UU Minerba dan UU BHP: ‘Kado Pahit’ Untuk Rakyat

Lagi, DPR—yang katanya wakil rakyat—menunjukkan `wajah asli'-nya:
mengkhianati rakyat! Di akhir tahun ini, DPR `menghadiahi' rakyat
dengan dua `kado pahit'. Pertama: UU Minerba (Undang-undang Mineral
dan Batubara) yang disahkan pada 16 Desember 2008 (Detikfinance. com,
16/12/08). Kedua, UU BHP (Undang-undang Badan Hukum Pendidikan) yang
disahkan pada 17 Desember 2008 (Pikiran Rakyat, 17/12/08). Artinya,
pengesahan kedua UU ini hanya berselang sehari.

Pengesahan kedua UU ini menjadi bukti pengkhianatan DPR—juga
Pemerintah—terhadap rakyat yang diwakilinya untuk kesekian kalinya.
Sebab, kedua UU ini lagi-lagi berpotensi mencampakkan kepentingan rakyat.

UU Minerba—yang akan menggantikan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang
Pokok-pokok Pertambangan— semakin menyempurnakan lepasnya peran
Pemerintah dari segala hal yang menyangkut pengelolaan sumberdaya alam
milik rakyat dan menyerahkannya kepada para pemilik modal
(swasta/asing) . UU ini sekadar melengkapi UU sejenis yang sudah
disahkan sebelumnya, yaitu: UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal.
Semua UU ini pada hakikatnya bertujuan satu: memberikan peluang
seluas-luasnya kepada pihak swasta, terutama pihak asing—karena
asinglah yang selama ini memiliki modal paling kuat—untuk mengeruk
kekayaan alam negeri ini sebebas-bebasnya. Padahal sebelum disahkannya
UU Minerba ini saja, hingga saat ini kekayaan tambang dalam negeri, 90
persennya sudah dikuasai asing. (Sinarharapan. co.id, 13/6/08).

Adapun UU BHP semakin menyempurnakan lepasnya tanggung jawab
Pemerintah dalam pengurusan pendidikan warga negaranya. UU ini
melengkapi UU Sisdiknas yang juga sudah disahkan sebelumnya. Kedua UU
ini pada hakikatnya juga satu tujuan: melepaskan tanggung jawab
Pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam
penyelenggaraan pendidikan warga negaranya, sekaligus membebankan
sebagian atau keseluruhannya kepada masyarakat. Padahal pendidikan
jelas merupakan hak rakyat yang wajib dipenuhi Pemerintah secara
cuma-cuma.
Liberalisasi di Balik UU Minerba dan UU BHP

1. UU Minerba.

Mengapa Indonesia memerlukan UU Minerba? "Demi menjamin kepastian
hukum bagi kalangan investor." Lagi-lagi begitulah alasan `logis'
Pemerintah. Alasan yang sama juga pernah dilontarkan Pemerintah saat
UU Migas, UU SDA maupun UU Penanaman Modal disahkan. Hanya demi
kepastian hukum bagi kalangan pengusaha, Pemerintah tega mengabaikan
kepentingan rakyat. Dalam UU Minerba, misalnya, jelas-jelas sejumlah
kontrak di bidang pertambangan yang selama ini amat merugikan
rakyat—yang telah berjalan lebih dari 40 tahun sejak Orde Baru—tidak
akan diotak-atik. Padahal sebagian besar dari kontrak-kontrak itu baru
akan berakhir tahun 2021 dan 2041. Memang, dengan berpegang pada pasal
169b UU Minerba ini, Pemerintah bisa mendesak dilakukannya penyesuaian
pada kontrak-kontrak yang ada sekarang ini. Namun, UU Minerba ini
tetap mengakomodasi pasal 169a yang melindungi keberadaan
kontrak-kontrak lama itu. Itulah yang menjadi alasan mengapa
Pemerintah tidak akan 'semena-mena' mencabut kontrak pertambangan yang
sudah ada. "Tujuh fraksi di DPR kan juga sudah mengatakan kontrak yang
sudah ada perlu dipertahankan siapapun menteri dan presidennya. Itu
adalah kontrak negara dengan mereka. Jadi itu yang harus dihormati,"
ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro (Kontan.co.id, 18/12/08).

