Showing posts with label Muslim Corner. Show all posts
Showing posts with label Muslim Corner. Show all posts

Selatpanjang Bertakbir Ied Mubarrak 1439 H / 2018 di Kabupaten Kepulauan Meranti

Selatpanjang, 01 Syawal 1439 H / 15 Juni 2018

Foto Pawai Takbir Idul Fitri 1439 H/2018 di Selatpanjang, Kab. Kepulauan Meranti RIAU




JUMAT, 15 Juni 2018 bertepatan dengan malam 01 Syawal 1439 H, seluruh umat muslim di Kab. Kepulauan Meranti, penuh suka cita merayakan hari kemenangan, setelah 29 hari menghadapi ujian dengan berpuasa di bulan Ramadhan dan ditambah dengan ibadah Sunnah dimalam harinya....

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengadakan acara Syiar Islam Pawai Takbir dengan diikuti oleh peserta dari Masjid, Musholla, Ormas dan Masyarakatnya di kota Selatpanjang.

Pawai dibuka resmi oleh Bupati Kepulauan Meranti Bapak Drs. Irwan, M.Si,  dengan Menabuh Beduk dan diikuti Gema Takbir.

Menjadi Kaya

 Sumber : REPUBLIKA.CO.ID,
Oleh: Ustaz Muhammad Arifin Ilham
Ibnu Hajar Al-Asyqalani (wafat 852 H), suatu hari melintas dengan kereta mewahnya. Seorang Yahudi penjual minyak tar keliling mencegatnya.

Penampilan keduanya bertolak belakang; sang ulama tampak anggun dan mewah, sementara Yahudi dekil, compang-camping, berbau busuk dan kumal.

"Nabimu berujar bahwa dunia adalah penjara bagi si mukmin dan surga bagi kafir, benarkah demikian?" ujar Yahudi sinis.

Jawab Ibnu Hajar, "Betul, demikian sabda Nabi saw riwayat Imam Muslim." "Kalau begitu, akulah mukmin dan kamulah kafir!" hardik Yahudi.

"Oh gitu," sahut Ibnu Hajar sembari tersenyum lagi, "Mengapa begitu, hai Ahli Kitab yang malang?"  Yahudi menjawab, "Lihat saja keadaanku seperti ini, persis seprti di penjara. Sementara engkau bergelimang kemewahan, seperti di surga...!"

"Dunia, bagi kami yang beriman kepada Allah memang adalah penjara. Dikerangkeng dan dibatasi oleh syariat-Nya. Meski demikian kami sangat menikmatinya, bahkan  di antara kami telah mampu menaklukkannya. Sehingga jadilah dunia surga buat kami. Sementara bagi kalian yang tidak beriman, dunia ini sudah kalian sulap dengan kebebasan dan kemewahan. Dan tidak jarang, kalian terpenjara sendiri karena ulah nafsu liar kalian," jawab Ibnu Hajar bijak.

Tertunduklah Yahudi dan di hatinya kini membersit keimanan. Dan ujung cerita ini, mantan Yahudi ini  pun kemudian menjadi orang yang sangat kaya raya, namun sinar keimanannya menjadikan kekayaannya tidak lupa dan semakin mendekat kepada Zat yang mengkayakannya, Allah al-Mughny.

Saudaraku, petikan kisah ini pada akhirnya berpesan kepada kita, dunia boleh dicari bahkan Islam menganjurkan untuk menaklukannya.

Imam Ali karramallahu wajhah pernah berujar, "Kuasai dunia dan pimpinlah dia. Letakkan dia di tanganmu, tapi jangan sekali-kali menyimpannya di hatimu!"

Di era sekarang, masyarakat Muslim serba terbelakang dan berbenam kepapaan, mutlak bagi setiap individu muslim harus kaya, tapi jangan sampai gila harta, ia hanya washilah untuk meraih surga sebelum surga sebenarnya.
Bukankah kewajiban mengeluarkan zakat dan menunaikan ibadah haji, termaknai bahwa kita sebagai yang beriman kepada-Nya harus memiliki kemapanan financial.

Zakat, terutama zakat maal, diwajibkan hanya kepada mereka yang mampu (istitho’ah). Begitu juga dengan haji dan umrah. Mari saatnya kita rebut kemapaman diri untuk berupaya mengangkat harkat martabat Islam dan kaum muslimin. Wallahu A'lam.

Doa Untukmu Sayang

Robbi Habli Minassholihin..... Amiin
Dengan nama-Mu Rabb, Maha Pengasih lagi Penyayang...


Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami disurga nanti

Tuhan tolong aku jaga dia, Tuhan akupun sayang dia.."

Lagu Wali "Doa Untukmu Sayang" itu terdengar indah dan membahagiakan, sebuah doa untuk orang yang kita cintai setulus hati, ditengah samudra kehidupan. Perjalanan waktu terasa cepat berlalu, dilewati dengan manis, pahit, getir, penuh tawa dan derai air mata semua seolah berlarian, melompati kebahagiaan dan penderitaan. Berawal dari seorang laki-laki terhanyut dalam kelembutan sinar kedua matanya, Jatuh hati pada kesederhanaan seorang perempuan  lalu laki-laki itu mengajaknya untuk melangkah merajut janji suci dihadapan Allah. Bersamanya semua terasa indah dan penuh pesona untuk dijalaninya hingga terlahir buah cinta yang suci dari rahimnya. Kisah itu begitu nyata dalam  perjalanan hidup rumah tangga kita. Kita menyukai kelembutan mata pasangan kita, kedamaian disetiap belaiannya hingga tahun berganti tahun dan pesonanya perlahan memudar, terkikis kisaran emosi, hempasan derita, ujian, cobaan dan air mata yang membuat kerutan-kerutan diwajah orang yang
kita cintai.

Termangu dalam kesendirian, terhanyut dalam kelembutan sinar kedua bola matanya. Pada keceriaan di setiap derai tawa belahan hidup kita. Kehadirannya membawa nuansa jingga dan ungu dikehidupan penuh rwarna.  Tertatih-tatih mewujudkan rumahku seindah surga.  Keluargaku bagaikan surgaku, merindukan akan ketenteraman, kasih sayang dan kebahagiaan. Namun yang terjadi justru kita mudah terluka dan menderita karena orang yang kita cintai. Kita menjadi sakit dan penuh derai air mata karena orang yang kita kasihi. Itulah Cobaan yang paling berat di dalam kehidupan rumah tangga maka kita harus memiliki sebuah kekuatan dan kesabaran yang besar agar kita bisa "memaafkan." karena bila tidak bisa memaafkan, maka hati kita dipenuhi oleh kemarahan, sakit, kecewa dan derita justru yang dilakukan oleh orang yang paling kita sayangi dan kita kasihi.

Memaafkan hampir menjadi obat mujarab bila kita sedang menghadapi konflik keluarga. Menyentuh hati yang paling dalam, menyejukkan dari keresahan dan kegelisahan. Ketika kaki kita menginjak bumi, meraih jemari, rebah dalam kehangatan pelukan menyembuhkan luka. Tidaklah berarti apapun luka yang kita rasakan karena bukan seberapa besar luka dan derita namun seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menanggung luka dan derita itu. Bila kekuatan dan kesabaran yang kita miliki kecil dan rapuh maka luka kecilpun kita sudah merasa begitu teramat menderita.  Jika kita memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, sebesar apapun luka dan derita itu tidak akan berarti apapun bagi kita, karena Allah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang di dalam diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah. "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi satu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan dalam diri mereka" (HR. Ahmad).

----
Sahabatku, aminkan doa ini  agar keluarga harmonis, tenteram, rukun dan bahagia hingga akhir hayat.  "Allahumma inni as’aluka hubbaka wahuba man yuhibbuka wal ‘amalal ladzi yuballing-huni hubbaka allahummaj’al hubbaka ahabab ilayya min nafsi, wa ahli minal ma-il barid. "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu untuk tetap mencintaiMu dan orang yang Engkau cintai, serta dapat  menyampaikan kepadaku untuk tetap mencintaiMu. Ya Allah, berkenanlah kiranya Engkau menjadikan cinta kepadaMu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang sejuk.”

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
http://agussyafii.blogspot.com/

Menangislah Pada Allah!

Disaat hati terluka dan perih, pada siapa kita menangis? Bila ingin menangis, menangislah pada Allah. Sebab Allah menyukai tangisan hamba-hambaNya yang bertaqwa sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu hurairah, Rasulullah bersabda, 'Tiada sesuatu pun yang Allah lebih sukai daripada dua tetesan dan dua luka yaitu setetes air mata karena takut kepada Allah dan setetes darah yang tertumpah dijalan Allah. Dan ada dua bekas itu adalah bekas di jalan Allah dan bekas pada perintah-perintah Allah yang fardhu (HR. at-Tirmidzi).

Aisyah juga berkata, 'Rasulullah duduk sambil menangis hingga tanah menjadi basah. Lalu datang Bilal mengumandangkan azan waktu sholat. Ketika Bilal melihat Rasulullah menangis, ia bertanya, 'Wahai Rasulullah, engkau menangis sedangan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang?' Rasulullah menjawab, 'Apakah engkau tidak suka, jika aku menjadi hamba yang bersyukur? Malam ini telah turun satu ayat kepadaku celakalah orang yang membaca satu ayat tapi tidak merenungkannya.' Adapun Abdullah bin Asyakhir berkata, 'Aku datang menemui Rasulullah sedang sholat isya sambil menangis. Suara tangisnya seperti bunyi air dalam bejana sudah mendidih. Beliau juga bangun diwaktu tengah malam dan melakukan sholat tanpa henti menangis hingga pangkuannya beliau menjadi basah.' Maka berbahagialah kita yang masih bisa menangis karena kecintaan dan rasa syukur atas karunia Allah yang dilimpahkan kepada diri kita.

Ingin menangis? Menangislah Pada Allah!

