Di awal bisnis internet, banyak orang bingung membuat produk yang sesuai dan menguntungkan. Ternyata tipsnya sederhana, buatlah produk sesuai minat dan kesenangan anda. Selain membuat anda bekerja secara total, anda bisa membuat produk dengan senang hati.
Jika anda menjadi afiliate marketer cara ini juga anda gunakan. Bidang yang anda minati akan mengantarkan anda menuju kesuksesan. Meski mungkin bidang itu belum banyak banyak anda ketahui, tapi kalau anda menjalaninya dengan senang, kesuksesan tak akan lari dari anda.
Contohnya, jika anda suka mengotak-atik mesin sepeda motor, anda bisa membuat produk tentang men-service motor sendiri. Saat bekerja anda serasa sedang bermain karena bidang itu memang anda suka. Tapi jika anda senang dengan busana, jangan paksakan memilih dan membuat produk di bidang otomotif. Pertama, anda akan terbebani dengan pekerjaan itu. Kedua, produk yang anda hasilkan mungkin tidak maksimal.
Jika anda memang suka dunia otomotif, sedikit banyak anda pasti tahu seluk-beluk dunia itu. Jika pun tidak, anda akan dengan senang hati mempelajarinya. Anda paham siapa saja penggemar motor dan apa yang mereka inginkan. Pengetahuan tentang apa yang mereka inginkan akan membantu anda dalam membuat produk. Dan pada waktunya nanti anda akan sukses mempromosikan produk anda.
Suatu saat teman saya bertanya produk apa yang bagus untuk dia promosikan? Waktu itu saya tak memberi jawaban terlalu banyak tentang jenis produk tertentu. Saya justru bertanya kembali padanya: bidang apa yang kamu sukai?
Karena dia menjawab suka game saya sarankan untuk membuat produk informasi tentang game. Saat saya memberi saran, teman itu langsung paham, bahkan dalam waktu singkat ia memiliki gambaran bagaimana memasarkan produknya. Itu karena pengetahuan yang ia miliki sebelumnya. Termasuk kebiasaannya berteman dengan komunitas pecinta game.
Lain lagi jika anda mencintai buku. Seminggu sekali anda pasti menyempatkan waktu berkunjung ke toko buku. Dari kunjungan rutin itu, disadari atau tidak, anda mendapat pengetahuan tentang buku. Anda akan tahu judul-judul apa saja yang best seller, jenis buku apa yang laku, atau siapa penulis yang paling digemari. Jika anda tidak menyukai buku, pengetahuan seperti itu tidak anda dapatkan.
Saya harap anda mulai membuat produk dari hal yang anda sukai. Masih bingung? Saya akan membantu anda. Dalam beberapa menit jawablah pertanyaan di bawah ini;
1. Apa hobi anda?
2. Apa kegiatan yang membuat anda bersemangat melakukannya?
3. Apakah anda menggunakan produk atau jasa tertentu yang selalu anda bicarakan di depan keluarga dan teman-teman?
4. Apakah anda mempunyai pengalaman atau ikut kursus tertentu?
Pertanyaan di atas akan membantu anda untuk membuat produk dengan mudah. Saat memulai bisnis ini, saya pun tak tahu banyak tentang internet. Tapi karena saya suka dan mau mempelajarinya, pengetahuan dan keterampilan saya terus bertambah. Anda juga bisa seperti itu jika anda menyukainya.
Salam ACTION!
Tren dan Prediksi Bisnis Internet 2009,
Pasti anda sudah baca posting sebelumnya. Di sana saya katakan kalau affiliate program dan produk informasi masih akan marak di bisnis internet 2009. Sebab, bisnis model ini bermodal rendah, tapi dengan potensi high-return dan berkesinambungan.
Nah, hal lain yang akan mendominasi di tahun 2009 adalah social media. Penggunaan social media akan makin populer. Beragam jenis social media, terutama blog, akan menjadi warna utama pendorong kesuksesan bisnis internet.
Tak lagi cukup hanya mengandalkan situs web penjualan untuk berbisnis internet. Blog justru yang akan memainkan peranan lebih besar. Sifatnya yang lebih interaktif dan dinamis membuat blog lebih disukai pengunjung, ketimbang situs web penjualan yang kaku.
Interaktivitas adalah kata kuncinya! Pengakses internet sekarang tak lagi mau sebatas menerima dan jadi konsumen yang pasif. Tapi mereka ingin ikut berpartisipasi, ikut mengambil peran. Mereka ingin lebih aktif saat berselancar di dunia maya, baik lewat saling tengok blog maupun saling berkomentar.
Selain blog, peranan social bookmark dan social network untuk bisnis internet akan makin penting. Kedua jenis social media ini biasanya diikuti oleh anggota yang sangat besar. Kemampuan anda mengenali social media yang sesuai dengan target market anda, akan sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda. Sebab, dengan jumlah pengikut yang besar, pastinya tersimpan potensi traffic yang bisa beralih menjadi konsumen.
Adanya social networking dan social bookmark lokal seperti fupei.com dan www.lintasberita.com akan sangat memudahkan anda, bila memang target marketnya adalah lokal. Di samping, tentu tetap dibutuhkan kejelian memilih pangsa pasar potensial yang lebih spesifik dan belum banyak dilirik.
Bagi pebisnis, menjalin hubungan baik dan membangun komunitas, tanpa melupakan kegiatan mempromosikan produk, sudah jadi kesadaran umum. Dan semua peran itu bisa dijalankan dengan baik oleh social media. Maka, bukan mustahil peningkatan jumlah iklan yang dipasang di social media akan meningkat pesat.
Nah, jika anda belum menjamah ke social media, sekarang saatnya mulai. Jangan ragu lagi untuk bergabung dan aktif di social media anda. Sebab, inilah saluran paling ampuh pendorong kesuksesan bisnis internet anda.
Kata Mas Arief, kesuksesan anda di masa depan sangat ditentukan apa yang anda perbuat hari ini. Ya, sekarang ini! Sebab saat ini anda hidup dan saat ini anda bisa berbuat untuk masa depan anda. Kalaupun lalu ada rintangan dalam perjalanannya, itu hal yang wajar. Sebab, mengutip Mas Muklis, bisnis atau usaha itu adalah perjuangan dalam kehidupan.
Sekali lagi, kemampuan anda memanfaatkan social media sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda tahun depan. Menarik juga menyimak posting MasHengky tentang rencana bisnis 2009.
Nah, hal lain yang akan mendominasi di tahun 2009 adalah social media. Penggunaan social media akan makin populer. Beragam jenis social media, terutama blog, akan menjadi warna utama pendorong kesuksesan bisnis internet.
Tak lagi cukup hanya mengandalkan situs web penjualan untuk berbisnis internet. Blog justru yang akan memainkan peranan lebih besar. Sifatnya yang lebih interaktif dan dinamis membuat blog lebih disukai pengunjung, ketimbang situs web penjualan yang kaku.
Interaktivitas adalah kata kuncinya! Pengakses internet sekarang tak lagi mau sebatas menerima dan jadi konsumen yang pasif. Tapi mereka ingin ikut berpartisipasi, ikut mengambil peran. Mereka ingin lebih aktif saat berselancar di dunia maya, baik lewat saling tengok blog maupun saling berkomentar.
Selain blog, peranan social bookmark dan social network untuk bisnis internet akan makin penting. Kedua jenis social media ini biasanya diikuti oleh anggota yang sangat besar. Kemampuan anda mengenali social media yang sesuai dengan target market anda, akan sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda. Sebab, dengan jumlah pengikut yang besar, pastinya tersimpan potensi traffic yang bisa beralih menjadi konsumen.
Adanya social networking dan social bookmark lokal seperti fupei.com dan www.lintasberita.com akan sangat memudahkan anda, bila memang target marketnya adalah lokal. Di samping, tentu tetap dibutuhkan kejelian memilih pangsa pasar potensial yang lebih spesifik dan belum banyak dilirik.
Bagi pebisnis, menjalin hubungan baik dan membangun komunitas, tanpa melupakan kegiatan mempromosikan produk, sudah jadi kesadaran umum. Dan semua peran itu bisa dijalankan dengan baik oleh social media. Maka, bukan mustahil peningkatan jumlah iklan yang dipasang di social media akan meningkat pesat.
Nah, jika anda belum menjamah ke social media, sekarang saatnya mulai. Jangan ragu lagi untuk bergabung dan aktif di social media anda. Sebab, inilah saluran paling ampuh pendorong kesuksesan bisnis internet anda.
Kata Mas Arief, kesuksesan anda di masa depan sangat ditentukan apa yang anda perbuat hari ini. Ya, sekarang ini! Sebab saat ini anda hidup dan saat ini anda bisa berbuat untuk masa depan anda. Kalaupun lalu ada rintangan dalam perjalanannya, itu hal yang wajar. Sebab, mengutip Mas Muklis, bisnis atau usaha itu adalah perjuangan dalam kehidupan.
Sekali lagi, kemampuan anda memanfaatkan social media sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda tahun depan. Menarik juga menyimak posting MasHengky tentang rencana bisnis 2009.
Tren dan Prediksi Bisnis Internet 2009, pertama
Menjelang tutup tahun seperti sekarang, biasanya anda akan disibukkan dengan banyak pekerjaan. Selain menyelesaikan pekerjaan yang belum kelar atau berupaya mengejar target yang belum tercapai, juga mulai mempersiapkan diri di tahun yang baru nanti. Segalanya dipersiapkan dan direncanakan sebaik mungkin. Agar target tahun depan bisa berhasil dicapai dengan baik.
Nah, agar perencanaan anda bisa lebih tepat arah, saya ingin berbagi dengan anda mengenai tren dan prediksi bisnis internet 2009. Tulisan ini saya bagi dalam dua tulisan.
Tren bisnis internet mendatang masih akan menjadikan model affiliate program sebagai primadona. Tak heran, karena affiliate program telah teruji dan terbukti mampu mendatangkan uang dalam waktu (relatif) lebih cepat. Dibanding dengan sumber penghasilan dari internet lainya, affiliate program masih yang paling menjanjikan.
Makin maraknya penggunaan model affiliate program dalam bisnis internet juga didorong jumlah pengakses internet yang makin besar. Tumbuhnya pengakses internet baru terutama dari kaum muda, yang rentang usianya dari 15-30 tahun. Kemampuan merebut pangsa besar itu sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda. Kesuksesan affiliate program yang berkembang pesat di internet pun akan menginspirasi untuk diterapkan secara offline.
Selain ramainya penggunaan model affiliate program, bisnis internet berbasis produk informasi juga jadi pilihan utama. Penjualan produk informasi lewat internet bakal makin fantastis. Ditambah dengan isi produk yang makin meluas dan variatif.
Tumbuhnya penggunaan produk informasi untuk berbisnis internet sangat wajar. Sebab ada permintaan yang sangat besar. Rata-rata orang ketika mengakses internet bermaksud mencari solusi atas problem yang dihadapinya. Lewat produk informasi, pebisnis internet berusaha membantu calon konsumen agar bisa memecahkan persoalannya. Bagi pebisnis internet sendiri, menjual produk informasi jauh lebih mudah dan murah. Serta menjanjikan income yang besar dan berkesinambungan.
Tren ini bagi reseller pun menjadi berkah. Sebab akan makin banyak pilihan produk informasi yang bisa dijual. Dan menyimak apa yang dikatakan Mas Umar Pujakusuma, ada betulnya kalau reseller malah bisa lebih sukses ketimbang pemilik produk.
Meski pemain di bisnis internet bermodel affiliate program dan menjual produk informasi terus bertambah, tapi dibanding pangsa pasar yang ada sebetulnya masih belum ada apa-apanya. Dari jumlah jutaan pengakses internet di Indonesia, saya yakin konsumen dari seluruh produk informasi yang ada paling masih dalam angka ratusan ribu orang. Untuk data dan statistik umum pengguna internet, Mas Zams telah menuliskannya.
So, segera bergegas dan mulai bisnis internet adalah pilihan terbaik bagi anda.
Tren di atas juga menuntut merchant untuk terus berbenah diri. Selalu berupaya meningkatkan pelayanan agar para affiliatenya lebih mudah menjual dan terus menghasilkan keuntungan. Pebisnis internet pun dituntut makin kreatif untuk melihat peluang pasar baru. Lewat peluncuran produk baru yang lebih spesifik dan memenuhi keinginan pasar.
Apa lagi tren lainnya? Simak lanjutannya dalam artikel lanjutannya …
Kalau menurut anda, bagaimana tren dan prediksi bisnis internet 2009? Silakan berkomentar dan mari kita bahas bersama…
Nah, agar perencanaan anda bisa lebih tepat arah, saya ingin berbagi dengan anda mengenai tren dan prediksi bisnis internet 2009. Tulisan ini saya bagi dalam dua tulisan.
Tren bisnis internet mendatang masih akan menjadikan model affiliate program sebagai primadona. Tak heran, karena affiliate program telah teruji dan terbukti mampu mendatangkan uang dalam waktu (relatif) lebih cepat. Dibanding dengan sumber penghasilan dari internet lainya, affiliate program masih yang paling menjanjikan.
Makin maraknya penggunaan model affiliate program dalam bisnis internet juga didorong jumlah pengakses internet yang makin besar. Tumbuhnya pengakses internet baru terutama dari kaum muda, yang rentang usianya dari 15-30 tahun. Kemampuan merebut pangsa besar itu sangat menentukan kesuksesan bisnis internet anda. Kesuksesan affiliate program yang berkembang pesat di internet pun akan menginspirasi untuk diterapkan secara offline.
Selain ramainya penggunaan model affiliate program, bisnis internet berbasis produk informasi juga jadi pilihan utama. Penjualan produk informasi lewat internet bakal makin fantastis. Ditambah dengan isi produk yang makin meluas dan variatif.
Tumbuhnya penggunaan produk informasi untuk berbisnis internet sangat wajar. Sebab ada permintaan yang sangat besar. Rata-rata orang ketika mengakses internet bermaksud mencari solusi atas problem yang dihadapinya. Lewat produk informasi, pebisnis internet berusaha membantu calon konsumen agar bisa memecahkan persoalannya. Bagi pebisnis internet sendiri, menjual produk informasi jauh lebih mudah dan murah. Serta menjanjikan income yang besar dan berkesinambungan.
Tren ini bagi reseller pun menjadi berkah. Sebab akan makin banyak pilihan produk informasi yang bisa dijual. Dan menyimak apa yang dikatakan Mas Umar Pujakusuma, ada betulnya kalau reseller malah bisa lebih sukses ketimbang pemilik produk.
Meski pemain di bisnis internet bermodel affiliate program dan menjual produk informasi terus bertambah, tapi dibanding pangsa pasar yang ada sebetulnya masih belum ada apa-apanya. Dari jumlah jutaan pengakses internet di Indonesia, saya yakin konsumen dari seluruh produk informasi yang ada paling masih dalam angka ratusan ribu orang. Untuk data dan statistik umum pengguna internet, Mas Zams telah menuliskannya.
So, segera bergegas dan mulai bisnis internet adalah pilihan terbaik bagi anda.
Tren di atas juga menuntut merchant untuk terus berbenah diri. Selalu berupaya meningkatkan pelayanan agar para affiliatenya lebih mudah menjual dan terus menghasilkan keuntungan. Pebisnis internet pun dituntut makin kreatif untuk melihat peluang pasar baru. Lewat peluncuran produk baru yang lebih spesifik dan memenuhi keinginan pasar.
Apa lagi tren lainnya? Simak lanjutannya dalam artikel lanjutannya …
Kalau menurut anda, bagaimana tren dan prediksi bisnis internet 2009? Silakan berkomentar dan mari kita bahas bersama…
Merek Sepatu Lemparan Wartawan Iraq Laris
Merek Sepatu Lemparan Wartawan Iraq Laris
Produsen sepatu asal Turki yang dipakai untuk melempar Presiden Bush sepekan belakangan ini mengalami lonjakan permitaan
Hidayatullah. com--Ramazan Baydan, pemilik pabrik sepatu itu di Istanbul dengan merek sama, mengemukakan kepada kantor berita Jerman, DPA, bahwa ia telah menerima pesanan sebanyak 300.000 pasang sepatu dari model yang sama yang dilemparkan Muntazer Al-Zaidi kepada Presiden Bush.
Bahkan seorang yang datang dari Amerika telah meminta hak distribusi," kata Baydan.
Pengusaha itu ingin mengubah nama sepatu model tersebut, yakni sepatu kulit coklat dengan tapak sepatu tebal, sebagai "sepatu Bush".
Di Turki sepatu ini dijual dengan harga 42 dolar sekitar Rp460.000 di tingkat grosir.
Reporter berusia 29 tahun itu melempar sepasang sepatunya pada Bush Minggu lalu, dalam jumpa pers yang digelar Bush dan Perdana Menteri Iraq, Nuri Al-Maliki.
Zaidi melempar sepatunya sambil berkata dalam bahasa Arab: "Ini adalah ciuman perpisahan dari rakyat Iraq ..., Namun Bush berhasil mengelak.
Sebuah halaman khusus untuk Zaidi di laman internet jaringan sosial Facebook, memiliki lebih dari 14.500 penggemar, sedangkan "Satu Juta Sepatu untuk George W. Bush" hanyalah salah satu contoh dari berbagai kelompok yang khusus didedikasikan kepada Zaidi, beberapa menyerukan pembebasannya, dan yang lainnya memuji keberaniannya. [htb/ant/www. hidayatullah. com]
Produsen sepatu asal Turki yang dipakai untuk melempar Presiden Bush sepekan belakangan ini mengalami lonjakan permitaan
Hidayatullah. com--Ramazan Baydan, pemilik pabrik sepatu itu di Istanbul dengan merek sama, mengemukakan kepada kantor berita Jerman, DPA, bahwa ia telah menerima pesanan sebanyak 300.000 pasang sepatu dari model yang sama yang dilemparkan Muntazer Al-Zaidi kepada Presiden Bush.
Bahkan seorang yang datang dari Amerika telah meminta hak distribusi," kata Baydan.
Pengusaha itu ingin mengubah nama sepatu model tersebut, yakni sepatu kulit coklat dengan tapak sepatu tebal, sebagai "sepatu Bush".
Di Turki sepatu ini dijual dengan harga 42 dolar sekitar Rp460.000 di tingkat grosir.
Reporter berusia 29 tahun itu melempar sepasang sepatunya pada Bush Minggu lalu, dalam jumpa pers yang digelar Bush dan Perdana Menteri Iraq, Nuri Al-Maliki.
Zaidi melempar sepatunya sambil berkata dalam bahasa Arab: "Ini adalah ciuman perpisahan dari rakyat Iraq ..., Namun Bush berhasil mengelak.
Sebuah halaman khusus untuk Zaidi di laman internet jaringan sosial Facebook, memiliki lebih dari 14.500 penggemar, sedangkan "Satu Juta Sepatu untuk George W. Bush" hanyalah salah satu contoh dari berbagai kelompok yang khusus didedikasikan kepada Zaidi, beberapa menyerukan pembebasannya, dan yang lainnya memuji keberaniannya. [htb/ant/www. hidayatullah. com]
Warga Swedia Berlomba Masuk Islam
Dari: wyenny24
dakwatuna.com - "Dalam ujian carilah peluang" itulah ungkapan yang
sering didegungkan banyak orang di waktu menghadapi ujian, cobaan dan
krisis. Terutama terkait dengan agama kita, Islam dan terkait dengan
gerakan fanatisme kelompok, gerakan penistaan terhadap kemuliaan
Rasulullah saw. dan upaya untuk menghalang-halangi cahaya Islam di
Eropa.
Itulah yang terjadi di Swedia, ketika tersebarnya gambar-gambar yang
menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang bersamaann beribu-
ribu penduduk Swedia masuk agama Allah.
Kondisi demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Swedia menghadiri
Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Swedia di daerah Iskandariah,
Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08.
Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli swedia masuk Islam,
dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian pelecehan
terhadap Rasulullah saw. subhanallah!
Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu sedang
menggarap 4 proyek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim di
Swedia.
Proyek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka
berinteraksi dengan masyarakat Swedia.
Proyek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, karena generasi
baru muslim Swedia tidak bisa berbahasa Arab.
Proyek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungann dan
pelestariannya.
Proyek keempat, dialog antar agama.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat
Swedia terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengira Islam
sebagai sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam
bagian dari agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian
keliru masyarakat Swedia lantaran pemahaman mereka yang tidak benar
tentang Islam.
Islam terhitung menjadi agama kedua di Swedia. Populasi muslim lebih
dari setengah juta jiwa dari total jumlah penduduk Swedia delapan
setengah juta jiwa.
Islam terbilang baru berkembang di Swedia, namun jumlah orang yang
memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama karena komunitas
muslim di sana tidak mendapatkan kendala dalam menjalankan syiar dan
simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di
seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh
parlemen Swedia, yaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak
pemeluk agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada
kekhawatiran sedikitpun meskipun bagi kelompok minoritas.
Di Ibu Kota Swedia ada 45 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre,
dan kota-kota besar terhitung ada 15 lembaga-lembaga Islam dan
Islamic Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid raya di setiap
kota besar.
Di Swedia digalakkan terjemah kandungan Al Qur'an, pembangunan masjid-
masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan,
terutama lingkungan kampus dan akademisi. Penyebabnya adalah adanya
ambivalensi di kalangan perempuan Eropa, di sisi lain perempuan
muslimah Swedia mendapatkan kehormatan dan penerimaan yang utuh dari
agama Islam dan komunitas muslim, yang tidak ada dalam agama-agama
lain.
Muslimah Swedia mendirikan lembaga khusus bagi para muslimah pada
tahun 1984, pada saat Islam baru pertama-tama berkembang di Swedia.
Di organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan
sosial di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama,
muktamar Islam, bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak,
pelatihan pendidikan anak, dan juga menopang problematika Islam.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Swedia pada tahun 50-
an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihutung
dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari
Komunisme, dan sebagian lain dari Palestina yang diusir oleh Israil
dari negaranya. (it/ut)
dakwatuna.com - "Dalam ujian carilah peluang" itulah ungkapan yang
sering didegungkan banyak orang di waktu menghadapi ujian, cobaan dan
krisis. Terutama terkait dengan agama kita, Islam dan terkait dengan
gerakan fanatisme kelompok, gerakan penistaan terhadap kemuliaan
Rasulullah saw. dan upaya untuk menghalang-halangi cahaya Islam di
Eropa.
Itulah yang terjadi di Swedia, ketika tersebarnya gambar-gambar yang
menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang bersamaann beribu-
ribu penduduk Swedia masuk agama Allah.
Kondisi demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Swedia menghadiri
Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Swedia di daerah Iskandariah,
Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08.
Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli swedia masuk Islam,
dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian pelecehan
terhadap Rasulullah saw. subhanallah!
Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu sedang
menggarap 4 proyek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim di
Swedia.
Proyek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka
berinteraksi dengan masyarakat Swedia.
Proyek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, karena generasi
baru muslim Swedia tidak bisa berbahasa Arab.
Proyek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungann dan
pelestariannya.
Proyek keempat, dialog antar agama.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat
Swedia terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengira Islam
sebagai sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam
bagian dari agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian
keliru masyarakat Swedia lantaran pemahaman mereka yang tidak benar
tentang Islam.
Islam terhitung menjadi agama kedua di Swedia. Populasi muslim lebih
dari setengah juta jiwa dari total jumlah penduduk Swedia delapan
setengah juta jiwa.
Islam terbilang baru berkembang di Swedia, namun jumlah orang yang
memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama karena komunitas
muslim di sana tidak mendapatkan kendala dalam menjalankan syiar dan
simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di
seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh
parlemen Swedia, yaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak
pemeluk agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada
kekhawatiran sedikitpun meskipun bagi kelompok minoritas.
Di Ibu Kota Swedia ada 45 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre,
dan kota-kota besar terhitung ada 15 lembaga-lembaga Islam dan
Islamic Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid raya di setiap
kota besar.
Di Swedia digalakkan terjemah kandungan Al Qur'an, pembangunan masjid-
masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan,
terutama lingkungan kampus dan akademisi. Penyebabnya adalah adanya
ambivalensi di kalangan perempuan Eropa, di sisi lain perempuan
muslimah Swedia mendapatkan kehormatan dan penerimaan yang utuh dari
agama Islam dan komunitas muslim, yang tidak ada dalam agama-agama
lain.
Muslimah Swedia mendirikan lembaga khusus bagi para muslimah pada
tahun 1984, pada saat Islam baru pertama-tama berkembang di Swedia.
Di organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan
sosial di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama,
muktamar Islam, bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak,
pelatihan pendidikan anak, dan juga menopang problematika Islam.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Swedia pada tahun 50-
an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihutung
dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari
Komunisme, dan sebagian lain dari Palestina yang diusir oleh Israil
dari negaranya. (it/ut)
Ingin Menikahi Wanita yang Pernah Berzina
Ingin Menikahi Wanita yang Pernah Berzina
from www.warnaislam. com
Pertanyaan
Assalamu'alaikum wr. Wb.
PakUstadz, perkenankanlah saya untuk berdiskusi dan berkonsultasi.
Bagaimana jika kita menikahi wanita yang -maaf- sudah runtuh bendungannya
(sudah tidak perawan lagi) walaupun dia sungguh-sungguh mau bertobat?
Bagaimana menilai kesungguhan orang yang ingin bertobat? Saya sudah meminta
petunjuk dalam sholat, dan juga beberapa kali sholat istikharah, dan sejauh
ini saya memang melihat kesungguhan si gadis itu untuk tobat.
Saya memang berfikir untuk menikahi wanita itu dan membimbingnya untuk
bertaubat. Bagaimana dengan ayat Quran yang berbunyi bahwa wanita-wanita
yang diperuntukkan bagi kita adalah wanita yang sesuai bagi kita?
Apakah saya benar-benar pantas untuk menikahi wanita itu? Sepintas saya
merasa bahwa gadis tidak perawan itu adalah hal yang sangat -maaf- hina,
tetapi saya ingat saya adalah juga manusia yang tidak luput dari dosa. Ada
hukum/dalil nya tidak, Pak Ustadz?
Apakah wanita yang ingin bertaubat layak untuk dipilih walaupun telah dalam
kondisi yang seperti itu, jika ada wanita yang -misalnya- lebih baik
parameternya, seperti misalnya para gadis yang berbusana muslimah lebar
menjuntai?
Apakah ada contoh riwayat/cerita pada zaman Rasulullah SAW mengenai hal
ini?
Saya telah berkonsultasi dengan beberapa sahabat saya. Dan pendapat 'iya'
dan 'tidak' sama-sama bagus dan membuat saya bingung.
Mohon pendapatnya dari segi fiqh dan dari segi lainnya, Pak Ustadz. Saya
sangat berterima kasih mengingat saya sekarang dalam masa memilih, antara
menikahi dia atau tidak. Jzklh khairan katsiraa.
Wassalamu'alaikum wr. Wb.
pemuda X di kota Jkt
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Seorang yang pernah berzina, apabila telah bertaubat dengan taubat nasuha, maka dia bersih dari segala dosa. Dan salah satu konsekuensinya pula, dia tidak boleh lagi disebut sebagai pezina.
Predikat 'pezina' hanya disandang oleh orang yang masih aktif melakukannya.
Sedangkan orang yang pernah sekali tercebur dalam dosa itu, tidak disebut
dengan predikat itu. Apalagi bila dia telah menyesalinya dengan sesal yang
sesungguhnya, diteruskan dengan taubat yang sebenarnya, maka insya Allah
dosanya diampuni Allah.
