Showing posts with label Kabupaten Meranti. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Meranti. Show all posts

Review Buku "Indonesia Kecil diNegeri Serambi Mekah" dan "Mendidik Anak Di Era Digital"

Sumber :
http://rumahbelajar.id
http://bit.ly/Serambi_mekah

1. Review Materi Speecs To Text, Menggunakan Google Form dan Google Translate.

Judul Buku : "Indonesia Kecil di Negeri Serambi Mekah "
Range Text : "Salam Ukhuwah untuk Aceh dari Bumi Raflesia"


Conver Speecs To Text
Abdulrahman Ali
SMA IT Iqro Kota Bengkulu

“Dulu saat masih kecil ayah saya pernah membacakan buku sejarah kepahlawanan rakyat Aceh, cerita itu memberikan kesan mendalam bagi saya. alam Aceh yang indah dan kecintaan rakyat Aceh kepada negara Indonesia Menimbulkan keinginan untuk datang suatu saat nanti mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam”




Link Video Tutorial Tugas VCT92 RIAU Batch 5

http://bit.ly/Video1_Review_STT





Puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi salah satu peserta lawatan sejarah nasional 2018 di Provinsi Aceh. tanah sejuta perjuangan, dan Untuk tanah Indonesia.

Hari pertama kegiatan LASENAS kami diajak melihat makam pahlawan nasional Aceh, Tengku Chik Ditiro. tak terasa suasana di dalamnya jauh dari kata menyeramkan di sana, rasa Haru dan semangat juang lah yang muncul ketika mengingat betapa gigihnya perlawanan Tengku Cik Ditiro terhadap imperialisme dan kolonialisme Belanda yang menyengsarakan warga. Selain itu, kan in indraputri in yang bersejarah, Masjid Baiturrahman yang kokoh, museum Aceh yang lengkap Km 0 (Nol) yang menjadi titik acuan serta tempat bersejarah mengagumkan lainnya.

jasa baru penting menjadi saksi partai pejuang tanpa demi Indonesia yang Hakiki. secara sejarah merupakan dan penting bagi setiap warga Indonesia. tinggal cara cara agar sejarah dapat menjadi daya tarik untuk dikaji lebih dalam. lagi merupa mental aktivitas menarik dalam mempelajari sejarah dengan langsung turun ke lapangan, saling sapa dengan masyarakat dan bertanya langsung dengan ahli sejarah merupakan metode tepat dalam proses pembelajaran sejarah

dan Bengkulu untuk Aceh “Camkohaa”.

Hasil Terjemahan Speecs to Text

Translate Bahasa Indonesia Ke Inggris
Abdulrahman Ali
Bengkulu City Iqro High School

"When I was a child, my father read a book on the history of the heroism of the people of Aceh, the story made a deep impression on me. the beautiful nature of Aceh and the love of the people of Aceh to the country of Indonesia. Cause the desire to come someday to visit Nanggroe Aceh Darussalam

Praise and gratitude to the presence of Allah Subhanahu Wa Ta'ala for giving me the opportunity to be one of the participants in the 2018 national history tour in Aceh Province. land of a million struggles, and for the land of Indonesia.

The first day of the LASENAS activity we were invited to see the tomb of Aceh's national hero, Tengku Chik Ditiro. the atmosphere inside was not far from the scary word there, it was the feeling of Haru and the fighting spirit that arose when remembering how persistent Tengku Cik Ditiro's resistance to Dutch imperialism and colonialism was that afflicted citizens. Apart from that, it is in the historical industry, the sturdy Baiturrahman Mosque, the complete Aceh museum Km 0 (Zero) which is a reference point and other amazing historical places.

important new services bear witness to the party of fighters without for the sake of a true Indonesia. has historically been and is important for every Indonesian. just a way so that history can be an attraction to be studied more deeply. again mentally interesting activities in studying history by going directly to the field, exchanging greetings with the community and asking questions directly with historians is the right method in the history learning process

and Bengkulu for Aceh "Camkohaa".



2. Review Buku " Mendidik Anak di Era Digital "Menggunakan Google Translate".


Mendidik Anak Diera Digital : Cover Digital by : www.rumahbelajar.id

Era digital adalah masa ketika informasi 
mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital.

Penggunaan teknologi digital secara tepat akan sangat bermanfaat bagi penggunanya, tetapi jika digunakan secara berlebihan akan mempunyai resiko negatif.

Manfaat Era Digital :

1. Setiap informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat dari berbagai sumber.
2. Komunikasi dapat dilakukan lebih luas tanpa terhalang tempat dan waktu.
3. Kreativitas anak tumbuh lebih cepat dengan stimulasi informasi yang diterima melalui media digital.
4. Anak dapat belajar secara mandiri untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.




Resiko Teknologi Digital
1. Memicu penglihatan yang buruk, karena ketajaman cahaya dan jarak yang terlalu dekat.
2. Jam dan lama waktu tidurnya menjadi tidak teratur.
3. Memengaruhi kemampuan anak berkonsentrasi saat belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajar.
4. Menyebabkan anak kurang menggerakkan seluruh anggota tubuh.
5.  Anak sering menahan lapar, haus, dan keinginan buang air sehingga mengganggu sistem pencernaan.
6. Menunda Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak Penggunaan media digital bisa menunda perkembangan bahasa anak, terutama untuk anak-anak usia 2 tahun dan di bawahnya.
7. Membatasi Pergaulan Sosial Anak lebih suka bermain sendiri sehingga pergaulannya terbatas dan sulit berinteraksi dengan komunitas yang berbeda.
8. Mengurangi Waktu Berkualitas Bersama Keluarga Penggunaan media digital yang tidak dibatasi akan memengaruhi hubungan antar anggota keluarga.


Perkembangan Era Digital Sumber : rumahbelajar.id


Peran Orang Tua Di Era Digital :
1.  Menambah Pengetahuan.
2. Mengarahkan Penggunaan Perangkat dan Media Digital dengan Tepat.
3. Mengimbangi Waktu Penggunaan Media Digital dengan Interaksi di Dunia Nyata.
4. Meminjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan.
5. Memilihkan Program/ Aplikasi Positif.
6. Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi.
7. Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana.
8. Menelusuri Kegiatan Anak di Dunia Maya.

