6 Cara Meriset Pasar agar Bisnis Internet Anda Berjalan Lebih Lancar


Banyak orang bingung langkah apa yang pertama harus ditempuh untuk mempromosikan sebuah produk. Membuat situs web? Promosi offline? Atau yang lain?

Jika anda mengalami kebingungan yang sama, anda akan mendapatkan jawabannya nanti.

Kebanyakan orang memulai bisnis dengan membuat produk. Tapi untuk memastikan agar bisnis anda berjalan lebih lancar anda perlu meriset pasar terlebih dulu. Cara ini akan membantu anda mengenali potensi dan kondisi pasar dengan baik. Ini penting dilakukan karena kesuksesan pebisnis ditentukan pengetahuannya terhadap pasar yang ditargetkan.

Baik, mari kita mulai kenali potensi pasar di sekitar anda. Sebelum anda meluncurkan sebuah produk, coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini:

1. Apa nilai jual produk anda?

Sebelum anda mempromosikan produk, ketahuilah nilai jual produk anda. Apakah produk anda mampu memberi kesenangan pada calon pembeli? Memudahkan mereka mengerjakan tugas-tugas? Atau memberi mereka pengalaman baru?

Produk berupa alat biasanya digunakan untuk memudahkan seseorang melakukan sesuatu. Game atau permainan lain biasanya dicari karena dapat memberi kesenangan lebih. Sedang produk informasi biasanya dicari karena mampu memberi pengetahuan atau pencerahan baru.

2. Keunikan apa yang produk anda miliki?

Jika produk anda memiliki perbedaan khas dengan produk lain, itulah keunikan. Jangan anda sia-siakan keunikan produk anda, jika anda pintar mengelolanya keunikan akan menjadi nilai jual tersendiri. Gunakan keunikan produk anda untuk memikat calon pembeli.

3. Berapa banyak pesaing untuk produk dan layanan yang sejenis?

Jumlah pesaing menjadi faktor penting yang menentukan hasil penjualan. Untuk produk kategori tertentu jumlah pesaing anda bisa mencapai jutaan, tapi pada kategori lainnya mungkin hanya puluhan.

Jika pesaing sudah terlalu banyak, anda akan mendapat kesulitan. Saya sarankan anda untuk mengincar kategori yang belum banyak digeluti orang. Karena pesaingnya relatif sedikit, anda punya peluang besar menguasai pasar. Contohnya seperti yang dilakukan Kiki4Hire, situs web tentang konsultasi karir.

4. Berapa luas target pasar yang anda bidik?

Ukurlah luas target pasar anda dengan cermat. Maksudnya, apakah produk anda bisa diterima masyarakat luas atau hanya kalangan tertentu? Apakah produk anda bisa dipasarkan ke seluruh dunia atau hanya di Indonesia? Apakah bisa diterima semua usia atau hanya remaja? Apakah dibutuhkan oleh wanita atau pria saja? Pertanyaan di atas penting anda jawab. Data ini akan membantu anda mengambil keputusan. Mengenai pentingnya mengenali pasar ini dituliskan dengan saat baik oleh Mas Zams di sini.

5. Bagaimana tanggapan pasar pada produk atau layanan anda?

Saat melakukan uji coba pasar apa yang sebenarnya anda cari? Respon. Ya, anda mencari respon dari calon pembeli anda. Respon masyarakat biasanya berbanding lurus dengan permintaan. Meski tak ada jaminan, respon yang baik menggambarkan besarnya minat masyarakat. Jika anda memperoleh respon yang bagus, anda harus pintar mengelolanya. Gunakan respon dari calon pembeli anda untuk mengukur kapasitas produksi produk anda.

6. Strategi apa yang akan anda gunakan mengalahkan kompetitor-kompetitor anda?

Anda pasti tahu, dibidang manapun anda berbisnis pasti ada pesaing. Di dunia ini tak ada bidang yang benar-benar baru. Anda harus sadari hal itu. Jika anda menemukan kompetitor anda tidak perlu lari. Hadapi mereka dengan strategi. Kesempatan bagi pebisnis pemula akan tetap terbuka meski tampak sulit. Anda hanya harus menyiapkan strategi yang tepat.

