Pak Salman Pemimpin Impian

oleh Anas Ayahara

Pagi-pagisekali Pak Salman sudah memberi makan nasi sisa dan pelet
padaIkan-ikan Lelenya , pelet dan nasi yang ia tebarkan ke kolam
terbuatdari terpal warna biru yang diletakkan di lubang dan gentong
berisi airdi pekarangan rumahnya.

Pagi itu lain dari biasanya SetiapTetangga yang lewat berteriak menyapa
dengan sapaan yang berbeda dandengan tambahan beberapa kata antara lain:

"Selamat ya Pak Salman …. Bapak Walikotaku,
Selamat Pagi Pak Walikota, tadi malam saya melihat perolehan suara bapak
unggul mutlak 70an% menurut survei perhitungan cepat"

"Oh ya. ?" jawab Pak Salman, sambil agak melotot

PakSalman memang tak begitu peduli dengan pencalonan dirinya
sebagaiwalikota, bahkan segala atribut dan spanduk, disiapkan dan
dimodalioleh kader sebuah partai yang masih saudara dan masih
tetangganya juga,dan tak disangka sangka, ternyata Pak Salman menang
pilkada terpilihsebagai walikota yang juga tetap merangkap bekerja
sebagai peternakikan lele.

Sebelumnya Pak Salman rajin mengikuti pengajian rutindengan niat ibadah
menambah ilmu di sebuah Pengajian yang tidakmengharamkan partai. Di
pengajian rutin itu Pak Salman memancarkanPesona Kecerdasan dan Pesona
Rendah Hatinya.

Karena rajinnyamengkuti kegiatan jamaah. Maka tak disangka para kader
partai memilihdirinya menjadi calon walikota dalam sebuah Pilkada. Dan
takdisangka- sangka Pak Salman bisa menang atas Izin Allah dan kerja
samayang solid dari tim suksesnya.

Kini Pak Salman mendapat duapenghasilan yaitu dari hasil penjualan
ternak Lele di halaman rumahnyadan penghasilan dari gaji sebagai
walikota.

Akibatnya,
Beliau menjadi punya kesempatan hidup bergelimang kemewahan, pulangpergi
bisa dikawal Polisi Patwal. tetapi dirinya tidak maubermewah- mewah. Pak
Salman tak mau mengambil satu rupiahpun darigajinya sebagai walikota.

Sehingga,
Uang Gajinya sebagai Walikota menjadi sering habis untuk:
• kegiatan-kegiatan sosial,
• menyumbang anak yatim,
• menambal jalan-jalan berlubang ,
• menyumbang sekolah yang rusak
• dan lain-lain sesuai keadaan yang dilaporkan anak buahnya atau
keadaan yang ditemuinya Langsung.

Suatuketika, Pak Salman ingin berbelanja dapur ke pasar, untuk
mengindaripengawala n dan pujian yang berlebihan dari rakyatnya, Pak
Salmanterpaksa menyamar menjadi orang biasa berpakaian sederhana,
berkacamatabening, memakai sendal Jepit, Pak Salman pergi ke pasar
berjalan kakitanpa pengawalan polisi, beberapa ratus meter menuju pasar,
beliaubertemu seorang laki-laki dari kota lain yang baru pulang
berbelanjasedang berjalan memikul barang bawaan sepertinya untuk dijual
lagi.barang bawaan dua karung plastik yang lumayan berat yang membuat
lelakiitu kelelahan.

Karena dia melihat Pak Salman yang hanya berpakaian sederhana, lalu
lelaki itu memanggilnya

"Pak… ..tolong bawakan barang ini sampai angkot 03 itu ya Pak, nanti
saya kasih upah"

PakSalman menurut saja, dia memikul salah satu karung tersebut
kepunggungnya dan mereka berjalan bersama sama. di tengah
perjalananmereka berpapasan dengan rombongan orang. Lalu rombongan itu
berhentidan mengucapkan salam berkata: "assalamu'alaykum" .

"waalaykumussalam wr. Wb" Jawab lelaki dan Pak Salman secara bersamaan.

Rupanya,salah seorang lelaki dari rombongan itu mengenali suara Pak
Salman danbergegas mendekati Pak Salman yang saat itu memakai topi.

orangitu menatap serius wajah Pak Salman sambil berkata: "eh Pak
Salmanya.... , biar saya yang bawakan Pak, waduh masak Bapak walikota
maurepot-repot membawa barang berat begini"

Pak Salman menolak,
Lelaki si pemilik barang tersentak kaget, dia baru sadar bahwa orangyang
membantunya membawakan barang ialah Pak Salman S.Kom sang walikotayang
terkenal dermawan itu yang Juga Peternak Lele yang sukses danlaris.

Lelaki pemilik barang itu menjadi salah tingkah danberusaha terus
menerus meminta maaf atas kelancangannya dan mencobamenarik karung yang
sedang dipikul Pak Salman.

"tidak usah, sebelum ku antarkan sampai angkot 03 itu" Jawab Pak Salman
menjawab sambil tersenyum...

"Kok masih ada ya walikota yang begitu" ku berkata dalam
hatiku,badankuyang baru saja mengulet dan bibirku menguap selesai bangun
tidur siang.
***

bila ada kesamaan nama dan tempat hanya kebetulan belaka
kisah di atas hanya rekaan yang suatu saat bisa terjadi,
semoga bisa saja terjadi di Indonesia Kita yang tercinta..

Membangun kemampuan mencintai

Membangun kemampuan mencintai

Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan
menumbuhkan orang lain. Selanjutnya adalah kemampuan baik yang menjembatani
gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang
hanya berkembang di batas gagasan dan kemampuan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berbuah.

Bagian cinta yang pertama dan kedua, gagasan dan kemampuan baik, biasanya
terbentuk dari serangkaian penghayatan akan nilai-nilai luhur kemanusiaan
dan keagamaan tentang kehidupan dan hubungan antar manusia didalamnya,
hubunga manusia dengan sang kholik dan hubungan manusia dengan alam. Sedalam
apa penghayatan itu dalam diri seorang pecinta sedalam itupula energi cinta
yang ada dalam dirinya.

Bagian ketiga cinta adalah kemampuan, memerlukan latihan dan proses
pembelajaran. Kalau kita mau memberi, kita harus melatih dan belajar
bagaimana memiliki. Kalau kita mau memperhatikan orang yang kita cintai,
kita harus belajar dan berlatih untuk tidak membutuhkan perhatian orang
lain. Kalau kita membutuhkan kekasih, kita harus belajar bagaimana bertumbuh
terlebih dahulu. Begitu seterusnya : memberi, memperhatikan, menumbuhkan,
merawat, dan melindungi mengharuskan kita memiliki kemampuan pribadi untuk
melakukan tindakan-tindakan produktif.

Produktifitas adalah indikator kematangan seorang pencinta. Seorang pecinta
yang tidak produktif adalah seperti pohon rindang yang tidak berbuah.

Sebuah pelajaran bagaimana kita mengembangkan diri menjadi
kemampuan-kemampuan baru, mengarahkan kemampuan baru itu menjadi sumber
produktifitas.

Mencintai dengan semua siklusnya adalah kerja dari dalam keluar. Seorang
pecinta sejati adalah seseorang yang mampu keluar dari dirinya sendiri
menuju orang lain. Tapi jauh sebelum seseorang mampu keluar dari dirinya
sendiri, ia harus masuk ke dalam dirinya sendiri. Sedalam mungkin. Pelajaran
cinta adalah pelajaran tentang bagaimana kita masuk kedalam diri sendiri
untuk kemudian keluar dengan cara yang lain. Ini latihan untuk menjadi lebih
baik, untuk kemudian menjadikan orang lain lebih baik. Dan akhirnya ini
adalah pelajaran tentang bagaimana mengubah kehidupan menjadi taman yang
indah dipandang dan lebih nyaman di huni. Karena disana kita bertumbuh.
Karena dalam pertumbuhan itu kita bahagia.

"Serial cinta", dari ustd. Anis Matta.

Kerinduan Pak Samsuar kepada Masjid...

Kerinduan Pak Samsuar kepada Masjid...
Written by Munawar

Pak Sam, saat penyerahan santunan anak yatimAda Pak Samsuar di MJNY, katanya mau ketemu - (SMS dari Pak Haji Fahmi), rupanya sore itu memang sudah berkumpul sahabat-sahabat dan jamaah MJNY untuk ketemu Pak Samsuar. Walaupun dalam kondisi lemah di kursi roda, tangan, kaki dan mulut sulit di gerakkan, beliau menangis setiap kali disalami oleh para jamaah masjid yang dulu selalu bertemu, berjamaah sholat dan sama2 belajar di setiap pengajian di masjid.

Memang beliau ini adalah salah satu jamaah yang patut dicontoh, karena termasuk yang sangat rajin melaksanakan sholat berjamaah di masjid dari subuh sampai isya', panas atau hujan, beliau walau usia sudah 70an selalu berusaha untuk berjamaah di masjid, sampai kadang menggelar karpet dan yang spesial dari beliau adalah suara kumandang iqomah untuk sholat magrib, isya dan subuh, yang dulu selalu bisa kita dengarkan.

Menurut cerita istri dan kedua anak beliau yang mengantar, memang setelah pernah opname di rumah sakit, beberapa dokter dan alternatif pengobatan yang sudah dijumpai mengatakan sebenarnya kondisi tekanan darah, gula dan lain2 termasuk normal, hanya mungkin ada keinginan terpendam dari dalam hati Pak Samsuar yang sulit dikeluarkan, salah satunya ternyata adalah kerinduan beliau kepada Masjid Jami' Nurul Yaqin dan sahabat-sahabat beliau di MJNY, setelah setahun lebih beliau pindah dari Cikarang ke Jakarta.

Mudah-mudahan dengan pertemuan ini dan do'a bersama yang bacakan ust. Atang setelah sholat maghrib sedikit banyak bisa menghilangkan kerinduan Pak Samsuar kepada Masjid Jami' Nurul Yaqin, kepada seluruh jamaah yang sudah dianggap sebagai anak, kawan, sahabat serta guru-guru sekaligus dapat mengobati sakit yang sedang di deritanya.