Hasil Translate :


Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Inggris
Educating Children Diera Digital.

The digital age is a time of information easily and quickly obtained as well disseminated use digital technology.

The proper use of digital technology will be very useful for its users, but if used excessively will have a negative risk.

Benefits of the Digital Era:
1. Any information needed can be obtained with quickly from various sources.
2. Communication can be done wider without being hindered place and time.
3. Children's creativity grows more quickly with information stimulation received through the media digital.
4. Children can learn independently for improve the ability of and his skills.

Digital Technology Risks
1. Triggering bad eyesight, because of the sharpness of the light and the distance is too close.
2. Hours and duration of sleep become irregular.
3. Influences the ability of children concentrate while studying so can reduce learning achievement.
4. Causes less children move all parts of the body.
5. Children often hold hunger, thirst, and the desire to defecate so disturbing digestive system.
6. Postpone Children's Speech and Language Development The use of digital media can delay children's language development, especially for children aged 2 years and under.
7. Limiting Social Relations Children prefer to play alone so promiscuity is limited and difficult to interact with a different community.
8. Reducing Quality Time with Family Unlimited use of digital media will affect relations between family members.

The Role of Parents in the Digital Age:
1. Add Knowledge.
2. Directing Device Usage and Digital Media Exactly.
3. Balance the Time of Use of Digital Media with Real-World Interaction.
4. Lending Children's Digital Devices As needed.
5. Choosing a Program / Positive Application.
6. Accompanying and Increasing Interaction.
7. Use Digital Devices Wisely.

8. Tracing Children's Activities in the Virtual World.

Karnaval Kemerdekaan HUT-RI Ke-74 Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2019

Selatpanjang, 24 Agustus 2019

Oleh : Khoirudin Sulam, S.Kom

Dengan semangat mengisi Kemerdekaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang Ke-74 Tahun 2019, Korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tebing Tinggi yang di pimpin langsung oleh ketua Korwil Tebing Tinggi, Bapak Syafrizal, S.Pd Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Instansi terkait serta Masyarakat dan Tokoh Pendidikan dan dunia Pendidikan di Kec. Tebing Tinggi,



Acara  ini berlangsung sangat Sederhana dan Meriah, Menurut Ketua Pelaksana kegiatan (red: Bapak Ismail, S.Pd) "Peserta sangat antusias dan melebihi dari target yang diperkirakan, harapan kami yang hadir tidak sampai setengah dari ini, ternyata 3x lebih dari yang diperkirakan, sehingga terjadi Antrian yang sangat panjang, ini merupakan tantangan tersendiri untuk dapat mengurai sehingga kegiatan ini berjalan tertib, kurang lebih durasi 45 Menit untuk mengurai start dari rombongan peserta paling depan sampai dengan rombongan paling belakang"

Acara ini mengambil Start dari Kantor Koodinasi Wilayah (Korwil) Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Tebing Tinggi, di buka langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Asisten II, Bapak H. Rosdaner, S.Pd dan didampingi Oleh Ketua Korwil Tebing Tinggi bapak Syafrizal, S.Pd dan Tokoh Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti...

Aneka Kostum Profesi Formal, Nonformal maupun Informal, Polisi dan TNI, tentu ini mewakili dari unsur Kehidupan sosial dari Masyarakat Kepulauan Meranti yang terdiri dari berbagai macam Profesi dari ASN, Guru, Jaksa, Dokter, Perawat, TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD, Polisi, Tokoh Agama, Petani, Nelayan, Artis, Honor, Tukang sagu dll... kemudian kegiatan ini juga menampilkan antraksi Drumband dari sekolah SD, SMP di Kecamatan Tebing Tinggi.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 Tahun...
Merdeka... Merdeka... Merdeka

Salam Tim Pelengkap :

#Megad #CopiMix #selpaperintis #Murod #Basuki #m45key ID
#Selatpanjang #TebingTinggi #KepulauanMeranti #HUTRI #Karnaval

Contoh Narasi Menjadi Host Virtual Coordinator Training (VCT) 92 RIAU Batch 5 dengan Aplikasi Webex


Tugas Host VCT :
  1. Mengatur dan Mengendalikan Room Webex Selama acara Berlangsung 
  2. Membuka dan Menutup Vicon. 
  3. Memastikan Narasumber, Moderator sudah bersedia dan masuk ke Room. 
  4. Menyiapkan Petugas Presensi dan Record Kegiatan 
Gambar Room Webex


PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum wrwb.

Selamat malam Bpk/Ibu Hebat Se-indonesia khususnya Wilayar Provinsi Riau … 
Senang berjumpa kembali dgn Bpk/Ibu dalam seminar online Virtual Coordinator Training Batch 5, Sesi 7 hari selasa tanggal 20 Agustus 2019
Syukur Alhamdulillah kita masih dalam keadaan sehat wal afiat.... 
Bersholawat dan salam kepada nabi besar Muhammad Shollallahi alaihiwassallam.....

Baiklah Bapak ibu guru hebat se-Indonesia, pada sesi 7 ini, bertindak sebagai presenter adalah Guru Hebat dari Kepulauan Meranti yaitu Bapak Basuki Rahmad, S.Pd beliau merupakan Guru SDN2 Selatpanjang. Kemudian sbg moderator pd sesi ke-7 ini adalah ibu siti nuriah bertugas di SMK N 1 Merbau, saya sendiri sbg host adalah Khoirudin Merupakan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kepulauan Meranti

Baiklah Bapak/Ibu, sebelum kita mulai sesi ini, terbelih dulu saya ingin menyampaikan beberapa peraturan peserta ViCon pada sesi ini :
  1. Peserta Vicon dilarang mengaktifkan Microphone selama presenter menyampaikan materi. Jadi, dimohon kepada peserta yg mic nya masih "unmute", untuk segera di "mute" sekarang. Terima kasih. 
  2. Peserta dilarang share screen selama materi sedang dipaparkan. 
  3. Setelah Presentasi peserta akan diberi waktu untuk tanya jawab, dengan di kolom "chat", atau klik gambar tangan, utk berbicara kepada pemateri, setelah moderator mempersilakan bertanya. 
  4. Peserta dilarang membuat kegaduhan selama materi sedang dipaparkan. 
  5. Hal terakhir yang juga penting adalah peserta, moderator, pemateri, dan mengisi daftar hadir. Nanti link daftar hadir akan dishare di kolom "chat". 
  6. Waktu Vicon akan berjalan selama 60 Menit Dimulai pukul 21.00 akan berakhir pukul 22:00 
Oke, kepada moderator ibu Siti Nuriah , saya persilakan. Terima kasih.