Kompetitor yang besar tidak harus selalu anda lawan. Anda bisa mengajak mereka bekerja sama. Dengan begitu anda akan mendapat keuntungan tanpa harus mengalahkan pesaing-pesaing anda. Ini cara yang sangat bijak bukan?

Cobalah 6 cara meriset pasar di atas. Tampaknya memang rumit, tapi akan terasa lebih sederhana saat anda mencobanya. Ingat, kesuksesan meriset pasar adalah awal kesuksesan bisnis anda.

Salam ACTION!

Kami Mengamini Doâ Nenek!

Kami Mengamini Doâ Nenek!

by: mientarsih

Malam itu kami mengantar Icha pulang setelah beberapa hari menginap di rumah Bunda Meidy. Berjalan beriringan kami; Mas Agus, Mbak Rika, Hana, Mbak Tien, Kak Meidy, Mas Ery, dan ketiga putrinya yang ceria.

Sudah cukup malam, sekitar jam 10.00, kami mendatangi tempat tinggal Vani (kakak Icha), neneknya dan adiknya di sebuah kontrakan rumah petak sederhana. Sampai di rumah kami hanya bertemu dengan Vani dan Adiknya yang pulas tidur. Neneknya sedang pengajian di masjid. Kondisi rumah jauh dari nyaman, tidak terawat dan teratur, maklum, rumah ini dirawat oleh anak sekolah 1 SMP (Vani) yang masih merawat neneknya yang sudah tidak dapat melihat karena katarak dan adiknya yang masih kecil. Terbayang betapa reportnya anak ini.

Kami bergegas pulang, tapi sampai di jalan kami bertemu beberapa orang yang pulang dari pengajian. Kemudian kami memutuskan untuk kembali karena ingin bertemu dengan Nenek Vani. Perempuan tua berbalut kerudung krem dan berbaju kurung biru sambil membawa sajadan dan mekena, itulah Nenek Vani.

Kami menyampaikan niat kami untuk mengantar pulang Icha, Nenek bertutur dan berdoâ cukup panjang untuk kami dan untaian kata terima kasih. Aku tertegun mendengar tutur Nenek dan kami serempak mengamini doâ Nenek.....Amien ya robbal'alamin. Semoga Allah memberikan ketabahan untuk keluarga ini....

Terima kasih Nek, mestinya kamilah yang berterima kasih atas pelajaran yang Keluarga Nenek ini berikan kepada kami. Sambil merunduk aku berfikir, apa yang sudah aku perbuat untuk anak-anak seperti Vani, Ica, adiknya dan keluarganya. Mungkin di luar sana, masih banyak Vani, Ica yang lain.....

Nenek, terima kasih atas doâmu yang tulus kepada kami....

LIFE LIKE IS A GIFT BOX

Assalamualaikum wr.wb,

Allah SWT seperti tak henti hentinya memberi kejutan dalam hidup saya. Betul betul pepatah LIFE LIKE IS A GIFT BOX...You never know what you get inside itu selalu saya dapatkan. Yang sekarang baru saya buka adalah sebuah kado dari masa lalu, sebetulnya kado (berupa email) itu sudah saya terima sejak lama sejak hari ulang tahun di 2008.

Sempat saya buka tapi kemudian saya lemparkan kembali, karena saya pikir kerjaan orang iseng. Berkali kali kado yang sama itu datang dan kembali saya campakkan di sudut kamar.

Sampai akhirnya ketika hati ini dilanda kegelisahan,

Di setiap langkah yang selalu minta bimbingan Allah SWT
Selalu bergetar tuk di terimanya taubat
Selalu merintih untuk di terimanya ibadah yang jauh dari kesempurnaan
Berlinang air mata memohon diampunkan dosa yang luput dari pandangan manusia
dan hanya Allah dan hambaNya yang hina ini yang tahu....