Tak lupa kami juga mohon do'a kebaikan dari seluruh jamaah Masjid Nurul Yaqin khususnya untuk Pak Samsuar, semoga kita semua termasuk golongan yang akan mendapatkan payung ALLAH di Padang Mahsyar nanti karena mencintai masjid. Semoga juga kita masih dapat mendengarkan kumandang Iqomah beliau suatu saat nanti. Amin ya mujibassaailin

Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!

Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!
Penulis : Sultoni

Majelis Ta’aruf Klab Santri :Pernikahan itu pasti indah, nyaman, dan menyenangkan. Itu garansi dari Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya yang suci { “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar Ruum : 21) }. Apabila ada ungkapan “pernikahan tidak selamanya indah”, pasti ada error yang dilakukan oleh para pelaku pernikahan. Entah itu berupa pelanggaran atas rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proses pencapaiannya. Ataupun sikap manusia yang makin tidak apresiatif terhadap kewajiban universal dari Pencipta alam semesta ini.
Islam memandang, pernikahan bukan saja sebagai satu-satunya institusi yang sah, tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Tapi yang tak kalah penting adalah, pernikahan sanggup memberikan jaminan proteksi pada sebuah masyarakat dari ancaman kehancuran moral dan sosial.
Itulah sebabnya, Islam selalu mendorong dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki serta hamba-hamba sahayamu yang wanita. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur : 32).
Dalam haditsnya, Rasulullah SAW juga menekankan para pemuda untuk bersegera menikah. “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka segeralah menikah. Karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi).” (HR. Bukhari).
Dari sini makin jelas, ke mana orientasi perintah menikah itu sesungguhnya. Tujuan pembentukan institusi-institusi pernikahan (keluarga) tak lain adalah, agar terpancang sendi-sendi masyarakat yang kokoh. Sebab keluarga merupakan elemen dasar penopang bangunan sebuah masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat akan kuat dan kokoh apabila ditopang sendi-sendi yang juga kokoh. Dan kekokohan itu tidak mungkin tercapai kecuali lewat penumbuhan institusi-institusi keluarga yang bersih.
Pasal kewajiban menikah adalah merupakan sunnah Nabi SAW yang harus ditaati setiap Muslim, tidak akan kita bahas lebih jauh di sini. Begitu pun soal pernikahan merupakan aktualisasi keimanan atau aqidah seseorang terhadap Tuhannya, juga tidak akan kita perpanjang dalam tulisan ini. Sehingga dia menjadi alasan mendasar Islam, kenapa pernikahan hanya sah jika dilakukan oleh pasangan manusia yang memiliki aqidah, manhaj (konsep) hidup, serta tujuan hidup yang sama. Yakni mencari keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Ada sisi krusial lain dari pernikahan yang akan kita bahas lebih jauh. Yakni pernikahan dan kaitannya dengan peradaban manusia. Pasal ini yang mungkin jarang dicermati oleh kebanyakan masyarakat, termasuk masyarakat Islam.
Bahwa ada korelasi kuat antara keberadaan institusi pernikahan dengan potret masyarakat yang akan muncul (seperti telah disinggung sebelumnya), adalah tidak bisa kita pungkiri. Sebab indikasinya gampang sekali dilihat dan dirasakan. Masyarakat yang menghargai pernikahan, pasti mereka merupakan masyarakat yang beradab. Demikian sebaliknya.
Maka tatkala kita telusuri, apa penyebab masyarakat Barat menjadi masyarakat yang tumbuh liar tanpa nilai-nilai etika, moral, dan agama. Itu sangat mudah kita pahami. Lantaran mereka adalah masyarakat yang tidak memahami makna sakral pernikahan. Hasrat seksual menurut mereka, bisa mereka lampiaskan kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Sehingga tak ada kaitan antara kehormatan dan kesucian seseorang dengan pernikahan.
Dari sinilah awal munculnya masyarakat Barat yang tidak beradab. Mereka menjadi masyarakat pemuja syahwat, menawarkan budaya buka-bukaan aurat alias telanjang, memamerkan secara vulgar budaya hidup seatap tanpa menikah antara laki-laki dan wanita. Maka kasus-kasus perceraian kian tidak terhitung jumlahnya. Ribuan anak-anak lahir tanpa jelas nasabnya (garis keturunannya) . Setelah besar, generasi tanpa bapak itu pun membentuk komunitas anak-anak jalanan yang selalu menimbulkan problem bagi masyarakat mereka sendiri. Dari situlah siklus budaya nista bermula.
Ironisnya, dalam masyarakat Islam pun mulai muncul sikap yang kurang apresiatif terhadap perintah menikah. Jika tidak sampai dikatakan enggan menikah, setidaknya ada gejala masyarakat Islam mulai bersikap mengulur-ulur waktu pernikahan. Padahal ini sangat berbahaya. Boleh jadi gaya hidup hedonis Barat yang sangat intens disuguhkan lewat bacaan dan film-film, telah menyebabkan perubahan pola pemikiran masyarakat Islam. Khususnya dalam menyikapi perintah menikah.
Inilah barangkali yang menyebabkan pasangan muda-mudi dalam masyarakat kita, lebih senang berlama-lama pacaran ketimbang memikirkan untuk serius membangun rumah tangga. Kalau pun di sana-sini marak acara-acara pesta pernikahan, itu mungkin tak lebih hanya sebuah basa-basi kultural. Semuanya terlepas dari ikatan nilai-nilai religius yang sakral. Sehingga kita sering menyaksikan pesta-pesta pernikahan, tak lebih hanya sebagai ajang pamer kemewahan dan bahkan pamer kemaksiatan. Sebab boleh jadi, sebelum pesta itu berlangsung, mereka sudah menjalani praktek-praktek layaknya kehidupan suami-isteri. Astaghfirullah!
Kenapa Islam menggesa para pemuda untuk menikah, semakin jelas kita pahami. Bahwa di tengah maraknya budaya hedonisme yang menjangkiti dunia, sudah barang tentu institusi-institusi pernikahan kian dibutuhkan keberadaannya. Namun tentu saja bukan hanya memperbanyak lembaga-lembaga Rabbani itu saja yang kita perhatikan. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana rambu-rambu suci untuk mencapainya, bisa tetap kita jaga. Sehingga banyaknya lembaga-lembaga pernikahan berbanding lurus dengan tumbuh suburnya budaya kesadaran masyarakat untuk memelihara kesucian diri. Dari keluarga-keluarga yang bersih inilah, kelak akan lahir generasi yang kokoh.
Jika ini yang terjadi, dapat dipastikan janji Allah, bahwa masyarakat bisa makmur (kaya) dan kuat lewat jalur pernikahan, akan terbukti. Karena itu, makin tertutup alasan bagi para pemuda-pemudi untuk tidak segera menikah, jika mereka nyata-nyata telah sanggup melaksanakannya. Dengan kata lain, sikap menunda-nunda untuk segera menikah di kalangan muda-mudi, memang sangat aneh.
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya,” kata Umar bin Khattab RA.
Ayo, tunggu apa lagi? Jangan tunda-tunda pernikahan!

Calon Istri yang Dicari

Calon Istri yang Dicari
Penulis : Ibnu Latief
Majelis Ta’aruf Klab Santri :Sulitkah mencari istri?

Kalau melihat populasi antara laki-laki dan wanita saat ini, 1 banding 4, untuk sementara kita akan mengatakan tidak terlalu sulit mencari seorang calon istri. Kalau mencari istri hanya kriterianya cukup dia berjenis kelamin wanita saja, tanpa embel-embel lain, rasanya mudah. Setidaknya logika kita akan mengatakan, jika tidak berhasil dengan calon pertama kan ada peluang kedua. Gagal lagi yang kedua, masih ada yang ketiga dan keempat. Belum lagi peluang orang lain yang tak diambil. Lalu kalau mencari istri, tapi ingin yang cantik dan mempesona, sulitkah?
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab “MUDAH”. Sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu? Pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga? Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Ketika usia bertambah tua, kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona, sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan “kecantikan lain” pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa? Dengarkanlah sabda Rasulullah, “Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh, hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.” (HR. Ibnu Majah).
***
Kecantikan yang Memburukan
Seperti apakah kecantikan yang memburukan? Wallahu a’lam bishshawab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai? Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukan. Atau kecantikan yang memburukan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya di hadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?
Kecantikan atau harta belum cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang shaleh, tentang keadaan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga, tapi merupakan bekal yang membekas di hati, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beruntung! Kalau yang menyampaikan kata “beruntung” itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu? Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Allah dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan?
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita? Bukankah kita ingin ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah, dan bersyukur dengan apa pun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Allah dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah, atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata. Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhaan Allah dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Allah. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah akhlak mulia, Addiinu Akhlakul Kariimah. Termasuk akhlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Allah SWT, ” Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisaa' : 34).
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang alakadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan? Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan akhlak mereka.
***
Baik Agamanya
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan shalat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami, dan menjauhi kemaksiatan, itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa ia baik agamanya. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya.” (HR. Ahmad).
Seorang wanita, misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur’an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan akhlak seperti itu, aamiin…
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanallah, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Allah dan mulia di hadapan manusia, Insya Allah.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunnatullah. Berusaha dan berdo’a agar Allah menghadirkan seorang istri shalehah yang bertaqwa kepada Allah dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapa pun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapa pun yang rela memberikan bantuan.
Berikhtiarlah di atas garis syari’at yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri, kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, “khairunnisa”, siapakah khairunnisa itu?
“Khairunnisa” (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya.” (HR. Ahmad).
Sumber : Majalah Nurul Hayat

Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200

Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200
Written by usamah

Biologi molekuler mulanya diyakini bakal makin mengokohkan pohon evolusi
Darwin. Di luar dugaan, temuan terkini justru menguburnya

Hidayatullah. com – Dengan ditemukannya struktur molekul DNA di tahun
1953, maka dimulailah pengkajian baru di bidang evolusi molekuler.
Teknologi maju memungkinkan pembacaan urutan satuan molekul pembentuk
rantai DNA, RNA dan protein. Hal ini membuat para ilmuwan perintisnya
bersemangat dan yakin bahwa temuan-temuan di bidang ini bakal
membuktikan kebenaran pohon silsilah evolusi makhluk hidup rekaan
Darwin. Para ilmuwan itu bertumpu pada anggapan yang sederhana: semakin
dekat kekerabatan dua spesies makhluk hidup maka semakin miriplah urutan
rantai DNA, RNA dan protein keduanya.