PENUTUP

Oke Bapak/Ibu guru hebat sekalian, demikianlah sesi 7 kita pada hari ini, bersama Bapak Basuki Rahmad, S.Pd. sebagai presenter, ibu siti nuriah sebagai Moderator, dan saya sendiri Khoirudin sebagai Host undur diri, apabila ada kesalahan dan kekeliruan, mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Pantai Tanjung Motong, Wisata Alam Rangsang Barat Kepulauan Meranti




Tanjung Motong merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Pulau Rangsang Sebelumnya terletak di desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, kemudian pemekaran menjadi Desa Permai Rangsang Barat. Anugerah Alam yang dulu bibir Pulau Rangsang yang terkena Abrasi, dikarenakan ombak atau gelombang pasang yang menerpa karena posisi dari pantai ini berhadapan langsung dengan selat melaka yakni disemenanjung Motong...


Secara Geografis posisi Pulau Rangsang Merupakan Benteng terluar dari Pulau pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti dikarenakan Posisinya berhadapan langsung dengan Selat Malaka. oleh karena itu sepanjang pesisir pulau rangsang saat ini dinyatakan sebagai wilayah kritis akibat terjangan ombak pasang...


Pantai Tanjung Motong Pulau Rangsang Desa Permai Kec. Rangsang Barat RIAU

Bagi sahabat yang ingin berkunjung ke Pantai Tanjung Motong, maka harus terlebih dulu ke Kota Selatpanjang, rute yang akan dilalui yaitu menyeberangi selat air hitam dengan menggunakan transportasi massal Kempang (sejenis perahu muatan Orang dan Kendaraan roda dua seperti RORO) dari pelabuhan Kempang Sungai Juling Selatpanjang menuju Pelabuhan Sialang Pasung Kec. Rangsang Barat, transportasi ini membutuhkan waktu kurang lebih 30-60 menit dengan biaya PP (pulang Pergi) sekitar 20rb.

Pelabuhan Sialang Pasung merupakan Awal perjalanan kita untuk menuju destinasi Pantai Tanjung Motong, dibutuhkan waktu sekitang 30 s.d 60 menit untuk menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan roda dua. keadaan dan suasana yang akan kita temui sangat indah seperti yang telah kami abadikan pada Video Youtube diatas.


Selamat Menyaksikan Video Dari m45key Channel, bagi sobat2 wisatawan luar Meranti, bisa menjadi bayangan dan merencanakan berwisata dengan menikmati Eksotisnya Wisata di Pantai Tanjung Motong....

Selatpanjang Tergenang Air Hujan Di Tahun Baru 2018

https://youtu.be/cIqCq-GoAXc

Selatpanjang, 01 Januari 2018

Berkah Tahun Baru 2018 Kota Selatpanjang, Ibu Kota Kecamatan Tebing Tinggi terendam air bandang yang diakibatkan oleh turunnya hujan sepanjang malam dan bergeraknya air pasang tinggi di daerah pesisir kepulauan meranti.

berdasarkan pemantauan kami, banjir telah menenggelamkan jalan-jalan protokol di selatpanjang, seperti jalan kartini dan jalan pangeran diponegoro yang tahun sebelumnya tidak pernah tenggelam akibat banjir, sedangkan beberapa jalan protokol yang tiap tahun sudah berlangganan oleh meluapnya air pasang dan hujan keadaannya makin parah seperti sungai di tengah kota.

Jalan Imam Bonjol merupakan salah satu yang paling tinggi tingkat banjirnya, contoh yang terjadi di sekitar SD 05/06 dan 07 jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor dikarenakan tingkat ketinggian air mencapai 60 cm mengakibat banyak kendaraan yang nekat melewati berkibat mogok. 

Beberapa sekolah diliburkan karena ruang kelas dan kantor tidak memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar. sampai berita ini kami tulis hujan masih berlangsung di kota selatpanjang dan sekitarnya.......

Alhamdulillah Berkah Hujan Tahun Baru Melimpah Ruah...... Wassalamualikum.....

Ribuan Massa Kumpul Siap Sambut Kabupaten Baru

Sumber : http://news.okezone.com

PEKANBARU - Ribuan masyarakat Meranti kini harap-harap cemas menanti pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Kabupaten Mandau dan Meranti yang hari ini sedang digodok DPR dalam rapat Paripurna di Gedung Senayan, Jakarta.

Ribuan masyarakat Meranti yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi atau disingkat (Meranti) ini terkonsentrasi di Jalan Merdeka, Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (19/12/2008).

Masyarakat Meranti selama 51 tahun yang ingin pisah dari Kabupaten Bengkalis ini juga menggelar doa-doa agar DPR dan Mentri Dalam Negeri menyetujui pengesahan Kabupaten Meranti.

Hal itu disampaikan Wakil Sekertaris Badan Persiapan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) Zulkhairil. Dia menyebut ribuan masyarakat optimis kalau daearahnya akan menjadi kabupaten dan tidak akan terganjal lagi

"Kini sekira 10 ribu masyarakat berkumpul di Tebing Tinggi yang merupakan calon Ibukota Meranti, kami optimis meranti akan jadi Kabupaten. Gubernur juga baru saja menyetujui dan merkomendasikan pembentukan Meranti," terang Zulkhairil pada okezone, Jumat (19/12/2008)

Zulkhairil menggambarkan saat ini ribuan masyarakat Meranti berkosentrasi di sejumlah masjid-masjid mengumandangkan salawat sambil �berdoa.