Wassalam,
M. Agus Syafii

Sudah Saatnya Menangis

Sudah Saatnya Menangis

www.khoirudin165.blogspot.com

Ketika pikiran buntu, asa patah, dunia gelap gulita seolah lorong gelap tanpa ujung, apa lagi yang hendak kita lakukan di malam hari ini selain menangis dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Marilah kita menangis dihadapan Allah! Tangisan mempunyai makna khusus karena tangisan itu muncul dari rasa cinta dan takut kepada Allah atas azabNya sehingga sepatutnya bagi kita merenungkan hal-hal yang sudah terjadi. Disetiap bisikan, pandangan, tingkah laku yang terduga ataupun yang tak terduga, Rasulullah selalu mengingatkan kita 'Seandainya kalian mengerti apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR. Muslim). Lalu para sahabat Rasulullahpun menangis dengan menutupi wajah mereka karena isak tangis mereka. Sepatutnya kita juga menangis dan menutupi wajah kita.

Oleh sebab itu, mari kita bergegas menuju mihrab tempat sholat, merendahkan diri dihadapan Allah dengan menangis, memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. 'Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus yaitu jalannya orang-orang yang Engkau ridhoi bukan jalannya orang-orang yang Engkau sesatkan.'

Sudah saatnya kita menangis dihadapan Allah..

Wassalam,
by: agussyafii

Doa Memohon keteguhan Hati

Doa Memohon keteguhan Hati

'Ya Allah, tetapkanlah hatiku diatas agama Mu.' (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Anas ibn Malik mengatakan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam sering membaca doa ini sehingga sahabatnya pernah ada yang bertanya kepada beliau. 'Ya Rasulullah, khawatirkah engkau atas agama kami? Padahal kami telah mengikuti dan membenarkan agama yang engkau bawa kepada kami?' Rasulullah kemudian menjawabnya, 'Sesungguhnya hati manusia itu berada di antara dua jari Allah, yang tidak sulit bagiNya membalikkannya.'

Doa memohon keteguhan hati yang lainnya yang juga biasa dibaca oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam adalah. 'Ya Allah, Tuhan yang membalikkan hati! Tetapkanlah hatiku atas agamaMu.' (HR. Ahmad).

Di dalam Kitab al-Fath ar Rabbani, al-Baidhawi menyebutkan 'Doa ini mengisyaratkan bahwa hanya Allahlah yang bisa membolak balikkan hati kita dan tidak tetapnya hati manusia berlaku bagi semua orang termasuk juga para Nabi. Tidak ada seorangpun yang bisa menjamin bahwa hatinya akan selalu terpaut dengan kebenaran. Berdoa memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hati adalah wajib bagi kita karena Rasulullah Muhamad Shalallahu Alaihi wa Salam sendiri sebagai utusan Allah meminta keteguhan hati kepada Allah.

by: agussyafii

Wassalam,
m45key

Islamisasi Ilmu

From: warnaislam@yahoogro ups.com
Profesor Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, Akhlak Mulia Lewat Islamisasi Ilmu

Dekadensi moral pada zaman modern ini sudah mencerminkan kehidupan
jahiliyah. Manusia di dunia kini merasa modern, tapi penuh kebodohan
dalam memahami hakikat hidup.

Akhlak di berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Muslim juga ikut
rusak. Salah satu penyebabnya, yakni tidak diaplikasikannya ajaran Islam
dengan baik. Itu terjadi karena pendidikan yang jauh dari nilai Islami.

Profesor pakar pendidikan asal Malaysia, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud,
mengajak semua kaum Muslimin untuk kembali mengamalkan nilai-nilai
Islam. Setiap orang tidak harus mengubah profesinya untuk menjadi ustadz
atau kiai. Tapi, tetap berprofesi sesuai bidang yang digelutinya dengan
menerapkan nilai Islam sehingga berakhlak mulia.

Konsep Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa diterapkan oleh umat Islam.
Masyarakat non-Muslim pun bisa menyerapnya.

Akhir Januari lalu, wartawan Republika, Arie Lukihardianti, sempat
mewawancarai guru besar, aktivis, motivator, dan penyair ini saat
singgah di kompleks Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB),
dalam safari diskusi, seminar, dan kuliah umumnya di berbagai perguruan
tinggi di Indonesia.

Anda sebenarnya ilmuwan biologi. Mengapa tertarik pada ilmu Islam?
S1 saya memang mengambil biologi. Setelah tamat, mengajar jadi guru
biologi di sekolah khusus di Malaysia. Namun, S2 saya menyambung ke ilmu
pendidikan. Khususnya, dalam bidang kurikulum dan pengajaran. Saya juga
aktif memahami ajaran Islam. Tapi, saya mendalami masalah ilmu
pendidikan itu tidak secara mutlak. Jadi, belajar ke salah satu dosen
saat di Chicago, USA. Di Chicago, saya belajar bahasa Arab, Parsi,
Jerman, dan Perancis.

Mengapa ingin memperdalam Islamisasi ilmu?
Saya anggap itu sebagai tanggung jawab seorang cendekiawan Muslim yang
mau menyumbang bagi bangsanya. Soalnya, kita sebagai umat Muslim harus
belajar Islam dengan baik. Saya memperdalam pelajaran Islam ini sebagai
tanggung jawab pribadi. Agar, bisa menjadi seorang guru yang benar-benar
baik.
Tapi, konsep mengenai Islamisasi ilmu yang dikembangkan di Salman
(Masjid Salman ITB) ini saya pahami kemudian, sebagai usaha pribadi
saya. Karena, sependapat dengan buku yang dibuat oleh salah satu guru
besar di ITB, yaitu Antara Bangsa Pemikiran dan Umat Islam.

Konsepnya Islamisasi ilmu ini berbeda dengan Arabisasi? Bisa Anda
jelaskan?
Memang, Islam bermula dari kandungan bahasa Arab. Islam adalah agama
yang alami, bisa masuk ke seluruh dunia, bangsa, dan bahasa. Untuk
setiap bangsa yang ingin memahami agama Islam, memang harus memahami
bahasa Arab saat mempelajari kandungan ayat Alquran. Tapi, Islamisasi
bukan Arabisasi. Islamisasi tidak sama dengan pengaraban. Walaupun untuk
mengamalkan Islam tidak jauh dari budaya Arab, tapi bukan berarti budaya
Arab yang dipahami itu Islam.

Jadi, maksudnya Islamisasi ilmu itu bagaimana?
Kita bisa memberdayakan bahasa dan budaya lokal. Tanpa harus berbudaya
sama dengan Arab, kita bisa mengangkat aspek-aspek budaya lokal ke
tingkat yang lebih tinggi. Tentunya, dalam kerangka pandangan alam,
akhlak, dan undang-undang Islam itu. Contoh, kalau Islam datang ke
budaya lain, memang kosakata Arab dimasukkan, misalnya, istilah Allah,
nabi, kitab, kertas, akal, zikir, dan pikir.
Tapi, Islam tidak menghapuskan bahasa-bahasa lokal. Bahkan, mengekalkan
bahasa lokal dan mengangkat ke taraf yang lebih tinggi. Misalnya, surga,
neraka, pahala, guru, asrama, jiwa, dan budi, itu semua bahasa Hindu dan
Budha. Tapi, Islam memasukkan pada kerangka alam bahkan mengangkat kata
itu lebih tinggi sebagai makna baru.

Selain bukan Arabisasi, menurut Anda Islamisasi ilmu juga bukan
anti-Barat?
Islamisasi ilmu tidak berbeda dengan menolak budaya Barat. Tapi,
Islamisasi ilmu justru memasukkan berbagai hal penting di budaya Barat
ke dalam pandangan kita. Tentunya, harus dalam rangka membentuk akhlak
dan syariat Islami.
Misalnya, dalam demokrasi kan ada asas kemanusiaan. Hak asasi manusia
(HAM) sebenarnya datang dari Barat. Namun, dalam mengaplikasikan HAM
tetap harus sesuai dengan Islam. Contohnya, keadilan pada wanita dalam
Islam berpikirnya dalam kerangka keluarga. Namun, bagi Barat keadilan
untuk wanita tidak berpikir dalam kerangka keluarga.

Dia tertarik mendalami Islamisasi ilmu ini sampai 1988. Kemudian, pindah
ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai dosen. Memegang jabatan
sebagai peneliti utama dan memimpin perbedaan epistemologi dan teori
Melayu.
Karya intelektualnya, antara lain, terwujud dalam 13 judul buku dan
lebih dari 30 artikel di jurnal lokal dan internasional.
Beberapa buku dan artikelnya sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia,
Indonesia, Turki, Jepang, Persia, Russia, Bosnia, dan Macedonia.

Kalau tentang konsep demokrasi sendiri bagaimana?
Di ilmu Islam, demokrasi juga baik, tapi tidak mutlak mengadopsi semua
konsep yang dibuat Barat. Demokrasi harus ada batasannya. Misalnya,
kalau rakyatnya bodoh dan jahat saat pemilihan umum (pemilu), di Islam
suara orang bodoh tidak sama dengan ulama. Jadi, di Islam demokrasi
konsepnya harus syuro (orang yang berilmu dan berakhlak). Suara syuro
lebih afdol daripada suara terbanyak.
Di Islam, hak yang bijak berbeda dengan suara masyarakat banyak. Saat
pemilihan, yang dihitung bukan suara orang. Antara suara kiai dan
maling, kalau demokrasi Barat perhitungannya sama. Padahal, di Islam
seharusnya suara ulama berbeda dengan yang bodoh.
Jadi, demokrasi dalam Islam harus dimasukkan seperti itu. Islamisasi,
walaupun mengacu pada pemahaman barat, tapi harus sesuai dengan
pemahaman Islam.

Bisa dijabarkan konsep Islamisasi sendiri seperti apa?
Islamisasi bukan kaidah epistemologi yang bersifat eksklusif yang
negatif, tapi inklusif yang berprinsip. Semua bangsa bisa mengambil
ide-ide agama Islam untuk disesuaikan dengan kondisi bangsanya.
Jadi, Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa mengambil aqidahnya. Semua
bangsa bisa mengambil nilai Islami yang terbaik bagi bangsanya.
Misalnya, negara Jepang dan Spanyol bisa menerapkan nilai Islam ini
tanpa memusuhi konsep Barat.

Tapi, kan pemahaman tentang Islam berbeda-beda dengan banyaknya aliran.
Agar pemahaman Islamisasi ilmu sama bagaimana?
Islam harus dijadikan sebagai akarnya ilmu. Semua masalahnya, misalnya
ekonomi dan perbankan, harus dipelajari oleh orang-orang yang
benar-benar paham terhadap ilmu itu. Masalah perbankan harus diajarkan
oleh orang yang benar-benar paham terhadap perbankan. Begitu juga,
dengan ilmu syariah dan tasawuf.
Jadi, tidak sembarang orang bisa mengajarkan ilmu-ilmu itu. Mereka harus
terlatih dalam bidangnya sehingga ilmu Islam, misalnya akhlak dan
tasawuf bisa dijelaskan juga.