Anggapan Darwin salah

Awalnya penelitian itu berjalan baik. Namun lambat laun, semakin banyak
temuan yang didapatkan, maka semakin jelaslah bahwa pohon evolusinya
Darwin semakin tidak terbukti, alias khayalan semata. Misalnya, pohon
silsilah evolusi sejumlah spesies yang didasarkan pada urutan rantai RNA
ternyata tidak cocok dengan pohon silsilah evolusinya yang didasarkan
pada susunan rantai DNA.

Tidak hanya itu, anggapan dasar Darwin bahwa sifat-sifat bawaan makhluk
hidup diturunkan hanya secara vertikal saja, yakni makhluk hidup
menurunkan sifat-sifatnya hanya kepada keturunannya saja, ternyata juga
keliru. Dengan semakin banyaknya susunan gen-gen yang berhasil
tersekuensi (terbaca), maka semakin jelaslah bahwa pandangan Darwin itu
salah sama sekali.

"Terdapat pertukaran informasi genetis tanpa pilih antar
kelompok-kelompok yang beraneka ragam, kata Michael Rose, pakar biologi
evolusi di University of California, AS, sebagaimana dikutip majalah
iptek pro-evolusi New Scientist, 21 Januari 2009.

Ilmuwan menamakan pertukaran informasi genetis antar spesies makhluk
hidup ini sebagai pemindahan gen secara horisontal, Horizontal Gene
Transfer
(HGT). HGT seringkali terjadi pula antar kelompok yang sangat
berbeda secara taksonomi. HGT tidaklah diketahui di masa Darwin, di mana
sarana penelitian ilmiah sangatlah kuno dan terbelakang. Kini HGT
diketahui ilmuwan sebagai pemeran penting dalam pertukaran informasi
genetis.

Tanggapan ilmuwan evolusionis

Kalangan evolusionis memiliki tanggapan beragam, namun mereka sepakat
bahwa pohon evolusinya Darwin sudah tidak absah lagi secara ilmiah. Tapi
karena dogma yang diyakini buta, sebagian tampak sulit mengakui bahwa
evolusi hanyalah skenario khayalan yang tidak ada di alam nyata.
Contohnya adalah Eric Bapteste, pakar biologi evolusi di Pierre and
Marie Curie University, Paris, Prancis yang berujar:

"If you don't have a tree of life, what does it mean for evolutionary
biology
?... At first it's very scary... but in the past couple of years
people have begun to free their minds... The tree of life was useful...
It helped us to understand that evolution was real. But now we know more
about evolution, it's time to move on."

[Jika Anda tidak memiliki pohon kehidupan, apa itu artinya bagi biologi
evolusi?... Awalnya hal itu sangatlah menakutkan.. . namun dalam beberapa
tahun silam orang telah mulai membebaskan pikiran mereka.... Pohon
kehidupan tersebut [dulu] berguna... [Pohon] itu [dulu] membantu kita
memahami bahwa evolusi adalah nyata. Tapi sekarang kita tahu lebih
banyak mengenai evolusi, ini saatnya untuk melangkah ke depan]

Michael Syvanen, Biologiwan asal University of California, Davis, AS,
berpendapat mirip, "Kita telah menghancurkan pohon kehidupan
tersebut. Ia bukan lagi sebuah pohon. Ia adalah sebentuk jalinan yang
secara keseluruhan berbeda."

Michael Rose bahkan punya tanggapan yang lebih terbuka lagi, katanya:

"The tree of life is being politely buried, we all know that... What's
less accepted is that our whole fundamental view of biology needs to
change."

[Pohon kehidupan itu sedang dikubur dengan sopan, kita semua tahu
itu.... Apa yang kurang diakui adalah bahwa keseluruhan pandangan
mendasar kita tentang biologi perlu diubah]

Demikianlah, penuturan jujur Rose itu mengisyaratkan betapa sulit bagi
penganut dogmatis teori evolusi untuk meninggalkan cara pandang lama
tentang ilmu biologi, atau tepatnya cara pandang terhadap hidup dan
kehidupan yang terkungkung rapat oleh tempurung teori evolusi.

Sudah jelas bahwa tumbangnya pohon kehidupan Darwin adalah sebuah
isyarat ambruknya pokok-pokok ajaran mengenai makhluk hidup dan
kehidupan yang didasarkan pada teori evolusi. Ini karena pohon silsilah
evolusi kehidupan rekaan Charles Darwin adalah pilar utama yang tanpanya
teori evolusi tidak akan pernah muncul, sebagaimana dinyatakan sendiri
oleh New Scientist:

"The tree-of-life concept was absolutely central to Darwin's
thinking, equal in importance to natural selection, according to
biologist W. Ford Doolittle of Dalhousie University in Halifax, Nova
Scotia, Canada
. Without it the theory of evolution would never have
happened."

[Gagasan pohon kehidupan itu mutlak penting bagi pemikirannya Darwin,
sepenting seleksi alam, menurut pakar biologi W. Ford Doolittle dari
Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia, Kanada. Tanpanya teori
evolusi tidak akan pernah terjadi]

Apa artinya? Dengan ambruknya pohon silsilah evolusi ini, maka teori
evolusi sebenarnya sudah terbukti memang tidak ada dan tidak pernah
terjadi dalam kenyataan di alam. Singkat kata, teori evolusi adalah
khayalan murni, sebagaimana khayalnya pohon silsilah evolusi kehidupan
itu sendiri. (bersambung) . [wwn/newscientist/ www.hidayatullah .com
<http://hidayatullah .com/> ]

Kerangkeng Masyarakat Modern

Kerangkeng Masyarakat Modern
By: Prof. dr Achmad Mubarok MA

Ketidak berdayaan manusia bermain dalam pentas peradaban modern yang terus melaju tanpa dapat dihentikan itu menyebabkan sebagian besar “manusia modern” itu terperangkap dalam situasi yang menurut istilah Psikolog Humanis terkenal, Rollo May disebut sebagai “Manusia dalam Kerangkeng”., satu istilah yang menggambarkan salah satu derita manusia modern.

Manusia modern seperti itu sebenarnya adalah manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong, The Hollow Man. Ia resah setiap kali harus mengambil keputusann, ia tidak tahu apa yang diinginkan, dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkaan.. Para sosiolog menyebutnya sebagai gejala keterasingan, alienasi, yang disebabkan oleh (a) perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat , (b) hubungan hangat antar manusia sudah berubah menjadi hubungan yang gersang, © lembaga tradisionil sudah berubah menjadi lembaga rational, (d) masyarakat yang homogen sudah berubah menjadi heterogen, dan (e) stabilitas sosial berubah menjadi mobilitas sosial.

Situasi psikologis dalam sistem sosial yang mengkungkung manusia modern itu bagaikan kerangkeng yang sangat kuat, yang membuat penghuni di dalamnya tak lagi mampu berfikir untuk mencari jalan keluar dari kerangkeng itu. Orang merasa tak berdaya untuk melakukan upaya perubahan, kekuasaan (sistem) politik terasa bagaikan hantu yang susah diikuti standar kerjanya, ekonomi dirasakan tercengkeram oleh segelintir orang yang bisa amat leluasa mempermainkannya sekehendak hati mereka, bukan kehendaknya, dan nilai-nilai luhur kebudayaan sudah menjadi komoditi pasar yang fluktuasinya susah diduga.

Bagaikan orang yang telah lama terkurung dalam kerangkeng, manusia modern menderita frustrasi dan berada dalam ketidakberdayaan, powerlessness. Ia tidak mampu lagi merencanakan masa depan, ia pasrah kepada nasib karena merasa tidak berdaya apa-apa. Rakyat acuh tak acuh terhadap perkembangan politik, pegawai Negeri merasa hanya kerja rutin , dan hanya mengerjakan yang diperintah dan yang diawasi atasannya.

Kerangkeng lain yang tidak kalah kuatnya adalah dalam kehidupan sosial. Manusia modern dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Mereka merasa sangat terikat untuk mengikuti skenario sosial yang menentukan berbagai kriteria dan mengatur berbagai keharusan dalam kehidupaan sosial. Seorang isteri pejabat merasa harus menyesuaikan diri dengan jabatan suaminya dalam hal pakaian, kendaraaan, aassesoris, bahkan sampai pada bagaimana tersenyum dan tertawa. Seorang pejabat juga merasa harus mengganti rumahnya, kendaraannya, pakaiannya, kawan-kawan pergaulannya, minumannya dan kebiasan-kebiasaan lainnya agar sesuai dengan skenario sosial tentang pejabat. Kaum wanita juga dibuat sibuk untuk mengganti kosmetiknya, mode pakaiannya, dandanannya, meja makan dan piring di rumahnya untuk memenuhi trend yang sedang berlaku.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Islamisasi Ilmu

From: warnaislam@yahoogro ups.com
Profesor Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, Akhlak Mulia Lewat Islamisasi Ilmu

Dekadensi moral pada zaman modern ini sudah mencerminkan kehidupan
jahiliyah. Manusia di dunia kini merasa modern, tapi penuh kebodohan
dalam memahami hakikat hidup.

Akhlak di berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Muslim juga ikut
rusak. Salah satu penyebabnya, yakni tidak diaplikasikannya ajaran Islam
dengan baik. Itu terjadi karena pendidikan yang jauh dari nilai Islami.

Profesor pakar pendidikan asal Malaysia, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud,
mengajak semua kaum Muslimin untuk kembali mengamalkan nilai-nilai
Islam. Setiap orang tidak harus mengubah profesinya untuk menjadi ustadz
atau kiai. Tapi, tetap berprofesi sesuai bidang yang digelutinya dengan
menerapkan nilai Islam sehingga berakhlak mulia.