"Mudahan-mudahan kali ini pembentukan Meranti tidak terganjal oleh kepentingan elit politik. Kami sudah perjuangkan pembentukan Meranti sejak 1975," katanya. (fit)

Meranti Penuhi Syarat Jadi Kabupaten

Meranti Penuhi Syarat Jadi Kabupaten


PEKANBARU–MI:Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto menegaskan

Kepulauan Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi atau Meranti memenuhi syarat menjadi sebuah kabupaten.

Saat ini, untuk bisa menjadi kabupaten hanya tinggal menunggu rekomendasi dari

Gubernur Riau Rusli Zainal yang baru saja dilantiknya. Untuk Meranti secara administrasi sudah memenuhi syarat hanya tinggal menunggu surat rekomendasi dari gubernur definitif, Kata Mendagri

Mardiyanto seusai melantik Rusli Zainal-Mambang Mit sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau priode 2008-2013 di Gedung DPRD Riau di Pekanbaru, Jumat (21/11).

Menurutnya, meskipun sudah memenuhi syarat, ia tetap berharap semua pihak tidak memaksakan kehendak dan harus menghormati aturan dan ketentuan yang

ada.

Mengenai rekomendasi yang sempat dikeluarkan Wan Abubakar saat menjadi

gubernur beberapa waktu lalu, Mendagri menegaskan rekomendasi itu tidak bisa

digunakan karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 49 tahun

2008.

Mendagri sempat agak emosi ketika salah satu wartawan minta jaminan yang digunakan Mendagri bahwa Kabupaten Meranti secepatnya disahkan. Sampeantidak bisa menekan saya dengan menanyakan jaminannya apa. Itu sama saja memaksa saya melanggar aturan. Sudah saya jelaskan dengan rinci agar jangan mengambil langkah sepihak untuk mewujudkan perjuangan, ujarnya.

Ketika ditanya apakah pengesahan Kabupaten Meranti bisa sesuai jadwal sebagaimana hasil rapat konsultasi antara pemerintah dengan Komisi II DPR

RI, yakni pada Desember mendatang, Mendagri hanya mengatakan akan dilakukan secepatnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Depdagri Saut Sitomurang yang

mendampingi Mendagri kemudian membenarkan jadwalnya memang Desember. Memang jadwalnya sudah disepakati antara Komisi II dengan kita, yakni setelah massa reses, yakni Desember (mendatang), katanya.

Sebelumnya ribuan masyarakat Meranti menggelar rapat akbar menuntut Mendagri

segera menyetujui rekomendasi yang dikeluarkan Gubernur Riau defenitif Wan

Abubakar pada 29 Oktober lalu. Rekomendasi itu menurut mereka sah secara hukum sebagai prasyarat penentuan Kabupaten Meranti di Komisi II DPR RI.

Rapat akbar tersebut diwarnai pembakaran foto Bupati Bengkalis Syamsurizal dan replika kantor bupati tersebut. Aksi tersebut juga diwarnai dengan pernyataan dukungan 14 etnis paguyubuan di

kepulauan Meranti (Merbau, Ransang, dan Tebing Tinggi) atas pembentukan Kabupaten Meranti.(RK/OL-01)

Selamat Datang Kabupaten Meranti

Selamat Datang Kabupaten Meranti! Selanjutnya apa?

2 Kabupaten Baru Disahkan, Warga Riau & Papua Loncat Kegirangan
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) mengesahkan dua kabupaten baru di Indonesia. Keduanya yakni Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Meranti di Provinsi Riau.

Mendengar ketukan palu dari pimpinan rapat paripurna DPR Agung Laksono, puluhan warga Riau yang berpakaian adat dan warga papua yang hadir di dalam ruang rapat langsung bersorak kegirangan. Luapan kegembiraan, mereka tuangkan, sambil loncat-loncat dan berteriak "Merdeka".

"Sampai saat ini sudah dua kabupaten yang baru saja disetujui. Jadi terdapat 33 provinsi, 398 kabupaten, 93 kota di seluruh Indonesia," kata Menkum HAM Andi Matalatta yang mewakili pemerintah dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/12/2008).

sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/12/19/155616/1056564/10/2-kabupaten-baru-disahkan,-warga-riau-&-papua-loncat-kegirangan

Agung Laksono dalam rapat tersebut menyatakan 3 RUU lain yakni pembentukan Provinsi Tapanuli, pembentukan kota Berastagi Sumut, Kabupaten Manjau Provinsi Riau akan dikembalikan ke Komisi II DPR untuk dibahas lebih lanjut.

Laskar Meranti Tetap Berjuang

Pejuang Meranti Tetap Berjuang

PEKANBARU - Pasca dibatalkannya pembahasan Meranti sebagai kabupaten baru, Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) tetap akan memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Meranti.

‘’Bukan gagal tapi masih tertunda, ada beberapa persyaratan seperti rekomendasi Gubernur Riau yang belum disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tinggal itu saja, saya kira tak jadi soal masih ada waktu dan kesempatan untuk kembali bergerak dan berjuang,’’ kata Ketua BP2KM Syaiful Ikram.

Kendati masih terganjal, tidak membuat gerakan kawan-kawan pro Kabupaten Meranti terhenti. Menurut Syaiful, BP2KM kembali mengatur strategi terkait langkah mereka selanjutnya. ‘’Sekitar satu bulan lagi kembali akan digelar pembahasan soal pemekaran daerah, jadi kita masih punya waktu untuk melobi pihak-pihak terkait terutama persetujuan dari Mendagri atas rekomendasi yang sudah diberikan Gubri,’’ katanya.

Selain berharap agar masyarakat Meranti tetap bersabar, Syaiful juga terus meminta dukungan dan doa dari seluruh komponen masyarakat. ‘’Terganjal bukan berarti gagal, masih ada waktu dan kesempatan untuk terus berjuang. Mohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat, mudah-mudahan dalam waktu dekat Mendagri memberikan persetujuan,’’ pintanya.(rpg)

Sumber : http://www.detikriau.com

Meranti Siap Jadi Kabupaten

Meranti Siap Jadi Kabupaten

PEKANBARU - Jika tak ada aral melintang, hari ini Rabu (29/10), Komisi II DPR RI akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti (saat ini masuk Kabupaten Bengkalis). Ini setelah Senin (27/10), Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI dalam rapat konsultasi dengan pihak merintah menyetujui pengesahan RUU Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari Pulau Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi tersebut untuk disahkan hari ini.