Di sisi lain, hingga 2006 saja, Pemerintah telah menerbitkan
sedikitnya 2.559 ijin pertambangan dan batubara. Itu belum termasuk
ijin tambang galian C, ijin tambang migas dan Kuasa Pertambangan yang
dikeluarkan pemerintah daerah pada masa otonomi daerah. Di Kalimantan
Selatan saja, lebih dari 400 ijin tambang dikeluarkan. Di Kalimantan
Timur ada 509 ijin. Di Sulawesi Tenggara ada 127 ijin tambang. Di
kabupaten baru, Morowali, Sulawesi Tengah, bahkan sudah dikeluarkan
190 perijinan. Jumlah ini akan terus bertambah dan luas lahan untuk
dikeruk akan makin meluas. Tidak ada batasan kapan dan berapa jumlah
ijin yang patut dikeluarkan tiap daerah (Jatam.org, 28/11/08). Yang
pasti, ribuan ijin tersebut, selama belum berakhir, tidak akan pernah
bisa diotak-atik berdasarkan UU Minerba yang baru itu.

2. UU BHP.

Terkait UU BHP, banyak kalangan menilai bahwa UU ini lebih untuk
melegalisasi `aksi lepas tanggung jawab' Pemerintah dalam
penyelenggaraan pendidikan. Memang, anggapan ini dibantah oleh Ketua
Komisi X DPR Irwan Prayitno. Ia menyatakan, UU BHP ini justru bisa
memberikan perlindungan kepada masyarakat untuk tidak lagi dipungut
biaya pendidikan yang tinggi. Selain itu, Fasli Jalal, Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, menambahkan, "Di UU BHP ini
justru diatur, biaya yang ditanggung mahasiswa paling banyak sepertiga
biaya operasional, " ujar Fasli. Selain itu, menurutnya, BHP wajib
menjaring dan menerima siswa berpotensi akademik tinggi dan kurang
mampu secara ekonomi, sekurangnya 20 persen peserta didik baru
(Dikti.org, 18/12/08).

Namun, yang perlu dipertanyakan: Pertama, bukankah UU BHP ini masih
mewajibkan masyarakat untuk membayar pendidikan? Padahal Pemerintah
seharusnya memberikan pendidikan cuma-cuma alias gratis kepada
rakyatnya—karena memang itu hak mereka—dari tingkat dasar hingga
perguruan tinggi. Kedua, jatah 20 persen kursi untuk siswa/mahasiswa
miskin tentu tidak memadai dan tidak adil. Sebab, di negeri ini rakyat
miskin yang tidak bisa sekolah, apalagi sampai ke perguruan tinggi,
jumlahnya puluhan juta. Menurut data Susenas 2004 saja, dari penduduk
usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76,0 juta orang, yang
tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai
41,5 juta orang atau sebesar 55 persen. Lalu menurut data Balitbang
Depdiknas 2004, yang putus sekolah di tingkat SD/MI tercatat sebanyak
685.967 anak; yang putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebanyak 759.054
orang. Dengan terjadinya krisis ekonomi yang parah saat ini, pasti
anak-anak putus sekolah semakin berlipat jumlahnya. Artinya, UU BHP
ini tetap tidak menjamin seluruh rakyat bisa menikmati pendidikan.
Tolak Liberalisasi, Terapkan Syariah!

