempat
mewawancarai guru besar, aktivis, motivator, dan penyair ini saat
singgah di kompleks Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB),
dalam safari diskusi, seminar, dan kuliah umumnya di berbagai perguruan
tinggi di Indonesia.

Anda sebenarnya ilmuwan biologi. Mengapa tertarik pada ilmu Islam?
S1 saya memang mengambil biologi. Setelah tamat, mengajar jadi guru
biologi di sekolah khusus di Malaysia. Namun, S2 saya menyambung ke ilmu
pendidikan. Khususnya, dalam bidang kurikulum dan pengajaran. Saya juga
aktif memahami ajaran Islam. Tapi, saya mendalami masalah ilmu
pendidikan itu tidak secara mutlak. Jadi, belajar ke salah satu dosen
saat di Chicago, USA. Di Chicago, saya belajar bahasa Arab, Parsi,
Jerman, dan Perancis.

Mengapa ingin memperdalam Islamisasi ilmu?
Saya anggap itu sebagai tanggung jawab seorang cendekiawan Muslim yang
mau menyumbang bagi bangsanya. Soalnya, kita sebagai umat Muslim harus
belajar Islam dengan baik. Saya memperdalam pelajaran Islam ini sebagai
tanggung jawab pribadi. Agar, bisa menjadi seorang guru yang benar-benar
baik.
Tapi, konsep mengenai Islamisasi ilmu yang dikembangkan di Salman
(Masjid Salman ITB) ini saya pahami kemudian, sebagai usaha pribadi
saya. Karena, sependapat dengan buku yang dibuat oleh salah satu guru
besar di ITB, yaitu Antara Bangsa Pemikiran dan Umat Islam.

Konsepnya Islamisasi ilmu ini berbeda dengan Arabisasi? Bisa Anda
jelaskan?
Memang, Islam bermula dari kandungan bahasa Arab. Islam adalah agama
yang alami, bisa masuk ke seluruh dunia, bangsa, dan bahasa. Untuk
setiap bangsa yang ingin memahami agama Islam, memang harus memahami
bahasa Arab saat mempelajari kandungan ayat Alquran. Tapi, Islamisasi
bukan Arabisasi. Islamisasi tidak sama dengan pengaraban. Walaupun untuk
mengamalkan Islam tidak jauh dari budaya Arab, tapi bukan berarti budaya
Arab yang dipahami itu Islam.

Jadi, maksudnya Islamisasi ilmu itu bagaimana?
Kita bisa memberdayakan bahasa dan budaya lokal. Tanpa harus berbudaya
sama dengan Arab, kita bisa mengangkat aspek-aspek budaya lokal ke
tingkat yang lebih tinggi. Tentunya, dalam kerangka pandangan alam,
akhlak, dan undang-undang Islam itu. Contoh, kalau Islam datang ke
budaya lain, memang kosakata Arab dimasukkan, misalnya, istilah Allah,
nabi, kitab, kertas, akal, zikir, dan pikir.
Tapi, Islam tidak menghapuskan bahasa-bahasa lokal. Bahkan, mengekalkan
bahasa lokal dan mengangkat ke taraf yang lebih tinggi. Misalnya, surga,
neraka, pahala, guru, asrama, jiwa, dan budi, itu semua bahasa Hindu dan
Budha. Tapi, Islam memasukkan pada kerangka alam bahkan mengangkat kata
itu lebih tinggi sebagai makna baru.

Selain bukan Arabisasi, menurut Anda Islamisasi ilmu juga bukan
anti-Barat?
Islamisasi ilmu tidak berbeda dengan menolak budaya Barat. Tapi,
Islamisasi ilmu justru memasukkan berbagai hal penting di budaya Barat
ke dalam pandangan kita. Tentunya, harus dalam rangka membentuk akhlak
dan syariat Islami.
Misalnya, dalam demokrasi kan ada asas kemanusiaan. Hak asasi manusia
(HAM) sebenarnya datang dari Barat. Namun, dalam mengaplikasikan HAM
tetap harus sesuai dengan Islam. Contohnya, keadilan pada wanita dalam
Islam berpikirnya dalam kerangka keluarga. Namun, bagi Barat keadilan
untuk wanita tidak berpikir dalam kerangka keluarga.