Apa yang menyebabkan pemahaman tentang Islam berbeda?
Perpecahan yang sekarang ada merupakan perbedaan yang tidak baik.
Perbedaan itu terjadi karena pendapat yang berbeda tentang Islam.
Padahal, Islam bersifat global serta berlaku di seluruh bangsa.
Memang, Islam suatu sejarah yang besar. Kalau ajaran yang sudah ribuan
tahun ada dirombak begitu saja, akan terjadi perbedaan paham. Oleh
karena itu, yang mengajarkan paham Islam harus benar-benar orang yang
menguasai ajaran Islam. Karena, seharusnya paham Islam itu secara global
di seluruh dunia, sama.

Apa kendala untuk mengislamisasikan ilmu?
Pertama, ada pemahaman yang keliru di umat Islam tentang apa itu ilmu.
Mereka keliru tentang makna ilmu dan tujuan pendidikan. Ilmu dan opini
disamaratakan. Opini, mereka bilang ilmu.
Apa yang disepakati dan pendapat seseorang tentang sesuatu seharusnya
dibedakan. Tapi, sekarang disamaratakan, dianggap sebagai sebuah ilmu.
Asal ilmu itu disampaikan oleh Barat, misalnya Inggris dan Belanda, akan
dianggap sebagai kebenaran. Padahal, ilmu tersebut banyak yang hanya
berupa teori, dugaan, atau hipotesis.

Bisa Anda sebutkan ilmu apa yang seperti itu?
Salah satunya ilmu psikologi. Di teori psikologi, yang diletakkan
sebagai kebenaran manusia itu hanya jasad, emosi, dan meninggal. Tapi,
ruhnya tidak dianggap ada. Ruh itu, menurut teori psikologi, akan hilang
kalau tubuh hilang. Jadi, konsep yaumil akhirat tidak diterapkan.
Padahal, itu salah, tapi dianggap sebagai kebenaran yang mutlak.

Berarti umat Islam selama ini disesatkan?
Ya, betul untuk ilmu psikologi. Tapi, tidak semua ilmu yang datang dari
Barat salah semua. Pada umumnya, ilmu yang disesatkan biasanya berkaitan
dengan ilmu ruh manusia. Karena, mereka menyoroti cuma jasadi tidak
rohaniah.

Kalau konsep Islamisasi ilmu ini diterapkan, bisa jadi alternatif paham
baru?
Saya tegaskan sekali lagi, Islamisasi bukan anti-Barat atau anti yang
bukan Muslim. Tapi, Islamisasi untuk mengukuhkan identitas umat Islam
sedunia. Untuk memperkaya pengalaman keagamaan, akhlak, dan kemanusiaan
masyarakat dunia. Juga, membentuk keluarga Islami. Sehingga, bisa
menjadi politik yang Islami.
Islamisasi akan mengislamkan akhlak semua manusia bukan hanya cerdas
karena mempelajari buku teks. Jadi, Islamisasi akan mengubah ilmu,
akhlak, dan peradaban. Karena, tujuan Islamisasi untuk mengislamkan
akhlak agar jadi mulia.

Jadi, dengan kata lain, cerdas secara keilmuan tidak cukup?
Ya, kalau hanya cerdas menguasai ilmu bidang tertentu itu belum
sempurna. Misalnya, dia tahu ilmu tentang akhlak baik pada manusia.
Tapi, dia tidak baik pada pencipta-Nya. Maka itu, hanya menjadi
habluminannas (hubungan dengan manusia), tapi bukan habluminallah
(hubungan dengan Allah SWT). Kalau dia baik dengan membantu masyarakat
miskin, tapi tidak mengakui pencipta-Nya sendiri, tetap sudah melakukan
kekhilafan.
Kekeliruan besar yang menjangkiti orang terpelajar, mereka keliru bukan
karena bodoh. Melainkan, ada fakta yang benar disalahtafsirkan oleh
mereka.

Bagaimana mengaplikasikan Islamisasi ilmu, apa harus membuat kurikulum
khusus?
Memang dalam jangka waktu terbatas lima tahun, pendidikan itu tidak akan
bisa membuat seseorang menjadi ulama. Kita pun tidak seharusnya membuat
seorang menjadi kiai. Tapi, sudah seharusnya semua profesi dipegangi
dengan ilmu agama yang mantap. Misalnya, menjadi dokter harus juga
memahami Alquran, ilmu hadis, syariah, dan akhlak, sehingga bisa untuk
mewarnai dan mengaplikasikan amal mereka.
Kalau pemahaman Barat ada yang baik, umat Islam mau memasukkan dan
mengintegrasikan pun tidak apa-apa. Asal, payung yang digunakan tetap
harus Islami.

Dari mana memulai untuk mengaplikasikan Islamisasi ilmu?
Pusat paling strategis untuk Islamisasi ilmu ada di perguruan tinggi.
Memang, kita menganggap TK sampai SMA juga penting. Tapi, kan mereka
sebenarnya bergantung pada guru-guru yang mengajar mereka. Guru yang
mengajar TK sampai SMA, semuanya produk dari perguruan tinggi.
Penulis-penulis buku pun kebanyakan dibuat oleh (lulusan) perguruan
tinggi. Jadi, walaupun targetnya sekolah dasar, yang harus diubah
pertama adalah guru-gurunya. Semua ambiya harus mendidik golongan dewasa
itu.

Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di The University of Chicago (AS),
Prof Wan Mohd Nor diundang oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas untuk
mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization
(ISTAC). Organisasi ini memberikan pendidikan formal dan nonformal,
termasuk menyediakan berbagai referensi bacaan untuk mahasiswa. Dari
1998-2002, dia menjabat deputy director of ISTAC.
Hingga saat ini, dia masih menjadi peneliti di Institute of the Malay
World and Civilization (ATMA), National University of Malaysia (UKM) di
Bangi.

Banyak orang yang fobia terhadap Islam. Bagaimana untuk menepis itu?
Mereka harus tahu, Islamisasi ilmu bukan berarti meninggalkan ilmu-ilmu
yang dibawa oleh non-Islam. Pikiran fobia sendiri muncul karena tiga
penyebab.
Penyebab pertama, mereka mempelajari perilaku Islam dari guru-guru yang
mempelajari Islam dengan sempit, sehingga menimbulkan pemahaman yang
keliru dan ketakutan. Kedua, dia tahu mengenai Islam, tapi tidak mau
mengaplikasikannya. Jadi, dia tahu Islam itu baik, tapi tidak mau karena
berkaitan dengan masalah akhlak yang dipengaruhi oleh kepentingan
ekonomi, politik, dan lain-lain.
Penyebab ketiga, dia tahu, dia mau, tapi memiliki masalah yang kompleks
pada agamanya dan terhadap paham lain.
Tiga alasan itu menyebabkan seseorang menjadi fobia terhadap Islamisasi.
Pertama, kejahilan; kedua, tidak jahil, tapi tidak mau; ketiga, dia
tidak jahil, mau, tapi punya masalah, misalnya kalau menerapkan konsep
Islam orang menganggap rendah dan sebagainya.

Apakah konsep Islamisasi ilmu ini sudah berjalan di Malaysia?
Proses Islamisasi di Malaysia memang mulai berlaku dalam hal tertentu,
karena politik kerajaan di Malaysia memberikan perhatian khusus pada
masalah pendidikan. Saya lihat di Indonesia pun usaha-usaha untuk
menerapkan pandangan Islam sudah ada. Namun, memang Malaysia lebih
memperhatikan pendidikan Islami ini. Misalnya, dalam hal yang melanggar
tata krama.
Kalau pejabat itu beragama Islam, mereka wajib merencanakan kemajuan
Islamisasi ilmu yang akan berdampak pada akhlak masyarakatnya. Tapi,
dalam menerapkan konsep Islamisasi ilmu itu tidak boleh mencampakkan hak
orang yang bukan Islam. Mereka harus diperlakukan seadilnya. Namun,
jangan sampai untuk menjaga hak non-Islam, hak orang Islam sendiri malah
dikorbankan.

Masyarakat non-Islam sendiri tidak perlu khawatir dengan Islamisasi
ilmu?
Islam menolak aliran sekulerisasi yang mengikis habis makna manusia dari
politik dan kemanusiaan. Sebenarnya, paham sekulerisasi ini musuh bagi
semua agama. Kalau Islamisasi berjalan baik, semua umat apa pun agamanya
akan mendukung. Kalau Islamisasi sukses, akan menjamin umat Islam lebih
berakhlak dan akan lebih menjamin hak-hak ekonomi serta politik semua
umat, termasuk non-Muslim.
Kalau memiliki akhlak yang baik dan bisa menjaga hati nurani, masyarakat
tidak akan memilih pemimpin yang rusak. Maka itu, semua negara akan
dipimpin oleh pemimpin yang baik.(republika. co.id)

Perut dan dibawah Perut


Muhammad Arifin Ilham

Assalamu'alaikum Wr Wb

Bukankah makan minum dan hubungan seks suami isteri itu halal? lalu mengapa saat
berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca
diantaranya :

Pertama :
Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi
yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal
besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “ jangankan yang halal
yang harampun susah”.

Kedua :
Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali
maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap Syaitan yang dibenci oleh
Allah.( 17 : 27) Ditengah masyarakat yang konsumtif, “ To have
more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i need not i want”,
itulah kesederhanaan.

Ketiga:
Disinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa
lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan
minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena
miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai
bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada
yang dihalalkan. Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan
berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat
dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih
kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka.
Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itupun menjadi
bidadari, SubhanAllah.

Keempat:
Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang
menjadi “ agama baru” yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang
merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi
dan seks, broken home, hatta juru dakwahpun tanpa malu menyebut tarif
ngamennya. Rasulpun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan
manusia masuk Syurga dan ke Neraka? Jawaban beliau ringkas :”mulut dan
kemaluan” -al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan
kemaluannya Syurgalah baginya, kalau tidak Nerakalah untuknya.. Maaf,
jangan alergi bicara Syurga Neraka karena pada akhirnya satu diantara
dua itulah tempat kembali kita.

