Showing posts with label Puisi dan Madah. Show all posts
Showing posts with label Puisi dan Madah. Show all posts

Review Buku "Indonesia Kecil diNegeri Serambi Mekah" dan "Mendidik Anak Di Era Digital"

Sumber :
http://rumahbelajar.id
http://bit.ly/Serambi_mekah

1. Review Materi Speecs To Text, Menggunakan Google Form dan Google Translate.

Judul Buku : "Indonesia Kecil di Negeri Serambi Mekah "
Range Text : "Salam Ukhuwah untuk Aceh dari Bumi Raflesia"


Conver Speecs To Text
Abdulrahman Ali
SMA IT Iqro Kota Bengkulu

“Dulu saat masih kecil ayah saya pernah membacakan buku sejarah kepahlawanan rakyat Aceh, cerita itu memberikan kesan mendalam bagi saya. alam Aceh yang indah dan kecintaan rakyat Aceh kepada negara Indonesia Menimbulkan keinginan untuk datang suatu saat nanti mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam”




Link Video Tutorial Tugas VCT92 RIAU Batch 5

http://bit.ly/Video1_Review_STT





Puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi salah satu peserta lawatan sejarah nasional 2018 di Provinsi Aceh. tanah sejuta perjuangan, dan Untuk tanah Indonesia.

Hari pertama kegiatan LASENAS kami diajak melihat makam pahlawan nasional Aceh, Tengku Chik Ditiro. tak terasa suasana di dalamnya jauh dari kata menyeramkan di sana, rasa Haru dan semangat juang lah yang muncul ketika mengingat betapa gigihnya perlawanan Tengku Cik Ditiro terhadap imperialisme dan kolonialisme Belanda yang menyengsarakan warga. Selain itu, kan in indraputri in yang bersejarah, Masjid Baiturrahman yang kokoh, museum Aceh yang lengkap Km 0 (Nol) yang menjadi titik acuan serta tempat bersejarah mengagumkan lainnya.

jasa baru penting menjadi saksi partai pejuang tanpa demi Indonesia yang Hakiki. secara sejarah merupakan dan penting bagi setiap warga Indonesia. tinggal cara cara agar sejarah dapat menjadi daya tarik untuk dikaji lebih dalam. lagi merupa mental aktivitas menarik dalam mempelajari sejarah dengan langsung turun ke lapangan, saling sapa dengan masyarakat dan bertanya langsung dengan ahli sejarah merupakan metode tepat dalam proses pembelajaran sejarah

dan Bengkulu untuk Aceh “Camkohaa”.

Hasil Terjemahan Speecs to Text

Translate Bahasa Indonesia Ke Inggris
Abdulrahman Ali
Bengkulu City Iqro High School

"When I was a child, my father read a book on the history of the heroism of the people of Aceh, the story made a deep impression on me. the beautiful nature of Aceh and the love of the people of Aceh to the country of Indonesia. Cause the desire to come someday to visit Nanggroe Aceh Darussalam

Praise and gratitude to the presence of Allah Subhanahu Wa Ta'ala for giving me the opportunity to be one of the participants in the 2018 national history tour in Aceh Province. land of a million struggles, and for the land of Indonesia.

The first day of the LASENAS activity we were invited to see the tomb of Aceh's national hero, Tengku Chik Ditiro. the atmosphere inside was not far from the scary word there, it was the feeling of Haru and the fighting spirit that arose when remembering how persistent Tengku Cik Ditiro's resistance to Dutch imperialism and colonialism was that afflicted citizens. Apart from that, it is in the historical industry, the sturdy Baiturrahman Mosque, the complete Aceh museum Km 0 (Zero) which is a reference point and other amazing historical places.

important new services bear witness to the party of fighters without for the sake of a true Indonesia. has historically been and is important for every Indonesian. just a way so that history can be an attraction to be studied more deeply. again mentally interesting activities in studying history by going directly to the field, exchanging greetings with the community and asking questions directly with historians is the right method in the history learning process

and Bengkulu for Aceh "Camkohaa".



2. Review Buku " Mendidik Anak di Era Digital "Menggunakan Google Translate".


Mendidik Anak Diera Digital : Cover Digital by : www.rumahbelajar.id

Era digital adalah masa ketika informasi 
mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital.

Penggunaan teknologi digital secara tepat akan sangat bermanfaat bagi penggunanya, tetapi jika digunakan secara berlebihan akan mempunyai resiko negatif.

Manfaat Era Digital :

1. Setiap informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat dari berbagai sumber.
2. Komunikasi dapat dilakukan lebih luas tanpa terhalang tempat dan waktu.
3. Kreativitas anak tumbuh lebih cepat dengan stimulasi informasi yang diterima melalui media digital.
4. Anak dapat belajar secara mandiri untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.




Resiko Teknologi Digital
1. Memicu penglihatan yang buruk, karena ketajaman cahaya dan jarak yang terlalu dekat.
2. Jam dan lama waktu tidurnya menjadi tidak teratur.
3. Memengaruhi kemampuan anak berkonsentrasi saat belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajar.
4. Menyebabkan anak kurang menggerakkan seluruh anggota tubuh.
5.  Anak sering menahan lapar, haus, dan keinginan buang air sehingga mengganggu sistem pencernaan.
6. Menunda Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak Penggunaan media digital bisa menunda perkembangan bahasa anak, terutama untuk anak-anak usia 2 tahun dan di bawahnya.
7. Membatasi Pergaulan Sosial Anak lebih suka bermain sendiri sehingga pergaulannya terbatas dan sulit berinteraksi dengan komunitas yang berbeda.
8. Mengurangi Waktu Berkualitas Bersama Keluarga Penggunaan media digital yang tidak dibatasi akan memengaruhi hubungan antar anggota keluarga.


Perkembangan Era Digital Sumber : rumahbelajar.id


Peran Orang Tua Di Era Digital :
1.  Menambah Pengetahuan.
2. Mengarahkan Penggunaan Perangkat dan Media Digital dengan Tepat.
3. Mengimbangi Waktu Penggunaan Media Digital dengan Interaksi di Dunia Nyata.
4. Meminjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan.
5. Memilihkan Program/ Aplikasi Positif.
6. Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi.
7. Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana.
8. Menelusuri Kegiatan Anak di Dunia Maya.

Hasil Translate :


Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Inggris
Educating Children Diera Digital.

The digital age is a time of information easily and quickly obtained as well disseminated use digital technology.

The proper use of digital technology will be very useful for its users, but if used excessively will have a negative risk.

Benefits of the Digital Era:
1. Any information needed can be obtained with quickly from various sources.
2. Communication can be done wider without being hindered place and time.
3. Children's creativity grows more quickly with information stimulation received through the media digital.
4. Children can learn independently for improve the ability of and his skills.

Digital Technology Risks
1. Triggering bad eyesight, because of the sharpness of the light and the distance is too close.
2. Hours and duration of sleep become irregular.
3. Influences the ability of children concentrate while studying so can reduce learning achievement.
4. Causes less children move all parts of the body.
5. Children often hold hunger, thirst, and the desire to defecate so disturbing digestive system.
6. Postpone Children's Speech and Language Development The use of digital media can delay children's language development, especially for children aged 2 years and under.
7. Limiting Social Relations Children prefer to play alone so promiscuity is limited and difficult to interact with a different community.
8. Reducing Quality Time with Family Unlimited use of digital media will affect relations between family members.

The Role of Parents in the Digital Age:
1. Add Knowledge.
2. Directing Device Usage and Digital Media Exactly.
3. Balance the Time of Use of Digital Media with Real-World Interaction.
4. Lending Children's Digital Devices As needed.
5. Choosing a Program / Positive Application.
6. Accompanying and Increasing Interaction.
7. Use Digital Devices Wisely.

8. Tracing Children's Activities in the Virtual World.

Setetes Embun

Setetes embun dipagi hari mampu menyejukkan hari ditengah panas yang berkepanjangan. itulah kesempatan kedua dalam hidup kita, tidak semua orang mengalaminya. Di Rumah Amalia ada seorang bapak yang bertutur bahwa hidupnya selalu dipenuhi dengan urusan duniawi, bahkan apa yang dilakukan tidak peduli dilakukan yang penting menguntungkan baginya. dunia malam, minuman keras menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Sholat fardhu tidak pernah dikerjakan. Sementara istri selalu mengingatkan dirinya tak pernah digubrisnya. "Imam seperti apa yang harus kami ikuti bila keluarga ini jauh dari Allah?" tanya sang istri. Sampai satu hari terserang flu berat dan periksa ke dokter. Entah kenapa obat yang diminumnya ia alergi dan menyebabkan mengalami koma. Disaat koma itu ia melihat tubuhnya diatas tempat tidur, sedangkan orang-orang berkumpul disekelilingnya.