Sedangkan pelaksanaan hukuman cambuk 100 kali atau rajam, urusannya ada di
tangan pemerintah. Kalau pemerintahnya mau masuk surga, mereka wajib
menjalankan hukuman itu. Tapi kalau mau masuk neraka, maka hukum Allah
pasti ditinggalkannya. Tinggal pilih saja.
Adapun orang berzina yang sudah tobat tapi tidak bisa menjalankan hukum
cambuk atau rajam, maka urusannya sudah selesai. Selama dia siap dijatuhi
hukumannya itu. Dia tidak perlu pergi jauh-jauh ke Saudi Arabia sekedar
menjalankan hukuman itu, karena hukuman zina hanya berlaku di negeri di
mana zina itu dilakukan. Kalau pun ternyata nekat maksa juga untuk
berangkat juga ke Saudi, pasti akan ditolak oleh hakim disana.
Maka dengan pengertian di atas, ayat yang anda tanyakan itu hanya berlaku
khusus untuk orang yang masih aktif berzina, atau belum selesai dari
rangkaian dosa-dosa zina. Dia belum berhenti total dari zina dan belum
taubat.
Pertimbangan Menikahi Mantan Pezina Kalau sekarang ini anda sudah nyaris berniat bulat untuk menikahi wanita itu, cobalah buat sebuah pertimbangan terakhir. Toh, tidak ada salahnya. Katakanlah misalnya suatu hari di masa mendatang, anda sudah menikah dengannya bertahun-tahun, lalu muncul percekcokan di antara anda dan isteri
anda (semoga tidak terjadi). Dan di antara masalah yang membuat gusar diri
anda saat itu adalah karena -misalnya- hal-hal yang terkait dengan masa
lalu isteri anda. Kira-kira, apakah anda masih ingin mengungkitnya lagi di
saat itu kelak?
Apakah saat itu menurut perkiraan anda akan terlontar ucapan, "Ah, dasar
wanita asalnya tidak suci", atau kalimat mengandung kemarahan lainnya yang
sekiranya akan dikaitkan dengan kesalahan di masa lalu?
Coba pikirkan baik-baik dan tanyakanlah kepada pasangan lama yang mungkin
juga mengalami hal yang sama. Mengapa kami meminta anda untuk memikirkan
hal yang satu ini?
Karena dalam banyak kasus, pada saat seorang laki-laki 'kebelet' naksir
terhadap seorang wanita, semua sisi negatif bisa dinafikan. Seolah wanita
itu tampil sempurna. Apapun kekurangan, baik moril maupun materil, seolah
tertutupi oleh keterpesonaan kepada si wanita itu. Ini yang dikatakan
'cinta buta'.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit, pesona si
wanita yang telah menjadi isteri itu akan memudar. Sesuatu yang awalnya
sangat memukau, perlahan berubah menjadi memuakkan. Sesuatu yang sebelumnya
menarik untuk dieksplorasi, bertahap menjadi menjemukan, atau bahkan malah
menjengkelkan.
Nah, kami takut pada saat itu akan muncul ungkapan yang tidak mengenakkan
tadi. Suami cenderung mencari titik lemah isterinya, lalu mengungkit masa
lalunya yang kelam, karena sudah tidak perawan.
Mungkin sekarang ini masalah ketidak-perawanan tidak jadi masalah buat
anda, namun bisakah anda menjamin hal itu di masa mendatang?
Kalau anda bisa menjamin, tidak akan mengungkit-ungkit masalah itu di
kemudian hari, maka -bismillah- nikahilah dia. Tetapi kalau anda tidak
yakin hal itu, sebaiknya anda berpikir logis sekarang. Jangan sampai biduk
anda hancur berantakan hanya karena urusan sepele.
Semoga Allah SWT menyinari jalan hidup anda dengan sinar yang terang
benderang, serta menunjuki anda ke jalan yang diberkahi. Amien.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
from www.warnaislam. com
Pertanyaan
Assalamu'alaikum wr. Wb.
PakUstadz, perkenankanlah saya untuk berdiskusi dan berkonsultasi.
Bagaimana jika kita menikahi wanita yang -maaf- sudah runtuh bendungannya
(sudah tidak perawan lagi) walaupun dia sungguh-sungguh mau bertobat?
Bagaimana menilai kesungguhan orang yang ingin bertobat? Saya sudah meminta
petunjuk dalam sholat, dan juga beberapa kali sholat istikharah, dan sejauh
ini saya memang melihat kesungguhan si gadis itu untuk tobat.
Saya memang berfikir untuk menikahi wanita itu dan membimbingnya untuk
bertaubat. Bagaimana dengan ayat Quran yang berbunyi bahwa wanita-wanita
yang diperuntukkan bagi kita adalah wanita yang sesuai bagi kita?
Apakah saya benar-benar pantas untuk menikahi wanita itu? Sepintas saya
merasa bahwa gadis tidak perawan itu adalah hal yang sangat -maaf- hina,
tetapi saya ingat saya adalah juga manusia yang tidak luput dari dosa. Ada
hukum/dalil nya tidak, Pak Ustadz?
Apakah wanita yang ingin bertaubat layak untuk dipilih walaupun telah dalam
kondisi yang seperti itu, jika ada wanita yang -misalnya- lebih baik
parameternya, seperti misalnya para gadis yang berbusana muslimah lebar
menjuntai?
Apakah ada contoh riwayat/cerita pada zaman Rasulullah SAW mengenai hal
ini?
Saya telah berkonsultasi dengan beberapa sahabat saya. Dan pendapat 'iya'
dan 'tidak' sama-sama bagus dan membuat saya bingung.
Mohon pendapatnya dari segi fiqh dan dari segi lainnya, Pak Ustadz. Saya
sangat berterima kasih mengingat saya sekarang dalam masa memilih, antara
menikahi dia atau tidak. Jzklh khairan katsiraa.
Wassalamu'alaikum wr. Wb.
pemuda X di kota Jkt
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Seorang yang pernah berzina, apabila telah bertaubat dengan taubat nasuha, maka dia bersih dari segala dosa. Dan salah satu konsekuensinya pula, dia tidak boleh lagi disebut sebagai pezina.
Predikat 'pezina' hanya disandang oleh orang yang masih aktif melakukannya.
Sedangkan orang yang pernah sekali tercebur dalam dosa itu, tidak disebut
dengan predikat itu. Apalagi bila dia telah menyesalinya dengan sesal yang
sesungguhnya, diteruskan dengan taubat yang sebenarnya, maka insya Allah
dosanya diampuni Allah.
Sedangkan pelaksanaan hukuman cambuk 100 kali atau rajam, urusannya ada di
tangan pemerintah. Kalau pemerintahnya mau masuk surga, mereka wajib
menjalankan hukuman itu. Tapi kalau mau masuk neraka, maka hukum Allah
pasti ditinggalkannya. Tinggal pilih saja.
Adapun orang berzina yang sudah tobat tapi tidak bisa menjalankan hukum
cambuk atau rajam, maka urusannya sudah selesai. Selama dia siap dijatuhi
hukumannya itu. Dia tidak perlu pergi jauh-jauh ke Saudi Arabia sekedar
menjalankan hukuman itu, karena hukuman zina hanya berlaku di negeri di
mana zina itu dilakukan. Kalau pun ternyata nekat maksa juga untuk
berangkat juga ke Saudi, pasti akan ditolak oleh hakim disana.
Maka dengan pengertian di atas, ayat yang anda tanyakan itu hanya berlaku
khusus untuk orang yang masih aktif berzina, atau belum selesai dari
rangkaian dosa-dosa zina. Dia belum berhenti total dari zina dan belum
taubat.
Pertimbangan Menikahi Mantan Pezina Kalau sekarang ini anda sudah nyaris berniat bulat untuk menikahi wanita itu, cobalah buat sebuah pertimbangan terakhir. Toh, tidak ada salahnya. Katakanlah misalnya suatu hari di masa mendatang, anda sudah menikah dengannya bertahun-tahun, lalu muncul percekcokan di antara anda dan isteri
anda (semoga tidak terjadi). Dan di antara masalah yang membuat gusar diri
anda saat itu adalah karena -misalnya- hal-hal yang terkait dengan masa
lalu isteri anda. Kira-kira, apakah anda masih ingin mengungkitnya lagi di
saat itu kelak?
Apakah saat itu menurut perkiraan anda akan terlontar ucapan, "Ah, dasar
wanita asalnya tidak suci", atau kalimat mengandung kemarahan lainnya yang
sekiranya akan dikaitkan dengan kesalahan di masa lalu?
Coba pikirkan baik-baik dan tanyakanlah kepada pasangan lama yang mungkin
juga mengalami hal yang sama. Mengapa kami meminta anda untuk memikirkan
hal yang satu ini?
Karena dalam banyak kasus, pada saat seorang laki-laki 'kebelet' naksir
terhadap seorang wanita, semua sisi negatif bisa dinafikan. Seolah wanita
itu tampil sempurna. Apapun kekurangan, baik moril maupun materil, seolah
tertutupi oleh keterpesonaan kepada si wanita itu. Ini yang dikatakan
'cinta buta'.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit, pesona si
wanita yang telah menjadi isteri itu akan memudar. Sesuatu yang awalnya
sangat memukau, perlahan berubah menjadi memuakkan. Sesuatu yang sebelumnya
menarik untuk dieksplorasi, bertahap menjadi menjemukan, atau bahkan malah
menjengkelkan.
Nah, kami takut pada saat itu akan muncul ungkapan yang tidak mengenakkan
tadi. Suami cenderung mencari titik lemah isterinya, lalu mengungkit masa
lalunya yang kelam, karena sudah tidak perawan.
Mungkin sekarang ini masalah ketidak-perawanan tidak jadi masalah buat
anda, namun bisakah anda menjamin hal itu di masa mendatang?
Kalau anda bisa menjamin, tidak akan mengungkit-ungkit masalah itu di
kemudian hari, maka -bismillah- nikahilah dia. Tetapi kalau anda tidak
yakin hal itu, sebaiknya anda berpikir logis sekarang. Jangan sampai biduk
anda hancur berantakan hanya karena urusan sepele.
Semoga Allah SWT menyinari jalan hidup anda dengan sinar yang terang
benderang, serta menunjuki anda ke jalan yang diberkahi. Amien.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Tinggalkan Jahiliyah,Kembalila h ke Jalan Islam
Tinggalkan Jahiliyah,Kembalila h ke Jalan Islam
Sebentar lagi memasuki pergantian tahun. Kita akan meninggalkan tahun 1429 hijriyah,dan masuk ke tahun 1430 hijriyah. Kita dapat melakukan muhasabah perjalanan (mereview) hidup kita, selama setahun yang lalu, apakah lebih berat timbangan kebaikannya, atau lebih berat timbangan keburukannya? Umur kita akan terus bertambah dan semakin mendekati datangnya kematian. Kematian adalah kepastian. Tak ada satupun makhluk di muka bumi yang selamat dari kematian. Dan, manusia harus bersiap-siap menyongsong kehidupan baru, yang lebih lama, lebih panjang, kekal, selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat.
Dalam kehidupan ini kita akan memilih. Kita memilih kebahagian di dunia atau memilih kebahagiaan di akhirat? Atau kita memilih keduanya, seperti dalam doa yang selalu kita ucapkan : “ Ya Rabb anugerahilah aku kehidupan di dunia yang bahagia, dan kehidupan di akhirat yang mulia”. Inilah jalan para anbiya’ (nabi), khulafaur rasyididn, dan para generasi shalaf, yang senantiasa mencintai Rabbnya, dan tidak pernah berpaling selama-lamanya dari-Nya. Generasi ini yang terus menapaki kehidupan dengan segala amal kebaikan.
Mereka senantiasa menolak dengan tegas perbuatan yang bathil dan fasad, yang dapat menjerumuskan diri mereka kedalam bencana. Ghirahnya (kecemburuannya) terus menyala-nyala, tak pernah padam, selalu marah ketika melihat segala penyimpangan, penolakan manusia atas segala ajaran-Nya, dan tidak pernah mau menerima segala bentuk kekafiran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Karena, sifat-sifat itu, tak layak dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada Rabbnya. Sifat-sifat itu yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla.
Tapi, kita memasuki kehidupan modern, yang penuh dengan tarikan dunia, yang senantiasa menggoada manusia menjadi lalai. Manusia tidak ingat akan datangnya kematian. Kehidupannya terus disibukkan dengan berbagai ambisi dan angan-angan, yang tak pernah habis-habis. Sampai datangnya hari tua, dan kematian merenggutnya. Adakah penyesalan? Segalanya menjadi terlambat. Segala penyesalan tak ada gunanya.
Seperti halnya, Fir’aun, yang saat ditenggelamkan di laut Merah, baru menyadari kemahakuasaan Allah Rabbul Jallal. Apakah sifat dan sikap manusia seperti itu? Datangnya kesadaran selalu terlambat. Datangnya penyesalan selalu terlambat. Ketika manusia sudah memasuki kehidupan di akhirat, dan masing-masing harus mempertanggungjawab kan kehadapan sang Khaliq, selalu mereka mengatakan, ketika di dunia belum mendapatkan keterangan tentang hakikat al-haq.
Bagaimana nasib manusia hari ini yang senantiasa menggantungkan hidupnya kepada materi? Ketika krisis datang dan menghampiri mereka, maka mereka banyak yang merasa kehilangan keseimbangan, merasakan kehampaan, dan kehilangan motivasi, serta semangat hidup. Kesalahan yang mendasar manusia modern adalah menjadikan benda sebagai sesembahan, dan makhluk sebagai sesembahan.
Kehidupan modern sekarang ini, tak ubahnya seperti ketika kehidupan di masa lalu, pada masa Nabi Ibrahim alaihis salam, mereka menyembah patung-patung, benda, matahari, rembulan, dan sesama manusia, yang mereka kira dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Sama antara jahiliyah di masa lalu dengan kehidupan di zaman sekarang. Mungkin hanya suasananya yang berbeda.
Manusia modern yang sangat berkecenderungan pada kehidupan materialisme, hanya menghabiskan seluruh waktu dan umurnya, mengumpulkan materi dengan bekerja. Waktunya, dari pagi hingga malam, hanya digunakan bekerja. Tujuannya mendapat materi. Lalu, mereka bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat hiburan, cape, hotel, tempat wisata, dan segala yang berbau ‘luxury’, yang dapat memberikan kenikmatan bagi kehidupan mereka.
Manusia betul-betul sebagai pemuja kenikmatan. Kenikmatan kehidupan di dunia, yang sengaja mereka ciptakan sendiri. Seakan mereka berkekalan atas segala kehidupan di dunia, yang tak pernah bakal berakhir. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi kehidupannya sendiri, membodohi kehidupan sendiri, dan akhirnya mereka menjadi korban dari pilihan hidup mereka sendiri. Mereka mengejar fatamorgana, yang mereka sangka sebagai kehidupan yang nyata.
Ketamakan manusia modern dalam menggunakan materi, dipertontonkan dengan telanjang oleh masyarakat Barat. Mereka menghabiskan sumber daya alam dari negara-negara Dunia Ketiga, yang sengaja diekploitasi habis-habisan, harta benda mereka dikeruk di bawa ke Barat, dan mereka menikmati. Mereka membiarkan kehidupan yang sangat menyakitkan bagi rakyat di Dunia Ketiga, yang miskin papa, dan tidak memiliki apa. Bahkan, masyarakat Barat, sengaja melanggengkan kemiskinan dan ketidak adilan, dan hancurnya sendi-sendi kehidpan di dalam masyarakat. Semua itu, tak lain adalah akibat orientasi masyarakat modern yang sangat menuhankan materi.
Seperti dikatakan oleh Sayid Qutb rahimahullah, yang mengatakan masyarakat modern, nantinya akan menghadapi kehancuran dari akibat budaya jahiliyah yang mereka bangun. Ibn Taimiyah berpendapat, ‘Sebuah negeri dikatakan sebagai daarul kufri, daarul iman atau daaru fasik, bukan karena hakikat yang ada pada negeri itu, tetapi karena sifat para penduduknya’. Maka, bagaimana kehidupan masyarakat itu, yang akan menentukan status sebuah negeri. Apakah negeri itu daarul kufri atau daarul iman. Kalau kehidupan jahiliyah yang mendominasi kehidupan mereka, maka layak sebuah negeri mendapatkan status sebagai : ‘daarul kufri’, meskipun penduduknya sebagian besar adalah muslim.
Marilah kita tinggalkan kehidupan jahiliyah yang penuh dengan dosa dan maksiat, dan kita gantikan dengan kehidupan yang lebih menuju jalan yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mari kita masuki tahun 1430 hijriyah ini dengan memperbaharui tekad dan niat menuju jalan yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, jalan Islam. Wallahu ‘alam. (Mhi)
Sebentar lagi memasuki pergantian tahun. Kita akan meninggalkan tahun 1429 hijriyah,dan masuk ke tahun 1430 hijriyah. Kita dapat melakukan muhasabah perjalanan (mereview) hidup kita, selama setahun yang lalu, apakah lebih berat timbangan kebaikannya, atau lebih berat timbangan keburukannya? Umur kita akan terus bertambah dan semakin mendekati datangnya kematian. Kematian adalah kepastian. Tak ada satupun makhluk di muka bumi yang selamat dari kematian. Dan, manusia harus bersiap-siap menyongsong kehidupan baru, yang lebih lama, lebih panjang, kekal, selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat.
Dalam kehidupan ini kita akan memilih. Kita memilih kebahagian di dunia atau memilih kebahagiaan di akhirat? Atau kita memilih keduanya, seperti dalam doa yang selalu kita ucapkan : “ Ya Rabb anugerahilah aku kehidupan di dunia yang bahagia, dan kehidupan di akhirat yang mulia”. Inilah jalan para anbiya’ (nabi), khulafaur rasyididn, dan para generasi shalaf, yang senantiasa mencintai Rabbnya, dan tidak pernah berpaling selama-lamanya dari-Nya. Generasi ini yang terus menapaki kehidupan dengan segala amal kebaikan.
Mereka senantiasa menolak dengan tegas perbuatan yang bathil dan fasad, yang dapat menjerumuskan diri mereka kedalam bencana. Ghirahnya (kecemburuannya) terus menyala-nyala, tak pernah padam, selalu marah ketika melihat segala penyimpangan, penolakan manusia atas segala ajaran-Nya, dan tidak pernah mau menerima segala bentuk kekafiran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Karena, sifat-sifat itu, tak layak dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada Rabbnya. Sifat-sifat itu yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla.
Tapi, kita memasuki kehidupan modern, yang penuh dengan tarikan dunia, yang senantiasa menggoada manusia menjadi lalai. Manusia tidak ingat akan datangnya kematian. Kehidupannya terus disibukkan dengan berbagai ambisi dan angan-angan, yang tak pernah habis-habis. Sampai datangnya hari tua, dan kematian merenggutnya. Adakah penyesalan? Segalanya menjadi terlambat. Segala penyesalan tak ada gunanya.
Seperti halnya, Fir’aun, yang saat ditenggelamkan di laut Merah, baru menyadari kemahakuasaan Allah Rabbul Jallal. Apakah sifat dan sikap manusia seperti itu? Datangnya kesadaran selalu terlambat. Datangnya penyesalan selalu terlambat. Ketika manusia sudah memasuki kehidupan di akhirat, dan masing-masing harus mempertanggungjawab kan kehadapan sang Khaliq, selalu mereka mengatakan, ketika di dunia belum mendapatkan keterangan tentang hakikat al-haq.
Bagaimana nasib manusia hari ini yang senantiasa menggantungkan hidupnya kepada materi? Ketika krisis datang dan menghampiri mereka, maka mereka banyak yang merasa kehilangan keseimbangan, merasakan kehampaan, dan kehilangan motivasi, serta semangat hidup. Kesalahan yang mendasar manusia modern adalah menjadikan benda sebagai sesembahan, dan makhluk sebagai sesembahan.
Kehidupan modern sekarang ini, tak ubahnya seperti ketika kehidupan di masa lalu, pada masa Nabi Ibrahim alaihis salam, mereka menyembah patung-patung, benda, matahari, rembulan, dan sesama manusia, yang mereka kira dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Sama antara jahiliyah di masa lalu dengan kehidupan di zaman sekarang. Mungkin hanya suasananya yang berbeda.
Manusia modern yang sangat berkecenderungan pada kehidupan materialisme, hanya menghabiskan seluruh waktu dan umurnya, mengumpulkan materi dengan bekerja. Waktunya, dari pagi hingga malam, hanya digunakan bekerja. Tujuannya mendapat materi. Lalu, mereka bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat hiburan, cape, hotel, tempat wisata, dan segala yang berbau ‘luxury’, yang dapat memberikan kenikmatan bagi kehidupan mereka.
Manusia betul-betul sebagai pemuja kenikmatan. Kenikmatan kehidupan di dunia, yang sengaja mereka ciptakan sendiri. Seakan mereka berkekalan atas segala kehidupan di dunia, yang tak pernah bakal berakhir. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi kehidupannya sendiri, membodohi kehidupan sendiri, dan akhirnya mereka menjadi korban dari pilihan hidup mereka sendiri. Mereka mengejar fatamorgana, yang mereka sangka sebagai kehidupan yang nyata.
Ketamakan manusia modern dalam menggunakan materi, dipertontonkan dengan telanjang oleh masyarakat Barat. Mereka menghabiskan sumber daya alam dari negara-negara Dunia Ketiga, yang sengaja diekploitasi habis-habisan, harta benda mereka dikeruk di bawa ke Barat, dan mereka menikmati. Mereka membiarkan kehidupan yang sangat menyakitkan bagi rakyat di Dunia Ketiga, yang miskin papa, dan tidak memiliki apa. Bahkan, masyarakat Barat, sengaja melanggengkan kemiskinan dan ketidak adilan, dan hancurnya sendi-sendi kehidpan di dalam masyarakat. Semua itu, tak lain adalah akibat orientasi masyarakat modern yang sangat menuhankan materi.
Seperti dikatakan oleh Sayid Qutb rahimahullah, yang mengatakan masyarakat modern, nantinya akan menghadapi kehancuran dari akibat budaya jahiliyah yang mereka bangun. Ibn Taimiyah berpendapat, ‘Sebuah negeri dikatakan sebagai daarul kufri, daarul iman atau daaru fasik, bukan karena hakikat yang ada pada negeri itu, tetapi karena sifat para penduduknya’. Maka, bagaimana kehidupan masyarakat itu, yang akan menentukan status sebuah negeri. Apakah negeri itu daarul kufri atau daarul iman. Kalau kehidupan jahiliyah yang mendominasi kehidupan mereka, maka layak sebuah negeri mendapatkan status sebagai : ‘daarul kufri’, meskipun penduduknya sebagian besar adalah muslim.
Marilah kita tinggalkan kehidupan jahiliyah yang penuh dengan dosa dan maksiat, dan kita gantikan dengan kehidupan yang lebih menuju jalan yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mari kita masuki tahun 1430 hijriyah ini dengan memperbaharui tekad dan niat menuju jalan yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, jalan Islam. Wallahu ‘alam. (Mhi)
Selamat Hari Ibu
IBUMU BUKAN IBUKU
Dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Ibu banyak pihak menggelar acara yang sangat bernuansa "Ibu". Dari yang mengadakan seminar tentang peran serta ibu dalam pembentukan anak, lomba memasak, pemberian penghargaan kepada kader pos yandu yang biasanya didominasi kaum ibu-ibu sampai ungkapan-ungkapan spesial yang dipublikasikan secara berulang-ulang dan yang mungkin hanya ada pada saat hari ibu ini saja terjadinya. Meskipun tidak semeriah peringatan 17-an, namun setidaknya kita
diajak untuk melihat kembali peran besar yang telah dan akan selalu diberikan
oleh ibu kita - yah ibu yang telah melahirkan, melindungi dan membesarkan kita
dalam bimbingan dan naungan Alloh SWT - hingga seperti ini.
Saya termasuk orang yang tidak pintar
mengekspresikan sesuatu - tidak terkecuali terhadap keluarga sendiri termasuk
ibu saya, bahkan kadang mereka melihat saya sebagai sesorang yang tidak
peka atau tidak perduli dengan sekitarnya. Namun saya pernah merasa sangat marah
sekali dengan orang-orang yang sebenarnya mampu memberikan sedikit
bantuan kepada ibu saya.
Saat itu saya dan ibu saya harus
melakukan perjalanan dari Blok M menuju Cililitan dengan menggunakan angkutan
umum berupa bis PPD bernomor 45. Bis ini yang sekarang jauh lebih bagus
ketimbang 5 - 10 tahun yang lalu dimana bangkunya masih menggunakan plastik dari
serat fiber yang dicetak dengan hanya ditopang oleh besi bulat yang dibentuk
sedemikian rupa untuk menyanggah plastik serat fiber tersebut sebagai tempat
duduk.
Satu-satunya kesalahan kami saat itu adalah kami naik bis tersebut tidak di dalam terminal Blok M tetapi di halte perempatan Woltermongonsidi - STM Penerbangan atau tepatnya di depan KFC sekarang. Hasilnya sudah bisa dipastikan kendaraan umum tersebut penuh dan terpaksa kami harus berdiri. Saat itu di dalam bis belum banyak yang berdiri dan kehadiran kami sebagai pendatang baru pada bis itu tidak membuat penumpang yang sudah lebih dulu hadir merasa terganggu karena tidak membuat mereka makin terhimpit dengan kehadiran kami sebagai penumpang seperti yang sering saya lihat hampir di setiap pagi hari pas jam berangkat kerja dan sore hari usai jam
bekerja.
Alhamdulillah kami berhasil masuk
dengan selamat tanpa tersandung dan tanpa meyenggol atau menginjak kaki-kaki
yang terpaksa menjulur dari sisi kiri dan kakan milik kaki-kaki penumpang yang
duduk, hanya saja masalah lainnya timbul - ibu saya merasa tidak nyaman
berpegangan pada besi bulat yang dipasang pada langit-langit bis karena membuat
lengannya aga tegak - cepat pegal katanya, sehingga ibu saya hanya berpegangan
pada besi bangku penumpang di belakang kepala penumpang lainnya. "Bu, rambut
saya nih..", kata remaja putri aga ketus ke ibu saya yang tidak sengaja memegang
beberapa helai rambutnya yang menyelip disela-sela jarinya. Remaja putri itu
langsung merapihkan rambutnya yang memang panjang dan dibiarkan tanpa diikat
sesaat setelah ibu saya melepas genggamannya pada besi di belakang kepala remaja
tersebut. "Eh...maaf dek", kata ibu saya seraya melepas pegangannya dan beralih
meraih lengan saya. Ibu saya mendorong lengan saya untuk bergeser menjauh dari
tempat tadi. "Ibu ga bisa pegangan ke atas makanya cari yang duduknya laki-laki
biar ga kena rambutnya lagi", bisiknya ke saya. Saya mengangguk dan kamipun
bergeser lebih dalam lagi.
Belum sempat kami mendapat tempat yang kami maksud, tiba-tiba supir bis rem mendadak dan ibu saya yang belum sempat berpegangan terdorong ke depan membuat kakinya membentur besi kaki bangku bis tersebut. "Ibu ga apa-apa ?", tanya saya setelah menahan tubuhnya agar tidak jatuh. "Ga apa-apa", ujarnya.
Sesampainya di daerah Cawang, ibu saya
mengeluh tulang kakinya nyeri, rupanya kaki yang terbentur tadi menyebabkan kaki
kiri di depan betisnya membiru. "Ibu masih kuat berdiri ?", tanyaku khawatir.
