Eight Things to Learn!
One time a
scholar asked one of his students, "You have spent a long time with me,
what have you learned?
He said I
learned eight things:
First,
I looked to the creation. Everyone has a loved one. When he goes to the grave,
he leaves his loved one. Therefore, I made my loved one my good deeds; that way,
they will be with me in the grave.
Second,
I looked to the verse, 'But as for him who feared to
stand before his Lord and restrained his soul from lust,' and, therefore, I struggled against my desires so
I could stay obeying Allah.
Third,
I saw that if anyone has something with him that is worth something, he will
protect it. Then I thought about the verse, 'That
which you have is wasted away; and that which is with Allah remains,'
therefore, everything worth something with me I devoted to Him so it would be
with Him for me.
Fourth,
I saw the people seeking wealth, honor and positions and it was not worth
anything to me. Then I thought about Allah's words, 'Lo,
the noblest of you in the sight of Allah is the most aware of Allah,' so
I did my best to become aware of Allah in order to nobility in his sight.
Fifth,
I saw the people being jealous towards each other and I looked at the verse, 'We have apportioned among them their livelihood in the
life of the world,' so I left jealousy.
Sixth,
I saw the people having enmity and I thought about the verse, 'Lo, the devil is an enemy for you, so take him as an enemy,'
so I left enmity and I took the Satan as my only enemy.
Seventh,
I saw them debasing themselves in search of sustenance and I thought about the
verse, 'And there is not a beast in the earth but
the sustenance thereof depends on Allah,' so I kept myself busy with my
responsibilities toward Him and I left my property with Him.
Eighth,
I found them relying on their business, buildings and health and I thought
about the verse, 'And whosoever puts his trust in
Allah, He will suffice him,' therefore, I put my trust only on Allah.
Abu Mas'ud 'Uqba ibn 'Amr al-Ansari al-Badri reported that the Messenger of Allah, (PBUH), said, "Anyone who shows the way to something good has the same reward as the person who does it." [Muslim] E.g. if you encourage someone to go for Salah, or pay Zakat and the person actually goes ahead and prays or pays Zakat, Allah will reward him for the good deeds and at the same time give you (the one that encouraged them to do good) an equal reward as he has given them- without decreasing what he gave them. So Encourage Other To Do Good And Refrain From Bad Deeds
Tangis Seorang Perempuan
Tangis Seorang Perempuan
By: agussyafii
Malam itu Ibu Sri datang dengan dua anaknya. Yang paling kecil, agus
prasetyo dan kakaknya. Ibu Sri termasuk perempuan yang perkasa. Sejak
suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, dia bekerja menjadi
tukang ojek di Ciledug. Sementara anaknya jualan kantong plastik
dipasar untuk biaya sekolahnya.
Namun sudah dua hari ini dia tidak narik ojek karena tubuhnya sakit
sementara kebutuhan hidupnya tak terelakkan. Dia mengatakan sudah
tidak sanggup lagi menjalani hidup yang begitu keras dipinggiran
ibukota. "Ibu, insya alloh kami akan membantu. Bersabarlah bu" Kata
istri saya. "Sementara untuk biaya sekolah Agus Prasetyo dan kakaknya,
program Ananda akan membantu."
Berkali-kali Ibu Sri mengucapkan syukur alhamdulillah, Wajahnya yang
hitam nampak begitu tegar tak mampu membendung air mata yang meleleh
dipipinya. Seorang perempuan yang perkasa tangisan tak mampu
dikuasainya lagi.
--
Dari Abu Hurairah RA., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang Mukmin di dunia,
niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di
hari Kiamat dan barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang
mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia
dan akhirat. (HR. Muslim)
By: agussyafii
Malam itu Ibu Sri datang dengan dua anaknya. Yang paling kecil, agus
prasetyo dan kakaknya. Ibu Sri termasuk perempuan yang perkasa. Sejak
suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, dia bekerja menjadi
tukang ojek di Ciledug. Sementara anaknya jualan kantong plastik
dipasar untuk biaya sekolahnya.
Namun sudah dua hari ini dia tidak narik ojek karena tubuhnya sakit
sementara kebutuhan hidupnya tak terelakkan. Dia mengatakan sudah
tidak sanggup lagi menjalani hidup yang begitu keras dipinggiran
ibukota. "Ibu, insya alloh kami akan membantu. Bersabarlah bu" Kata
istri saya. "Sementara untuk biaya sekolah Agus Prasetyo dan kakaknya,
program Ananda akan membantu."
