Ketika Tiba Jodohnya


Ketika  Tiba Jodohnya


Sejak suami meninggal dunia, terasa hampa dalam hidupnya. Anaknya sangat lucu-lucunya membutuhkan sosok seorang bapak. Ibunya selalu berharap untuk segera menikah.  "Untuk menemukan suami yg sholeh kan tidak mudah ibu," tuturnya. Ia tersenyum mendengar nasehat ibu, mencoba menyelami apa yang ada dalam pikirannya yang serupa dengan yang dipikirkannya.  Terkadang bila hari minggu kehadirannya di Rumah Amalia dengan putrinya membuat hidup terasa bahagia. Kebahagiaan itulah yang membuatnya tegar dalam mengarungi samudra kehidupan.

Pada satu hari di rumah kedatangan tamu. Anaknya berlari menghampiri seorang perempuan paruh baya berteriak padanya, "Nenek, suka lagu apa?" Perempuan itu tidak menjawab, matanya berkaca-kaca, tertumpah air mata, Lagu Balonku dinyanyikan dengan riang, namun seperti memiikirkan sesuatu. "Ih, anak pintar.." ucapnya sembari mencium kening anaknya. Perempuan separuh baya memperkenalkan dirinya sebagai tetangga baru.  Sejak itu mereka saling mengenal, anaknya selalu mengajak bermain di rumah beliau. Tak disangka sang ibu memperkenalkan laki-laki muda yang duduk disamping beliau. Anaknya berlari memeluk laki-laki muda. "Maaf, anak saya bercanda.."ucapnya tersipu malu. Tak lama kemudian laki-laki muda itu melamarnya dan mengatakan, "saya memilih seorang istri yang mampu mencintai saya dan menyayangi ibu apa adanya." Dengan penuh linangan air mata, diiringi ketawa riang anaknya yang manja. Pernikahan itu diselenggarakan dengan sederhana. Kebahagiaan dengan sang
buah hati untuk mewujudkan keluarga bahagia.

--
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah.'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
By: Muhamad Agus Syafii

Ummul Istighfar, Sayyidul Istighfar, Penghulu Istighfar

Baru mendapat tweet dari Ust. Yusuf Mansur, diajak baca ummul istighfar sore-sore, dan apa itu ummul istighfar disuruh cari di Internet. Saya coba gugling tidak ketemu apa yang disebut ummul istighfar itu. Tapi, berdasarkan sepotong awal ummul istighfar yang dicuplikkan Ust. Yusuf Mansur di Facebook, saya menemukan istilah lain untuk istighfar itu yaitu sayyidul istighfar atau penghulu istighfar. Berikut bacaannya:




Dalilnya berdasarkan hadits Bukhary:
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).” Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831).
Dari: berbagai sumber.