"Iya ga apa-apa lagian sebentar lagi sampe Uki", ucapnya sekali lagi meyakinkan
ke saya. Saya yakin benar saat itu ibu saya sedang menahan sakit di kakinya,
karena saya beberapa kali melihat ibu aga membukukan badan sambil memijat-mijat
paha kirinya.
Ada rasa penyesalan dalam diri ini, kenapa saya menurut saja ketika ibu saya bilang "naik bis saja biar ngirit". Kenapa bukan saya yang memutuskan untuk menggunakan angkutan umum yang lebih aman untuk orang tua seusia ibu saya (saat itu menjelang usia 50th), seperti naik taksi contohnya.
Dan yang lebih mirisnya lagi...kenapa
tidak ada satupun laki-laki kuat dan wanita-wanita perkasa yang masih sanggup
untuk berdiri walau satu jam lamanya, mempersilahkan ibu saya untuk menempati
tempat duduknya. Padahal sempat saya lihat beberapa anak muda sedang duduk
bahkan beberapa diantaranya asik mengobrol dengan teman sesamanya. Ada juga
wanita remaja yang tadi rambutnya terjepit jari-jari ibu saya atau seorang
wanita muda yang duduk di depan kiri remaja tersebut. Semua yang saya sebutkan
tadi berada tepat tidak jauh dari ibu saya berdiri. Kenapa ya...? Mungkin ibu
saya ini bukan ibu kandung mereka atau saudara wanita mereka, sehingga mereka
tidak mempunyai kewajiban untuk menghargainya. Mungkin yang ada dibenak mereka -
"lu naik bis umum bukan naik taksi, jadi harus siap resikonya".
Hal yang sama juga kadang dialami ibu-ibu yang sedang mengandung. Pernah saya melihatnya sedang berdiri di dalam bis tanpa ada yang mau mempersilahkan untuk duduk
menempati tempat duduknya termasuk juga saya saat itu - karena saya juga
berdiri.
Sudah sebegitu egoisnyakah kita...? Sudah tertutupkah hati kita...? Sudah lupakah apa yang diajarkan guru-guru kita saat kita kecil dulu untuk menghormati dan meghargai orang yang lebih tua dan membantu orang yang membutuhkan bantuan...? Meskipun ibu saya bukan ibu mereka, meskipun ibu saya bukan saudara wanita mereka dan meskipun ibu saya bukan sesorang yang mereka kenal - tapi ibu saya tetap orang yang lebih tua dan kita punya kewajiban atasnya.
Selamat Hari Ibu, ya
Bu...! - Maafkan saya belum bisa memberikan kebahagian sebagai cicilan yang
tidak akan pernah lunas atas segala kebaikan yang telah ibu
berikan.
Dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Ibu banyak pihak menggelar acara yang sangat bernuansa "Ibu". Dari yang mengadakan seminar tentang peran serta ibu dalam pembentukan anak, lomba memasak, pemberian penghargaan kepada kader pos yandu yang biasanya didominasi kaum ibu-ibu sampai ungkapan-ungkapan spesial yang dipublikasikan secara berulang-ulang dan yang mungkin hanya ada pada saat hari ibu ini saja terjadinya. Meskipun tidak semeriah peringatan 17-an, namun setidaknya kita
diajak untuk melihat kembali peran besar yang telah dan akan selalu diberikan
oleh ibu kita - yah ibu yang telah melahirkan, melindungi dan membesarkan kita
dalam bimbingan dan naungan Alloh SWT - hingga seperti ini.
Saya termasuk orang yang tidak pintar
mengekspresikan sesuatu - tidak terkecuali terhadap keluarga sendiri termasuk
ibu saya, bahkan kadang mereka melihat saya sebagai sesorang yang tidak
peka atau tidak perduli dengan sekitarnya. Namun saya pernah merasa sangat marah
sekali dengan orang-orang yang sebenarnya mampu memberikan sedikit
bantuan kepada ibu saya.
Saat itu saya dan ibu saya harus
melakukan perjalanan dari Blok M menuju Cililitan dengan menggunakan angkutan
umum berupa bis PPD bernomor 45. Bis ini yang sekarang jauh lebih bagus
ketimbang 5 - 10 tahun yang lalu dimana bangkunya masih menggunakan plastik dari
serat fiber yang dicetak dengan hanya ditopang oleh besi bulat yang dibentuk
sedemikian rupa untuk menyanggah plastik serat fiber tersebut sebagai tempat
duduk.
Satu-satunya kesalahan kami saat itu adalah kami naik bis tersebut tidak di dalam terminal Blok M tetapi di halte perempatan Woltermongonsidi - STM Penerbangan atau tepatnya di depan KFC sekarang. Hasilnya sudah bisa dipastikan kendaraan umum tersebut penuh dan terpaksa kami harus berdiri. Saat itu di dalam bis belum banyak yang berdiri dan kehadiran kami sebagai pendatang baru pada bis itu tidak membuat penumpang yang sudah lebih dulu hadir merasa terganggu karena tidak membuat mereka makin terhimpit dengan kehadiran kami sebagai penumpang seperti yang sering saya lihat hampir di setiap pagi hari pas jam berangkat kerja dan sore hari usai jam
bekerja.
Alhamdulillah kami berhasil masuk
dengan selamat tanpa tersandung dan tanpa meyenggol atau menginjak kaki-kaki
yang terpaksa menjulur dari sisi kiri dan kakan milik kaki-kaki penumpang yang
duduk, hanya saja masalah lainnya timbul - ibu saya merasa tidak nyaman
berpegangan pada besi bulat yang dipasang pada langit-langit bis karena membuat
lengannya aga tegak - cepat pegal katanya, sehingga ibu saya hanya berpegangan
pada besi bangku penumpang di belakang kepala penumpang lainnya. "Bu, rambut
saya nih..", kata remaja putri aga ketus ke ibu saya yang tidak sengaja memegang
beberapa helai rambutnya yang menyelip disela-sela jarinya. Remaja putri itu
langsung merapihkan rambutnya yang memang panjang dan dibiarkan tanpa diikat
sesaat setelah ibu saya melepas genggamannya pada besi di belakang kepala remaja
tersebut. "Eh...maaf dek", kata ibu saya seraya melepas pegangannya dan beralih
meraih lengan saya. Ibu saya mendorong lengan saya untuk bergeser menjauh dari
tempat tadi. "Ibu ga bisa pegangan ke atas makanya cari yang duduknya laki-laki
biar ga kena rambutnya lagi", bisiknya ke saya. Saya mengangguk dan kamipun
bergeser lebih dalam lagi.
Belum sempat kami mendapat tempat yang kami maksud, tiba-tiba supir bis rem mendadak dan ibu saya yang belum sempat berpegangan terdorong ke depan membuat kakinya membentur besi kaki bangku bis tersebut. "Ibu ga apa-apa ?", tanya saya setelah menahan tubuhnya agar tidak jatuh. "Ga apa-apa", ujarnya.
Sesampainya di daerah Cawang, ibu saya
mengeluh tulang kakinya nyeri, rupanya kaki yang terbentur tadi menyebabkan kaki
kiri di depan betisnya membiru. "Ibu masih kuat berdiri ?", tanyaku khawatir.
"Iya ga apa-apa lagian sebentar lagi sampe Uki", ucapnya sekali lagi meyakinkan
ke saya. Saya yakin benar saat itu ibu saya sedang menahan sakit di kakinya,
karena saya beberapa kali melihat ibu aga membukukan badan sambil memijat-mijat
paha kirinya.
Ada rasa penyesalan dalam diri ini, kenapa saya menurut saja ketika ibu saya bilang "naik bis saja biar ngirit". Kenapa bukan saya yang memutuskan untuk menggunakan angkutan umum yang lebih aman untuk orang tua seusia ibu saya (saat itu menjelang usia 50th), seperti naik taksi contohnya.
Dan yang lebih mirisnya lagi...kenapa
tidak ada satupun laki-laki kuat dan wanita-wanita perkasa yang masih sanggup
untuk berdiri walau satu jam lamanya, mempersilahkan ibu saya untuk menempati
tempat duduknya. Padahal sempat saya lihat beberapa anak muda sedang duduk
bahkan beberapa diantaranya asik mengobrol dengan teman sesamanya. Ada juga
wanita remaja yang tadi rambutnya terjepit jari-jari ibu saya atau seorang
wanita muda yang duduk di depan kiri remaja tersebut. Semua yang saya sebutkan
tadi berada tepat tidak jauh dari ibu saya berdiri. Kenapa ya...? Mungkin ibu
saya ini bukan ibu kandung mereka atau saudara wanita mereka, sehingga mereka
tidak mempunyai kewajiban untuk menghargainya. Mungkin yang ada dibenak mereka -
"lu naik bis umum bukan naik taksi, jadi harus siap resikonya".
Hal yang sama juga kadang dialami ibu-ibu yang sedang mengandung. Pernah saya melihatnya sedang berdiri di dalam bis tanpa ada yang mau mempersilahkan untuk duduk
menempati tempat duduknya termasuk juga saya saat itu - karena saya juga
berdiri.
Sudah sebegitu egoisnyakah kita...? Sudah tertutupkah hati kita...? Sudah lupakah apa yang diajarkan guru-guru kita saat kita kecil dulu untuk menghormati dan meghargai orang yang lebih tua dan membantu orang yang membutuhkan bantuan...? Meskipun ibu saya bukan ibu mereka, meskipun ibu saya bukan saudara wanita mereka dan meskipun ibu saya bukan sesorang yang mereka kenal - tapi ibu saya tetap orang yang lebih tua dan kita punya kewajiban atasnya.
Selamat Hari Ibu, ya
Bu...! - Maafkan saya belum bisa memberikan kebahagian sebagai cicilan yang
tidak akan pernah lunas atas segala kebaikan yang telah ibu
berikan.
Cukup Memulai dari Mengartikan
Cukup Memulai dari Mengartikan
Banyak orang melupakan bahwa bunyi baik itu berupa kata atau nada pertamakali berinteraksi bukan dengan fikiran tetapi dengan telinga. Dan fitrah telinga adalah mendengarkan sesuatu yang merdu atau sesuatu yang enak didengar. Terlepas dari manfaatnya, secara jujur pasti telinga atau kuping memilih mendengarkan musik yang menyejukan ketimbang pengajian yang membosankan, sehingga siapapun dia yang ketika ingin berkomunikasi atau ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain semestinya juga menguasai kekuatan intonasi kata atau nada. Kekuatan yang memerintah dunia memang bukanlah kata-kata, tapi dengan kata-katalah seseorang menggunakan kekuatannya, kata blaise pascal
Sore itu Ustadz Najib terlambat datang karena ada urusan keluarga, sebagian teman mengusulkan mengadakan tadarusan sambil menunggu Ustadz Najib. Sewaktu acara tadarusan berlangsung, rumah yang berada dibelakang musholah menghidupkan radio tape agak keras dengan lagu "Tuhan" dari Bimbo. Lagu tersebut memecahkan konsentrasi kami. Secara jujur, sensitivitas spritual saya lebih tersentuh lewat lagu itu dari pada suara tadarusan yang sedang tersaji dan secara reflek saya justru lebih mengikuti setiap bait lirik lagu tersebut dan mengikuti irama dengan sentuhan menyayat hati. Lebih dari itu Pandi malah ikut menyanyi dengan suara lirih seperti berbisik.
Ustad Najib ketika datang hanya tersenyum di depan pintu sambil mengucapkan salam, nampaknya dia sudah tahu kelakuan kami ini. " di sunnahkan membaca Al Qur'an dengan tartil dan usahakan membaguskan suara, karena bacaan tersebut tidak hanya untuk diri kita tetapi juga untuk orang lain yang mendengarkannya" kata Ustadz najib sambil duduk diantara kami, " memang tidak semua orang bisa melantunkan Al Qur'an dengan indah dan untuk itu harus sering melakukan latihan, Diantara para sahabat hanya beberapa orang yang masyhur melantunkan Al Qur'an dengan indah seperti Abdullah bin Mas'ud dan Ubay bin Ka'ab yang Rasulullah sendiri pernah sampai menangis mendengarnya" lanjutnya sambil membuka kitab yang akan dipelajari, hari itu khusus pelajaran tauhid.
Filosofi membaca adalah berusaha memaknai kandungan dari sesuatu yang dibaca. Di dunia ini , satu-satunya yang paling banyak di baca berulang-ulang tetapi paling jarang dimaknai hanyalah Al Qur'an, sebab jika dibandingkan dengan kitab agama lain yang dibaca dalam bahasa ibu masing-masing ( tidak ada standarisasi bahasa ) maka semakin sering di ulang, semakin mengertilah mereka terhadap kitab mereka, sebaliknya kitab Al Qur'an yang terstandarisasi dalam bahasa arab, walaupun dibaca seribu kali jika tidak di artikan dalam bahasa ibu maka tidak akan pernah ada makna yang bisa diraih.
Ketika ditanya barapa kali jama'ah mengkhatamkan Al Qur'an oleh Ustadz Abbas dalam pengajian tadabbur Al Qur'an, ada yang menjawab seratus kali ( tampak sudah berumur) ada yang sudah lima puluh kali, tiga puluh kali dan yang paling sedikit lima kali. Ketika ditanya siapa yang mengerti bahasa Al Qur'an (Arab) dari sekitar tiga puluh orang hanya empat yang mengangkat tangan, Ustadz Abbas hanya tersenyum dan berkata " tidak apa-apa , tapi jika memang tidak bisa bahasa Al Qur'an, maka pertanyaan saya ganti dengan berapa kali jama'ah semua telah mengkhatamkan terjemahan Al Qur'an ?" . Para jama'ah banyak yang diam tetapi ada juga yang menjawab dan sungguh menakjubkan ternyata jawaban paling banyak hanya delapan kali itu juga oleh seorang kakek berumur sekitar enam puluhan .
Al Qur'an adalah sebuah rahasia hidup, walaupun sebagian berisi sejarah tetapi itu bukan jadi alasan untuk selalu menganalisa masa lalu dan juga bukan untuk selalu berusaha untuk mengantispasi masa depan, tetapi rahasia itu mengharapkan kita untuk bisa memahaminya agar hidup yang kita jalani hari ini bisa lebih berarti.
Banyak orang melupakan bahwa bunyi baik itu berupa kata atau nada pertamakali berinteraksi bukan dengan fikiran tetapi dengan telinga. Dan fitrah telinga adalah mendengarkan sesuatu yang merdu atau sesuatu yang enak didengar. Terlepas dari manfaatnya, secara jujur pasti telinga atau kuping memilih mendengarkan musik yang menyejukan ketimbang pengajian yang membosankan, sehingga siapapun dia yang ketika ingin berkomunikasi atau ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain semestinya juga menguasai kekuatan intonasi kata atau nada. Kekuatan yang memerintah dunia memang bukanlah kata-kata, tapi dengan kata-katalah seseorang menggunakan kekuatannya, kata blaise pascal
Sore itu Ustadz Najib terlambat datang karena ada urusan keluarga, sebagian teman mengusulkan mengadakan tadarusan sambil menunggu Ustadz Najib. Sewaktu acara tadarusan berlangsung, rumah yang berada dibelakang musholah menghidupkan radio tape agak keras dengan lagu "Tuhan" dari Bimbo. Lagu tersebut memecahkan konsentrasi kami. Secara jujur, sensitivitas spritual saya lebih tersentuh lewat lagu itu dari pada suara tadarusan yang sedang tersaji dan secara reflek saya justru lebih mengikuti setiap bait lirik lagu tersebut dan mengikuti irama dengan sentuhan menyayat hati. Lebih dari itu Pandi malah ikut menyanyi dengan suara lirih seperti berbisik.
Ustad Najib ketika datang hanya tersenyum di depan pintu sambil mengucapkan salam, nampaknya dia sudah tahu kelakuan kami ini. " di sunnahkan membaca Al Qur'an dengan tartil dan usahakan membaguskan suara, karena bacaan tersebut tidak hanya untuk diri kita tetapi juga untuk orang lain yang mendengarkannya" kata Ustadz najib sambil duduk diantara kami, " memang tidak semua orang bisa melantunkan Al Qur'an dengan indah dan untuk itu harus sering melakukan latihan, Diantara para sahabat hanya beberapa orang yang masyhur melantunkan Al Qur'an dengan indah seperti Abdullah bin Mas'ud dan Ubay bin Ka'ab yang Rasulullah sendiri pernah sampai menangis mendengarnya" lanjutnya sambil membuka kitab yang akan dipelajari, hari itu khusus pelajaran tauhid.
Filosofi membaca adalah berusaha memaknai kandungan dari sesuatu yang dibaca. Di dunia ini , satu-satunya yang paling banyak di baca berulang-ulang tetapi paling jarang dimaknai hanyalah Al Qur'an, sebab jika dibandingkan dengan kitab agama lain yang dibaca dalam bahasa ibu masing-masing ( tidak ada standarisasi bahasa ) maka semakin sering di ulang, semakin mengertilah mereka terhadap kitab mereka, sebaliknya kitab Al Qur'an yang terstandarisasi dalam bahasa arab, walaupun dibaca seribu kali jika tidak di artikan dalam bahasa ibu maka tidak akan pernah ada makna yang bisa diraih.
Ketika ditanya barapa kali jama'ah mengkhatamkan Al Qur'an oleh Ustadz Abbas dalam pengajian tadabbur Al Qur'an, ada yang menjawab seratus kali ( tampak sudah berumur) ada yang sudah lima puluh kali, tiga puluh kali dan yang paling sedikit lima kali. Ketika ditanya siapa yang mengerti bahasa Al Qur'an (Arab) dari sekitar tiga puluh orang hanya empat yang mengangkat tangan, Ustadz Abbas hanya tersenyum dan berkata " tidak apa-apa , tapi jika memang tidak bisa bahasa Al Qur'an, maka pertanyaan saya ganti dengan berapa kali jama'ah semua telah mengkhatamkan terjemahan Al Qur'an ?" . Para jama'ah banyak yang diam tetapi ada juga yang menjawab dan sungguh menakjubkan ternyata jawaban paling banyak hanya delapan kali itu juga oleh seorang kakek berumur sekitar enam puluhan .
Al Qur'an adalah sebuah rahasia hidup, walaupun sebagian berisi sejarah tetapi itu bukan jadi alasan untuk selalu menganalisa masa lalu dan juga bukan untuk selalu berusaha untuk mengantispasi masa depan, tetapi rahasia itu mengharapkan kita untuk bisa memahaminya agar hidup yang kita jalani hari ini bisa lebih berarti.
Islam Itu Agama Yang Mudah
Islam Itu Agama Yang Mudah
Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh islam itu mudah, tiadalah yang memaksakan dirinya maka ia akan
kalah, maka berbuatlah sewajarnya, dan mendekatlah pada perbuatan baik, dan
ketahuilah kabar gembira pada amal amal, dan mohonlah (berdoalah) pada pagi
hari, sore hari dan sebagian waktu akhir malam” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Jalla Wa Alla, Maha Suci Allah Swt yang
dengan Kesucian Nya mensucikan jiwa hamba – hamba Nya dari segala keinginan
yang hina, yang semakin mulia dan luhur mereka yang mengingat dan
mengagungkan Allah, (dan) Tiadalah jiwa yang lebih indah dan bercahaya
melebihi jiwa yang mengagungkan Allah… Maha Mensucikan jiwa hamba Nya dari
kehendak yang hina, Maha Menjatuhkan keinginan buruk dari sanubari hamba –
hamba Nya. Semakin dekat dan rindu seorang hamba kepada Allah, semakin
berjatuhan keinginannya untuk berbuat yang munkar.
Demikianlah Cahaya Keagungan Illahi.
Bila telah terbit di dalam sanubari semakin terang benderang hingga sirnalah
kegelapan didalam jiwa dan sanubari hamba Nya berganti dengan keinginan
luhur, berganti dengan keinginan mulia dan berbuat kebaikan sepanjang sisa
waktu dari usianya yang dipinjamkan Allah.
Wahai hamba – hamba Allah yang kita ini adalah milik Allah, yang usia kita
dipinjami oleh Allah agar semakin dekat Kehadirat Nya, wahai yang bernafas
dan hidup dengan Kehendak Allah.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Telah bersabda Nabiyyuna Muhamamd Saw ketika seseorang wanita yang hamil,
Allah memerintahkan Malaikat didalam rahimnya yang selalu menyampaikan
Kehadirat Allah. Jika sudah masuk janin ke dalam rahimnya maka Malaikat
berkata “Ya Rabb nuthfah” (Wahai Allah janin telah masuk ke dalam rahim).
Lantas apabila ia telah menjadi gumpalan darah dengan Kehendak dan
Pengaturan Allah. Malaikat mengatakan “Ya Rabb…” (Wahai Allah dan Malaikat
terus mengabarkan akan keadaan sang bayi). Wahai Allah telah menjadi
gumpalan daging bayi ini, Wahai Allah telah mulai terbentuk bayi ini dan
ketika ia hampir berbentuk, kelaminnya ditanyakan oleh Malaikat “Ya Rabb
adzakar am untsa” (Wahai Allah apa yang Kau inginkan dari bayi ini, lelaki
atau wanita). Maka dengan Kehendak Allah Swt memilihkan kelaminnya dan
setelah itu muncullah bayi dan ditiupkan padanya ruh. Berdetaklah jantungnya
dan berfungsilah seluruh aliran darahnya, berfungsilah seluruh tubuhnya dan
menanti ijin untuk lahir ke muka bumi yang milik Allah, menanti ijin
bernafas didunia yang milik Allah, ia pun lahir ke muka bumi dan menyerukan
suara dan setelah itu ia hidup dengan Kehendak Illahi. Dialah (Allah) Yang
Maha Memiliki setiap kelahiran, Yang Maha Memiliki setiap kehidupan, Yang
Maha Menjatuhkan seluruh kekuasaan dengan kematian.
Dialah (Allah) Maha Suci Allah Swt dan beruntunglah hamba – hamba Nya yang
selalu ingat bahwa Allah menyukai istighfar dan taubat. Inilah satu –
satunya hal yang menyelamatkan para pendosa dari kehinaan dan api neraka.
Mereka selamat karena memahami ada Yang Maha Mengampuni yang tiada pernah
bosan Mengampuni, Yang Maha Pengasih, Yang Lebih Dermawan dari semua yang
dermawan, Yang Maha Diharapkan dari semua yang diharapkan. Dialah (Allah
Swt) Jalla Wa Allah.
Hadirin – hadirat, Allah memahami bahwa kita tidak menyukai musibah sehingga
Allah berikan semua musibah itu menjadi penghapusan dosa dan menggantikan
hal yang tidak kita sukai dengan hal – hal yang lebih indah. Diriwayatkan
didalam Shahih Bukhari, Rasul Saw bersabda “tiadalah seseorang yang
meninggal 3 orang anaknya terkecuali Allah jadikan itu sebagai penghalang
dari api neraka (hijaban lahu minannaar)”. Berarti kalau seseorang punya
anak 3 yang meninggal maka Allah jadikan itu benteng baginya dari api
neraka. Betapa pedihnya dan sulitnya dan pahitnya kehilangan seorang anak,
bagaimana dengan 3 orang anak? Seakan – akan sirna seluruh kenikmatan yang
dia lewati sebelumnya. 3 orang anak yang wafat dari anak – anaknya
(misalnya) namun hal itu diganti dengan hijaban lahu minannaar. Kesedihan
itu kecil kalau dibandingkan anugerah bebas dari api neraka. Ketika ia
melihat api neraka di yaumal qiyamah, ia akan memuji Allah, Maha Suci Engkau
Wahai Rabb yang membuat 3 orang anakku wafat dan aku terjaga dari api yang
mengerikan ini. Disaat itu kalau seandainya orang sudah melihat api neraka,
seandainya ia mempunyai 100 orang anak pun rela dikorbankan demi selamat
dari api itu. Seandainya ia mesti melewati kesedihan sepanjang ia lahir
hingga ia wafat, ia akan lewati kesedihan itu dan ia anggap gembira jika ia
lihat api neraka itu.
Hadirin – hadirat, lalu para Sahabat bertanya “kaifa bi itsnain?” (bagaimana
kalau yang 2 orang anaknya yang wafat?). Rasul saw menjawab “bal itsnain”
(juga kalau hanya 2 yang wafat) juga menjadi hijab baginya dari api neraka.
Kesedihannya dibayar oleh Allah dengan selamat dari api neraka selama –
lamanya. Inilah anugerah yang ingin saya kupas dari hadits ini betapa Allah
selalu membayar kesedihan kita dengan kebahagiaan yang jauh lebih besar
daripada kesedihan itu sendiri. Kalau seandainya seseorang itu melihat 2
anaknya wafat didunia lalu ia tahu kalau di akhirat ia akan masuk api neraka
maka betapa tidak berartinya seluruh anaknya kalau ia harus menginjak api
neraka. Allah selamatkan itu semua, akan tetapi tentunya kita tidak ingin
anak kita wafat. Maka selalulah memohon luthuf (kelembutan) dan kelembutan
dari takdir – takdir Ilahi Swt.
Hadirin – hadirat, inilah Keagungan Allah Swt kepada hamba – hamba Nya yang
beriman kepad umat Nabi Muhammad Saw dan kita telah mendengar hadits yang
bersama – sama kita baca tadi “innaddina yusrun” (agama islam ini mudah).
“wala yusyaaddaddina ahadun illa ghalabahu” (seseorang jika memaksakan
dirinya untuk taat melebihi kemampuannya, ia akan ditundukkan dan dikalahkan
oleh keinginannya sendiri). Maksudnya apa? Al Imam Ibn Hajar didalam
kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan ketika yang
dimaksud “innaddiina yusrun”, agama islam ini mudah maksudnya adalah Allah
sudah Maha Mengetahui mana yang sulit bagi kita dan mana yang mudah. Allah
jadikan agama ini mudah bagi kita. Jadi kalau kita merasa sulit itu adalah
hawa nafsu kita yang berbicara tetapi pada hakekatnya semua umat ini mampu
melakukan apa – apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.
“Wala yusyaddaddina ahadun illa ghalabahu”, tiadalah seseorang memaksakan
dirinya. Dalam hal ini Al Imam Ibn Hajar menjelaskan hal – hal yang sunnah
kalau hal – hal yang fardhu (wajib) memang fadhu (wajib) tapi kalau hal –
hal yang sunnah jangan paksakan diri kita. Al Imam Ibn Hajar memberi contoh:
orang yang memaksakan dirinya untuk melakukan shalat tahajjud yang panjang,
boleh saja ia lakukan shalat tahajjud yang panjang tapi kalau ia paksakan
secara berlebihan yang akhirnya setelah tahajjud ketiduran dan shalat
subuhnya terlewat. Shalat subuhnya adalah hal yang fardhu (wajib), ia
paksakan untuk tahajjud yang lama akhirnya shalat subuhnya terlambat.
Tentunya hal ini yang dimaksud dalam hadits “wala yusyaaddaddina ahadun illa
ghalabahu”, orang yang memaksakan dirinya dalam ketaatan yang lebih dari
kemampuannya, ia akan kalah sendiri dengan keinginannya.
“Fasaddidu..”, Al Imam Ibn Hajar didalam kitabnya Fathul Bari mengatakan
“tawassuth lil a’mal” (jangan berlebihan dan jangan pula meremehkan,
ditengah – tengah saja). Berbuat yang semampu kita dan itu dipertahankan
karena “ahabbudin illaihi saw adhdhuwa mahum” demikian riwayat Shahih
Bukhari, bahwa yang paling disenangi oleh Sang Nabi Saw dalam amal kita
adalah yang berkelanjutan (berkesinambungan). Jadi jika hal itu pun ringan
kalau berkesinambungan itu yang lebih disenangi oleh Rasul saw.