Kelima :
Allah tidak berhajat sedikitpun pada makhlukNya Almustagna
‘an ‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk
kemaslahatan makhlukNya. Allah tidak makan tidak minum, malah Allah
memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6
: 101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak
sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta
Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang
memberi, berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat
Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak
heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang
berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.

Keenam :
Terjadilah rivitalisasi rohani, pengimanan nafsu,
nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak
yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.
Ketujuh : Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks
itu adalah target hewan. “Dan Kami hendak memuliakan manusia pada
derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih
mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan
mereka bagaikan anjing… ( 7 : 176 ). Satelit intelijen Amerika belajar
kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan
tehnologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus
menjadi pelajaran.

Kedelapan :
Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus,
misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari. Dari pengalaman
puasa selama Ramadhan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa
taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka?,
bukankah ada saatnya Idul Fitri, bukankah ada saatnya kita menghadap
Allah, bukankah suasana itu sangat membahagiakan?. Kalau begitu, apa
susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan
karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olahlah hidup
yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir,
SubhanAllah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami
bahagia. Selamat menikmati puasa saudaraku.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Kami panjatkan Do'a Bagimu bangsa Palestina..

Assalamu'alaykum,

Hari demi hari Zionis Israel maju terus memasuki Jalur Gaza dan semakin menjadi-jadi menembaki dan membantai bangsa Palestina yang lemah, disamping memblokir bantuan kemanusiaan dari Indonesia dan negara-negara lain yang akan masuk ke wilayah korban yang berjatuhan di Gaza setelah infrastruktur, listrik dan air minum pun putus.

Dunia hanya bisa menonton dan PBB pun tak kuasa menghentikan dan memberi sanksi terhadap kejahatan kemanusiaan yang sedang dilakukan Zionis Israel tersebut akibat semua keputusan yang akan ditetapkan DK PBB selalu diveto oleh Kakak sepupu bangsa Yahudi tersebut yaitu Amerika Serikat. Masya Allaah...... .

Hadis shoheh mengatakan : "Bila kita tak dapat membantu dengan senjata, bantulah dengan dana, kalau tak mampu juga bantulah dengan Pena, jika masih tak mampu juga bantulah dengan Do'a".
Yang terakhir inilah yang selalu ampuh sesuai janji Allah SWT dalam Al-Qur'anul Qarim.

Untuk itu marilah kita hanya bisa bantu saudara-saudara kita yang sedang teraniaya dan terzalimi tersebut dengan selalu ber doa' dengan membaca dan melafazkan Al-Qur'an Surah ke 48 AL-FAT-H (Kemenangan) Ayat 26 dan 27

Ayat 26 :

Idz ja'alal ladziina kafaruu fii quluubihimul hamiyyata hamiyyatal jaahiliyyati fa anzalallaahu sakiinatahuu 'alaa rasuulihii wa 'alal mu'miniina wa alzamahum kalimatat taqwaa wa kaanuu ahaqqa bihaa wa ahlahaa wa kaanallaahu bi kulli syai-in 'aliimaa.

(Ketika orang2 kafir menimbulkan kesombongan dalam hati mereka kesombongan jahiliyah , maka Allah menurunkan ketentraman atas Rasul-NYA dan atas orang2 mukmin, dan menetaplah kepada mereka kalimat taqwa, dan adalah mereka lebih berhak dengannya dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.)

Ayat 27:

La qad shadaqallaahu rasuulahur ru'yaa bil haqqi la tadkhulunnal masjidal haraama insyaa-allaahu aaminiina muhalliqiina ru-uusakum wa muqashshiriina laa takhaafuuna fa 'alima maa lam ta'lamuu fa ja'ala min duuni dzaalika fat-han qariibaa.

(Sungguh Allah membuktikan kebenaran mimpi kepada Rasul-NYA bahwa sungguh kamu akan memasuki Masjidil Haram jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, mencukur kepala dan menggunting rambut, kamu tidak merasa ketakutan. Dan Dia mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan Dia jadikan selain itu suatu kemenangan yang dekat.)

Shadaqallahul Azim.
Aamiin...... Yakinlah akan membuahkan kelapangan dan kemenangan bagi bangsa Palestina dan kehancuran bagi Zionis Yahudi Israel...... .........

Jazakumullah,
Wassalamu'aykum,

Malikul

Hari Ke 11. Pembantaian Muslim Gaza

(Eramuslim) Sepanjang hari Selasa (6/1/2009),
militer rejim Zionis-Israel telah membantai 135
muslim Gaza. Memasuki hari ke 11, holocaust yang dilakukan militer
rejim Zionis-Israel telah menewaskan 660 muslim Gaza, 215 anak, dan 89
wanita, serta 2950 yang luka-luka. Holocaust yang brutal dan biadab
itu, tak kurang pula telah menghancurkan ratusan gedung, dan kantor
serta sarana atau fasilitas yang dimiliki Gerakan Hamas. Tindakan
biadab dan barbar ini terus berlanjut, tanpa henti, dan tidak ada yang
mau menghentikan.
Sepanjang
hari Selasa, kemarin, pasukan Zionis-Israel telah membantai 135 muslim
Gaza, dan mencederai 400 muslim, dan sebagian besar adalah anak-anak,
wanita dan orang tua. Militer Israel terus melakukan pemboman, tanpa
arah yang jelas, semua gedung dan tempat tinggal, sekolah, masjid,
dan kantor-kantor menjadi sasaran serangan udara Israel. Rejim Zionis
itu menggunakan seluruh kemampuan militer, terutama dengan armada
udaranya, serta helikopter jenis Apache, yang terus memuntahkan
rudal-rudal udara ke darat. Masih belum cukup. Angkatan laut yang ada
di dekat Kota Gaza, menembakkan roket kearah pemukiman penduduk.
Dalam pemboman yang massif itu, menghancurkan sebuah sekolah
Fakhoura, yang terletak di sebelah timur kamp Jabalia. Sekolah-sekolah
yang dikelola oleh UNRWA (Lembaga yang menangani pengungsi miliki PBB),
juga menjadi target sepanjang hari Selasa, dan semua flat dan rumah di
wilayah timur kamp Jabaliya, luluh lantak. Akibat serangan udara yang
massif itu, 45 muslim tewas, dan 50 lainnya luka-luka, dan 5 muslim
telah tewas, ketika bom dijatuhkan dari pesawat. Mereka semua adalah
orang-orang yang ada dipengungsian, yang dikelola oleh UNRWA.
Adnan
Abu Musa, Juru bicara UNRWA di Gaza, sudah mengingatkan kepada semua
pengungsi, bahwa semua sekolah akan menjadi target gempuran udara
Israel, karena dicurigai tempat perlindungan pejuang Hamas. Maka,
sepanjang hari Selasa, rejim Zionis-Israel, tak henti-hentinya
memborbardir sekolah-sekolah yang ada di kamp Jabaliya. Betapa
dahsyatnya akibat gempuran-gempuran udara dengan pesawat F.16 dan
Helikopter Apache yang terbang rendah menembakkan rudal mereka ke
pemukiman penduduk sipil. Israel tidak peduli. Nampaknya, militer
Israel ingin menimbulkan kerusakan yang lebih dahsyat, dan beberapapun
korban manusia, tidak menjadi perhatiannya. Namun, ingin segera
mengakhiri perang yang mereka dengan waktu yang singkat, dan
memenangkan perang, melalui penghancuran sarana-sarana yang ada.
Sebuah rumah sakit di kota Zaitoun, yang tidak jauh dari Kota Gaza,
para tenaga medis, menemukan 12 jenazah, yang baru mereka angkat dari
reruntuhan rumah (flat) yang hancur,
akibat pemboman Israel. 12 jenazah itu dari satu keluarga Daya, yang
rumahnya runtuh dan hancur, akibat pemboman. Peristiwa tragis bagi
keluarga Daya itu, berlangsung Selasa pagi, ketika matahari baru mau
terbit. Rumah keluarga Daya itu mendapatkan hantaman rudal,yang
ditembakkan dari pesawat tempur Israel F.16, yang melakukan misi dipagi
hari.
Di
pagi itu, seorang saksi mata, melihat seorang sukarelawan medis, yang
mengangkat 7 orang anak, yang tertimbun reruntuhan gedung, mereka yang
tewas itu, rata berumur 12 tahun, dan masih ada tiga orang wanita, yang
ikut tewas dipagi hari itu. Masih banyak lagi, mayat-mayat yang belum
berhasil diangkat dari gedung-gedung yang runtuh, akibat hantaman
rudal, yang ditembakkan oleh pesawat-pesawat tempur dan helikopter
Israel, serta kapal-kapal perang Israel, yang berada didepan Kota Gaza.

Sebuah Harapan

Sebuah Harapan

By: agussyafii


Pagi-Pagi sekali istri saya berkemas membenahi rumah. Rumah kami adalah rumah Ananda, bukan rumah panti asuhan tapi rumah dimana semua anak yatim berteduh dapat menemukan kebahagiaan hidupnya. istri saya pagi ini membeli bantal dan guling buat Icha. Rencananya nanti sore kami mengajak jalan-jalan icha dan tinggal bersama kami.


Istri saya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. dia bersuka cita menyambut Muharram sebagaimana suka citanya menyambut kehadiran icha dirumah kami. Dalam kebahagiaannya, istri berkata, “Cuma satu keinginan saya mas, saya bisa membahagiakan icha, juga anak-anak ananda lainnya, jika kelak saya meninggal nanti anak-anak yatim itu ada yang menangis”

Saya bisa merasakan kebahagiaan itu hadir disaat air matanya yang bening mengalir. Setiap hari senantiasa dengan sabar mengajar mengaji anak-anak. Entah kekuatan dari mana dia memiliki energi yang lebih untuk mengurus rumah, hana, anak-anak pengajian dan juga anak-anak ananda. tentunya saya juga punya harapan yang sama yaitu memasuki diakhir hidup dengan dicintai anak-anak yatim.