Seketika itu kuputuskan untuk membuka kado itu. Rasanya bergetar dan kaku seluruh badan ini, belum lagi jantung yang terasa berhenti berdetak.... it's really a shocking surprise. Saya menemukan sesosok wajah dari masa lalu, 12 tahun saya tidak pernah mendengar kabarnya dan bahkan mengingatnya dalam pikiran saya.

Saya mengenalnya ketika kuliah dulu, pertemanan yang akhirnya menjurus ke berbagi rasa. Sama sama anak rantau, sama sama anak kost. Sosok pendiam dan baik itu yang saya nilai pertama kali. Saya memilihnya menjadi teman dekat diantara 2 teman laki laki lainnya yang satu kost, maklumlah kala itu lagi tomboy tomboynya saya merasa lebih nyaman berteman dengan laki laki, karena anak perempuan saya nilai.. too much talking and gosip...belum lagi suka iri hati dan dengki sama teman wanita lainnya ( maafku pada teman teman wanitaku waktu itu)

Kala itu lima tahun kami menjalin kedekatan, dan berbagai cerita kami urai bersama baik yang suka maupun duka dan bahkan yang paling menyakitkan yang harus di pendam bertahun tahun, yang saya pikir hanya kami bertiga saja yang tahu, Dia, saya dan Allah SWT.
Saya sampai berjanji dan bahkan mengazab diri sendiri. Pengetahuan agama saya begitu minim kala itu, tapi ikatan ruhiah dengan yang Maha Pencipta saya rasakan, maka saya pun berdoa:

Ya Allah...
Hamba tahu ini salah dan dosa besar
Hamba telah mengambil hak hamba sebelum waktunya
bahkan telah membunuh jiwa yang tidak berdosa
Ampuni hamba ya Allah...
Tolong tutup aib hamba ini
Hamba siap menanggung siksaMu
dan hamba pun siap andai Engkau takkan memberikan amanah
kepada hamba sebagai penebus dari dosa dosa hamba....

Dan Sampai pada akhirnya saya memutuskan semuanya harus di akhiri. Kami pun berbicara dari hati ke hati, mencari solusi, memberi pengertian memang tidak mudah. Saya tetap menginginkan perpisahan, dengan segala resiko!

Bertahun tahun saya tutupi luka di hati dan perasaan berdosa. Ketika menikahpun saya tidak jujur berterus terang kepada calon suami dengan beberapa pertimbangan alih alih malah saya bercerita yang tidak tidak. Saya tetap menyimpan rapat semua rahasia itu.

Ketika pernikahan saya kandas, lelah dengan hiruk pikuknya ibu kota dan hecticnya pekerjaan di 11 tahun terakhir tanpa jeda. Saya pun memutuskan berhenti kerja dan mencari setegak air kehidupan penyejuk kalbu untuk mengisi jiwa yang hampa. Sebuah pesantren menjadi pilihan berlabuhnya hati untuk menimba ilmu. Inilah kawah chandradimuka tempat jiwa dan hati melebur untuk mengikis dosa dosa. Dan betul saja, saya di ingatkan dosa dosa saya, semuanya seperti lembaran slide film, satu persatu di pertontonkan di hadapan saya belum lagi sindiran dari para ustad, tim assatidz dan kyai .

Rupanya proses pembukaan aib itu buth waktu panjang bukan saja saya dapatkan dari tempat saya menimba ilmu tetapi juga dari pasangan hidup dan lingkungan di mana saya tinggal. Saya sempat tergugu dan menangis sendirian,Ya Allah...jangan engkau biarkan aibku di buka oleh orang yang tak berilmu ...dan pertolongan Allah memang dekat, salah seorang ulama dan para ustadz di lingkungan rumah bahu membahu membukakan aib dan rahasia yang saya simpan di Jumat pagi itu. Air mata saya berlinang. .. penuh rasa syukur...beban saya terangkat... .biarkan mereka tahu saya dengan segala masa lalu yang kotor kalau itu yang diinginkan. Inilah yang Allah kehendaki, Allah ingin segala urusan saya di dunia diselesaikan di dunia sebagai kafarah penggugur dosa....wallahualam ..
Di saat lantunan doa yang di ajarkan minta di tutup segala aib, rupanya Allah berkehendak lain kepada hambanya yang satu ini...wallalahualam .