Kalau shalat tahajjud rasanya saya sulit bangunnya, ya kalau begitu lakukan
shalat witir habis ba’diyah isya. Sudah shalat isya ada shalat sunnah
ba’diyah setelah itu shalat witir 3 rakaat, itu sudah termasuk qiyamullail.
Kau bangun shalat tahajjud lagi tidak apa – apa tapi jangan shalat witir 2X,
karena yang makruh adalah yang witir 2X. kalau malam bangun lagi 2 rakaat, 4
rakaat, 6 rakaat shalat tahajjud, silahkan!!. Bangun tidak bangun sudah
melakukan qiyamullail. Kalau bangun shalat tahajjud syukur kalau tidak
bangun toh sudah melakukan qiyamullail. Ini yang disebut “tawassuth lil
a’mal”. (misalnya) Saya ingin kemuliaan qiyamullail maka lakukan yang mudah,
setelah ba’diyah isya lakukan shalat witir 3 rakaat itu sudah melakukan
qiyamullail. Tapi saya mau bangun untuk tahajjud, ya kalau bangun tahajjud
lakukan dan kalau tidak bangun qiyamullail sudah kita lakukan dengan shalat
witir sudah dapat pahalanya. Sudah bisa melakukan qiyamullail setiap malam
dengan shalat witir. Demikian hadirin – hadirat diantara kemudahan –
kemudahan yang ditunjukkan dan bila kita dawamkan itu afdhal.
Oleh sebab itu Rasul Saw bersabda tadi “fasaddidu wa qaribu”, apa makna
“qaribu” disini, Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Bari
bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan “kalau tidak mampu kau perbuat hal yang
sedemikian sempurna yang kau ketahui, perbuat amal yang dekat dengan itu,
yang dekat kepadanya”. Seandainya kita dengar sebaik – baiknya puasa adalah
puasa Nabi Daud, kata Rasul saw. Puasa sehari batal sehari, puasa lagi batal
lagi. Itu puasa yang paling afdhal). Kita tidak mampu, ya kalau gitu puasa
senin – kamis. Saya sibuk banyak pekerjaan, kalau begitu 3 hari dalam 1
bulan. Sibuk tidak mampu atau sakit atau banyak halangannya untuk melakukan
puasa. Lakukan puasa syawal, lakukan puasa pada hari asyura, puasa pada hari
arafah yang hanya datang 1 tahun sekali. Puasa arafah setahun sekali, puasa
hari asyura setahun sekali, puasa syawal 1 minggu saja dalam 1 tahun.
Demikian hadirin – hadirat “wa qaribu”, dekatkan dengan diri kita. Saya
mampunya hanya puasa fardhu (wajib) saja, puasa ramadhan. Tambah 1 hari
setahun sekali puasa asysyura,
(ketahuilah bahwa) itu sebelum puasa ramadhan diwajibkan, puasa asyura sudah
menjadi puasa wajib. Sebelum diwajibkan puasa bulan ramadhan, puasa asysyura
wajib. Setelah muncul kewajiban puasa dibulan ramadhan, puasa asysyura
menjadi sunnah muakkadah. Itu 1 tahun sekali, kalau tidak mampu puasa sunnah
seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali. Puasa arafah setahun
sekali. Demikian hadirin – hadirat, tahun depan tambah 2X arafah dan
asysyura, tahun depannya lagi tambah syawal (1 minggu), arafah, asysyura 3X
saja setahun. Tahun depannya barangkali bisa ditambah 2 bulan sekali, terus
demikian riwayat Shahih Bukhari “yang paling disenangi Rasul saw adalah amal
yang berkesinambungan”. Kalau amal sekali saja memang tidak boleh? Boleh,
tapi yang berkesinambungan lebih afdhal. Ini kita bicara hal yang sunnah dan
hal yang wajib tentu sudah jelas.
“Wa qaribu wa absyiru” (dan pahamilah hal – hal yang membuat kau gembira
didalam ibadah daripada bisyarah bisyarah dan kabar – kabar mulia yang
muncul itu pahami dan kabarkan). Kita sudah melakukan shalat witir,
Alhamdulillah setiap malam shalat witir. Kenali kemuliaan pahala
qiyamullail, seperti apa. “absyiru” katakan pada orang lain dan senangkan
dirimu. Kalau qiyamullail itu pahalanya begini, begini, begini, itu yang
dimaksud. Ketika kita beramal ibadah hadirkan didalam hati kita kemuliaan
ibadah itu. Saya Alhamdulillah selalu hadir di majelis setiap malam selasa,
hadirkan kemuliaan ibadah seperti ini. Allah Swt sudah mengatakan dari
seluruh riwayat Shahih Bukhari dan Muslim “orang yang duduk di majelis
dzikir dan majelis taklim, itu semua yang duduk disitu tidak akan dihinakan
oleh Allah Swt yang duduk bersama berdzikir dan orang yang bertakdhim dan
bershalawat, semuanya itu larut di majelis dzikir”.
Hadirin – hadirat inilah yang disebut “wa absyiru” agar bangkit semangat
kita didalam ibadah lebih daripada yang ada. Kita sedang shalat 5 waktu,
bangkitkan kemuliaan itu bahwa kau sedang berhadapan dengan Rabbul Alamin.
Inilah detik – detik terindah sepanjang waktu kita hidup hingga kita wafat
belum ada detik – detik lebih agung daripada saat kita shalat, saat kita
sujud. Ingatlah kemuliaan sujud itu bahwa Allah mengharamkan anggota sujud
dibakar api neraka. “Innallaha harama alannaar an ta’kula min ibn adam
atsarassujud” riwayat Shahih Bukhari sabda Rasul saw “Allah mengharamkan api
neraka untuk membakar anggota sujud”. Ingat itu disaat kita bersujud, dan
sedekat – dekat hamba kepada Allah. Hamba yang sangat dekat kepada Allah
adalah saat ia bersujud. Sedang sujud ingat itu, sedang dzikir kemuliaannya,
sedang puasa ingat kemuliaannya, sedang shalat ingat kemuliaan, berhadapan
dengan ayah ibumu ingat kemuliaannya, ingat keberkahannya. Demikian absyiru.
Setelah itu Rasul Saw mengajari kita untuk banyak berdoa tapi Rasul saw
mengajari 3 waktu yang paling afdhal padanya doa didalam setiap hari yaitu
“wasta’inu bil qhudwati warrawhati wa syain minadduljah” (mohonlah
pertolongan Allah pada 3 waktu yaitu disaat pagi). Ghudwah adalah mulai
selesai fajr hingga waktu dhuha, sebagian ulama mengatakan sampai sebelum
waktu zawal. Jadi 10 menit sebelum adzan dhuhur itu waktu zawal. Sebelum itu
dari mulai waktu subuh (waktu pagi), doa – doa diijabah (dikabulkan) oleh
Allah Swt.
“Warrawhah”, rawhah adalah beberapa saat sebelum ashar sampai terbenamnya
matahari. Disaat – saat seperti itu banyaklah berdoa, kata Rasul Saw. “wa
syain minadduljah” yang paling afdhol di detik – detik akhir sepertiga malam
terakhir sebelum adzan subuh. Jadi sebelum adzan subuh, kalau sepertiga
malam terakhir bisa dihitung sendiri dari isya sampai adzan subuh dibagi 3,
sepertiga terakhir itu waktunya, kira – kira jam 02.30 atau 03.00 WIB. Detik
– detik sebelum adzan subuh, itulah detik – detik paling afdhal untuk berdoa
dan di detik – detik itulah kelahiran Sayyidina Muhammad Saw, beliau lahir
beberapa detik sebelum terbitnya fajar.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt memuliakan hamba – hamba Nya dengan tuntunan keluhuran dengan
sunnah Nabi Nya, Muhammad Saw. Mereka semakin dekat kepada Allah Swt dan
Allah jadikan agama islam ini mudah. Makin ingin seseorang mendalaminya
makin dipermudah oleh Allah Swt urusan dunianya dan akhiratnya. Dan bukan
berarti seseorang yang bekerja itu dia orang yang duniawi karena pekerjaan
itu kalau diniatkan memberi nafkah menjadi pahala shadaqah. Sebagaimana
sabda Rasulullah saw “orang yang memberi nafkah kepada keluarganya maka ia
mendapat pahala shadaqah”. Itulah hadirin – hadirat, jadi bekerja
mendapatkan nafkah untuk keluarganya itu ada pahalanya dari Allah.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “barangsiapa yang
bekerja untuk menafkahi para fuqara, dia bekerja untuk dirinya tentunya dan
keuntungan dari pekerjaannya itu untuk fuqara maka baginya itu pahala seakan
– akan orang yang berpuasa di malam hari dan yang shalat malam di sepanjang
malam”.
Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semakin seseorang dekat dan mengamalkan sunnah Sang Nabi saw, dia akan
semakin sempurna dan demikian pula masyarakat. Semakin meluas ajaran sunnah
Nabi Muhammad Saw maka akan semakin damai masyarakatnya. Beberapa waktu yang
silam diwilayah Shibam di Hadramaut ada seorang qadhi (hakim). Di Shibam
kebanyakan ulama, shalihin banyak disitu. Qadhi (hakim) itu 20 tahun
bertugas menjadi hakim di wilayah Shibam. Setelah selesai jabatannya ia
kembalikan semua penghasilan bulanannya, karena hakim kan ada gajinya, ada
bulanannya dikembalikan yang selama 20 tahun. Dikembalikan kepada amir
(pemimpin). “Kenapa dikembalikan?” Hakim menjawab “saya tidak bekerja. 20
tahun saya jadi hakim tidak ada 1 kasus pun”. Selama 20 tahun ia menjadi
qadhi (hakim), tidak satu pun ada pengaduan kepada hakim.
Demikianlah masyarakat yang nabawiy, kalau sudah masyarakatnya asyik dengan
sunnah Nabi Muhammad Saw tidak ada lagi hal – hal yang bersifat munkar. Ada
satu yang mencaci temannya yang lain memaafkan, yang satu berbuat dholimi
yang lain menasehati. “Tidak ada 1 kasus pun”, kata sang hakim. “20 tahun
aku disini, tapi aku makan penghasilan tiap bulan makan dikasih, aku tidak
mau memakannya karena aku tidak bekerja sebagai hakim, aku ditunjuk jadi
hakim selama 20 tahun disini tidak ada kasus 1 pun yang datang kepadaku”.
Demikian hadirin – hadirat, sampai ia selesai dari jabatannya dan tidak ada
1 kasus pun di wilayah itu, demikian indahnya masyarakat kalau sudah
berjalan dengan sunnah Nabi Muhammad Saw. Allah berikan keberkahan, Allah
berikan keluasan.
Demikian hadirin – hadirat yang dimulaikan Allah,
Saya pernah berkunjung ke Pulau Bengkalis diwilayah Riau. Pulau ini pulau
yang kaya raya, Sampai ditempat pertama kali yang saya Tanya “bagaimana
keadaan pulau ini?” mereka berkata “Habib, di pulau ini tidak ada bar, tidak
ada diskotik, tidak ada café, tidak ada perjudian, tidak ada tempat zina,
tidak ada itu semua”. Kenapa? Masyarakatnya tidak mau. Pernah buka disini
bar, diskotik tapi tidak laku, tutup sendiri karena masyarakatnya tidak mau
itu. Masjid ramai, pesantren ramai, majelis taklim ramai. Ada orang buka
bar, buka diskotik tutup sendiri karena tidak laku. Jadi Habib disini tidak
ada tempat maksiat karena masyarakatnya tidak mau. Subhanallah!! Kaya raya,
Allah limpahkan keberkahan sebagaimana firman Allah “walaw anna ahlalqura
amanu wattaqa lafatahnaa a’laihim barakaati minassamaai wal ardh” QS. Al
A’raf : 76 (kalau seandainya masyarakat itu beriman dan bertaqwa, Allah
limpahkan keberkahan dari langit dan bumi).
Hadirin – hadirat demikian indahnya seseorang dan masyarakat yang mencintai
sunnah Nabi Muhammad Saw. Rasul Saw selalu menuntuk kita kepada kesucian
hidup. Oleh sebab itu diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw
membanggakan umatnya “inna ummati yud’auna yaumal qiyamah Ghurran
muhajjilin” (sungguh umatku di hari kiamat terang benderang wajah mereka
itu). “famanisthatha’uu an yuthiila ghurratahu falyaf’al” demikian riwayat
Shahih Bukhari. Maka kalian, kata Rasul “yang mempunyai kemampuan maka
luaskan anggota wudhu (wajah, tangan, kaki) dan itu kalau saat membasuh
wajah jangan diwajah saja namun diteruskan sampai lewat leher sampai ke
telinga dan airnya diperluas. Disaat membasuh tangan dipanjangkan sampai
diatas siku, itu bukan mubazir, itu adalah Ghurran Muhajjilin.
Hadirin – hadirat panjangkan sampai melewati siku, demikian juga membasuh
kaki panjangkan sampai diatas pertengahan antara lutut dan mata kaki (tengah
tengahnya) jadi sampai betis panjangkan itu air”. Itu kenapa? itu membuat
anggota tubuh kita terang benderang di yaumal qiyamah. Rasul Saw
membanggakan umatnya, anggota wudhu mereka terang benderang bercahaya.
Dikenangnya umat Nabi Muhammad Saw dengan anggota wudhunya yang diberi
cahaya oleh Allah Swt. Dan membasuh rambut, basuh seluruh bagian rambut
sampai seluruhnya dan demikian pula telinga. Sempurnakan wudhu kita kalau
kita berwudhu. Ini salah satu dari wasiat Nabi kita Muhammad Saw.
Demikian pula diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Utsman
radiyallahu anhum berwudhu menghadap kiblat lantas beliau berwudhu dengan
tenang dan dinikmati lalu melakukan shalat sunnah 2 rakaat. Setelah itu
ditanya oleh Sahabat lain, “kau ini berbuat begini kenapa wahai khalifah
Amirul Mukminin? Apakah Rasul saw mengajarkan begini?”, Sayyidina Utsman
berkata “Rasul saw berkata barangsiapa yang berwudhu dengan sebaik –
baiknya, ia perindah wudhunya, perlahan – lahan, tidak terburu – buru,
menghadap kiblat, menutup aurat, dalam keadaan seperti itu lalu ia shalat
sunnah 2 rakaat tanpa berkata – kata dari mulai berwudhu sampai shalatnya
usahakan tidak banyak bicara maka Allah akan mengampuni dosa – dosanya”. Dan
kudengar ini langsung dari Rasulullah saw. Demikian dikatakan Sayyidina
Ustman bin Affan radiyallahu anhum.
Hadirin – hadirat, para sahabat radiyallahu anhum adalah orang – orang yang
paling mencintai Rasulullah Saw. Cinta mereka kepada Rasul saw sangat –
sangat dahsyat sampai dikatakan ketika Sayyidina Abu Hurairah radiyallahu
anhu berhadapan dengan Rasul saw saat itu beliau sedang junub (sedang dalam
keadaan hadats besar) maka Abu Hurairah radiyallahu anhu cepat – cepat pergi
meninggalkan Rasul saw. Ketika jumpa dengan Rasul saw ditanya “aina kunta ya
Abu Huhairah?”, kau tadi dimana ya Abu Hurairah? kenapa lari sembunyi?
Berkata Abu Hurairah “kuntu junuban Ya Rasulullah”, wahai Rasulullah tadi
aku sedang hadats besar belum mandi junub (mandi wajib). “wa akrahu an
ujaalisaka illa wa ana alaa thaharah”, dan aku tidak mau duduk bersamamu dan
menghadapmu terkecuali dalam keadaan suci. Demikian cinta mereka (para
sahabat) kepada Sayyidina Muhammad Saw.
Dan tentunya kita ingat 1 nama, manusia yang paling dicintai oleh Nabi
Muhammad Saw dari semua nama para sahabatnya. Siapakah ia? Sayyidatuna
Fatimah Azzahra radiyallahu anha, putri tercintanya yang paling dicintai
Rasul saw dari semua sahabat radiyallahu anhum. Terbukti bagaimana kita
dengar ketika Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum. Ketika Rasul
saw wafat, Sayyidina Abu Bakar ini kalau selesai shalat malam terdengar
suara gemuruh dari dadanya bagaikan suara air yang bergolak dan ketika ia
wafat tercium bau hati yang terbakar, hati yang terpanggang. Hati kalau
dibakar baunya seperti itu tercium dari mulutnya Sayyidina Abu Bakar
Ashshiddiq maka ketika ditanya kenapa maka salah satu riwayat mengatakan
“itu adalah karena tidak tahannya menahan kerinduan kepada Rasulullah Saw”.
Dan ternyata hal itu telah didahului oleh Sayyidatuna Fatimah Azzahra
radiyallahu anha yang ketika setelah wafatnya Rasul saw, ia tidak lagi
keluar dari rumahnya dan terus berada dirumahnya dan keluar hanya beberapa
saat untuk berjumpa dengan Amirul Mukminin Abu Bakar Ashshiddiq dan setelah
itu tidak keluar dari rumahnya. Beberapa bulan kemudian ialah yang pertama
kali wafat dari para sahabat Rasul sebagaimana riwayat Shahih Bukhari,
“Rasul saw berkata kepada Sayyidatuna Fatimah bahwa engkaulah yang paling
pertama menjumpaiku dari para kekasihku”. Maksudnya dari semua orang – orang
yang dicintai oleh Rasul saw dari kalangan sahabat yang paling pertama kali
menjumpai Rasul Saw di alam barzah adalah Sayyidatuna Fatimah. Terbukti
beliaulah yang pertama kali wafat setelah Rasul Saw wafat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum tahu
kemuliaan derajat Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Sebagian
orang di masa sekarang mengatakan Abu Bakar Ashshiddiq itu tidak mencintai
ahlul bait, hal ini tentunya salah karena riwayat Imam Ibn Hajar didalam
Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari ketika Abu Bakar Ashshiddiq ditanya
bahwa Sayyidatuna Fatimah Azzahra tersinggung atas ucapannya maka Abu Bakar
Ashshiddiq datang kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib mohon ijin untuk minta
ridho kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra” , dan Sayyidina Abubakar Asshiddiq
ra dating pada sayyidah Fatimah Azzahra mohon ridho dan mohon maaf atas
kesalahannya dan ia tidak keluar dari rumahnya Sayyidatuna Fatimah sebelum
Sayyidatuna Fatimah Azzahra ridho memaafkan kesalahan Abu Bakar Ashshiddiq.
Maka berkata Imam Ibn Hajar Al Asqalani riwayat ini menyelesaikan
permasalahan yang saat sekarang ini dipermasalahkan.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita gembira dengan hari – hari mulia kita yang semakin dekat dengan
kedatangan Guru Mulia Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh yang
Insya Aallah akan tiba pada tanggal 8 Januari 2008, hari Kamis yang malam
itu akan langsung diadakan acara malam jum’at di gedung Dalail Khairat,
komplek hankam, Cidodol. Mulai pk. 20.30 WIB sebagaimana biasa dan tentunya
hari jum’at beliau akan khutbah jum’at di Masjid Al Hawi dan malam minggunya
(malam ahad) ziarah kubro ke Luar Batang dan pada malam selasa hadir bersama
kita Insya Allah tanggal 12 Januari 2008 dan pada tanggal 11 Januari 2008
(hari ahad) Haul Imam Fakhrul Wujud Abu Bakar bin Salim di Cidodol
sebagaimana biasanya. Nanti jadwal akan kita bagikan, dan kita berdoa agar
acara – acara ini sukses dan tidak ada hambatan sama sekali.
Kita juga bermunajat agar Allah Swt memberikan kemudahan dan kelancaran bagi
acara kita di malam 1 Januari 2009 kita akan berdzikir bersama untuk
mengimbangi maksiat yang banyak muncul di malam 1 Januari. Riuh orang –
orang dengan meniup terompet di malam 1 Januari, kita akan gemuruhkan malam
itu dengan ratusan ribu muslimin yang menggebu karena menyebut Nama Allah ..
Allah.. dan semoga Allah Swt memberikan kemudahan kepada kita dalam
pengadaan acara ini.
Kita bermunajat untuk diri kita dan seluruh muslimin dan semua pemirsa yang
mendengarkan di Radio RASfm semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi kita.
Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram pandanglah seluruh jiwa kami
seluruh sanubari kami, pastikan seluruh nama – nama kami didalam nama – nama
yang Kau limpahi Rahmat Keberkahan dunia dan akhirat, dhahiran wa bathinan.
Ya Rahman Ya Rahim RahmatMu yang kami minta yang tiada memiliki kecuali Kau
Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi, Lmpahkan Rahmat kepada hamba Mu yang
terbenam dan terbitnya matahari. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram
Kau limpahkan Rahmat kepada kami, limpahkan Rahmat kepada rumah tangga kami,
kepada diri kami, kepada segala aktifitas kami, Ya Dzaljalali wal ikram
Yadzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim Wahai Yang Menamakan diri Mu
Rahman dan Rahim, Wahai Yang Menamakan diri Mu Arhamur Rahimin Yang Maha
Pengasih melebihi semua yang berkasih sayang, Ya Dzaljalali wal ikram Ya
Rahman Ya Rahim beri kami kesempatan memandang indahnya Dzat Mu Yang Maha
Indah dan jadikan jiwa – jiwa kami selalu bercahaya dengan cahaya keindahan
Mu siang dan malam, jadikan hari – hari kami dilimpahi kebahagiaan dan
rahmat sepanjang waktu dan zaman. Ya Rahman Ya Rahim sampai kami wafat
jadikan wafat kami adalah awal dari kebahagiaan yang kekal, Ya Rahman Ya
Rahim jadikan kehidupan kami sebagai gelombang Rahmat Mu demi menjenjang
kebahagiaan yang abadi, jadikan ayah bunda kami dimuliakan dunia wal
akhirat, ampuni dosa kami dan dosa ayah bunda kami. Ya Rahman Ya Rahim dan
jagalah keturunan kami, anak – anak kami Rabbiy jangan Kau jadikan mereka
kelak terjebak didalam perzinahan, atau dalam perjudian, atau dalam segala
kemunkaran, pelihara anak – anak keturunan kami Ya Rahman Ya Rahim pelihara
keluarga dan kerabat kami, maafkan teman – teman yang dalam kemaksiatan,
hujani mereka dengan hidayah.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah
Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh islam itu mudah, tiadalah yang memaksakan dirinya maka ia akan
kalah, maka berbuatlah sewajarnya, dan mendekatlah pada perbuatan baik, dan
ketahuilah kabar gembira pada amal amal, dan mohonlah (berdoalah) pada pagi
hari, sore hari dan sebagian waktu akhir malam” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Jalla Wa Alla, Maha Suci Allah Swt yang
dengan Kesucian Nya mensucikan jiwa hamba – hamba Nya dari segala keinginan
yang hina, yang semakin mulia dan luhur mereka yang mengingat dan
mengagungkan Allah, (dan) Tiadalah jiwa yang lebih indah dan bercahaya
melebihi jiwa yang mengagungkan Allah… Maha Mensucikan jiwa hamba Nya dari
kehendak yang hina, Maha Menjatuhkan keinginan buruk dari sanubari hamba –
hamba Nya. Semakin dekat dan rindu seorang hamba kepada Allah, semakin
berjatuhan keinginannya untuk berbuat yang munkar.
Demikianlah Cahaya Keagungan Illahi.
Bila telah terbit di dalam sanubari semakin terang benderang hingga sirnalah
kegelapan didalam jiwa dan sanubari hamba Nya berganti dengan keinginan
luhur, berganti dengan keinginan mulia dan berbuat kebaikan sepanjang sisa
waktu dari usianya yang dipinjamkan Allah.
Wahai hamba – hamba Allah yang kita ini adalah milik Allah, yang usia kita
dipinjami oleh Allah agar semakin dekat Kehadirat Nya, wahai yang bernafas
dan hidup dengan Kehendak Allah.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Telah bersabda Nabiyyuna Muhamamd Saw ketika seseorang wanita yang hamil,
Allah memerintahkan Malaikat didalam rahimnya yang selalu menyampaikan
Kehadirat Allah. Jika sudah masuk janin ke dalam rahimnya maka Malaikat
berkata “Ya Rabb nuthfah” (Wahai Allah janin telah masuk ke dalam rahim).
Lantas apabila ia telah menjadi gumpalan darah dengan Kehendak dan
Pengaturan Allah. Malaikat mengatakan “Ya Rabb…” (Wahai Allah dan Malaikat
terus mengabarkan akan keadaan sang bayi). Wahai Allah telah menjadi
gumpalan daging bayi ini, Wahai Allah telah mulai terbentuk bayi ini dan
ketika ia hampir berbentuk, kelaminnya ditanyakan oleh Malaikat “Ya Rabb
adzakar am untsa” (Wahai Allah apa yang Kau inginkan dari bayi ini, lelaki
atau wanita). Maka dengan Kehendak Allah Swt memilihkan kelaminnya dan
setelah itu muncullah bayi dan ditiupkan padanya ruh. Berdetaklah jantungnya
dan berfungsilah seluruh aliran darahnya, berfungsilah seluruh tubuhnya dan
menanti ijin untuk lahir ke muka bumi yang milik Allah, menanti ijin
bernafas didunia yang milik Allah, ia pun lahir ke muka bumi dan menyerukan
suara dan setelah itu ia hidup dengan Kehendak Illahi. Dialah (Allah) Yang
Maha Memiliki setiap kelahiran, Yang Maha Memiliki setiap kehidupan, Yang
Maha Menjatuhkan seluruh kekuasaan dengan kematian.
Dialah (Allah) Maha Suci Allah Swt dan beruntunglah hamba – hamba Nya yang
selalu ingat bahwa Allah menyukai istighfar dan taubat. Inilah satu –
satunya hal yang menyelamatkan para pendosa dari kehinaan dan api neraka.
Mereka selamat karena memahami ada Yang Maha Mengampuni yang tiada pernah
bosan Mengampuni, Yang Maha Pengasih, Yang Lebih Dermawan dari semua yang
dermawan, Yang Maha Diharapkan dari semua yang diharapkan. Dialah (Allah
Swt) Jalla Wa Allah.
Hadirin – hadirat, Allah memahami bahwa kita tidak menyukai musibah sehingga
Allah berikan semua musibah itu menjadi penghapusan dosa dan menggantikan
hal yang tidak kita sukai dengan hal – hal yang lebih indah. Diriwayatkan
didalam Shahih Bukhari, Rasul Saw bersabda “tiadalah seseorang yang
meninggal 3 orang anaknya terkecuali Allah jadikan itu sebagai penghalang
dari api neraka (hijaban lahu minannaar)”. Berarti kalau seseorang punya
anak 3 yang meninggal maka Allah jadikan itu benteng baginya dari api
neraka. Betapa pedihnya dan sulitnya dan pahitnya kehilangan seorang anak,
bagaimana dengan 3 orang anak? Seakan – akan sirna seluruh kenikmatan yang
dia lewati sebelumnya. 3 orang anak yang wafat dari anak – anaknya
(misalnya) namun hal itu diganti dengan hijaban lahu minannaar. Kesedihan
itu kecil kalau dibandingkan anugerah bebas dari api neraka. Ketika ia
melihat api neraka di yaumal qiyamah, ia akan memuji Allah, Maha Suci Engkau
Wahai Rabb yang membuat 3 orang anakku wafat dan aku terjaga dari api yang
mengerikan ini. Disaat itu kalau seandainya orang sudah melihat api neraka,
seandainya ia mempunyai 100 orang anak pun rela dikorbankan demi selamat
dari api itu. Seandainya ia mesti melewati kesedihan sepanjang ia lahir
hingga ia wafat, ia akan lewati kesedihan itu dan ia anggap gembira jika ia
lihat api neraka itu.