Dia tertarik mendalami Islamisasi ilmu ini sampai 1988. Kemudian, pindah
ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai dosen. Memegang jabatan
sebagai peneliti utama dan memimpin perbedaan epistemologi dan teori
Melayu.
Karya intelektualnya, antara lain, terwujud dalam 13 judul buku dan
lebih dari 30 artikel di jurnal lokal dan internasional.
Beberapa buku dan artikelnya sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia,
Indonesia, Turki, Jepang, Persia, Russia, Bosnia, dan Macedonia.

Kalau tentang konsep demokrasi sendiri bagaimana?
Di ilmu Islam, demokrasi juga baik, tapi tidak mutlak mengadopsi semua
konsep yang dibuat Barat. Demokrasi harus ada batasannya. Misalnya,
kalau rakyatnya bodoh dan jahat saat pemilihan umum (pemilu), di Islam
suara orang bodoh tidak sama dengan ulama. Jadi, di Islam demokrasi
konsepnya harus syuro (orang yang berilmu dan berakhlak). Suara syuro
lebih afdol daripada suara terbanyak.
Di Islam, hak yang bijak berbeda dengan suara masyarakat banyak. Saat
pemilihan, yang dihitung bukan suara orang. Antara suara kiai dan
maling, kalau demokrasi Barat perhitungannya sama. Padahal, di Islam
seharusnya suara ulama berbeda dengan yang bodoh.
Jadi, demokrasi dalam Islam harus dimasukkan seperti itu. Islamisasi,
walaupun mengacu pada pemahaman barat, tapi harus sesuai dengan
pemahaman Islam.

Bisa dijabarkan konsep Islamisasi sendiri seperti apa?
Islamisasi bukan kaidah epistemologi yang bersifat eksklusif yang
negatif, tapi inklusif yang berprinsip. Semua bangsa bisa mengambil
ide-ide agama Islam untuk disesuaikan dengan kondisi bangsanya.
Jadi, Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa mengambil aqidahnya. Semua
bangsa bisa mengambil nilai Islami yang terbaik bagi bangsanya.
Misalnya, negara Jepang dan Spanyol bisa menerapkan nilai Islam ini
tanpa memusuhi konsep Barat.

Tapi, kan pemahaman tentang Islam berbeda-beda dengan banyaknya aliran.
Agar pemahaman Islamisasi ilmu sama bagaimana?
Islam harus dijadikan sebagai akarnya ilmu. Semua masalahnya, misalnya
ekonomi dan perbankan, harus dipelajari oleh orang-orang yang
benar-benar paham terhadap ilmu itu. Masalah perbankan harus diajarkan
oleh orang yang benar-benar paham terhadap perbankan. Begitu juga,
dengan ilmu syariah dan tasawuf.
Jadi, tidak sembarang orang bisa mengajarkan ilmu-ilmu itu. Mereka harus
terlatih dalam bidangnya sehingga ilmu Islam, misalnya akhlak dan
tasawuf bisa dijelaskan juga.

Apa yang menyebabkan pemahaman tentang Islam berbeda?
Perpecahan yang sekarang ada merupakan perbedaan yang tidak baik.
Perbedaan itu terjadi karena pendapat yang berbeda tentang Islam.
Padahal, Islam bersifat global serta berlaku di seluruh bangsa.
Memang, Islam suatu sejarah yang besar. Kalau ajaran yang sudah ribuan
tahun ada dirombak begitu saja, akan terjadi perbedaan paham. Oleh
karena itu, yang mengajarkan paham Islam harus benar-benar orang yang
menguasai ajaran Islam. Karena, seharusnya paham Islam itu secara global
di seluruh dunia, sama.