“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS An-Nisa 36)

Wassalam,

Ingin Menikahi Wanita yang Pernah Berzina

Ingin Menikahi Wanita yang Pernah Berzina

from www.warnaislam. com

Pertanyaan

Assalamu'alaikum wr. Wb.
PakUstadz, perkenankanlah saya untuk berdiskusi dan berkonsultasi.
Bagaimana jika kita menikahi wanita yang -maaf- sudah runtuh bendungannya
(sudah tidak perawan lagi) walaupun dia sungguh-sungguh mau bertobat?
Bagaimana menilai kesungguhan orang yang ingin bertobat? Saya sudah meminta
petunjuk dalam sholat, dan juga beberapa kali sholat istikharah, dan sejauh
ini saya memang melihat kesungguhan si gadis itu untuk tobat.

Saya memang berfikir untuk menikahi wanita itu dan membimbingnya untuk
bertaubat. Bagaimana dengan ayat Quran yang berbunyi bahwa wanita-wanita
yang diperuntukkan bagi kita adalah wanita yang sesuai bagi kita?

Apakah saya benar-benar pantas untuk menikahi wanita itu? Sepintas saya
merasa bahwa gadis tidak perawan itu adalah hal yang sangat -maaf- hina,
tetapi saya ingat saya adalah juga manusia yang tidak luput dari dosa. Ada
hukum/dalil nya tidak, Pak Ustadz?

Apakah wanita yang ingin bertaubat layak untuk dipilih walaupun telah dalam
kondisi yang seperti itu, jika ada wanita yang -misalnya- lebih baik
parameternya, seperti misalnya para gadis yang berbusana muslimah lebar
menjuntai?

Apakah ada contoh riwayat/cerita pada zaman Rasulullah SAW mengenai hal
ini?

Saya telah berkonsultasi dengan beberapa sahabat saya. Dan pendapat 'iya'
dan 'tidak' sama-sama bagus dan membuat saya bingung.
Mohon pendapatnya dari segi fiqh dan dari segi lainnya, Pak Ustadz. Saya
sangat berterima kasih mengingat saya sekarang dalam masa memilih, antara
menikahi dia atau tidak. Jzklh khairan katsiraa.
Wassalamu'alaikum wr. Wb.

pemuda X di kota Jkt

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Seorang yang pernah berzina, apabila telah bertaubat dengan taubat nasuha, maka dia bersih dari segala dosa. Dan salah satu konsekuensinya pula, dia tidak boleh lagi disebut sebagai pezina.
Predikat 'pezina' hanya disandang oleh orang yang masih aktif melakukannya.
Sedangkan orang yang pernah sekali tercebur dalam dosa itu, tidak disebut
dengan predikat itu. Apalagi bila dia telah menyesalinya dengan sesal yang
sesungguhnya, diteruskan dengan taubat yang sebenarnya, maka insya Allah
dosanya diampuni Allah.

Sedangkan pelaksanaan hukuman cambuk 100 kali atau rajam, urusannya ada di
tangan pemerintah. Kalau pemerintahnya mau masuk surga, mereka wajib
menjalankan hukuman itu. Tapi kalau mau masuk neraka, maka hukum Allah
pasti ditinggalkannya. Tinggal pilih saja.
Adapun orang berzina yang sudah tobat tapi tidak bisa menjalankan hukum
cambuk atau rajam, maka urusannya sudah selesai. Selama dia siap dijatuhi
hukumannya itu. Dia tidak perlu pergi jauh-jauh ke Saudi Arabia sekedar
menjalankan hukuman itu, karena hukuman zina hanya berlaku di negeri di
mana zina itu dilakukan. Kalau pun ternyata nekat maksa juga untuk
berangkat juga ke Saudi, pasti akan ditolak oleh hakim disana.
Maka dengan pengertian di atas, ayat yang anda tanyakan itu hanya berlaku
khusus untuk orang yang masih aktif berzina, atau belum selesai dari
rangkaian dosa-dosa zina. Dia belum berhenti total dari zina dan belum
taubat.

Pertimbangan Menikahi Mantan Pezina Kalau sekarang ini anda sudah nyaris berniat bulat untuk menikahi wanita itu, cobalah buat sebuah pertimbangan terakhir. Toh, tidak ada salahnya. Katakanlah misalnya suatu hari di masa mendatang, anda sudah menikah dengannya bertahun-tahun, lalu muncul percekcokan di antara anda dan isteri
anda (semoga tidak terjadi). Dan di antara masalah yang membuat gusar diri
anda saat itu adalah karena -misalnya- hal-hal yang terkait dengan masa
lalu isteri anda. Kira-kira, apakah anda masih ingin mengungkitnya lagi di
saat itu kelak?

Apakah saat itu menurut perkiraan anda akan terlontar ucapan, "Ah, dasar
wanita asalnya tidak suci", atau kalimat mengandung kemarahan lainnya yang
sekiranya akan dikaitkan dengan kesalahan di masa lalu?
Coba pikirkan baik-baik dan tanyakanlah kepada pasangan lama yang mungkin
juga mengalami hal yang sama. Mengapa kami meminta anda untuk memikirkan
hal yang satu ini?

Karena dalam banyak kasus, pada saat seorang laki-laki 'kebelet' naksir
terhadap seorang wanita, semua sisi negatif bisa dinafikan. Seolah wanita
itu tampil sempurna. Apapun kekurangan, baik moril maupun materil, seolah
tertutupi oleh keterpesonaan kepada si wanita itu. Ini yang dikatakan
'cinta buta'.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit, pesona si
wanita yang telah menjadi isteri itu akan memudar. Sesuatu yang awalnya
sangat memukau, perlahan berubah menjadi memuakkan. Sesuatu yang sebelumnya
menarik untuk dieksplorasi, bertahap menjadi menjemukan, atau bahkan malah
menjengkelkan.

Nah, kami takut pada saat itu akan muncul ungkapan yang tidak mengenakkan
tadi. Suami cenderung mencari titik lemah isterinya, lalu mengungkit masa
lalunya yang kelam, karena sudah tidak perawan.
Mungkin sekarang ini masalah ketidak-perawanan tidak jadi masalah buat
anda, namun bisakah anda menjamin hal itu di masa mendatang?
Kalau anda bisa menjamin, tidak akan mengungkit-ungkit masalah itu di
kemudian hari, maka -bismillah- nikahilah dia. Tetapi kalau anda tidak
yakin hal itu, sebaiknya anda berpikir logis sekarang. Jangan sampai biduk
anda hancur berantakan hanya karena urusan sepele.
Semoga Allah SWT menyinari jalan hidup anda dengan sinar yang terang
benderang, serta menunjuki anda ke jalan yang diberkahi. Amien.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Desain Kejiwaan Yang Sempurna

Desain Kejiwaan Yang Sempurna

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Dari al Qur’an surat as Syams dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki desain kejiwaan yang sempurna, memiliki potensi untuk memahami kebaikan dan kejahatan, bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi suci dan dapat tercemar sehingga menjadi kotor.

artinya : dan (demi) jiwa serta penyempurnaan (ciptaan Nya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q/91:7-10).

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Tuhan menciptakan jiwa manusia sebagai sesuatu yang sempurna. Kata wa pada wa nafsin adalah bentuk qasam . Dalam al Qur’an, kata yang dijadikan sumpah Tuhan (yang didahului wawu qasam), seperti was syamsi, wad dluha, wal `ashri menunjuk pada sesuatu yang mengandung arti dahsyat, hebat atau rumit. Kalimat wa nafsin menunjuk bahwa nafs itu sesuatu yang memiliki kualitas hebat, dahsyat, rumit dan sempurna. Apalagi kalimat berikutnya, yakni wama sawwaha secara tegas menyebut kesempurnaan dari jiwa itu.

Wujud kesempurnaan jiwa itu antara lain diberinya potensi (ilham) untuk memahami perilaku (nilai-nilai) buruk dan membedakannya dengan perilaku takwa atau perilaku baik. Semua manusia pada desain awalnya dipersiapkan untuk mampu membedakan yang buruk dari yang baik, tetapi apakah potensi itu akan menjadi aktual atau tidak masih bergantung pada proses berikutnya. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap bayi yang lahir, ia lahir dalam keadaan fitrah (jiwanya dalam keadaan memiliki potensi universal, dan bersih dari dosa warisan), kedua orang tuanya (lingkungan hidup)lah yang selanjutnya akan berperan mengaktualkan potensi fitrah itu menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau yang lainnya.

Jika seekor kuda dilahirkan langsung bisa berdiri dan sebentar kemudian sudah bisa berlari, maka potensi fitrah manusia baru bisa beraktual jika fungsi-fungsi kejiwaan yang lain dan fisiknya mencapai kesempurnaan. Bayi manusia secara berangsur-angsur dari bisa menangis dan menyusu ke bisa ngoceh, merangkak, duduk, berdiri, berlari, berbicara, menghitung, berimajinasi, berfikir logis, merenung, berfilsafat dan seterusnya, dalam waktu yang relatip panjang. Jika potensi anak kuda berhenti pada kemampuan lari kencang, maka aktualisasi potensi kejiwaan manusia berkembanag sangat luas seakan hampir tak berbatas.


Dalam ayat 9 surat as Syams tersebut diatas disebutkan bahwa secara fitri Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia pengetahuan tentang keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa). Mengapa dalam ayat tersebut keburukan (fujur) disebutkan lebih dahulu, baru kebaikan (taqwa), bukanlah sekedar penyebutan, tetapi mengandung makna bahwa jiwa manusia lebih mudah mengenali keburukan dibanding kebaikan. Secara fitri, manusia akan langsung mempersepsi keburukan sebagai keburukan, karena keburukan berseberangan dengan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang baik. Manurut al Qur’an manusia juga secara psikologis lebih mudah mengerjakan kebaikan, karena sesuai dengan desain fitrahnya (laha ma kasabat), sedangkan untuk berbuat jahat manusia harus “berjuang” melawan suara hatinya, suara nuraninya, sehingga terasa berat (wa `alaiha ma iktasabat). Kalimat kasabat dan iktasabat dalam bahasa Arab mengandung arti dasar yang sama, tetapi kasabat mengandung arti mudah
mengerjakanya dan iktasabat mengandung arti susah mengerjakannya (Q/2:286).