Hadirin – hadirat, lalu para Sahabat bertanya “kaifa bi itsnain?” (bagaimana
kalau yang 2 orang anaknya yang wafat?). Rasul saw menjawab “bal itsnain”
(juga kalau hanya 2 yang wafat) juga menjadi hijab baginya dari api neraka.
Kesedihannya dibayar oleh Allah dengan selamat dari api neraka selama –
lamanya. Inilah anugerah yang ingin saya kupas dari hadits ini betapa Allah
selalu membayar kesedihan kita dengan kebahagiaan yang jauh lebih besar
daripada kesedihan itu sendiri. Kalau seandainya seseorang itu melihat 2
anaknya wafat didunia lalu ia tahu kalau di akhirat ia akan masuk api neraka
maka betapa tidak berartinya seluruh anaknya kalau ia harus menginjak api
neraka. Allah selamatkan itu semua, akan tetapi tentunya kita tidak ingin
anak kita wafat. Maka selalulah memohon luthuf (kelembutan) dan kelembutan
dari takdir – takdir Ilahi Swt.
Hadirin – hadirat, inilah Keagungan Allah Swt kepada hamba – hamba Nya yang
beriman kepad umat Nabi Muhammad Saw dan kita telah mendengar hadits yang
bersama – sama kita baca tadi “innaddina yusrun” (agama islam ini mudah).
“wala yusyaaddaddina ahadun illa ghalabahu” (seseorang jika memaksakan
dirinya untuk taat melebihi kemampuannya, ia akan ditundukkan dan dikalahkan
oleh keinginannya sendiri). Maksudnya apa? Al Imam Ibn Hajar didalam
kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan ketika yang
dimaksud “innaddiina yusrun”, agama islam ini mudah maksudnya adalah Allah
sudah Maha Mengetahui mana yang sulit bagi kita dan mana yang mudah. Allah
jadikan agama ini mudah bagi kita. Jadi kalau kita merasa sulit itu adalah
hawa nafsu kita yang berbicara tetapi pada hakekatnya semua umat ini mampu
melakukan apa – apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.
“Wala yusyaddaddina ahadun illa ghalabahu”, tiadalah seseorang memaksakan
dirinya. Dalam hal ini Al Imam Ibn Hajar menjelaskan hal – hal yang sunnah
kalau hal – hal yang fardhu (wajib) memang fadhu (wajib) tapi kalau hal –
hal yang sunnah jangan paksakan diri kita. Al Imam Ibn Hajar memberi contoh:
orang yang memaksakan dirinya untuk melakukan shalat tahajjud yang panjang,
boleh saja ia lakukan shalat tahajjud yang panjang tapi kalau ia paksakan
secara berlebihan yang akhirnya setelah tahajjud ketiduran dan shalat
subuhnya terlewat. Shalat subuhnya adalah hal yang fardhu (wajib), ia
paksakan untuk tahajjud yang lama akhirnya shalat subuhnya terlambat.
Tentunya hal ini yang dimaksud dalam hadits “wala yusyaaddaddina ahadun illa
ghalabahu”, orang yang memaksakan dirinya dalam ketaatan yang lebih dari
kemampuannya, ia akan kalah sendiri dengan keinginannya.
“Fasaddidu..”, Al Imam Ibn Hajar didalam kitabnya Fathul Bari mengatakan
“tawassuth lil a’mal” (jangan berlebihan dan jangan pula meremehkan,
ditengah – tengah saja). Berbuat yang semampu kita dan itu dipertahankan
karena “ahabbudin illaihi saw adhdhuwa mahum” demikian riwayat Shahih
Bukhari, bahwa yang paling disenangi oleh Sang Nabi Saw dalam amal kita
adalah yang berkelanjutan (berkesinambungan). Jadi jika hal itu pun ringan
kalau berkesinambungan itu yang lebih disenangi oleh Rasul saw.
Kalau shalat tahajjud rasanya saya sulit bangunnya, ya kalau begitu lakukan
shalat witir habis ba’diyah isya. Sudah shalat isya ada shalat sunnah
ba’diyah setelah itu shalat witir 3 rakaat, itu sudah termasuk qiyamullail.
Kau bangun shalat tahajjud lagi tidak apa – apa tapi jangan shalat witir 2X,
karena yang makruh adalah yang witir 2X. kalau malam bangun lagi 2 rakaat, 4
rakaat, 6 rakaat shalat tahajjud, silahkan!!. Bangun tidak bangun sudah
melakukan qiyamullail. Kalau bangun shalat tahajjud syukur kalau tidak
bangun toh sudah melakukan qiyamullail. Ini yang disebut “tawassuth lil
a’mal”. (misalnya) Saya ingin kemuliaan qiyamullail maka lakukan yang mudah,
setelah ba’diyah isya lakukan shalat witir 3 rakaat itu sudah melakukan
qiyamullail. Tapi saya mau bangun untuk tahajjud, ya kalau bangun tahajjud
lakukan dan kalau tidak bangun qiyamullail sudah kita lakukan dengan shalat
witir sudah dapat pahalanya. Sudah bisa melakukan qiyamullail setiap malam
dengan shalat witir. Demikian hadirin – hadirat diantara kemudahan –
kemudahan yang ditunjukkan dan bila kita dawamkan itu afdhal.
Oleh sebab itu Rasul Saw bersabda tadi “fasaddidu wa qaribu”, apa makna
“qaribu” disini, Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Bari
bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan “kalau tidak mampu kau perbuat hal yang
sedemikian sempurna yang kau ketahui, perbuat amal yang dekat dengan itu,
yang dekat kepadanya”. Seandainya kita dengar sebaik – baiknya puasa adalah
puasa Nabi Daud, kata Rasul saw. Puasa sehari batal sehari, puasa lagi batal
lagi. Itu puasa yang paling afdhal). Kita tidak mampu, ya kalau gitu puasa
senin – kamis. Saya sibuk banyak pekerjaan, kalau begitu 3 hari dalam 1
bulan. Sibuk tidak mampu atau sakit atau banyak halangannya untuk melakukan
puasa. Lakukan puasa syawal, lakukan puasa pada hari asyura, puasa pada hari
arafah yang hanya datang 1 tahun sekali. Puasa arafah setahun sekali, puasa
hari asyura setahun sekali, puasa syawal 1 minggu saja dalam 1 tahun.
Demikian hadirin – hadirat “wa qaribu”, dekatkan dengan diri kita. Saya
mampunya hanya puasa fardhu (wajib) saja, puasa ramadhan. Tambah 1 hari
setahun sekali puasa asysyura,
(ketahuilah bahwa) itu sebelum puasa ramadhan diwajibkan, puasa asyura sudah
menjadi puasa wajib. Sebelum diwajibkan puasa bulan ramadhan, puasa asysyura
wajib. Setelah muncul kewajiban puasa dibulan ramadhan, puasa asysyura
menjadi sunnah muakkadah. Itu 1 tahun sekali, kalau tidak mampu puasa sunnah
seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali. Puasa arafah setahun
sekali. Demikian hadirin – hadirat, tahun depan tambah 2X arafah dan
asysyura, tahun depannya lagi tambah syawal (1 minggu), arafah, asysyura 3X
saja setahun. Tahun depannya barangkali bisa ditambah 2 bulan sekali, terus
demikian riwayat Shahih Bukhari “yang paling disenangi Rasul saw adalah amal
yang berkesinambungan”. Kalau amal sekali saja memang tidak boleh? Boleh,
tapi yang berkesinambungan lebih afdhal. Ini kita bicara hal yang sunnah dan
hal yang wajib tentu sudah jelas.
“Wa qaribu wa absyiru” (dan pahamilah hal – hal yang membuat kau gembira
didalam ibadah daripada bisyarah bisyarah dan kabar – kabar mulia yang
muncul itu pahami dan kabarkan). Kita sudah melakukan shalat witir,
Alhamdulillah setiap malam shalat witir. Kenali kemuliaan pahala
qiyamullail, seperti apa. “absyiru” katakan pada orang lain dan senangkan
dirimu. Kalau qiyamullail itu pahalanya begini, begini, begini, itu yang
dimaksud. Ketika kita beramal ibadah hadirkan didalam hati kita kemuliaan
ibadah itu. Saya Alhamdulillah selalu hadir di majelis setiap malam selasa,
hadirkan kemuliaan ibadah seperti ini. Allah Swt sudah mengatakan dari
seluruh riwayat Shahih Bukhari dan Muslim “orang yang duduk di majelis
dzikir dan majelis taklim, itu semua yang duduk disitu tidak akan dihinakan
oleh Allah Swt yang duduk bersama berdzikir dan orang yang bertakdhim dan
bershalawat, semuanya itu larut di majelis dzikir”.
Hadirin – hadirat inilah yang disebut “wa absyiru” agar bangkit semangat
kita didalam ibadah lebih daripada yang ada. Kita sedang shalat 5 waktu,
bangkitkan kemuliaan itu bahwa kau sedang berhadapan dengan Rabbul Alamin.
Inilah detik – detik terindah sepanjang waktu kita hidup hingga kita wafat
belum ada detik – detik lebih agung daripada saat kita shalat, saat kita
sujud. Ingatlah kemuliaan sujud itu bahwa Allah mengharamkan anggota sujud
dibakar api neraka. “Innallaha harama alannaar an ta’kula min ibn adam
atsarassujud” riwayat Shahih Bukhari sabda Rasul saw “Allah mengharamkan api
neraka untuk membakar anggota sujud”. Ingat itu disaat kita bersujud, dan
sedekat – dekat hamba kepada Allah. Hamba yang sangat dekat kepada Allah
adalah saat ia bersujud. Sedang sujud ingat itu, sedang dzikir kemuliaannya,
sedang puasa ingat kemuliaannya, sedang shalat ingat kemuliaan, berhadapan
dengan ayah ibumu ingat kemuliaannya, ingat keberkahannya. Demikian absyiru.
Setelah itu Rasul Saw mengajari kita untuk banyak berdoa tapi Rasul saw
mengajari 3 waktu yang paling afdhal padanya doa didalam setiap hari yaitu
“wasta’inu bil qhudwati warrawhati wa syain minadduljah” (mohonlah
pertolongan Allah pada 3 waktu yaitu disaat pagi). Ghudwah adalah mulai
selesai fajr hingga waktu dhuha, sebagian ulama mengatakan sampai sebelum
waktu zawal. Jadi 10 menit sebelum adzan dhuhur itu waktu zawal. Sebelum itu
dari mulai waktu subuh (waktu pagi), doa – doa diijabah (dikabulkan) oleh
Allah Swt.
“Warrawhah”, rawhah adalah beberapa saat sebelum ashar sampai terbenamnya
matahari. Disaat – saat seperti itu banyaklah berdoa, kata Rasul Saw. “wa
syain minadduljah” yang paling afdhol di detik – detik akhir sepertiga malam
terakhir sebelum adzan subuh. Jadi sebelum adzan subuh, kalau sepertiga
malam terakhir bisa dihitung sendiri dari isya sampai adzan subuh dibagi 3,
sepertiga terakhir itu waktunya, kira – kira jam 02.30 atau 03.00 WIB. Detik
– detik sebelum adzan subuh, itulah detik – detik paling afdhal untuk berdoa
dan di detik – detik itulah kelahiran Sayyidina Muhammad Saw, beliau lahir
beberapa detik sebelum terbitnya fajar.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt memuliakan hamba – hamba Nya dengan tuntunan keluhuran dengan
sunnah Nabi Nya, Muhammad Saw. Mereka semakin dekat kepada Allah Swt dan
Allah jadikan agama islam ini mudah. Makin ingin seseorang mendalaminya
makin dipermudah oleh Allah Swt urusan dunianya dan akhiratnya. Dan bukan
berarti seseorang yang bekerja itu dia orang yang duniawi karena pekerjaan
itu kalau diniatkan memberi nafkah menjadi pahala shadaqah. Sebagaimana
sabda Rasulullah saw “orang yang memberi nafkah kepada keluarganya maka ia
mendapat pahala shadaqah”. Itulah hadirin – hadirat, jadi bekerja
mendapatkan nafkah untuk keluarganya itu ada pahalanya dari Allah.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “barangsiapa yang
bekerja untuk menafkahi para fuqara, dia bekerja untuk dirinya tentunya dan
keuntungan dari pekerjaannya itu untuk fuqara maka baginya itu pahala seakan
– akan orang yang berpuasa di malam hari dan yang shalat malam di sepanjang
malam”.
Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semakin seseorang dekat dan mengamalkan sunnah Sang Nabi saw, dia akan
semakin sempurna dan demikian pula masyarakat. Semakin meluas ajaran sunnah
Nabi Muhammad Saw maka akan semakin damai masyarakatnya. Beberapa waktu yang
silam diwilayah Shibam di Hadramaut ada seorang qadhi (hakim). Di Shibam
kebanyakan ulama, shalihin banyak disitu. Qadhi (hakim) itu 20 tahun
bertugas menjadi hakim di wilayah Shibam. Setelah selesai jabatannya ia
kembalikan semua penghasilan bulanannya, karena hakim kan ada gajinya, ada
bulanannya dikembalikan yang selama 20 tahun. Dikembalikan kepada amir
(pemimpin). “Kenapa dikembalikan?” Hakim menjawab “saya tidak bekerja. 20
tahun saya jadi hakim tidak ada 1 kasus pun”. Selama 20 tahun ia menjadi
qadhi (hakim), tidak satu pun ada pengaduan kepada hakim.
Demikianlah masyarakat yang nabawiy, kalau sudah masyarakatnya asyik dengan
sunnah Nabi Muhammad Saw tidak ada lagi hal – hal yang bersifat munkar. Ada
satu yang mencaci temannya yang lain memaafkan, yang satu berbuat dholimi
yang lain menasehati. “Tidak ada 1 kasus pun”, kata sang hakim. “20 tahun
aku disini, tapi aku makan penghasilan tiap bulan makan dikasih, aku tidak
mau memakannya karena aku tidak bekerja sebagai hakim, aku ditunjuk jadi
hakim selama 20 tahun disini tidak ada kasus 1 pun yang datang kepadaku”.
Demikian hadirin – hadirat, sampai ia selesai dari jabatannya dan tidak ada
1 kasus pun di wilayah itu, demikian indahnya masyarakat kalau sudah
berjalan dengan sunnah Nabi Muhammad Saw. Allah berikan keberkahan, Allah
berikan keluasan.
Demikian hadirin – hadirat yang dimulaikan Allah,
Saya pernah berkunjung ke Pulau Bengkalis diwilayah Riau. Pulau ini pulau
yang kaya raya, Sampai ditempat pertama kali yang saya Tanya “bagaimana
keadaan pulau ini?” mereka berkata “Habib, di pulau ini tidak ada bar, tidak
ada diskotik, tidak ada café, tidak ada perjudian, tidak ada tempat zina,
tidak ada itu semua”. Kenapa? Masyarakatnya tidak mau. Pernah buka disini
bar, diskotik tapi tidak laku, tutup sendiri karena masyarakatnya tidak mau
itu. Masjid ramai, pesantren ramai, majelis taklim ramai. Ada orang buka
bar, buka diskotik tutup sendiri karena tidak laku. Jadi Habib disini tidak
ada tempat maksiat karena masyarakatnya tidak mau. Subhanallah!! Kaya raya,
Allah limpahkan keberkahan sebagaimana firman Allah “walaw anna ahlalqura
amanu wattaqa lafatahnaa a’laihim barakaati minassamaai wal ardh” QS. Al
A’raf : 76 (kalau seandainya masyarakat itu beriman dan bertaqwa, Allah
limpahkan keberkahan dari langit dan bumi).
Hadirin – hadirat demikian indahnya seseorang dan masyarakat yang mencintai
sunnah Nabi Muhammad Saw. Rasul Saw selalu menuntuk kita kepada kesucian
hidup. Oleh sebab itu diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw
membanggakan umatnya “inna ummati yud’auna yaumal qiyamah Ghurran
muhajjilin” (sungguh umatku di hari kiamat terang benderang wajah mereka
itu). “famanisthatha’uu an yuthiila ghurratahu falyaf’al” demikian riwayat
Shahih Bukhari. Maka kalian, kata Rasul “yang mempunyai kemampuan maka
luaskan anggota wudhu (wajah, tangan, kaki) dan itu kalau saat membasuh
wajah jangan diwajah saja namun diteruskan sampai lewat leher sampai ke
telinga dan airnya diperluas. Disaat membasuh tangan dipanjangkan sampai
diatas siku, itu bukan mubazir, itu adalah Ghurran Muhajjilin.
Hadirin – hadirat panjangkan sampai melewati siku, demikian juga membasuh
kaki panjangkan sampai diatas pertengahan antara lutut dan mata kaki (tengah
tengahnya) jadi sampai betis panjangkan itu air”. Itu kenapa? itu membuat
anggota tubuh kita terang benderang di yaumal qiyamah. Rasul Saw
membanggakan umatnya, anggota wudhu mereka terang benderang bercahaya.
Dikenangnya umat Nabi Muhammad Saw dengan anggota wudhunya yang diberi
cahaya oleh Allah Swt. Dan membasuh rambut, basuh seluruh bagian rambut
sampai seluruhnya dan demikian pula telinga. Sempurnakan wudhu kita kalau
kita berwudhu. Ini salah satu dari wasiat Nabi kita Muhammad Saw.
Demikian pula diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Utsman
radiyallahu anhum berwudhu menghadap kiblat lantas beliau berwudhu dengan
tenang dan dinikmati lalu melakukan shalat sunnah 2 rakaat. Setelah itu
ditanya oleh Sahabat lain, “kau ini berbuat begini kenapa wahai khalifah
Amirul Mukminin? Apakah Rasul saw mengajarkan begini?”, Sayyidina Utsman
berkata “Rasul saw berkata barangsiapa yang berwudhu dengan sebaik –
baiknya, ia perindah wudhunya, perlahan – lahan, tidak terburu – buru,
menghadap kiblat, menutup aurat, dalam keadaan seperti itu lalu ia shalat
sunnah 2 rakaat tanpa berkata – kata dari mulai berwudhu sampai shalatnya
usahakan tidak banyak bicara maka Allah akan mengampuni dosa – dosanya”. Dan
kudengar ini langsung dari Rasulullah saw. Demikian dikatakan Sayyidina
Ustman bin Affan radiyallahu anhum.
Hadirin – hadirat, para sahabat radiyallahu anhum adalah orang – orang yang
paling mencintai Rasulullah Saw. Cinta mereka kepada Rasul saw sangat –
sangat dahsyat sampai dikatakan ketika Sayyidina Abu Hurairah radiyallahu
anhu berhadapan dengan Rasul saw saat itu beliau sedang junub (sedang dalam
keadaan hadats besar) maka Abu Hurairah radiyallahu anhu cepat – cepat pergi
meninggalkan Rasul saw. Ketika jumpa dengan Rasul saw ditanya “aina kunta ya
Abu Huhairah?”, kau tadi dimana ya Abu Hurairah? kenapa lari sembunyi?
Berkata Abu Hurairah “kuntu junuban Ya Rasulullah”, wahai Rasulullah tadi
aku sedang hadats besar belum mandi junub (mandi wajib). “wa akrahu an
ujaalisaka illa wa ana alaa thaharah”, dan aku tidak mau duduk bersamamu dan
menghadapmu terkecuali dalam keadaan suci. Demikian cinta mereka (para
sahabat) kepada Sayyidina Muhammad Saw.
Dan tentunya kita ingat 1 nama, manusia yang paling dicintai oleh Nabi
Muhammad Saw dari semua nama para sahabatnya. Siapakah ia? Sayyidatuna
Fatimah Azzahra radiyallahu anha, putri tercintanya yang paling dicintai
Rasul saw dari semua sahabat radiyallahu anhum. Terbukti bagaimana kita
dengar ketika Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum. Ketika Rasul
saw wafat, Sayyidina Abu Bakar ini kalau selesai shalat malam terdengar
suara gemuruh dari dadanya bagaikan suara air yang bergolak dan ketika ia
wafat tercium bau hati yang terbakar, hati yang terpanggang. Hati kalau
dibakar baunya seperti itu tercium dari mulutnya Sayyidina Abu Bakar
Ashshiddiq maka ketika ditanya kenapa maka salah satu riwayat mengatakan
“itu adalah karena tidak tahannya menahan kerinduan kepada Rasulullah Saw”.
Dan ternyata hal itu telah didahului oleh Sayyidatuna Fatimah Azzahra
radiyallahu anha yang ketika setelah wafatnya Rasul saw, ia tidak lagi
keluar dari rumahnya dan terus berada dirumahnya dan keluar hanya beberapa
saat untuk berjumpa dengan Amirul Mukminin Abu Bakar Ashshiddiq dan setelah
itu tidak keluar dari rumahnya. Beberapa bulan kemudian ialah yang pertama
kali wafat dari para sahabat Rasul sebagaimana riwayat Shahih Bukhari,
“Rasul saw berkata kepada Sayyidatuna Fatimah bahwa engkaulah yang paling
pertama menjumpaiku dari para kekasihku”. Maksudnya dari semua orang – orang
yang dicintai oleh Rasul saw dari kalangan sahabat yang paling pertama kali
menjumpai Rasul Saw di alam barzah adalah Sayyidatuna Fatimah. Terbukti
beliaulah yang pertama kali wafat setelah Rasul Saw wafat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum tahu
kemuliaan derajat Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Sebagian
orang di masa sekarang mengatakan Abu Bakar Ashshiddiq itu tidak mencintai
ahlul bait, hal ini tentunya salah karena riwayat Imam Ibn Hajar didalam
Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari ketika Abu Bakar Ashshiddiq ditanya
bahwa Sayyidatuna Fatimah Azzahra tersinggung atas ucapannya maka Abu Bakar
Ashshiddiq datang kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib mohon ijin untuk minta
ridho kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra” , dan Sayyidina Abubakar Asshiddiq
ra dating pada sayyidah Fatimah Azzahra mohon ridho dan mohon maaf atas
kesalahannya dan ia tidak keluar dari rumahnya Sayyidatuna Fatimah sebelum
Sayyidatuna Fatimah Azzahra ridho memaafkan kesalahan Abu Bakar Ashshiddiq.
Maka berkata Imam Ibn Hajar Al Asqalani riwayat ini menyelesaikan
permasalahan yang saat sekarang ini dipermasalahkan.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita gembira dengan hari – hari mulia kita yang semakin dekat dengan
kedatangan Guru Mulia Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh yang
Insya Aallah akan tiba pada tanggal 8 Januari 2008, hari Kamis yang malam
itu akan langsung diadakan acara malam jum’at di gedung Dalail Khairat,
komplek hankam, Cidodol. Mulai pk. 20.30 WIB sebagaimana biasa dan tentunya
hari jum’at beliau akan khutbah jum’at di Masjid Al Hawi dan malam minggunya
(malam ahad) ziarah kubro ke Luar Batang dan pada malam selasa hadir bersama
kita Insya Allah tanggal 12 Januari 2008 dan pada tanggal 11 Januari 2008
(hari ahad) Haul Imam Fakhrul Wujud Abu Bakar bin Salim di Cidodol
sebagaimana biasanya. Nanti jadwal akan kita bagikan, dan kita berdoa agar
acara – acara ini sukses dan tidak ada hambatan sama sekali.
Kita juga bermunajat agar Allah Swt memberikan kemudahan dan kelancaran bagi
acara kita di malam 1 Januari 2009 kita akan berdzikir bersama untuk
mengimbangi maksiat yang banyak muncul di malam 1 Januari. Riuh orang –
orang dengan meniup terompet di malam 1 Januari, kita akan gemuruhkan malam
itu dengan ratusan ribu muslimin yang menggebu karena menyebut Nama Allah ..
Allah.. dan semoga Allah Swt memberikan kemudahan kepada kita dalam
pengadaan acara ini.
Kita bermunajat untuk diri kita dan seluruh muslimin dan semua pemirsa yang
mendengarkan di Radio RASfm semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi kita.
Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram pandanglah seluruh jiwa kami
seluruh sanubari kami, pastikan seluruh nama – nama kami didalam nama – nama
yang Kau limpahi Rahmat Keberkahan dunia dan akhirat, dhahiran wa bathinan.
Ya Rahman Ya Rahim RahmatMu yang kami minta yang tiada memiliki kecuali Kau
Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi, Lmpahkan Rahmat kepada hamba Mu yang
terbenam dan terbitnya matahari. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram
Kau limpahkan Rahmat kepada kami, limpahkan Rahmat kepada rumah tangga kami,
kepada diri kami, kepada segala aktifitas kami, Ya Dzaljalali wal ikram
Yadzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim Wahai Yang Menamakan diri Mu
Rahman dan Rahim, Wahai Yang Menamakan diri Mu Arhamur Rahimin Yang Maha
Pengasih melebihi semua yang berkasih sayang, Ya Dzaljalali wal ikram Ya
Rahman Ya Rahim beri kami kesempatan memandang indahnya Dzat Mu Yang Maha
Indah dan jadikan jiwa – jiwa kami selalu bercahaya dengan cahaya keindahan
Mu siang dan malam, jadikan hari – hari kami dilimpahi kebahagiaan dan
rahmat sepanjang waktu dan zaman. Ya Rahman Ya Rahim sampai kami wafat
jadikan wafat kami adalah awal dari kebahagiaan yang kekal, Ya Rahman Ya
Rahim jadikan kehidupan kami sebagai gelombang Rahmat Mu demi menjenjang
kebahagiaan yang abadi, jadikan ayah bunda kami dimuliakan dunia wal
akhirat, ampuni dosa kami dan dosa ayah bunda kami. Ya Rahman Ya Rahim dan
jagalah keturunan kami, anak – anak kami Rabbiy jangan Kau jadikan mereka
kelak terjebak didalam perzinahan, atau dalam perjudian, atau dalam segala
kemunkaran, pelihara anak – anak keturunan kami Ya Rahman Ya Rahim pelihara
keluarga dan kerabat kami, maafkan teman – teman yang dalam kemaksiatan,
hujani mereka dengan hidayah.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah
Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tersenyumlah Hendrik
Tersenyumlah Hendrik
by: Meidy
Disaat Acara tafakur alam "Ananda Cinta Alloh" Hari masih pagi sekali, jam didinding menunjukkan jam 3. Sayup terdengar dari ruang tengah suara lantunan merdu dari mas agus & kak rika melantunkan salawat Nabi….bergegas kami menuju ruang tengah untuk melaksanakan tahjud bersama.
Suasana begitu hikmat ketika kita melaksanakan 8 rakaat tahjud dan 3 rakaat witir berjemaah, suasana begitu hening…seakan-akan Allah hadir ditengah kita…
Dingin mulai mengigit sampai sumsum…waktu penunjukkan pukul 03:15, tahajud bersama telah selesai kita laksanakan…tampak dibarisan muka Jaka dan hasbi dengan setengah mengantuk…namun bibir mereka terus melantunkan zikir
Kak Agus membuka percakapan, dan memulai sesi perenungan, aku segera beranjak dari tempat ku duduk untuk duduk disebelah mas Agus.
Kami meminta Handrik utk maju kemuka, dan menceritakan kisah hidupnya.