Apa kendala untuk mengislamisasikan ilmu?
Pertama, ada pemahaman yang keliru di umat Islam tentang apa itu ilmu.
Mereka keliru tentang makna ilmu dan tujuan pendidikan. Ilmu dan opini
disamaratakan. Opini, mereka bilang ilmu.
Apa yang disepakati dan pendapat seseorang tentang sesuatu seharusnya
dibedakan. Tapi, sekarang disamaratakan, dianggap sebagai sebuah ilmu.
Asal ilmu itu disampaikan oleh Barat, misalnya Inggris dan Belanda, akan
dianggap sebagai kebenaran. Padahal, ilmu tersebut banyak yang hanya
berupa teori, dugaan, atau hipotesis.

Bisa Anda sebutkan ilmu apa yang seperti itu?
Salah satunya ilmu psikologi. Di teori psikologi, yang diletakkan
sebagai kebenaran manusia itu hanya jasad, emosi, dan meninggal. Tapi,
ruhnya tidak dianggap ada. Ruh itu, menurut teori psikologi, akan hilang
kalau tubuh hilang. Jadi, konsep yaumil akhirat tidak diterapkan.
Padahal, itu salah, tapi dianggap sebagai kebenaran yang mutlak.

Berarti umat Islam selama ini disesatkan?
Ya, betul untuk ilmu psikologi. Tapi, tidak semua ilmu yang datang dari
Barat salah semua. Pada umumnya, ilmu yang disesatkan biasanya berkaitan
dengan ilmu ruh manusia. Karena, mereka menyoroti cuma jasadi tidak
rohaniah.

Kalau konsep Islamisasi ilmu ini diterapkan, bisa jadi alternatif paham
baru?
Saya tegaskan sekali lagi, Islamisasi bukan anti-Barat atau anti yang
bukan Muslim. Tapi, Islamisasi untuk mengukuhkan identitas umat Islam
sedunia. Untuk memperkaya pengalaman keagamaan, akhlak, dan kemanusiaan
masyarakat dunia. Juga, membentuk keluarga Islami. Sehingga, bisa
menjadi politik yang Islami.
Islamisasi akan mengislamkan akhlak semua manusia bukan hanya cerdas
karena mempelajari buku teks. Jadi, Islamisasi akan mengubah ilmu,
akhlak, dan peradaban. Karena, tujuan Islamisasi untuk mengislamkan
akhlak agar jadi mulia.

Jadi, dengan kata lain, cerdas secara keilmuan tidak cukup?
Ya, kalau hanya cerdas menguasai ilmu bidang tertentu itu belum
sempurna. Misalnya, dia tahu ilmu tentang akhlak baik pada manusia.
Tapi, dia tidak baik pada pencipta-Nya. Maka itu, hanya menjadi
habluminannas (hubungan dengan manusia), tapi bukan habluminallah
(hubungan dengan Allah SWT). Kalau dia baik dengan membantu masyarakat
miskin, tapi tidak mengakui pencipta-Nya sendiri, tetap sudah melakukan
kekhilafan.
Kekeliruan besar yang menjangkiti orang terpelajar, mereka keliru bukan
karena bodoh. Melainkan, ada fakta yang benar disalahtafsirkan oleh
mereka.

Bagaimana mengaplikasikan Islamisasi ilmu, apa harus membuat kurikulum
khusus?
Memang dalam jangka waktu terbatas lima tahun, pendidikan itu tidak akan
bisa membuat seseorang menjadi ulama. Kita pun tidak seharusnya membuat
seorang menjadi kiai. Tapi, sudah seharusnya semua profesi dipegangi
dengan ilmu agama yang mantap. Misalnya, menjadi dokter harus juga
memahami Alquran, ilmu hadis, syariah, dan akhlak, sehingga bisa untuk
mewarnai dan mengaplikasikan amal mereka.
Kalau pemahaman Barat ada yang baik, umat Islam mau memasukkan dan
mengintegrasikan pun tidak apa-apa. Asal, payung yang digunakan tetap
harus Islami.