Dalam al Qur’an terdapat term al khair dan fahisyah. Al Khair mengandung arti kebaikan normatip yang datangnya dari Tuhan dan bersifat universal, seperti keadilan, kejujuran, berbakti kepada orang tua, menolong yang lemah dan sebagainya. Pandangan ini secara fitri dimiliki oleh semua manusia sepanjang zaman, bahkan pada masyarakat primitip yang belum mengenal pendidikan. Sedangkan bagaimana cara menegakkan keadilan dan kejujuran, atau bagaimana caranya berbakti kepada orang tua atau bagaimana caranya membela orang lemah, tidak lagi masuk kategori al khoir, tetapi masuk apa yang dalam al Qur’an disebut al ma`ruf, ya’muruna bi al ma`ruf.(Q/3:104). Ma`ruf adalah sesuatu yang secara sosial dipandang memiliki kepantasan. Secara lughawi , al ma`ruf artinya sesuatu yang diketahui, tetapi kemudian diartikan sebagai kebaikan, mengandung makna bahwa pada dasarnya secara fitri manusia mengetahui nilai-nilai kepantasan, nilai-nilai kepatutan, yang secara
sosial dipandang sebagai kebaikan.

Sedangkan fahisyah mengandung arti sesuatu yang secara universal dipandang sebagai kekejian. Dalam al Qur’an (Q/4:15) fahisyah sering digunakan untuk menyebut perbuatan zina. Artinya secara fitri, semua manusia sepanjang sejarah kemanusiaan pada dasarnya mengerti bahwa hubungan seks di luar nikah (zina) adalah perbuatan keji. Para pezina professionalpun tersinggung jika isterinya dizinahi orang lain karena secara fitri zina adalah fahisyah, sesuatu yang jelas kekejiannya. Berbeda dengan fahisyah adalah munkar. Term munkar disebut al Qur’an (wa yanhauna `an al munkar) untuk menyebut perbuatan jahat yang diperdebatkan. Perbuatan munkar adalah kejahatan yang dilakukan sebagai wujud dari kecerdasan seseorang, sehingga kejahatannya bisa disembunyikan atau dilapis dengan logika, seakan perbuatan itu tidak jahat. Munkar adalah prestasi negatip dari kecerdikan. Mark up atau komisi adalah contoh perbuatan munkar, tidak nampak nyata kejahatannya, terhindar
dari pasal-pasal hukum meskipun berdampak sangat buruk bagi kehidupan masyarakat.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Taqwa

Imam Ibnul Qayyim mengatakan, bahwa kata “taqwa” sebenarnya berasal dari kata kerja waqaa-yaqii (artinya menjaga atau melindungi). Dengan demikian dapat diketahui bahwa asal lafadz taqwa adalah wiqaayah yang berarti penjagaan. Sebab sebenarnya orang yang bertakwa telah meletakkan wiqaayah (sebuah penjagaan) antara dirinya dengan neraka. Sedangkan wiqaayah sendiri sebenarnya sebuah upaya untuk menjauhkan diri dari mudharat. (Zaad al-Muhajir Ilaa Rabbihi (Kembali kepada Allah), hlm. 25, Pustaka Azzam Cet. I 2001).

Alangkah mulianya orang-orang yang menempuh jalan takwa, karena mereka menempuh jalan yang jauh dari mudharat. Jika dapat diibaratkan sebuah jalan, maka jalan takwa adalah jalan yang lurus. Jalan yang lurus adalah jalan yang paling dekat dengan tujuan dan paling cepat untuk sampai ke tujuan. Jika kita menempuh jalan takwa, berarti kita akan meraih apa-apa saja tujuan yang kita inginkan, dengan mudah. Mereka ada yang mendapatkan kenikmatan dunia, makanan yang lezat, tempat tinggal yang asri, kehidupan yang nyaman, dan kedudukan yang terhormat. Tatkala mereka ditimpa ujian dan cobaan, maka sabarlah yang melapangkan hidupnya dan rasa ridhalah yang menyejukkan hatinya.

Sementara, mereka yang menempuh jalan selain jalan takwa, mereka sangat dekat dengan mudharat dan sangat jauh dari maslahat. Mereka juga menempuh jalan yang sangat jauh dan melelahkan, jalan yang mendaki, terjal, dan sulit. Mereka laksana manusia yang masuk dalam kegelapan. Hati manusia lain pun berpaling menjauh darinya. Jika mereka memiliki harta yang banyak, maka harta itu diperoleh dari jalan yang haram. Jika mereka ditimpa kesulitan, mereka mulai mengecam takdir, seolah takdirlah penyebab penderitaannya. Oleh karena itulah, orang-orang yang fasik sangat dekat dengan kesedihan, kesengsaraan dan kesulitan. Sementara orang-orang yang bertakwa sangat dekat dengan petunjuk, kebahagiaan, dan kemudahan. Bukankah Allah telah berfirman, “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. ath-Thalaq: 4).

Alangkah indahnya perkataan Imam Ibnu al-Jauzy berikut ini, “Orang-orang yang konsisten dan lurus dalam jalan takwa, tak pernah terancam penyakit dan tak pernah terancam bahaya serta tak pernah merasa ditimpa bencana. Jika kita melihat ada bala yang menimpa orang-orang yang bertakwa, hal itu bertujuan membesarkan pahala amal-amalnya, dengan anggapan mereka tidak memiliki dosa. Mereka bisa merasakan nikmatnya cobaan itu karena mereka lebih memandang siapa yang memberi bala dengan mata hatinya dan tidak peduli dengan rasa sakit yang diderita.” (Shaidul Khathir, hlm. 159, Pustaka Maghfirah, Cet. I 2005).

Oleh karena itu, cobalah kita bertanya ke dalam hati kita masing-masing, mengapa kesulitan demi kesulitan selalu menghantui perjalanan hidup kita. Jawabannya, karena diri kita belum bertakwa. Sebagaimana kata “taubat” digandengkan dengan kata “keberuntungan” (QS. an-Nuur: 31), kata “dzikir” digandengkan dengan kata “tenteram” (QS. ar-Ra’d: 28), begitupun dengan kata “takwa” digandengkan dengan kata “kemudahan”.

http://abufarras.blogspot.com

Islam Lebih Dulu 14 Abad dari Amerika

Islam Lebih Dulu 14 Abad dari Amerika

Aisyah Daud Rasyid

Euphoria kemenangan Obama masih terasa hingga saat ini. Kemenangan Obama pada pemilu 4 November lalu, telah menyihir dunia betapa Amerika sudah berubah 180 derajat dari 143 tahun silam.
Pada saat itu, pembantaian dan perbudakan terhadap kulit hitam menjadi pemandangan yang biasa. Layaknya binatang, tak ada hak hidup kecuali sebagai budak, dan kuli.
Perbudakan terhadap kulit hitam menjadi industri tersendiri bagi Amerika. Betapa tidak, pekerjaan industri semua dilakukan oleh budak, sebagai bayaran nyawa agar hanya bisa tetap mendapatkan hak hidup. Berabad-abad sekelompok manusia ini hidup dalam kezaliman dan kegelapan.
Namun saat ini, dunia berbangga dengan demokrasi, walau sebenarnya hanyalah strategi untuk memperoleh dukungan dunia. “Ini hasil kerja keras demokrasi,” begitulah kalimat yang penuh rasa bangga ini berkumandang dimana-mana. Seolah-olah, drama besar kemenangan Obama telah meruntuhkan sejarah rasisme yang telah mendarah daging selama berabad-abad. Setelah 45 tahun, mimpi Marthin Luther King ini baru tercapai. Ia adalah seorang tokoh Amerika berkulit hitam satu-satunya di parlemen saat itu. Dalam pidato bersejarahnya saat itu yang berjudul “saya punya mimpi“, ia mengatakan, “Pada hari ini, saya bermimpi bahwa empat anak saya suatu hari akan hidup dalam masayarakat yang tidak lagi hukumnya bersandar pada perbedaan warna kulit mereka, tetapi berdasarkan nilai etika dan moral yang mereka miliki.”
Namun, tidak sadarkah dunia bahwa Islam telah jauh lebih dulu menghapus rasisme dan perbudakan? Islam telah lebih dari 14 abad meruntuhkan rasisme dan perbudakan dari apa yang dipertontonkan Amerika saat ini.
Ya, Bilal bin Rabah, salah satu yang dijanjikan oleh Allah masuk syurga (al-mubasysyariin bil Jannah) seperti ditegaskan dalam sebuah hadits Shahih.
Ia adalah sosok revolusioner yang telah mengubah paradigma Arab Jahiliyyah saat itu yang berhukum rasisme, bahkan jauh lebih buruk dan lebih kejam dari sejarah gelap yang diukir kulit putih Amerika.
Rupanya, keimanan Bilal adalah tonggak pertama perubahan itu. Saat itu Bilal bin Rabah salah satu dari sahabat nabi yang paling beliau cintai dengan sabdanya : بلال منا أهل البيت “Bilal adalah bagian dari keluarga kami”
Ia seorang budak berkulit hitam dari negeri Habasyah (Afrika) milik Abu Jahal, seorang Quraisy terpandang di Makkah saat itu. Quraisy adalah suku atau keturunan yang paling mulia dan terpandang di masyarakat Arab.
Islam mengangkat derajatnya setelah dibeli oleh saudagar kaya, sahabat Rasul, Abu Bakar radhaiallahu ‘anhu. Saat itu, ia menyembunyikan keimanannya di hadapan tuannya, Abu Jahal. Rupanya tidak berhasil, ia kemudian disiksa tanpa belas kasih di padang pasir yang membakar kulit.
Cambuk adalah benda yang paling akrab dengan Bilal, karena benda itulah yang hampir tak berpisah dengannya selama statusnya sebagai budak. Namun, tidak ada keluhan keluar dari mulutnya kecuali nama Allah, yang hanya kepadaNya ia meminta pertolongan. “Ahad.Ahad” hanya itulah kata yang meluncur dari mulutnya merespon pedihnya cambuk Abu Jahal.
Kistiqamahannya membuahkan hasil dengan dibeli oleh Abu Bakar, lalu ia dimerdekakan. Setelah keislamannya, ia menjadi salah satu sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam, yang dicintai. Ia bahkan mendapat penghormatan besar sebagai Muazzin Islam pertama. Dan terkenal dengan peristiwa terdengarnya terompah Bilal di surga oleh Nabi saw.
Begitulah Rasulullah saw. yang tidak memandang warna kulit dan etnis. Hanya ketakwaan yang membedakan manusia di hadapan Allah. Karena dalam Islam, perbudakan sesungguhnya hanyalah antara Allah dan makhlukNya, karena sesungguhnya asal manusia sama.
Firman Allah :
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam)” (Surat Annisa:1).
Allah Swt juga berfirman :
يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم.
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya orang yang mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu..” Jika Amerika baru berhasil di tahun 2008 dalam memberikan peluang kepada warga kulit hitam menjadi penguasa nomor satu di negerinya, Islam sejak 14 abad silam sudah menghapus perbedaan manusia karena perbedaan warna kulit dan etnisnya.
Bahkan, dengan lantang Rasulullah yang berbangsa Arab dan keturunan Quraisy itu berucap :
كلكم من آدم وآدم من تراب، أيها الناس إن ربكم واحد، لا فضل لعربي على أعجمي ولا أعجمي على عربي، ولا الأسود على الأبيض ولا الأبيض على الأسود إلا بالتقوى.
“Kalian semua berasal dari Adam dan Adam dari tanah. Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu, tidak ada keutamaan arab atas non-arab, dan tidak ada keutamaan non arab atas arab. Tidak juga hitam (kulit) atas putih, dan tidak pula putih atas hitam kecuali taqwa”.
Itulah sebuah deklarasi persamaan manusia di mata Allah. Bukan Hak Asasi Manusia yang semu dan palsu seperti yang dideklarasikan oleh Barat. Dan jangan membandingkan Obama dengan Bilal. Obama hanya dikenal di dunia untuk saat ini. Sementara Bilal, dikenal oleh penghuni langit dan syurga. Suara terompahnya lebih dahulu terdengar di syurga sebelum orangnya sendiri memasuki syurga. Masya Allah.
Mudah-mudahan, pernyataan Nabi akhir zaman, teladan dan pemimpin manusia serta sebaik-baik makhluk, Rasulullah saw., dapat membuat kita lebih mencintai dan mengamalkan dien kita. Amin.