Cerita hendrik bergulir satu demi satu, Hendrik terlihat bersemangat,bahkan tidak terlihat sedikitpun kekecewaan diwajahnya saat dia bercerita detik-detik menjelang kepergian sang Ayah….saat menjelang ajal, sang ayah ada dirumah sakit, saat itu hendrik berpacu dengan waktu utk melepas kepergian sang Ayah….namun tidak ada satu org pun yg bersedia utk meminjamkan motor kepadanya, yg mana pada akhirnya Hendrik harus rela utk tidak dapat bertemu sang Ayah selama-lamanya tanpa sempat mengucapkan kata selamat tinggal.
Semua tertunduh dan terdiam mendengar kisah hendrik ini …..tiba-tiba Kak Rika bertanya “kenapa ibu Hendrik menangis, ktika kak rika minta ijin utk mengajak hendrik utk ikut ditafakur alam ini ??? Ibu mu bilang “ nanti tidak ada yg membantu dia”
Hendrik hanya memberikan sebuah senyuman kpda kak rika, senyuman yg sarat akan makna….rasa penasaran menggangguku dan membuatku memaksa hendrik untuk bercerita….
Setiap hari minggu saya membantu ibu….hendrik terdiam beberapa saat….hatiku berbisik…gerangan apalagi yang dikerjakan anak ini??? Perlahan kubisikan….bolehkan bunda dan teman** disini tahu apa yang Hendri kerjakan??? Dengan wajah bangga dan suara tegas Hendrik menjelaskan….setiap hari minggu, aku dan ibu memungut dan mengangkat sampah-sampah di komplek dekat rumah, itu adalah pekerjaan ayahku saat masih hidup, sebelum meninggal Ayah berpesan kepada Ibu…agar aku tetap melaksanakan tugasnya itu sebagai bekal untukku di akhirat nanti…. Aku kembali dibuatnya tergugu dan terkagum-kagum dengan penjelasan anak ini…hingga membuatku tidak sanggup lagi berkata-kata…
Ingin rasanya kupeluk anak ini dan kubisikan….Nak engkau anak hebat…anak yang sangat berbakti…, "aku bangga bisa mengenalmu, tersenyumlah Hendrik"
Dalam hatiku berdoa “ semoga Allah selalu melindungi anak ini dimanapun dia berada, dan selalu melimpahkan kasih sayangnya untuk anak yang sholeh ini.
Beginilah cara al-Qur’an dan hadits-hadits menjelaskan mengenai kewajiban anak terhadap orang tua. Mereka harus menghormati, berbuat baik, mentaati dan tidak berkata buruk atau sesuatu yang menyakitkan kedua orang tua.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” QS. Al-Isra’, 17: 23.
Wassalam,
M e i d y
by: Meidy
Disaat Acara tafakur alam "Ananda Cinta Alloh" Hari masih pagi sekali, jam didinding menunjukkan jam 3. Sayup terdengar dari ruang tengah suara lantunan merdu dari mas agus & kak rika melantunkan salawat Nabi….bergegas kami menuju ruang tengah untuk melaksanakan tahjud bersama.
Suasana begitu hikmat ketika kita melaksanakan 8 rakaat tahjud dan 3 rakaat witir berjemaah, suasana begitu hening…seakan-akan Allah hadir ditengah kita…
Dingin mulai mengigit sampai sumsum…waktu penunjukkan pukul 03:15, tahajud bersama telah selesai kita laksanakan…tampak dibarisan muka Jaka dan hasbi dengan setengah mengantuk…namun bibir mereka terus melantunkan zikir
Kak Agus membuka percakapan, dan memulai sesi perenungan, aku segera beranjak dari tempat ku duduk untuk duduk disebelah mas Agus.
Kami meminta Handrik utk maju kemuka, dan menceritakan kisah hidupnya.
Cerita hendrik bergulir satu demi satu, Hendrik terlihat bersemangat,bahkan tidak terlihat sedikitpun kekecewaan diwajahnya saat dia bercerita detik-detik menjelang kepergian sang Ayah….saat menjelang ajal, sang ayah ada dirumah sakit, saat itu hendrik berpacu dengan waktu utk melepas kepergian sang Ayah….namun tidak ada satu org pun yg bersedia utk meminjamkan motor kepadanya, yg mana pada akhirnya Hendrik harus rela utk tidak dapat bertemu sang Ayah selama-lamanya tanpa sempat mengucapkan kata selamat tinggal.
Semua tertunduh dan terdiam mendengar kisah hendrik ini …..tiba-tiba Kak Rika bertanya “kenapa ibu Hendrik menangis, ktika kak rika minta ijin utk mengajak hendrik utk ikut ditafakur alam ini ??? Ibu mu bilang “ nanti tidak ada yg membantu dia”
Hendrik hanya memberikan sebuah senyuman kpda kak rika, senyuman yg sarat akan makna….rasa penasaran menggangguku dan membuatku memaksa hendrik untuk bercerita….
Setiap hari minggu saya membantu ibu….hendrik terdiam beberapa saat….hatiku berbisik…gerangan apalagi yang dikerjakan anak ini??? Perlahan kubisikan….bolehkan bunda dan teman** disini tahu apa yang Hendri kerjakan??? Dengan wajah bangga dan suara tegas Hendrik menjelaskan….setiap hari minggu, aku dan ibu memungut dan mengangkat sampah-sampah di komplek dekat rumah, itu adalah pekerjaan ayahku saat masih hidup, sebelum meninggal Ayah berpesan kepada Ibu…agar aku tetap melaksanakan tugasnya itu sebagai bekal untukku di akhirat nanti…. Aku kembali dibuatnya tergugu dan terkagum-kagum dengan penjelasan anak ini…hingga membuatku tidak sanggup lagi berkata-kata…
Ingin rasanya kupeluk anak ini dan kubisikan….Nak engkau anak hebat…anak yang sangat berbakti…, "aku bangga bisa mengenalmu, tersenyumlah Hendrik"
Dalam hatiku berdoa “ semoga Allah selalu melindungi anak ini dimanapun dia berada, dan selalu melimpahkan kasih sayangnya untuk anak yang sholeh ini.
Beginilah cara al-Qur’an dan hadits-hadits menjelaskan mengenai kewajiban anak terhadap orang tua. Mereka harus menghormati, berbuat baik, mentaati dan tidak berkata buruk atau sesuatu yang menyakitkan kedua orang tua.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” QS. Al-Isra’, 17: 23.
Wassalam,
M e i d y
Desain Kejiwaan Yang Sempurna
Desain Kejiwaan Yang Sempurna
By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
Dari al Qur’an surat as Syams dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki desain kejiwaan yang sempurna, memiliki potensi untuk memahami kebaikan dan kejahatan, bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi suci dan dapat tercemar sehingga menjadi kotor.
artinya : dan (demi) jiwa serta penyempurnaan (ciptaan Nya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q/91:7-10).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Tuhan menciptakan jiwa manusia sebagai sesuatu yang sempurna. Kata wa pada wa nafsin adalah bentuk qasam . Dalam al Qur’an, kata yang dijadikan sumpah Tuhan (yang didahului wawu qasam), seperti was syamsi, wad dluha, wal `ashri menunjuk pada sesuatu yang mengandung arti dahsyat, hebat atau rumit. Kalimat wa nafsin menunjuk bahwa nafs itu sesuatu yang memiliki kualitas hebat, dahsyat, rumit dan sempurna. Apalagi kalimat berikutnya, yakni wama sawwaha secara tegas menyebut kesempurnaan dari jiwa itu.
Wujud kesempurnaan jiwa itu antara lain diberinya potensi (ilham) untuk memahami perilaku (nilai-nilai) buruk dan membedakannya dengan perilaku takwa atau perilaku baik. Semua manusia pada desain awalnya dipersiapkan untuk mampu membedakan yang buruk dari yang baik, tetapi apakah potensi itu akan menjadi aktual atau tidak masih bergantung pada proses berikutnya. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap bayi yang lahir, ia lahir dalam keadaan fitrah (jiwanya dalam keadaan memiliki potensi universal, dan bersih dari dosa warisan), kedua orang tuanya (lingkungan hidup)lah yang selanjutnya akan berperan mengaktualkan potensi fitrah itu menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau yang lainnya.
Jika seekor kuda dilahirkan langsung bisa berdiri dan sebentar kemudian sudah bisa berlari, maka potensi fitrah manusia baru bisa beraktual jika fungsi-fungsi kejiwaan yang lain dan fisiknya mencapai kesempurnaan. Bayi manusia secara berangsur-angsur dari bisa menangis dan menyusu ke bisa ngoceh, merangkak, duduk, berdiri, berlari, berbicara, menghitung, berimajinasi, berfikir logis, merenung, berfilsafat dan seterusnya, dalam waktu yang relatip panjang. Jika potensi anak kuda berhenti pada kemampuan lari kencang, maka aktualisasi potensi kejiwaan manusia berkembanag sangat luas seakan hampir tak berbatas.
Dalam ayat 9 surat as Syams tersebut diatas disebutkan bahwa secara fitri Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia pengetahuan tentang keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa). Mengapa dalam ayat tersebut keburukan (fujur) disebutkan lebih dahulu, baru kebaikan (taqwa), bukanlah sekedar penyebutan, tetapi mengandung makna bahwa jiwa manusia lebih mudah mengenali keburukan dibanding kebaikan. Secara fitri, manusia akan langsung mempersepsi keburukan sebagai keburukan, karena keburukan berseberangan dengan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang baik. Manurut al Qur’an manusia juga secara psikologis lebih mudah mengerjakan kebaikan, karena sesuai dengan desain fitrahnya (laha ma kasabat), sedangkan untuk berbuat jahat manusia harus “berjuang” melawan suara hatinya, suara nuraninya, sehingga terasa berat (wa `alaiha ma iktasabat). Kalimat kasabat dan iktasabat dalam bahasa Arab mengandung arti dasar yang sama, tetapi kasabat mengandung arti mudah
mengerjakanya dan iktasabat mengandung arti susah mengerjakannya (Q/2:286).
Dalam al Qur’an terdapat term al khair dan fahisyah. Al Khair mengandung arti kebaikan normatip yang datangnya dari Tuhan dan bersifat universal, seperti keadilan, kejujuran, berbakti kepada orang tua, menolong yang lemah dan sebagainya. Pandangan ini secara fitri dimiliki oleh semua manusia sepanjang zaman, bahkan pada masyarakat primitip yang belum mengenal pendidikan. Sedangkan bagaimana cara menegakkan keadilan dan kejujuran, atau bagaimana caranya berbakti kepada orang tua atau bagaimana caranya membela orang lemah, tidak lagi masuk kategori al khoir, tetapi masuk apa yang dalam al Qur’an disebut al ma`ruf, ya’muruna bi al ma`ruf.(Q/3:104). Ma`ruf adalah sesuatu yang secara sosial dipandang memiliki kepantasan. Secara lughawi , al ma`ruf artinya sesuatu yang diketahui, tetapi kemudian diartikan sebagai kebaikan, mengandung makna bahwa pada dasarnya secara fitri manusia mengetahui nilai-nilai kepantasan, nilai-nilai kepatutan, yang secara
sosial dipandang sebagai kebaikan.
Sedangkan fahisyah mengandung arti sesuatu yang secara universal dipandang sebagai kekejian. Dalam al Qur’an (Q/4:15) fahisyah sering digunakan untuk menyebut perbuatan zina. Artinya secara fitri, semua manusia sepanjang sejarah kemanusiaan pada dasarnya mengerti bahwa hubungan seks di luar nikah (zina) adalah perbuatan keji. Para pezina professionalpun tersinggung jika isterinya dizinahi orang lain karena secara fitri zina adalah fahisyah, sesuatu yang jelas kekejiannya. Berbeda dengan fahisyah adalah munkar. Term munkar disebut al Qur’an (wa yanhauna `an al munkar) untuk menyebut perbuatan jahat yang diperdebatkan. Perbuatan munkar adalah kejahatan yang dilakukan sebagai wujud dari kecerdasan seseorang, sehingga kejahatannya bisa disembunyikan atau dilapis dengan logika, seakan perbuatan itu tidak jahat. Munkar adalah prestasi negatip dari kecerdikan. Mark up atau komisi adalah contoh perbuatan munkar, tidak nampak nyata kejahatannya, terhindar
dari pasal-pasal hukum meskipun berdampak sangat buruk bagi kehidupan masyarakat.
sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com
By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
Dari al Qur’an surat as Syams dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki desain kejiwaan yang sempurna, memiliki potensi untuk memahami kebaikan dan kejahatan, bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi suci dan dapat tercemar sehingga menjadi kotor.
artinya : dan (demi) jiwa serta penyempurnaan (ciptaan Nya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q/91:7-10).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Tuhan menciptakan jiwa manusia sebagai sesuatu yang sempurna. Kata wa pada wa nafsin adalah bentuk qasam . Dalam al Qur’an, kata yang dijadikan sumpah Tuhan (yang didahului wawu qasam), seperti was syamsi, wad dluha, wal `ashri menunjuk pada sesuatu yang mengandung arti dahsyat, hebat atau rumit. Kalimat wa nafsin menunjuk bahwa nafs itu sesuatu yang memiliki kualitas hebat, dahsyat, rumit dan sempurna. Apalagi kalimat berikutnya, yakni wama sawwaha secara tegas menyebut kesempurnaan dari jiwa itu.
Wujud kesempurnaan jiwa itu antara lain diberinya potensi (ilham) untuk memahami perilaku (nilai-nilai) buruk dan membedakannya dengan perilaku takwa atau perilaku baik. Semua manusia pada desain awalnya dipersiapkan untuk mampu membedakan yang buruk dari yang baik, tetapi apakah potensi itu akan menjadi aktual atau tidak masih bergantung pada proses berikutnya. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap bayi yang lahir, ia lahir dalam keadaan fitrah (jiwanya dalam keadaan memiliki potensi universal, dan bersih dari dosa warisan), kedua orang tuanya (lingkungan hidup)lah yang selanjutnya akan berperan mengaktualkan potensi fitrah itu menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau yang lainnya.
Jika seekor kuda dilahirkan langsung bisa berdiri dan sebentar kemudian sudah bisa berlari, maka potensi fitrah manusia baru bisa beraktual jika fungsi-fungsi kejiwaan yang lain dan fisiknya mencapai kesempurnaan. Bayi manusia secara berangsur-angsur dari bisa menangis dan menyusu ke bisa ngoceh, merangkak, duduk, berdiri, berlari, berbicara, menghitung, berimajinasi, berfikir logis, merenung, berfilsafat dan seterusnya, dalam waktu yang relatip panjang. Jika potensi anak kuda berhenti pada kemampuan lari kencang, maka aktualisasi potensi kejiwaan manusia berkembanag sangat luas seakan hampir tak berbatas.
Dalam ayat 9 surat as Syams tersebut diatas disebutkan bahwa secara fitri Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia pengetahuan tentang keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa). Mengapa dalam ayat tersebut keburukan (fujur) disebutkan lebih dahulu, baru kebaikan (taqwa), bukanlah sekedar penyebutan, tetapi mengandung makna bahwa jiwa manusia lebih mudah mengenali keburukan dibanding kebaikan. Secara fitri, manusia akan langsung mempersepsi keburukan sebagai keburukan, karena keburukan berseberangan dengan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang baik. Manurut al Qur’an manusia juga secara psikologis lebih mudah mengerjakan kebaikan, karena sesuai dengan desain fitrahnya (laha ma kasabat), sedangkan untuk berbuat jahat manusia harus “berjuang” melawan suara hatinya, suara nuraninya, sehingga terasa berat (wa `alaiha ma iktasabat). Kalimat kasabat dan iktasabat dalam bahasa Arab mengandung arti dasar yang sama, tetapi kasabat mengandung arti mudah
mengerjakanya dan iktasabat mengandung arti susah mengerjakannya (Q/2:286).
Dalam al Qur’an terdapat term al khair dan fahisyah. Al Khair mengandung arti kebaikan normatip yang datangnya dari Tuhan dan bersifat universal, seperti keadilan, kejujuran, berbakti kepada orang tua, menolong yang lemah dan sebagainya. Pandangan ini secara fitri dimiliki oleh semua manusia sepanjang zaman, bahkan pada masyarakat primitip yang belum mengenal pendidikan. Sedangkan bagaimana cara menegakkan keadilan dan kejujuran, atau bagaimana caranya berbakti kepada orang tua atau bagaimana caranya membela orang lemah, tidak lagi masuk kategori al khoir, tetapi masuk apa yang dalam al Qur’an disebut al ma`ruf, ya’muruna bi al ma`ruf.(Q/3:104). Ma`ruf adalah sesuatu yang secara sosial dipandang memiliki kepantasan. Secara lughawi , al ma`ruf artinya sesuatu yang diketahui, tetapi kemudian diartikan sebagai kebaikan, mengandung makna bahwa pada dasarnya secara fitri manusia mengetahui nilai-nilai kepantasan, nilai-nilai kepatutan, yang secara
sosial dipandang sebagai kebaikan.
Sedangkan fahisyah mengandung arti sesuatu yang secara universal dipandang sebagai kekejian. Dalam al Qur’an (Q/4:15) fahisyah sering digunakan untuk menyebut perbuatan zina. Artinya secara fitri, semua manusia sepanjang sejarah kemanusiaan pada dasarnya mengerti bahwa hubungan seks di luar nikah (zina) adalah perbuatan keji. Para pezina professionalpun tersinggung jika isterinya dizinahi orang lain karena secara fitri zina adalah fahisyah, sesuatu yang jelas kekejiannya. Berbeda dengan fahisyah adalah munkar. Term munkar disebut al Qur’an (wa yanhauna `an al munkar) untuk menyebut perbuatan jahat yang diperdebatkan. Perbuatan munkar adalah kejahatan yang dilakukan sebagai wujud dari kecerdasan seseorang, sehingga kejahatannya bisa disembunyikan atau dilapis dengan logika, seakan perbuatan itu tidak jahat. Munkar adalah prestasi negatip dari kecerdikan. Mark up atau komisi adalah contoh perbuatan munkar, tidak nampak nyata kejahatannya, terhindar
dari pasal-pasal hukum meskipun berdampak sangat buruk bagi kehidupan masyarakat.
sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com
Mahluk Allah itu Bernama Anjing
Mahluk Allah itu Bernama Anjing
Kediaman orang tuaku terletak di pinggiran jakarta. Walaupun hampir sama padatnya dengan Jakarta, tetapi banyaknya pohon-pohon sebagai sarana penghijauan dan penahan serapan air membuat beberapa warga dilingkungan tersebut mengembangkan hobi mereka memelihara binatang seperti burung, ayam, kelinci dan kambing bahkan di pinggiran rawa ada yang memelihara bebek. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, di halaman rumah belakang tiba-tiba muncul seekor anak anjing yang baru bisa jalan, karena tampak masih tertatih-tatih yang bermain bersama anak kucing. Entah tersasar atau ada yang membuang, yang jelas sejak hari itu anak anjing tersebut seperti mengikat tali persaudaraan dengan anak kucing dan tinggal dengan damai di halam belakang rumah orang tuaku.
Satu tahun kemudian perkembangan anak anjing tersebut melampaui anak kucing, tetapi kemesaraan mereka tetap tidak berubah. Berbeda dengan kucing, anjing lebih berkarakter artinya mereka lebih spontan membela orang yang memberi mereka makan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan sedangkan kucing , lenggang tidak mau tahu seperti mengatakan " akukan binantang, tidak ikut campur urusan manusia" seperti kejadian ada yang mengambil pisang di pekarangan belakang maka anjing ini langsung menyalak dengan keras yang membangunkan tidak hanya isi rumah tetapi juga tetangga.
Ayahku sebenarnya risih dengan keberadaan anjing ini karena kemanapun ayahku pergi dia sesalu mengikuti termasuk pergi kemasjid. Anjing ini seperti terlatih untuk menunggu sampai selesai sholat, atau sampai selesai berbelanja dipasar dekat rumah, atau sampai selesai bertamu ketetangga, sehingga para tetangga mengira ayahku sengaja memelihara anjing ini padahal tidak. Walaupun demikian ayah tetap rutin memberi makan anjing dan kucing ini sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari .
Ada satu alasan mengapa ayah tidak pernah mengusir atau membuang anjing ini selain loyalitasnya, yaitu tidak pernah membuang kotoran di pekarangan rumah, entah dimana dia membuangnya dan juga tidak ada tetangga yang mengeluh karena perpindahan lokasi pembuangan tersebut. Disamping itu kebiasaaan anjing lain yaitu suka menjilat dan mengendus, tidak dilakukan oleh anjing ini, entah karena terbiasa bergaul dengan kucing atau ada faktor lain sehingga bisa merubah kebiasaan dari habitatnya oleh karena itu ayah tidak pernah ragu dengan sandal atau sarung yang di gunakannya terkena najis.
Namun belakangan ini, ayah ingin memberikannya kepada orang lain, karena gunjingan tetangga semakin keras, mungkin bagi mereka tetap aneh seorang muslim yang taat memelihara seekor anjing walaupun anjing itu sangat jinak dan tidak pernah mengganggu siapapun, dan kebetulan ada tetangga lain RT yang beragama kristen bersedia menampung.
Pada hari ahad dua minggu yang lalu anjing itu tidak mau makan seharian, dia tampak murung dan ketakutan, selalu berada di pojok rumah, sekilas ayah melihat pada sore itu setitik air dimatanya, dia seperti rudung suatu kesedihan, seperti akan berpisah sangat jauh. Pada malam harinya ayahku melihat dia masih berada di pojokan rumah tertidur atau hanya sekedar berbaring.
Pagi harinya tiba-tiba anjing itu menghilang entah kemana. Ayah walaupun memang berniat memberikannya kepada orang lain tetapi merasa seperti ada yang meresahkan hatinya dan itulah yang membuatkan nya mencari seharian tetapi tidak ketemu. Beberapa hari kemudian terdengar berita bahwa ada beberapa anjing jalanan yang masih muda dibunuh untuk di konsumsi bahkan setelah di potong ada yang diperjual belikan untuk kalangan tertentu. Mendengar berita tersebut ayahku cuma terdiam tidak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak pernah memegang hak kepemilikan binatang tersebut. Mata ayah nampak berkaca-kaca mendengar khabar tersebut.
Ada sesuatu yang hilang, yang kurang diharapkan ketika dia ada tetapi membekas cukup dalam ketika dia tidak ada. Binatang yang sampai tiga kali disebutkan di dalam surat Al Kahfi itu seperti pelajaran dari ayat-ayat kauniyah Allah di alam semesta tentang suatu kasih sayang. tentang sebuah kesetiaan, tentang kebersamaan walau hanya dari seekor binantang yang telah bertamu satu tahun lebih dirumah pinggiran Jakarta tersebut.
Dari Abu Hurairah , Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tatkala seorang lelaki sedang berjalan pada sebuah jalan terasalah olehnya dahaga yang sangat. Lalu ia mendapati sebuah sumur dan bersegeralah ia meneruninya untuk minum. Ketika keluar, tiba-tiba dia melihat seekor anjing menjulurkan lidah sambil menjilat-jilati debu karena sangat haus. Lelaki itu berkata: anjing ini sedang kehausan seperti aku tadi lalu turunlah dia kembali ke dalam sumur untuk memenuhi sepatu kulitnya dengan air lalu digigit agar dapat naik kembali. Kemudian ia meminumkan air itu kepada anjing tersebut. Allah berterima kasih kepadanya lalu mengampuninya. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah kami akan mendapatkan pahala karena binatang-binatang seperti ini? Rasulullah saw. menjawab: Pada setiap yang bernyawa (mahluk hidup) ada pahalanya. (Shahih Muslim No.4162) didalam riwayat lain pelakunya di gambarkan seorang wanita pelacur ( lihat sahih Bukhari atau sahih Muslim nomor selanjutnya )
Salam
David
Kediaman orang tuaku terletak di pinggiran jakarta. Walaupun hampir sama padatnya dengan Jakarta, tetapi banyaknya pohon-pohon sebagai sarana penghijauan dan penahan serapan air membuat beberapa warga dilingkungan tersebut mengembangkan hobi mereka memelihara binatang seperti burung, ayam, kelinci dan kambing bahkan di pinggiran rawa ada yang memelihara bebek. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, di halaman rumah belakang tiba-tiba muncul seekor anak anjing yang baru bisa jalan, karena tampak masih tertatih-tatih yang bermain bersama anak kucing. Entah tersasar atau ada yang membuang, yang jelas sejak hari itu anak anjing tersebut seperti mengikat tali persaudaraan dengan anak kucing dan tinggal dengan damai di halam belakang rumah orang tuaku.
Satu tahun kemudian perkembangan anak anjing tersebut melampaui anak kucing, tetapi kemesaraan mereka tetap tidak berubah. Berbeda dengan kucing, anjing lebih berkarakter artinya mereka lebih spontan membela orang yang memberi mereka makan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan sedangkan kucing , lenggang tidak mau tahu seperti mengatakan " akukan binantang, tidak ikut campur urusan manusia" seperti kejadian ada yang mengambil pisang di pekarangan belakang maka anjing ini langsung menyalak dengan keras yang membangunkan tidak hanya isi rumah tetapi juga tetangga.
Ayahku sebenarnya risih dengan keberadaan anjing ini karena kemanapun ayahku pergi dia sesalu mengikuti termasuk pergi kemasjid. Anjing ini seperti terlatih untuk menunggu sampai selesai sholat, atau sampai selesai berbelanja dipasar dekat rumah, atau sampai selesai bertamu ketetangga, sehingga para tetangga mengira ayahku sengaja memelihara anjing ini padahal tidak. Walaupun demikian ayah tetap rutin memberi makan anjing dan kucing ini sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari .
Ada satu alasan mengapa ayah tidak pernah mengusir atau membuang anjing ini selain loyalitasnya, yaitu tidak pernah membuang kotoran di pekarangan rumah, entah dimana dia membuangnya dan juga tidak ada tetangga yang mengeluh karena perpindahan lokasi pembuangan tersebut. Disamping itu kebiasaaan anjing lain yaitu suka menjilat dan mengendus, tidak dilakukan oleh anjing ini, entah karena terbiasa bergaul dengan kucing atau ada faktor lain sehingga bisa merubah kebiasaan dari habitatnya oleh karena itu ayah tidak pernah ragu dengan sandal atau sarung yang di gunakannya terkena najis.
Namun belakangan ini, ayah ingin memberikannya kepada orang lain, karena gunjingan tetangga semakin keras, mungkin bagi mereka tetap aneh seorang muslim yang taat memelihara seekor anjing walaupun anjing itu sangat jinak dan tidak pernah mengganggu siapapun, dan kebetulan ada tetangga lain RT yang beragama kristen bersedia menampung.
Pada hari ahad dua minggu yang lalu anjing itu tidak mau makan seharian, dia tampak murung dan ketakutan, selalu berada di pojok rumah, sekilas ayah melihat pada sore itu setitik air dimatanya, dia seperti rudung suatu kesedihan, seperti akan berpisah sangat jauh. Pada malam harinya ayahku melihat dia masih berada di pojokan rumah tertidur atau hanya sekedar berbaring.
Pagi harinya tiba-tiba anjing itu menghilang entah kemana. Ayah walaupun memang berniat memberikannya kepada orang lain tetapi merasa seperti ada yang meresahkan hatinya dan itulah yang membuatkan nya mencari seharian tetapi tidak ketemu. Beberapa hari kemudian terdengar berita bahwa ada beberapa anjing jalanan yang masih muda dibunuh untuk di konsumsi bahkan setelah di potong ada yang diperjual belikan untuk kalangan tertentu. Mendengar berita tersebut ayahku cuma terdiam tidak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak pernah memegang hak kepemilikan binatang tersebut. Mata ayah nampak berkaca-kaca mendengar khabar tersebut.