‘’Insya Allah, besok (hari ini, red) sudah ada keputusan persetujuan dari DPR RI. Keputusan ini untuk seluruh Indonesia dan kita berharap Meranti ada di antara keputusan tersebut. Kalau dari konfirmasi terakhir yang kita terima memang demikian,’’ ujar Gubernur Riau (Gubri) Wan Abu Bakar kepada wartawan, Selasa (28/10).

Wan pun merencanakan akan langsung hadir pada saat penetapan keputusan tersebut dibacakan. ‘’Memang belum pasti, namun kita lihat saja besok. Kalau memang bisa hadir, saya akan hadir,’’ katanya.

Gubri optimis, Meranti sangat siap menjadi kabupaten sendiri. Bilamana ada pihak-pihak yang merasa pesimistis, menurut Wan wajar-wajar saja memberikan penilaian. Apalagi, lanjut Wan, proses ini sudah melalui sejarah yang cukup panjang. Bila akhirnya keinginan masyarakat Meranti terwujud, tentu berbagai kesiapan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya alam, sudah dipikirkan jauh hari. ‘’Meranti saya nilai sangat siap, baik dari administrasi maupun pembiayaan,’’ kata Wan.

Wan Abubakar mengatakan, jika Meranti jadi disahkan DPR-RI, maka persoalan keabsahan dasar pembentukan Kabupaten Meranti tidak bisa dipersoalkan lagi. Bahkan Wan meminta agar pembentukan Meranti jangan hanya jadi kepentingan segelintir pihak dengan mengeyampingkan kepentingan rakyat.

‘’Semuanya sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tolong diingat, yang kita bangun ke depan adalah kesejahteraan rakyat dan mohon maaf, bukan untuk kesejahteraan pejabatnya. Jadi kepentingan rakyatnya yang harus diperhatikan. Selama inikan mungkin masyarakat Meranti merasa tidak mendapat pelayanan yang tidak wajar, wajar saja mereka meminta pemekaran,’’ tegas Wan.(afz/rpg/gem/evi/fia)

Sumber : http://www.detikriau.com

Meranti Diumumkan Di Tempat-Tempat Ibadah

Berita Pengesahan Meranti Diumumkan Di Tempat-Tempat Ibadah

PEKANBARU (RiauInfo) - Pengesahan Kabupaten Meranti yang telah dilakukan DPR RI dalam sidang paripurna ke-17 tahun 2008, Jumat (19/12) tadi disambut gembira oleh segenap masyarakat Meranti. Bahkan di Selatpanjang berita pengesahan Kabupaten Meranti itu sempat diumumkan di tempat-tempat ibadah.

"Ini merupakan hari sangat bersejarah bagi kami, perjuangan kami selama bertahun-tahun membuahkan hasil pada hari ini. Wajar saja kalau kami menyambutnya dengan bersuka cita," ungkap Syaiful, salah seorang warga Selatpanjang dengan wajah berseri-seri.

Dia mengaku baru saja menerima telpon dari rekannya yang mengikuti sidang paripurna di DPR RI bahwa pembentukan Kabupaten Meranti sudah disahkan DPR RI. "Akhirnya orang-orang di pusat mendengarkan juga aspirasi kami selama ini," tambahnya.

Seperti diketahui DPR RI akhirnya mensahkan Kabupaten Meranti sebagai kabupaten baru di Riau, terpisah dari kabupaten induknya, yakni kabupaten Bengkalis. Pengesahan kabupaten Meranti ini diubacakan Ketua DPR RI Agung Laksono didampingi Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar dalam sidang parpurna ke-17 DPR RI tahun 2008.

Pembacaan pengesahan yang dilakukan Jumat (19/12) pukul 15.13 Wib itu diikuti langsung oleh ratusan masyarakat Kepulauan Meranti yang hadir dalam sidang tersebut sejak pagi harinya. Saat pengesahan dilakukan masyarakat langsung menyambutnya dengan bersorak dan sujud syukur.

Dalam sidang itu tidak hanya RUU pembentukan Kabupaten Meranti saja yang dibahas, juga dibahas RUU pemekaran 3 kabupaten baru dan 1 provinsi baru. Ketiga kabupaten baru itu yakni Kasbupaten Maybrant, Kabupaten Mandau, Kabupaten Brastagi dan kabupaten Meranti. Sedangkan provinsi baru yakni Provinsi Tapanuli.

Dari 5 paket pemekaran yang dibahas sejak dari pagi, masih menyisahkan 3 paket yang akan dibahas selanjutnya, yaitu pemekaran Kabupaten Tapanuli, Kabupaten Brastagi dan Kabupaten Mandau. Sejumlah masyarakat dan mahasiswa Meranti menyambut gembira pensahan kabupaten Meranti itu.(ad)

Sumber : http://www.riauinfo.com

Meranti Layak Jadi Kabupaten

Meranti Layak Jadi Kabupaten

PEKANBARU--tokoh masyarakat Riau yang juga mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Letjen (purn) H Syarwan Hamid menilai, dari segi sumber saya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDA) dan sebagainya, Meranti sangat layak dimekarkan menjadi kabupaten baru di Riau. Hal itu dikatakan Syarwan Hamid saat ditemui di sela-sela peresmian gedung perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru, Selasa (28/10).

Menurut Syarwan, semua pihak harus bisa menerima apapun keputusan yang dibuat oleh DPR RI nantinya. Ada yang tidak senang atas keputusan ini adalah hal yang wajar. Itu tandanya negara ini negara demokrasi.

‘’Saya menilai Meranti sudah sepantasnya jadi kabupaten tersendiri berpisah dari Kabupaten Bengkalis sebagai kabupaten induk. Dari sisi kekayaan alam daerah ini mencukupi, begitu juga dari SDA-nya juga sudah sangat layak. Jadi, apapun keputusan yang dibuat DPR RI nanti harus bisa diterima,’’ ujarnya.