Konsep Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa diterapkan oleh umat Islam.
Masyarakat non-Muslim pun bisa menyerapnya.

Akhir Januari lalu, wartawan Republika, Arie Lukihardianti, sempat
mewawancarai guru besar, aktivis, motivator, dan penyair ini saat
singgah di kompleks Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB),
dalam safari diskusi, seminar, dan kuliah umumnya di berbagai perguruan
tinggi di Indonesia.

Anda sebenarnya ilmuwan biologi. Mengapa tertarik pada ilmu Islam?
S1 saya memang mengambil biologi. Setelah tamat, mengajar jadi guru
biologi di sekolah khusus di Malaysia. Namun, S2 saya menyambung ke ilmu
pendidikan. Khususnya, dalam bidang kurikulum dan pengajaran. Saya juga
aktif memahami ajaran Islam. Tapi, saya mendalami masalah ilmu
pendidikan itu tidak secara mutlak. Jadi, belajar ke salah satu dosen
saat di Chicago, USA. Di Chicago, saya belajar bahasa Arab, Parsi,
Jerman, dan Perancis.

Mengapa ingin memperdalam Islamisasi ilmu?
Saya anggap itu sebagai tanggung jawab seorang cendekiawan Muslim yang
mau menyumbang bagi bangsanya. Soalnya, kita sebagai umat Muslim harus
belajar Islam dengan baik. Saya memperdalam pelajaran Islam ini sebagai
tanggung jawab pribadi. Agar, bisa menjadi seorang guru yang benar-benar
baik.
Tapi, konsep mengenai Islamisasi ilmu yang dikembangkan di Salman
(Masjid Salman ITB) ini saya pahami kemudian, sebagai usaha pribadi
saya. Karena, sependapat dengan buku yang dibuat oleh salah satu guru
besar di ITB, yaitu Antara Bangsa Pemikiran dan Umat Islam.

Konsepnya Islamisasi ilmu ini berbeda dengan Arabisasi? Bisa Anda
jelaskan?
Memang, Islam bermula dari kandungan bahasa Arab. Islam adalah agama
yang alami, bisa masuk ke seluruh dunia, bangsa, dan bahasa. Untuk
setiap bangsa yang ingin memahami agama Islam, memang harus memahami
bahasa Arab saat mempelajari kandungan ayat Alquran. Tapi, Islamisasi
bukan Arabisasi. Islamisasi tidak sama dengan pengaraban. Walaupun untuk
mengamalkan Islam tidak jauh dari budaya Arab, tapi bukan berarti budaya
Arab yang dipahami itu Islam.

Jadi, maksudnya Islamisasi ilmu itu bagaimana?
Kita bisa memberdayakan bahasa dan budaya lokal. Tanpa harus berbudaya
sama dengan Arab, kita bisa mengangkat aspek-aspek budaya lokal ke
tingkat yang lebih tinggi. Tentunya, dalam kerangka pandangan alam,
akhlak, dan undang-undang Islam itu. Contoh, kalau Islam datang ke
budaya lain, memang kosakata Arab dimasukkan, misalnya, istilah Allah,
nabi, kitab, kertas, akal, zikir, dan pikir.
Tapi, Islam tidak menghapuskan bahasa-bahasa lokal. Bahkan, mengekalkan
bahasa lokal dan mengangkat ke taraf yang lebih tinggi. Misalnya, surga,
neraka, pahala, guru, asrama, jiwa, dan budi, itu semua bahasa Hindu dan
Budha. Tapi, Islam memasukkan pada kerangka alam bahkan mengangkat kata
itu lebih tinggi sebagai makna baru.

Selain bukan Arabisasi, menurut Anda Islamisasi ilmu juga bukan
anti-Barat?
Islamisasi ilmu tidak berbeda dengan menolak budaya Barat. Tapi,
Islamisasi ilmu justru memasukkan berbagai hal penting di budaya Barat
ke dalam pandangan kita. Tentunya, harus dalam rangka membentuk akhlak
dan syariat Islami.
Misalnya, dalam demokrasi kan ada asas kemanusiaan. Hak asasi manusia
(HAM) sebenarnya datang dari Barat. Namun, dalam mengaplikasikan HAM
tetap harus sesuai dengan Islam. Contohnya, keadilan pada wanita dalam
Islam berpikirnya dalam kerangka keluarga. Namun, bagi Barat keadilan
untuk wanita tidak berpikir dalam kerangka keluarga.

Dia tertarik mendalami Islamisasi ilmu ini sampai 1988. Kemudian, pindah
ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai dosen. Memegang jabatan
sebagai peneliti utama dan memimpin perbedaan epistemologi dan teori
Melayu.
Karya intelektualnya, antara lain, terwujud dalam 13 judul buku dan
lebih dari 30 artikel di jurnal lokal dan internasional.
Beberapa buku dan artikelnya sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia,
Indonesia, Turki, Jepang, Persia, Russia, Bosnia, dan Macedonia.

Kalau tentang konsep demokrasi sendiri bagaimana?
Di ilmu Islam, demokrasi juga baik, tapi tidak mutlak mengadopsi semua
konsep yang dibuat Barat. Demokrasi harus ada batasannya. Misalnya,
kalau rakyatnya bodoh dan jahat saat pemilihan umum (pemilu), di Islam
suara orang bodoh tidak sama dengan ulama. Jadi, di Islam demokrasi
konsepnya harus syuro (orang yang berilmu dan berakhlak). Suara syuro
lebih afdol daripada suara terbanyak.
Di Islam, hak yang bijak berbeda dengan suara masyarakat banyak. Saat
pemilihan, yang dihitung bukan suara orang. Antara suara kiai dan
maling, kalau demokrasi Barat perhitungannya sama. Padahal, di Islam
seharusnya suara ulama berbeda dengan yang bodoh.
Jadi, demokrasi dalam Islam harus dimasukkan seperti itu. Islamisasi,
walaupun mengacu pada pemahaman barat, tapi harus sesuai dengan
pemahaman Islam.

Bisa dijabarkan konsep Islamisasi sendiri seperti apa?
Islamisasi bukan kaidah epistemologi yang bersifat eksklusif yang
negatif, tapi inklusif yang berprinsip. Semua bangsa bisa mengambil
ide-ide agama Islam untuk disesuaikan dengan kondisi bangsanya.
Jadi, Islamisasi ilmu ini tidak hanya bisa mengambil aqidahnya. Semua
bangsa bisa mengambil nilai Islami yang terbaik bagi bangsanya.
Misalnya, negara Jepang dan Spanyol bisa menerapkan nilai Islam ini
tanpa memusuhi konsep Barat.

Tapi, kan pemahaman tentang Islam berbeda-beda dengan banyaknya aliran.
Agar pemahaman Islamisasi ilmu sama bagaimana?
Islam harus dijadikan sebagai akarnya ilmu. Semua masalahnya, misalnya
ekonomi dan perbankan, harus dipelajari oleh orang-orang yang
benar-benar paham terhadap ilmu itu. Masalah perbankan harus diajarkan
oleh orang yang benar-benar paham terhadap perbankan. Begitu juga,
dengan ilmu syariah dan tasawuf.
Jadi, tidak sembarang orang bisa mengajarkan ilmu-ilmu itu. Mereka harus
terlatih dalam bidangnya sehingga ilmu Islam, misalnya akhlak dan
tasawuf bisa dijelaskan juga.

Apa yang menyebabkan pemahaman tentang Islam berbeda?
Perpecahan yang sekarang ada merupakan perbedaan yang tidak baik.
Perbedaan itu terjadi karena pendapat yang berbeda tentang Islam.
Padahal, Islam bersifat global serta berlaku di seluruh bangsa.
Memang, Islam suatu sejarah yang besar. Kalau ajaran yang sudah ribuan
tahun ada dirombak begitu saja, akan terjadi perbedaan paham. Oleh
karena itu, yang mengajarkan paham Islam harus benar-benar orang yang
menguasai ajaran Islam. Karena, seharusnya paham Islam itu secara global
di seluruh dunia, sama.

Apa kendala untuk mengislamisasikan ilmu?
Pertama, ada pemahaman yang keliru di umat Islam tentang apa itu ilmu.
Mereka keliru tentang makna ilmu dan tujuan pendidikan. Ilmu dan opini
disamaratakan. Opini, mereka bilang ilmu.
Apa yang disepakati dan pendapat seseorang tentang sesuatu seharusnya
dibedakan. Tapi, sekarang disamaratakan, dianggap sebagai sebuah ilmu.
Asal ilmu itu disampaikan oleh Barat, misalnya Inggris dan Belanda, akan
dianggap sebagai kebenaran. Padahal, ilmu tersebut banyak yang hanya
berupa teori, dugaan, atau hipotesis.

Bisa Anda sebutkan ilmu apa yang seperti itu?
Salah satunya ilmu psikologi. Di teori psikologi, yang diletakkan
sebagai kebenaran manusia itu hanya jasad, emosi, dan meninggal. Tapi,
ruhnya tidak dianggap ada. Ruh itu, menurut teori psikologi, akan hilang
kalau tubuh hilang. Jadi, konsep yaumil akhirat tidak diterapkan.
Padahal, itu salah, tapi dianggap sebagai kebenaran yang mutlak.

Berarti umat Islam selama ini disesatkan?
Ya, betul untuk ilmu psikologi. Tapi, tidak semua ilmu yang datang dari
Barat salah semua. Pada umumnya, ilmu yang disesatkan biasanya berkaitan
dengan ilmu ruh manusia. Karena, mereka menyoroti cuma jasadi tidak
rohaniah.

