Showing posts with label Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Pernikahan. Show all posts

Nikmatnya Sepiring Berdua

Aisyah bertutur, "Saya dulu biasa makan his (Sejenis bubur) bersama Nabi" (HR. Bukhari). Terbayangkah oleh kita betapa nikmat makan sepiring berdua mengalirkan kemesraan. Makan begitu terasa nikmat, tumbuh kemesraan sebagai hiasan iktan suci dengan pasangan kita. Insya Allah, sepiring berdua ini akan menguatkan rasa kasih sayang, menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit maag tidak akan kambuh lagi. 

Allah limpahkan keberkahan arena niat yang suci menjaga amanah Allah bersama pasangan hidup kita sebagaimana Sabda Nabi, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, " Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan bertiga cukup untuk empat orang." (HR. Muslim).

Sahabatku, Allah berfirman "Dan jika kamu sekalian menghendaki (rkeridhaan) Allah dan RasulNya serta di negeri Akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar." (QS. al-Ahzab:29).  Komitmen ini yang melahirkan kemesraan kepada pasangan hidup yang bisa diterima, bukan hanya sebgai tuntutan hasrat pribadi namun sebagai tanggungjawan syariah yang harus ditunaikan karena mencintai dn menampakkan cinta itu kepada pasangan kita banyak anugerah dan limpahan keberkahan Allah untuk keluarga kita. Sudahkah malam ini anda makan berdua dengan pasangan anda? Bila belum, segeralah!  Nikmatnya sepriring berdua..

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

---
Wassalam,
Muhamad Agus Syafii

Jodoh, Cinta Dan Lupa Diri

www.khoirudin165.blogspot.com hare :  http://agussyafii.blogspot.com/

Jodoh dan cinta adalah sebuah satu kesatuan yang tak terpisahkan, bahkan cinta membuat kita lupa diri, lupa mandi, lupa makan, lupa tidur. Ada pepatah yang menyebutkan, "Cinta membuat manusia terlihat bodoh." Bila orang sedang jatuh cinta, begitu lembut dan bersahaja bahkan ketika melihat debu dimata orang yang dicintainya langsung mengungkapkan dengan penuh perasaan, 'Sayang, ada debu di matamu' pasangannya pun dengan manja menjawab. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.'  Begitu indah. Serasa dunia milik berdua, orang lain dianggapnya ngontrak semua. Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan
kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari  menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga. 

Sahabatku yang ingin segera menikah, ingatlah! cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk kita dan keluarga kita.  

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii

Kampanye Tutup Aurat, Perlawanan Terhadap Valentine's Day!

Tanggal 14 Februari selama ini dikenal sebagai hari Valentine. Jutaan remaja di seluruh dunia turun merayakannya meski gelaran ini dekat dengan kemaksiatan. Namun pada tanggal yang sama di tahun ini, Teachers Working Group akan melakukan hal berbeda. Mereka menamakannya Gerakan Menutup Aurat Internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye maksiat dari Valentine Day.

“Tujuan besar acara ini adalah melawan kampanye Valentine Day. Valentine Day selama ini telah menjadi pintu perzinahan yang dibuka lebar-lebar oleh perayaan valentine,” kata Herry Nurdi, koordinator aksi kepada Eramuslim.com, Jum’at (3/2).

Gerakan ini pun akan serentak di laksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Insya Allah serentak, sejauh ini yang confirm jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogjakarya,Padang, Payakumbuh, Makassar, Balikpapan, Pontianak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sedianya kampanye menutup aurat ini pun akan serempak dilaksanakan hingga Mancanegara dari Malaysia, Thailand, Hongkong, bahkan London.

“Malaysia aksi akan dilaksanakan di Penang, Kedah, Selangor, Pahang, Kelantan, dan Trengganu. Sedangkan di Thailand aksi akan berlangsung di Yala dan Pattani,” sambungnya.

Hingga kini dukungan terus dilakukan. Baik dengan membuat laman facebook hingga pengumpulan jilbab yang akan dibagikan kepada para muslimah. (Pz)

Senyum Itu Bersemi Kembali

Senyum itu bersemi kembali, ketika keluarganya kembali bersatu kembali. Awalnya pertengkaran demi pertengkaran mewarnai rumah tangganya, tak terelakkan lagi. Sampai pada suatu hari istrinya mengancam, memaksa minta cerai. Dalam keadaan emosi dirinya menjawab tantangan itu, 'Siapa takut? Ayo kita urus..!' Istrinya memaksa malam itu juga pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa anak laki-lakinya yang baru berumur satu tahun, sementara anak laki-laki yang sulung berumur empat tahun tetap bersamanya. Setelah bepergian istrinya, terasa betapa repotnya harus memasak, mengurus rumah tangga, mencuci, membersihkan lantai, memandikan anak, memakaikan baju, menyuapi. Padahal dirinya juga harus membuka toko yang ada di depan rumah. Rasa sepi, marah, dendam, kecewa, kesal atas semua yang terjadi bercampur aduk dalam pikirannya. Hidupnya menjadi kacau, rumah dan tokonya lama-lama tak terurus, anaknya dan dirinya terbengkalai, mulailah terseret oleh pengaruh judi
dan kehidupan malam. Makin lama usahanya semakin habis.