Apalagi, tambah Syarwan, persyaratan yang dikehendaki dalam pembentukan daerah otonom baru sudah dipenuhi oleh pejuang-pejuang Kabupaten Meranti. ‘’Sudah layak. Layak tidak layaknya sudah jadi pertimbangan dari DPR RI, makanya Bengkalis bisa menerima keputusan ini,’’ ujarnya.

Dari Selatpanjang, Ketua Badan Persiapan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) Tebing Tinggi Syaiful Ikram mengatakan, pihaknya meyakini Komisi II DPR RI akan menggolkan draft RUU Kabupaten Kepulauan Meranti untuk disahkan pada paripurna. Bahkan pria yang juga mantan anggota DPRD Bengkalis itu mendesak agar pengesahan RUU itu dilakukan pada tanggal 29 Oktober ini.

‘’Tidak ada lagi tarik ulur kepentingan Meranti, karena Pemprov Riau, DPRD Riau, Mendagri dan DPR RI sudah menyetujui kalau pembahasan RUU itu dilanjutkan untuk disahkan. Hanya saja kami melihat Mendagri sepertinya punya kepentingan tersendiri di sini, karena mereka masih belum sepenuhnya merespon keinginan tersebut. Sekarang tidak ada alasan menunda lagi, RUU itu harus disahkan secepatnya, karena sudah terlalu lama dipermainkan,’’ ujar Syaiful.

Tempuh Jalur Hukum
Di sisi lain, penolakan datang dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang notabene kabupaten induk. Salah satunya yang disampaikan Wakil Bupati Bengkalis H Normansyah Wahab.

‘’Kita masih mempelajari terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi, karena untuk pembentukan Kabupaten Meranti belum ada rekomendasi dari Bupati Bengkalis. Rekomendasi yang pernah dikeluarkan oleh mantan Bupati Fadlah Sulaiman sudah dibatalkan oleh Bupati Bengkalis sekarang. Jadi dalam hal ini DPR RI perlu menyikapi persoalan Meranti dengan bijak. Banyak aspek yang perlu diperhatikan karena pemekaran Meranti bukan aspirasi dari masyarakat Meranti keseluruhan,’’ ujar Normansyah Wahab kepada wartawan usai peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda di Lapangan Tugu, Selasa (28/10).

Ditanya langkah yang akan diambil sekiranya DPR RI tetap mengagendakan paripurna pengesahan RUU Meranti, Wabup menyebutkan bahwa dalam hal ini Pemkab Bengkalis jelas tidak akan tinggal diam. Pemisahan suatu wilayah, kata Norman lagi, harus melalui prosedur dan mekanisme, salah satunya dukungan dari kabupaten induk. Hak interpelasi saja, tegas Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis itu, tidak mencukupi syarat untuk pemekaran suatu wilayah.

‘’Kita akan tempuh jalur hukum, karena pengesahan RUU pemekaran itu tidak mendapat persetujuan dari kabupaten induk. Kepada Komisi II DPR RI dan Gubri kita meminta agar membicarakan masalah ini kembali, termasuk rekomendasi yang diberikan Gubri Wan Abubakar patut dipertanyakan,’’ sambung Wabup.(afz/rpg/gem/evi/fia)

Sumber : http://www.detikriau.com

Kabupaten Meranti Disahkan Besok

Kabupaten Meranti Disahkan Besok

JAKARTA--Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI tentang Pembentukan Kabupaten/Kota akhirnya menyetujui pembentukan Kabupaten Meranti (saat ini bagian Kabupaten Bengkalis). Keputusan ini diambil dalam rapat konsultasi dengan pihak pemerintah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/10), yang isinya sepakat untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti pada Rabu, 29 Oktober 2008 besok.

‘’Kita sudah sepakat untuk mengesahkan RUU Pembentukan Kabupaten Meranti dalam Sidang Paripurna DPR pada hari Rabu, 29 Oktober ini. Sementara untuk Mandau, belum,’’ jelas pimpinan rapat yang sekaligus Ketua Panja RUU Pembentukan Kabupaten/Kota Drs H Eka Santosa kepada Riau Pos, usai rapat.

Dalam rapat yang digelar secara tertutup itu, hadir antara lain Gubernur Riau H Wan Abu Bakar MS MSi, Ketua DPRD Riau yang diwakili Wakil Ketua Sofyan Hamzah, Asisten I Pemprov Riau Said Hasyim dan Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten I Burhanuddin. Sementara pihak Mendagri diwakili Dirjen Otda Sodjuangan Situmorang.

Menurut Eka, sudah tidak ada alasan untuk menunda pengesahan RUU Pembentukan Kabupaten Meranti, karena semua persyaratan sesuai aturan yang berlaku sudah memenuhi syarat. ‘’Apalagi Gubernur Riau dan DPRD Riau sudah setuju. Jadi, tidak ada alasan lagi’’ kata politisi dari PDIP itu.

Terkait penolakan dari Bupati dan DPRD Bengkalis saat ini, menurut Eka, tidak ada persoalan, karena Bupati dan DPRD Bengkalis sebelumnya sudah membuat rekomendasi atau persetujuan atas pembentukan Kabupaten Meranti. ‘’Kalau sudah ada persetujuan dari Bupati sebelumnya, ya nggak perlu lagi ada yang baru. Masak setiap ganti Bupati, ganti pula rekomendasinya, ya nggak bisa. Itu akan menjadi preseden yang buruk,’’ kata Eka seraya menambahkan bahwa proses pembentukan Kabupaten Meranti sudah berjalan sejak tahun 1957.

Bagaimana dengan rencana Pembentukan Kabupaten Mandau? Menurut Eka, DPR dan pemerintah belum akan menyetujui pembentukan Kabupaten Mandau karena masih ada syarat-syarat yang belum terpenuhi. ‘’Terutama masalah cakupan wilayah. Jadi, kita minta Mandau bersabar dulu. Tapi bukan berarti nggak bisa. Kita bahkan sudah meminta pihak pemerintah untuk mendorong pembentukan Kabupaten Mandau itu,’’ jelas Eka lagi.