Profil Penulis:
Aisyah Daud Rasyid, Saat ini menempuh pendidikan S1 Fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Archy Kangen Ayah

Archy Kangen Ayah

By: agussyafii

Achy umurnya beda setahun lebih tua dari Hana putri saya. Archy
sekolah TK di TK Annur. Sore itu Archy sedang sedang mengaji Iqro.
Istri saya mengajarnya bersama juga anak-anak yang lain. Ditengah
asyik belajar terdengar suara Archy, "Archy kangen ayah."

Nampak semua terdiam. Archy matanya yang bening itu meneteskan air
mata. katanya, "Archy mau ketemu ayah." Istri saya bingung bagaimana
caranya untuk ketemu ayahnya sebab ayahnya sudah tiada.

Akhirnya ibunya Archy datang. Lalu Archy di gendongnya. Ibunya
bercerita bahwa Archy suka kangen dengan ayahnya makanya ibu Archy
selalu mengajak ke makam ayah Archy. Disana Archy melepas kerinduan
kepada sang ayah. Mendengar penuturan Ibunya Archy tak kuasa saya
menahan air mata. Anak sekecil itu memiliki rasa kerinduan seorang
ayah. dalam hati saya berdoa buat Archy, "Ya Alloh kuatkanlah hati
Archy agar kelak Archy menjadi anak yang sholehah dan tegar dalam
menjalani hidup ini."

-

saya mengajak teman-teman sebagai rasa syukur kita yang masih
diberikan nikmat oleh Alloh SWT untuk membuat anak-anak yatim
disekitar kita tersenyum bahagia, semoga Alloh SWT membahagiakan kita
di dunia dan akhirat, juga membuat kita tersenyum di akhirat kelak.

Berguru Pada Lawan

Berguru Pada Lawan

By: agussyafii

Seorang teman sudah setahun tinggal di Jakarta mengeluh bahwa hidupnya
nyaris dihancurkan oleh setan. Dia memutuskan untuk pulang kampung.
Dia mengatakan sambil menyeka keringat dikeningnya, "saya terpaksa
pulang. Siapa yang sanggup menghadapi setan ibukota yang lebih kejam
daripada setan kampung."

Mendengar keluhan itu saya katakan padanya, "Itulah kesalahan fatal
yang engkau lakukan. Menghadapi mereka sebagai musuh. Mestinya engkau
berguru kepada mereka. Bukankah lawan yang kuat adalah guru yang terbaik?"

--
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,
benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS 29:69)

Wassalam,
Agussyafii

Tokoh Evolusi Inggris Sewot

http://www.hidayatullah.com

Guru Inggris: Ajarkan Penciptaan Disamping Evolusi

Written by Administrator

Wednesday, 19 November 2008 07:23

Tokoh evolusionis Inggris semakin gundah dan khawatir. Ini karena
semakin membesarnya dukungan agar teori evolusi tidak diajarkan
sebagai dogma tunggal

Hidayatullah. com --Jajak pendapat baru-baru ini tampaknya membuat
kalangan evolusionis, khususnya di Inggris, semakin tidak bisa tidur
nyenyak. Pasalnya terungkap dalam jajak pendapat bahwa para siswa di
hampir sepertiga dari seluruh sekolah di Inggris telah belajar
tentang penjelasan asal-usul alam semesta menurut penjelasan
Penciptaan. Bahkan guru-guru pelajaran ilmu pengetahuan alam
berpendapat bahwa hal itu perlu diajarkan selama pelajaran di sekolah.

Sebagaimana dilaporkan www.telegraph. co.uk, 7 November 2008, dengan
judul "One in three teachers says teach creationism alongside
evolution" (Satu dari tiga guru berkata: ajarkan Penciptaan
beriringan dengan evolusi), temuan ini mendukung pandangan Prof.
Michael Reiss. Sebelumnya dilaporkan bahwa akibat tekanan kuat
kalangan evolusionis, Prof. Reiss dipaksa mengundurkan diri sebagai
direktur pendidikan di Royal Society, lembaga ilmiah bergengsi di
Inggris, setelah dalam pidatonya ia menganjurkan agar Penciptaan
dimasukkan dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah.

Jajak pendapat ini melibatkan 1.200 pemirsa Teachers TV,
www.teachers. tv. Mengulas hasil yang tidak menyenangkan evolusionis
ini, kepala pelaksana Teachers TV berkata: "Hasil jajak pendapat ini
membenarkan bahwa perdebatan apakah ada tempat bagi pengajaran
Penciptaan di ruang kelas masih sengit."

Ajarkan juga Penciptaan dan Perancangan Cerdas

Dari jajak pendapat itu 31% guru setuju bahwa Penciptaan atau
Perancangan Cerdas hendaknya diberi kedudukan yang sama sebagaimana
teori evolusi dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Termasuk
dalam angka ini, sekitar seperlimanya adalah para guru ilmu
pengetahuan alam.

Separuh dari mereka yang dilibatkan dalam jajak pendapat itu setuju
dengan pandangan Prof. Reiss bahwa melarang penjelasan selain evolusi
justru berdampak menghambat tercapainya tujuan kegiatan belajar-
mengajar. Jika pelarangan itu dilakukan maka akan menjadikan para
murid yang agamis merasa terasingkan, imbuh mereka sebagaimana
dilaporkan Alexandra Frean, editor kolom pendidikan di Times Online 7
November 2008 dengan judul "Put creationism on a par with evolution,
say third of teachers" (Tempatkan Penciptaan setara dengan evolusi,
kata sepertiga guru).

Sementara itu sekitar 9 dari 10 peserta jajak pendapat yakin bahwa
para guru hendaknya diijinkan memperbincangkan Penciptaan jika para
murid memunculkan bahasan tersebut. Demikian papar koran The Guardian
7 November 2008 di bawah tajuk "Creationism should be taught as
science, say 29% of teachers" (Penciptaan sepatutnya diajarkan
sebagai ilmu pengetahuan, kata 29% guru).

Diperkirakan sekitar 10% siswa sekolah negeri di Inggris meyakini
pandangan Penciptaan. Rupanya angka yang serendah 10% ini sudah cukup
membuat gelisah evolusionis Inggris. Dengan perkembangan ini, sampai-
sampai profesor ateis evolusionis, Richard Dawkins, pernah mengecam
pemerintah Inggris dan para guru atas sikapnya yang menurut Dawkins
tidak patut dengan menghargai para murid dan orang tua yang tidak
meyakini teori evolusi.

Evolusionis Takut dan Cemas

Selain kalangan ilmuwan, pendukung teori evolusi lain seperti Terry
Sanderson, presiden "National Secular Society" (Perkumpulan Sekuler
Kebangsaan), pun merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Ia
berkata, "Temuan dalam jajak pendapat itu sungguh sangat
mengkhawatirkan. Kini saatnya bagi pemerintah untuk mengeluarkan
perintah ke sekolah-sekolah agar Penciptaan tidak diberikan pengakuan
dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam. Tempat untuk
memperbincangkannya adalah di kelas pendidikan agama."

Rupanya, kedzaliman diktator evolusionis yang telah memaksa pemecatan
Prof. Reiss menghasilkan pengaruh yang malah sebaliknya, dan sangat
tidak mereka inginkan. Yang terjadi di Inggris malah semakin
membesarnya dukungan agar teori evolusi tidak diajarkan sebagai satu-
satunya penjelasan asal-usul kehidupan, tanpa ada pembanding lain
seperti Penciptaan dan Perancangan Cerdas.

Ketakutan evolusionis akan adanya pembanding teori evolusi sebenarnya
tidaklah perlu, jika teori evolusi memang ilmiah. Ketakutan itu hanya
menjadikan semakin banyak orang penasaran, ada apa gerangan yang
disembunyikan di balik teori evolusi sesungguhnya?

Mengapa perlu ada seruan agar teori evolusi dilindungi pemerintah
melalui undang-undang, bukankah fakta dan bukti ilmiah cukup untuk
menegakkan teori evolusi, jika memang ilmiah? Jika menurut
evolusionis Penciptaan dan Perancangan Cerdas tidaklah ilmiah,
mengapa perlu takut diajarkan bersama-sama dengan teori evolusi?
Bukankah teori evolusi tidak perlu dipaksakan agar wajib diyakini
siswa melalui undang-undang negara, karena teori evolusi bukanlah
dogma dan agama? Bukankah para murid perlu dididik kritis dan cerdas,
sehingga bisa membedakan sendiri mana yang ilmiah dan mana yang palsu?

Segala perkembangan yang terjadi seputar teori evolusi ini merupakan
isyarat bahwa publik sudah semakin cerdas. Serapat apa pun aib
ketidakilmiahan teori evolusi disembunyikan, suatu saat pasti
masyarakat akan melihatnya.