Malam itu di Rumah Amalia terasa hening. Tidak lama kemudian istri saya menyuguhkan teh manis dan kue. Beberapa kali terlihat tangannya menyeka air mata yang sudah berjatuhan dipipinya. Ia teringat akan keagungan & keutamaan shodaqoh maka ia bershodaqoh dengan harapan keluarganya bersatu kembali. Saya kemudian mempersilahkan untuk mengambil air wudhu agar meredam kegelisahan hatinya dengan mengingatkan bahwa apapun yang terjadi pada dirinya untuk mengembalikan semua masalah hidupnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berdoa memohon kepada Allah agar keluarganya bersatu kembali.

Tidak lama kemudian dijemputlah istrinya. Sang istri akhirnya mau kembali ke rumah. Hari-hari berlalu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Suara lantunan ayat suci al-Quran senantiasa terdengar. Sholat fardhu berjamaah senantiasa dikerjakan. Ujian dan cobaan yang Allah berikan pada keluargannya telah mampu dilewatinya dengan baik. Keluarganya selamat dari kehancuran dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah. 'Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah. Allah begitu sangat menyayangi kami sekeluarga yang telah menyelamatkan kami dari kehancuran,' ucapnya penuh syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.karena keluarganya telah bersatu kembali. Subhanallah..

Wassalam,
M. Agus Syafii

Cintailah Tanpa Syarat

Post By : Khoirudin

Malam belum begitu larut. Hana nampak sudah mulai mengantuk. Istri saya mengipasi sambil membacakan Shalawat Nabi. Biasanya juga menyanyikan 'Rukun Islam Yang Lima' atau 'Alloh Tuhanku' sampai akhirnya Hana tertidur lelap. Kegiatan tiap malam bagi seorang ibu mengantar mimpi indah pada putrinya merupakan wujud ekpresi cinta. Anak-anak akan lebih mudah  meniru setiap waktu dan tumbuh menjadi dewasa yang semua perilakunya dipengaruhi oleh ekpresi cinta dari orang-orang disekelilingnya.

Hidup bersama anak-anak adalah pengungkapan diri kita. Rasanya kita seperti bercermin. Anak-anak suka sekali meniru. Mereka belajar dengan meniru. Meniru gerak tubuh kita. Meniru setiap kata yang kita ucapkan. Bahkan kita seolah bisa melihat diri kita sendiri didalam sosok anak-anak.

itulah yang juga saya alami. Setiap kali saya menerangkan di depan anak-anak Amalia, mulai cara saya berbicara dan gerak tangan saya selalu ditiru oleh Hana. Saya seolah bercermin melihat sosok diri saya pada Hana dan Hana melihat saya sebagai sosok cermin bagi dirinya.

Anak-anak kita bercermin pada diri kita sebagai orang tua. orang tua yang bahagia mampu menebarkan cinta dan anak-anak merasa dicintai dan diterima maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang hidup penuh dengan cinta. Cintailah anak-anak kita tanpa syarat dengan cinta itulah mereka menemukan kebahagiaan  didalam dirinya dan kebahagiaan itu tidak membuatnya bergantung pada lingkungan diluar dirinya. Itulah cinta yang berasal dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT.

--
'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah milik Alloh, Tuhan Semesta Alam.'

Wassalam,
agussyafii

Surat Cinta Untuk Istriku

Surat Cinta Untuk Istriku

Edy Sudarmadi 

===sumber:eramuslimdotcom

Auckland, 8 Oktober 2011

Zaujati jamiilah...

Ditemani nyanyian serangga malam, ditemani senandung binatang malam yang sedang bertasbih dan bertakbir mengagungkan asma-Nya, kutulis sepucuk surat cinta ini. Surat cinta untuk pelepas rindu yang tiada tara.

Kutulis surat cinta ini manakala telah kutunaikan sembahyang kerinduan pada-Nya... kerinduan seorang hamba yang menanti belas kasihan dan bimbingan dari Sang Pencipta. Kerinduan ini tak terbendung.. kerinduan ini membuncah... untuk bisa bertemu dengan Sang Pencipta tatkala masanya tiba.

Istriku.... atas nama Alloh, Sang Pencipta Cinta

Kurindukan dirimu, bagaikan bumi merindukan sinar mentari, bagaikan sahara merindukan hujan. Engkaulah pelita hatiku... tambatan jiwaku. Kurindukan candamu, kurindukan kecup sayangmu dan kurindukan berkah kehangatanmu. Kurindukan pula buah hati kita, seperti rindunya gurun pasir menanti setetes embun.