Dari sekilas paparan di atas, jelas bahwa liberalisasi atas negeri ini
semakin hari semakin dalam dan semakin merambah semua bidang
kehidupan. Celakanya, semua itu dilegalkan oleh Pemerintah dan
DPR—yang diklaim sebagai pemangku amanah rakyat—melalui sejumlah UU.
Di bidang minyak dan gas ada UU Migas. Di bidang pertambangan dan
mineral ada UU Minerba. Di bidang sumberdaya air ada UU SDA. Di bidang
usaha/bisnis ada UU Penanaman Modal. Di bidang pendidikan ada UU
Sisdiknas dan UU BHP. Di bidang politik tentu saja ada UU Pemilu dan
UU Otonomi Daerah. Di bidang sosial ada UU KDRT dan UU Pornografi.
Demikian seterusnya.

Sementara itu, puluhan UU lain masih berupa rancangan. Yang masuk
dalam Prolegnas selama 2006-2009 saja ada sekitar 173 RUU yang siap
diundangkan (Legalitas.org, di-download pada 23/12/08). Melihat
`track-racord' DPR yang jelas-jelas buruk dalam
melegislasi/ mengesahkan sejumlah UU, sebagaimana dicontohkan di atas,
kita tentu semakin khawatir bahwa sejumlah RUU yang sudah masuk dalam
Prolegnas itu pun akan tetap mengadopsi nilai-nilai `liberal'.
Ujung-ujungnya, rakyatlah yang rugi, dan yang untung hanya segelintir
kalangan, termasuk asing. Pasalnya, tidak dipungkiri, `aroma
uang'—atau paling tidak, `aroma kepentingan' elit partai—hampir selalu
mewarnai setiap pembahasan RUU di DPR. Beberapa produk UU seperti UU
Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, misalnya, diduga kuat didanai oleh
sejumlah lembaga asing seperti World Bank, ADB dan USAID.

Dalam pandangan Islam, negara bertanggung jawab menyediakan fasilitas
pendidikan gratis bagi seluruh rakyat. Untuk itu, negara tentu harus
mempunyai cukup dana. Hal ini bisa diwujudkan jika kekayaan alam
seperti tambang minyak, mineral, batubara, dll dikelola oleh negara
secara amanah dan profesional, yang hasilnya sepenuhnya digunakan
untuk memenuhi kepentingan rakyat.

Karena itu, sudah saatnya umat Islam yang menjadi mayoritas di negeri
ini menolak segala bentuk liberalisasi yang dipaksakan atas negeri
ini. Liberalisasi adalah buah dari demokrasi. Demokrasi akarnya adalah
sekularisme. Inti sekularisme adalah penolakan terhadap segala bentuk
campur-tangan Allah SWT dalam mengatur urusan kehidupan manusia.
Wujudnya adalah penolakan terhadap penerapan syariah Islam oleh negara
dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Padahal Allah SWT telah berfirman:

Apakah sistem hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang
lebih baik sistem hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?
(QS al-Maidah [5]: 50).

Kenyataan yang ada membenarkan firman Allah SWT di atas. Akibat hukum
Allah SWT ditolak dan malah hukum manusia yang diterapkan, negeri ini
tidak pernah bisa mengatur dirinya sendiri. UU dan peraturan dibuat
bukan untuk kemaslahatan umat dan kepentingan rakyat banyak, tetapi
sekadar untuk memuaskan hawa nafsu dan memuluskan jalan pihak asing
untuk menjajah negeri ini. Akibatnya, krisis multidimensi tetap
melilit bangsa ini. Mahabenar Allah Yang berfirman:

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), baginya
penghidupan yang sempit, dan di akhirat kelak ia akan dibangkitkan
dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).

Pertanyaannya: Mengapa kita masih terus saja menerapkan sistem hukum
produk manusia yang terbukti banyak menimbulkan kemadaratan? Mengapa
kita masih percaya pada sistem demokrasi yang menjadi `pintu masuk'
liberalisasi yang terbukti mengancam kepentingan rakyat? Mengapa kita
masih meyakini sekularisme sebagai dasar untuk mengatur negara dan
bangsa ini? Mengapa kita masih percaya kepada elit penguasa dan wakil
rakyat yang nyata-nyata hanya mementingkan diri sendiri,
kelompok/partainya, bahkan pihak asing atas nama demokrasi?