"Ya Allah semoga engkau menerima taubat hamba sesungguhnya engkau yang maha penerima taubat"

Dan pembukaan kado terakhir berupa kiriman email dan undangan chating yang saya balas, membuat mata hati saya terbuka bahwa ada urusan yang belum saya selesaikan. Maka di antara rasa sakit dan perih di dalam hati mengingat semua yang pernah terjadi, saya pintakan maaf kepada sahabat dan cinta saya di masa lalu. Bahwa saya pernah membuat kebohongan dan cenderung membuat image negatif kepadanya untuk menutupi cerita sebenarnya pada calon suamiku 10 tahun lalu.

Sederhana saya berpikir alangkah beruntungnya saya, saya masih di beri kesempatan oleh Allah untuk meminta maaf sebelum ajal menjemput.

Maaf juga saya haturkan kepada "suami" atas kebohongan cerita di masa lalu.

Wallahualam dan Mudah mudahan bermanfaat.

Wassalam,

Posisi kehidupan Manusia

Kutipan dari Wisatahati.com, semoga bermanfaat

Posisi kehidupan Manusia

Antara Huruf "Kaf" dan Huruf "Nun"
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan
kepada-Nya kamu dikembalikan.”

(Yaasiin [36] :82-83)

Ayat tersebut menjelaskan tentang Iradah Allah (kehendak
Allah) terhadap suatu perintah, urusan, keadaan, atau masalah. Kehendak Allah
adalah salah satu sifat wajib Allah Swt yang dalam Ilmu Tauhid disebut
Al-Iradah. Al-Iradah artinya bahwa Allah Swt menghendaki sesuatu tanpa ada
unsur paksaan oleh siapapun dalam waktu kapanpun. Kehendak-Nya adalah
kehendak-Nya sendiri tanpa butuh bantuan dengan yang lain.

Perkataan Allah pasti terjadi (terwujud) bila Allah sudah menghendaki Kun (Jadi) Fayakun (maka jadilah),
artinya Allah Swt tidak butuh pengulangan kata dan penguat untuk
menghendaki sesuatu. Dalam sebuah syair disebutkan,



Jika Allah menghendaki satu perintah. Dia hanya mengatakan satu perkataan:”Jadi,”
maka jadilah.

Manusia diberi kebebasan berhendak dari Allah Swt untuk
menentukan pilihan, keinginan, harapan, dan cita-cita. Dalam hal Akidah
(keimanan/beragama), Allah memberikan kebebasan berkehendak untuk manusia
menentukan pilihan agama, beriman/Islam atau kafir (Al-Kahfi:18). Demikian juga
dalam hal kehidupan, Semua manusia tak terkecuali menghendaki kebahagiaan,
ketenangan, kesejahteraan dan diridhoi Allah Swt tidak hanya di dunia, namun
juga di akhirat kelak.

Ketika manusia tertimpa musibah, mengalami ujian/azab, dalam kondisi kefakiran,
kemiskinan, dan permasalahan hidup lainnya, maka timbul perasaan kekhawatiran,
kesedihan, kecemasan dan ketakutan menyertainya. Dalam kondisi seperti ini,
manusia timbul kehendak untuk memperbaiki dan mengubah jalan kehidupannya ke
arah yang lebih menyenangkan, bahagia, dan sejahtera. Manusia berharap semua
yang dikehendakinya segera, terwujud, terrealisasi dan terjadi.