AIr matanya mengalir, Beberapa kali mengusap air mata yang jatuh dipipinya. "Allah begitu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mas.." tuturnya. Ia ingat, mereka berusaha menyadarkannya. Istrinya menangis, anak-anaknya berpelukan, dokter berusaha menyelamatkan, semua pengalaman melintas dengan cepat dimatanya. tidak lagi berpikir tentang perusahaan, harta, mobil. Satu-satunya dalam pikirannya adalah ia ingin tetap hidup, diberikan kesempatan untuk bertaubat. Ia terasa melayang, berteriak memohon, "Ya Allah, aku tidak ingin mati. Jika memang Engkau ada, beri kesempatan aku untuk bertaubat. Ampunilah aku Ya Allah." Meski ia merasakan maut yang hendak menjemput hanya dalam hitungan detik, ia memohon kepada Allah agar diberikan kesempatan kedua untuk bertaubat, untuk berada dijalanNya. Mencintai istri dan anak-anaknya. Kemudian ia tiba-tiba menemukan dirinya kembali ke dalam tubuhnya dan ia tersadar kembali serta sembuh dari penyakitnya. Sejak itulah beliau
tidak pernah lagi menyia-nyiakan hidupnya untuk menjalan ibadah kepada Allah, menjadi imam yang baik bagi keluarga, istri dan anak-anaknya dengan lebih mencintai setulus hati. serta lebih peka terhadap penderitaan sesama. Hatinya yang kering kerontang bagai disirami setetes embun dipagi hari. Subhanallah..

Wassalam,
M. Agus Syafii

Dunia Serasa Milik Berdua

Dunia Serasa Milik Berdua

By: M. Agus Syafii & Khoirudin

Bila pasangan suami istri begitu lembut dan bersahaja maka hidup menjadi indah, dunia serasa milik berdua, orang lain dianggap ngontrak semua. Bahkan ketika seorang suami yang melihat debu dimata istrinya langsung mengungkapkan dengan penuh cinta, 'Istriku, ada debu di matamu' Istripun dengan manja menjawabnya. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.'  Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga. 

Sebab cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, 'Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinyapun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya' (HR. Rafi'i).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Menjaga Hati Sepanjang Hari

Jangan pernah meremehkan suasana hati anda sebab kalau hati sedang dalam kondisi buruk, bisa merusak kesehatan bahkan bisa berakibat pada kematian, berdasarkan penelitian dari Dr. Ghanshyam Pandey dari University of Illinois, Chichago, belum lama ini kasus memburuknya kesehatan & mempercepat kematian ditengah masyarakat karena dipicu oleh suasana hati yang buruk.  Kondisi memburuknya suasana hati disebabkan banyak faktor, diantaranya putus asa, patah semangat secara sekilas tidak berbahaya namun bisa berakibat fatal. Gangguan umum yang berkaitan dengan suasana hati yang memburuk dalam beberapa bentuk seperti gangguan tidur, gangguan pada kulit, gangguan pada perut, tekanan darah, pilek, migran, sakit kepala yang disertai dengan mual dan gangguan penglihatan, sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung dan membengkakan otak, tentu saja tidak semua jenis penyakit itu  berkaitan dengan suasana hati namun secara alamiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan kesehatan semacam itu lebih disebabkan faktor kejiwaan.

Putus asa, kekecewaan, depresi dan berbagai jenis penyakit yang menimpa banyak orang adalah suasana hati yang selalu diliputi oleh kekhawatiran akibat perasaan seperti cemas, takut, merasa tidak aman, ledakan emosional yang berlebihan dan berbagai tekanan yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang mendapatkan tekanan atau beban diluar batas kesanggupan dirinya, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan bunyi sirine sebagai tanda bahaya  sehingga memicu reaksi biokimia didalam tubuh, kadar andrenalin meningkat, reaksi tubuh meninggi, gula, kolesterol dan asam lemak bergerak ke dalam aliran darah, tekanan darah menjadi meningkat dan denyut jantung berdetak kencang. Glukosa berjalan menuju otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini membuat tubuh memburuk.  Semua perubahan yang terjadi pada tubuh dari keadaan yang semula sehat ke kondisi sakit disebut sebagai penyimpangan citra tubuh atau 'Distortion of body image' adalah dampak dari suasana hati yang
memburuk yang menyerang kondisi kesehatan tubuh.

Maka disinilah pentingnya arti ketenteraman hati bukan hanya membuat nyaman namun juga membuat tubuh anda menjadi sehat. Ketenteraman hati anda hanya bisa anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, semakin dekat anda kepada Allah dengan selalu mengingatNya maka semakin mudah hati anda menjadi tenteram. 'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.' (QS. Ar-Raad 28).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Cerita : Kisah Sesendok Madu

Kisah Sesendok Madu

by : Khoirudin Mislam

Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan
mereka untuk melaksanakannya. Tetapi, dalam pikiran seorang warga kota terlintas cara untuk mengelak perintah tersebut. "Aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungiku dari pandangan mata orang lain. Sesendok air tidak akan mempengaruhi isi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota."

Tibalah waktu yang ditetapkan. Apa kemudian yang terjadi?
Bejana itu ternyata seluruhnya berisi penuh dengan air!
Rupanya seluruh warga kota berpikiran sama dengan si Fulan.
Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri
dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini sering terjadi dalam berbagai kehidupan masyarakat. Idealnya memang bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian melibatkan pengikut-pengikutnya.

Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan
pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS Yuusuf; 12:108)
Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri,
dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutm u) (QS An Nisaa'; 4:84)

Perhatikanlah kata-kata : "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri".
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu" Setiap orang menurut Beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Berarti setiap orang harus harus tampil terlebih dulu. Sikap mental yang seperti ini akan menyebabkan bejana sang raja akan penuh dengan madu, bukan air, apalagi racun [lm-4]

( Sumber: Lentera Hati, M Quraish Shihab )

Tahajud Cinta

Tahajud Cinta

By: sigit wahyu

Sebelum memejamkan mata untuk tidur dalam rangka mengakhiri aktifitas 'dua puluh empat jam' ini, mari kita melihat dan merenungkan suasana tahajud kita masing-masing.

Apakah tahajud kita sebagai tahajudnya seorang hamba yang mencintai penciptanya, ataukah sekedar tahajud tanpa makna. Yang melakukan shalat hanya sekedarnya, setelah itu selesai dan bangga, karena sudah melaksanakan sebuah 'ritual' shalat tahajud. Untuk mengetahui hal itu, marilah kita mencoba mengukur diri masing-masing.

1. Tentang niat,

Apakah yang melatarbelakangi kita bangun malam?
Apakah kita shalat tahajud karena terpaksa. Mungkin dikarenakan saudara kita, anak kita, istri / suami kita, atau ada orang dekat kita, yang bangun malam melakukan shalat tahajud. Dan kita pun ikut bangun malam lalu kita lakukan shalat tahajud itu.

Ataukah tiba-tiba kita ingin ke kamar mandi, lalu kita sekalian mengambil air wudhu' dan kitapun melaksanakan shalat tahajud.
Atau kita sebelum tidur sudah berdo'a kepada Allah, agar Allah membangunkan diri kita untuk melakukan shalat tahajud.

Apapun yang menyebabkan kita bangun malam, dan kita lanjutkan dengan shalat tahajud, maka semuanya merupakan perilaku istimewa di hadapan Allah SWT. Karena kita melakukan sesuatu yang memang istimewa.

Kalau kita hitung, pada saat di sepertiga malam menjelang pagi, sekitar jam tiga malam wib, kira-kira ada berapa orang yang bangun untuk melakukan shalat tahajud? Misalnya di sebuah kota? Atau di sebuah kampung? Sungguh amatlah sedikitnya!

Tetapi marilah kita melihat diri kita masing-masing! Dimanakah posisi kita? Apa yang menyebabkan kita melakukan shalat tahajud? Apakah demi kecintaan kita kepada Allah Swt, sehingga kita begitu rindunya ingin bertemu denganNya, ketika semua orang lelap dalam tidurnya? Ataukah karena alasan lainnya? Setiap posisi itu tentu mempunyai nilai yang berbeda...