Setiap Muslim tentu menyadari, bahwa hanya syariah Islamlah yang pasti
akan menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan manusia, khususnya di
negeri ini. Setiap Muslim juga tentu meyakini, bahwa hanya hukum-hukum
Allahlah yang layak untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.

Karena itu, sudah saatnya umat Islam tidak hanya setuju terhadap
penerapan syariah Islam, tetapi juga bersama-sama bergerak dan
berjuang untuk segera mewujudkannya. Ingatlah, penerapan syariah Islam
adalah wujud keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ingat pula,
keimanan dan ketakwaan adalah sebab bagi turunnya keberkahan dari-Nya.

Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami pasti akan
membukakan bagi mereka pintu keberkahan dari langit dan bumi (QS
al-A'raf [7]: 96).[]

Titipan dari seorang kawan (kondisi Gaza)

*BismilllaahirRahma anirRahiim*

Assalaamu'alaykum, sahabats sekalian

Anda sekalian tentu sudah melihat kebiadaban Israel hari ini. Seratus lima
puluh lima (jumlahnya bertambah terus) saudara kita di Gaza --yang selama
1,5 tahun ini dipaksa lapar dan sakit tanpa obat oleh blokade Israel-- pagi
tadi dibantai dengan 30 rudal Israel.
Tubuh-tubuh kami di Damaskus yang jaraknya hanya 60km dari Palestina,
bergetar keras, bukan karena musim dingin yang sedang mendaki ke puncaknya,
tetapi karena amarah atas kebiadaban Zionis Israel.
Di Aljazeera, di Almanar, di AFP dan Reuters, kami menyaksikan puluhan
saudara-saudara kita menghadapi Sakaratul Maut sambil bersusahpayah
mengangkat tangan ke atas sambil menggumamkan kalimat tauhid "Laa ilaaha
illa ALLLAH!"
Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama'ah, ketika
para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang
menggetarkan. Para imam itu mengangkat tangan ke langit dan berdoa,
"Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh
Palestina,
sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di
Tabuk.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza,
kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,
menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii
Sabiilillah.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan
melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.
Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan
para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.
Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa
pada Negeri Akhirat-Mu.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami
dalam keadaan Muslim."

Angkat tangan kita, aminkan doa ini.
Catatkan nama kita, infaqkan sebagian harta kita di jalan suci ini.

Ustadz Ferry Nur di KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina)
siap membantu kita menyambungkan getaran amarah ini menjadi kekuatan yang
dahsyat ke Gaza.
Hubungi beliau di 02191023223 atau HP.08128173107

wassalaam,
Muhammad 'Isa

10 Aktivitas dan Promosi Offline Efektif



Tak selalu harus promosi di internet. Anda bisa manfaatkan aktivitas offline anda untuk menyukseskan bisnis internet anda. Ini penting, mengingat mungkin sebagian besar dari kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas offline.

Tapi bagaimana caranya? Tak usah khawatir. Berikut ini saya sampaikan 10 aktivitas dan promosi offline untuk mendorong kesuksesan bisnis internet anda.