Ada sesuatu yang hilang, yang kurang diharapkan ketika dia ada tetapi membekas cukup dalam ketika dia tidak ada. Binatang yang sampai tiga kali disebutkan di dalam surat Al Kahfi itu seperti pelajaran dari ayat-ayat kauniyah Allah di alam semesta tentang suatu kasih sayang. tentang sebuah kesetiaan, tentang kebersamaan walau hanya dari seekor binantang yang telah bertamu satu tahun lebih dirumah pinggiran Jakarta tersebut.
Dari Abu Hurairah , Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tatkala seorang lelaki sedang berjalan pada sebuah jalan terasalah olehnya dahaga yang sangat. Lalu ia mendapati sebuah sumur dan bersegeralah ia meneruninya untuk minum. Ketika keluar, tiba-tiba dia melihat seekor anjing menjulurkan lidah sambil menjilat-jilati debu karena sangat haus. Lelaki itu berkata: anjing ini sedang kehausan seperti aku tadi lalu turunlah dia kembali ke dalam sumur untuk memenuhi sepatu kulitnya dengan air lalu digigit agar dapat naik kembali. Kemudian ia meminumkan air itu kepada anjing tersebut. Allah berterima kasih kepadanya lalu mengampuninya. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah kami akan mendapatkan pahala karena binatang-binatang seperti ini? Rasulullah saw. menjawab: Pada setiap yang bernyawa (mahluk hidup) ada pahalanya. (Shahih Muslim No.4162) didalam riwayat lain pelakunya di gambarkan seorang wanita pelacur ( lihat sahih Bukhari atau sahih Muslim nomor selanjutnya )
Salam
David
MENIR LONDO vs TUAN TANAH
MENIR LONDO vs TUAN TANAH
"Wah, macet banget di depan - tuh liat, padahal kan sekarang malem senen, ada apa ya...?", kata saya. "Apa ga ada jalan lain..."? lanjut saya. "Putar balik aja, nanti di depan setelah jembatan ambil kiri - kita lewat jalan tikus" kata teman saya sambil tangannya menunjuk arah jalan di seberang kali sana.
Kamipun memutar motor kami, dan karena
kami belum masuk ke"tengah" kemacetan - mudah bagi kami untuk membalik arah
menghindari "kancah stres" yang hampir tiap hari kita temui. Motor saya pacu
karena jalan kebalikannya cukup kosong. Mungkin banyak kendaraan yang tertahan
dan berebut untuk berusaha menembus kemacetan. Setelah jembatan, kami belok ke
kiri dan memasuki jalan aga sepi berukuran lebar 2 mobil dan terus menelusuri
jalan tersebut. Sesekali temanku itu memberikan arahan jalan mana yang harus
dilalui. "Di depan ambil kanan ya..", sahutnya penuh keyakinan dan saya pun
yakin menjalankan kendaraan ini.
Tiba-tiba, "Lho kok di blokir
jalannya", teriak teman saya. Saya memang melihat tepat di tengah jalan ada
bangku kayu panjang - seperti bangku yang biasa dipakai tukang ketoprak atau mie
ayam pinggir jalan dan di sebelahnya duduk beberapa orang yang sepertinya sedang
menjaga penutupan jalan itu. "Motor terus aja ntar di depan bangku kecil ada
jalan ke kiri", kata salah seorang yang duduk-duduk di samping jalan yang
diblokir itu.
Sayapun melanjutkan perjalanan tanpa
berhenti sambil membunyikan klakson dan mengangkat tangan kiri saya sebagai
tanda terima kasih atas informasinya. Beberapa menit perjalanan, saya melihat
bangku yang dimaksud orang tadi dan kira-kira 300 meter sesudahnya saya melihat
sekumpulan orang sedang melakukan kegiatan keagamaan. Bangku yang dimaksud sudah
kami lewati tapi kami belum menemukan jalan yang orang itu maksud. Tidak lama
saya melihat jalan setapak selebar 2 motor dan tanpa pikir panjang kamipun masuk
jalan tersebut.
Jalan sempit tersebut cukup
gelap karena hanya diterangi oleh lampu-lampu rumah di sisi kiri dan kanannya.
Hampir disetiap pemukiman padat memang seperti ini - jalan kecil, rumah
rapet-rapet dan sesekali terlihat beberapa orang sedang duduk berkumpul di teras
salah satu rumah. Mungkin mereka jenuh berada di dalam rumah mereka dengan
segala keterbatasan ruang, sarana dan suasananya, sehingga mereka memilih untuk
berkumpul sekedar mencari angin di tempat-tempat biasanya mereka berkumpul. Bagi
warga pemukiman padat tersebut, biasanya mereka sudah hapal dimana tempat-tempat
warga lain berkumpul dan hapal pula kapan mereka akan datang untuk berkumpul.
Tiap melewati kerumunan warga tersebut, saya selalu
mematikan lampu motor, jalan perlahan dan mengucapkan kata "permisi". beberapa
kerumunan malah ada yang memakai sedikit jalan, sehingga kami harus benar-benar
perlahan agar tidak menyenggol. Belum lagi motor dari arah yang berlawanan
juga cukup membuat rintangan tersendiri.
"Gue ga tau jalannya nih...lue tau
nga?", sahut saya bertanya ke teman saya di belakang. Sambil sedikit
tertawa, teman saya bilang, "hahaha...sama sekali buta bos". Nah loh...! Tidak
ada salah satu dari kamipun yang tahu jalan yang kami lalui ini. "Jalan buntu
tuh", teriak salah satu warga yang sedang berdiri di depan salah satu rumah.
Benar saja, apa yang saya takutkan terjadi...Nyasar ! Segera saja saya memutar
motor ini dan kali ini aga kesulitan karena jalannya sangat kecil sehingga saya
harus turun dari motor untuk membalikkan arah kendaraan dan sedikit menuntunnya
ke persimpangan tadi di mana seharusnya saya belok ke kanan. "Ambil kanan Pak,
terus nanti di depan ambil kanan lagi", kata bapak yang tadi memberitahu saya
bahwa jalan yang saya lewati buntu. "Terima kasih pak", sahut kami sambil
melanjutkan perjalanan. Kamipun mengikuti informasi yang kami terima dari bapak
tersebut dan benar informasi itu mengantar kami ke jalan yang lebih besar
selebar 2 mobil yang sebelumnya kami lalui.
Saya memberhentikan motor tepat di
depan warung roko yang terletak persis di pinggir jalan dengan maksud membeli
air minum mineral dan sambil membuka helm kami, kamipun memesan satu botol air
minum mineral membukanya kemudian meminumnya. "Pak, kalo jalan ini terus
tembusnya di mana ?", tanya saya pada salah seorang yang sedang duduk santai
sambil mengangkat sebelah kakinya ke bangku. "Cempaka Putih, emang mas mau
kemana?" dia balik bertanya. "Mau ke Senen", timpal saya dengan asal menjawab
pertanyaannya.
Tidak lama berselang, ada sebuah
mobil Jeep keluaran Chrysler - jika saya tebak sepertinya keluaran terbaru dan
dari pintu sisi kirinya turun seorang anak muda berkulit bersih dan
berpenampilan rapih dan jika dilihat dari penampilannya mungkin ini anak pemilik
mobil itu atau setidaknya anak ini dari keluarga yang mempunyai tingkat ekonomi
yang lebih dari cukup.
"Permisi Pak", kata anak muda itu
sambil membukukkan kepalanya sedikit. "Mau tanya - kalo mau ke Cempaka Putih
lewat jalan mana ya Pak...?", tanyanya lagi dengan intonasi suara yang lembut.
"Oooooh...terus aja De' lewat jalan ini, ntar tembusnya di Cempaka Putih Raya
deket bengkel Honda sebelumnya ITC Cempaka", jawab Bapak yang tadi saya tanya
sambil Bapak itu bangkit dari duduknya dan menunjuk salah satu arah. "Terima
kasih ya Pak", ucap anak muda tersebut sambil kembali membungkukkan kepalanya.
Bergegas anak muda tersebut kembali naik ke mobilnya dan ketika pintu mobil
terbuka - sepintas saya lihat seorang bapak yang berpenampilan bersih dan gagah
duduk di belakang kemudi. Sebelum mobil itu melaju, anak muda tersebut membuka
kaca jendelanya lebar-lebar. "Mari Pak," kata anak muda tersebut. "Terima kasih
ya Pak," sambung bapak yang berada di belakang kemudi sambil melihat ke arah
bapak yang memberikan informasi tersebut dan bapak pemberi informasi tersebut
hanya mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke depan. Dan
mobilpun melaju meninggalkan warung roko tersebut.
Betapa sopan santunnya kedua bapak
dan anak tersebut. Hanya untuk keperluan menanyakan arah jalan saja mereka
memberhentikan kendaraannya, turun dari kendaraan dan menanyakannya dengan
sopan. Hasilnya...luar biasa, Bapak yang tadi saya tanyapun bereaksi sangat
baik. Dia bangkit dari duduknya dan mengerakan tangannya untuk mempertegas
penjelasan lisannya, sementara ketika saya yang bertanya, dia hanya menjawab
begitu saja dan tetap duduk sambil mengangkat sebelah kakinya.
Saya jadi teringat masa lalu saya ketika
masih remaja dan masih sering kongkow sama teman-teman yang lain di warung atau
pinggir jalan. Ketika itu ada seseorang yang menanyakan salah satu alamat
jalan di lingkungan tempat tinggal saya. Saat itu teman saya menjawab "tidak
tahu, tanya aja di depan" padahal saya tahu persis teman saya itu tahu alamat
yang dimaksud oleh orang itu.
Ketika saya tanya, kenapa ? "Males
gue jawabnya...lue pada liat ga gayanya...? sombong banget ! - Apasih susahnya
dia turun dari mobil terus dia tanya kita baik-baik, ini mah tau-tau "Mas, tau
jalan Delima ga..?" cuma ngelongo doang dari jendela - ga sopankan," teman saya
menjawab sambil sewot.
Lamunan saya makin jauh ke belakang, dan
jadi ingat film-film jaman penjajahan dimana para Menir-menir Belanda (Londo)
dan para Tuan-Tuan Tanah dengan angkuhnya duduk di atas kudanya atau di dalam
kereta kudanya sementara para "rakyat kebanyakan" hanya bisa menunduk sambil
duduk di tanah. Mereka (para Menir dan Tuan Tanah tersebut) jika ingin bicara
dengan "rakyat kebanyakan" mereka tidak turun dahulu dari kendaraannya, tetapi
langsung berbicara dengan cara sekenanya.
Dalam agama saya (saya kira semua
agama menganjurkan hal yang sama) orang yang sedikit memberi salam kepada orang
yang banyak dan orang yang berkendara memberi salam kepada orang yang berjalan
kaki. Artinya sudah bisa dipastikan semua dari kita sudah tahu - semata untuk
menimbulkan saling menghargai dan agar tidak menimbulkan kesenjangan atau jurang
yang lebih jauh.
Sepertinya bukan hal yang sulit
untuk dilakukan sesuatu dengan sopan santun, misalnya memberikan salam
(Assalamu'alaikum atau permisi atau apapun itu) sambil sedikit diperkuat dengan
gerakan baik itu tangan maupun kepala, intonasi suara yang santun atau apapun
bentuk kesopanan lainnya. Hasilnya...hampir bisa dipastikan lawan bicara kitapun
akan melakukan hal yang sama. Sekiranya kita masih mendapat perlakuan yang tidak
mengenakan, setidaknya kita sudah menebarkan "kelembutan" dan "Persahabatan"
sesama kita.
"Wah, macet banget di depan - tuh liat, padahal kan sekarang malem senen, ada apa ya...?", kata saya. "Apa ga ada jalan lain..."? lanjut saya. "Putar balik aja, nanti di depan setelah jembatan ambil kiri - kita lewat jalan tikus" kata teman saya sambil tangannya menunjuk arah jalan di seberang kali sana.
Kamipun memutar motor kami, dan karena
kami belum masuk ke"tengah" kemacetan - mudah bagi kami untuk membalik arah
menghindari "kancah stres" yang hampir tiap hari kita temui. Motor saya pacu
karena jalan kebalikannya cukup kosong. Mungkin banyak kendaraan yang tertahan
dan berebut untuk berusaha menembus kemacetan. Setelah jembatan, kami belok ke
kiri dan memasuki jalan aga sepi berukuran lebar 2 mobil dan terus menelusuri
jalan tersebut. Sesekali temanku itu memberikan arahan jalan mana yang harus
dilalui. "Di depan ambil kanan ya..", sahutnya penuh keyakinan dan saya pun
yakin menjalankan kendaraan ini.
Tiba-tiba, "Lho kok di blokir
jalannya", teriak teman saya. Saya memang melihat tepat di tengah jalan ada
bangku kayu panjang - seperti bangku yang biasa dipakai tukang ketoprak atau mie
ayam pinggir jalan dan di sebelahnya duduk beberapa orang yang sepertinya sedang
menjaga penutupan jalan itu. "Motor terus aja ntar di depan bangku kecil ada
jalan ke kiri", kata salah seorang yang duduk-duduk di samping jalan yang
diblokir itu.
Sayapun melanjutkan perjalanan tanpa
berhenti sambil membunyikan klakson dan mengangkat tangan kiri saya sebagai
tanda terima kasih atas informasinya. Beberapa menit perjalanan, saya melihat
bangku yang dimaksud orang tadi dan kira-kira 300 meter sesudahnya saya melihat
sekumpulan orang sedang melakukan kegiatan keagamaan. Bangku yang dimaksud sudah
kami lewati tapi kami belum menemukan jalan yang orang itu maksud. Tidak lama
saya melihat jalan setapak selebar 2 motor dan tanpa pikir panjang kamipun masuk
jalan tersebut.
Jalan sempit tersebut cukup
gelap karena hanya diterangi oleh lampu-lampu rumah di sisi kiri dan kanannya.
Hampir disetiap pemukiman padat memang seperti ini - jalan kecil, rumah
rapet-rapet dan sesekali terlihat beberapa orang sedang duduk berkumpul di teras
salah satu rumah. Mungkin mereka jenuh berada di dalam rumah mereka dengan
segala keterbatasan ruang, sarana dan suasananya, sehingga mereka memilih untuk
berkumpul sekedar mencari angin di tempat-tempat biasanya mereka berkumpul. Bagi
warga pemukiman padat tersebut, biasanya mereka sudah hapal dimana tempat-tempat
warga lain berkumpul dan hapal pula kapan mereka akan datang untuk berkumpul.
Tiap melewati kerumunan warga tersebut, saya selalu
mematikan lampu motor, jalan perlahan dan mengucapkan kata "permisi". beberapa
kerumunan malah ada yang memakai sedikit jalan, sehingga kami harus benar-benar
perlahan agar tidak menyenggol. Belum lagi motor dari arah yang berlawanan
juga cukup membuat rintangan tersendiri.
"Gue ga tau jalannya nih...lue tau
nga?", sahut saya bertanya ke teman saya di belakang. Sambil sedikit
tertawa, teman saya bilang, "hahaha...sama sekali buta bos". Nah loh...! Tidak
ada salah satu dari kamipun yang tahu jalan yang kami lalui ini. "Jalan buntu
tuh", teriak salah satu warga yang sedang berdiri di depan salah satu rumah.
Benar saja, apa yang saya takutkan terjadi...Nyasar ! Segera saja saya memutar
motor ini dan kali ini aga kesulitan karena jalannya sangat kecil sehingga saya
harus turun dari motor untuk membalikkan arah kendaraan dan sedikit menuntunnya
ke persimpangan tadi di mana seharusnya saya belok ke kanan. "Ambil kanan Pak,
terus nanti di depan ambil kanan lagi", kata bapak yang tadi memberitahu saya
bahwa jalan yang saya lewati buntu. "Terima kasih pak", sahut kami sambil
melanjutkan perjalanan. Kamipun mengikuti informasi yang kami terima dari bapak
tersebut dan benar informasi itu mengantar kami ke jalan yang lebih besar
selebar 2 mobil yang sebelumnya kami lalui.
Saya memberhentikan motor tepat di
depan warung roko yang terletak persis di pinggir jalan dengan maksud membeli
air minum mineral dan sambil membuka helm kami, kamipun memesan satu botol air
minum mineral membukanya kemudian meminumnya. "Pak, kalo jalan ini terus
tembusnya di mana ?", tanya saya pada salah seorang yang sedang duduk santai
sambil mengangkat sebelah kakinya ke bangku. "Cempaka Putih, emang mas mau
kemana?" dia balik bertanya. "Mau ke Senen", timpal saya dengan asal menjawab
pertanyaannya.
Tidak lama berselang, ada sebuah
mobil Jeep keluaran Chrysler - jika saya tebak sepertinya keluaran terbaru dan
dari pintu sisi kirinya turun seorang anak muda berkulit bersih dan
berpenampilan rapih dan jika dilihat dari penampilannya mungkin ini anak pemilik
mobil itu atau setidaknya anak ini dari keluarga yang mempunyai tingkat ekonomi
yang lebih dari cukup.
"Permisi Pak", kata anak muda itu
sambil membukukkan kepalanya sedikit. "Mau tanya - kalo mau ke Cempaka Putih
lewat jalan mana ya Pak...?", tanyanya lagi dengan intonasi suara yang lembut.
"Oooooh...terus aja De' lewat jalan ini, ntar tembusnya di Cempaka Putih Raya
deket bengkel Honda sebelumnya ITC Cempaka", jawab Bapak yang tadi saya tanya
sambil Bapak itu bangkit dari duduknya dan menunjuk salah satu arah. "Terima
kasih ya Pak", ucap anak muda tersebut sambil kembali membungkukkan kepalanya.
Bergegas anak muda tersebut kembali naik ke mobilnya dan ketika pintu mobil
terbuka - sepintas saya lihat seorang bapak yang berpenampilan bersih dan gagah
duduk di belakang kemudi. Sebelum mobil itu melaju, anak muda tersebut membuka
kaca jendelanya lebar-lebar. "Mari Pak," kata anak muda tersebut. "Terima kasih
ya Pak," sambung bapak yang berada di belakang kemudi sambil melihat ke arah
bapak yang memberikan informasi tersebut dan bapak pemberi informasi tersebut
hanya mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke depan. Dan
mobilpun melaju meninggalkan warung roko tersebut.
Betapa sopan santunnya kedua bapak
dan anak tersebut. Hanya untuk keperluan menanyakan arah jalan saja mereka
memberhentikan kendaraannya, turun dari kendaraan dan menanyakannya dengan
sopan. Hasilnya...luar biasa, Bapak yang tadi saya tanyapun bereaksi sangat
baik. Dia bangkit dari duduknya dan mengerakan tangannya untuk mempertegas
penjelasan lisannya, sementara ketika saya yang bertanya, dia hanya menjawab
begitu saja dan tetap duduk sambil mengangkat sebelah kakinya.
Saya jadi teringat masa lalu saya ketika
masih remaja dan masih sering kongkow sama teman-teman yang lain di warung atau
pinggir jalan. Ketika itu ada seseorang yang menanyakan salah satu alamat
jalan di lingkungan tempat tinggal saya. Saat itu teman saya menjawab "tidak
tahu, tanya aja di depan" padahal saya tahu persis teman saya itu tahu alamat
yang dimaksud oleh orang itu.
Ketika saya tanya, kenapa ? "Males
gue jawabnya...lue pada liat ga gayanya...? sombong banget ! - Apasih susahnya
dia turun dari mobil terus dia tanya kita baik-baik, ini mah tau-tau "Mas, tau
jalan Delima ga..?" cuma ngelongo doang dari jendela - ga sopankan," teman saya
menjawab sambil sewot.
Lamunan saya makin jauh ke belakang, dan
jadi ingat film-film jaman penjajahan dimana para Menir-menir Belanda (Londo)
dan para Tuan-Tuan Tanah dengan angkuhnya duduk di atas kudanya atau di dalam
kereta kudanya sementara para "rakyat kebanyakan" hanya bisa menunduk sambil
duduk di tanah. Mereka (para Menir dan Tuan Tanah tersebut) jika ingin bicara
dengan "rakyat kebanyakan" mereka tidak turun dahulu dari kendaraannya, tetapi
langsung berbicara dengan cara sekenanya.
Dalam agama saya (saya kira semua
agama menganjurkan hal yang sama) orang yang sedikit memberi salam kepada orang
yang banyak dan orang yang berkendara memberi salam kepada orang yang berjalan
kaki. Artinya sudah bisa dipastikan semua dari kita sudah tahu - semata untuk
menimbulkan saling menghargai dan agar tidak menimbulkan kesenjangan atau jurang
yang lebih jauh.
Sepertinya bukan hal yang sulit
untuk dilakukan sesuatu dengan sopan santun, misalnya memberikan salam
(Assalamu'alaikum atau permisi atau apapun itu) sambil sedikit diperkuat dengan
gerakan baik itu tangan maupun kepala, intonasi suara yang santun atau apapun
bentuk kesopanan lainnya. Hasilnya...hampir bisa dipastikan lawan bicara kitapun
akan melakukan hal yang sama. Sekiranya kita masih mendapat perlakuan yang tidak
mengenakan, setidaknya kita sudah menebarkan "kelembutan" dan "Persahabatan"
sesama kita.
MAMPUKAH ZAKAT BERPERAN SERTA MEMBANGUN BANGSA
ZAKAT OUTLOOK 2009:
MAMPUKAH ZAKAT BERPERAN SERTA MEMBANGUN BANGSA
Di Indonesia, kemiskinan masih menjadi isu utama pembangunan. Hingga saat ini, pemerintah masih belum mampu
mengatasi kemiskinan secara tuntas.
Hingga 2008, angka kemiskinan masih berada pada kisaran 15%, jauh diatas
target 2009 yang dipatok di kisaran 5%.
Oleh karena itu, diperlukan komponen lain yang memiliki potensi sangat
besar dalam proses pembangunan bangsa, namun belum mendapat tempat strategis
dalam peta pembangunan nasional, yaitu zakat.
Zakat memiliki berbagai fungsi strategis, selain sebagai wujud ibadah
dan kewajiban moral, berfungsi pula sebagai alternatif instrumen kebijakan fiskal untuk mewujudkan
pemerataan pendapatan. Zakat merupakan
sarana untuk mewujudkan keadilan social.
Indonesia memiliki potensi
zakat yang sangat besar. Akan tetapi, karena berbagai faktor, potensi zakat
tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberantas kemiskinan
dan mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Realisasi
penerimaan zakat hingga kini masih berkisar di angka Rp 0.5 – 1 trilyun rupiah
per tahun. Padahal, potensi zakat
disinyalir mencapai angka Rp 9 trilyun per tahun (menurut PIRAC), Rp 17.5
trilyun per tahun (menurut Forum Zakat), bahkan Rp 19 trilyun per tahun
(menurut PBB UIN Syarif Hidayatullah) .
Dalam rentang enam dekade pasca kemerdekaan negeri
ini, zakat mengalami pasang surut perkembangan. Walau telah mendapat perhatian
sejak awal pemerintahan orde baru, namun kebangkitan zakat Indonesia justru
dimulai oleh masyarakat sipil. Kurang
aspiratif dan optimalnya pengelolaaan zakat yang dilakukan oleh negara
menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif untuk mengelola zakat secara lebih
produktif. Berbagai
Lembaga Amil Zakat bermunculan di tanah air. Ada yang berafiliasi dengan
lembaga sosial-keagamaan yang sudah ada dan ada pula yang murni muncul karena
kepedulian perusahaan atau sekelompok masyarakat tertentu. Kehadiran Lembaga Amil zakat ini melahirkan
aktitivitas yang menjadi inspirasi masyarakat.
Terlepas dari masih
minimnya peran zakat dalam pembangunan nasional secara makro yang dilakukan oleh Lembaga
Amil Zakat, dalam skala mikro
atau komunitas, pengalaman berbagai kelompok mustahik dan berbagai
indikator awal lainnya menunjukkan bahwa telah cukup banyak program-program
pendayagunaan zakat yang berhasil meningkatkan kesejahteraan komunitas yang
dibantunya. Hal ini terlihat antara lain dalam pendayagunaan zakat untuk bidang
kesehatan, pendidikan, bantuan untuk bencana alam, dan bidang ekonomi.
Dalam jagat perzakatan di Indonesia, selain dikenal
Badan Amil Zakat (BAZ) bentukan pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang
non-pemerintah sesuai amanat UU No.38/1999, masih terdapat institusi-institusi
pengelola zakat yang bersifat informal bahkan seringkali beroperasi secara
temporer. Walau terdapat
indikasi bahwa zakat yang mereka kelola cukup besar, tetapi data-data tentang
itu tidak tersedia. Ketaktersediaan data, menyulitkan memproyeksikan dan
merancang perubahan dengan optimalisasi zakat secara nasional. Sampai saat ini secara nasional tidak
terdapat angka yang pasti mengenai pendayagunaan dana zakat. Hal ini karena
belum semua BAZ dan LAZ melaporkan dan mengaudit penggunaan dana tersebut dalam
laporan keuangan mereka. Kalaupun ada, masih sulit mengakses data itu.
Salah satu ikhtiar meyakinkan semua pihak, agar zakat
perlu masuk dalam ranah kebijakan nasional, Circle of Information and Development (CID) – Dompet Dhuafa
merilis sebuah Laporan Proyektif bertajuk “Indonesia Zakat and Development Report
(IZDR) 2009” bekerjasama dengan Pusat
Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PEBS FE UI). IZDR 2009 ini digelar dalam bentuk Seminar Zakat Outlook dengan mengusung tema “Zakat dan Pembangunan: Era Baru Zakat Menuju Kesejahteraan Umat”. Seminar Zakat Outlook ini menghadirkan
sejumlah pakar dan narasumber, yaitu: Dr.
Iman Sugema (pengamat ekonomi), Ir. Adiwarman Karim, MBA. MAEP (pakar ekonomi
syariah), Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat (Ditjen Pemberdayaan Masyarakat,
DepSos RI), Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si (Walikota Padang, Sumatera Barat), dan
Hilman Rosyad, Lc. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI).
Para
pakar, pengamat dan praktisi zakat ini akan berupaya mengusung dan menghadirkan
zakat pada posisi yang strategis dalam mainstream
pembangunan nasional, agar mampu mengambil peran dan kontribusi nyata untuk
mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Pembahasan juga dimungkinkan memperoleh perspektif yang menyeluruh
tentang dunia zakat, pergerakan serta capaian-capaian yang telah diraih, bagaimana
interaksi stakeholders perzakatan,
dan yang tak kalah pentingnya analisis peluang ke arah yang lebih baik di masa
mendatang.
Seminar
Zakat Outlook 2009 ini, mengemban tiga tujuan utama: (1) mengkaji perkembangan
zakat dari waktu ke waktu; (2) memberikan informasi-informasi penting untuk
analisis kebijakan dan pengembangan zakat seperti proyeksi pertumbuhan,
penghimpunan, penyaluran atau pendayagunaan zakat, serta regulasi zakat; (3)
melakukan analisis kebijakan/ regulasi yang telah dikeluarkan dan memberikan
rekomendasi kebijakan yang dibutuhkan.
Direncanakan
setiap tahun Circle of Information and Development (CID) – Dompet Dhuafa
bekerja sama dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PEBS FE UI), akan
rutin menerbitkan Indonesia Zakat and
Development Report (IZDR).