Berkali-kali Ibu Sri mengucapkan syukur alhamdulillah, Wajahnya yang
hitam nampak begitu tegar tak mampu membendung air mata yang meleleh
dipipinya. Seorang perempuan yang perkasa tangisan tak mampu
dikuasainya lagi.
--
Dari Abu Hurairah RA., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang Mukmin di dunia,
niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di
hari Kiamat dan barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang
mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia
dan akhirat. (HR. Muslim)
Aktual : Bulan Sabit Merah Tolak Kondomisasi Remaja
Bulan Sabit Merah Tolak Kondomisasi Remaja
Hari ini di seluruh dunia diperingati sebagai hari AIDS. Berbagai kampanye
diselenggarakan untuk memberikan penyuluhan akan bahaya HIV/AIDS bagi
umat manusia. Akan cara-cara kampanye dengan pembagian kondom, serta
pemakaiannya justru seolah-olah memberikan legalisasi kepada seks
bebas. Biang kedua tertinggi setelah penggunaan jarum suntik untuk
narkoba penularan HIV/AIDS.Bulan Sabit Merah
Indonesia (BSMI) Surabaya, Jawa Timur menolak pembagian dan pemakaian
kondom di kalangan remaja Kota Surabaya, demikian Ketua umum BSMI
Surabaya, dr.Arief Basuki, Sp.An, di Surabaya, Minggu, menyusul
maraknya kampanye pembagian kondom di pertokoan kepada anak usia
sekolah.
"Bukan itu solusinya, tapi yang penting adalah pola
hidup sehat bagi remaja," katanya dalam "talkshow" tentang
penaggulangan HIV/AIDS di Taman Flora, Surabaya.
Seharusnya
kampanye yang digalakkan adalah menolak pergaulan bebas yang rentan
ancaman HIV/AIDS bagi remaja, bukan menjajakan kondom di sembarang
tempat.
"Penanggulangan AIDS harus dilakukan secara holistik
dan komprehensif, tidak hanya bersifat edukasi kognitif, tapi juga
melibatkan partisipasi sekolah dan anak muda untuk mencegahnya. Bukan
solusi yang salah alamat, yakni pembagian kondom di kalangan anak muda"
terangnya.
Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS harus diupayakan
dalam bentuk perilaku hidup sehat seperti tidak mengonsumsi narkoba,
anti seks bebas dan penguatan kegiatan ektrakurikuler.
"Semua
itu dapat membuat anak muda tertutup peluang untuk melakukan kegiatan
yang dapat mendatangkan ancaman AIDS" kata dokter spesialis anastesi
dari Universitas Airlangga itu. (rmd/antr)
Hari ini di seluruh dunia diperingati sebagai hari AIDS. Berbagai kampanye
diselenggarakan untuk memberikan penyuluhan akan bahaya HIV/AIDS bagi
umat manusia. Akan cara-cara kampanye dengan pembagian kondom, serta
pemakaiannya justru seolah-olah memberikan legalisasi kepada seks
bebas. Biang kedua tertinggi setelah penggunaan jarum suntik untuk
narkoba penularan HIV/AIDS.Bulan Sabit Merah
Indonesia (BSMI) Surabaya, Jawa Timur menolak pembagian dan pemakaian
kondom di kalangan remaja Kota Surabaya, demikian Ketua umum BSMI
Surabaya, dr.Arief Basuki, Sp.An, di Surabaya, Minggu, menyusul
maraknya kampanye pembagian kondom di pertokoan kepada anak usia
sekolah.
"Bukan itu solusinya, tapi yang penting adalah pola
hidup sehat bagi remaja," katanya dalam "talkshow" tentang
penaggulangan HIV/AIDS di Taman Flora, Surabaya.
Seharusnya
kampanye yang digalakkan adalah menolak pergaulan bebas yang rentan
ancaman HIV/AIDS bagi remaja, bukan menjajakan kondom di sembarang
tempat.