Kalau konsep Islamisasi ilmu ini diterapkan, bisa jadi alternatif paham
baru?
Saya tegaskan sekali lagi, Islamisasi bukan anti-Barat atau anti yang
bukan Muslim. Tapi, Islamisasi untuk mengukuhkan identitas umat Islam
sedunia. Untuk memperkaya pengalaman keagamaan, akhlak, dan kemanusiaan
masyarakat dunia. Juga, membentuk keluarga Islami. Sehingga, bisa
menjadi politik yang Islami.
Islamisasi akan mengislamkan akhlak semua manusia bukan hanya cerdas
karena mempelajari buku teks. Jadi, Islamisasi akan mengubah ilmu,
akhlak, dan peradaban. Karena, tujuan Islamisasi untuk mengislamkan
akhlak agar jadi mulia.

Jadi, dengan kata lain, cerdas secara keilmuan tidak cukup?
Ya, kalau hanya cerdas menguasai ilmu bidang tertentu itu belum
sempurna. Misalnya, dia tahu ilmu tentang akhlak baik pada manusia.
Tapi, dia tidak baik pada pencipta-Nya. Maka itu, hanya menjadi
habluminannas (hubungan dengan manusia), tapi bukan habluminallah
(hubungan dengan Allah SWT). Kalau dia baik dengan membantu masyarakat
miskin, tapi tidak mengakui pencipta-Nya sendiri, tetap sudah melakukan
kekhilafan.
Kekeliruan besar yang menjangkiti orang terpelajar, mereka keliru bukan
karena bodoh. Melainkan, ada fakta yang benar disalahtafsirkan oleh
mereka.

Bagaimana mengaplikasikan Islamisasi ilmu, apa harus membuat kurikulum
khusus?
Memang dalam jangka waktu terbatas lima tahun, pendidikan itu tidak akan
bisa membuat seseorang menjadi ulama. Kita pun tidak seharusnya membuat
seorang menjadi kiai. Tapi, sudah seharusnya semua profesi dipegangi
dengan ilmu agama yang mantap. Misalnya, menjadi dokter harus juga
memahami Alquran, ilmu hadis, syariah, dan akhlak, sehingga bisa untuk
mewarnai dan mengaplikasikan amal mereka.
Kalau pemahaman Barat ada yang baik, umat Islam mau memasukkan dan
mengintegrasikan pun tidak apa-apa. Asal, payung yang digunakan tetap
harus Islami.

Dari mana memulai untuk mengaplikasikan Islamisasi ilmu?
Pusat paling strategis untuk Islamisasi ilmu ada di perguruan tinggi.
Memang, kita menganggap TK sampai SMA juga penting. Tapi, kan mereka
sebenarnya bergantung pada guru-guru yang mengajar mereka. Guru yang
mengajar TK sampai SMA, semuanya produk dari perguruan tinggi.
Penulis-penulis buku pun kebanyakan dibuat oleh (lulusan) perguruan
tinggi. Jadi, walaupun targetnya sekolah dasar, yang harus diubah
pertama adalah guru-gurunya. Semua ambiya harus mendidik golongan dewasa
itu.

Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di The University of Chicago (AS),
Prof Wan Mohd Nor diundang oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas untuk
mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization
(ISTAC). Organisasi ini memberikan pendidikan formal dan nonformal,
termasuk menyediakan berbagai referensi bacaan untuk mahasiswa. Dari
1998-2002, dia menjabat deputy director of ISTAC.
Hingga saat ini, dia masih menjadi peneliti di Institute of the Malay
World and Civilization (ATMA), National University of Malaysia (UKM) di
Bangi.

Banyak orang yang fobia terhadap Islam. Bagaimana untuk menepis itu?
Mereka harus tahu, Islamisasi ilmu bukan berarti meninggalkan ilmu-ilmu
yang dibawa oleh non-Islam. Pikiran fobia sendiri muncul karena tiga
penyebab.
Penyebab pertama, mereka mempelajari perilaku Islam dari guru-guru yang
mempelajari Islam dengan sempit, sehingga menimbulkan pemahaman yang
keliru dan ketakutan. Kedua, dia tahu mengenai Islam, tapi tidak mau
mengaplikasikannya. Jadi, dia tahu Islam itu baik, tapi tidak mau karena
berkaitan dengan masalah akhlak yang dipengaruhi oleh kepentingan
ekonomi, politik, dan lain-lain.
Penyebab ketiga, dia tahu, dia mau, tapi memiliki masalah yang kompleks
pada agamanya dan terhadap paham lain.
Tiga alasan itu menyebabkan seseorang menjadi fobia terhadap Islamisasi.
Pertama, kejahilan; kedua, tidak jahil, tapi tidak mau; ketiga, dia
tidak jahil, mau, tapi punya masalah, misalnya kalau menerapkan konsep
Islam orang menganggap rendah dan sebagainya.

Apakah konsep Islamisasi ilmu ini sudah berjalan di Malaysia?
Proses Islamisasi di Malaysia memang mulai berlaku dalam hal tertentu,
karena politik kerajaan di Malaysia memberikan perhatian khusus pada
masalah pendidikan. Saya lihat di Indonesia pun usaha-usaha untuk
menerapkan pandangan Islam sudah ada. Namun, memang Malaysia lebih
memperhatikan pendidikan Islami ini. Misalnya, dalam hal yang melanggar
tata krama.
Kalau pejabat itu beragama Islam, mereka wajib merencanakan kemajuan
Islamisasi ilmu yang akan berdampak pada akhlak masyarakatnya. Tapi,
dalam menerapkan konsep Islamisasi ilmu itu tidak boleh mencampakkan hak
orang yang bukan Islam. Mereka harus diperlakukan seadilnya. Namun,
jangan sampai untuk menjaga hak non-Islam, hak orang Islam sendiri malah
dikorbankan.

Masyarakat non-Islam sendiri tidak perlu khawatir dengan Islamisasi
ilmu?
Islam menolak aliran sekulerisasi yang mengikis habis makna manusia dari
politik dan kemanusiaan. Sebenarnya, paham sekulerisasi ini musuh bagi
semua agama. Kalau Islamisasi berjalan baik, semua umat apa pun agamanya
akan mendukung. Kalau Islamisasi sukses, akan menjamin umat Islam lebih
berakhlak dan akan lebih menjamin hak-hak ekonomi serta politik semua
umat, termasuk non-Muslim.
Kalau memiliki akhlak yang baik dan bisa menjaga hati nurani, masyarakat
tidak akan memilih pemimpin yang rusak. Maka itu, semua negara akan
dipimpin oleh pemimpin yang baik.(republika. co.id)

Indahnya Kehidupan


Indahnya Kehidupan

By: agussyafii


Ada orang mengeluh, hidup tidak aman, banyak maling, banyak pencopet, banyak penodong. Cari pekerjaan susah karena harus nyuap, dagang juga susah karena banyak pungutan liar, berpolitik susah karena politik itu kotor, jadi orang jujur juga susah karena dimusuhi, jadi pejabat juga susah karena harus setor keatas, jadi orang kecil lebih susah lagi karena selalu terinjak-injak. Dunia kita benar-benar seperti neraka, keluhnya.

Menurut hadis Nabi, dunia ini bisa menjadi taman yang indah seperti sorga (addunya bustanun), tetapi ada syaratnya, yaitu didukung oleh pilar-pilar yang kuat.

Apa saja pilar surga dunia ? Pertama, dengan ilmunya ulama (bi`ilmi al `ulama), yakni jika tatanan dunia ini diatur dengan ilmu, ada konsepnya yang masuk akal. Tatanan pemerintah, tatanan ekonomi, tatanan budaya yang tidak berpijak pada ilmu niscaya akan menghasilkan kekacauan.

Kedua ; dengan keadilan umara (bi`adli al ¡umara¢), maksudnya pemerintahnya berlaku adil, yakni menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, yang benar ditempatkan sebagai kebenaran, yang salah ditempatkan sebagai kesalahan, yang milik negara ditempatkan di kas negara, yang hak rakyat diberikan kepada rakyat dan seterusnya. Menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, misalnya korupsi adalah perbuatan zalim, dan kezaliman akan mengubah yang indah menjadi penderitaan.

Ketiga; dengan ibadahnya para hamba (bi`ibadati al`ubbad), yakni masyarakat merendahkan diri mengabdi kepada Tuhan, segala yang dikerjakan diniatkan secara ikhlas karena Allah. Jika orang melakukan sesuatu tidak dengan ikhlas akan menggiring mereka pada kemunafikan, dan kemunafikan akan membuat pergaulan menjadi tidak nyaman.

Kempat; dengan kejujuran para pengusaha (bi amanat at tujjar); yakni pengusaha tidak memanipulasi kualitas, tidak membobol uang negara, tidak melakukan kolusi dengan pejabat, tidak memanfaatkan kebodohan konsumen. Jika pengusaha tidak jujur maka rasa aman (trust) pembeli akan hilang, dan jika trust tidak ada maka hidup atau transaksi menjadi tidak nyaman. Kelima; dengan .

Kelima dengan kedisiplinan para pekerja (binasihati al muhtarifin). Jika para pekerja tidak disiplin maka pelayanan sosial akan menurun, produksi akan menurun, lembaga usaha tidak untung, kesejahteraan karyawan tidak bisa naik.

Keenam, dengan kemurahan hati rang kaya (bisakhawati al ¡aghniya¢), yakni orang yang memperoleh rizki lebih banyak selalu ingat hak-hak orang miskin (zakat, infaq, sedekah) sehingga harta tidak menumpuk pada sekelompok kecil orang kaya. Ketujuh; dengan doanya orang faqier (bida`wati al fuqara¢) . Jika orang kaya bermurah hati kepada fakir miskin, maka mereka tidak mendendam kepada orang kaya, sebaliknya justeru mencintai, menghormati dan selalu mendoakan mereka. Jika pilar-pilar itu berdiri, pastilah hidup di dunia ini indahseperti di sorga, tidak ada konflik horizontal, hidup terasa indah meski berbeda-beda posisi dan rejeki.

Bagaimana Membuat Brand Produk Anda Menjadi Top of Mind di Benak Konsumen?

Dalam ilmu marketing ada istilah “top of mind”. Top of mind maksudnya brand produk yang nancap nomer satu di benak konsumen. Ketika orang menyebut nama umum produk tersebut, yang langsung kita ingat adalah brand tersebut. Contoh, dulu ketika menyebut sepeda motor, top of mind-nya adalah Honda. Sekarang Yamaha juga lumayan sukses menjadi top of mind.