2. Tentang pakaian,

Setelah kita melakukan wudhu' di waktu malam yang cukup dingin itu, ketika kita mengambil pakaian untuk melakukan shalat, apakah kita mengenakan pakaian yang seadanya saja, ataukah pakaian tidur saja. Ataukah kita mengenakan pakaian yang bagus, yang bersih, dan yang Allah menyenanginya.

Ketika suatu saat kita shalat tahajud, dan waktu itu pakaian yang kita kenakan adalah pakaian yang seadanya saja, maka bandingkanlah dengan ketika kita pergi ke masjid untuk melakukan shalat jum'at. Begitu indah pakaian kita, begitu harum tubuh kita...

Untuk siapa pakaian kita yang bagus dan indah itu? Kalau untuk Allah Swt, mengapa ketika shalat tahajud sendirian saat tidak ada orang yang melihatnya, kita justru mengenakan pakaian yang tidak indah? Seorang yang mencintai sesuatu, tentu ia akan memberikan yang terbaik buat si Dia...

3. Tentang bacaan dan gerakan,

Demikian juga tentang bacaan dan gerakan shalat yang kita lakukan di malam hari, ketika semua orang tidak ada yang mengetahuinya. Bagaimana kondisi kita?

Apakah bacaan kita begitu `mesra' saat kita bertemu dengan Dzat yang kita cintai, ataukah bacaan kita terburu-buru agar shalat cepat selesai?

Apakah gerakan shalat kita begitu sempurna layaknya seorang prajurit yang sedang berada di hadapan komandannya, ataukah gerakan kita semaunya saja?

Setelah kita mengembara mulai saat bangun pagi, selanjutnya melakukan perjalanan seharian di luar rumah, dan akhirnya kembali lagi ke rumah untuk tidur lagi, begitu seringnya kita bertemu dengan Allah Swt dalam berbagai macam peristiwa. Maka harapan kita tentulah saat ini kita telah menjadi seorang hamba yang begitu dekat dengan Allah Swt. Kecintaan dan kerinduan kepada Allah Swt akan tercermin dalam tahajud kita.

Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud kerinduan, bukan tahajud paksaan. Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud yang mencerminkan jiwa yang tenang, dan hati yang tentram,..

Itulah saat ending yang paling indah dalam hidup kita selama dua puluh empat jam setiap hari. Kalaulah ending hidup setiap hari, kita disuruh Rasul untuk dekat dengan Allah dalam tahajud, maka demikian pula dengan ending hidup seluruhnya, kitapun harus berupaya untuk dekat dengan Allah Swt.

Orang yang berhasil dalam hidupnya, adalah mereka yang pada akhir hayatnya dipanggil oleh Allah SWT, dengan panggilan yang sangat mesra :
"yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'i ilaa rabbiki raadhiyatam mardhiyyah, fad khulli fii tibaadii wad khulii jannatii.."

Inilah tanda cinta yang sebenar-benarnya cinta...

Airmata Keinsafan, Airmata Kebahagiaan

Oleh : m45key
From : daarut-tauhid

Jika Muhammad bin Munkadir menangis, dia mengusap wajah dan janggutnya dengan airmatanya, lalu berkata, “Aku mendengar bahwa api neraka tidak akan membakar tempat yang terbasuh oleh airmata.”

Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh kedua mata ini menangis, meskipun ada hati yang bersaksi atas kebohongan keduanya. Dan jika seorang hamba menangis di tengah-tengah orang banyak, maka orang-orang yang ada di sekelilingnya itu akan dirahmati tangis hamba itu.”

Ja’far bin Sulaiman adh-Dhab’i berkata, “Suatu ketika Malik bin Dinar memberi nasihat, maka dia mulai berbicara. Hausyab bin Muslim pun menangis, lantas Malik menepuk pundaknya dan berkata, “Menangislah wahai Abu Bisyr! Sesungguhnya kami mendengar kabar, bahwa seorang hamba akan selalu menangis hingga dia dikasihi oleh Tuhannya, maka dibebaskanlah dia dari api neraka.”

Abdullah bin Sarraj berkata, “Suatu hari kita sedang berada di majelis al-Hasan, ketika itu dia sedang memberi nasihat. Dari pojok majelis terdengar dengan jelas suara tangis seorang lelaki. Maka al-Hasan berkata, “Wahai orang yang menangis, keraskanlah! Sesungguhnya kita telah mengetahui, bahwa seorang yang menangis karena takut kepada Allah akan menjadi orang yang dikasihi pada hari kiamat.”

Hamzah al-A’ma berkata, “Suatu kali aku masuk rumah al-Hasan. Saat itu aku dapati dia sedang menangis. Pada kesempatan yang lain aku dan beberapa orang mendatanginya, kita pun mendapatinya sedang menangis. Terkadang aku datang pada saat dia sedang shalat, kemudian aku mendengarnya sedang menangis. Suatu ketika aku tanyakan hal ini kepadanya, ‘Wahai Abu Sa’id (panggilan al-Hasan), sungguh engkau orang yang banyak menangis?’ Maka dia pun menangis lagi, dan berkata, ‘Wahai anakku, lalu apa yang dapat dilakukan oleh seorang mukmin jika dia tidak menangis? Wahai anakku, sesungguhnya tangis adalah sebab turunnya belas kasih Allah. Jika engkau bisa menangis sepanjang umurmu, maka lakukanlah, semoga Allah melihatmu saat engkau menangis, lalu engkau dikasihi oleh-Nya karena tangisanmu itu, dan tanpa kau sadari, kau dapati dirimu telah selamat dari api neraka.”

Abdu Rabbih bin Ubaid al-Azdi berkata, “Dulu kita pernah bersama Mu’awiyah bin Qurah. Lalu dia bercerita sedikit, maka seorang lelaki terdengar jelas sedang menangis di sisi majelis. Mu’awiyah berkata kepadanya, ‘Semoga Allah menjadikanmu kaya atas apa yang kau tangisi’. Setelah itu majelis penuh dengan tangisan.”

Khalid bin Ma’dan berkata, “Tidak ada seorang hamba yang menangis karena Allah, melainkan anggota badannya menjadi khusyu’ karenanya.”

Sahabatku, demi penyegaran batin kita, cobalah sesekali kita mengikuti acara muhasabah. Saat itu akan terasa keinginanmu untuk menangisi dosa-dosamu semakin kuat. Mendengar suara tangisan orang lain, engkaupun bertanya, mengapa orang itu menangis. Kemudian engkau dengarkan untaian kata-kata penuh hikmah yang disampaikan seorang penceramah. Engkau resapi. Engkau dalami. Engkau terpekik sadar. Hatimu remuk oleh rasa penyesalan yang mendalam. Akhirnya airmata meleleh membasahi pipi. Mulutmu berbisik, “Rabbighfirli. ..”

Subhanallah! Ini bukan cerita tentang kesedihan, tetapi inilah kebahagiaan sesungguhnya. Ini bukan cerita tentang kesakitan, tetapi kesegaran! Ini bukan cerita tentang orang yang akan mati, tetapi banyak pemuda menangis juga! Bagaimana mungkin airmata keinsafan dipandang sebagai airmata kesedihan dan kesakitan, sedangkan orang-orang saleh dari dulu hingga sekarang telah mewarisi tangisan?

Sahabatku, mereka adalah orang yang paling bahagia di dunia dan akhirat! Mereka adalah orang yang paling produktif beramal dan paling bersih hatinya. Justru orang-orang yang berakhlak buruk, jauh dari agama, adalah orang-orang yang sakit, gelisah dan keras hatinya.

Mutiara Sakit

Mutiara Sakit

By: agussyafii


Sabtu sore ketika kami mendengar mutiara (adik dimas, berusia 1,5 tahun) sedang dirawat di R.S Mutiara Bunda saya, istri, icha dan hana membesuknya. kami bertemu dengan neneknya dimas bersama tantenya sedang menjaganya. Kata neneknya mutiara panasnya tinggi dan kejang2. "alhamdulillah sekarang panasnya sudah menurun." Katany neneknya.



Sejak ayah dan ibunya meninggal dunia dimas & mutiara tinggal bersama neneknya. kehidupan itu terasa menjadi berat dijalaninya. Dimas suka duduk melamun. saya biasanya mengajaknya bermaen. agar dimas memiliki aktifitas.Sore itu kami pamit. Neneknya dimas nampak meneteskan air mata dan mengatakan, "Dimas sudah kehilangan ayah dan ibunya, apakah juga akan kehilangan adiknya?" kami terperanjat mendengar ucapan nenek. "Astaghfirullah, sabar nek. Hidup dan mati manusia ditangan Alloh SWT.." jawab istri saya.