Dari mana memulai untuk mengaplikasikan Islamisasi ilmu?
Pusat paling strategis untuk Islamisasi ilmu ada di perguruan tinggi.
Memang, kita menganggap TK sampai SMA juga penting. Tapi, kan mereka
sebenarnya bergantung pada guru-guru yang mengajar mereka. Guru yang
mengajar TK sampai SMA, semuanya produk dari perguruan tinggi.
Penulis-penulis buku pun kebanyakan dibuat oleh (lulusan) perguruan
tinggi. Jadi, walaupun targetnya sekolah dasar, yang harus diubah
pertama adalah guru-gurunya. Semua ambiya harus mendidik golongan dewasa
itu.

Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di The University of Chicago (AS),
Prof Wan Mohd Nor diundang oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas untuk
mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization
(ISTAC). Organisasi ini memberikan pendidikan formal dan nonformal,
termasuk menyediakan berbagai referensi bacaan untuk mahasiswa. Dari
1998-2002, dia menjabat deputy director of ISTAC.
Hingga saat ini, dia masih menjadi peneliti di Institute of the Malay
World and Civilization (ATMA), National University of Malaysia (UKM) di
Bangi.

Banyak orang yang fobia terhadap Islam. Bagaimana untuk menepis itu?
Mereka harus tahu, Islamisasi ilmu bukan berarti meninggalkan ilmu-ilmu
yang dibawa oleh non-Islam. Pikiran fobia sendiri muncul karena tiga
penyebab.
Penyebab pertama, mereka mempelajari perilaku Islam dari guru-guru yang
mempelajari Islam dengan sempit, sehingga menimbulkan pemahaman yang
keliru dan ketakutan. Kedua, dia tahu mengenai Islam, tapi tidak mau
mengaplikasikannya. Jadi, dia tahu Islam itu baik, tapi tidak mau karena
berkaitan dengan masalah akhlak yang dipengaruhi oleh kepentingan
ekonomi, politik, dan lain-lain.
Penyebab ketiga, dia tahu, dia mau, tapi memiliki masalah yang kompleks
pada agamanya dan terhadap paham lain.
Tiga alasan itu menyebabkan seseorang menjadi fobia terhadap Islamisasi.
Pertama, kejahilan; kedua, tidak jahil, tapi tidak mau; ketiga, dia
tidak jahil, mau, tapi punya masalah, misalnya kalau menerapkan konsep
Islam orang menganggap rendah dan sebagainya.

Apakah konsep Islamisasi ilmu ini sudah berjalan di Malaysia?
Proses Islamisasi di Malaysia memang mulai berlaku dalam hal tertentu,
karena politik kerajaan di Malaysia memberikan perhatian khusus pada
masalah pendidikan. Saya lihat di Indonesia pun usaha-usaha untuk
menerapkan pandangan Islam sudah ada. Namun, memang Malaysia lebih
memperhatikan pendidikan Islami ini. Misalnya, dalam hal yang melanggar
tata krama.
Kalau pejabat itu beragama Islam, mereka wajib merencanakan kemajuan
Islamisasi ilmu yang akan berdampak pada akhlak masyarakatnya. Tapi,
dalam menerapkan konsep Islamisasi ilmu itu tidak boleh mencampakkan hak
orang yang bukan Islam. Mereka harus diperlakukan seadilnya. Namun,
jangan sampai untuk menjaga hak non-Islam, hak orang Islam sendiri malah
dikorbankan.

Masyarakat non-Islam sendiri tidak perlu khawatir dengan Islamisasi
ilmu?
Islam menolak aliran sekulerisasi yang mengikis habis makna manusia dari
politik dan kemanusiaan. Sebenarnya, paham sekulerisasi ini musuh bagi
semua agama. Kalau Islamisasi berjalan baik, semua umat apa pun agamanya
akan mendukung. Kalau Islamisasi sukses, akan menjamin umat Islam lebih
berakhlak dan akan lebih menjamin hak-hak ekonomi serta politik semua
umat, termasuk non-Muslim.
Kalau memiliki akhlak yang baik dan bisa menjaga hati nurani, masyarakat
tidak akan memilih pemimpin yang rusak. Maka itu, semua negara akan
dipimpin oleh pemimpin yang baik.(republika. co.id)