Dalam
IZDR 2009 ini menawarkan gagasan arsitektur zakat Indonesia sebagai bentuk
pengaturan kelembagaan (institutional
arrangement) dengan fitur utama pemisahan fungsi regulator dan operator. Hal ini terkait dengan rencana
amandemen UU No. 38/1999 sebagai
dasar regulasi dan kerangka institusional perzakatan nasional. Laporan ini juga menawarkan gagasan reposisi zakat dalam sistem fiskal nasional,
bagaimana relasi zakat dengan negara, bagaimana mendekatkan potensi dan
realisasi zakat dalam konteks kekinian Indonesia.
Untuk kinerja pengelolaan zakat yang baik, IZDR 2009 menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas
organisasi pengelola zakat untuk meraih kepercayaan publik. Beberapa langkah yang
direkomendasikan IZDR 2009 untuk mendekatkan potensi dan realisasi zakat,
yaitu: (i) mengokohkan kerangka regulasi zakat; (ii) penguatan kelembagaan
pengelolaan zakat; (iii) meningkatkan dukungan, kesadaran, dan kepercayaan
publik kepada institusi pengelola zakat; (iv) koordinasi dan sinergi zakat
dengan program pembangunan; dan (v) revitalisasi BAZ-LAZ. Laporan ini juga menekankan besarnya potensi
zakat dalam konteks otonomi daerah dan menggagas pentingnya sinkronisasi zakat
di tingkat pusat dan daerah.
Rendahnya
penerimaan dana zakat di Indonesia disebabkan tiga hal pokok, yaitu: (i) Rendahnya kesadaran wajib zakat dan rendahnya
kepercayaan terhadap BAZ-LAZ.; (ii) Basis zakat yang tergali masih
terkonsentrasi pada zakat fitrah dan zakat profesi; dan (iii) Masih rendahnya insentif bagi wajib zakat untuk
membayar zakat. Untuk itu dibutuhkan strategi penghimpunan dana zakat yang
lebih baik ke depan.
Selain itu, IZDR 2009 juga
menawarkan agenda-agenda ke depan terkait zakat dan pembangunan. Dalam jangka pendek-menengah, agenda terpenting adalah
meningkatkan kredibilitas zakat, terutama dalam program pengentasan kemiskinan.
Upaya meningkatkan efektifitas dan kredibilitas zakat semestinya berfokus pada
4 agenda. Pertama, peningkatan penerimaan dana
zakat baik melalui upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi. Kedua, peningkatan efektifitas
pendayagunaan dana zakat. Ketiga,
perbaikan arah regulasi dan kerangka institusional zakat. Keempat, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan institusi
pengelola zakat.
Diperlukan strategi pendistribusian yang tepat
agar dana zakat menjadi efektif. Setidaknya terdapat
tiga isu penting disini. Pertama, prioritas
dalam distribusi zakat. Kedua, bentuk pendistribusian zakat yang
sesuai. Ketiga, menyesuaikan dengan
kondisi lokal dan perkembangan terkini. Fokus pendayagunaan zakat oleh Lembaga Pengelola Zakat di Indonesia mengalami transformasi besar
dari ranah “charity and relief” ke
ranah “development and empowerment”,
“advocacy and policy making” hingga
ke “thought and civilization”. Isu
penting lainnya dalam aspek pendayagunaan zakat
adalah masalah identifikasi mustahik agar zakat tepat sasaran dan efektif dalam
mengentaskan kemiskinan.
Tema zakat,
sejatinya demikian luas dan kaya daya tarik. Bahkan, ketika ekonomi dunia dan
nasional tengah muram, terlihat seberkas cahaya. Di sudut-sudut negeri ini,
kilau zakat tersaput prasangka, terhalang onak dan duri kebelumfahaman. Mari
bersama menyibakkannya agar cahayanya terangi negeri. InsyaAllah. []
Informasi Lebih Lanjut:
CID (021-7416050 Ext. 350)/
Nana Mintarti, Direktur CID
(0812-802-6942) /
Yusuf Wibisono, Wakil Direktur PEBS FE UI
(0815-972-7904)
Bot Pranadi, Staf Riset CID
(0818-762-077)
MAMPUKAH ZAKAT BERPERAN SERTA MEMBANGUN BANGSA
Di Indonesia, kemiskinan masih menjadi isu utama pembangunan. Hingga saat ini, pemerintah masih belum mampu
mengatasi kemiskinan secara tuntas.
Hingga 2008, angka kemiskinan masih berada pada kisaran 15%, jauh diatas
target 2009 yang dipatok di kisaran 5%.
Oleh karena itu, diperlukan komponen lain yang memiliki potensi sangat
besar dalam proses pembangunan bangsa, namun belum mendapat tempat strategis
dalam peta pembangunan nasional, yaitu zakat.
Zakat memiliki berbagai fungsi strategis, selain sebagai wujud ibadah
dan kewajiban moral, berfungsi pula sebagai alternatif instrumen kebijakan fiskal untuk mewujudkan
pemerataan pendapatan. Zakat merupakan
sarana untuk mewujudkan keadilan social.
Indonesia memiliki potensi
zakat yang sangat besar. Akan tetapi, karena berbagai faktor, potensi zakat
tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberantas kemiskinan
dan mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Realisasi
penerimaan zakat hingga kini masih berkisar di angka Rp 0.5 – 1 trilyun rupiah
per tahun. Padahal, potensi zakat
disinyalir mencapai angka Rp 9 trilyun per tahun (menurut PIRAC), Rp 17.5
trilyun per tahun (menurut Forum Zakat), bahkan Rp 19 trilyun per tahun
(menurut PBB UIN Syarif Hidayatullah) .
Dalam rentang enam dekade pasca kemerdekaan negeri
ini, zakat mengalami pasang surut perkembangan. Walau telah mendapat perhatian
sejak awal pemerintahan orde baru, namun kebangkitan zakat Indonesia justru
dimulai oleh masyarakat sipil. Kurang
aspiratif dan optimalnya pengelolaaan zakat yang dilakukan oleh negara
menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif untuk mengelola zakat secara lebih
produktif. Berbagai
Lembaga Amil Zakat bermunculan di tanah air. Ada yang berafiliasi dengan
lembaga sosial-keagamaan yang sudah ada dan ada pula yang murni muncul karena
kepedulian perusahaan atau sekelompok masyarakat tertentu. Kehadiran Lembaga Amil zakat ini melahirkan
aktitivitas yang menjadi inspirasi masyarakat.
Terlepas dari masih
minimnya peran zakat dalam pembangunan nasional secara makro yang dilakukan oleh Lembaga
Amil Zakat, dalam skala mikro
atau komunitas, pengalaman berbagai kelompok mustahik dan berbagai
indikator awal lainnya menunjukkan bahwa telah cukup banyak program-program
pendayagunaan zakat yang berhasil meningkatkan kesejahteraan komunitas yang
dibantunya. Hal ini terlihat antara lain dalam pendayagunaan zakat untuk bidang
kesehatan, pendidikan, bantuan untuk bencana alam, dan bidang ekonomi.
Dalam jagat perzakatan di Indonesia, selain dikenal
Badan Amil Zakat (BAZ) bentukan pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang
non-pemerintah sesuai amanat UU No.38/1999, masih terdapat institusi-institusi
pengelola zakat yang bersifat informal bahkan seringkali beroperasi secara
temporer. Walau terdapat
indikasi bahwa zakat yang mereka kelola cukup besar, tetapi data-data tentang
itu tidak tersedia. Ketaktersediaan data, menyulitkan memproyeksikan dan
merancang perubahan dengan optimalisasi zakat secara nasional. Sampai saat ini secara nasional tidak
terdapat angka yang pasti mengenai pendayagunaan dana zakat. Hal ini karena
belum semua BAZ dan LAZ melaporkan dan mengaudit penggunaan dana tersebut dalam
laporan keuangan mereka. Kalaupun ada, masih sulit mengakses data itu.
Salah satu ikhtiar meyakinkan semua pihak, agar zakat
perlu masuk dalam ranah kebijakan nasional, Circle of Information and Development (CID) – Dompet Dhuafa
merilis sebuah Laporan Proyektif bertajuk “Indonesia Zakat and Development Report
(IZDR) 2009” bekerjasama dengan Pusat
Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PEBS FE UI). IZDR 2009 ini digelar dalam bentuk Seminar Zakat Outlook dengan mengusung tema “Zakat dan Pembangunan: Era Baru Zakat Menuju Kesejahteraan Umat”. Seminar Zakat Outlook ini menghadirkan
sejumlah pakar dan narasumber, yaitu: Dr.
Iman Sugema (pengamat ekonomi), Ir. Adiwarman Karim, MBA. MAEP (pakar ekonomi
syariah), Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat (Ditjen Pemberdayaan Masyarakat,
DepSos RI), Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si (Walikota Padang, Sumatera Barat), dan
Hilman Rosyad, Lc. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI).
Para
pakar, pengamat dan praktisi zakat ini akan berupaya mengusung dan menghadirkan
zakat pada posisi yang strategis dalam mainstream
pembangunan nasional, agar mampu mengambil peran dan kontribusi nyata untuk
mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Pembahasan juga dimungkinkan memperoleh perspektif yang menyeluruh
tentang dunia zakat, pergerakan serta capaian-capaian yang telah diraih, bagaimana
interaksi stakeholders perzakatan,
dan yang tak kalah pentingnya analisis peluang ke arah yang lebih baik di masa
mendatang.
Seminar
Zakat Outlook 2009 ini, mengemban tiga tujuan utama: (1) mengkaji perkembangan
zakat dari waktu ke waktu; (2) memberikan informasi-informasi penting untuk
analisis kebijakan dan pengembangan zakat seperti proyeksi pertumbuhan,
penghimpunan, penyaluran atau pendayagunaan zakat, serta regulasi zakat; (3)
melakukan analisis kebijakan/ regulasi yang telah dikeluarkan dan memberikan
rekomendasi kebijakan yang dibutuhkan.
Direncanakan
setiap tahun Circle of Information and Development (CID) – Dompet Dhuafa
bekerja sama dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PEBS FE UI), akan
rutin menerbitkan Indonesia Zakat and
Development Report (IZDR).
Dalam
IZDR 2009 ini menawarkan gagasan arsitektur zakat Indonesia sebagai bentuk
pengaturan kelembagaan (institutional
arrangement) dengan fitur utama pemisahan fungsi regulator dan operator. Hal ini terkait dengan rencana
amandemen UU No. 38/1999 sebagai
dasar regulasi dan kerangka institusional perzakatan nasional. Laporan ini juga menawarkan gagasan reposisi zakat dalam sistem fiskal nasional,
bagaimana relasi zakat dengan negara, bagaimana mendekatkan potensi dan
realisasi zakat dalam konteks kekinian Indonesia.
Untuk kinerja pengelolaan zakat yang baik, IZDR 2009 menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas
organisasi pengelola zakat untuk meraih kepercayaan publik. Beberapa langkah yang
direkomendasikan IZDR 2009 untuk mendekatkan potensi dan realisasi zakat,
yaitu: (i) mengokohkan kerangka regulasi zakat; (ii) penguatan kelembagaan
pengelolaan zakat; (iii) meningkatkan dukungan, kesadaran, dan kepercayaan
publik kepada institusi pengelola zakat; (iv) koordinasi dan sinergi zakat
dengan program pembangunan; dan (v) revitalisasi BAZ-LAZ. Laporan ini juga menekankan besarnya potensi
zakat dalam konteks otonomi daerah dan menggagas pentingnya sinkronisasi zakat
di tingkat pusat dan daerah.
Rendahnya
penerimaan dana zakat di Indonesia disebabkan tiga hal pokok, yaitu: (i) Rendahnya kesadaran wajib zakat dan rendahnya
kepercayaan terhadap BAZ-LAZ.; (ii) Basis zakat yang tergali masih
terkonsentrasi pada zakat fitrah dan zakat profesi; dan (iii) Masih rendahnya insentif bagi wajib zakat untuk
membayar zakat. Untuk itu dibutuhkan strategi penghimpunan dana zakat yang
lebih baik ke depan.
Selain itu, IZDR 2009 juga
menawarkan agenda-agenda ke depan terkait zakat dan pembangunan. Dalam jangka pendek-menengah, agenda terpenting adalah
meningkatkan kredibilitas zakat, terutama dalam program pengentasan kemiskinan.
Upaya meningkatkan efektifitas dan kredibilitas zakat semestinya berfokus pada
4 agenda. Pertama, peningkatan penerimaan dana
zakat baik melalui upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi. Kedua, peningkatan efektifitas
pendayagunaan dana zakat. Ketiga,
perbaikan arah regulasi dan kerangka institusional zakat. Keempat, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan institusi
pengelola zakat.
Diperlukan strategi pendistribusian yang tepat
agar dana zakat menjadi efektif. Setidaknya terdapat
tiga isu penting disini. Pertama, prioritas
dalam distribusi zakat. Kedua, bentuk pendistribusian zakat yang
sesuai. Ketiga, menyesuaikan dengan
kondisi lokal dan perkembangan terkini. Fokus pendayagunaan zakat oleh Lembaga Pengelola Zakat di Indonesia mengalami transformasi besar
dari ranah “charity and relief” ke
ranah “development and empowerment”,
“advocacy and policy making” hingga
ke “thought and civilization”. Isu
penting lainnya dalam aspek pendayagunaan zakat
adalah masalah identifikasi mustahik agar zakat tepat sasaran dan efektif dalam
mengentaskan kemiskinan.
Tema zakat,
sejatinya demikian luas dan kaya daya tarik. Bahkan, ketika ekonomi dunia dan
nasional tengah muram, terlihat seberkas cahaya. Di sudut-sudut negeri ini,
kilau zakat tersaput prasangka, terhalang onak dan duri kebelumfahaman. Mari
bersama menyibakkannya agar cahayanya terangi negeri. InsyaAllah. []
Informasi Lebih Lanjut:
CID (021-7416050 Ext. 350)/
Nana Mintarti, Direktur CID
(0812-802-6942) /
Yusuf Wibisono, Wakil Direktur PEBS FE UI
(0815-972-7904)
Bot Pranadi, Staf Riset CID
(0818-762-077)
Karena Cinta, Ia Rela Berkorban
Karena Cinta, Ia Rela Berkorban
oleh M. Arif As-Salman
------------ ----
Sering kali saya perhatikan ketika melintasi jalan, seorang suami menggandeng
tangan istrinya dan ia mengangkat tangan memberi isyarat pada mobil
yang akan lewat agar berhenti atau mengurangi kecepatannya karena ia
dan istrinya ingin melewati jalan tersebut. Seperti halnya juga yang
saya lakukan ketika melintasi jalan raya.
Hal apa yang mendorong suami melakukan itu? Dan hal apakah yang bisa
kita petik dari pemandangan yang sudah biasa kita saksikan setiap hari
tersebut ketika melintasi sebuah jalan ?
Kalau tiba-tiba terjadi kecelakaan, maka yang pertama kali akan kena
tabrak adalah sang suami. Dan bila sang suami tersebut tanggap, dengan
cepat ia mendorong tubuh istrinya ke tepi jalan agar menghindarkan
istrinya dari tabrakan. Dan tinggallah sang suami terbaring dalam balut
darah yang deras mengalir di sekujur tubuhnya. Dalam keadaan seperti
itu ia masih tetap bisa tersenyum dan berkata, "Alhamdulillah istri
saya selamat."
Seorang suami yang baik dan cinta pada istrinya selalu terdepan
menjaga dan membela istrinya. Ia rela menempuh kesulitan, kepedihan dan
bahkan kesakitan demi istrinya.
Semua itu ia lakukan dengan landasan
cinta. Bunga cinta yang telah bermekaran di taman hati, nyanyian cinta
yang selalu mengisi hari-hari, matahari cinta yang menerangi jalan
kehidupan dan rembulan cinta yang menerangi kegelapan malam menjadi
sumber kekuatan menempuh pahit manisnya kehidupan.
Karena cinta, sang suami sanggup hidup susah dan menderita. Dan karena
cinta sang suami tak akan tega melihat istrinya sibuk mengurus rumah
dan anak sendiri. Panggilan suara-suara cinta yang selalu bergema dalam
hatinya membuatnya tak akan rela menyaksikan istrinya dalam
kesengsaraan.
Dan sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing masing ...?
Adakah kecintaan kita pada Allah, Rasul, agama dan kaum muslimin
seperti halnya atau melebihi kecintaan seorang suami pada istrinya
sebagaimana yang kita gambarkan pada tulisan diatas?
Adakah kita mencintai Allah dengan sebenarnya sehingga kita patuh pada
perintahNya, meninggalkan laranganNya dan rela berkorban apapun untuk
keridhaanNya?
Adakah kita mencintai Rasulullah, sehingga kita menjadikan beliau
sebagai qudwah kita dalam menjalani kehidupan ini dan terdepan ketika
ada yang menghina dan melecehkan dirinya?
Adakah kita cinta pada agama ini, sehingga kita selalu dengan senang
hati menjalankan ajaran-ajarannya dan ketika ada yang merusak,
menghina, melecehkan dan menodai agama ini, kita berada di barisan
terdepan untuk membelanya?
Adakah kita mencintai kaum muslimin sehingga kita selalu hidup
rukun, damai dan tentram dalam bingkai ukhuwah tanpa ada yang menghina,
melecehkan, saling hantam, saling menyalahkan dan saling bunuh?
Pertanyaan-pertanya an tersebut sangat penting untuk selalu kita
tanyakan pada diri kita masing-masing. Kita perlu untuk selalu mengukur
rasa cinta yang kita miliki pada Allah, Rasul, agama dan kaum muslimin.
Dibanyak tempat, beberapa orang yang mengaku islam belum tampak
kesan keislaman pada tutur kata, pola pikir, tingkah laku dan amalan
ibadahnya. Mereka hanya baru islam dimulut atau islam KTP. Ketika azan
sudah berkumandang mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing,
dirumah, di kantor, di sawah, di kebun, di pasar dan berbagai tempat
lainnya. Tidak berpuasa di bulan ramadhan dan masih suka melakukan
praktek hidup bebas, korupsi dan berbagai tindak kriminal lainnya.
Di beberapa tempat lainnya Rasulullah dihina, islam dilecehkan,
Al-Qur`an dihujat, kaum muslimin dibantai dan para wanitanya dinodai.
Namun hanya sebagian kecil dari kaum muslimin yang jumlahnya 1 miliar
lebih di muka bumi ini yang bergerak untuk menyadarkan kaum muslimin
yang telah salah jalan untuk kembali ke jalan yang benar, untuk
berjuang membela Nabi Muhammad, membela islam yang ternodai dan membela
kaum muslimin yang terzholimi.
Kemana mereka yang mengaku mencintai Allah dan Rasul tersebut?
Kenapa ketika bahaya datang menyerang bangunan islam kita tidak melihat
mereka berdiri di depan. Seakan-akan mereka telah ditelan oleh bumi.
Ataukah mereka hanya mencintai islam agar dapat mengantarkan mereka
meraih keuntungan dunia dan nafsu semata dengan menjadikan agama
sebagai kendaraan untuk meraih harta dan jabatan dunia.
Kemana mereka yang katanya rela dicampakkan kedalam kesengsaraan dan penderitaan demi menjauhkan islam dari bahaya?
Sebenarnya mereka tidak mencintai islam. Karena sikap seperti itu
bukanlah dinamakan cinta. Karena cinta adalah memberi bukan meminta
dari yang dicintai. Karena cinta adalah berkorban untuk yang dicintai
bukan mengorbankan yang dicintai untuk meraih keuntungan peribadi.
Pemandangan sang suami yang menggandeng tangan istrinya ketika
melintasi sebuah jalan sedikit banyaknya bisa kita ambil pelajaran,
bahwa cinta yang telah menghujam kuat dalam hati sang suami membuatnya
berada dalam barisan tedepan menjaga, membela dan rela berkorban untuk
istrinya.
Begitu juga semestinya yang harus dilakukan oleh setiap muslim,
perasaan cinta yang yang telah menghujam kuat dalam dirinya juga harus
membuat ia selalu terdepan dalam membela dan menjaga agama Allah ini.
Dan kalaulah kecintaan setiap muslim pada Allah, RasulNya, agama dan
kaum muslim seperti halnya dan melebihi kecintaan sang suami pada istri
sebagaimana yang kita gambarkan pada tulisan diatas, maka insya Allah
Islam akan berjaya, umat islam akan menjalankan agamanya sesuai yang
Allah perintahkan dan kita tidak akan mendengar lagi musuh-musuh islam
yang berani menghina Allah, menghujat Rasulullah, menodai agama dan
membunuh kaum muslimin dan menodai wanita-wanita kaum muslimin. Islam
akan dihargai, dihormati dan dengan izin Allah akan berbondong-bondong
manusia memeluk agama Allah yang mulia dan sempurna ini. Semoga bisa
menjadi renungan kita bersama.
Salam,
Abu Fathma
oleh M. Arif As-Salman
------------ ----
Sering kali saya perhatikan ketika melintasi jalan, seorang suami menggandeng
tangan istrinya dan ia mengangkat tangan memberi isyarat pada mobil
yang akan lewat agar berhenti atau mengurangi kecepatannya karena ia
dan istrinya ingin melewati jalan tersebut. Seperti halnya juga yang
saya lakukan ketika melintasi jalan raya.
Hal apa yang mendorong suami melakukan itu? Dan hal apakah yang bisa
kita petik dari pemandangan yang sudah biasa kita saksikan setiap hari
tersebut ketika melintasi sebuah jalan ?
Kalau tiba-tiba terjadi kecelakaan, maka yang pertama kali akan kena
tabrak adalah sang suami. Dan bila sang suami tersebut tanggap, dengan
cepat ia mendorong tubuh istrinya ke tepi jalan agar menghindarkan
istrinya dari tabrakan. Dan tinggallah sang suami terbaring dalam balut
darah yang deras mengalir di sekujur tubuhnya. Dalam keadaan seperti
itu ia masih tetap bisa tersenyum dan berkata, "Alhamdulillah istri
saya selamat."
Seorang suami yang baik dan cinta pada istrinya selalu terdepan
menjaga dan membela istrinya. Ia rela menempuh kesulitan, kepedihan dan
bahkan kesakitan demi istrinya.
Semua itu ia lakukan dengan landasan
cinta. Bunga cinta yang telah bermekaran di taman hati, nyanyian cinta
yang selalu mengisi hari-hari, matahari cinta yang menerangi jalan
kehidupan dan rembulan cinta yang menerangi kegelapan malam menjadi
sumber kekuatan menempuh pahit manisnya kehidupan.
Karena cinta, sang suami sanggup hidup susah dan menderita. Dan karena
cinta sang suami tak akan tega melihat istrinya sibuk mengurus rumah
dan anak sendiri. Panggilan suara-suara cinta yang selalu bergema dalam
hatinya membuatnya tak akan rela menyaksikan istrinya dalam
kesengsaraan.
Dan sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing masing ...?
Adakah kecintaan kita pada Allah, Rasul, agama dan kaum muslimin
seperti halnya atau melebihi kecintaan seorang suami pada istrinya
sebagaimana yang kita gambarkan pada tulisan diatas?
Adakah kita mencintai Allah dengan sebenarnya sehingga kita patuh pada
perintahNya, meninggalkan laranganNya dan rela berkorban apapun untuk
keridhaanNya?
Adakah kita mencintai Rasulullah, sehingga kita menjadikan beliau
sebagai qudwah kita dalam menjalani kehidupan ini dan terdepan ketika
ada yang menghina dan melecehkan dirinya?
Adakah kita cinta pada agama ini, sehingga kita selalu dengan senang
hati menjalankan ajaran-ajarannya dan ketika ada yang merusak,
menghina, melecehkan dan menodai agama ini, kita berada di barisan
terdepan untuk membelanya?
Adakah kita mencintai kaum muslimin sehingga kita selalu hidup
rukun, damai dan tentram dalam bingkai ukhuwah tanpa ada yang menghina,
melecehkan, saling hantam, saling menyalahkan dan saling bunuh?
Pertanyaan-pertanya an tersebut sangat penting untuk selalu kita
tanyakan pada diri kita masing-masing. Kita perlu untuk selalu mengukur
rasa cinta yang kita miliki pada Allah, Rasul, agama dan kaum muslimin.
Dibanyak tempat, beberapa orang yang mengaku islam belum tampak
kesan keislaman pada tutur kata, pola pikir, tingkah laku dan amalan
ibadahnya. Mereka hanya baru islam dimulut atau islam KTP. Ketika azan
sudah berkumandang mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing,
dirumah, di kantor, di sawah, di kebun, di pasar dan berbagai tempat
lainnya. Tidak berpuasa di bulan ramadhan dan masih suka melakukan
praktek hidup bebas, korupsi dan berbagai tindak kriminal lainnya.
Di beberapa tempat lainnya Rasulullah dihina, islam dilecehkan,
Al-Qur`an dihujat, kaum muslimin dibantai dan para wanitanya dinodai.
Namun hanya sebagian kecil dari kaum muslimin yang jumlahnya 1 miliar
lebih di muka bumi ini yang bergerak untuk menyadarkan kaum muslimin
yang telah salah jalan untuk kembali ke jalan yang benar, untuk
berjuang membela Nabi Muhammad, membela islam yang ternodai dan membela
kaum muslimin yang terzholimi.
Kemana mereka yang mengaku mencintai Allah dan Rasul tersebut?
Kenapa ketika bahaya datang menyerang bangunan islam kita tidak melihat
mereka berdiri di depan. Seakan-akan mereka telah ditelan oleh bumi.
Ataukah mereka hanya mencintai islam agar dapat mengantarkan mereka
meraih keuntungan dunia dan nafsu semata dengan menjadikan agama
sebagai kendaraan untuk meraih harta dan jabatan dunia.
Kemana mereka yang katanya rela dicampakkan kedalam kesengsaraan dan penderitaan demi menjauhkan islam dari bahaya?
Sebenarnya mereka tidak mencintai islam. Karena sikap seperti itu
bukanlah dinamakan cinta. Karena cinta adalah memberi bukan meminta
dari yang dicintai. Karena cinta adalah berkorban untuk yang dicintai
bukan mengorbankan yang dicintai untuk meraih keuntungan peribadi.
Pemandangan sang suami yang menggandeng tangan istrinya ketika
melintasi sebuah jalan sedikit banyaknya bisa kita ambil pelajaran,
bahwa cinta yang telah menghujam kuat dalam hati sang suami membuatnya
berada dalam barisan tedepan menjaga, membela dan rela berkorban untuk
istrinya.
Begitu juga semestinya yang harus dilakukan oleh setiap muslim,
perasaan cinta yang yang telah menghujam kuat dalam dirinya juga harus
membuat ia selalu terdepan dalam membela dan menjaga agama Allah ini.
Dan kalaulah kecintaan setiap muslim pada Allah, RasulNya, agama dan
kaum muslim seperti halnya dan melebihi kecintaan sang suami pada istri
sebagaimana yang kita gambarkan pada tulisan diatas, maka insya Allah
Islam akan berjaya, umat islam akan menjalankan agamanya sesuai yang
Allah perintahkan dan kita tidak akan mendengar lagi musuh-musuh islam
yang berani menghina Allah, menghujat Rasulullah, menodai agama dan
membunuh kaum muslimin dan menodai wanita-wanita kaum muslimin. Islam
akan dihargai, dihormati dan dengan izin Allah akan berbondong-bondong
manusia memeluk agama Allah yang mulia dan sempurna ini. Semoga bisa
menjadi renungan kita bersama.
Salam,
Abu Fathma
Subscribe to:
Comments (Atom)