  1. Pasang pamflet dan sebarkan brosur. Biaya untuk melakukannya cukup murah. Hanya butuh biaya fotokopi saja. Anda bisa tempelkan pamflet atau menyebarkan brosur itu di tempat-tempat strategis. Yang penting juga anda perhatikan adalah copywritingnya. Pastikan kata-kata dalam pamflet atau brosur itu menggugah pembacanya untuk tertarik dan beraksi. Anda bisa terapkan prinsip penulisan sales letter yang sudah anda baca di SMUO. Tapi jangan lupa disesuaikan, karena bentuk pamflet atau brosur dibatasi ukuran kertas.
  2. Ngobrol dengan teman. Ini saya rasa yang paling gampang. Setiap bertemu teman, pastikan anda jangan lewatkan bisnis internet menjadi salah satu bahan perbincangannya. Anda bisa ceritakan bagaimana pengalaman anda sendiri saaat mengikutinya. Dan betapa luar biasanya bisnis internet dalam mengubah hidup manusia. Jangan ketinggalan sebutkan alamat website atau URL anda. Karena itu penting selalu membawa buku kecil plus pulpen kemanapun anda pergi.
  3. Singgung dalam pertemuan non-formal. Intinya sama dengan poin nomor dua. Tapi di sini anda berbicara dengan audience yang lebih besar. Misalnya seperti ketika anda mengikuti rapat RT atau arisan mingguan. Anda bisa singgung sedikit tentang bisnis internet yang anda jalani. Sebaiknya pilih pertemuan yang sifatnya tidak formal.
  4. Iklan di koran dan televisi. Agar biayanya tak terlalu besar, anda bisa mulai dari iklan baris di koran. Dan sebaiknya beriklan di hari Sabtu. Karena iklan di koran hari Sabtu biasanya paling banyak dibaca. Hal yang sama bisa anda lakukan di televisi. Khususnya di stasiun televisi lokal. Karena di stasiun televisi lokal biasanya terdapat acara yang mengajak pemirsanya untuk berpromosi lewat iklan baris. Biasanya anda tinggal kirimkan SMS saja dan iklan anda ditampilkan dalam bentuk teks berjalan (running text).
  5. Cantumkan URL di SMS. Mulai biasakan setiap mengirim SMS, cantumkan URL anda di akhir pesan. Anda tak harus menjelaskannya. Kalau penerima SMS-nya penasaran, pasti mereka akan mengunjunginya di internet, atau setidaknya langsung bertanya pada anda.
  6. Kartu nama. Anda bisa cantumkan URL anda di kartu nama. Membuat kartu nama sekarang juga sangat murah. Bila malas membuatnya di percetakan, anda bisa membuatnya sendiri dan mengeprintnya. Kelebihan kartu nama juga biasanya selalu disimpan oleh penerimanya.
  7. Buat stiker. Stiker yang bertuliskan URL anda, bisa anda pasang di tempat-tempat strategis. Misalnya di warung makan atau warnet. Juga bisa anda pasang di kendaraan anda. Saran ini pernah juga ditulis Mas Erick di sini.
  8. Kaos. Ini medium iklan yang lebih mobile. Anda bisa bagikan atau gunakan sendiri kaos berdesain menarik dan tercantum URL anda. Cara yang sama bisa anda lakukan untuk benda lainnya seperti mug, tas plastik, payung, pulpen, topi, dan lainnya. Dan pastikan selalu anda pakai ketika bertemu dengan orang lain.
  9. Bergabung dengan suatu komunitas. Dengan memiliki teman-teman baru, peluang sukses anda akan lebih besar. Anda bisa ajak mereka untuk bergabung dengan bisnis internet anda. Ingat, banyak teman banyak rejeki!
  10. Buat wallpaper komputer. Buat wallpaper komputer yang berdesain menarik dan tercantum URL anda, serta pasang di layar komputer. Jika dipasang di komputer kantor, rekan-rekan kerja anda tak akan segan untuk menanyakannya.

Banyak kan aktivitas dan cara promosi offline yang bisa anda lakukan. Saya yakin anda pun punya ide-ide lain yang tak kalah menarik. Yang jelas, melakukan promosi offline sangat efektif, khususnya untuk menjaring calon konsumen yang belum familiar dengan internet. Berkat informasi anda, bisa jadi mereka sangat berterimakasih karena anda telah membukakan jalan baru untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

So, anda sudah siap mengoptimalkan aktivitas offline anda untuk kesuksesan bisnis internet anda? Anda punya ide lainnya untuk promosi offline? Mari kita berbagi di sini…

3 Tips Ampuh Agar Bisnis Internet Anda Cepat Sukses Spektakuler



Saya ucapkan selamat datang di tahun 2009. Tahun ini saya sangat optimis bisnis internet lebih cerah. Anda pun saya yakin berpikir demikian. Bekal optimisme anda, membuat anda berani menanam resolusi baru, merancang setumpuk rencana, menyiapkan strategi bisnis, dan menancapkan target yang lebih tinggi.