Nah mengenai top of mind itulah yang akan kita bahas kali ini. Bagaimana membuat produk anda menancap menjadi top of mind di benak konsumen. Mari kita mulai saja…

Sering kali top of mind berkaitan dengan market share atau penguasaan pasar. Sebuah brand produk yang menguasai pasar biasanya menjadi top of mind. Karena itu, pemilik produk biasanya selalu berusaha menggenjot penjualan. Maka beragam cara promosi dilancarkan. Target market dibombardir dengan promosi dari segala arah.

Kalau di bisnis internet, promosi online berbayar lewat iklan PPC, promosi gratis, dan promosi lewat blog dilancarkan. Bukan itu saja, promosi offline pun ikut dirambah. Belum cukup? Teknik SEO pun diperdalam agar bisa merajai hasil pencarian di search engine.

Maka benar apa kata Mas Hengky kalau menjadi pebisnis internet butuh banyak amunisi dan jurus. Tidak cukup tahu blogging saja, namun juga ilmu copywriting, dan lainnya. Namun enaknya itu semua bisa dipelajari sambil menekuni bisnis internet yang resikonya boleh dibilang relatif kecil. Makin lama kita menggeluti bisnis internet, makin dalam ilmu yang kita miliki.

Di samping lewat promosi, pencapaian top of mind sebuah brand produk berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen. Interaksi dengan konsumen kembali menjadi syarat mutlak. Ibaratnya pemilik produk seolah selalu berada di samping konsumen.

Namun kedua upaya tadi bisa kurang berhasil mencapai top of mind bila tak didukung kuatnya identitas brand. Berikut ini beberapa kriteria yang patut anda pertimbangkan ketika memilih identitas brand produk anda:

  • Mudah diingat. Kalau bisa sekali mendengar/membaca, konsumen langsung ingat brand produk anda. Karena itu, brand produk sebaiknya tak terlalu panjang. Pemilihan nama brand produk sama pentingnya seperti saat anda memilih nama domain situs web.
  • Berkaitan. Brand produk anda berkaitan dengan produk yang anda tawarkan. Misalnya produk anda untuk menghilangkan masuk angin, brand-nya ada embel-embel kata “angin”-nya. Tujuannya juga untuk memudahkan konsumen menghubungkan brand anda dengan masalah yang sedang anda hadapi.
  • Fleksibel. Artinya brandnya bisa terus dikembangkan. Selalu terbuka kemungkinan memperbaiki produk anda secara terus-menerus. Cara ini juga dimaksudkan untuk menjaga eksistensi produk anda.

Nah, untuk menjadi top of mind mulailah dengan membuat identitas brand yang kuat lalu lakukan kedua upaya tadi. Yaitu menggenjot promosi dan menguatkan hubungan dengan konsumen.

Baiklah… bagaimana menurut anda? Silakan sampaikan komentar anda dan mari kita diskusikan.

Inilah 10 Tips agar Anda Lebih Bahagia Saat Berbisnis Online


Aktivitas dan jadwal yang padat kadang mudah mendatangkan stres pada diri kita. Akibatnya pekerjaan yang kita lakukan menjadi tak maksimal dan berpengaruh pada kualitas pekerjaan. Sekalipun anda berbisnis online, yang bekerja hanya di depan komputer, namun rasa stres itu bisa saja menjangkiti.

Lalu bagaimana?

Untuk sukses, kita tak harus stres. Sukses bisa kita raih dengan penuh kegembiraan. Rasa riang dan bahagia justru memperbesar peluang kita untuk sukses. Sebab rasa bahagia merupakan cara terdahsyat meningkatkan produktivitas kita. Dan produktivitas merupakan penentu kesuksesan.

Dengan berbahagia, kita akan merasa senang menjalankan aktivitas itu. Dengan merasa happy, kita akan merasa nikmat melaksanakan pekerjaan kita. Sehingga hasil pekerjaannya menjadi maksimal. Rasa bahagia juga membangkitkan energi kreatif dalam tubuh anda. Ide-ide baru untuk pengembangan bisnis online anda akan terus bermunculan. Rasa bahagia juga akan merangsang pikiran anda menjadi lebih terbuka. Sehingga ilmu dan pelajaran baru bisnis online lebih mudah terserap.

Rasa senang juga membangkitkan sikap optimis bahwa bisnis online anda akan berhasil. Anda akan terus bersemangat dan menikmati setiap prosesnya.

Ok. Tapi bagaimana caranya agar sepanjang waktu kita selalu dilingkupi perasaan senang dan bahagia?

Berikut ini beberapa tipsnya:

  1. Bangun Mental Positif dalam Diri Anda. Mental positif berpengaruh besar bukan hanya pada bisnis online anda, tapi pada jalan hidup anda selanjutnya. Setahu saya setiap pebisnis online sukses selalu bermental positif. Mereka selalu mengembangkan sikap, pikiran, dan perasaan positif dalam hidupnya.
  2. Visualisasikan Tujuan Bisnis Anda. Dengan mengetahui tujuan anda, anda memiliki target yang jelas. Ini akan membantu anda lebih bersemangat untuk mencapai tujuan itu. Setiap anda merasa sedang kendor semangatnya, coba lihat kembali tujuan bisnis anda. Itu akan membuat anda lebih bersemangat dan berbahagia menjalaninya.
  3. Senyumlah. Bekerjalah sambil tersenyum. Senyuman tersebut akan merangsang seluruh anggota tubuh anda untuk merasa bahagia. Anda bisa mencobanya sekarang juga. Rasakan perbedaan suasana hati anda saat anda senyum dan saat anda cemberut. Mengenai manfaat tersenyum, coba baca di blog AndinaElegance.
  4. Lakukan Pekerjaan yang Anda Sukai Setiap Hari. Misalkan anda suka blogwalking, pastikan kegiatan tersebut tak anda lewatkan. Karena pekerjaan yang anda sukai itu akan menyalurkan rasa bahagia pada pekerjaan-pekerjaan selanjutnya.
  5. Mulai dari Pekerjaan yang Termudah. Melakukan pekerjaan yang termudah akan membantu membangkitkan semangat anda. Memulai pekerjaan dari yang termudah akan membuat anda lebih bersemangat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
  6. Selesaikan Pekerjaan Satu Persatu. Selesaikan pekerjaan anda satu persatu. Dan nikmatilah! Dengan begitu setiap pekerjaan yang harus anda selesaikan bisa selesai dengan maksimal.
  7. Rayakan Keberhasilan Anda. Setiap prestasi yang anda raih, anda perlu merayakannya. Merayakan keberhasilan merupakan cara menghargai kerja keras anda. Rayakanlah bersama orang-orang di sekeliling anda.
  8. Salurkan Kebahagiaan Anda pada Orang Lain. Kebahagiaan itu bisa menular. Mengabarkan kebahagiaan anda pada orang lain bisa ikut manambah kadar bahagia di hati anda.
  9. Katakan Kalau Anda Bahagia. Setiap anda bangun pagi, katakan dengan tegas beberapa kali “saya bahagia hari ini!” Perkataan tersebut sebagai stimulus awal yang akan menyadarkan tubuh anda kalau anda tengah bahagia.
  10. Selalu Niatkan untuk Membantu Orang Lain. Apapun jenis bisnis online anda atau apapun produk atau jasa yang anda tawarkan, selalu niatkan untuk membantu orang lain. Dengan niat seperti itu akan lebih mendatangkan ketentraman bagi diri anda.

Melakukan ke-10 tips di atas bisa mendorong diri anda menjadi lebih bahagia. Dan yang jelas, untuk berbahagia tak harus menunggu hal-hal di luar diri anda menjadi seperti yang anda harapkan, seperti mungkin traffic yang meningkat tajam, atau mungkin penjualan yang meningkat. Karena kebahagiaan sejati itu pada hakikatnya bersumber dari dalam diri anda sendiri.

So, apakah anda sudah bahagia hari ini?

Membeli Kebun di Surga

Membeli Kebun di Surga

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah, di surga nanti, ia akan memiliki seperti yang ia sedekahkan.”

Abu Dahdah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, aku
memiliki dua kebun. Apabila salah satunya kusedekahkan, apakah kelak
aku akan memiliki kebun seperti itu di surga?’

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah kembali bertanya, “Apakah istri (Ummu Dahdah) dan anak-anakku juga akan bersamaku di surga?”

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah pun membulatkan tekadnya untuk menyedekahkan kebunnya
yang terbaik.
Sesampainya di kebun itu, ia berjumpa dengan istri dan
anak-anaknya. Ia pun menegaskan kepada mereka, “Aku akan menyedekahkan
kebun ini. Dengan begitu, aku membeli kebun seperti ini di surga.
Adapun engkau, istriku, akan bersamaku dan seluruh anak kita.”

Tiba-tiba saja meneteslah air mata bahagia dari kedua pelupuk mata istrinya yang beriman itu.

Istri Abu Dahdah lalu berkata, “Semoga yang engkau jual dan beli diberkati Allah SWT, wahai suamiku.”

Istri Abu Dahdah kemudian segera memanggil anak-anaknya dan
meninggalkan kebun itu karena sudah bukan milik mereka lagi. Akhirnya,
kebun itu menjadi milik umat Islam yang miskin.

Kisah diatas dikutip oleh al-Kalbi dalam tafsirnya saat menjelaskan surah al-Baqarah ayat 245,

“Barangsiapa
meminjami Allah dengan pinjamannya yang baik maka Allah melipatgandakan
ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki)
dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Kisah ini
mengingatkan kita bahwa apa yang tengah kita genggam sekarang ini, apa
yang kita miliki kini, pada hakikatnya tidaklah memiliki arti apa-apa
bila tidak kita infakkan, bila tidak kita sedekahkan di jalan Allah.

Harta yang diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan kenikmatan
surga bukanlah harta yang kita peroleh kemudian kita simpan, melainkan
harta yang kita peroleh dengan jalan yang halal kemudian kita infakkan
(nafkahkan) dan kita sedekahkan.