Dalam doa kami panjatkan untuk Mutiara dan neneknya, "Ya Alloh, kuatlah iman nenek menerima kenyataan hidup ini sebagai kehendakMu, sembuhkanlah mutiara dengan KuasaMu Ya Alloh.."



Wassalam

Membeli Kebun di Surga

Membeli Kebun di Surga

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah, di surga nanti, ia akan memiliki seperti yang ia sedekahkan.”

Abu Dahdah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, aku
memiliki dua kebun. Apabila salah satunya kusedekahkan, apakah kelak
aku akan memiliki kebun seperti itu di surga?’

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah kembali bertanya, “Apakah istri (Ummu Dahdah) dan anak-anakku juga akan bersamaku di surga?”

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah pun membulatkan tekadnya untuk menyedekahkan kebunnya
yang terbaik.
Sesampainya di kebun itu, ia berjumpa dengan istri dan
anak-anaknya. Ia pun menegaskan kepada mereka, “Aku akan menyedekahkan
kebun ini. Dengan begitu, aku membeli kebun seperti ini di surga.
Adapun engkau, istriku, akan bersamaku dan seluruh anak kita.”

Tiba-tiba saja meneteslah air mata bahagia dari kedua pelupuk mata istrinya yang beriman itu.

Istri Abu Dahdah lalu berkata, “Semoga yang engkau jual dan beli diberkati Allah SWT, wahai suamiku.”

Istri Abu Dahdah kemudian segera memanggil anak-anaknya dan
meninggalkan kebun itu karena sudah bukan milik mereka lagi. Akhirnya,
kebun itu menjadi milik umat Islam yang miskin.

Kisah diatas dikutip oleh al-Kalbi dalam tafsirnya saat menjelaskan surah al-Baqarah ayat 245,

“Barangsiapa
meminjami Allah dengan pinjamannya yang baik maka Allah melipatgandakan
ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki)
dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Kisah ini
mengingatkan kita bahwa apa yang tengah kita genggam sekarang ini, apa
yang kita miliki kini, pada hakikatnya tidaklah memiliki arti apa-apa
bila tidak kita infakkan, bila tidak kita sedekahkan di jalan Allah.

Harta yang diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan kenikmatan
surga bukanlah harta yang kita peroleh kemudian kita simpan, melainkan
harta yang kita peroleh dengan jalan yang halal kemudian kita infakkan
(nafkahkan) dan kita sedekahkan.

Abu Dahda, seorang sahabat Nabi, ketika mendengar bahwa sedekah yang
kita berikan akan diganti oleh Allah dengan ganti yang setimpal, bahkan
lebih, dengan segera menginfakkan salah satu dari dua kebunnya, bahkan
kebunnya yang terbaik. Ia berharap
Allah akan menggantinya dengan kebun
serupa di surga kelak.

Kisah ini dapat kita jadikan bahan renungan dan cerminan, apakah
sudah seperti itu upaya kita untuk mendapatkan hal yang sepadan di
akhirat kelak dengan apa yang kita infakkan di dunia ini. Apakah infak
dan sedekah yang kita keluarkan hanyalah serpihan-serpihan kecil atau
remah-remah dari harta kita yang tidak berarti dan tidak kita
perhitungkan?

Seorang teman pernah berseloroh, “Bila Anda merasa berat sewaktu
berinfak dengan sepuluh ribu rupiah, tetapi merasa ringan sewaktu
berinfak dengan seribu rupiah, seukuran itu pulalah kualitas Anda.
Semakin ringan Anda mengeluarkan infak dalam jumlah yang semakin besar
dalam kemampuan Anda, sebesar itu pulalah kualitas Anda.”

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,“Berikan hartamu maka Aku akan memberi kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)


Karena itu, jangan ragu-ragu untuk berinfak dan bersedekah. Biarkanlah
diri Anda memberi. Bila Anda melakukannya dengan ikhlas dan kerendahan
hati, banyak berkah Ilahi yang mengalir kepada Anda.

Tujuh manfaat bersedekah:

1. membebaskan dari kesulitan,
2. menyembuhkan penyakit,
3. memelihara harta benda,
4. meredakan murka Allah,
5. menarik cinta kasih manusia,
6. membuat hati yang keras menjadi lembut, dan
7. menambah keberkahan usia.

Dalam sebuah pepatah dikatakan, “Sebaik-baik harta adalah yang kamu
infakkan (sedekahkan) dan sebaik-baik ilmu adalah yang memberimu guna.”

Jakarta, 28 Januari 2009

Ajari Aku Mencintai Mereka

Ajari Aku Mencintai Mereka
sumber : eramuslim.com

Suatu hari di pemondokan haji di Mekkah, terlihat seorang laki-laki berusia
60 tahunan sedang asyik berkirim-kiriman SMS. “Dari siapa tho, Mas? Asyik betul dari tadi SMS-an. Cucu ya?“ tanya teman sepemondokannya sambil tersenyum.

“Ndak, dari si bungsu.” jawabnya masih asyik dengan telepon genggamnya.

“Biasanya anak perempuan itu perhatian ya. Saya lihat Mas tiap malam
asyik ber-SMS ria.” Lanjut teman yang lain. Kali ini yang ditanya
mengangkat sejenak wajahnya dari telepon genggamnya.

“Anakku lanang kabeh kok.”
katanya sambil tersenyum. “Si bungsu ini memang perhatian sekali dengan
kami. Walau jauh, tak pernah sedikitpun mengurangi perhatiannya.” Ada
nada haru dalam ucapannya sambil membayangkan sang pengirim SMS.

Lain waktu si pengirim SMS ini sedang berada di ruangan kerjanya di
salah satu laboratorium universitas. Sedang asyik bekerja tiba-tiba
suara seorang laboran memecahkan konsentrasinya. “Telepon dari Ibu,
Pak.” katanya sambil melongok dari balik lemari. Inti percakapan
telepon itu, ibunda memintanya datang untuk membetulkan kompor! Tak
dibantah permintaan ibunda. Tak dipikirkannya juga resiko kemacetan
menuju wilayah barat Jakarta ini dari Depok. Tak dimintanya juga ibunda
mencari orang lain untuk membetulkan benda itu. “Iya Bu… insya Allah
selepas Bowo jaga ujian, langsung ke
Kebun Jeruk.” janjinya. “Jangan
lupa ya, Dek. Ibu jadi nggak bisa masak nih, kompornya tidak menyala.” katanya menegaskan. Hmmm… dia dipanggil Dek Bowo, itulah panggilan kesayangan di rumah. Panggilan Dek, menunjukkan urutan kelahiran dalam keluarganya.
***
Ada lagi hal menarik yang menujukkan kedekatan hubungan ibu dan anak
ini. Saat ia bertugas menjadi pembimbing praktik lapangan mahasiswa.
Ayah dan Ibunda mengantarkannya sampai lokasi keberangkatan. Dicium
tangan ayahnya, lalu ibunya. Cuup… Cuuup… Muaaaaahh!
Ibunda kemudian mendaratkan ciuman di pipi ananda. Tak dipedulikannya
tatapan takjub mahasiswanya dari dalam bus melihat pemandangan itu.
Lebih baik malu dilihat mahasiswa, daripada membuat sakit hati ibunda.
Ini sudah jadi kebiasaan sejak kecil. Apa salahnya menyenangkan
hatinya, begitu pikirnya.

Selain pandai menyenangkan hati, si bungsu selalu meminta restu
keduanya untuk keputusan penting dalam hidup. Ada anjuran dari
instansinya, agar staf pengajar melanjutkan studi ke luar negeri.
Dicobanya beberapa aplikasi, namun sayang, tak ada yang berhasil.
Dipikirkan apa kekurangannya, rasa-rasanya semua persyaratan sudah
dipenuhi dengan baik. Saat wawancara pun tak ada masalah. Didiskusikan
hal ini dengan sang istri. “Mas, sudah bilang ibu belum tentang hal
ini?”

Ia berpikir keras. ”Sudah.” katanya pasti. “Maksudnya, tanya
betul-betul apakah Ibu berkenan jika mas belajar ke luar.” lanjut
istrinya.