Tapi apakah anda siap mewujudkan semuanya itu?

Rahasia sukses, kaya, mencapai kebebasan finansial, atau keberhasilan apapun, sebenarnya hanya satu: ACTION! ACTION adalah bagian terpenting dari proses anda berbisnis. ACTION adalah penyebab anda sukses. Tanpa ACTION, anda tak akan pernah mencapai yang diinginkan. Seperti kata Mas Arief, sukses adalah sebuah perjalanan.

Boleh saja anda punya segudang ide, punya setumpuk rencana, tapi tanpa ACTION, semuanya hanya akan teronggok dalam otak anda. Atau menjadi kertas yang tergeletak di atas meja. Semua karena tanpa ACTION.

Hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Yang terpenting kita segera menyadari dan berjanji tak mengulangi lagi. Agar kerugian anda tak terus terjadi. Agar waktu-waktu yang anda lewati bisa lebih berarti bagi hidup anda nanti.

Bayangkan saja misalkan anda menunda berbisnis internet saat ini. Anda jelas rugi waktu. Anda kehilangan potensi penghasilan yang bisa anda peroleh. Anda memperlama hidup anda untuk mencapai kebebasan finansial. Terus bekerja demi uang dan bukan sebaliknya.

Setahun atau 3 tahun lagi, anda mungkin menyesal melewatkan hari ini. Hari saat anda berniat memulai bisnis internet, tapi mengabaikannya. Saat itu, penyesalan anda tak ada artinya lagi.

Sebelum penyesalan itu datang, saya ada tips yang bisa membantu anda. Tips ini boleh diterapkan dalam bisnis apapun. Boleh di bisnis internet atau yang lainnya. Bagi yang sudah berbisnis internet, tips ini akan menggerakkan bisnis internet anda mencapai sukses spektakuler.

Berikut ini tipsnya:

  1. Dorong diri anda untuk ACTION sekarang. Bukan nanti atau besok, tapi sekarang! Ucapkan dengan keras bahwa “saya ACTION sekarang”. Tanpa kata “akan”. Mungkin biasanya kita lebih suka berbicara daripada bertindak. Kita senang mengatakan kepada teman-teman kita kalau kita akan begini-begini dan begini. Kita merencanakan hal ini dan itu. Hal itu tak salah. Yang salah kalau kemudian kita jadi lebih senang mengatakan daripada melakukannya.
    Coba hitung berapa kali kita mengatakan ide-ide kita, tapi berapa banyak yang sudah kita ACTION-kan? Kuncinya dorong diri anda untuk ACTION sekarang dan pusatkan energi anda pada ACTION.
  2. Dobrak belenggu penundaan. Makin lama kita menunda, makin “karatan” ide yang kita punya. Atau jika tidak, ide tersebut akan didahului dilakukan orang lain. Makin lama ide atau rencana hanya dipendam di otak anda, ide atau rencana itu akan makin lemah, makin kusam, dan kehilangan pancaran kekuatannya. Tak ada lain cara selain segera ACTION. Dobrak belenggu penundaan yang ada dalam diri anda. Singkirkan penghalang-penghalang untuk ACTION. Beraksilah secepat mungkin. Apa yang bisa lakukan terlebih dulu, lakukanlah. Tak harus menunggu semuanya tersedia.
    Ibarat menyusun puzzle, anda bebas mulai dari tengah, pinggir, atau bawah. Yang penting segera lakukan. Karena nantinya aksi-aksi anda itu yang akan membentuk potongan-potongan puzzle, menjadi gambar yang utuh.
    Juga tak harus mulai dari langkah besar. Anda bisa mulai dari langkah yang sangat kecil. Misalnya mulai berkomentar di blog, atau mulai mempromosikan ID anda. Makin cepat anda mulai, makin baik buat anda.
  3. Selami ACTION anda. Mungkin mulanya anda tak tahu apa itu bisnis internet, tapi cukup dengan ACTION saja, perlahan pikiran anda terbuka dan mengenalnya. Kalau sudah seperti itu, selamilah. Anda akan mengenalnya lebih baik. Pengetahuan anda meningkat. Dan yang anda dapatkan pun lebih besar. Kalau kata Patrice, fokus adalah kunci utama membangun bisnis.