Segala bentuk ujian atau azab dan peroblematika kehidupan lainnya adalah sebuah
keniscayaan yang Allah turunkan kepada manusia untuk menguji manusia yang
terbaik dan paling bertaqwa di sisi-Nya. Di saat yang bersamaan, kondisi
manusia saat itu sedang dihapus dosa-dosanya manakala ia bersabar
menghadapinya. Ujian/azab, dan musibah di dunia pada hakikatnya adalah wujud
kasih sayang Allah terhadap manusia. Dalam sebuah hadis dijelaskan,

Dari Anas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,
‘Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Ia menyegerakan siksanya di
dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, Ia menangguhkan
balasan dosanya sehingga Allah akan membalasnya di akhirat pada hari kiamat.”
Rasulullah SAW juga bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu sebanding
dengan besar ujian. Apabila Allah Ta’ala mencintai suatu kaum,
Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, ia mendapatkan ridha Allah
baginya dan barangsiapa yang kesal, ia memperoleh murka Allah.” (HR.At-Tirmizi)

Hadis ini menjelaskan balasan atas kesalahan
seorang manusia. Balasan yang disegerakan di dalam kehidupan seseorang di dunia
lebih baik baginya ketimbang ditangguhkan kelak di hari pembalasan atau hari
kiamat
. Ini karena, jika ia mendapatkan balasan di akhirat, siapa yang mau dan
mampu membantunya? Ketika di dunia, manusia masih meminta pertolongan kepada
orang tua, para ustadz, kyai dan ulama serta orang yang ahli dibidangnya.
Sebaliknya, kehidupan di akhirat tidak demikian, dalam al-Qur’an dijelaskan,



“hari ketika seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orng lain yang
semuanya itu berada dalam genggaman kekuasaan Allah” (Al-Infithaar [82]: 19)

Ujian, azab, dan musibah yang menimpa manusia di dunia
ini sebenarnya akibat ulah manusia itu sendiri yang bersalah/berdosa kepada
Allah Swt. Manusia tidak dapat mensyukuri dengan sebaik-baiknya nikmat yang
Allah berikan kepada manusia yang begitu besar, disamping sebagai kholifah di
dunia, juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan bekal di akhirat
kelak, seperti yang difirmankan Allah
Swt
,




“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka disebabkan perbuatan tangan
kaliansendiri dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan).”
(Asy-Syuraa [42]:30)

Manusia disadari atau tidak, pasti mempunyai dosa baik
yang tidak disengaja maupun yang disengaja. Ketika manusia lalai apalagi
melupakan kepada Allah, maka ia telah benar-benar berdosa. Dosa inilah yang
dapat menjadi penghalang do’a yang panjatkan kepada Allah menjadi tidak segera
terwujud (terjadi). Dalam sebuah Hadits, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa
Abu Dzarr ra. Berkata: Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah Swt berfirman:’ Hai Hamba-hamba-Ku,
seluruh kalian adalah berdosa kecuali orang yang Aku berikan ‘afiyat
(lindungi). Maka, minta ampunlah kalian kepada-ku, niscaya Aku
mengampuni kalian. Seluruh kalian adalah fakir kecuali yang Aku cukupi.
Sesungguhnya Aku adalah pemurah, dimana tidak ada orang yang pemurah yang
memberikan kemurahannya. Aku melakukan apa yang Aku kehendaki. Pemberian-Ku adalah
al-Kalam dan siksa-Ku adalah al-Kalam. Jika Aku menghendaki sesuatu, Aku hanya
mengatakan:’Jadi’, maka Jadilah’”

Dalam hadis
tersebut dijelaskan bahwa seluruh manusia telah berdosa dan dosa itu akan
diampuni manakala ia mau berkehendak, berupaya dan berusaha memohon ampun
kepada Allah. Allah akan berkehendak jika manusia itu sendiri mau mengupayakan
kehendaknya dengan sungguh-sungguh. Seperti perkatakan ahli sufi, yang
dinukil oleh Syekh Musthofa al-Ghalayiini dalam bukunya ‘Izhatunnasyi’iin,

Sesungguhnya
Allah mempunyai hamba-hamba, jika mereka menghendaki, Allahpun menghendaki.