Plak!! Ditepuk dahi menyadari kekhilafannya. “Iya, betul.
Belum tanya ibu berkenan atau tidak. Saya hanya memberitahu, mau
melamar beasiswa.” katanya sambil manggut-manggut. “Ibu mungkin
keberatan selama ini, karena konsekuensinya kita akan jauh darinya.”
katanya dengan suara pelan.

Jawaban ibunda terjawab keesokan hari. Dipandang anak bungsunya
dengan seksama. Sebuah episode berat terbayang menggelayut wajah
ibunda. “Dek…. Ibu ridho kok kalau Dek Bowo mau sekolah ke
luar…” katanya tercekat. Lalu diam. Terlihat buliran air mata menganak
sungai di pipinya. “Tapi… tapi… kalau misalnya kesempatan itu
didapat…,” kalimatnya terputus. “ Jangan sampai menjauhkan kita ya, Dek.” katanya tak kuasa menahan tangis. Meledaklah tangisnya. “Huuu... Huuu… Dek Bowo
itu yang paling tahu kesenangan dan kesusahan Bapak Ibu.” cetusnya
dengan berlinang air mata. Demi mendengar itu, diambilnya tangan
ibunda. Diciumnya tangan yang sudah penuh guratan ini dengan takzim.
“Saya berjanji Bu, insya Allah walaupun jauh akan selalu menghubungi
Ibu sama sering ketika Bowo berada di Depok.” janjinya sambil menahan
linangan air mata.

Dan… Ajaib! Kali ini berhasil! Ridho Allah berada dalam keridhoan
orangtua terbukti. Maka dimulailah babak baru keluarga kecil Bowo di
Negeri Matahari Terbit.

***
Ya Allah, Ku berterima kasih telah Engkau berikan seorang suami yang
begitu mencintai kedua orang tuanya. Dia telah mengajariku bagaimana
menghujani cinta dan perhatian terutama bagi ibunda, dimana di telapak
kakinya surga-Mu berada. Semoga kecintaan kami dan kecintaan kedua
orang tua kami, mendekatkan kepada cinta-Mu. Amiin.

Okayama, 27 Muharam 1430 H


Hendrik Jualan Kantong Plastik

Hendrik Jualan Kantong Plastik
By: agussyafii

Pagi sebelum berangkat saya bertemu teman. Teman bertutur dirinya sering melihat Hendrik jualan kantong plastik di pasar Ciledug. Hendrik adalah salah satu anak ananda. Ibunya jika pagi hari mengojek di pasar. Saya katakan padanya ayah Hendrik sudah tiada. Sebelum masuk sekolah siang hari, pagi hari hendrik jualan kantong plastik untuk ongkos sekolah.

Buat saya adalah kebanggaan karena hendrik bekerja untuk dirinya, jawab saya pada teman. kegigihan Hendrik untuk bekerja akan menumbuhkan hidup bermakna pada dirinya tanpa harus mengetengadahkan tangan pada orang lain. Pada Malam hari hendrik belajar mengaji pada saya. Sejak ayahnya meninggal hampir tidak pernah ada orang yang membimbing Hendrik, ibunya sibuk mencari nafkah. Jadi membimbing Hendrik merupakan tugas kita dan kami, Ananda membantu biaya sekolahnya.

"Oo..luar biasa ya Hendrik, jadi ayahnya sudah tidak ada ya mas? jualan kantong plastik itu untuk membiayai hidupnya ya" kata teman tersebut, matanya nampak berkaca-kaca.

Tidak semua anak bisa beruntung dengan bermain di rumah bersama ayah dan ibunya, sarapan pagi, minum susu sambil menonton tv namun ada anak yang mesti jualan kantong di pasar untuk membiayai hidupnya.

--
Barang siapa yang dikaruniakan harta oleh Alloh SWT maka hendaknya menyambung silaturahmi, menghormati tamu, memuliakan anak yatim dan hendaknya bersabar dalam menghadapi ujian karena dengan semua ini kemuliaan dunia dan kebahagiaan akherat didapatkannya. (ali bin abi thalib).

CERPEN : keikhlasan Putriku..

keikhlasan Putriku..
By: Ikhlas Nori

Sesaat sebelum bus yang aku tumpangi bergerak dari terminal bus Stui Banda Aceh, Jumat malam kemarin (aku memang berusaha setiap week end pulang ke rumah di Binjai), hp berdering..di ujung sana terdengar suara bidadari kecilku:

Farrah: "Assalamualaikum Pa.."
Aku: " Waalaikum salam wr wb., anak cantikku...dah makan belon...ada PR yaa?"
Farrah: "Gak ada PR pa...adek mau nanya..."
Aku: "napa anak cantik papa...mau nanya apa ?"
Farrah: "Papa udah gajian...?"
Aku: " Aduuuhh...dari kantor udah ditransfer.. .cuma papa belon check dah masuk tau belon...napa nak..."
Farrah: "Gak pp pa...dah yaa paa...assalamualaik um"...klik hp ditutup....waalaiku m salam wr wb....

Selama perjalanan (biasanya memakan waktu hampir 9 jam)...aku berpikir dan sampai tertidur...( emang ngantuk...).
Sampai di rumah aku ceritakan pada istri perihal telepon dari Farrah..dan menanyakan kenapa kok tiba2 dia nanya apakah papanya dah gajian atau belon....Istriku menceritakan kalo Farrah berniat untuk mensedekahkan isi celengannya ke anak2 Panti Asuhan...cuma uangnya kurang Rp. 24.000....(yaa. ..dua puluh lima ribu rupiah kurangnya) dia pengen sedekah sebesar Rp. xxx.xxx,-

Subhanallah. ..Alhamdulillah yaa Allah...tak terasa menetes air mata ini...aku bersyukur
padaMu yaa Allah atas karuniaMU yaa Allah...

Aku: "Yaa udah ..nanti sepulang Mas Adit sekolah kita ke Panti Asuhan dan Alhamdulillah papa ada rezeki untuk nambahin sedekah adek..." ...kupeluk anakku ...dan kulihat matanya berkaca2...( gak tau apa yang dipikirkan olehnya...anak seusia 9 tahun)...

Pukul 5 sore aku sekeluarga berangkat ke Panti Asuhan...sesampai di sana sengaja aku 'agak membiarkan' bidadariku berjalan di depan dan menjumpai langsung Pimpinan Panti Asuhannya. Setelah mengucapkan salam aku mendorong Farrah untuk menjelaskan niatnya memberi sedekah kepada Pak Purba (Pimpinan Panti). Terharu hati ini melihat Farrah duduk di depan meja menghadap Pak Purba...Kulihat rasa puas dan 'kebanggaan' dari dirinya sesaat sebelum dia menandatangi kwitansi...Farrah memandangku seolah minta persetujuanku ...dan kuanggukan kepala sebagai tanda setuju agar Farrah menandatanginya langsung...( dia memang sudah sering menandatangani kwitansi bila bermain dengan teman2 sebayanya... layaknya seorang "dokter anak" katanya). Dalam perjalanan pulang..tak henti2nya Farrah memandangi kwitansi sedekahnya.. dan dia tidak ingin kwitansi itu terlipat.

Farrah: "Pa...ini tadi khan penghuni Panti Asuhannya anak perempuan... bulan depan kita sedekah lagi yaa Pa ke Panti Asuhan di Jl. Imam Bonjol..yang anak Pantinya laki-laki... biar Mas Adit nanti yang nyerahin.... "...
Aku: "Insya Allah yaa nak...doain yaa...Amin Yaa Robbal Alamin".

Tanpa terduga...kemarin Senin 2 Ferbruary 2009 foto kami sekeluarga 'terpampang' di Headline news Harian Medan Bisnis. Apakah ini merupakan keajaiban sedekah...? Wallahu a'lam bish-shawabi. ...Laa haulaa walaa quwwataa illaa billaah.

CERPEN : Petuah Usang

Petuah Usang

Percikan air hujan menghinggapi pepohonan dan bunga-bunga taman, membuat burung-burung yang hinggap didahan dan ranting kehilangan kicauannya, keceriaan kupu-kupu yang tadi hilir mudik diatas tanamanpun hilang entah kemana. Anak ku bermain tampias air dengan telapak tangan , sambil menjentikan jemarinya yang berisi kerikil kecil kearah genangan air. " Yah kata bu guru kita mesti bersikap seperti air, maksudnya apa sih yah " tanya anak saya membuyarkan lamunan.