"Penanggulangan AIDS harus dilakukan secara holistik
dan komprehensif, tidak hanya bersifat edukasi kognitif, tapi juga
melibatkan partisipasi sekolah dan anak muda untuk mencegahnya. Bukan
solusi yang salah alamat, yakni pembagian kondom di kalangan anak muda"
terangnya.
Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS harus diupayakan
dalam bentuk perilaku hidup sehat seperti tidak mengonsumsi narkoba,
anti seks bebas dan penguatan kegiatan ektrakurikuler.
"Semua
itu dapat membuat anak muda tertutup peluang untuk melakukan kegiatan
yang dapat mendatangkan ancaman AIDS" kata dokter spesialis anastesi
dari Universitas Airlangga itu. (rmd/antr)
Renungan : Realitas Tipuan
Realitas Tipuan
By : David
Didalam hidup kita sering memperoleh kesempatan yang bisa kita anggap cukup bernilai. Nilai tersebut terkadang mesti dicari dengan kerja keras tetapi ada juga saat dimana nilai tersebut di temukan secara tidak terduga. Namun kedua hal tersebut diatas sama-sama tidak bermanfaat ketika kesempatan itu tidak di pergunakan sebaik-baiknya. Jika didalam dunia usaha yang paling penting adalah diffrensiasi sedangkan sebagai pribadi yang terpenting adalah aktualisasi, pertanyaannya adalah aktualisasi terhadap apa ? jika kita jawab dalam prespektip agama tentu saja aktualisasi terhadap kesempatan hidup yang di berikan oleh Allah kepada kita.
Jika kebijakan ekonomi memiliki skala mikro dan makro begitu juga dengan proyeksi berfikir kita yang terpola pada kata "seadainya", "andaikata", " jika saja" di iringi dengan idealisme kata seperti " semestinya", " seharusnya ", " selayaknya" melawan sandaran terakhir kata yaitu " pada kenyataanya" . beraroma sangat pesimis bukan ? tapi jelas realistis. contoh ...
Ketika hangat issue krisis global yang dimulai dengan "subprime mortage" di Amerika, semua membiacarakan dampaknya dan analisa kedepan dengan berbagai asumsi kecerdasan berfikir dan sepertinya akan terjadi kekacauan ekonomi selanjutnya akan menggelinding bagaikan bola salju pada bidang lain titik (.) itu semua masalah makro , sekarang kita masuk kemasalah mikro di mulai dengan pertanyaan "apakah setelah kejadian itu kita masih hidup", " masih bisa makan gak sih ?" , " trus kalo sudah begitu saya mo ngapain yah" . Pilihan nya cuma satu yaitu menjalani hidup dengan baik, karena jika pertanyaan di balik " apakah yang kita peroleh dan kerjakan hari ini adalah hasil dari analisa berfikir masa lalu ?" maka sebagian besar diantara kita tentu akan menjawab " tidak ". ...so what , dan pada akhirnya kita akan berkata "la haula wala quata illa billah" , tiada daya dan upaya melainkan semuanya atas kehendak Allah semata.
Ada beberapa hal yang mewarnai hidup kita dalam perjalanan menuju pintu kubur, yaitu pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, keluarga yang menemani, interaksi dengan lingkungan dan lainnya yang mungkin secara kita tidak sadari dari sanalah investasi yang sesungguhnya (the real investment) kita lakukan dalam kaitannya dengan amal ibadah, dalam kaitannya dengan pahala dan dosa, dalam kaitannya dengan amar ma'ruf nahi mungkar. selebihnya hanya sekedar pelengkap.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS 57:20)
By : David
Didalam hidup kita sering memperoleh kesempatan yang bisa kita anggap cukup bernilai. Nilai tersebut terkadang mesti dicari dengan kerja keras tetapi ada juga saat dimana nilai tersebut di temukan secara tidak terduga. Namun kedua hal tersebut diatas sama-sama tidak bermanfaat ketika kesempatan itu tidak di pergunakan sebaik-baiknya. Jika didalam dunia usaha yang paling penting adalah diffrensiasi sedangkan sebagai pribadi yang terpenting adalah aktualisasi, pertanyaannya adalah aktualisasi terhadap apa ? jika kita jawab dalam prespektip agama tentu saja aktualisasi terhadap kesempatan hidup yang di berikan oleh Allah kepada kita.