Menangkap
ungkapan ahli Sufi tersebut, jadi seolah kehendak Allah mengikuti kehendak
manusia dan manusia memposisikan dirinya menjadi orang yang pantas, tepat dan
sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Sebagai ilustrasi, ketika anak-anak
kita duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pada jam belajar sudah berakhir,
lonceng berbunyi sebagi tanda waktu pulang sekolah. Anak-anak
dengan riang gembira ingin sekali segera pulang. Setelah ketua kelas memimpin
hormat dan do’a, guru bersayembara.

Guru berkata:”Siapa yang duduknya paling rapih, maka boleh pulang duluan.”
Anak-anak dengan antusias memposisikan dirinya sebagai yang terbaik dan
terrapih dengan teman-temannya yang lain, dengan harapan pulang terlebih dulu
dan itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Ketika guru menujuk
salah satu dari mereka, maka dialah yang dinilai oleh guru yang paling pantas,
tepat dan sesuai, yakni yang terrapih sesuai yang dikehendaki guru tersebut.

Sebagaimana anak-anak SD di hadapan gurunya, demikian pula posisi manusia di
hadapan Allah Swt yang Maha Kuasa. Manusia harus percaya dan mempercayai dengan
penuh keyakinan bahwa Allah Swt Maha Pengampun, Maha Pemurah, Maha
Pemberi, Maha Pengatur segalanya, Maha Sempurna dan tidak ada Kekurangan
sedikitpun. Agar manusia mendapatkan Iradah, kehendak, dan pertolongan Allah,
mulailah berkehendak untuk bertaubat, ikhtiar (berusaha), berdo’a serta
memposisikan dirinya sebagai orang yang pantas, tepat dan sesuai dengan yang
dikehendaki Allah Swt.

Bila Allah sudah berkehendak atas sesuatu yang dihadapi manusia, Allah hanya
berkata Kun (Jadi), Fayakuun (maka jadilah). Manusia dengan segala
permasalahannya dihadapan Allah di antara huruf kaf dan huruf nun, bila Allah
sudah berkata Kun (Jadi), Fayakuun (maka jadilah), dengan syarat manusia
memposisikan diri sebagai orang yang pantas, tepat dan sesuai dengan yang
dikehendaki Allah Swt. Sebuah sya’ir menyebutkan,

Sesungguhnya manusia di hadapan Allah antara huruf Kaf
dan Nun, bila Allah menghendaki, maka terjadi. Bila Allah tidak menghendaki,
maka tidak terjadi.

Artikel Assaatidz WH oleh Ustadz Karnali – Wisata Hati

Akad-Akad Dalam Bank Syariah

Akad-Akad Dalam Bank Syariah

Fikih muamalat Islam membedakan
antara wa¢ad dengan akad. Wa¢ad adalah janji (promise) antara satu
pihak kepada pihak lainnya, sementara akad adalah kontrak antara dua
belah pihak. Wa¢ad hanya mengikat satu pihak, yakni pihak yang memberi
janji berkewajiban untuk melaksanakan kewajibannya. Sedangkan pihak
yang diberi janji tidak memikul kewajiban apa-apa terhadap pihak
lainnya. Dalam wa¢ad, terms and condition-nya belum ditetapkan secara
rinci dan
spesifik (belum well defined). Bila pihak yang berjanji
tidak dapat memenuhi janjinya, maka sanksi yang diterimanya lebih
merupakan sanksi moral.

Di lain pihak, akad mengikat kedua belah
pihak yang saling bersepakat, yakni masing-masing pihak terikat untuk
melaksanakan kewajiban mereka masing-masing yang telah disepakati
terlebih dahulu. Dalam akad, terms and condition-nya sudah ditetapkan
secara rinci dan spesifik (sudah well-defined). Bila salah satu atau
kedua pihak yang terikat dalam kontrak itu tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka ia/mereka menerima sanksi seperti yang sudah disepakati dalam akad.

Untuk
penjelasan selanjutnya silahkan baca Akad-Akad Dalam Bank Syariah dalam
bentuk PDF, jika tidak bisa terima mohon konfirmasikan kembali ke agussyafii@yahoo.com

Wassalam,
agussyafii