Pagi itu saya mengajak anak pergi ketaman sekedar jalan-jalan menghirup udara pagi, tiba-tiba hujan turun, kami terpaksa berteduh di tempat duduk yang berjejer di tengah taman yang mirip halte buskota. Saya tidak mengerti apa yang dimaksud ibu guru anak saya dengan bersikap seperti air, tapi saya berusaha mengambil filosopi umum agar pernyataan ibu gurunya tidak menjadi mentah, mungkin saja ibu gurunya telah menjelaskan dan mungkin anak saya tidak mendengarkan karena sibuk bermain dengan temannya, memang semua sekedar kemungkinan.

" Maksud ibu guru adalah bahwa Yara mesti siap selalu jika di butuhkan orang lain sama seperti air yang bisa menghilangkan dahaga, disamping itu juga Yara harus pandai menyesuaikan diri sama seperti air yang ketika dimasukan ke dalam gelas dia seperti gelas dan sewaktu dimasukan ke dalam ember dia seperti ember tapi bukan berarti Yara tidak punya sikap, tetapi seperti kata pepatah dimana bumi di pijak disana langit di junjung artinya kita harus bisa menjaga sikap dimana pun kita berada"

Anak saya memandang dengan tersenyum, lalu saya bertanya " kok senyum ?" , sambil tersenyum dia menjawab " Ayah kalo ngomong kaya bu guru, panjang sekali , Yara jadi gak ngerti , udah aahh pusing , " haaah jadi ini toh masalahnya.

Sair Lagu : Istigfar

Istigfar

(Aa Gym)

Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa

Robbi Zidhnii 'ilman naafi'aa
Wa waafiqlii 'amalan magbuullaan
Wa waahablii rizqon waasi'aa
Watub 'alaiya taubatan nasuuhaa
Watub 'alaiya taubatan nasuuhaa

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terpedaya
Akherat nanti tempat pulang kita
Akherat nanti hidup sebenarnya

Barang siapa Alloh tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya

Niscaya kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa

Alloh melihat Alloh mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada yang luput satupun jua
Alloh takkan lupa selama-lamanya
Alloh takkan lupa selama-lamanya

Wahai Sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah siksa yang menghancurkan
Azab jahanam sepanjang Zaman
Azab jahanam sepanjang zaman

Ingatlah maut pasti kan menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tak dapat ditolak tak dapat dicegah

Bila waktu hidup berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratap dan penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan

Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa

Airmata Tak Pernah Kering

Airmata Tak Pernah Kering

By: agussyafii

Ditengah informasi cepat menyebarluas, pertama kali saya mendengar ada orang meninggal karena flu burung, saya juga salahsatu orang yang panik. Jangan-jangan akan banyak orang yang meninggal karena flu burung. Informasi bahaya virus flu burung atau sering yang disebut dengan H5N1 membuat orang terkejut & juga kaget. Takut ketemu ayam dan takut makan ayam. Kalo Tika Pangabean Poject Pop takut ketemu ayam karena trauma masa kecil, masyarakat takut ketemu ayam karena flu burung.

Ketakutan masal terjadi, iklan di tv, penyuluhan pada peternak, aparat desa, bahkan pembelian vaksin flu burung terjadi besar-besaran. penghamburan uang rakyat ditengah makin susahnya kehidupan masyarakat kecil seolah menjadi "bancakan" (pesta pora) ditengah kecemasan masyarakat.

Entah berapa trilyun uang yang dihabiskan oleh departemen terkait untuk mengkampanyekan isu bahaya flu burung. secara vulgar masyakarat dianggap bodoh, dengan tidak ada penjelasan sebenarnya apa yang terjadi? Tiba-tiba terdengar berita vaksin flu burung yang menghabiskan anggaran negara memasuki masa expired.

Ditengah ketidakmengertian saya apa yang terjadi tentang virus flu burung, pagi tadi didalam metromini saya sempat berbincang dengan seorang anak berseragam sekolah, saya tanya "dek, cita-citanya pengen jadi apa?" "pengen jadi pembantu..." katanya. "jadi pembantu? kenapa pengen jadi pembantu?"

"kan enak pak, bantu2 orang trus dapet duit banyak.." katanya polos.

Tanpa terasa air mata saya menetes, Airmata keprihatinan untuk sebuah kenyataan ada anak yang tidak bercita-cita menjadi dokter atau menjadi presiden namun bercita-cita menjadi pembantu. apa jadinya jika anak-anak dinegeri ini bercita-cita menjadi pembantu?

Ah, airmata tak pernah kering untuk negeri ini...

----

Mereka beriman kepada Alloh dan hari Akhir, mereka menyuruh kepada yang ma¢ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (QS Al-Imran, 3: 114).

Air Mata Membasahi Pipi

Air Mata Membasahi Pipi

By: agussyafii

Air matanya membasahi pipi. Mamah Delfa bertutur, "dulu ayahnya mengasuh 3 anak yatim, eh..sekarang anaknya yang menjadi anak yatim."

Ayahnya delfa meninggal beberapa bulan yang lalu, seorang aktifis dilingkungan masjid. Kesolehannya banyak dikenal masyarakat. Ketika beliau meninggal bukan hanya tetangga dan juga teman sekantornya namun juga orang yang dekat dengannya juga hadir.

Air mata itu membasahi pipi. Air mata kebanggaan seorang istri karena suami yang sholeh dan peduli terhadap lingkungan. Ucapan mamahnya Delfa ternyata menggetarkan hati istri saya. entah apa yang dibenaknya terdengar ucapan, "Jaga kesehatan ya mas.."

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah serta berjuang pada jalan Alloh, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Alloh dan (ingatlah), Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (QS 2:218)

LIFE LIKE IS A GIFT BOX

Assalamualaikum wr.wb,

Allah SWT seperti tak henti hentinya memberi kejutan dalam hidup saya. Betul betul pepatah LIFE LIKE IS A GIFT BOX...You never know what you get inside itu selalu saya dapatkan. Yang sekarang baru saya buka adalah sebuah kado dari masa lalu, sebetulnya kado (berupa email) itu sudah saya terima sejak lama sejak hari ulang tahun di 2008.

Sempat saya buka tapi kemudian saya lemparkan kembali, karena saya pikir kerjaan orang iseng. Berkali kali kado yang sama itu datang dan kembali saya campakkan di sudut kamar.

Sampai akhirnya ketika hati ini dilanda kegelisahan,

Di setiap langkah yang selalu minta bimbingan Allah SWT
Selalu bergetar tuk di terimanya taubat
Selalu merintih untuk di terimanya ibadah yang jauh dari kesempurnaan
Berlinang air mata memohon diampunkan dosa yang luput dari pandangan manusia
dan hanya Allah dan hambaNya yang hina ini yang tahu....

Seketika itu kuputuskan untuk membuka kado itu. Rasanya bergetar dan kaku seluruh badan ini, belum lagi jantung yang terasa berhenti berdetak.... it's really a shocking surprise. Saya menemukan sesosok wajah dari masa lalu, 12 tahun saya tidak pernah mendengar kabarnya dan bahkan mengingatnya dalam pikiran saya.

Saya mengenalnya ketika kuliah dulu, pertemanan yang akhirnya menjurus ke berbagi rasa. Sama sama anak rantau, sama sama anak kost. Sosok pendiam dan baik itu yang saya nilai pertama kali. Saya memilihnya menjadi teman dekat diantara 2 teman laki laki lainnya yang satu kost, maklumlah kala itu lagi tomboy tomboynya saya merasa lebih nyaman berteman dengan laki laki, karena anak perempuan saya nilai.. too much talking and gosip...belum lagi suka iri hati dan dengki sama teman wanita lainnya ( maafku pada teman teman wanitaku waktu itu)

Kala itu lima tahun kami menjalin kedekatan, dan berbagai cerita kami urai bersama baik yang suka maupun duka dan bahkan yang paling menyakitkan yang harus di pendam bertahun tahun, yang saya pikir hanya kami bertiga saja yang tahu, Dia, saya dan Allah SWT.
Saya sampai berjanji dan bahkan mengazab diri sendiri. Pengetahuan agama saya begitu minim kala itu, tapi ikatan ruhiah dengan yang Maha Pencipta saya rasakan, maka saya pun berdoa:

Ya Allah...
Hamba tahu ini salah dan dosa besar
Hamba telah mengambil hak hamba sebelum waktunya
bahkan telah membunuh jiwa yang tidak berdosa
Ampuni hamba ya Allah...
Tolong tutup aib hamba ini
Hamba siap menanggung siksaMu
dan hamba pun siap andai Engkau takkan memberikan amanah
kepada hamba sebagai penebus dari dosa dosa hamba....