Sementara Gubri usai rapat tampak bergegas meninggalkan ruang sidang. Kepada wartawan yang mencegatnya, Wan hanya mengatakan bahwa pembentukan Kabupaten Meranti akan terwujud. ‘’Kalau Meranti insya Allah,’’ ucapnya.

Dalam pada itu, Asisten I Pemkab Bengkalis Burhanuddin mengaku tetap berpegang pada aturan yang ada. Kata dia, Wan selaku Gubri tidak berhak memberikan persetujuan atas pembentukan Kabupaten Meranti. ‘’Itu bertentangan dengan PP 49/2008. Sebagai Gubernur pengganti, beliau tidak boleh membuat keputusan tentang pemekaran,’’ ucapnya.

Burhanuddin juga berharap agar pembentukan Kabupaten Mandau dan Meranti tetap melalui proses persetujuan dari Bupati dan DPRD Bengkalis saat ini. ‘’Memang untuk Meranti dulu ada rekomendasi, tapi itu sudah dibatalkan oleh Bupati Bengkalis yang sekarang. Jadi, itu sudah tidak berlaku,’’ urainya.

Disambut Gembira
Bagaimana reaksi para pendukung pembentukan Kabupaten Meranti? Mereka nampak sekali bersuka cita. Salah seorang pendukung yang sekaligus pejuang pembentukan Kabupaten Meranti, Ramlan, mengaku sangat bersyukur atas keputusan DPR tersebut. ‘’Alhamdulillah, akhirnya perjuangan yang panjang ini berhasil juga. Kita sangat berharap, Meranti ke depan dipimpin oleh para pemimpin yang benar-benar amanah dan mendahulukan kepentingan rakyat banyak,’’ ucapnya dengan wajah berbinar-binar.(eyd)

Sumber : http://www.detikriau.com

Selamat Kepada Pejuang Kab. Meranti

Setelah mengalami lika-liku yang cukup panjang, Kabupaten Meranti akhirnya disahkan oleh DPR bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Maibrat Papua, Jumat, 19 Desember 2008. Sementara pembentukan Provinsi Tapanuli dan Kota Berastagi (Sumut) ditunda.

Terbentuknya Kabupaten Meranti adalah harapan baru bagi percepatan pembangunan di Riau dan pembentukannya yang bertepatan dengan krisis moneter yang melanda akhir-akhir ini, mudah-mudahan dapat menambah gairah perekonomian khususnya di wilayah Meranti. Selatpanjang sebagai ibukota Meranti, mudah-mudahan dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi yang baru, karena kota yang merupakan titik transit antara Pulau Sumatera dengan Kepulauan Riau ini, sesungguhnya sangat potensial sebagai kota perdagangan. Namun, karena statusnya yang masih kecamatan, belum dapat optimal mengembangkan dirinya.

Riau masih menyisakan sejumlah harapan pemekaran yang lain. Kabupaten Mandau dan Rokan Darussalam (Rodas) yang sudah tertunda pembahasannya masih merupakan PR bagi Pemerintah dan Legislator Riau. Kemarin, aksi masa berhasil menelurkan pengesahan rekomendasi DPRD Kampar untuk pembentukan Kabupaten Kampar Kiri. Di Kampar, juga muncul aspirasi pemekaran Kabupaten Tapung. Di Indragiri Hilir, masih ada ide pemekaran Indragiri Utara dan Indragiri Selatan. Serta juga muncul opsi tentang Kabupaten Gaung Raya dan Kota Tembilahan.

Beberapa tahun yang akan datang, Riau mungkin akan kemunculan ide pemekaran Kota Perawang, Kota Baganbatu, Kota Kuala Enok, Kabupaten Rupat, Kabupaten Bukit Batu, Kabupaten Pangkalan Kuras, Kabupaten Pasir Penyu, Kabupaten Peranap, Kabupaten Seberida, Kabupaten Kuantan Hilir serta Provinsi Indragiri (Riau Selatan). Kemunculan ide-ide tersebut adalah wajar, karena bagaimana pun, pembagian wilayah administratif Riau saat ini masih belum final. Oleh karenanya, Pemerintah dan Legislator Riau, seharusnya bersiap-siap, agar seandainya ide-ide tersebut muncul, kemunculan ide tersebut seharusnya menunjang perkembangan Riau, bukannya mempersiapkan strategi penghambatannya.

Sumber : http://riau.hafiz.web.id

Menanti Kabupaten Meranti

Menanti Kabupaten Meranti


TUJUAN dari sebuah pemekaran wilayah adalah untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan terhadap suatu kawasan, sehingga rakyat yang bermukim di kawasan itu lebih merasa terayomi oleh pemerintahannya, sehingga lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan keamanan, kenyamanan sekaligus kesejahteraan. Itulah hakekat perjuangan pemekaran wilayah di Provinsi Riau yang telah dilakukan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Pulau-pulau Merbau, Ransang dan Tebingtinggi yang disingkat dengan Meranti merupakan salah satu kawasan di Riau yang saat ini sedang berjuang untuk menjadi sebuah kabupaten. Keinginan ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun silam tatkala beberapa kawasan di Riau sama-sama berjuang dalam mendapatkan pemekaran wilayah. Sayangnya perjuangan mereka agak sedikit terlambat dalam melengkapi syarat administrasi, sehingga tidak terikutkan dalam proses pemekaran wilayah tersebut. Bayangkan Riau yang pada awalnya hanya memiliki lima kabupaten saja, dengan satu kotamadya dan satu daerah administratif, tiba-tiba berubah menjadi 16 kabupaten dan kota. Saya selaku penggagas sekaligus ikut berjuang dalam membentuk salah satu kabupaten di Riau sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dalam pembentukan kabupaten dimaksud, sehingga dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama gagasan bisa diwujudkan menjadi kenyataan.

Banyak orang yang berfikir mustahil, namun itulah kenyataan. Saya sangat yakin dengan kekuasaan Allah. Kalau Allah telah berkehendak (kun), maka pastilah akan terjadi (fayakun). Kita selaku hamba Allah (mahluk ciptaan-Nya) berkewajiban hanya berusaha dan berupaya dengan sungguh-sungguh, sedangkan keputusan tetap di tangan Allah. Satu hal yang terpenting dalam setiap berjuang, niat hendaklah tulus hanya semata untuk mendapatkan redho Allah. Jika Allah telah berkehendak, Insya Allah semua impian akan terwujud, semua harapan akan terkabul. Allah akan memberi jalan yang mudah bagi orang-orang yang berani berjuang dan rela berkorban demi mengharapkan dan mendapatkan keredhoan-Nya.