[ah/timesonline/ guardian/ telegraph/ www.hidayatullah .com]

Membedah Tentang UU Pornografi & Pornoaksi Session I

Membedah Tentang UU Pornografi & Pornoaksi Session I

www.eramuslim.com

Bagi orang-orang seperti ini, terbitnya majalah Playboy di Indonesia
dianggap suatu kemajuan. Kian banyaknya bar, diskotik, dan sebagainya
adalah suatu modernisasi. Modern atau tidaknya seseorang dinilai dari cara
pandang dia terhadap pakaian: semakin terbuka pakaiannya, maka akan semakin
dianggap maju wawasan seseorang.
Berbagai dalih yang dikemukakan kubu penolak UU Pornografi diduga kuat
hanyalah kedok bagi “ketakutan” mereka, atau mungkin lebih tepatnya
“paranoia” mereka, terhadap segala sesuatu yang berbau penerapan syariat
Islam. Jika kita mengikuti berbagai milis di internet yang membahas tentang
pro dan kontra tentang undang-undang ini, maka kita akan dengan mudah
menemukan frasa “Penerapan Talibanisme di Indonesia”, “Talibanisasi
perundangan di Indonesia”, dan sebagainya. Seolah-olah sedikit demi
sedikit, negeri yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama ini akan
diubah oleh suatu kelompok menjadi negeri yang berbasiskan agama Islam,
atau jika mau lebih tegas lagi: Mereka mengira negeri ini akan menjadi
negeri Islam.
Ketakutan atau paranoia yang sama juga pernah terjadi saat kubu reformis
terbelah menjadi dua sesaat setelah Presiden Suharto mundur digantikan oleh
BJ. Habibie, lalu UU Sisdiknas. Alasan yang dikemukakan nyaris sama
sebangun: keanekaragaman, pluralisme, Bhineka Tunggal Ika, konsensus
nasional, dan tetek-bengek lainnya. Mereka juga menggelar aneka unjuk rasa
yang antara lain pesertanya dikomando agar mengenakan pakaian adat dari
berbagai daerah seolah-olah kubu yang berseberangan dengannya begitu bodoh
lupa jika Indonesia atau Nusantara terdiri dari ribuan pulau dan suku
bangsa. Mereka seolah menjadi garda terdepan yang menjaga keutuhan negeri
Pancasila ini..
Dan yang lebih ekstrem lagi, teriakan akan memisahkan diri dari NKRI alias
ancaman separatisme pun menjadi senjata andalan mereka. Ini mengingatkan
kita akan ulah segelintir politikus non-Muslim di tahun 1945 yang mendesak
agar tujuh kata yang mewajibkan umat Islam melaksanakan syariat Islam di
Indonesia, yang dikenal sebagai Piagam Jakarta, dihapuskan.
Sejarah bangsa ini dengan tegas memaparkan kepada kita semua jika selama
ratusan tahun umat Islamlah yang mati-matian merebut dan menjaga
kemerdekaan negeri ini dari tangan para penjajah. Islam masuk ke Indonesia
dengan senyum, keramahan, dan penuh keamaian. Berbeda sekali dengan agama
lain yang masuk bersamaan dengan datangnya penjajah Barat ke Nusantara yang
sejak sekolah dasar kita telah kenal semboyan mereka: Gold, Glorious,
Gospel (Merampok emas sebanyak-banyaknya, Menaklukkan daerah-daerah
seluasnya, dan Menyebarkan salib kemanapun tanah kau injak).
Dalam berbagai peperangan pun sejarah telah menunjukkan kepada kita jika
umat Islam selalu anti penjajahan asing terhadap negeri ini. Beda dengan
mereka yang kebanyakan rela menjadi kacung-kacung penjajah bule dan
menindas saudara-saudara sebangsanya demi mendapat fulus dan sekerat keju
dari Tuan Van Meele. Buku karya Bung Tomo tentang 10 Nopember 1945
merupakan salah satu buku yang sedikit banyak memuat fakta sejarah ini.
Liberalisme
Kubu penentang UU Pornografi, juga UU Sisdiknas, memiliki agenda tersendiri
yang ingin melihat bangsa dan negara ini menjadi negara yang serba
permisif, bebas liberal serba boleh seperti di AS dan Barat, dan tentunya
jauh dari moral dan etika ketimuran yang sesungguhnya lekat dengan
nilai-nilai keislaman.
Kubu penentang UU Pornografi hari ini mungkin saja menamakan gerakannya
sebagai “Gerakan Syahwat Merdeka”, namun di lain hari mereka akan menamakan
gerakannya lain lagi tergantung proyek yang tengah digarap. Namun bagi yang
jeli, orang atau tokoh-tokohnya ternyata ya itu-itu juga. Tidak usah
jauh-jauh dari sosok sahabat Zionis seperti AW dan orang-orang di
sekelilingnya, seperti halnya yang berkumpul di dalam AKKBB. Sami mawon.
Bagi orang-orang seperti ini, terbitnya majalah Playboy di Indonesia
dianggap suatu kemajuan. Kian banyaknya bar, diskotik, dan sebagainya
adalah suatu modernisasi. Modern atau tidaknya seseorang dinilai dari cara
pandang dia terhadap pakaian: semakin terbuka pakaiannya, maka akan semakin
dianggap maju wawasan seseorang. Sebenarnya kalau kita mau jujur, cara
pandang ini sungguh-sungguh ndeso. Di negeri-negeri Barat sana, orang-orang
tengah mencari-cari formula apa yang mampu untuk menyembuhkan kerusakan
moral bangsanya dan memalingkan wajahnya ke Timur., sedangkan kita
mengangap Barat merupakan tatanan masyarakat yang sangat beradab.
Jika mau jujur, agenda mereka dengan segala gerakannya sesungguhnya
bertujuan satu: menghalang-halangi undang-undang Allah SWT diterapkan di
negeri ini. Titik. Sampai kapan pun, mereka akan tetap seperti ini, dengan
berbagai alasan yang dibuat-buat, dengan berbagai dalih yang dikemukakan
berulang-ulang, dengan berbagai logika yang dipaksa-paksakan. Jadi, bagi
kita jangan sampai tertipu jika di lain hari mereka akan menamakan
kelompoknya sebagai A dan di hari esoknya mengaku sebagai Z. Wallahu’alam
bishawab.(rd/Tamat)

Amal yang Tetap Bermakna


Amal yang Tetap Bermakna
Bersama KH. Abdullah Gymnastiar
Majalah Shaff Edisi 19 Th.II Oktober-Nopember 2008

------------ --
Berhati-hatilah
bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan
tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena
aktivitas ibadah yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya
adalah urusan duniawi. Ia hanya akan dilakukan kalau sedang butuh,
sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan oleh ujian dan
kesusahan. Bagi yang amalnya temporal, ketika menjelang pernikahan
tiba-tiba aja ibadahnya jadi meningkat, shalat wajib tepat waktu,
tahajud nampak khusyuk, tapi anehnya ketika sudah menikah, jangankan
tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan.
Sudah diberi kesenangan, justru malah melalaikan perintah-Nya. Harusnya
sesudah menikah berusaha lebih gigih lagi dalam ber-taqarrub kepada
Allah swt. sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.

Ketika
berwudhu, misalnya, ternyata di samping ada seorang ulama yang cukup
terkenal dan disegani, wudhu kita pun secara sadar atau tidak tiba-tiba
dibagus-baguskan. Lain lagi ketika tidak ada siapa pun yang melihat,
wudhu kitapun kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.

Atau ketika menjadi
imam shalat, bacaan Quran kita kadangkala digetar-getarkan atau
sedih-sedihkan agar orang lain ikut sedih. Tapi sebaliknya ketika
shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat, dan cepat. Kalau
shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi
kelihatan lebih bagus. Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik
ketidakikhlasan ibadah-ibadah kita ini. Karenanya kalau melihat
amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya
ketika diberi kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas
dalam beramal.

Hal ini berbeda dengan hamba-hamba- Nya yang telah menggapai maqam ikhlas, maqam
dimana seorang hamba mampu beribadah secara istiqamah dan terus-menerus
berkesinambungan. Ketika diberi kesusahan, dia akan segera saja
bersimpuh sujud merindukan pertolongan Allah swt. Sedangkan ketika
diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, justru dia semakin
bersimpuh dan bersyukur lagi atas nikmat-Nya ini.

Orang-orang
yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada
atau tidak ada orang yang memperhatikannya adalah sama saja. Berbeda
dengan orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih
bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang
tersebut dihormati dan disegani

Sungguh suatu keberuntungan yang
sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak?
Orang-orang yang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi
orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi
pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.

Maka,
bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali
ia kemas niatnya lurus kepada Allah swt. saja. Kalau hendak duduk di
kursi diucapkannya, "Bismilahirrahmanir rahiim, ya Allah..
semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan". Lisannya yang bening
senantiasa memuji Allah swt. atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk
sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Jadilah
aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada Allah swt..

Kedahsyatan
lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal,
walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum
mengamalkannya. Inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat
hati sudah meniatkan mau bangun malam untuk tahajud, "Ya Allah... saya
ingin tahajud, bangunkan jam 03.30 ya Allah..". Weker pun diputar,
istri diberi tahu, "Mah, kalau mamah bangun duluan, bangunkan Papah.
Jam setengah empat kita akan tahajud. Ya Allah.. saya ingin bisa
bersujud kepadamu di waktu ijabahnya doa". Berdoa dan tidurlah ia
dengan tekad bulat akan bangun tahajud.

Sayangnya, ketika
terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru dia
akan gembira bercampur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat
tahajud dan gembira karena ia masih kebagian pahalanya. Bagi orang yang
sudah berniat untuk tahajud dan tidak dibangunkan oleh Allah swt., maka
kalau ia sudah bertekad, Allah swt. pasti akan memberikan pahalanya.
Mungkin Allah swt. tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras banyak
tenaga. Allah swt. Mahatahu apa yang akan terjadi, juga Mahatahu bahwa
kita mungkin telah defisit energi karena kesibukan kita terlalu banyak.
Hanya Allah swt-lah yang menidurkan kita dengan pulas.

Sungguh
apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap
bermakna, akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan
pahala yang setimpal. Subhanallah. ***

------------ -----
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]