Dan Sampai pada akhirnya saya memutuskan semuanya harus di akhiri. Kami pun berbicara dari hati ke hati, mencari solusi, memberi pengertian memang tidak mudah. Saya tetap menginginkan perpisahan, dengan segala resiko!

Bertahun tahun saya tutupi luka di hati dan perasaan berdosa. Ketika menikahpun saya tidak jujur berterus terang kepada calon suami dengan beberapa pertimbangan alih alih malah saya bercerita yang tidak tidak. Saya tetap menyimpan rapat semua rahasia itu.

Ketika pernikahan saya kandas, lelah dengan hiruk pikuknya ibu kota dan hecticnya pekerjaan di 11 tahun terakhir tanpa jeda. Saya pun memutuskan berhenti kerja dan mencari setegak air kehidupan penyejuk kalbu untuk mengisi jiwa yang hampa. Sebuah pesantren menjadi pilihan berlabuhnya hati untuk menimba ilmu. Inilah kawah chandradimuka tempat jiwa dan hati melebur untuk mengikis dosa dosa. Dan betul saja, saya di ingatkan dosa dosa saya, semuanya seperti lembaran slide film, satu persatu di pertontonkan di hadapan saya belum lagi sindiran dari para ustad, tim assatidz dan kyai .

Rupanya proses pembukaan aib itu buth waktu panjang bukan saja saya dapatkan dari tempat saya menimba ilmu tetapi juga dari pasangan hidup dan lingkungan di mana saya tinggal. Saya sempat tergugu dan menangis sendirian,Ya Allah...jangan engkau biarkan aibku di buka oleh orang yang tak berilmu ...dan pertolongan Allah memang dekat, salah seorang ulama dan para ustadz di lingkungan rumah bahu membahu membukakan aib dan rahasia yang saya simpan di Jumat pagi itu. Air mata saya berlinang. .. penuh rasa syukur...beban saya terangkat... .biarkan mereka tahu saya dengan segala masa lalu yang kotor kalau itu yang diinginkan. Inilah yang Allah kehendaki, Allah ingin segala urusan saya di dunia diselesaikan di dunia sebagai kafarah penggugur dosa....wallahualam ..
Di saat lantunan doa yang di ajarkan minta di tutup segala aib, rupanya Allah berkehendak lain kepada hambanya yang satu ini...wallalahualam .

"Ya Allah semoga engkau menerima taubat hamba sesungguhnya engkau yang maha penerima taubat"

Dan pembukaan kado terakhir berupa kiriman email dan undangan chating yang saya balas, membuat mata hati saya terbuka bahwa ada urusan yang belum saya selesaikan. Maka di antara rasa sakit dan perih di dalam hati mengingat semua yang pernah terjadi, saya pintakan maaf kepada sahabat dan cinta saya di masa lalu. Bahwa saya pernah membuat kebohongan dan cenderung membuat image negatif kepadanya untuk menutupi cerita sebenarnya pada calon suamiku 10 tahun lalu.

Sederhana saya berpikir alangkah beruntungnya saya, saya masih di beri kesempatan oleh Allah untuk meminta maaf sebelum ajal menjemput.

Maaf juga saya haturkan kepada "suami" atas kebohongan cerita di masa lalu.

Wallahualam dan Mudah mudahan bermanfaat.

Wassalam,

Posisi kehidupan Manusia

Kutipan dari Wisatahati.com, semoga bermanfaat

Posisi kehidupan Manusia

Antara Huruf "Kaf" dan Huruf "Nun"
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan
kepada-Nya kamu dikembalikan.”

(Yaasiin [36] :82-83)

Ayat tersebut menjelaskan tentang Iradah Allah (kehendak
Allah) terhadap suatu perintah, urusan, keadaan, atau masalah. Kehendak Allah
adalah salah satu sifat wajib Allah Swt yang dalam Ilmu Tauhid disebut
Al-Iradah. Al-Iradah artinya bahwa Allah Swt menghendaki sesuatu tanpa ada
unsur paksaan oleh siapapun dalam waktu kapanpun. Kehendak-Nya adalah
kehendak-Nya sendiri tanpa butuh bantuan dengan yang lain.

Perkataan Allah pasti terjadi (terwujud) bila Allah sudah menghendaki Kun (Jadi) Fayakun (maka jadilah),
artinya Allah Swt tidak butuh pengulangan kata dan penguat untuk
menghendaki sesuatu. Dalam sebuah syair disebutkan,



Jika Allah menghendaki satu perintah. Dia hanya mengatakan satu perkataan:”Jadi,”
maka jadilah.

Manusia diberi kebebasan berhendak dari Allah Swt untuk
menentukan pilihan, keinginan, harapan, dan cita-cita. Dalam hal Akidah
(keimanan/beragama), Allah memberikan kebebasan berkehendak untuk manusia
menentukan pilihan agama, beriman/Islam atau kafir (Al-Kahfi:18). Demikian juga
dalam hal kehidupan, Semua manusia tak terkecuali menghendaki kebahagiaan,
ketenangan, kesejahteraan dan diridhoi Allah Swt tidak hanya di dunia, namun
juga di akhirat kelak.

Ketika manusia tertimpa musibah, mengalami ujian/azab, dalam kondisi kefakiran,
kemiskinan, dan permasalahan hidup lainnya, maka timbul perasaan kekhawatiran,
kesedihan, kecemasan dan ketakutan menyertainya. Dalam kondisi seperti ini,
manusia timbul kehendak untuk memperbaiki dan mengubah jalan kehidupannya ke
arah yang lebih menyenangkan, bahagia, dan sejahtera. Manusia berharap semua
yang dikehendakinya segera, terwujud, terrealisasi dan terjadi.

Segala bentuk ujian atau azab dan peroblematika kehidupan lainnya adalah sebuah
keniscayaan yang Allah turunkan kepada manusia untuk menguji manusia yang
terbaik dan paling bertaqwa di sisi-Nya. Di saat yang bersamaan, kondisi
manusia saat itu sedang dihapus dosa-dosanya manakala ia bersabar
menghadapinya. Ujian/azab, dan musibah di dunia pada hakikatnya adalah wujud
kasih sayang Allah terhadap manusia. Dalam sebuah hadis dijelaskan,

Dari Anas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,
‘Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Ia menyegerakan siksanya di
dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, Ia menangguhkan
balasan dosanya sehingga Allah akan membalasnya di akhirat pada hari kiamat.”
Rasulullah SAW juga bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu sebanding
dengan besar ujian. Apabila Allah Ta’ala mencintai suatu kaum,
Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, ia mendapatkan ridha Allah
baginya dan barangsiapa yang kesal, ia memperoleh murka Allah.” (HR.At-Tirmizi)

Hadis ini menjelaskan balasan atas kesalahan
seorang manusia. Balasan yang disegerakan di dalam kehidupan seseorang di dunia
lebih baik baginya ketimbang ditangguhkan kelak di hari pembalasan atau hari
kiamat
. Ini karena, jika ia mendapatkan balasan di akhirat, siapa yang mau dan
mampu membantunya? Ketika di dunia, manusia masih meminta pertolongan kepada
orang tua, para ustadz, kyai dan ulama serta orang yang ahli dibidangnya.
Sebaliknya, kehidupan di akhirat tidak demikian, dalam al-Qur’an dijelaskan,



“hari ketika seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orng lain yang
semuanya itu berada dalam genggaman kekuasaan Allah” (Al-Infithaar [82]: 19)

Ujian, azab, dan musibah yang menimpa manusia di dunia
ini sebenarnya akibat ulah manusia itu sendiri yang bersalah/berdosa kepada
Allah Swt. Manusia tidak dapat mensyukuri dengan sebaik-baiknya nikmat yang
Allah berikan kepada manusia yang begitu besar, disamping sebagai kholifah di
dunia, juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan bekal di akhirat
kelak, seperti yang difirmankan Allah
Swt
,




“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka disebabkan perbuatan tangan
kaliansendiri dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan).”
(Asy-Syuraa [42]:30)