Jika kebijakan ekonomi memiliki skala mikro dan makro begitu juga dengan proyeksi berfikir kita yang terpola pada kata "seadainya", "andaikata", " jika saja" di iringi dengan idealisme kata seperti " semestinya", " seharusnya ", " selayaknya" melawan sandaran terakhir kata yaitu " pada kenyataanya" . beraroma sangat pesimis bukan ? tapi jelas realistis. contoh ...
Ketika hangat issue krisis global yang dimulai dengan "subprime mortage" di Amerika, semua membiacarakan dampaknya dan analisa kedepan dengan berbagai asumsi kecerdasan berfikir dan sepertinya akan terjadi kekacauan ekonomi selanjutnya akan menggelinding bagaikan bola salju pada bidang lain titik (.) itu semua masalah makro , sekarang kita masuk kemasalah mikro di mulai dengan pertanyaan "apakah setelah kejadian itu kita masih hidup", " masih bisa makan gak sih ?" , " trus kalo sudah begitu saya mo ngapain yah" . Pilihan nya cuma satu yaitu menjalani hidup dengan baik, karena jika pertanyaan di balik " apakah yang kita peroleh dan kerjakan hari ini adalah hasil dari analisa berfikir masa lalu ?" maka sebagian besar diantara kita tentu akan menjawab " tidak ". ...so what , dan pada akhirnya kita akan berkata "la haula wala quata illa billah" , tiada daya dan upaya melainkan semuanya atas kehendak Allah semata.
Ada beberapa hal yang mewarnai hidup kita dalam perjalanan menuju pintu kubur, yaitu pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, keluarga yang menemani, interaksi dengan lingkungan dan lainnya yang mungkin secara kita tidak sadari dari sanalah investasi yang sesungguhnya (the real investment) kita lakukan dalam kaitannya dengan amal ibadah, dalam kaitannya dengan pahala dan dosa, dalam kaitannya dengan amar ma'ruf nahi mungkar. selebihnya hanya sekedar pelengkap.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS 57:20)
Shodaqoh Yang Paling Utama
Shodaqoh Yang Paling Utama
By: agussyafii
Tadi malam ibunda salah seorang anak yatim datang sekardus aqua gelas.
Katanya dia sumbangkan buat acara "Ananda Anak Sehat" meski dengan
tidak sampai hati kami, takut mengecewakan beliau, akhirnya kami
menerimanya. Sebab yang saya & istri tahu sang ibu bekerja sebagai
buruh mencuci tidak seberapa penghasilan
Hal itu mengingatkan sewaktu saya masih sekolah Madrasah Aliyah, saya
pernah bertanya pada Pak Guru, Sodaqoh apa yang paling utama? Pak Guru
itu mengatakan shodaqoh yang paling utama adalah yang dikeluarkan oleh
seseorang yang memiliki sedikit harta setelah mencukupi kebutuhan
keluarganya. Maka shodaqoh itulah shodaqoh yang utama..
Keutamaan shodaqoh sebagaimana sabda Baginda Nabi SAW, "Barangsiapa
diantara kalian mampu membuat tabir antara dirinya dan neraka, meski
dengan separuh biji kurma, maka hendaklah dia melakukannya. " (H.R Muslim).
By: agussyafii
Tadi malam ibunda salah seorang anak yatim datang sekardus aqua gelas.
Katanya dia sumbangkan buat acara "Ananda Anak Sehat" meski dengan
tidak sampai hati kami, takut mengecewakan beliau, akhirnya kami
menerimanya. Sebab yang saya & istri tahu sang ibu bekerja sebagai
buruh mencuci tidak seberapa penghasilan
Hal itu mengingatkan sewaktu saya masih sekolah Madrasah Aliyah, saya
pernah bertanya pada Pak Guru, Sodaqoh apa yang paling utama? Pak Guru
itu mengatakan shodaqoh yang paling utama adalah yang dikeluarkan oleh
seseorang yang memiliki sedikit harta setelah mencukupi kebutuhan
keluarganya. Maka shodaqoh itulah shodaqoh yang utama..
Keutamaan shodaqoh sebagaimana sabda Baginda Nabi SAW, "Barangsiapa
diantara kalian mampu membuat tabir antara dirinya dan neraka, meski
dengan separuh biji kurma, maka hendaklah dia melakukannya. " (H.R Muslim).
Subscribe to:
Posts (Atom)