Ternyata niat masyarakat Kabupaten Bengkalis yang berdomisili di tiga kawasan pulau itu tidaklah surut. Walaupun agak terlambat namun mereka tetap berjuang demi menggapai cita-cita. Keinginan mereka kelihatannya sudah mulai menunjukkan titik terang dengan adanya persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan juga Plt Gubernur Riau. Momentum saat ini memang sangat tepat. Kejelian dalam menangkap peluang itulah sebenarnya yang teramat penting. Sekali peluang terlepas, maka akan sulit kembali berulang. Saya turut berdoa kiranya perjuangan teman-teman dikabulkan Allah dan mendapat persetujuan pemerintah, sehingga Kabupaten Meranti benar-benar terwujud dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah di setiap jejang kepemerintahan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, kedamaian serta kesejahteraan bagi rakyatnya. Rakyat Indonesia termasuk di Riau sebenarnya tidaklah berharap terlalu banyak terhadap pemerintah maupun pemimpin negara selain untuk terciptanya keamanan, kenyamanan, kedamaian serta kesejahteraan itu. Andaikan setiap pemimpin pada setiap jenjang kepemimpinan dapat memahami akan tugas dan tanggung jawabnya untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan kedamaian serta kesejahteraan itu dan berusaha sekuat daya untuk mencapainya, maka dapat dipastikan pemimpin itu pasti akan dicintai rakyat. Untuk itulah setiap pemimpin atau calon pemimpin hendaklah berusaha selama masa kepemimpinannya untuk mengayomi masyarakat dengan menegakkan keadilan, kejujuran serta hukum dan peraturan yang ditegakkan. Tak akan ada keamanan, kenyamanan, kedamaian serta kesejahteraan tanpa keadilan dan hukum yang ditegakkan, terutama hukum-hukum Allah yang diturunkan melalui Rasul.

Memang tugas dan tanggung jawab pihak keamanan cukup berat dalam menciptakan keamanan sekaligus keadilan. Karena itu sangat wajar jika mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan memberi insentif lebih. Gangguan sekecil apapun dalam bidang keamanan, kenyamanan dan kedamaian seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan, apalagi pembunuhan dan lain sebagainya, termasuk dalam tindak pidana korupsi, haruslah dicegah sedini mungkin.

Kalau negeri ini sudah aman, maka dapat dipastikan pemerintah bersama rakyat akan dapat membangun negeri ini secara lebih baik dan benar dengan memanfaatkan segala potensi sumber daya yang dianugerahi Allah. Saya yang pernah bermukim di Selatpanjang puluhan tahun yang lalu sangat memahami bahwa daerah ini memiliki potensi sumber daya yang cukup besar. Kota Selatpanjang sendiri selain dapat dijadikan sebagai ibukota kabupaten, kota ini juga dapat dikembangkan sebagai pusat industri. Berbagai produk olahan sudah ada di kota ini, termasuk pembuatan kapal niaga dan juga kapal ikan.

Hanya sayangnya, karena bahan baku kayu sudah sangat berkurang menyebabkan produksi kapal kayu ini sudah sangat menurun. Namun industri perkapalan itu saya kira masih tetap bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti dari fiber glass yang sekarang cukup berkembang di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Industri pengolahan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, juga cukup potensial untuk dikembangkan di kota ini. Produksi bahan baku itu berbagai produk itu bisa dikembangkan di kawasan yang akan dimekarkan tersebut. Sejak zaman dahulu sampai sekarang Selatpanjang masih terkenal sebagai penghasil sagu dan juga ikan.

Di sektor perikanan, sebenarnya kita sudah menyiapkan pelabuhan Tanjung Samak di Pulau Rangsang sebagai pusat industri perikanan modern. Kita juga sudah menyiapkan master plan serta rencana tata ruang secara rinci (detail engineering design). Di sana juga sudah disediakan lahan seluas 20 Ha oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis untuk membangun pabrik pengolahan ikan secara modern beserta seluruh fasilitas pelabuhannya. Hanya saja penyediaan listrik, air bersih dan bahan bakar minyak masih memerlukan perhatian dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Sebagian dari nelayan di daerah ini juga sudah dilatih untuk menangkap ikan di perairan laut Cina Selatan dengan cara memagangkan mereka bersama dengan kapal-kapal ikan purse seine dari Batam. Harapan kita mudah-mudahan suatu saat nelayan-nelayan yang masih menangkap ikan di perairan sempit di Selat Melaka dapat dialihkan ke perairan yang lebih luas di Laut Cina Selatan. Selain itu daerah ini juga dapat dikembangkan sebagai kawaan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung dan juga tambak udang.

Pada saat ini sedang dilakukan pengkajian pemeliharaan ikan kakap putih yang dikombinasikan dengan rumput laut jenis glacilaria di Sungai Suir Selatpanjang. Berdasarkan hasil pengamatan sementara, ternyata rumput laut jenis ini bertumbuh dengan baik di tambak udang/ikan. Kita sangat paham bahwa rumput laut sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia sebagai bahan baku berbagai industri. Karena itu prospek pemasaran rumput laut untuk tujuan ekspor sangat baik dikembangkan termasuk di Riau. Kita sekarang juga sedang berjuang dalam melakukan domestikasi ikan Kurau sebagai ikan andalan masyarakat Bengkalis.

Mudah-mudahan suatu saat usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung ataupun kolam dan tambak benar-benar bisa menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir dan juga masyarakat pedalaman (sungai) di Riau. Namun hal itu tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kolaborasi, koordinasi dan konsultasi (K3) antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, masyarakat, dunia usaha dan juga sektor keuangan/perbankan. Selamat menanti Kabupaten Meranti, semoga penantian tidak terlalu lama. Amin.***

Sumber : www.riaupos.com