Manusia disadari atau tidak, pasti mempunyai dosa baik
yang tidak disengaja maupun yang disengaja. Ketika manusia lalai apalagi
melupakan kepada Allah, maka ia telah benar-benar berdosa. Dosa inilah yang
dapat menjadi penghalang do’a yang panjatkan kepada Allah menjadi tidak segera
terwujud (terjadi). Dalam sebuah Hadits, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa
Abu Dzarr ra. Berkata: Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah Swt berfirman:’ Hai Hamba-hamba-Ku,
seluruh kalian adalah berdosa kecuali orang yang Aku berikan ‘afiyat
(lindungi). Maka, minta ampunlah kalian kepada-ku, niscaya Aku
mengampuni kalian. Seluruh kalian adalah fakir kecuali yang Aku cukupi.
Sesungguhnya Aku adalah pemurah, dimana tidak ada orang yang pemurah yang
memberikan kemurahannya. Aku melakukan apa yang Aku kehendaki. Pemberian-Ku adalah
al-Kalam dan siksa-Ku adalah al-Kalam. Jika Aku menghendaki sesuatu, Aku hanya
mengatakan:’Jadi’, maka Jadilah’”

Dalam hadis
tersebut dijelaskan bahwa seluruh manusia telah berdosa dan dosa itu akan
diampuni manakala ia mau berkehendak, berupaya dan berusaha memohon ampun
kepada Allah. Allah akan berkehendak jika manusia itu sendiri mau mengupayakan
kehendaknya dengan sungguh-sungguh. Seperti perkatakan ahli sufi, yang
dinukil oleh Syekh Musthofa al-Ghalayiini dalam bukunya ‘Izhatunnasyi’iin,

Sesungguhnya
Allah mempunyai hamba-hamba, jika mereka menghendaki, Allahpun menghendaki.

Menangkap
ungkapan ahli Sufi tersebut, jadi seolah kehendak Allah mengikuti kehendak
manusia dan manusia memposisikan dirinya menjadi orang yang pantas, tepat dan
sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Sebagai ilustrasi, ketika anak-anak
kita duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pada jam belajar sudah berakhir,
lonceng berbunyi sebagi tanda waktu pulang sekolah. Anak-anak
dengan riang gembira ingin sekali segera pulang. Setelah ketua kelas memimpin
hormat dan do’a, guru bersayembara.

Guru berkata:”Siapa yang duduknya paling rapih, maka boleh pulang duluan.”
Anak-anak dengan antusias memposisikan dirinya sebagai yang terbaik dan
terrapih dengan teman-temannya yang lain, dengan harapan pulang terlebih dulu
dan itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Ketika guru menujuk
salah satu dari mereka, maka dialah yang dinilai oleh guru yang paling pantas,
tepat dan sesuai, yakni yang terrapih sesuai yang dikehendaki guru tersebut.

Sebagaimana anak-anak SD di hadapan gurunya, demikian pula posisi manusia di
hadapan Allah Swt yang Maha Kuasa. Manusia harus percaya dan mempercayai dengan
penuh keyakinan bahwa Allah Swt Maha Pengampun, Maha Pemurah, Maha
Pemberi, Maha Pengatur segalanya, Maha Sempurna dan tidak ada Kekurangan
sedikitpun. Agar manusia mendapatkan Iradah, kehendak, dan pertolongan Allah,
mulailah berkehendak untuk bertaubat, ikhtiar (berusaha), berdo’a serta
memposisikan dirinya sebagai orang yang pantas, tepat dan sesuai dengan yang
dikehendaki Allah Swt.

Bila Allah sudah berkehendak atas sesuatu yang dihadapi manusia, Allah hanya
berkata Kun (Jadi), Fayakuun (maka jadilah). Manusia dengan segala
permasalahannya dihadapan Allah di antara huruf kaf dan huruf nun, bila Allah
sudah berkata Kun (Jadi), Fayakuun (maka jadilah), dengan syarat manusia
memposisikan diri sebagai orang yang pantas, tepat dan sesuai dengan yang
dikehendaki Allah Swt. Sebuah sya’ir menyebutkan,

Sesungguhnya manusia di hadapan Allah antara huruf Kaf
dan Nun, bila Allah menghendaki, maka terjadi. Bila Allah tidak menghendaki,
maka tidak terjadi.

Artikel Assaatidz WH oleh Ustadz Karnali – Wisata Hati

Jangan Menangis lagi 'Nek...

Jangan Menangis lagi 'Nek...

By: meidy

Ini kali pertama aku berkunjung kerumah Vani…. sejenak ku tertegun dimuka pintu ketika melihat kondisi rumah mereka, hatiku ragu utk melangkah, sungguh aku takut sekali dengan bayanganku sendiri….ku kuatkah hatiku utk melangkah masuk kerumah mereka, Ya Allah….ternyata dugaanku benar… hatiku bergetar, suatu pemandangan yg sangat mengharukan terhampar di depanku, Inikah tempat dimana Vani, Ica dan Indah tinggal???? Ya Robb…inikah tempat dimana anak-anakku itu tidur??? Mereka hanya memiliki satu ruangan dan satu kasur, dan mereka harus berbagi ….lalu dimanakah tempat mereka belajar dan bersenda gurau??? diManakah keadilan itu ya Robb…??? Hatiku pilu melihat keadaan mereka.

rumah petak mereka hanya memiliki dua kamar, kamar depan di
tempati oleh mereka bertiga dan kamar belakang oleh sang Nenek, kamar-kamar mereka terasa sempit dan sesak, tumpukan-tumpukan baju ada dikasur mereka, sungguh sangat menyedihkan.

Aku melangkah keruang belakang, kulihat Nenek baru saja selesai sholat, lalu aku duduk bersimpuh dihadapan sang Nenek… aku tahu nenek tidak bisa melihatku dengan jelas , kupandang lekat-lekat wajah nenek , dihadapanku duduk seorang nenek yg mulia, aku yakin nenek bisa merasakan getaran hatiku, , kuambil tangan Nenek kuusap lembut tangannya…ku kenalkan diriku, ...seketika tumpahlah tangis Nenek…. ternyata nenek sudah mengenalku, tangan tua itu bergetar memegangku, airmata keluar dari mata tuanya…., nenek mulai berkata-kata…..inilah rumah nenek…inilah keadaan kami, mohon maaf kl rumah nenek berantakan, karena memang hanya nenek dan vani yg mengurusi rumah ini….nenek juga harus merawat cucu-cucu nenek sendirian, tapi Nenek iklas kok melakukan semua
itu, kadang Nenek juga pergi ngurut utk membantu khidupan dirumah ini, ujar sang Nenek.

Ya Robb, dadaku makin sesak menahan tangis….Nenek yg sudah setua ini, yg berjalan harus dengan meraba dan terseok-seok tetap berjuang demi ketiga cucunya yang yatim sungguh ironis sekali kehidupan ini.

Dibelakangku tien tersedu menahan haru….ku cium tangan tua itu sambil ku bisikan, Nenek jgn bersedih lagi, insyallah kami dapat meringankan beban nenek, nenek makin terisak, doa-doa indah langsung terucap dari mulut sang Nenek….

Terima kasih ‘nek….terima kasih atas doa nenek yang indah itu.....semoga Allah selalu menjaga Nenek dan selalu melindungi nenek dimanapun nenek berada…..


“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang
baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” ( QS : Al-Baqoroh : 83 )

Wassalam,
agussyafii

Tips. Menjadi Wanita Paling Berbahagia di Dunia

Tips. Menjadi Wanita Paling Berbahagia di Dunia
Penulis DR. Aidh Bin Abdulllah Al- Qarni, M.A

Selamat Datang
Saudariku yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan taat dan khusyuk

Selamat Datang
Saudariku yang menutup aurat dan mempunyai rasa malu, yang berwibawa dan memiliki sikap teguh

Selamat Datang
saudariku yang terpelajar, terdidik, serta selalu menelaah dengan penuh kesadaran dan selalu di tuntun oleh petunjuk

Selamat Datang
Saudariku yang memenuhi janji dan memegang amanah, yang jujur dan mempercayai kebenaran

Selamat Datang
Saudariku yang bersabar , bertaubat dan hanya tunduk serta berharap kepada Allah

Selamat Datang
Saudariku yang selalu berzikir, bersyukur dan berdakwah dengan giat dan cekatan

Selamat Datang
Saudariku yang meneladani Asiyah (istri Fir'aun), Maryam dan Khadijah

Selamat Datang
Saudariku yang mendidik anak-anak nya dan mencetak generasi -generasi sejati

Selamat Datang
Saudariku yang memelihara nilai-nilai kesucian dan menjaga keteladanan Nabi Nya

Selamat Datang
Saudariku
yang merasa terusik terhadap pelanggaran ketentuan yang di agungkan dan
di hormati, serta menjauhkan diri dari perkara-perkara yang haram