Istriku...

32 tahun yang lalu, seorang bayi laki-laki lahir , betapa girang ibu bapaknya. Dipanjatkannya rasa syukur yang tulus dan mendalam dan hanya untaian doa kepada sang Maha Pencipta, semoga buah hatinya kelak menjadi tentara-Nya.

Waktupun berlari, tanpa menghiraukan suara dan teriakan orang yang ingin mennghentikannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahunpun berganti tahun, anak itupun sekarang sudah dewasa dan telah membina keluarga, dengan segala kekurangan dan kesederhanaannya. Keluarga yang bahagia-insyaAlloh- dimana dulunya keluarga itu dibentuk semata karena ingin melaksanakan sunnah Rosul-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dan mencari ridho-Nya.

Tahukah istriku...

Bayi laki-laki itu sekarang ini menjadi suamimu, menjadi pendamping hidupmu, Abi dari anak-anakmu.

Masih ingatkah engkau istriku... tatkala ikrar itu kuucapkan, tatkala lantunan surat-Arrohman ku-kumandangkan, saat para malaikat menjadi saksi suci pernikahan kita ....kurang lebih delapan tahun yang lalu. Kuharap, kau ingat saat kita berpacaran setelah menikah waktu itu, bahkan kau sangat malu pada seekor semut tatkala melihat kita berduaan.

Delapan tahun ternyata waktu yang sangat singkat,.... tak terasa memang... sudah 3 buah hati yang diamanahkan Alloh kepada kita.

Istriku sayang, aku sadar...

Aku bukanlah malaikat, bukan nabi, bukan pula manusia yang sempurna... yang selalu benar dan tanpa cela. Aku adalah manusia biasa, dimana kesalahan dan kekurangan selalu ada padanya,..

Istriku... tolong ingatkan suamimu ini, untuk selalu berada di jalan yang di ridhoi-Nya.

Mari kita ikhlaskan kesalahan dan bergandengan tangan, meniti kehidupan yang sebentar ini. Doakan pula suamimu ini dalam sujud panjangmu, untuk bisa menjadi qowam yang baik, untuk memimpin engkau dan untuk mendidik buah hati kita menuju ridho-Nya.

Istriku, aku bukanlah pujangga, yang pandai merangkai kata... hanya surat inilah yang bisa mengobati rinduku padamu dan buah hati kita. Terasa benar, surat ini tidak bisa menggambarkan betapa besarnya cinta dan kerinduanku padamu. Semoga Alloh titipkan secuil rindu ini pada anak-anak dan ummi.

Senyum Seorang Istri

Senyum Seorang Istri

By: M. Agus Syafii & Khoirudin

Senyum seorang istri begitu tulus dan indah sekalipun hatinya perih terluka. Air matanya telah mengering. Sebagai seorang istri, hatinya terpukul ketika mengetahui suaminya memiliki cinta pada perempuan yang lain. Meskipun suaminya menyadari kesalahan dan telah bertaubat serta meminta maaf namun rasa perih terluka, marah dan kecewa masih berkecamuk dihatinya. Itulah sebabnya rumah tangga yang dibina seperti api dalam sekam. Terlihat harmonis dari luar, tetapi di dalam berlangsung perang dingin.  "Setiap teringat penyelewengannya, hati saya bagai tersayat perih. Bila dia tersenyum, saya membayangkan senyuman itu dilontarkan untuk perempuan lain. Setiap dia membelai, saya terbayang suami saya membelai perempuan lain, Emosi saya tertahan dan setiap saat meledak." tuturnya ditengah rasa sakit hati yang terluka. Ditengah kegalauan, dirinya berkenan bershodaqoh ke Rumah Amalia, memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan hati. Allah menjawabnya, tiba-tiba
dirinya merasa bersyukur bahwa cobaan untuk keluarganya datang dari sang suami sehingga bila dia memaafkan bukan hanya keluarga yang menjadi utuh tetapi dia juga mendapatkan pahala.

Dirinya teringat bagaimana Rasulullah yang begitu mulia, mau memaafkan kesalahan orang lain. Keikhlasannya untuk memaafkan dan menerima ketetapan Allah, tiada cobaan yang diberikanNya melainkan untuk kebaikan baginya dan keluarganya. Serta tidak ada cobaan yang diberikan oleh Allah yang tak akan sanggup dijalaninya. Akhirnya hubungan dirinya dan suaminya telah pulih kembali, sebagai seorang istri, dia bersyukur bahwa Allah telah memberikan petunjuk pada suaminya sehingga menyadari kesalahannya dan mau bertaubat. "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan." (QS. an-Nur :22).

Wassalam,
M. Agus Syafii