Abu Dahda, seorang sahabat Nabi, ketika mendengar bahwa sedekah yang
kita berikan akan diganti oleh Allah dengan ganti yang setimpal, bahkan
lebih, dengan segera menginfakkan salah satu dari dua kebunnya, bahkan
kebunnya yang terbaik. Ia berharap
Allah akan menggantinya dengan kebun
serupa di surga kelak.

Kisah ini dapat kita jadikan bahan renungan dan cerminan, apakah
sudah seperti itu upaya kita untuk mendapatkan hal yang sepadan di
akhirat kelak dengan apa yang kita infakkan di dunia ini. Apakah infak
dan sedekah yang kita keluarkan hanyalah serpihan-serpihan kecil atau
remah-remah dari harta kita yang tidak berarti dan tidak kita
perhitungkan?

Seorang teman pernah berseloroh, “Bila Anda merasa berat sewaktu
berinfak dengan sepuluh ribu rupiah, tetapi merasa ringan sewaktu
berinfak dengan seribu rupiah, seukuran itu pulalah kualitas Anda.
Semakin ringan Anda mengeluarkan infak dalam jumlah yang semakin besar
dalam kemampuan Anda, sebesar itu pulalah kualitas Anda.”

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,“Berikan hartamu maka Aku akan memberi kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)


Karena itu, jangan ragu-ragu untuk berinfak dan bersedekah. Biarkanlah
diri Anda memberi. Bila Anda melakukannya dengan ikhlas dan kerendahan
hati, banyak berkah Ilahi yang mengalir kepada Anda.

Tujuh manfaat bersedekah:

1. membebaskan dari kesulitan,
2. menyembuhkan penyakit,
3. memelihara harta benda,
4. meredakan murka Allah,
5. menarik cinta kasih manusia,
6. membuat hati yang keras menjadi lembut, dan
7. menambah keberkahan usia.

Dalam sebuah pepatah dikatakan, “Sebaik-baik harta adalah yang kamu
infakkan (sedekahkan) dan sebaik-baik ilmu adalah yang memberimu guna.”

Jakarta, 28 Januari 2009

Ajari Aku Mencintai Mereka

Ajari Aku Mencintai Mereka
sumber : eramuslim.com

Suatu hari di pemondokan haji di Mekkah, terlihat seorang laki-laki berusia
60 tahunan sedang asyik berkirim-kiriman SMS. “Dari siapa tho, Mas? Asyik betul dari tadi SMS-an. Cucu ya?“ tanya teman sepemondokannya sambil tersenyum.

“Ndak, dari si bungsu.” jawabnya masih asyik dengan telepon genggamnya.

“Biasanya anak perempuan itu perhatian ya. Saya lihat Mas tiap malam
asyik ber-SMS ria.” Lanjut teman yang lain. Kali ini yang ditanya
mengangkat sejenak wajahnya dari telepon genggamnya.

“Anakku lanang kabeh kok.”
katanya sambil tersenyum. “Si bungsu ini memang perhatian sekali dengan
kami. Walau jauh, tak pernah sedikitpun mengurangi perhatiannya.” Ada
nada haru dalam ucapannya sambil membayangkan sang pengirim SMS.

Lain waktu si pengirim SMS ini sedang berada di ruangan kerjanya di
salah satu laboratorium universitas. Sedang asyik bekerja tiba-tiba
suara seorang laboran memecahkan konsentrasinya. “Telepon dari Ibu,
Pak.” katanya sambil melongok dari balik lemari. Inti percakapan
telepon itu, ibunda memintanya datang untuk membetulkan kompor! Tak
dibantah permintaan ibunda. Tak dipikirkannya juga resiko kemacetan
menuju wilayah barat Jakarta ini dari Depok. Tak dimintanya juga ibunda
mencari orang lain untuk membetulkan benda itu. “Iya Bu… insya Allah
selepas Bowo jaga ujian, langsung ke
Kebun Jeruk.” janjinya. “Jangan
lupa ya, Dek. Ibu jadi nggak bisa masak nih, kompornya tidak menyala.” katanya menegaskan. Hmmm… dia dipanggil Dek Bowo, itulah panggilan kesayangan di rumah. Panggilan Dek, menunjukkan urutan kelahiran dalam keluarganya.
***
Ada lagi hal menarik yang menujukkan kedekatan hubungan ibu dan anak
ini. Saat ia bertugas menjadi pembimbing praktik lapangan mahasiswa.
Ayah dan Ibunda mengantarkannya sampai lokasi keberangkatan. Dicium
tangan ayahnya, lalu ibunya. Cuup… Cuuup… Muaaaaahh!
Ibunda kemudian mendaratkan ciuman di pipi ananda. Tak dipedulikannya
tatapan takjub mahasiswanya dari dalam bus melihat pemandangan itu.
Lebih baik malu dilihat mahasiswa, daripada membuat sakit hati ibunda.
Ini sudah jadi kebiasaan sejak kecil. Apa salahnya menyenangkan
hatinya, begitu pikirnya.

Selain pandai menyenangkan hati, si bungsu selalu meminta restu
keduanya untuk keputusan penting dalam hidup. Ada anjuran dari
instansinya, agar staf pengajar melanjutkan studi ke luar negeri.
Dicobanya beberapa aplikasi, namun sayang, tak ada yang berhasil.
Dipikirkan apa kekurangannya, rasa-rasanya semua persyaratan sudah
dipenuhi dengan baik. Saat wawancara pun tak ada masalah. Didiskusikan
hal ini dengan sang istri. “Mas, sudah bilang ibu belum tentang hal
ini?”

Ia berpikir keras. ”Sudah.” katanya pasti. “Maksudnya, tanya
betul-betul apakah Ibu berkenan jika mas belajar ke luar.” lanjut
istrinya.

Plak!! Ditepuk dahi menyadari kekhilafannya. “Iya, betul.
Belum tanya ibu berkenan atau tidak. Saya hanya memberitahu, mau
melamar beasiswa.” katanya sambil manggut-manggut. “Ibu mungkin
keberatan selama ini, karena konsekuensinya kita akan jauh darinya.”
katanya dengan suara pelan.

Jawaban ibunda terjawab keesokan hari. Dipandang anak bungsunya
dengan seksama. Sebuah episode berat terbayang menggelayut wajah
ibunda. “Dek…. Ibu ridho kok kalau Dek Bowo mau sekolah ke
luar…” katanya tercekat. Lalu diam. Terlihat buliran air mata menganak
sungai di pipinya. “Tapi… tapi… kalau misalnya kesempatan itu
didapat…,” kalimatnya terputus. “ Jangan sampai menjauhkan kita ya, Dek.” katanya tak kuasa menahan tangis. Meledaklah tangisnya. “Huuu... Huuu… Dek Bowo
itu yang paling tahu kesenangan dan kesusahan Bapak Ibu.” cetusnya
dengan berlinang air mata. Demi mendengar itu, diambilnya tangan
ibunda. Diciumnya tangan yang sudah penuh guratan ini dengan takzim.
“Saya berjanji Bu, insya Allah walaupun jauh akan selalu menghubungi
Ibu sama sering ketika Bowo berada di Depok.” janjinya sambil menahan
linangan air mata.

Dan… Ajaib! Kali ini berhasil! Ridho Allah berada dalam keridhoan
orangtua terbukti. Maka dimulailah babak baru keluarga kecil Bowo di
Negeri Matahari Terbit.

***
Ya Allah, Ku berterima kasih telah Engkau berikan seorang suami yang
begitu mencintai kedua orang tuanya. Dia telah mengajariku bagaimana
menghujani cinta dan perhatian terutama bagi ibunda, dimana di telapak
kakinya surga-Mu berada. Semoga kecintaan kami dan kecintaan kedua
orang tua kami, mendekatkan kepada cinta-Mu. Amiin.

Okayama, 27 Muharam 1430 H


Jauhi Dosa-dosa Besar

“Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada
orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir
sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti
sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat
kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang
tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah
neraka.” [Ar Ra’d:35]

Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang takwa.
Yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah dan
menjauhi larangan Allah. Oleh karena itu hendaklah
kita mempelajari apa saja larangan atau hal-hal yang
diharamkan oleh Allah SWT agar kita tahu dan tidak
mengerjakannya.

Pertama-tama kita harus tahu bahwa dosa itu adalah
hal-hal yang membuat kita gelish/tidak tenang dan malu
jika diketahui orang lain:

Dari Nawas bin Sam’an ra bahwa Nabi SAW bersabda,
“Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan
dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan
perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat
orang lain.” (HR. Muslim)

Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra dia berkata: Aku
datang kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda,
“Apakah engkau datang untuk bertanya tentang
kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda,
“Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa
yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa
adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan
keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus
membenarkanmu.” (Imam Ahmad bin Hambal dan Imam
Ad-Darimi)

Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi
pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai (Allah).
(HR. Aththusi)

Syirik Dosa yang Terbesar dan Tidak Diampuni Allah SWT

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia
mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang
dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan
(sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

Contoh Syirik adalah menyembah adanya Tuhan lain
selain Allah seperti Tuhan Yesus, Roh Kudus, Dewa
Matahari, Brahma, Syiwa, Wisnu, dan sebagainya.

Yang sering dilakukan ummat Islam adalah syirik kecil
seperti pergi ke Dukun atau Orang ”Pintar”,
memakai jimat (cincin, kalung, dsb), mempercayai
ramalan, dan sebagainya.

Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya
kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka
shalatnya selama empat puluh malam tidak akan
diterima. (HR. Muslim)

Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya
kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang
diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. (Abu Dawud)

Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra,
kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah
syirik. (HR. Ibnu Majah)

Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena
ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada
Allah. Para sahabat bertanya, "Apakah penebusannya, ya
Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah: "Ya Allah,
tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan
kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan
/ yang disembah) kecuali Engkau." (HR. Ahmad)

Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau
mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti
terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi
Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Durhaka kepada Ibu dan Bapak (Orang Tua)

Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki
ibu-bapaknya. Mereka bertanya, "Bagaimana (mungkin)
seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?"
Nabi Saw menjawab, "Dia mencaci-maki ayah orang lain
lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia
mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun
(membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq'alaih)

Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar.
(Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali).
Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka
terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau
berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring
kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali,
sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya) .
(Mutafaq'alaih)

Membunuh Manusia yang Tidak Berdosa

”Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi
Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang
manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh manusia
seluruhnya[412] . Dan barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah
memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul
Kami dengan (membawa) keterangan-keterang an yang
jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu
sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat
kerusakan dimuka bumi.” [Al Maa’idah:32]

Orang yang membunuh manusia secara zhalim (tidak dalam
rangka beladiri) dihukum qishash (bunuh):

”Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) , melainkan dengan suatu (alasan)
yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka
sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli
warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui
batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang
yang mendapat pertolongan.” [Al Israa’:33]

”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan
sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di
dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya
serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An
Nisaa’:93]

Bunuh Diri

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,
kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan
suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu
membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu.” [An Nisaa’:29]

Membunuh, Berzina, dan Murtad

Dari Ibnu Mas'ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa
tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah Utusan
Allah, kecuali salah satu dari tiga orang: janda yang
berzina, pembunuh orang dan orang yang meninggalkan
agamanya berpisah dari jama'ah." Muttafaq Alaihi.

Dari 'Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidak
halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari
tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia
dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan
sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama
Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh
atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya." [Abu
Dawud dan Nasa'i]

Riba (Mengambil Bunga)

Sering ada rentenir atau Bank yang menggunakan bunga
berlipat ganda hingga akhirnya orang yang tidak mampu
membayar kehilangan rumah karena disita.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka berkata (berpendapat) , sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang
telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu
adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.” [Al Baqarah:275]

”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan
Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam
kekafiran, dan selalu berbuat dosa” [Al Baqarah:276]

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut)
jika kamu orang-orang yang beriman.” [Al
Baqarah:277]

Mengapa negeri kita sering dilanda bencana? Mungkin
karena zina dan riba sudah merajalela di negeri ini.

Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri
maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas
mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al
Hakim)

Menyerupai Lawan Jenis, Berzina dengan Hewan, dan
Homoseks

Sering di TV pemain pria berpakaian perempuan untuk
memancing tawa, padahal itu dosa. Laki-laki tidak
boleh berdandan dan berpakaian seperti wanita,
demikian pula sebaliknya.

Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang
hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya,
"Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau lalu
menjawab, "Laki-laki yang menyerupai perempuan,
perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang
menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR.
Ahmad dan Ath-Thabrani)

Mengurangi Takaran atau Timbangan Ketika Berdagang

Sering pedagang sengaja mengurangi takaran atau
timbangan ketika berdagang agar cepat untung. Padahal
ini hanya membuat orang jadi kapok membeli di
tempatnya lagi karena sudah ditipu. Selain itu ini
adalah dosa dengan neraka Sijjiin sebagai balasannya.

Dari Ibnu Abbas dikemukakan bahwa ketika Rasulullah
saw. sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang
Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan
timbangan. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.83:1,2,3)
sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam
menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah
termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.

(An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari
orang lain mereka minta dipenuhi,
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang
lain, mereka mengurangi.” [Al Muthoffifiin: 1-3]

Menyembunyikan cacat barang atau barang palsu sama
dengan di atas.

Mencuri dan Minum Khamar / Minuman Keras

Banyak orang Islam yang minum bir dan minuman
beralkohol padahal itu haram.

Tiada seorang berzina selagi dia mukmin, tiada seorang
mencuri selagi dia mukmin, dan tiada seorang minum
khamar pada saat minum dia mukmin. (Mutafaq'alaih)

Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik
sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad)

Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk
surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua
orang tua, dan orang yang merelakan kejahatan berlaku
dalam keluarganya (artinya, merelakan isteri atau anak
perempuannya berbuat serong atau zina). (HR.
An-Nasaa'i dan Ahmad)

Jangan Membakar Makhluk Allah

Pernah kita baca ada masyarakat yang membakar pencuri
karena marah. Padahal Allah melarang kita menghukum
dengan siksaan Allah.

Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya:
menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

Jangan Mengkafirkan Sesama Muslim

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan
dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan
dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan
berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

Itulah daftar perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT
semoga kita terhindar dari itu semua. Jika ada dosa
tersebut yang kita perbuat, semoga Allah SWT memberi
kita kekuatan untuk menghentikan serta bertobat kepada
Allah SWT.

Dari Anas bin Malik ra dia berkata: Aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman,
“Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku
dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah
kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika
dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau
meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak
Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa
kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang
kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu
apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan
sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi,

Tidak Berdusta

”Hai Nabi, apabila datang kepadamu
perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan
janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan
Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak
akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta
yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka
dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik,
maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah
ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah
maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al
Mumtahanah:12]

Mendapat/Membaca Informasi dari orang Fasik/Kafir
tanpa Memeriksa

Sering orang Islam mendapatkan informasi dari media
massa orang yang fasik ata kafir tanpa
tabayyuun/memeriksa berita sehingga akhirnya ummat
Islam menganggap Islam itu keras, Muslim adalah
teroris, MUI lembaga yang tidak kredibel, dan
sebagainya.

”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah
dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al
Hujuraat:6]
Oleh karena itu ummat Islam hendaknya mencerna
hati-hati berita dari kelompok kafir/Yahudi/ Liberal
seperti dari CNN, Fox, BBC, dan sebagainya agar tidak
termakan fitnah bahwa pejuang kemerdekaan Palestina
adalah teroris sementara negara Israel yang banyak
membantai ummat Islam justru baik.

Carilah berita dari Media Islam seperti TV Al Jazeera,
Hidayatullah. com, Eramuslim.com, dan sebagainya.

Berperang/Tawuran terhadap Sesama Muslim

Ummat Islam itu bersaudara. Sayangnya ternyata banyak
peperangan/tawuran terhadap sesama Muslim. Iraq
menyerang Iran, kemudian Iraq juga menyerang Kuwait
dan Arab Saudi yang dibalas Arab Saudi dengan
mengundang tentara kafir AS ke negaranya.

Di Indonesia pun sering terjadi tawuran sesama Muslim
yang tak jarang memakan korban jiwa. Baik antar warga
seperti warga Matraman, Otista Raya, Manggarai, atau
pun anak-anak SMP, SMA, atau Universitas. Aneh jika
mereka takut berjihad ke Palestina melawan penjajah
Yahudi tapi begitu berani ”berperang” sampai mati
terhadap sesama Muslim lewat tawuran.

”Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman
itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!
Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap
yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu
kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah.
Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya
menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil;
sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku
adil.” [Al Hujuraat;9]

Meniru Orang Kafir

Karena pengaruh film Holywood atau Sinetron TV, banyak
remaja Islam yang meniru tingkah laku orang-orang
kafir dari pacaran di malam Minggu hingga berzina.

Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku
suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu
Dawud)

Merendahkan dan Menghina Sesama Muslim

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh
jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan
jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan
lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.
Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan
memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk
sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka
mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al
Hujuraat:11]

Buruk Sangka dan Menggunjing

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
purba-sangka (kecurigaan) , karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang.” [Al Hujuraat:12]

Menghambur-hamburka n Uang atau Boros

Allah melarang ummat Islam hidup boros dengan
menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat atau
berlebihan seperti membeli barang terlampau mewah dan
banyak, merokok, membakar petasan, dan sebagainya.
Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman
Allah SWT.

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat
akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam
perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburka n
(hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat
ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Bermegah-megahan

Sering orang bermegah-megahan dalam soal banyak harta,
anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya sehingga
lalai dari beribadah kepada Allah SWT.

Dari Ibnu Buraidah dikemukakan bahwa ayat 102:1-2
turun berkenaan dengan dua qabilah Anshar. Bani
Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri
dengan kekayaan dan keturunannya dengan saling
bertanya: "Apakah kalian mempunyai pahlawan yang
segagah dan secekatan si Anu?" Mereka menyombongkan
diri pula dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang
yang masih hidup. Mereka mengajak pula pergi ke kubur
untuk menyombongkan kepahlawanan dari golongannya yang
sudah gugur, dengan menunjukkan kuburannya. Ayat ini
(S.102:1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang
yang hidup bermegah-megah sehingga terlalaikan
ibadahnya kepada Allah.
(Ibnu Abi Hatim)

”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu itu)” [At Takatsuur:1- 3]

Mengumbar Aurat

Aurat mukmin terhadap mukmin yang lain haram (HR.
Ath-Thahawi)

Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri
maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas
mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al
Hakim)

Nabi SAW bersabda: ”Ada dua golongan dari penghuni
neraka yang aku tidak sampai melihat mereka yaitu
suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi
(yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan
wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka
melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang
miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium
harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari
jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

Selain hal di atas dilarang pula berbagai penyakit
hati seperti Sombong, Riya, Kikir, Dengki, dan
sebagainya.

”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan
sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak
dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan
sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]

(Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke
pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di
dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi
orang-orang yang sombong." [Al Mu’miin

”Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang
keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan
maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang)
dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang
mereka kerjakan.” [Al Anfaal:47]

”Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu
pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu
mengulurkannya (royal) karena itu kamu menjadi tercela
dan menyesal.” [Al Israa’:29]

”(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang
lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah
yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah
menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang
menghinakan.” [An Nisaa’:37]

” dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." [Al
Falaq:5]

Jika kita mengerjakan salah satu dari dosa di atas,
hendaknya kita berusaha menghentikannya dan bertobat
kepada Allah SWT karena sesungguhnya Allah Maha
Pengampun dan penerima Taubat.

“..Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
[An-Nuur:31)

“ Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui
batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[Az-Zumar:53]

“Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku
dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah
kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika
dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau
meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak
Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa
kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang
kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu
apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan
sebesar itu pula.” [HR. Tirmidzi]

Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan
hadits
www.media-islam. or.id