Lakukan ketiga tips diatas, dijamin di pengujung tahun 2009 nanti, anda jadi orang yang berbeda. Menjadi orang yang jauh lebih sukses dibanding hari ini.

Selamat datang di 2009. Mari ACTION sekarang!

Sentuhan Personal: Penting untuk Membuat Konsumen Anda Loyal




Suatu saat, anda tengah berdiri di pinggir jalan. Lalu tiba-tiba ada orang yang menyapa anda. Menanyakan kabar anda dan seterusnya. Bagaimana perasaan anda?

Wah, pasti anda akan senang. Sambil diam-diam dalam hati merasa jadi orang terkenal. Tapi bukan itu yang penting. Yang penting kemudian anda juga akan memberikan perhatian pada orang yang menyapa anda itu. Dan bahkan berusaha mengenalnya lebih jauh.

Contoh lainnya misalnya, suatu ketika anda bertemu dengan teman lama anda. Dan anda langsung bercakap dengan bahasa daerah teman anda itu. Pasti dia akan merasa senang. Walhasil hubungan anda jadi lebih akrab.

Inilah salah satu keajaiban sentuhan personal. Mereka yang semula sama sekali tak peduli pada anda, bisa langsung berubah 180 derajat. Memberikan perhatian pada anda dan menganggap anda sebagai temannya. Dan ingat, teman adalah aset yang tak ternilai.

Penggunaan sentuhan personal dalam bisnis internet amat penting. Bukan cuma untuk berkomunikasi, tapi lebih dari itu untuk menumbuhkan loyalitas konsumen.

Sentuhan personal juga lebih murah. Tak semahal kalau anda beriklan. Anda cukup mengingat nama mereka, apa hobi mereka, dan memberikan senyuman tulus. Dan saya jamin mereka akan memberikan perhatian yang lebih pada bisnis anda.

Memang menggunakan sentuhan personal hasilnya tak langsung kelihatan. Karena perlu berhubungan dengan konsumen secara satu per satu. Tapi saya yakin hasilnya akan lebih kekal. Konsumen anda loyal dan akan terus mengingat bisnis anda. Mereka akan menjadi pelanggan setia.

Nah, sekarang bagaimana sentuhan personal semacam ini bisa anda gunakan di bisnis internet?

Prinsipnya sama, hargai klien dengan memberikan pelayanan yang manusiawi. Seperti contoh di atas, sapalah klien anda dengan menyebut namanya saat anda mengirim pesan. Jika hal itu tidak mungkin anda lakukan secara manual, ada mesin autoresponder yang siap membantu.

Cara lainnya, ajaklah klien anda bercanda saat berkomunikasi. Buat mereka merasa nyaman dengan guyonan anda. Ini yang kemarin dilakukan presiden Obama untuk menjaring dukungan. Saat berkampanye di internet Obama tak pernah menganggap dirinya sebagai calon presiden Amerika. Ia memperlakukan teman-temannya di Facebook seperti seorang sahabat. Tidak hanya bicara masalah politik dan pemerintahan, Obama bahkan sering bercerita tentang hal yang lebih intim dengan para pendukungnya. Melalui cara seperti ini Obama bisa menjaga loyalitas pendukungnya hingga ia terpilih.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda siap memberi sentuhan personal pada konsumen anda? Bicaralah seperti orang yang sedang duduk bersama di sebuah warung makan kepada mereka.

Yang jelas, anda mesti memperlakukan konsumen anda seperti sahabat. Ya, jadikan mereka sebagai sahabat anda.

Salam ACTION!